IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN SPATIAL REGRESSION Rendra Erdkhadifa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Indonesia erdkhadifa@gmail. https://doi. org/10. 46367/iqtishaduna. Received: Jul 17, 2022 Revised: Aug 27, 2022 Accepted: Sep 13, 2022 Published: Dec 12, 2022 ABSTRACT This study aims to analyze the factors that influence economic growth in each district or city in the province of East Java. This research is associative quantitative research with the data used as secondary data. All regencies/cities in East Java are this study's population and sample. The sampling technique used is non-probability sampling, a saturated sampling approach. The research sample was processed using spatial regression analysis techniques. The research results show that the weighting function used is fixed gaussian, and the spatial model has a coefficient of determination of 92. The education and investment variables have a significant positive effect, while the human development index, poverty, and open unemployment rate variables significantly negatively affect economic Different conditions are shown in the government expenditure variable, which in several districts/cities has a significant positive or negative effect on economic growth. This spatial condition shows high regional heterogeneity in East Java. The results of this study can be used as an essential input for the government to determine significant steps in improving people's welfare and increasing economic growth in every district or city in East Java province. Keywords: fixed gaussian, economic growth, spatial regression. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada setiap kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis asosiatif dengan data yang digunakan adalah data sekunder. Seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur merupakan populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan sampling jenuh. Sampel penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi pembobot yang digunakan yaitu fixed gaussian dan model spasial memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 92,97%. Variabel pendidikan, dan investasi berpengaruh positif signifikan sedangkan variabel indeks pembangunan manusia, kemiskinan, dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kondisi yang berbeda ditunjukkan pada variabel pengeluaran pemerintah yang mana pada beberapa kabupaten/kota berpengaruh pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 positif maupun negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kondisi spasial ini menunjukkan heterogenitas daerah di jawa timur yang tinggi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan yang penting bagi pemerintah guna menentukan langkah besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di setiap kabupaten atau kota di provinsi Jawa Timur. Kata Kunci: fixed gaussian, pertumbuhan ekonomi, regresi spasial. PENDAHULUAN Pembangunan memberikan penegasan tentang usaha dalam menciptakan kehidupan masyarakat untuk lebih baik dengan adanya pengembangan di segala Salah satu upaya pemerintah yang dilakukan secara masif guna mendukung seluruh aspek pembangunan yakni pembangunan pada bidang ekonomi (Hardjianto 2. Pembangunan pada bidang ekonomi perlu adanya integrasi dari berbagai sumber daya seperti sumber daya lembaga, manusia, dan juga dari modal yang digunakan. Sehingga membutuhkan kesiapan dari lembaga, kesiapan sumber daya manusia dengan kemampuan unggul dan mumpuni, dan juga modal yang cukup sehingga pembangunan dalam bidang ekonomi akan tercapai secara tepat. Dengan demikian maka peningkatan pembangunan ekonomi akan tercapai ketika sumber daya yang dimiliki tersedia secara maksimal (Frisdiantara 2. Sementara itu. Prok . menjelaskan bahwa suatu wilayah dianggap memiliki kesiapan dan ketangguhan dalam meningkatkan sisi ekonomi, secara makro terukur dari adanya pertumbuhan ekonomi secara terus menerus. Pertumbuhan ekonomi dalam kehidupan akan memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat melalui aktivitas-aktivitas yang menunjang kondisi ekonomi pada suatu periode. Akibat adanya aktivitas perekonomian tersebut maka masyarakat akan memiliki penghasilan dan pendapatan yang lebih sehingga berdampak kepada peningkatan kelayakan hidup (Firmansyah 2. Di samping itu, adanya pemanfaatan secara optimal faktor-faktor produksi untuk memperoleh output yang maksimal sehingga akan meningkatkan penghasilan masyarakat secara berkelanjutan dalam rentang waktu yang panjang adalah proses dalam aktivitas perekonomian, sehingga adanya hubungan linier secara positif bahwa peningkatan jasa dan barang dalam suatu proses produksi dimana hal ini memberikan impact kepada perkembangan kesejahteraan masyarakat (Patta Namun demikian, bukan hal yang cukup mudah untuk mengukur secara tepat produksi barang dan jasa yang cenderung heterogen, sehingga diperlukan indikator yang tepat untuk mendapatkan pencapaian yang positif terkait pertumbuhan ekonomi khususnya adalah pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan cakupan yang sangat luas (Widayaka. Mustafid, and Rahmawati 2. Pertumbuhan ekonomi suatu negara diukur dengan PDRB atau disebut dengan produk domestik regional bruto (Maimunah 2. PDRB menjadi acuan dalam mengukur perkembangan perekonomian dimana dihitung dari PDRB tahun tersebut yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Maimunah 2. Pulau jawa merupakan sentral dari pemerintahan Indonesia (Fatimah 2. Dengan demikian, maka perkembangan perekonomian yang terjadi di negara Indonesia disokong paling besar dari PDRB pada provinsi di pulau Jawa (BPS 2. Selain pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 pulau jawa merupakan sentral dari pemerintah, juga sebagai pulau dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi, sehingga hal ini dapat menjadi landasan bahwa sumber daya manusia dan peluang pembangunan yang cukup tinggi (BPS Walaupun demikian maka perlu menjadi perhatian khusus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada provinsi di pulau Jawa, salah satunya adalah Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur adalah provinsi terbesar kedua setelah Jawa Barat. Pola laju pertumbuhan PDRB di Jawa Timur juga cenderung menurun pada beberapa tahun dan saat ini cenderung stabil tidak ada peningkatan. Hal ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga perlu analisis lebih lanjut guna meningkatkan laju pertumbuhan PDRB. Berdasarkan data BPS Jawa Timur bahwa pola pertumbuhan PDRB yang ada di Jawa Timur mengalami depresiasi mulai tahun 2010 hingga pada tahun Menurunnya pertumbuhan PDRB menunjukkan bahwa memang perlu adanya upaya yang lebih karena kondisi kesejahetraan masyarakat yang belum mengalami peningkatan atau cenderung menurun. Di samping itu, juga perlu adanya usaha dari pemerintah untuk melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. Hal ini harus menjadi perhatian utama, karena pertumbuhan yang melambat bahkan menurun mengindikasikan adanya beberapa persoalan yang penting yakni pendidikan masyarakat yang tergolong rendah, angka pengangguran yang bisa terbilang tinggi, bahkan kemiskinan masih terjadi di berbagai pelosok daerah. Adanya persoalan tersebut maka menjadi hal yang urgen untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi lebih lanjut, sehingga dapat mencapai keberhasilan perekonomian guna eskalasi kesejahteraan masyarakat dan taraf hidup masyarakat yang lebih baik. Penelitian mengenai pertumbuhan ekonomi telah dilakukan oleh Novriansyah . Afdal and Triani . Arifin . Puspitasari. Sarfiah, and Rusmijati . Wahyuningsih and Satriani . Hastin . Penelitian tersebut menggunakan analisis faktor pertumbuhan ekonomi dengan regresi linier sederhana dan berganda, sehingga hasil yang didapatkan berupa nilai koefisien parameter bersifat global. Kondisi di Jawa Timur yang menunjukkan kondisi yang heterogen perlu dilakukan analisis secara spasial. Ketika menerapkan teknik analisis data yakni analisis regresi berganda, maka nilai koefisien parameter dan variabel yang mempengaruhi akan memiliki hasil yang Artinya, bahwa model yang terbentuk juga akan bersifat global dan Melihat kembali bahwa kondisi perekonomian yakni kondisi di setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yang terukur melalui pertumbuhan ekonomi yang berbeda-beda maka ketika dilakukan analisa dengan menggunakan regresi berganda kurang tepat. Sehingga untuk diperoleh variabel yang signfikan tiap daerah karena kondisi yang heterogen, maka pendekatan teknik analisis data yang sesuai adalah spatial regression dengan pendekatan letak geografis. Jadi koefisien parameter model yang dihasilkan akan bersifat spasial. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa memang pertumbuhan ekonomi tiap kabupaten/kota di Jawa Timur memiliki kondisi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memodelkan kondisi pertumbuhan ekonomi serta mengidentifikasi faktor-faktor atau variabel independen yang mempengaruhi pada setiap kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 TELAAH LITERATUR Ekonomi makro merupakan kajian terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi yang memiliki tujuan utama dalam mensejahterakan masyarakat. Tujuan ekonomi makro diwujudkan melalui berbagai kebijakan pemerintah dalam menangani berbagai masalah perekonomian baik dalam inflasi, mengatasi tingkat pengangguran, pendapatan nasional, investasi dan lain sebagainya (Wauran 2. Ekonomi makro memiliki peran yang penting dalam menganalisa gejala atau permasalahan-permasalahan ekonomi yang terjadi guna untuk merancang penetapan kebijakan-kebijakan ekonomi dalam menjaga stabilitas neraca pembayaran suatu negara yang berkelanjutan (Manopo 2. Salah satu kebijakan ekonomi dalam ekonomi makro yang dapat ditindak lanjuti adalah melalui kebijakan fiskal (Sukirno 2. Pemerintah dapat mengambil keputusan dalam mengatur kuantitas penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan oleh Kebijakan fiskal ini dapat dilakukan untuk mempengaruhi tingkat pendapatan nasional suatu negara (Wauran 2. Pertumbuhan Ekonomi Tahap peningkatan pendapatan nasional riil merupakan gambaran dari proses pertumbuhan ekonomi (Kurniawan 2. Hal ini menggambarkan peningkatan taraf kehidupan kesejahteraan masyarakat yang dapat terukur dengan output rii. Adanya peningkatan ataupun perkembangan yang terjadi dalam suatu negara terlihat dari ekonomi fiskal, peningkatan fasilitas publik guna menunjang kebutuhan masyarakat, peningkatan industri dalam hal ini yaitu jumlah produksinya, peningkatan dan pemerataan kegiatan-kegiatan perekonomian, infrastruktur, dan lain-lainya merupakan gambaran pertumbuhan ekonomi negara khususnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah (Firmansyah 2. Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan dan perkembangan nilai produk domestik bruto yang terjadi dari waktu ke waktu guna meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat yang ditandai dengan peningkatan fasilitas kepada masyakarat dan perkembangan produksi barang dan jasa (Jayadi and Brata 2. Pengeluaran Pemerintah Upaya-upaya yang perlu dilaksanakan dan dikerjakan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengendalikan proses di dalam perekonomian dengan menetapkan sejumlah pendapatan dan pengeluaran sesuai dengan anggaran pendapatan belanja baik APBN maupun APBD disebut dengan pengerluaran pemerintah (Sukirno 2. Dalam hal ini, pengeluaran pemerintah merupakan sejumlah biaya yang dipergunakan untuk menentukan arah kebijakan dalam mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan yang meliputi gaji pegawai negeri, pembelian barang jasa, dan sebagainya. Di sisi lain, sesuai dengan hukum wagner bahwasannya setiap pertambahan pendapatan perkapita maka selaras dengan pengeluaran pemerintah yang juga meningkat. Dampak yang ditimbulkan maka akan berdampak positif pula terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah (MS. pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 Kemiskian Keadaan masyarakat dimana pendapatan atau penghasilan yang didapatkan tidak dapat digunakan dalam pemenuhan kebutuhan primer atau kebutuhan dasar sehari-hari dan kehidupan yang tidak layak serta tidak mencapai kesejahteraan disebut dengan kemiskinan (Jayadi and Brata 2. Kondisi ini menjadi batasan dalam peningkatan kehidupan sehingga juga akan memberikan dampak kepada Teori yang dicetuskan oleh Kuznet menyatakan bahwa kemiskinan dan pertumbuhan atau perkembangan ekonomi memiliki hubungan linier negatif. Semakin besar angka kemiskinan, maka akan semakin kecil pertumbuhan Sementara juga berlaku sebaliknya, ketika semakin kecil angka kemiskinan maka akan semakin besar pertumbuhan ekonomi yang terjadi (Firmansyah 2. Tingkat Pengangguran Terbuka Tingkat pengangguran terbuka terukur dari sejumlah masyarakat di suatu daerah yang tidak memiliki pekerjaan atau masyarakat yang sedang mencari pekerjaan yang mana orang yang tidak memiliki pekerjaan dalam usia kerja (Putong 2. Besarnya angka pengangguran terbuka menunjukkan kondisi bahwa lapangan kerja yang ada terbatas dan juga mengindikasikan kapasitas yang dimiliki oleh para pencari kerja relatif rendah. Adanya keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengganguran terbuka juga terdapat variabel intervening yakni pendapatan nasional. Semakin meningkatnya pendapatan nasional, maka akan berbanding lurus atau linier positif dengan semakin tingginya kebutuhan produksi barang dan jasa, yang kemudian berimbas kepada semakin banyaknya tenaga kerja yang diberdayakan. Begitupun sebaliknya, sehingga ketika semakin banyak tenaga kerja baru atau angka pengangguran menurun maka akan meningkat pula pertumbuhan ekonomi (Harjana 2. Indeks Pembangunan Manusia Upaya yang dilakukan secara optimal guna meningkatkan kemampuan atau kapabilitas individu dalam pendidikan dan kesehatan dengan tujuan untuk membentuk individu yang lebih berkualitas, produktif, dan memiliki kreatifitas guna mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik disebut dengan pembangunan manusia (S. Arifin and Fadllan 2. Pendidikan dan keehatan memiliki peranan inti dalam memajukan kapabilitas dan kualitas individu manusia, karena peranan pembangunan manusia juga memberikan dampak kepada pembangunan manusia (Lumbantoruan and Hidayat 2. Adanya kesempatan yang diberikan kepada individu/manusia semakin banyak dan merata di berbagai daerah maka hal ini akan menciptakan pembangunan manusia yang lebih tepat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin baik (S. Arifin and Fadllan Pendidikan Pendidikan merupakan komponen yang utama dalam meningkatkan pembangunan manusia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sesuai dengan tujuan negara Indonesia, bahwa bertujuan untuk membentuk masyarakat yang cerdas dengan meningkatkan kapasitas yang dimiliki. Pendidikan berarti jenjang pendidikan yang ada di sekolah yang mana berupaya untuk membentuk karakter pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 yang unggul dengan intelektualitas yang baik (SBM 2. Dengan meningkatnya kemampuan intelektualitas dan pendidikan yang tinggi maka berdampak kepada peningkatan kondisi perekonomian yang terukur dalam pertumbuhan ekonomi (Purwanto 2. Investasi Penanaman modal atau sering disebut dengan investasi merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh perusahaan, maupun organisasi bahkan individu yang mana sering mengalokasikan penghasilan yang dimiliki untuk simpanan dalam bentuk barang dan jasa dengan harapan akan memberikan manfaat dan keuntungan kedepan (Harjono 2. Karakteristik dalam penanaman modal terbagi menjadi dua, selain sebagai memperoleh pendapatan namun juga mengembangkan dan meningkatkan jumlah produksi dengan menanamkan modal yang dimiliki dalam perekonomian. Dampak langsung yang ditimbulkan investasi mendorong perrtumbuhan ekonomi baik suatu daerah maupun suatu negara (Alice et al. Pengembangan Hipotesis Pengeluaran pemerintah memiliki hubungan terhadap pendapatan perkapita diasumsikan ketika pendapatan perkapita tinggi maka hal tersebut diikuti oleh pengeluaran pemerintah yang semakin tinggi. Dengan pengeluaran pemerintah yang tinggi yang telah dialokasikan dalam proses produksi kebutuhan rumah tangga maupun pengembangan infrastruktur atau pendidikan maka secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan nasional yang sekaligus akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi (MS. Penelitian yang pernah dikaji oleh MS. Afdal and Triani . Puspitasari. Sarfiah, and Rusmijati . mengenai pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan dampak secara signifikan, sehingga dapat dibentuk hipotesis pertama (H. : pengeluaran pemerintah berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Jawa Timur. Kemiskinan dalam hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan bahwa kemiskinan membuat pendapatan perkapita suatu negara menjadi rendah. Rendahnya pendapatan perkapita akan menurunkan daya konsumsi masyarakat sehingga permintaan kuantitas produksi barang dan jasa juga ikut menurun. Dengan penurunan tingkat produksi tersebut akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi juga ikut rendah (Firmansyah 2. Penelitian terkait pengaruh kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi sudah dilakukan dan dikaji oleh Novriansyah . Afdal and Triani . Imanto. Panorama, and Sumantri . yang menunjukkan berpengaruh secara signfikan. Oleh karena itu, maka dapat ditentukan hipotesis yang kedua (H. : kemiskinan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Jawa Timur. Semakin banyak sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam proses produksi kebutuhan rumah tangga suatu negara akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan nasional melalui hasil produksi yang mengalami Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa apabila tingkat sumber daya yang dibutuhkan dalam proses produksi tinggi maka tingkat pengangguran suatu negara akan berkurang. Sehingga dengan berkurangnya tingkat pengangguran pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 maka tingkat pendapatan nasional akan mengalami peningkatan yang hal tersebut akan sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi negara (Harjana 2. Ulasan mengenai tingkat pengangguran terbuka berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi juga pernah diteliti oleh Widayaka. Mustafid, and Rahmawati . Afdal and Triani . Novriansyah . Putra and Arka . Imanto. Panorama, and Sumantri . Arifin and Fadllan . Berdasarkan penelitian tersebut maka dapat dibentuk hipotesis yang ketiga (H. tingkat pengangguran terbuka berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Jawa Timur. Indeks pembangunan manusia memberikan upaya terhadap pengembangan manusia yang lebih tepat. Adanya pembangunan manusia yang lebih tepat dan baik akan didapatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik mulai dari sisi kelayakan hidup, kesehatan dan lain sebagainya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan dapat bersaing dalam peningkatan produksi suatu negara yang dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi (S. Arifin and Fadllan Penelitian yang mengkaji tentang indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi sudah pernah diteliti oleh Pambudi and Miyasto . Widayaka. Mustafid, and Rahmawati . Purboningtyas et al. Arifin and Fadllan . yang diperoleh hasil bahwa indeks pembangunan memiliki dampak secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Mengacu pada kondisi tersebut, maka dapat ditentukan hipotesis keempat (H. : indeks pembangunan manusia berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Jawa Timur. Tingkat pendidikan menjadi kunci pengembangan kemampuan intelektual dalam meningkatkan pembangunan nasional. Dengan sumber daya manusia yang memiliki tingkat pendidikan dan pemikiran intelektual tinggi maka dapat mengembangkan pertumbuhan ekonomi negara. Hal tersebut disebabkan, dengan tingkat pendidikan yang tinggi dengan output tingkat intelektual yang mumpuni maka upaya peningkatan produksi barang dan jasa akan lebih mudah ditingkatkan, sehingga secara langsung dapat meningkatkan pendapatan nasional melalui proses produksi barang dan jasa (SBM 2. Penelitian mengenai tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi sudah dilakukan oleh Putra and Arka . Arifin . Handrian and Indrajaya . menunjukkan pengaruh secara Oleh karena itu, maka dapat ditentukan hipotesis kelima (H. : tingkat pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Jawa Timur. Penanaman modal dalam investasi akan menghasilkan pendapatan dan sebagai pendukung finansial perusahaan dalam mengembangkan produksi bisnis. Dengan tingginya investasi baik dari sisi modal maupun investasi pembangunan nasional melalui sarana dan prasarana umum seperti pembangunan jalan sebagai sarana mobilitas, pengembangan rumah sakit dalam meningkatkan kesehatan maupun investasi lainnya secara langsung akan memiliki pengaruh atau imbas kepada kuantitas produksi barang dan jasa. Sehingga adanya peningkatan kulitas maupun kuantitas tersebut akan memberikan dampak pada peningkatan pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi (Alice et al. Penelitian mengenai investasi yang berpengaruh secara signfikan terhadap pertumbuhan ekonomi pernah diteliti oleh Athaillah. Hamzah, and Masbar . Pambudi and Miyasto . Astuti . Gwijangge. Kawung, and Siwu . Hastin pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 Berdasarkan perihal tersebut ditentukan hipotesis keenam (H. : investasi berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Jawa Timur. METODE PENELITIAN Pendekatan di dalam pendekatan kuantitatif dengan memodelkan variabel yang digunakan dalam analisis. Seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi populasi dalam penelitian ini dimana sampling yang digunakan yakni nonprobability sampling. Adapun teknik yang digunakan adalah sampling jenuh karena menggunakan seluruh populasi sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dimana data diperoleh dari BPS laporan jatim dalam angka sehingga teknik pengumpulan data yang digunakan yakni dokumentasi tahun 2019. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah spatial regression atau regresi spasial dimana variabel respon atau variabel dependen yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi dan variabel prediktor atau disebut juga dengan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengeluaran pemerintah, kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, indeks pembangunan manusia, pendidikan, dan investasi. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Langkah awal yang dilakukan dalam analisis regresi spasial dengan pembobot geografis atau disebut dengan geographically weighted regression yakni uji multikolinieritas guna mengetahui dependensi antar variabel prediktor atau variabel independen. Tabel 1 Hasil Multikolinieritas Variabel Nilai VIF Pengeluaran Pemerintah 1,092 Kemiskinan 3,114 Tingkat Pengangguran Terbuka 1,628 Indeks Pembangunan Manusia 5,975 Pendidikan 2,886 Investasi 1,567 Sumber: data sekunder . Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai VIF variabel pengeluaran pemerintah sebesar 1,092, kemiskinan 3,114 dan tingkat pengangguran terbuka 1,628. Sementara nilai VIF variabel indeks pembangunan manusia sebesar 5,974, pendidikan 2,886 dan investasi 1,567. Secara umum, dapat dinyatakan bahwa variabel independen yang dilibatkan di dalam analisis menghasilkan nilai yang cukup baik dimana nilai VIF kurang dari 10, sehingga dapat dijelaskan bahwa pada pembentukan model regresi spasial menggunakan seluruh variabel independen tersebut karena tidak terjadi multikolinieritas. Selanjutnya menentukan fungsi kernel atau fungsi pembobot untuk menentukan model terbaik berdasarkan kriteria kebaikan model. Berikut ini merupakan perbandingan fungsi kernel antara fixed gaussian dan fixed bisquare dengan mempertimbangkan kriteria kebaikan model, ditunjukkan pada Tabel 2. pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 Tabel 2 Penentuan Fungsi Kernel dan Model Terbaik Fungsi Kernel Kriteria Fixed Gaussian Fixed Bisquare Bandwidth 1,536 0,446 AIC 80,198 67,992 AICc 119,219 101,629 BIC 104,594 101,122 R Square 0,8716 0,9297 Sumber: data sekunder . Penentuan model yang tepat dan fungsi kernel menggunakan beberapa kriteria yakni bandwidth. AIC. AICc. BIC, dan R Square. Pertimbangan pada kriteria bandwidth. AIC. AICc. BIC dilihat yang paling kecil sedangkan kriteria R Square dipertimbangkan yang paling besar. Berdasarkan kriteria bandwidth yang menunjukkan bahwa fixed gaussian sebesar 0,446 dan nilai bandwidth fixed bisquare sebesar 1,536. Kriteria lain yakni akaike information criterion (AIC) menunjukkan fixed gaussian sebesar 67,992 dan fixed bisquare sebesar 80,198. Untuk kriteria akaike information criterion corrected (AIC. menghasilkan nilai fungsi kernel fixed gaussian sebesar 119,219 dan fixed bisquare sebesar 1101,629. Pada kriteria bayesian information criterion (BIC) menunjukkan nilai pada fungsi fixed gaussian 101,122 dan nilai BIC 104,594 pada fungsi kernel fixed bisquare. Pemilihan kriteria dengan pertimbangan nilai yang paling kecil menunjukkan bahwa fungsi kernel yang terpilih adalah fixed gaussian. Sementara untuk nilai R Square pada fungsi kernel fixed gaussian sebesar 0,9297 atau 92,97% dan pada fungsi kernel fixed bisquare sebesar 0,8716 atau 87,16%. Kriteria kebaikan model dengan pertimbangan nilai terbesar maka juga menggunakan fixed gaussian dimana nilai R Square sebesar 92,97% dengan kata lain model mampu menjelaskan kondisi sebesarnya sebesar 92,97%. Oleh karena itu fungsi fixed gaussian digunakan sebagai fungsi pembobot atau fungsi kernel. Tabel 3 Pengujian Model Global dan Model Spasial Sumber GWR Improvement 18,212 16,327 1,115 3,565 GWR Residual 4,591 14,674 0,313 Global Residual 22,803 Variabel Efek Spasial Variabel Diff Of Criterion 4,915 -0,126 27,007 -2,339 5,204 -0,087 30338,525 -211973,267 19,136 -4,895 2,579 Sumber: data sekunder . pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 Tabel 4 Estimasi Parameter Model Spasial Kabupaten/Kota Pacitan Ponorogo Trenggalek Tulungagung Blitar Kediri Malang Lumajang Jember Banyuwangi Bondowoso Situbondo Probolinggo Pasuruan Sidoarjo Mojokerto Jombang Nganjuk Madiun Magetan Ngawi Bojonegoro Tuban Lamongan Gresik Bangkalan Sampang Pamekasan Sumenep -2,813 -1,089 -2,351 -2,081 1,559 1,740 6,517 13,461 15,283 65,989 28,482 33,654 13,480 11,156 6,034 4,231 2,126 -1,425 -0,983 -1,041 -0,904 -2,584 -6,201 1,776 1,946 4,849 23,024 27,821 37,751 0,00018 0,00019 0,00016 0,00015 0,000073 0,000083 0,00002 -0,00008 -0,0001 -0,0008 -0,0003 -0,0004 -0,00007 -0,00003 0,00019 0,00004 0,000069 0,00021 0,00025 0,00025 0,00026 0,00024 0,00017 0,0000 0,00057 0,00024 -0,0001 -0,0002 -0,0003 Kediri 1,481 0,00089 Blitar 2,709 0,00006 Malang 6,621 0,00019 Probolinggo 18,176 -0,0001 Pasuruan 8,239 -0,00001 Mojokerto 3,543 0,00047 Madiun -1,053 0,00024 Surabaya 5,629 0,00002 Batu 5,537 0,00003 Sumber: data sekunder . Kabupaten 0,042 -0,005 0,031 0,022 -0,078 -0,091 -0,183 -0,292 -0,317 -0,626 -0,506 -0,558 -0,308 -0,269 -0,183 -0,146 -0,104 -0,00002 -0,001 -0,00008 -0,005 0,013 0,043 -0,106 -0,109 -0,171 -0,466 -0,529 -0,632 Kota -0,084 -0,104 -0,185 -0,388 -0,221 -0,134 0,0008 -0,180 -0,166 -0,044 -0,161 -0,046 -0,058 -0,150 -0,277 -0,232 -0,335 -0,406 0,187 -0,323 -0,285 -0,248 -0,227 -0,277 -0,295 -0,319 -0,202 -0,078 -0,056 -0,098 -0,339 -0,733 -0,388 -0,379 -0,323 -0,195 -0,226 -0,236 0,122 0,076 0,105 0,099 0,045 0,037 -0,024 -0,128 -0,156 -0,948 -0,3006 -0,362 -0,115 -0,087 -0,021 0,003 0,031 0,079 0,084 0,089 0,083 0,093 0,1402 0,035 0,033 -0,006 -0,207 -0,253 -0,369 -0,017 0,012 -0,006 -0,002 0,019 0,031 0,038 0,068 0,078 0,167 0,064 0,059 0,052 0,049 0,044 0,039 0,035 0,0138 -0,0018 -0,0068 -0,0009 0,019 0,038 0,041 0,040 0,045 0,032 0,023 0,018 -0,00007 0,00044 -0,00005 -0,00001 0,00093 0,00013 0,00015 0,00023 0,00026 0,0004 0,00031 0,00032 0,0002 0,00018 0,00016 0,00016 0,00015 0,00053 -0,00002 -0,00003 -0,00001 0,00093 0,00021 0,00016 0,00016 0,00016 0,0002 0,00021 0,00025 -0,271 -0,153 -0,234 -0,258 -0,242 -0,312 -0,087 -0,295 -0,249 0,041 0,029 -0,026 -0,165 -0,0501 0,012 0,0825 -0,017 -0,012 0,029 0,022 0,038 0,049 0,046 0,039 0,0005 0,045 0,037 0,00013 0,00011 0,00015 0,00023 0,00017 0,00016 -0,00001 0,00016 0,00015 Metode regresi spasial dengan pembobot geografis merupakan pengembangan metode regresi berganda. Dengan demikian, pada langkah analisis selanjutnya yakni pengujian apakah ada kesamaan pertidaksamaan antara hasil dengan model regresi berganda dengan model regresi spasial, seperti terlihat pada Tabel 3. Hasil pengujian menjelaskan bahwa nilai F-hitung sebesar 3,565. Kemudian nilai F-hitung dibandingkan dengan nilai F-tabel dimana nilai df1 sebesar 16,327 dan df2 sebesar 14,674 dengan nilai taraf signifikansi 5% maka Ftabel sebesar 2,38, maka diperoleh hasil bahwa F-hitung lebih besar dengan nilai F-tabel. Artinya terdapat perbedaan hasil antara model regresi dengan parameter global dengan model regresi spasial. Hal ini juga diperjelas dengan hasil diff of pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 criterion yang bernilai negative yang menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan di dalam analisis menunjukkan kondisi heterokedastisitas spasial yang berpengaruh signfikan secara spasial. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model spasial lebih tepat digunakan dalam analisis. Hasil estimasi parameter lokal di masing-masing kabupaten dan kota di Jawa Timur digambarkan pada Tabel 4. Tabel 5 Uji Signifikansi Parameter Model Spasial Kabupaten/Kota Pacitan Ponorogo Trenggalek Tulungagung Blitar Kediri Malang Lumajang Jember Banyuwangi Bondowoso Situbondo Probolinggo Pasuruan Sidoarjo Mojokerto Jombang Nganjuk Madiun Magetan Ngawi Bojonegoro Tuban Lamongan Gresik Bangkalan Sampang Pamekasan Sumenep Kediri Blitar Malang Probolinggo Pasuruan Mojokerto Madiun Surabaya Batu Statistik Uji Variabel Independen Kabupaten Kota Sumber: data sekunder . pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 Hasil analisis estimasi atau pendugaan koefisien parameter secara spasial pada Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai koefisien antar daerah berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi heterokedastisitas spasial. Sebagai contoh adalah kondisi kabupaten madiun dan kota madiun. Koefisien parameter kondisi yang berbeda dari tanda koefisien parameter dan juga besarnya koefisien parameter, pun halnya dengan yang menunjukkan nilai yang tidak sama. Secara keseluruhan, koefisien parameter terdapat nilai yang bernilai positif dan negatif, dimana jika nilai koefisien tersebut bernilai positif maka setiap kenaikan satu satuan akan memberikan pengaruh bertambahnya nilai pertumbuhan ekonomi sebesar nilai koefisien parameter, sedangkan jika nilai koefisien tersebut bernilai negatif maka setiap kenaikan satu satuan akan berkurangnya nilai pertumbuhan ekonomi sebesar nilai koefisien parameter. Bahkan pada nilai koefisien yang ditunjukkan pada yang menunjukkan nilai dan besarnya koefisien yang berbeda-beda. Menentukan variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi berdasarkan nilai Z-hitung ditunjukkan pada Tabel 5. Mengacu kepada hasil pengujian koefisen parameter secara lokal pada Tabel 5 menunjukkan bahwa setiap kabupaten dan kota di provinsi Jawa Timur, kecendurungan variabel independen memiliki dampak atau pengaruh signifkan yang berbeda-beda. Keputusan signifikansi dilihat dari nilai mutlak statistik uji yang dibandingkan dengan Z-tabel dengan taraf nyata 0,05 yakni sebesar 1,96. Nilai uji statistik yang menunjukkan signifikansi variabel independen dilihat pada Tabel 5 yang dicetak tebal. Secara umum, setiap kabupaten/kota terdapat variabel prediktor atau variabel independen yang berdampak secara signifikan. Namun kabupaten pacitan, kabupaten blitar, dan kota blitar tidak terdapat variabel independen yang berpengaruh secara signifikan. Hal ini menggambarkan bahwa terdapat variabel-variabel lainnya yang sebenarnya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, namun tidak digunakan dalam penelitian sehingga perlu diidentifikasi lebih lanjut. Dengan demikan maka dapat dikatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian signifikansi parameter maka diperoleh bahwa hipotesis H1. H2. H3. H4. H5. H6 diterima. Hal ini bermakna bahwa secara umum variabel pengeluaran pemerintah, kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, indeks pembangunan manusia, pendidikan, dan investasi berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Jawa Timur. Hasil tersebut dipetakan kedalam 14 kelompok sesuai dengan variabel independen signifikan, seperti yang terlihat pada Tabel 6. Tabel 6 Pemetaan Kabupaten/Kota di Jawa Timur Kelompok Variabel Independen Signifikan Kabupaten/Kota Ponorogo. Trenggalek. Tulungagung. Madiun. Magetan. Ngawi. Tuban. Kota Madiun Kediri. Kota Kediri Pengeluaran Pemerintah (X. Investasi (X. Pengeluaran Pemerintah (X. Kemiskinan (X. Bojonegoro Pengeluaran Pemerintah (X. Tingkat Pengangguran Terbuka (X. Nganjuk pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 Kelompok Variabel Independen Signifikan Tingkat Pengangguran Terbuka (X. Investasi (X. Pengeluaran Pemerintah (X. Pendidikan (X. Investasi (X. Kemiskinan (X. Indeks Pembangunan Manusia (X. Investasi (X. Kemiskinan (X. Pendidikan (X. Investasi (X. Tingkat Pengangguran Terbuka (X. Pendidikan (X. Investasi (X. Pengeluaran Pemerintah (X. Kemiskinan (X. Indeks Pembangunan Manusia (X. Investasi (X. Kemiskinan (X. Tingkat Pengangguran Terbuka (X. Pendidikan (X. Investasi (X. Kemiskinan (X. Indeks Pembangunan Manusia (X. Pendidikan (X. Investasi (X. Pengeluaran Pemerintahn (X. Kemiskinan (X. Indeks Pembangunan Manusia (X. Pendidikan (X. Investasi (X. (Tidak Terdapat Variabel Independen Yang Signifika. Kabupaten/Kota Jombang Pasuruan Sampang Malang. Lumajang. Kota Malang. Kota Pasuruan. Kota Batu Lamongan. Gresik Situbondo. Pamekasan. Sumenep Sidoarjo. Mojokerto. Bangkalan. Kota Mojokerto. Kota Surabaya Jember. Probolinggo. Kota Probolinggo Banyuwangi. Bondowoso Pacitan. Blitar. Kota Blitar Sumber: data sekunder . Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh secara signifikan pada beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya pengeluran pemerintah dalam menyokong pembangunan sumber daya yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Semakin besar tingkat pengeluaran pemerintah dalam menyokong kebijkan baik dari sisi pembangunan, peningkatan mutu pendidikan dan lain sebagainya akan berdampak pada peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat (MS. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Athaillah. Hamzah, and Masbar . yang menyatakan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan Kebijakan pemerintah yang dilakukan yakni pengeluaran pemerintah baik untuk pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 hal ini akan berdampak secara berkala kepada pertumbuhan ekonomi baik daerah maupun negara. Pengaruh Kemiskinan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa kabupaten/kota. Hasil tersebut menunjukkan kemiskinan memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Firmansyah . mengatakan bahwa kemiskinan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh kemiskinan yang menyebabkan pendapatan perkapita suatu negara rendah. Rendahnya pendapatan perkapita akan berdampak pada kurangnya tingkat konsumsi, produksi, maupun investasi masyarakat sehingga berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Afdal and Triani . , dimana kemiskinan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya kemiskinan maka menjelaskan ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga hal ini berkaitan dengan kondisi perekonomian secara general. Oleh karena itu perlu adanya peranan pemerintah guna menekan angka kemiskinan secara serius. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan meningkatkan penghasilan masyarakat, dan mengembangkan lapangan pekerjaan. Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh negatif dan signfikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingginya angka pengangguran terbuka menggambarkan situasi bahwa banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, sehingga dari sisi perekonomian dalam mencukupi kebutuhan dan kesejahteraan dalam keadaan tidak baik, maka secara menyeluruh akan menghambat pertumbuhan ekonomi bahkan menurun karena masyarakat tidak memiliki daya beli yang baik (S. Arifin and Fadllan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Widayaka. Mustafid, and Rahmawati . yang menyatakan bahwa secara lokal, tingkat pengangguran terbuka memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya pengangguran terbuka akan menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Widayaka. Mustafid, and Rahmawati . menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pengangguran menyebabkan meningkatnya tingkat kemiskinan sehingga dengan kondisi tersebut akan berdampak pada rendahnya tingkat konsumsi masyarakat. Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada beberapa kota indeks pembangunan manusia berpengaruh negatif signfikan terhadap pertumbuhan Indeks pembangunan manusia merupakan gambaran mengenai perkembangan kualitas hidup yang terjadi dalam masyarakat yang mana berkaitan tentang kehidupan yang layak, knowledge, dan kesehatan masyarakat. Arifin and Fadllan . mengungkapkan bahwa indeks pembangunan manusia akan memberikan pengaruh terhadap tingkat kualitas perkembangan intelektual sumber daya manusia. Dengan berkembangnya tingkat intelektual sumber daya manusia maka kualitas hidup sumber daya manusia juga akan meningkat sehingga pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 peningkatan perkembangan ekonomi dapat diwujudkan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh S. Arifin and Fadllan . tentang indeks pembangunan manusia yang berpengaruh terhadap pertumbuhan. Nilai dasar dari indeks pembangunan manusia yang menjadi kualitas penduduk dirasa belum cukup sehingga dengan rendahnya angka indeks pembangunan manusia di Jawa Timur memberikan dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Oleh sebab itu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh. Pengaruh Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pendidikan merupakan pondasi dasar manusia tentang peningkatan knowledge atau pengetahuan yang dimiliki. Pendidikan dasar dari pembentukan peradaban yang lebih modern. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori SBM . , bahwa pendidikan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pendapatan nasional. Melalui pendidikan secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan nasional disebabkan oleh peningkatan kualitas berpikir masyarakat melalui pendidikan akan memberikan dampak terhadap masyarakat memiliki sumber daya yang lebih kreatif dan modern. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari. Sarfiah, and Rusmijati . yang menyatakan hal yang sama, dimana pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dengan memiliki pendidikan yang baik maka akan berpengaruh terhadap pendapatan dan kesejahteraan hidup. Secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut teori yang telah diungkapkan oleh Alice et al. bahwa investasi dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan pemberian atau penanaman modal yang bertujuan untuk memperluas pembangunan sarana prasarana yang dapat menunjang peningkatan ekonomi seperti pembangunan infrastruktur, sarana kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Dengan adanya investasi pembangunan yang terus berjalan secara tidak langsung akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sebab hal tersebut akan memberikan peningkatan pada kuantitas produksi barang dan jasa suatu negara. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Hastin . yang menemukan bahwa investasi berpengaruh secara signfikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kegiatan investasi yang dilakukan oleh pemerintah mendorong percepatan pencapaian pertumbuhan ekonomi baik di suatu daerah maupun negara. Dengan adanya investasi maka mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti di bidang kesehatan, sarana prasarana umum dan sebagainya. Investasi yang tinggi maka akan meningkatkan PDRB dan merangsang kegiatan produksi yang lebih baik yang berdampak tak langsung kepada pertumbuhan ekonomi. pISSN 2303-3568 eISSN 2684-8228 https://ejournal. id/index. php/iqtishaduna IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Desember 2022. Vol. No. 2: 122-140 KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabupaten/kota dikelompokkan ke dalam 14 kelompok yang didasarkan pada kesamaan variabel independen yang Pengeluaran pemerintah secara umum berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Kemiskinan berpengaruh negatif signfikan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Indeks pembangunan manusia berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Sementara pendidikan dan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan pemerintah Jawa Timur khususnya masing-masing kabupaten/kota yang ada dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Setiap kabupaten/kota di Jawa Timur dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga dapat diurutkan sesuai prioritas variabel apa saja yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan diketahuinya masing-masing variabel yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, maka nantinya kebijakan yang diambil dapat berjalan secara maksimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam pengungkapan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi yang terbatas pada enam Walaupun di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan, namun pada analisis lebih detail terdapat beberapa kabupaten/kota yang belum teridentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonominya. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lanjutan dalam menggali dan mengidentifikasi faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga hasil penelitian yang akan dilakukan akan lebih tepat dan sesuai. Adapun strategi utama yang perlu dilakukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yakni tentang menentukan besarnya pengeluaran pemerintah guna menunjang kegiatan perekonomian di suatu wilayah. Di samping itu perbaikan dari sisi pendidikan, meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, dan mutu sumber daya manusia juga perlu dilakukan guna mencapai kesejahteraan masyarakat dimana berpengaruh secara berkelanjutan kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi. DAFTAR PUSTAKA