AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2354-8576 (Prin. ISSN:0000-0000 . http://doi. PEMBELAJARAN KITAB TAAoLIM AL-MUTAAoALIM DALAM PERSPEKTIF TEORI VIGOTSKY DI PONDOK PESANTREN SIROJUTH THOLIBIIN BACEM LODOYO KABUPATEN BLITAR Syaikurrijal icukrijal@gmail. Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Abstract The book Ta'lm al-Muta'allim has become a main subject in Islamic boarding school educational activities. The book Ta'lim al-Muta'allim contains etiquette for studying, which is a guideline for making it easy for someone who is studying. Studying this book needs to be viewed from the perspective of Vigostky's theory. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The informants for this research were boarding school caregivers, ustadz and The data collection techniques are through observation, interviews and documentation. Data is analyzed by reducing data, explaining data, and drawing conclusions. The results are . Learning the Book of Ta'lim Al-Muta'alim from the perspective of Vygotsky's theory presents an educational approach that integrates Islamic values with social cognitive psychological . The success of learning the book Ta'lim Al-Muta'alim in Vigosky's theoretical perspective is supported by Islamic boarding school cultural factors and the social interaction of students with their environment, because all intellectual development which includes meaning, memory, thoughts, perception and awareness moves from the interpersonal area to the intrapersonal area. The mechanisms underlying high-level mental work are copies of the social interactions of each individual in a particular cultural context. Keywords: Learning. TaAolim MutaAollim. Vygotsky. PENDAHULUAN Pesantren sebagai lembaga sudah hadir selama ratusan tahun yang menawarkan program pendidikan berbasis agama Islam. Pondok Pesantren diharapkan dapat terus berperan dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di tengah derasnya arus globalisasi. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam juga tidak dapat menghindari berbagai permasalahan yang muncul di era global. Sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Pesantren mempunyai peran penting dalam melindungi dan mengembangkan pengetahuan Islam. Selain itu, pesantren telah berperan dalam membentuk karakter umat Islam Indonesia. Karakter yang dimaksudkan adalah akhlak. Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengan lahirnya macam-macam perbuatan baik, atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan (Mustofa, 2. Pendidikan akhlak untuk membangun perilaku yang baik dan mendorong orang hingga merasa dekat dengan Allah SWT (Sri Tanti, 2. Permasalahan yang dihadapi pondok pesantren seperti masalah kurikulum, serta Vol. 13 No. 1 | 44 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam metode komunikasi yang seimbang, infrastruktur yang tidak memadai, dan dana pesantren tidak mencukupi. Oleh karena itu persoalan pembelajaran juga harus ditelaah dan direkonstruksi dari waktu ke waktu baik konsep filosofinya maupun tataran praktiknya. Mengingat dengan adanya pengetahuan modern, industri, hasil teknologi dan kebudayaan yang dibawa orang asing akan sangat berpengaruh baik positif maupun negatif terhadap kehidupan bagai badai yang tak dapat dihindari lagi. Dampaknya masyarakat setempat tidak punya cukup kekuatan untuk menolak masuknya budaya luar bercitra negatif dalam komunitas mereka dan secara lambat laun akan mengubah tradisi-tradisi setempat yang Islami, ke tradisi-tradisi yang lebih mengarah pada budaya asing. Pondok pesantren Sirojuut Tholibin Bacem Kecamatan Lodoyo Blitar juga berusaha ikut membendung budaya asing agar akhlak masyarakat terutama santri tidak terkikis. Terutama pada santri-santri yang baru masuk pondok pesantren. Ponpes Sirojuut Tholibin Bacem Kecamatan Lodoyo dalam memberikan pembelajaran kitab kuning masih dengan sistem bandongan kepada para santri. Bandongan merupakan salah satu jenis kegiatan pembelajaran yang mengutamakan pelayanan kelompok . ollective approac. Metode pengajaran bandongan bersifat klasikal, yaitu siswa berpartisipasi dalam kegiatan belajar sambil duduk di sekitar guru yang membahas buku. Kyai/ustaz membaca teks, memaknai isi bahan pelajaran kitab tersebut dan menjelaskan isi dari kandungan kitab kuning sedangkan para santri menyimak dan mendengarkan serta mencatat hal-hal yang penting yang berkaitan dengan penjelasan isi kitab yang dibacakan (Utami, dkk, 2. Selain itu, model bandongan ini hampir identik dengan model halaqoh. murid duduk melingkar di sekitar guru dan mendengarkan apa yang dikatakan guru, memastikan bahwa kegiatan teacher centered learning. Salah satu pembelajaran pada kitab TaAolim Al-MutaAoallim. Kitab TaAolm alMutaAoallim sudah menjadi mata pelajaran pokok dalam aktivitas pendidikan pondok Pada kitab TaAolim al-MutaAoallim terkandung tata krama dalam belajar, yang merupakan pedoman bagaimana agar seorang yang menuntut ilmu sehingga mendapatkan ilmu dengan mudah. Oleh karena itu pondok pesantren mengajarkan kitab TaAolm alMutaAoallim bertujuan agar ketiga aspek individu yaitu aspek ruhani, jasmani, dan sosial berkembang optimal secara seimbang tanpa ada salah satu yang dilalaikan, sehingga terjadi integrasi antara ketiga aspek tersebut yang membentuk manusia seutuhnya (Pidarta, 2. Cara belajar setiap siswa/santri berbeda-beda. Ada siswa yang suka belajar secara kinestetik, akan tetapi ada juga siswa yang suka belajar berkelompok ataupun siswa yang senang belajar secara individu. Sehingga dalam mempelajari kitab kuning banyak mengalami problematika bagi setiap santri (Kurniawan, 2. Proses pembelajaran menurut teori belajar mendorong perolehan dan pengelolaan pengetahuan melalui interaksi, komunikasi, dan kolaborasi dalam konteks sosiokultural. Dimana teori Vygotsky tersebut dijabarkan ke dalam tiga komponen penting yaitu zona perkembangan proksimal . one proximal developmen. , scaffolding, dan pembicaraan pribadi . rivate speec. Menurut Jones & Thornton . bahwa setiap anak akan melewati dua tingkat . dalam proses belajar, yaitu pertama pada level sosial, yaitu anak melakukan kolaborasi dengan orang lain Vol. 13 No. 1 | 45 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam dan kedua pada level individual, yaitu anak melakukan proses internalisasi METODE Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui permasalahan pada pembelajaran kitab kuning di Pesantren Bacem Lodoyo Blitas. Kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang menggunakan data deskripsi komprehensif dan menjelaskannya secara deskriptif dalam bentuk penjelasan. Analisis data deskriptif kualitatif jenis ini sering digunakan untuk menganalisis peristiwa, fenomena, atau situasi sosial (Sugiyono, 2. Pemilihan modus komunikasi, baik tertulis maupun lisan, dan identifikasi informan dan perilaku yang akan diamati merupakan pertimbangan penting bagi peneliti untuk mencapai pemahaman yang komprehensif dan menyeluruh tentang pokok bahasan yang diselidiki. Penelitian ini dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk mengamati subjek yang diteliti. Penelitian deskriptif kualitatif ini digunakan untuk menemukan, menganalisis dan mengamati fenomena atau peristiwa sosial. Dalam hal ini tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan atau penerapan kurikulum mandiri. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, hasilnya dijelaskan dalam bentuk deskripsi atau cerita dalam bentuk teks dan paragraph (Hardani, 2. Metode-metode tersebut memiliki beberapa karakteristik, seperti menyajikan perspektif subjek yang diselidiki, menawarkan penggambaran fenomena yang dipelajari secara komprehensif dan relevan, dan memberikan evaluasi atau konteks yang berkontribusi pada interpretasi fenomena dalam konteks yang dipelajari (Moleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep kunci teori Vygotsky berikutnya adalah Scaffolding. Scaffolding berarti memberikan bantuan kepada individu selama pembelajaran secara bertahap. Tahap awal sejumlah besar bantuan diberikan kepada santri dan kemudian secara bertahap mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada santra . tersebut untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar, sehingga mampu mengerjakan Tujuannya pemberikan Scaffolding agar Zona perkembangan proximal (ZPD) dapat berkembang secara optimal. ZPD rentang di antara apa yang dapat dilakukan individu dengan bantuan atau dukungan. Scaffolding atau bimbingan yang diberikan oleh Kyai (Gur. atau ustat kepada santrinya secara penuh, dalam pembelajaran kitab TaAolim Al- MutaAoalim dimulai dengan cara santri diberikan pemahaman secara umum sampai pada pemahaman santri sesuai dengan kitab TaAolim Al-MutaAoalim. Pemahaman secara umum, seperti yang dijelaskan oleh KH Harun SyafiAoi (W. , yaitu. saya membacakan dan menjelaskan isi dari kandungan kitab sedangkan para santri menyimak dan mendengarkan serta mencatat setiap kata serta hal-hal yang penting yang berkaitan dengan penjelasan isi kitab yang dibacakan. Scaffolding atau bimbingan yang diberikan berikutnya adalah bimbingan yang dilakukan secara berkelompok, kegiatan bimbingan pada santri untuk menterjemahkan: . setiap suku kata dalam kitab TaAolim Al- MutaAoalim, . setiap kalimat dalam kitab TaAolim Al-MutaAoalim, . menterjemahkan menurut penulis kitab dan . menjelaskan makna Vol. 13 No. 1 | 46 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam tulisan dalam kitab TaAolim Al-MutaAoalim sesuai dengan bahasa sendiri. Tujuan pemberian bimbingan agar santri mengenal bahasa Arab yang digunakan dalam kitab TaAolim AlMutaAoalim, mengingat masih banyak santri yang menghadapi permasalahan dalam penggunaan bahasa Arab, khususnya dalam memahami kitab kitab TaAolim Al-MutaAoalim. Hal ini seperti yang telah diungkapkan oleh Hamzah dan Ahmad, juga dikatakan oleh Ikhsan. Teori Vygotsky juga menyoroti peran bahasa dalam pembentukan pemikiran. Dalam pembelajaran kitab Ta'lim Al-Muta'alim, bahasa Arab, sebagai bahasa utama kitab, menjadi sarana komunikasi dan pemahaman. Pentingnya bahasa dalam konteks teori Vygotsky menekankan bahwa penggunaan bahasa yang tepat dan pemahaman mendalam terhadap terminologi agama dapat memperkaya proses pemikiran dan memfasilitasi perkembangan kognitif siswa. Ust. Zainuri AM. (W. , proses pembelajaran di pesantren, santri diminta untuk melengkapi terjemahan setiap kata dalam kitab Ta'lim AlMuta'alim. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap isi kitab tersebut dan memperkaya kosa kata bahasa Arab. Dengan melakukan langkah ini, santri dapat memahami makna setiap kata. Dengan diskusi kelompok yang mendorong santri untuk berbagi ide, pengetahuan, pengalaman, atau informasi, dan pemahaman mereka. Pada diskusi kelompok menimbulkan interaksi social dan dimana setiap anggota kelompok didorong untuk aktif mendengarkan pandangan anggota lain untuk memahami sepenuhnya argumen atau ide yang disampaikan. Setiap anggota kelompok dalam berinteraksi dapat menggunakan bahasa verbal . ata-kat. dan nonverbal . ahasa tubuh, ekspresi waja. untuk menyampaikan ide, menyatakan pendapat, atau memberikan dukungan suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur- unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. 70 Tujuan pembelajaran yang dimaksud adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan lainnya adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Teori belajar merupakan suatu teori yang di dalamnya terdapat pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa, perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Teori belajar dan pembelajaran sangatlah penting dalam pelaksanaan pendidikan. Teori belajar itu sendiri merupakan sekumpulan dalil yang berkaitan secara sistematis yang menetapkan kaitan sebab akibat diantara variable yang saling bergantung agar terjadi suatu perubahan tingkah laku yang relatif permanen dalam jangka waktu yang cukup lama sebagai hasil dari latihan dan Salah satu teori pembelajarzn adalah teori Vygotsky. Pembelajaran dalam perspektif teori Vygotsky mengutamakan peran penting interaksi sosial, bahasa, dan konteks budaya dalam proses pembelajaran. Kitab TaAolim al-MutaAoalim merupakan literature klasik yang membahas tentang etika Vol. 13 No. 1 | 47 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam belajar yang mengedepankan akhlaq demi tercapainya kemanfaatan ilmu. Kitab ini diakui sebagai karya monumental yang sangat diperhitungkan keberadaannya. Keistimewaan lain dari kitab TaAolim al-MutaAoalim ini terletak pada materi yang terkandung didalamnya. Meskipun kecil dan dengan judul yang seakan-akan hanya membahas metode belajar, sebenarnya esensi kitab ini juga mencakup tujuan, prinsip-prinsip, dan strategi belajar yang didasarkan pada moral religious. Kitab TaAolim al- MutaAoallim telah dilakukan studi oleh para pakar pendidikan seperti Mohammad Abd. Muidh Khan. Pandangan Muidh Khan . kepada kitab TaAolim ini terbagi kepada tiga aspek, yaitu pandangan dasar tentang ilmu, klasifikasi mata pelajaran, dan metode belajar. Pertama, pandangan dasar tentang ilmu menurut al-Zarnuji, ilmu adalah sarana untuk mencapai sesuatu yang transendental yaitu takwa kepada Allah. Hal ini yang menurut Abu Hanifah bahwa belajar ilmu fiqh, dimaksudkan untuk memahami hakikat diri sendiri sehingga konsekuensi mempelajari ilmu yang berarti mengamalkannya (Zarnuji. TT). Pembelajaran Kitab Ta'lim Al-Muta'alim dalam perspektif teori Vygotsky menciptakan harmoni antara nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip psikologis kognitif sosial. Kitab ini, yang merupakan karya Abdullah bin Muhammad bin Sa'lelah al-Fauzan, menjadi fokus utama pembelajaran dengan menyajikan landasan ajaran Islam yang holistik. Dalam pendekatan ini, pembelajaran tidak terbatas pada aspek ilmiah semata, melainkan juga mencakup dimensi etika dan karakter. Sebagai bagian integral dari tradisi Islam, kitab Ta'lim Al-Muta'alim bertindak sebagai panduan untuk membimbing individu Muslim dalam memahami dan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks teori Vygotsky, aspek utama yang diintegrasikan adalah konsep Zona Pembangunan Proksimal (ZPD). ZPD mengidentifikasi jarak antara kemampuan aktual seorang individu dengan potensinya jika dibimbing oleh seseorang yang lebih berpengalaman, seperti ustadz atau sesama santri. Dengan menerapkan konsep ini pada pembelajaran kitab Ta'lim Al-Muta'alim, pembimbingan dan interaksi sosial dianggap krusial untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi kitab. Hal ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi melalui instruksi langsung, tetapi juga melalui interaksi dan kolaborasi dalam konteks sosial. Hal ini nampak dalam pembelajaran kitab taAolim al-mutaAoalim di Pondok Pesentren Sirojuut Tholibin Bacem Lodoyo Kabupaten Blitar, dimana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dengan tahapan, yaitu . Pengasuh mengartikan setiap suku kata yang penting dan menjelaskan maksud dari kalimat, . Santri bekerja sama dengan teman santri secara berkelompok untuk mengartikan setiap suku kata, agar lengkap catatan sehingga santri bisa menghafalkan artinya, pada akhirnya nanti santri akan memahami kalimat seperti yang telah dijelaskan pada tahap satu dengan bimbingan ustadz, . Santri secara bergiliran menjelaskan perkalimat dalam setiap bab, santri yang lain memberikan tanggapan atas penjelasan tersebut, ustadz pendamping memberikan penguatan dan membetulkan jika penjelasan kurang tepat kemudian . menginternalisasikan pemahaman kitab TaAolim MutaAoalim dengan diwujudkan dalam bentuk perbuatan eempat tahapan diatas merupakan langkah yang efektif dari teori vigosky guna mengembangkan kognitif santri secara bertahap. Nampak adanya perubahan pada Zone of Proximal Development (ZPD) walaupun diberikan perlakuan yang sama Vol. 13 No. 1 | 48 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam mempunyai taraf perkembangan aktual sama, dapat berbeda taraf perkembangan Teori Vygotsky juga menyoroti peran bahasa dalam pembentukan pemikiran. Dalam pembelajaran kitab Ta'lim Al-Muta'alim, bahasa Arab, sebagai bahasa utama kitab, menjadi sarana komunikasi dan pemahaman. Pentingnya bahasa dalam konteks teori Vygotsky menekankan bahwa penggunaan bahasa yang tepat dan pemahaman mendalam. Keberhasilan pembelajaran kitab TaAolim Al-MutaAoalim dalam upaya memecahkan masalah untuk mewujudkan santri yang berakhlak melalui implementasi teori Vigosky di Pondok Pesantren Sirojuut Tholibin Bacem Lodoyo Kabupaten Blitar didukung faktor budaya pondok pesantren dan interaksi sosial santri dengan lingkungannya. Budaya pondok pesantren menitikberatkan pada penghayatan nilai-nilai akhlak atau moral Islam. Budaya mempunyai arti pada upaya peningkatkan ranah kognitif pada anak, makna budaya terhadap anak di sini memiliki tujuan untuk membimbing anak menjalani kehidupannya secara produktif dan efisien. Indikasi pemanfaatan lingkungan secara bertanggung jawab menjadi hal yang dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan pelaksanaan pendidikan karakter di pondok. Santri diajarkan untuk memiliki akhlak yang baik, seperti kesabaran, kejujuran. Dengan budaya yang telah tercipta di pondok pesantren akan memudahkan santri melakukan internalisasi nilai kitab TaAolim Al-MutaAoalim dalam mewujudkan santri yang berakhlak, hal ini seperti yang dikatakan Vygotsky bahwa perkembangan kognitif diperoleh melalui proses psikologi yang bersifat sosiobudaya. Jadi pengetahuan santri merupakan suatu bentukan . secara sosial. Vygotsky percaya bahwa perkembangan anak mencakup perubahan kualitatif dan kuantitatif. Saat perubahan kualitatif terjadi, seluruh sistem fungsi mental mengalami restrukturisasi besar, yang berakibat pada munculnya bentuk kognitif dan sosial-emosional baru atau pencapaian Demikian juga dengan adanya periode dimana tidak ada pembentukan baru yang terjadi, tapi anak- anak masih mengembangkan kemampuan mereka yang ada. Selama periode ini, pertumbuhan terjadi sebagai perubahan kuantitatif dalam jumlah hal yang bisa diingat dan diproses oleh anak. PENUTUP Hasil penelitian ini antara lain, pertama. Pembelajaran Kitab Ta'lim Al-Muta'alim dalam perspektif teori Vygotsky menghadirkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan konsep psikologis kognitif sosial. Kitab Ta'lim Al-Muta'alim, karya Abdullah bin Muhammad bin Sa'lelah al-Fauzan, menjadi titik fokus pembelajaran dengan menyajikan landasan ajaran Islam yang komprehensif, mencakup aspek ilmiah, etika, dan karakter. Sebagai tulisan yang bersumber dari tradisi Islam, kitab ini membimbing individu Muslim untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari- hari. Kedua, dalam konteks teori Vygotsky, aspek utama yang diintegrasikan adalah konsep Zona Pembangunan Proksimal (ZPD). ZPD mengidentifikasi jarak antara kemampuan aktual seorang individu dengan potensinya jika dibimbing oleh seseorang yang Vol. 13 No. 1 | 49 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam lebih berpengalaman, seperti Ustadz/guru atau sesama santri. Dengan menerapkan konsep ini pada pembelajaran kitab Ta'lim Al-Muta'alim, pembimbingan dan interaksi sosial dianggap krusial untuk meningkatkan pemahaman santri terhadap isi kitab. Hal ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi melalui instruksi langsung, tetapi juga melalui interaksi dan kolaborasi dalam konteks sosial. Teori Vygotsky juga menyoroti peran bahasa dalam pembentukan pemikiran. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dengan tahapan, yaitu . Pengasuh mengartikan setiap suku kata yang penting dan menjelaskan maksud dari kalimat, . Santri bekerja sama dengan teman santri secara berkelompok untuk mengartikan setiap suku kata, agar lengkap catatan sehingga santri bisa menghafalkan artinya . Santri secara bergiliran menjelaskan perkalimat dalam setiap bab, santri yang lain memberikan tanggapan atas penjelasan tersebut, ustadz pendamping memberikan penguatan dan membetulkan jika penjelasan kurang tepat kemudian . menginternalisasikan pemahaman kitab TaAolim MutaAoalim dengan diwujudkan dalam bentuk perbuatan. Vol. 13 No. 1 | 50 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Muhammad. Akhlak: Menjadi Akhlak Mulia. Jakarta: Raja Graffindo Persada. Afiyanti. Yati dan Rachmawat. Imami Nur. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset Keperawatan. Jakarta: Rajawali Pers Az-Zarnuji. Syeikh. TaAolim al-MutaAoalim. Terjemah Abdul Kadir Aljufri. Surabaya: Mutiara Ilmu. Danoebroto. Sri Wulandari, 2015. Teori Belajar Konstruktivis Piaget dan Vygotsky. Jurnal: Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education Vol 2 No 3: 191-198 Firdaus. Aditya dan Fauzian. Rinda. Pendidikan Akhlak Karimah Berbasis Kultur Kepesantrenan. Bandung: Alfabeta. Hardani dkk. , 2020. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.