Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pemberdayaan Usaha Jamur Kelompok Berkah Nurmushroom untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Ketahanan Pangan Desa Mulyasari Nuniek Ina Ratnaningtyas1. Nuraeni Ekowati2. Sri Lestari*3. Puji Lestari4. Nurul Hidayat5 1,2Program Studi Biologi. Fakultas Biologi. Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia 3Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia 4Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia 5Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia *e-mail: cicimanajemen@gmail. Abstrak. Kelompok Berkah Nurmushroom di Desa Mulyasari menghadapi produktivitas jamur tiram yang rendah, ketergantungan pada pemasok baglog eksternal, dan kapasitas manajemen bisnis dan pemasaran yang terbatas. Produktivitas awal berkisar antara 2 Ae 7 kg per hari, dengan kerugian panen mencapai 25% karena pengendalian hama dan manajemen pasca panen yang tidak memadai. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial kelompok melalui pendekatan pembelajaran partisipatif melalui praktik dan penerapan teknologi yang tepat. Intervensi meliputi pelatihan budidaya berbasis SOP, produksi baglog mandiri, pengendalian hama terpadu, manajemen rumah jamur, pelatihan pelaporan keuangan sederhana, dan pengembangan pemasaran offline dan online. Program ini didukung oleh peralatan produksi seperti drum sterilisasi dan alat pemantauan suhuAekelembaban. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas menjadi 7Ae12 kg per hari, pengurangan kerugian panen hingga di bawah 10%, dan peningkatan pendapatan melalaui penambahan 2 mitra pemasaran. Kelompok tersebut kini mampu memproduksi baglog secara mandiri, memelihara catatan keuangan, dan memperluas jaringan Program ini secara langsung memperkuat kapasitas bisnis dan keberlanjutan produksi di tingkat masyarakat. Kata Kunci: Budidaya Jamur Tiram. Desa Mulyasari. Ketahanan Pangan. Pemberdayaan Masyarakat. Teknologi Tepat Guna Abstract The Berkah Nurmushroom group in Mulyasari Village faced low oyster mushroom productivity, dependence on external baglog suppliers, and limited business management and marketing capacity. Initial productivity ranged from 2 Ae 7 kg per day, with harvest losses reaching 25% due to inadequate pest control and post-harvest management. This Community Service Program aims to improve the group's technical and managerial capacity through a participatory learning approach, incorporating appropriate technology practices and practices. Interventions included training in standard operating procedure (SOP)-= based cultivation, independent baglog production, integrated pest control, mushroom house management, simple financial reporting training, and offline online marketing development. The program was supported by production equipment such as sterilization drums and temperatureAehumidity monitoring devices. The results indicate an increase in productivity to 7Ae12 kg per day, a reduction in post-harvest losses to below 10%, and an increase in income through the addition of two marketing partners. The group is now capable of independently producing baglog, maintaining financial records, and expanding its marketing network. The program has directly strengthened business capacity and production sustainability at the community level. Keywords: Appropriate Technology. Community Empowerment. Food Security. Mulyasari Village. Oyster Mushroom Cultivation PENDAHULUAN Isu strategis kemandirian pangan tengah menjadi pusat perhatian dunia, termasuk Indonesia yang oleh Presiden Prabowo Subianto dilaksanakan melalui swasembada pangan lokal dan energi untuk meningkatkan ketahanan nasional (Kementerian PPN/Bappenas, 2024. Sekretariat Kabinet, 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan inovasi berkelanjutan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan subsektor pertanian, yang mencakup pencarian komoditas alternatif bergizi tinggi seperti jamur pangan yang memiliki sumber protein hingga antivirus (Bahar et al. , 2022. El-Ramady et al. , 2022. Jayaraman et al. , 2024. Rosadi et al. Menelisik lebih dalam, salah satu jenis jamur yaitu jamur tiram memiliki kandungan gizi yang tinggi bahkan jenis jamur yang mudah diberdayakan serta memiliki potensi pasar yang besar, sehingga cocok untuk mendorong swasembada pangan berbasis komunitas lokal (Piryadi, 2009. Triono, 2020. Martan et al. , 2. Secara regional, permintaan dan kebutuhan pasar jamur di daerah Majenang dan sekitarnya sekitar 200 kg per hari, tetapi kemampuan produksi lokal hanya mampu menembus angka 120 kg per hari (Rini dan Amaliyah, 2. Hal ini menggambarkan sebuah kesenjangan yang membuka sebuah peluang pengembangan usaha jamur tiram yang cukup besar, termasuk pada kelompok usaha mikro tingkat desa. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa, jamur tiram dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi tetapi juga ramah lingkungan karena dapat digunakan sebagai bahan baku media tanam dari limbah organik seperti jerami atau serbuk gergaji (Saribanon et al. , 2. Pemanfaatan limbah pertanian ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat (Susilo et al. , 2. Desa Mulyasari. Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap, memiliki potensi adanya limbah serbuk gergaji dari sekitar lima belas pabrik kayu. menanggapi peluang ini dengan membentuk Kelompok Berkah Nurmushroom, perusahaan jamur lokal. Kelompok ini didirikan oleh Bapak Nurkustanto pada 15 Juni 2024 dan memiliki sepuluh anggota aktif yang tersebar di seluruh wilayah Majenang. Berdasarkan kedua potensi besar yang berkaitan dengan jamur tiram di Desa Mulyasari, menjadi salah satu pendorong terbentuknya Kelompok Berkah Nurmushroom yang didirikan pada 15 Juni 2024 dengan beranggotakan sepuluh orang. Selain berfokus pada sisi finansial, terbentuknya kelompok ini menjadi bukti komitmen masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui usaha pangan sehat. Meskipun memiliki potensi sumber daya lokal dan semangat kewirausahaan, kelompok ini masih menghadapi sejumlah kendala. Kendala utamanya adalah dari sisi produksi dan Ketergantungan pada pemasok media tanam jamur . , minimnya pengetahuan budidaya jamur hingga manajemen pasca panen, dan ketidaktersediaan teknologi budidaya jamur menjadi kendala dari sisi produksi. Tingkat kehilangan hasil panen relatif tinggi karena kurangnya praktik manajemen pascapanen dan pengendalian hama. Lain halnya dengan kendala dari sisi manajemen berupa keterbatasan manajerial dan pemasaran jamur yang dibuktikan dengan hasil panen yang seluruhnya dijual kepada pengepul tanpa diversifikasi produk. Akibatnya, nilai tambah bisnis tidak optimal. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa peningkatan keterampilan teknis dan penerapan teknologi sederhana pada usaha mikro pertanian dapat menghasilkan peningkatan produktivitas hingga 40% (Tafonao et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan tindakan masif yang bukan hanya berfokus menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkokoh manajemen usaha dan pemasaran supaya usaha jamur tiram ini berkembang dan berkelanjutan. Berdasarkan permasalahan tersebut. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui kemandirian pembuatan baglog dan perbaikan tata kelola budidaya, memperkuat manajemen usaha dan kelembagaan kelompok, serta mengembangkan strategi pemasaran dan nilai tambah produk melalui pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis potensi lokal. Kolaborasi potensi usaha jamur tiram dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan dari perguruan tinggi akan mendorong kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan pangan lokal berkelanjutan (Purnawati, 2. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis learning by doing, dengan menekankan keterlibatan aktif mitra dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode dirancang untuk menyelesaikan permasalahan utama P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. mitra pada aspek produksi, manajemen usaha, dan pemasaran melalui penerapan teknologi tepat guna yang sederhana, terjangkau, dan dapat dioperasikan secara mandiri oleh kelompok. Kegiatan ini memiliki sistem atau prosedur kerja sebagai berikut. Identifikasi Masalah dan Konsolidasi Awal Pada tahap awal, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan sepuluh anggota Kelompok Berkah Nurmushroom untuk menganalisis masalah, menentukan kebutuhan utama, dan merancang rencana kerja secara bersama-sama. Dalam fase ini, disepakati indikator keberhasilan program yang meliputi peningkatan produktivitas, pengurangan kehilangan hasil panen, penguatan manajemen usaha, dan perluasan pasar. Peningkatan Kapasitas Produksi Pada tahap awal, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan sepuluh anggota Kelompok Berkah Nurmushroom untuk menganalisis masalah, menentukan kebutuhan utama, dan merancang rencana kerja secara bersama-sama. Dalam fase ini, disepakati indikator keberhasilan program yang meliputi peningkatan produktivitas, pengurangan kehilangan hasil panen, penguatan manajemen usaha, dan perluasan pasar. Penguatan Manajemen Usaha dan Kelembagaan Pada aspek manajerial, dilakukan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana, pencatatan arus kas, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Selain itu, kelompok didampingi dalam penyusunan struktur organisasi dan pembagian peran produksi, keuangan, serta pemasaran guna meningkatkan tata kelola usaha yang lebih sistematis dan akuntabel. Pengembangan Pemasaran Strategi pemasaran dikembangkan melalui pendekatan offline dan online. Mitra didampingi dalam pembuatan akun bisnis media sosial, penyusunan konten promosi sederhana, serta penjajakan kerja sama dengan mitra pemasaran lokal. Intervensi ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pengepul dan meningkatkan nilai tambah produk. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan melalui pencatatan logbook produksi harian, rekapitulasi bulanan, serta observasi langsung terhadap penerapan SOP budidaya dan manajemen usaha. Indikator evaluasi meliputi: Peningkatan jumlah produksi harian . Penurunan tingkat kehilangan hasil panen (%) . Penerapan pencatatan keuangan rutin . Peningkatan jejaring pemasaran HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program dan Keterlibatan Mitra Berikut adalah hasil pelaksanaan kegiatan dan penyelesian setiap aspek kegiatan yang FGD Sosialisasi dan Konsolidasi Program Gambar 1. FGD Sosialisasi dan Konsolidasi Program FGD bertujuan untuk menyamakan persepsi, memetakan kebutuhan per anggota, menyepakati jadwal, peran, dan indikator kinerja. Kegiatan FGD ini dilaksanakan di lokasi P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. mitra dan disepakati kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dengan disusunnya kembali rencana kerja selama pelaksanaan program pengabdian. Diseminasi dan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Putih Gambar 2. Diseminasi dan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Putih Diseminasi dan pelatihan budidaya jamur tiram putih bertujuan untuk menaikkan kompetensi budidaya berbasis SOP higienitas dan efisiensi. Materi yang diberikan meliputi persiapan kumbung, media, inokulasi, inkubasi, perawatan hingga panen. Kegitan ini dihadiri oleh 10 anggota kelompok. Diseminasi dan Alih Teknologi Tata Kelola Kumbung Gambar 3. Diseminasi dan Alih Teknologi Tata Kelola Kumbung Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang tata kelola kumbung yang baik untuk produktivitas dan mutu. Materi yang diberikan meliputi ventilasi, shading, sanitasi, penempatan rak. pencatatan suhu/RH. penataan ruang yang tepat. Agar kumbung kelompok lebih tertata maka diberikan bantuan penyempurnaan kumbung dengan menambah rak-rak baru, ruang pengukusan, ruang pencampuran bahan, dan ruang penumpukan serbuk kayu. Saat ini proses penyempurnaan kumbung sudah mulai dikerjakan oleh seorang tukang kayu yang profesional. Bantuan Kepemilikan Baglog dan Alih Teknologi Pemeliharaan Gambar 4. Bantuan Kepemilikan Baglog dan Alih Teknologi Pemeliharaan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan media dan kompetensi perawatan untuk keberlanjutan produksi. Materi yang diberikan berupa distribusi baglog awal . , pola perawatan, rotasi, dan troubleshooting . Metode yang digunakan dengan menyerahkan bantuan baglog dan coaching pemeliharaan 14 hari pertama. Diseminasi dan Alih Teknologi Pembuatan Baglog Gambar 5. Diseminasi dan Alih Teknologi Pembuatan Baglog Diseminasi dan alih teknologi pembuatan baglog bertujuan untuk melatih kemandirian produksi media agar mitra dapat memproduksi baglog sendiri. Materi yang diberikan meliputi Formulasi, sterilisasi drum, inokulasi bersih, inkubasi. Metode dilakukan dengan menggunakan demo lini produksi dan praktek kelompok. Bantuan Peralatan Produksi Baglog Gambar 6. Bantuan Peralatan Produksi Baglog Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat lini produksi internal. Peralatan yang diberikan meliputi Drum sterilizer. Metode yang digunakan adalah instalasi, uji fungsi, pelabelan inventaris, pelatihan perawatan harian/mingguan. Diseminasi dan Alih Teknologi Pengendalian Hama Gambar 7. Diseminasi dan Alih Teknologi Pengendalian Hama Diseminasi dan alih teknologi pengendalian hama bertujuan untuk menurunkan serangan hama/penyakit dan kontaminan. Materi yang digunakan adalah identifikasi dini . erangga P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Trichoderm. , sanitasi, trap, rotasi dan karantina. Metode yang digunakan berupa demo penanganan hama menggunakan bahan cair organik dan semprotan. Bantuan Peralatan Pengendalian Hama Gambar 8. Bantuan Peralatan Pengendalian Hama Diberikan bantuan alat penyemprot hama dan bahan untuk menghilangkan hama Diseminasi dan Alih Teknologi Pascapanen Gambar 9. Diseminasi dan Alih Teknologi Pascapanen Diseminasi dan alih teknologi pasca panen dilaksanakan melalui kegiatan pasca panen meliputi proses sortasi, pembersihan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, dan Tujuannya adalah menjaga kualitas produk sehingga produk tetap layak konsumsi atau jual. Materi. Waktu panen, sortasi, pengemasan dan perawatan baglog Metode. Demo panen di kumbung, praktek grading dan pengemasan. Diseminasi dan Praktek Penyusunan Laporan Keuangan Gambar 10. Diseminasi dan Praktek Penyusunan Laporan Keuangan Diseminasi dan praktek penyusunan laporan keuangan bertujuan. Menumbuhkan tertib administrasi dan akuntabilitas. Materi yang diberikan meliputi buku kas, arus kas, laba rugi bukti transaksi. Metode yang digunakan adalah studi kasus transaksi sebulan. Diseminasi dan Praktek Perhitungan HPP Jamur Segar Diseminasi dan praktek perhitungan HPP jamur segar bertujuan untuk menetapkan harga wajar dan margin sehat. Materi yang diberikan meliputi contoh perhitungan HPP produk jamur tiram. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Gambar 11. Diseminasi dan Praktek Perhitungan HPP Jamur Segar Diseminasi dan Alih Teknologi Manajemen Kelompok dan Administrasi kelompok Gambar 12. Diseminasi dan Alih Teknologi Manajemen dan Administrasi Kelompok Diseminasi dan alih teknologi manajemen kelompok dan administrasi kelompok bertujuan untuk menguatkan tata kelola dan koordinasi kelompok. Materiyang diberikan meliputi Struktur organisasi kelompok yang terdiri dari minimal ketua, sekretaris, bendahara, bagian produksi, dan bagian pemasara. Diseminasi dan Praktek Pemasaran OfflineAeOnline Gambar 13. Diseminasi dan Praktek Pemasaran OfflineAeOnline Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pasar dan mengurangi ketergantungan pada Materi yang diberikan meliputi pembuatan akun bisnis, foto produk, deskripsi dan harga, kanal offline. Metode yang digunakan adalah workshop konten . oto HP), unggah ke marketplace/IG, kunjungan toko lokal. Dampak Kuantitatif Program Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, terjadi perubahan signifikan sebelum dan setelah program sebagaimana yang tertera pada tabel 1. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Tabel 1. Hasil Monitoring dan Evaluasi Program Aspek Keberdayaan Sebelum Program Setelah Program Produktivitas jamur 2 Ae 7 kg/hari 7 Ae 12 kg/hari Penurunan kehilangan hasil pasca panen Kemitraan untuk memasarkan 0 mitra 2 mitra produk hasil panen Kemampuan manajemen usaha, kelompok, dan keuangan Data tersebut menunjukkan bahwa intervensi tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperbaiki aspek manajerial dan pemasaran. Analisis Penyebab Peningkatan Kapasitas Produksi Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring, diketahui beberapa faktor yang mendorong peningkatan secara signifikan produktivitas jamur tiram di Kelompok Berkah Nurmushroom. Kemandirian produksi media tanam jamur . Pelatihan dan alih teknologi pemeliharaan dan pembuatan media tanam jamur dilakukan dengan tujuan menjamin ketersediaan media dan kompetensi perawatan untuk keberlanjutan produksi. Materi yang diberikan berupa distribusi baglog awal . , pola perawatan, rotasi, dan troubleshooting . Metode yang digunakan dengan menyerahkan bantuan baglog dan coaching pemeliharaan 14 hari pertama. Pelatihan ini menjadi kunci pemutus ketergantungan pada pemasok baglog eksternal. Sebelum adanya program, anggota kelompok harus menunggu ketersediaan baglog dari pemasok, tetapi saat ini anggota kelompok dapat mempercepat siklus produksi. Selain dari sisi efisiensi waktu, hal ini juga berdampak pada kestabilan kontinuitas produksi dan biaya pembelian baglog dari luar, bahkan menekan harga jual akhir jamur setelah dipanen. Perbaikan manajemen dan tata kelola kumbung Diskusi mendalam mengenai tata letak dan gambaran operasional kegiatan budidaya hingga pascapanen jamur tiram dilakukan dengan hasil penataan yang optimal tanpa antrean. Secara spesifik hal ini meliputi ventilasi, shading, sanitasi, penempatan rak. suhu/RH. penataan ruang yang tepat. Agar kumbung kelompok lebih tertata maka diberikan bantuan penyempurnaan kumbung dengan menambah rak-rak baru, ruang pengukusan, ruang pencampuran bahan, dan ruang penumpukan serbuk kayu. Setelah perbaikan manajemen dan tata kelola kumbung mendorong ketepatan dan kontrol lingkungan yang baik bagi jamur tiram yang berimbas pada peningkatan hasil panen. Proses budidaya jamur tiram terpadu Sebelum adanya kegiatan, proses budidaya jamur tiram masih menggunakan pengetahuan dan kemampuan pribadi yang terbatas, hal ini menyebabkan kurangnya kualitas jamur yang dipanen. Namun, setelah dilakukan pelatihan budidaya berbasis SOP higienitas dan efisiensi, proses budidaya menjadi lebih efektif yang mendorong peningkatan kualitas jamur tiram. Beberapa kegiatannya meliputi persiapan kumbung, media, inokulasi, inkubasi, perawatan hingga panen. Penerapan sanitasi dan pengendalian hama Hama jamur yang menyerang menyebabkan penurunan kualitas bahkan kuantitas panen jamur tiram. Oleh karena itu dilakukan kegiatan dan materi dalam mengendalikan hama berupa identifikasi dini . erangga kecil. Trichoderm. , sanitasi, trap, rotasi dan Metode yang digunakan berupa demo penanganan hama menggunakan bahan cair organik dan semprotan. Melalui proses tersebut dapar menurunkan kontaminasi media tanam berupa penurunan kehilangan hasil panen dari 25% menjadi 10%. Dengan demikian, kenaikan produksi bukan semata-mata akibat penambahan jumlah baglog, melainkan karena perbaikan sistem budidaya secara menyeluruh. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Analisis Penyebab Peningkatan Sisi Manajerial Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari aspek manajerial sebagian besar dipengaruhi oleh integrasi literasi keuangan, organisasi kerja, dan orientasi kewirausahaan. penguatan sistem pencatatan keuangan, struktur peran dalam kelompok yang jelas, serta pembaharuan pola pengelolaan usaha menjadi lebih sistematis. Sebelum program, terdapat inkonsistensi pencatatan transaksi dan pekerjaan yang menimbulkan kurang jelasnya keuangan dan arsip data kelompok. Selain itu tidak terdapat pembagian peran kerja sesuai kemampuan dengan jelas yang mendorong terjadinya tumpang tindih tanggung jawab. Setelah program, melalui perbaikan pencatatan keuangan dan perhitungan HPP menjadi pendorong pembukuan sederhana yang telah terstruktur yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Selanjutnya, penataan ulang pembagian peran kerja meningkatkan efisiensi kerja dan transparansi internal. Pendekatan learning by doing turut mendorong perubahan pola pikir anggota kelompok, dari sekadar aktivitas budidaya menjadi usaha yang dikelola dengan prinsip manajemen sederhana. Hasil gabungan dari perbaikan sisi produksi dan manajerial mendorong meluasnya pangsa pasar bahkan meluas hingga dua mitra pemasaran yang konsisten dan pasar secara online. Stabilitas produksi baglog dan hasil panen yang berkualitas serta HPP yang kompetitif menjadi faktor utama membangun kemitraan distribusi pemasaran. Implikasi terhadap Kelanjutan Program Integrasi antara peningkatan kapasitas teknis, manajerial, dan pemasaran menunjukkan bahwa program tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi keberlanjutan usaha. Transfer keterampilan berbasis praktik . earning by doin. memungkinkan mitra menginternalisasi pengetahuan dan menerapkannya secara mandiri. KESIMPULAN Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan bersama Kelompok Berkah Nurmushroom Desa Mulyasari. Kecamatan Majenang telah memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan teknis, manajerial, dan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan learning by doing dan penerapan teknologi tepat guna, kelompok kini: Mampu memproduksi dan memelihara baglog secara mandiri, . Mengelola kumbung dengan standar suhu dan kelembapan terukur, . Menekan losses pascapanen hingga di bawah 10%. Menghasilkan produk dengan mutu lebih baik dan harga jual stabil, . Menyusun pembukuan dan laporan keuangan sederhana secara rutin. Sebagai bentuk keberlanjutan, kelompok berkomitmen untuk mempertahankan dan mengembangkan sistem produksi dan manajemen usaha selama minimal satu tahun ke depan melalui peningkatan kapasitas produksi baglog mandiri, diversifikasi produk olahan jamur, serta perluasan jejaring pemasaran. Secara umum, program ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan mendukung implementasi tridharma perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiriste. Kemendikbudristek, khususnya melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan LPPM Universitas Jenderal Soedirman, atas dukungan pendanaan dan fasilitasi program Pengabdian kepada Masyarakat ini. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. DAFTAR PUSTAKA