Wacana Kesehatan Vol. No. Juli 2018 E-ISSN : 2541-6251 HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) PADA BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG RELATIONSHIP OF PREGNANT WOMEN WITH PASSIVE SMOKER WITH LOW BIRTH WEIGHT (LBW) ON NEWBORN BABY IN PRINGSEWU REGENCY LAMPUNG Kartika Setia Rini1. Istikomah2 Program Studi Diploma i Kebidanan STIkes Muhammadiyah Pringsewu ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tergolong tinggi meski mengalami penurunan tiap tahunnya. Jumlah AKB yang tinggi salah satunya disebabkan karena Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR adalah keadaan bayi yang baru dilahirkan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah ibu perokok pasif. Asap rokok yang di hirup oleh wanita hamil merupakan salah satu yang menyebabkan BBLR pada bayi yang akan Pencegahan bayi dengan BBLR dapat diatasi dengan kerjasama dari berbagai pihak yang berada dekat dengan ibu hamil untuk tidak merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perokok pasif dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir . Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan case control . populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPM Margiati tahun 2011-2014 dengan jumlah 310 bayi. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 44 bayi. Alat pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel dan bivariabel. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square. dengan Confidence Interval 95% diperoleh nilaiA-value <0. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ibu hamil perokok pasif dengan kejadian bayi BBLR. Kata kunci: Perokok pasif. BBLR ABSTRACT Indonesia is the country with the one of high numeral infant death country. Baby Mortality Rate (BMR) at Indonesian still tall rank even experience decrease per year. Apparently Baby Mortality Rate which high one of it is caused because Low Birth Weight (LBW). LBW is situation where baby a new one bearing to have body weight less than 2500 grams. BabyAos with LBW instance regarded by a lot of factor, one of it is passive smoker Smoking smoke that at breathes in by pregnancy woman constitute one of causative LBW on baby who will be borne it. LBW can be prevented by collaboration of a variety party which lies close to pregnancy mother for doesn't smoke. The purpose of this study was to analyze the relationship between passive smoking with LBW in new born baby. The studies design is analytic with case control approach. Population is all newborn baby that is at MargiatiAos midwife private practice year 2012Ae2015 by total 310 babies which take with 44 samples. Tool of dataAos collecting by use of observation sheet. Analysis use the analysis univariable and bivariable . Based on the statistical test using Chi Square test with 95% Confidence Interval obtained A-value of <0. It can be concluded that there is no association between passive smoking pregnant women with the incidence of LBW Keywords: Passive, smoker, low birth weight Kartika Setia Rini. Istikomah Wacana Kesehatan Vol. No. Juli 2018 E-ISSN : 2541-6251 PENDAHULUAN Menurut data Survey Demografi Bayi dengan BBLR adalah keadaan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 empat dimana bayi yang baru dilahirkan memiliki Negara berat badan kurang dari 2500 gram. Akibat Filipina. Laos dan Kamboja termasuk dari BBLR adalah dapat menyebabkan negara dengan angka kematian bayi tinggi. Sedangkan. Dari Indonesia ASEAN, tidak ada yang masuk dalam kelompok angka kematian bayi sangat kronik seperti penyakit kardiovaskular, tinggi (>100 per 1. 000 kelahiran hidu. hipertensi, dan penurunan kecerdasan. Kesimpulannya. Negara Khusus bayi perempuan dengan BBLR. Myanmar. Indonesia merupakan Negara nanti juga cenderung melahirkan bayi dengan Angka Kematian Bayi sedang. dengan BBLR. penyakit-penyakit Angka Kematian Bayi di Negara Kejadian BBLR dipengaruhi oleh Indonesia terus menurun tiap tahun, namun beberapa faktor seperti umur, paritas, jarak tingkat kematian bayi di Indonesia masih kehamilan, antenatal care, keadaan sosial tergolong tinggi jika dibandingkan dengan ekonomi, ibu perokok pasif, dan riwayat negara-negara anggota ASEAN, yaitu 4,2 kali lebih tinggi dari Malaysia, 1,2 kali dipengaruhi oleh banyak faktor, salah lebih tinggi dari Filipina, dan 2,2 kali lebih satunya adalah ibu perokok pasif. Jadi. BBLR tinggi dari Thailand. Berdasarkan data di Hampir setiap saat dapat disaksikan atas. AKB di Indonesia masih tergolong dan dijumpai orang yang sedang merokok tinggi meski mengalami penurunan tiap di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun, orang tersebut tetap tenang Data tahun 2013, lebih dari 23 juta menghembuskan asap rokoknya. Selama bayi . ,5% dari seluruh kelahiran bayi di beberapa tahun terakhir, para ilmuwan duni. setiap tahun merupakan bayi BBLR telah membuktikan bahwa zat-zat kimia dan . ,8%) diantaranya lahir di negara Kejadian BBLR di Negara memengaruhi orangAeorang yang tidak berkembang adalah . ,4%) atau 2 kali merokok di sekitarnya. OrangAeorang yang lebih besar dibandingkan dengan di Negara tidak merokok, namun menjadi korban maju . %). 2 Jumlah AKB yang tinggi perokok karena turut mengisap asap salah satunya disebabkan karena BBLR. i samping asap utama yang di Kartika Setia Rini. Istikomah Wacana Kesehatan Vol. No. Juli 2018 hembuskan baik oleh peroko. 5 Asap E-ISSN : 2541-6251 METODE rokok yang di hirup oleh wanita hamil Jenis penelitian ini adalah Analitik merupakan salah satu yang menyebabkan dengan rancangan penelitian case control. BBLR pada bayi yang akan dilahirkannya. Dalam penelitian ini, variabel terikat yaitu Salah BBLR BBLR perokok pasif. Penghitungan Besar sampel diperlukan kerjasama dari berbagai pihak minimal menggunakan program Epi Info baik keluarga, teman-teman kerja dan versi 3,5,3 dengan berdasarkan rumus case orang-orang disekitar ibu hamil untuk control dengan hasil adalah 22 ibu hamil tidak merokok. Serta membuat peraturan yang bayinya mengalami BBLR dan 22 ibu yang lebih jelas mengenai tempat-tempat hamil yang bayinya tidak BBLR sehingga mana saja yang boleh dan tidak boleh besar sampel minimal pada penelitian ini merokok, bila dilingkungan sekitar banyak adalah 44 orang. Kriteria inklusi penelitian yang merokok dan tidak bisa dilarang, ini yaitu ibu bersalin dengan kejadian pakailah masker atau jauhi orang-orang BBLR dan ibu bersalin yang terpapar asap yang merokok. rokok 1-10 batang perhari. Penelitian Hasil survei yang dilakukan di dua dilakukakan di BPM Margiati Kabupaten Bidan Praktik Mandiri (BPM) kabupaten Pringsewu Lampung tahun 2016. Pringsewu pada periode 4 tahun diperoleh hasil kejadian BBLR lebih banyak di BPM HASIL DAN PEMBAHASAN Margiati dibandingkan BPM Fika Saumi. Analisis yang dilakukan dalam Kejadian BBLR di BPM Margiati yaitu penelitian ini adalah analisis univariat dan dengan 24 orang atau 7,74% dari 310 bayi bivariat yang dilakukan untuk mengetahui baru lahir, sedangkan di BPM Fika Saumi hubungan antara ibu hamil perokok pasif yaitu sejumlah 5 orang atau 5,43% dari 57 dengan BBLR. Hasil analisis univariabel bayi baru lahir. 6,7 Berdasarkan masalah disajikan dalam tabel distribusi frekuensi tersebut, maka peneliti tertarik untuk di bawah ini: melakukan penelitian tentang AuHubungan Ibu Hamil Perokok Pasif dengan BBLR pada bayi baru lahirAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan ibu hamil perokok pasif dengan kejadian BBLR pada byi baru lahir. Kartika Setia Rini. Istikomah Wacana Kesehatan Vol. No. Juli 2018 E-ISSN : 2541-6251 Berdasarkan hasil uji statistik pada Tabel 1 Distribusi Frekuensi Ibu Perokok Pasif dengan BBLR di BPM Margiati Gadingrejo tabel 2 Chi Square nilai A = 0. menunjukkan bahwa tidak ada hubungan Kategori Frekuensi Proporsi (%) 52,17% 47,83% BBLR - BBLR - Tidak BBLR Perokok pasif - Perokok pasif - Bukan perokok pasif antara ibu hamil perokok pasif BBLR. Variabel BBLR dengan tidak BBLR memiliki CI . %) berada antara 421 yang artinya variabel ibu 58,33% 41,67% perokok pasif tidak ada hubungan dengan BBLR. Nilai OR = 2 menunjukkan bahwa Ibu perokok pasif memiliki risiko 2 kali Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat lebih besar untuk mengalami BBLR bahwa proporsi ibu hamil perokok pasif dibandingkan dengan tidak mengalami lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang BBLR pada kelompok bukan perokok bukan perokok pasif. Sedangkan proporsi BBLR lebih besar dibandingkan proporsi Hasil penelitian ini sama dengan yang tidak BBLR. penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno Analisis bivariabel dkk tahun 2013 di RSD Kalista Jember mengenai hubungan ibu hamil sebagai Analisis bivariabel dilakukan untuk perokok pasif dengan berat badan bayi mengetahui ibu hamil perokok pasif BBLR. Analisis RSD Kalista Jember menggunakan rancangan cross sectional disajikan dalam tabel silang 2x2 di bawah mempunyai hubungan lemah tapi pasti antara ibu hamil sebagai perokok pasif Tabel 2 Analisis Bivariabel Hubungan Ibu perokok pasif dengan BBLR pada bayi baru lahir di BPM Margiati Gadingrejo dengan berat badan bayi baru lahir di RSD Kalisat Kabupaten Jember periode AprilMei 2013 dan memiliki resiko 2,4 kali lebih sering untuk terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR). Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa mayoritas ibu bersalin selama hamil menjadi perokok pasif . ,2%). Merokok sudah menjadi kebiasaan penduduk kalisat baik remaja maupun orang tua. Kebiasaan perokok aktif untuk merokok di dalam rumah dan Kartika Setia Rini. Istikomah Wacana Kesehatan Vol. No. Juli 2018 E-ISSN : 2541-6251 di tempat-tempat umum masih cukup perokok pasif dengan kejadian Berat banyak, sehingga meningkatkan jumlah Badan Lahir Rendah (BBLR). Sesuai perokok pasif penduduk kalisat terutama dengan penelitian yang dilakukan oleh para ibu hamil. Oleh karena itulah, akibat Irnawati tahun 2010 dalam penelitiannya Terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah Pada meningkatkan jumlah ibu yang melahirkan Ibu Hamil Perokok Pasif di Kota Banda bayi prematur dengan berat badan lahir AcehAy. 8 hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang terpapar asap rokok 1 sampai Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Ramadhan di AuRisiko 10 batang per hari selama kehamilannya Badan akan berisiko 2,47 kali lebih tinggi untuk Layanan Umum Daerah Rumah Sakit melahirkan BBLR. 9 Secara singkat dapat Umum Meuraxa Kota Banda Aceh 2012 dijelaskan bahwa radikal bebas yang bahwa dari bahwa dari 4 responden yang perokok pasif berat di dapatkan 3 . %) ibu mengalami kejadian BBLR (BayiBerat Lahir Renda. , dari 26 responden yang penurunan vasodilator sehingga terjadi perokok pasif PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kroni. , ringan di dapatkan 9 normal, sedangkan dari 15 responden yang Sedangkan dengan bayi berat badan normal . idak mengalami kejadian BBLR). Dari hasil uji darah yang dapat menyebabkan hipertensi Statistik. Chi Aesquare diperoleh nilai sehingga terjadi penurunan suplai makanan kemaknaan p= 0,004 . O 0,. , maka dan oksigen fetus. Akibatnya secara tidak langsung, hipertensi. PPOK, dan defisiensi hubungan yang bermakna antara ibu hamil asam folat akan menimbulkan gangguan perokok pasif dengan kejadian Berat pertumbuhan fetus yang pada akhirnya Badan Lahir Rendah (BBLR). Dari hasil akan dapat mempengaruhi BBL. didapatkan 15 . %), ibu melahirkan . ,6%) ibumelahirkan bayi berat badan uji Statistik. Chi Aesquare diperoleh nilai Kebiasaan yang dilakukan oleh kemaknaan p = 0,004 . O 0,. , maka suami seperti merokok sangat berbahaya bagi pertumbuhan janin pada ibu hamil. Kartika Setia Rini. Istikomah Hal ini dikarenakan kadar nikotin yang Wacana Kesehatan Vol. No. Juli 2018 E-ISSN : 2541-6251 cukup tinggi yang ditimbulkan oleh asap mengalami BBLR dibandingkan dengan ibu hamil yang bukan perokok pasif. keturunan, kelahiran tidak normal, dan Diduga, kejadian BBLR dapat terjadi kejadian BBLR. hal ini menunjukkan dikarenakan banyak faktor seperti: genetik bahwa ada hubungan antara kejadian . aktor gen, interaksi lingkungan, berat BBLR dengan kebiasaan merokok yang badan ayah, jenis kelami. , kecukupan gizi dilakukan oleh suami maupun ibu hamil. utrisi ibu ketika hamil, kecukupan Berdasarkan hasil penelitian, presentase protein dan energi, kekurangan nutris. , bayi yang lahir dengan BBLR lebih besar karakteristik dan berat ibu . erat ibu ketika presentasenya pada ibu hamil perokok hamil, paritas, jarak kelahira. , penyakit pasif dibandingkan dengan Bayi Baru . nfeksi di masyarakat seperti malaria. Lahir Normal (BBLN) pada ibu hamil anaemia, syphilis, rubell. , komplikasi perokok pasif yaitu . ,2%). Dampak . Seringnya ibu hamil terpapar asap melahirka. , gaya hidup ibu . erokok dan rokok membuat kandungan yang ada mengkonsumsi alkoho. dan lingkungan dalam asap rokok masuk ke dalam . olusi, pembuluh darah ibu kemudian menyumbat sehingga walaupun tidak ada satupun pembuluh darah dan menghambat proses anggota keluarga yang perokok aktif, tetapi masuknya nutrisi dari ibu ke janin, selain kemungkinan salah satu faktor di atas itu juga anemia dapat pula menjadi dapat menyebabkan BBLR. penyebab terjadinya BBLR karena pada 14,15,16 SIMPULAN ibu hamil yang memiliki anemia di dalam Berdasarkan hasil penelitian dapat berperan penting dalam transportasi zat makanan ke seluruh tubuh terutama ke hubungan antara ibu hamil perokok pasif Hal ini menyebabkan nutrisi dari ibu dengan BBLR pada bayi baru lahir. Namun demikian, nilai perokok pasif menyebabkan penurunan berat badan bayi berisiko 2 kali lebih besar antara kelompok ibu yang tidak terpapar asap rokok. kemudian terjadilah BBLR. SARAN Secara praktis didapatkan hasil Saran bagi ibu hamil adalah agar tidak bahwa peluang ibu hamil perokok pasif Kartika Setia Rini. Istikomah terlalu sering berdekatan dengan perokok Wacana Kesehatan Vol. No. Juli 2018 aktif, anggota keluarga yang tinggal Irnawati. Mohammad Hakim. Tanjung Wibowo, . AuIbu Hamil perokok pasif sebagai factor resiko bayi berat lahir rendahAy. JURNAL GIZI KLINIK INDONESIA. Vol. No. Oktober 2011: 54Ae5 Ramadhan. Nurlaila. Hubungan ibu hamil perokok pasif dengan kejadian bayi berat lahir renda di badan layanan umum daerah RSU Meuraxa Banda Aceh. Jurnal Ilmiah STIKES UAoBudiyah Vo. 1 no. Sutrisno, 2013. Hubungan Ibu Hamil Sebagai Perokok pasif Dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir di RSD Kalisat Kabupaten Jember. Aryani. Ratna,2010. Kesehatan Remaja. Jakarta: Salemba Medika Rufaridah anne. Pengaruh perokok pasif terhadap plasenta, berat badan lahir, apgar score bayi baru lahir pada ibu hamil di Kabupaten. Padang. Tesis. Ilmu Biomedik Universitas Andalas. Irnawati. AuResiko terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah pada ibu hamil perokok pasif di Kota Banda Aceh Propinsi Nanggroe Aceh DarussalamAy. Tesis. Universitas Gajah Mada Saifuddin A, . Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta:PT. Bina Pustaka. Swantantika D, . Bahaya Asap Rokok Untuk Janin Anda. http://id. com/bah aya-asap-rokok-untuk-janin-anda/#. Diakses pada tanggal 6 maret 2015 Sofian A, . Sinopsis Obstetri. Pekanbaru:Penerbit Buku Kedokteran serumah agar mengetahui bahaya merokok dan paparan asap rokok agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA