JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 PENGARUH PENDIDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BPSDM) PROVINSI MALUKU Rosmiyati1. Olivia Laura Sahertian2. Maria Marlyn Tetelepta3 1,2,. Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Ambon oliviasahertian@yahoo. com, mariatetelepta28@gmail. ABSTRACT Education and training are important things to increase the knowledge and skills of employees and have an impact on one's performance at work. The purpose of this study was to determine the effect of education and training on the performance of employees of the Maluku Province Human Resources Development Agency. This research is a quantitative research, with a sample of 40 respondents. Retrieval of data using a questionnaire distributed to respondents. The analysis tool used is simple linear regression analysis with SPSS 20 software. Based on the results of data analysis, education and training have a positive effect on the performance of employees of the Maluku Provincial Human Resources Development Agency. This is evidenced by the results of the t test having a t-count value of 3. 026 > t-table 2. and a significant value of 0. 004 <0. Keywords : Education and training, performance ABSTRAK Pendidikan dan pelatihan merupakan hal penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai dan berdampak pada kinerja seseorang dalam bekerja. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 40 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada Alat analisa yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dengan software SPSS 20. Berdasarkan hasil analisis data, pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t memiliki nilai t-hitung 3,026 > t-tabel 2,012 serta nilai signifikan 0,004 < 0,05. Kata kunci : Pendidikan dan Pelatihan. Kinerja PENDAHULUAN Aparatur negara yang merupakan unsur sumber daya manusia instansi pemerintah mempunyai peranan yang e-ISSN: 0000-0000 menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan. Untuk membentuk sosok aparatur pemerintah yang baik dalam rangka meningkatkan kinerja, maka salah satu upaya adalah Halaman 62 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan . Diklat adalah satu keharusan dari suatu organisasi birokrasi dan merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia sekaligus salah satu solusi memecahkan masalah yang terjadi dalam suatu organisasi. Rosdiani . mengemukakan sumber daya manusia adalah tenaga kerja yang menduduki suatu posisi atau orang-orang yang mempunyai tanggungjawab untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan pada suatu organisasi atau instansi tertentu. Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan. Kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan membawa suatu bangsa ke arah kemajuan dan kesejahteraan. Demikian sebaliknya dengan kualitas sumber daya manusia yang rendah, suatu bangsa akan sulit maju dan sulit sejahtera. Dalam pegawai diantaranya harus memperhatikan pelatihan dengan tujuan agar lebih kreatif dalam mencapai tujuan organisasi. Fitriany . menyatakan bahwa pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan Pelatihan bagi pegawai merupakan sebuah proses yang mengajarkan pengatahuan dan keahliaan tertentu, sehingga karyawan e-ISSN: 0000-0000 tanggungjawabnya dengan baik. Lany dan Susilo . mengemukakan bahwa kegiatan pelatihan kerja yang dilaksanakan dengan sistematis, perencana, dan secara terus-menerus agar dapat menghasilkan tenaga kerja yang cukup dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan dan masalah-masalah yang timbul dalam menjalankan tugasnya. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku merupakan sebuah badan/institusi yang bertugas mengembangkan sumber daya manusia khususnya Aparatur Sipil Negara di lingkungan dan mempunyai tugas pokok melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah Provinsi di bidang Pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan perundang-undangan berlaku di Provinsi Maluku. Dalam mengembangkan kompetensi Aparatur Sipil Negara. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku menyelenggarakan berbagai jenis Untuk pelatihan terdapat komponen yang harus diperhatikan seperti widyaiswara/pengajar, penyelenggara profesional, materi, metode, media pembelajaran, evaluasi serta peserta Berikut ini menunjukkan minimnya data pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku yang mengikuti pelatihan pada 1 berikut. Halaman 63 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Tabel 1 Data Pegawai yang telah Mengikuti Pelatihan No. Jabatan penganalisis Rencana dan Program Kasubag. kepeg dan umum Sekretaris Kepala Badan Pembantu Pengurus Barang Pengguna Pengadministrasian Umum Pengelola Asrama Pengolah Surat Widyaiswara Ahli Madya Pengadministrasian Keuangan Penyusun laporan keuangan Pengadministrasian Keuangan Pengolah Data Penyusunan Bahan Proses Pengembangan Kelembagaan Penganalisis Subid. Pengelolaan Kelembagaan Tenaga Pengembangan Kompetensi Pengolah Bahan Registrasi dan Sertifikasi Kasubid. Pengelolaan Sumber Belajar dan Kerjasama Pengolah Perpustakaan Kasubid. Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional Kasubit. Pengembangan kompetensi inti jabatan Administrasi Perangkat Daerah Penunjang. Pengadministrasian Umum Nama Pelatihan Latsmil Menwa SuskalakMenwa Dik Bela Negara Komputer Dasar Pengolahan Hasil Pertanian Bendaharawan Penyusunan Sop TOC TOC TOC TOC TOC TOC TOT WI 2011 TOF 2014 Diklat Metodologi Berbasis SKKNI 2018 Diklat Aparatur Pusat dan Daerah 2018 TOC TOC TOC TOC TOC Tahun TOC TOC TOC TOC MOT MOT TOC Sumber : Data sudah diolah BPSDM 2018-2019 Keterangan : e-ISSN: 0000-0000 Halaman 64 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 TOC : Training Officer Course TOF : Training Of Facilitator MOT : Management of Training TOT : Training Of Trainer Kasubag : Kepala sub bagian Kasubid : Kepela sub bidang Kepeg : Kepegawaian SKKNI : Sertifikat Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Dari tabel 1. 1 diatas, hanya 20 orang yang mengikuti pelatihan dan pegawai yang belum mengikuti pelatihan sebanyak 46 orang. Hal ini tentunya akan berdampak kepada kurangnya pengetahuan dan keterampilan pegawai dalam bidang kerja yang mereka jalani, sehingga kinerja tidak maksimal dan berdampak pada pencapaian tujuan organisasi Berdasarkan pengamatan awal, penulis menemukan bahwa kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku masih belum maksimal, sebagai terlihat pada Tabel 1. 2 berikut ini. Tabel 2 Target dan Realisasi Kinerja BPSDM Provinsi Maluku Tahun 2019 Program Program pelayanan administrasi Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur Target Realisasi 95,74 98,03 95,36 Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur kediklatan 91,80 Program pembinaan dan pengembangan aparatur Program evaluasi, pembinaan dan pengembangan diklat kabupaten/kota 92,20 87,41 Total Sumber : BPSDM Provinsi Maluku 93,48 Tabel 1. 2 menunjukkan bahwa realisasi program kerja seluruhnya tidak sesuai dengan target. Hal ini terbukti karena dari semua program kerja terealisasi namun tidak 100% atau mencapai target yang sudah ditetapkan, sehingga anggaran yang terpakai hanya 93,48 % untuk tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai BPSDM Provinsi Maluku walaupun telah cukup baik namun masih belum maksimal karena belum tuntas dalam merealisasikan e-ISSN: 0000-0000 program-program kerja yang sudah Agar tujuan organisasi dapat tercapai dan memaksimalkan kinerja, maka suatu organisasi perlu menyelenggarakan pelatihan dengan optimal. Dari deskripsi latar belakang tersebut, dapat dijelaskan bahwa pemberian pelatihan yang efektif dapat meningkatkan kualitas kinerja pegawai serta menimbulkan kreativitas dari seseorang yang mengikuti atau memperoleh materi pelatihan. Halaman 65 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pendidikan dan pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku. TINJAUAN PUSTAKA Penddikan dan Pelatihan Pendidikan merupakan suatu upaya dalam peningkatan kualitas sumber daya pekerjaannya, dengan pendidikan seorang pegawai akan siap dalam mengenal dan mengembangkan metode berfikir secara menyelesaikan suatu masalah sehingga tujuan dari suatu organisasi dapat tercapai. Kasmir . menjelaskan bahwa pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali pegawai dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya. Pelatihan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan menurut (Simamora, 2. pelatihan adalah proses pembelajaran yang terdiri dari penerimaan kecakapan, ide, peraturan, atau sikap untuk menaikan kinerja Menurut Kamrida . , tujuan umum pendidikan dan pelatihan pegawai negeri yaitu: Meningkatkan penghayatan jiwa dan Meningkatkan produktivitas kerja. Meningkatkan kualitas kerja. Meningkatkan ketetapan perencanaan sumber daya manusia. Meningkatkan sikap moral dan semangat Meningkatkan perkembangan pegawai. e-ISSN: 0000-0000 Menurut Sikula . alam Hasibuan, 2. indikator dari pendidikan dan pelatihan adalah sebagai berikut : Meningkatkan Produktifitas Pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kinerja pada posisi jabatannya yang sekarang. Kalau level of perfomance naik maka berakibat peningkatan keuntungan bagi lembaga. Meningkatkan Mutu Kerja Peningkatan baik kuantitas maupun kualitas pegawai yang mempunyai pengetahuan, jelas akan lebih baik dan akan lebih sedikit berbuat kesalahan dalam operasionalnya. Maningkatkan Ketetapan dalam Human Resources Planning Pendidikan dan pelatihan yang baik dapat mempersiapkan pegawai untuk keperluan di masa yang akan datang. Apabila ada lowongan-lowongan maka secara mudah akan diisi oleh tenagatenaga dari dalam lembaga sendiri. Memperbaiki Moral Kerja Apabila lembaga menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang tepat, maka iklim dan suasana organasasi pada umumnya akan menjadi lebih baik. Dengan iklim kerja yang sehat maka moral kerja . emangat kerj. juga akan meningkat. Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pendidikan dan pelatihan yang tepat timbulnya kecelakaan-kecelakaan akibat Selain itu lingkungan kerja akan menjadi lebih aman dan tentram. Menunjang Pertumbuhan Pribadi Program pendidikan dan pelatihan yang keuntungan kepada kedua belah pihak kerja/pegawai. Bagi pegawai mengikuti Halaman 66 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Pengertian Kinerja Pegawai Menurut Mangkunegara . menjelaskan bahwa kinerja adalah hasil kerja secara kualiatas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Kasmir . mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugastugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Menurut Rivai . kinerja adalah aksi sebernanya yang dilakukan pegawai sebagai prestasi kerja sesuai dengan jabatannya dalam organisasi. Berdasarkan pengertian dari para ahli tentang kinerja, maka dapat dijelaskan bahwa kinerja merupakan suatu hasil kerja yang telah dilakukan oleh pegawai dengan dalam proses kerja dan waktu kerja. (Sutrisno, 2. mengemukakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian kinerja adalah : Faktor kemampuan Secara psikologis kemampuan terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan realita. Pegawai yang memiliki IQ di atas rata-rata akan lebih terampil dalam mengerjakan sehari-hari. Dengan demikian, akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Faktor motivasi Motivasi terbentuk dari sikap seorang karyawan dalam menghadapi situasi Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan Menurut Gibson dalam Sriwidodo dkk . mengemukakan bahwa indikator kinerja, yaitu : Kualitas hasil pekerjaan Kualitas hasil pekerjaan, dapat diukur dengan ketelitian kerja dan kerapian Kuantitas hasil pekerjaan Kuantitas hasil pekerjaan, dapat diukur dari jumlah pekerjaan dan jumlah waktu yang dibutuhkan. Pengertian terhadap pekerjaan Pengertian terhadap pekerjaan, dapat diukur dari pemahaman terhadap pekerjaan dan kemampuan kerja. Kerja sama Kerja sama yaitu kemampuan dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan. Kerangka konseptual adalah hasil pemikiran yang bersifat kritis dalam penelitian yang akan dicapai. Berikut adalah kerangka konspetual dalam penelitian ini. Gambar 1. Kerangka Konseptual Pendidikan dan Pelatihan (X) Berdasarkan uraian teoritis dan kerangka konseptual di atas, maka e-ISSN: 0000-0000 Kinerja (Y) hipotesis yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah Halaman 67 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Au Pelatihan dan pendidikan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi MalukuAy. (Sugiyono, 2. dan dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha > 0,6. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear sederhana. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 66 pegawai tetap pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku. Berdasarkan rumus Slovin, maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden penelitian. Pengujian instrumen validitas dan reliabilitas dilakukan untuk konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan. Instrumen dikatakan valid jika nilai r > 0,3 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian pada responden laki-laki berjumlah 21 orang dan perempuan berjumlah 19 orang, dengan latar belakang pendidikan Sarjana yang paling banyak yaitu berjumlah 21 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua item pada variabel pendidikan dan pelatihan maupun variabel kinerja adalah valid serta Hasil pengujian instrument penelitian dapat dilihat pada tabel 3 tabel 4 berikut berikut. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Item Corrected ItemVariabel X Total Correlation 0,350 0,412 0,346 0,362 0,364 0,404 0,380 0,426 0,363 P10 0,365 P11 0,408 P12 0,462 P13 0,415 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Item Variabel Corrected Item-Total Correlation 0,325 0,327 0,334 0,340 0,365 0,547 0,390 0,328 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Pengolahan data SPSS . Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pendidikan dan Pelatihan Kinerja Nilai Cronbach's Alpha 0,756 0,671 Sumber: Pengolahan data SPSS . e-ISSN: 0000-0000 Halaman 68 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Tabel 5 Analisis Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Pendidikan dan Pelatihan Dependent Variable: Kinerja 17,102 Std. Error 4,972 ,284 ,094 Data menggunakan analisis regresi linear sederhana, dengan hasil pada tabel 5 di Berdasarkan uji koefisien regresi sederhana diketahui konstanta sebesar 17,102. Hal ini berarti bahwa nilai variabel kinerja adalah sebesar 17,102. Koefisien regresi variabel x sebesar 0,284 mengatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai variabel pelatihan dan pendidikan maka nilai variabel kinerja bertambah sebesar 0,284. Koefisien regresi tersebut bernilai positif. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel x terhadap variabael y adalah positif. Berikut adalah persamaan regresi yang diperoleh. Y = 17,102 0,248 x Pengujian hipotesis dengan uji t menunjukkan bahwa variabel Pelatihan nilai t-hitung 3,026 dengan tingkat signifikan 0,004 dengan menggunakan batas signifikan 0,05. Ini berarti sig < 0,05 atau t-hitung > dari t-tabel yang berarti hipotesis diterima. Hal ini berarti bahwa pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Arah koefisien regresi posiitf berarti bahwa pelatihan dan pendidikan memiliki pengaruh positif yang signifikan terjadap kinerja pegawai. Hardjana . juga berpendapat. AuPendidikan merupakan suatu proses e-ISSN: 0000-0000 Standardized Coefficients Sig. Beta ,441 3,440 ,001 3,026 ,004 penanaman pengetahuan, keterampilan, memungkinkan nantinya mereka mampu menjadi masyarakat yang bertanggung jawabAy. Selanjutnya Suwatno . alam Kamrida, 2. , pendidikan adalah aktivitas memelihara dan meningkatkan kompetensi pegawai guna mencapai efektivitas organisasi yang dilakukan pendidikan dan pelatihan. Pendidikan merupakan suatu upaya dalam peningkatan kualitas sumber daya pekerjaannya, dengan pendidikan seorang pegawai akan siap dalam mengenal dan mengembangkan metode berpikir secara menyelesaikan suatu masalah sehingga tujuan dari suatu organisasi dapat tercapai. Kasmir . menjelaskan bahwa pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali pegawai dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya. Pelatihan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan menurut (Simamora, 2. pelatihan adalah proses pembelajaran yang terdiri dari penerimaan kecakapan, ide, peraturan, atau sikap untuk menaikan kinerja Hasil penelitian melalui jawaban responden menunjukkan bahwa 14 Halaman 69 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 %) menjawab sangat setuju dan 19 responden . ,5%) menjawab setuju untuk pendidikan dan pelatihan yang diikuti dapat meningkatkan kinerja. Responden yang menjawab bahwa pedidikan dan pelatihan yang diikuti dapat meningkatkan kualitas kerja sebanyak 17 responden . ,5%) dan yang menjawab setuju 12 responden . %). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dalam penelitian ini kinerja menunjukkan bahwa secara keseluruhan responden dominan menjawab ragu-ragu sebanyak 14 orang . ,%) terhadap pernyataan saya selalu bekerja dengan Adapun Untuk mengukur kinerja dapat pula dilakukan dengan melihat dari kuantitas . yang dihasilkan oleh Dalam penelitian ini kinerja menunjukkan bahwa secara keseluruhan responden dominan menjawab netral sebanyak 10 orang atau 25,0% terhadap pernyataan saya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Pengertian tehadap pekerjaan terhadap pernyataan saya memahami pekerjaan saya dengan baik sebanyak 11 orang atau 27,5 % menytakan ragu-ragu. Terlihat masih cukup banyak pegawai yang menyatakan ragu-raagu bahwa saya bersedia bekerja sama dengan rekan kerja agar pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik dengan responden menyatakan raguragu 13 orang atau 32,5%. Adapun pernyataan memberikan bantuan kepada rekan kerja bila dibutuhkan dalam kerjasama dengan jawaban responden ragu-ragu 10 orang atau 25,0% dan tidak setuju 15 orang atau 12,5 %. e-ISSN: 0000-0000 Dengan ini dapat katakan bahwa pendidikan dan pelatihan memiliki pengaruh besar terhadap kinerja pegawai yang berdampak pula pada kuantitas dan Hal ini bisa dilakukan dengan meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi pegawai. Dalam penelitian ini pelatihan dan pendidikan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai BPSDM Provinsi Maluku. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil pengujian hipotesis, yang mana nilai thitung 3,026 > t-tabel 2,024 serta nilai signifikan 0,004 < 0,05. Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel pendidikan dan pelatihan dengan variabel kinerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yaitu Samsudin AuPengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan kinerja pegawai pada PT. PLN (Perser. wilayah SuselrabakAy dia mengemukan bahwa pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Saputra . dengan judul AuPengaruh pendidikan dan pelatihan terhdap kinerja karyawan pada CV. Bayti Bahtera PalembangAy dengan hasil penelitian pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hidayat dan Nurasyiah . bahwa untuk meningkatkan kualitas keterampilan maka pendidikan dan pallatihan yang paling penting diperlukan. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka kesimpulan yang didapatkan adalah pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif terhadap Halaman 70 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 kinerja pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku. Hal ini dibuktikan dengan hasil Uji T kedua variabel yaitu nilai t-hitung > ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel pendidikan dan pelatihan dengan variabel kinerja. Saran Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini, maka ada beberapa saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku. Perlu adanya kesadaran dalam diri dan fokus dalam bekerja sehingga dapat menyelesaikan tugas atau beban kerja yang diberikan tepat pada waktunya. Lebih meningkatkan hubungan kerja sama dalam hal ini saling membantu ketika ada sesama pegawai meminta bantuan yang logis. Diharapkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku menyediakan atau menyelenggarakan kegiatan pelatihan dalam mengasa kemampuan serta meningkatkan kinerja pegawainya. Rekomendasi yang yang dapat diberikan bagi penelitan selanjutnya adalah dapat meneliti dengan variabel independen lain yang dapat meningkatkan kinerja. DAFTAR PUSTAKA