Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 33 Ae 42 ANALISIS PENGARUH TERJADINYA AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN SARANA DAN PRASARANA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 20192021 Oleh : Chania Aulia B Ekonomi dan Bisnis/ Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Email : b200190081@student. Erma Setiawati Ekonomi dan Bisnis/ Universitas Muhammadiyah Surakarta Email : Erma. setyowati@ums. Article Info Abstract Article History : In Indonesia, the capital market has experienced a significant increase. Received 16 Des - 2022 marked by the issuance of shares to the general public by companies going Accepted 25 Des - 2022 Increased development has an impact on increasing demand for Available Online financial statement audits. The aim of this study is to analyze the effect of 30 Des Ae 2022 company size, profitability, solvency, audit committee, and earnings per share on audit delay. Case studies of facility and infrastructure companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019 - 2021. The sample used in this research is infrastructure companies and infrastructure in the Property. Real Estate, and Building Construction. Building Infrastructure. Utilities dan Transportation sub-sectors on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019 - 2021. Simultaneous test results show that Company Size. Profitability. Solvency. Audit Committee, and Earning Per Share have a significant effect on Audit Delay in Facilities and Infrastructure Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019 - 2021. Partially shows that Solvency has a significant negative effect on Audit Delay in Facilities and Infrastructure Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019 - 2021. The Audit Committee has a positive effect Significant Against Delay Audit Facilities and Infrastructure Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in Company Size. Profitability, and Earning Per Share have no significant effect on Audit Delay in Facilities and Infrastructure Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019 - 2021. Keyword : audit delays, company size, earning per share, komite Rasmini . menjelaskan bahwa auditor independen wajib memenuhi tanggung jawab hasil audit yang memiliki dampak waktu penyelesaian Apabila audit terlambat dalam waktu penyelasaiannya maka timbul reaksi negatif bagi pengguna laporan keuangan. Dalam melaksanakan kegiatan audit, auditor membuat perencanaan . ime budge. atau sering disebut anggaran, yang merupakan tidak absolutannya pedoman mengenai jumlah waktu kegiatan audit yang berlangsung. Hasil audit dalam go public company memiliki tanggung jawab yang besar serta konsekuensi yang dihadapinya sehingga memacu kinerja auditor dalam bekerja secara Mengerjakan Laporan audit yang PENDAHULUAN Di Indonesia pasar modal telah mengalami peningkatan yang signifikan, dengan ditandainya penerbitan saham kepada masyarakat luas oleh perusahaan go public. Peningkatan pengembangan berdampak pada meningkatnya permintaan atas audit laporan keuangan. Penerbitan laporan keuangan setiap perusahaan go public diwajibkan disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan keuangan adalah struktur yang menampilkan kinerja dan posisi keuangan di suatu Laporan keuangan sebuah entitas perusahaan go public diperiksa oleh auditor Menurut penelitian Praptika dan terlalu lama dapat menyebabkan keterlambatan waktu publikasi (Saputri, 2. Fenomena keadaan yang saat ini terjadi yakni munculnya Covid-19. Menurut hasil penetapan dari PBB jumlah kasus peningkatan pandemi Covid- 19 memiliki dampak dalam perekonomian dunia dan Indonesia menjadi salah satunya (Susilawati et al. , 2. Proses kegiatan audit di semua perusahaan go public hanya dapat dilakukan melalui pertemuan online atau jarak jauh . emote audi. sehingga direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan Surat Kep00089/BEI/10- 2020 tentang batas waktu jeda penyampaian laporan keuangan dan tahunan yang dimulai pada 15 Oktober 2020 hingga batas waktu kemudian yang akan ditetapkan. Batas waktu menyampaikan laporan triwulan I, laporan keuangan tahunan, dan laporan tahunan tercatat yakni selama 2 bulan setelah batas waktu menyampaikan dari laporan sebelumnya. Di dalam peraturan bursa untuk perusahaan tercatat laporan keuangan tengah tahunan, dan laporan keuangan triwulan i diperpanjang selama 1 bulan dari batas waktu menyampaikan laporan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi diperpanjangnya audit delay yakni pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, komite audit, dan earning per share. Penelitian ini adalah bentuk modifikasi dan replikasi dari penelitian sebelumnya yang telah banyak dilakukan di Indonesia, penelitian ini berbeda dengan yang telah dilakukan oleh Indrayani. , & Wiratmaja. antara lain: pertama, sampel yang digunakan yaitu perusahaan pertambangan periode 2016-2019, sedangkan penelitian ini menggunakan sampel perusahaan sarana dan prasarana periode 20182021. Perusahaan ini dalam menerbitkan laporan keuangan yang diaudit atau tidak diaudit kerap mengalami keterlambatan sehingga perdagangan saham berujung terjadinya suspensI sesuai dengan peraturan OJK Nomor 29/POJK. 04/2016. Kedua, penelitian sebelumnya menggunakan rasio pergantian auditor, sedangkan dalampenelitian kali ini menggunakan variabel pengukuran atau proksi yang beda untuk melakukan pengamatan, diantara variabelnya yaitu earning per share yang menggunakan proksi margin laba. dan Meckling, 1. Dalam teori ini, manajemen mencoba memaksimalkan kesejahteraan dengan meminimalisir berbagai biaya agensi hal ini membuat manajemen sebagai agen akan bertanggung jawab dan melakukan tindakan terbaik untuk keputusan pemegang saham. Hubungan antar teori agensi dengan audit delay menjelaskan bahwa dalam menyampaikan laporan keuangan ke publik secara tepat waktu diharap bisa mengurangi timbulnya potensi kesalahpahaman antar pihak perusahaan dengan pemakai laporan keuangan. Dalam menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu, dapat berpotensi menurunkan fraud atau kecurangan dari agen sebagai pihak yang memiliki informasi lebih banyak dibanding principal untuk kepentingan pribadinya dengan melakukan manipulasi informasi keuangan atau manajemen . Auditor memiliki peranan dalam teori agensi di penelitian ini, sebagai pihak perantara atau penengah antar agen dengan principal dimana keduanya mempunyai perbedaan kepentingan. Teori Kepatuhan (Comliance Theor. Kepatuhan diartikan sebagai sifat taat, tunduk, patuh dalam mengikuti suatu standar atau spesifikasi dengan jelas telah diatur yang biasanya diterbitkan di suatu bidang tertentu oleh suatu organisasi atau lembaga. Teori kepatuhan dijelaskan sebagai bentuk kepatuhan yang berdasar harapan akan suatu usaha serta imbalan untuk pengindaran diri dari kemungkinan dijatuhkannya suatu hukuman akibat ketidakpatuhan (Anggraeni dan Kiswara, 2. Dikaitkannya teori kepatuhan dengan audit delay, karena berhubungan tentang melaporkan keuangan secara tepat waktu, juga telah diatur ketaatan ketepatan waktu terhadap pelaporan laporan keuangan tahunan perusahaan public secara berkala di Indonesia dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 mengenai pasar modal serta peraturan otoritas jasa keuangan (OJK) Nomr 29/PJOK. 04/2016. Secara hukum mengisyaratkan peraturan yang telah dibuat oleh Bapepam tersebut agar semua yang terlibat baik itu individu ataupun perusahaan publik di pasar modal Indonesia Teori ini juga dapat memberikan stimulant untuk memenuhi aturan yang ada bagi individu, begitu juga perusahaan melakukan upaya menyampaikan laporan keuangan tepat waktu karena menjadi suatu kewajiban perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam penyampaian informasi laporan keuangan serta mempunyai nilai manfaat bagi pengguna laporan Teori Keuangan Laporan keuangan merupakan rangkuman selama tahun buku dari proses akuntansi yang KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Agensi (Agency Theor. Teori keagenan merupakan hubungan kontrak yang melibatkan antar anggota pemegang saham dalam perusahaan dan agen untuk melakukan jasa atas nama mereka (Jensen bersangkutan digunakan sebagai alat komunikasi antara data aktivitas keuangan perusahaan dengan pihak lain yang terlibat kepentingan terhadap aktivitas ataupun data perusahaan (Apriyono, 2008 dalam Taruna, 2. Laporan keuangan yang lengkap antara lain terdiri dari laporan arus kas, catatan laporan keuangan, laporan perubahan ekuitas, laporan laba rugi, serta neraca. Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah suatu kegiatan dimana angka-angka yang dalam laporan keuangan dibandingkan dengan cara pembagian antara satu angka terhadap angka lainnya. Membandingkan dapat dilakukan antar satu komponen attau antar komponen satu laporan keuangan, angka pembandingan tersebut berupa angka satu atau beberapa periode (Kasmir, 2. Hasil rasio keuangan berguna dalam menilai kemampuan manajemen dalam mengelola secara efektif sumber daya perusahaan serta memantau kinerja manajemen dalam pencapaian target yang ditetapkan di suatu periode. Audit dan Audit Delay Definisi American Accounting Association . Committee on Basic Auditing Concept dalam Munawir . , auditing merupakan proses yang tersistematis untuk menilai secara objektif serta mendapatkan bukti-bukti yang mempunyai kaitan terhadap pernyataan tentang kejadian dan tindakan ekonomi, dalam penentuan penyesuaian antar pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan, serta penyampaian hasil kepada pihak berkepentingan. Sebelum dipublikasikan laporan keuangan sebaiknya diaudit terlebih dahulu karena laporan keuangan berperan penting dalam mengambil keputusan dan adanya kepentingan yang berbeda antar manajemen sebagai penyusun dan pengguna data laporan keuangan. Audit delay merupakan penyajian pada suatu interval waktu laporan keuangan, berarti menjelaskan dimana perubahan mungkin dapat memengaruhi pengguna pada waktu membuat keputusan serta prediksi di dalam perusahaan. Hal yang sangat penting laporan keuangan diterbitkan oleh perusahaan publik adalah ketepatan waktu . , sehingga tanggal jarak waktu antara laporan audit dengan laporan keuangan biasa disebut sebagai audit delay. Audit delay merupakan lama waktu yang dibutuhkan menyelesaikan audit yang dihitung dari tanggal laporan keuangan sampai tanggal terbitnya laporan yang sudah diaudit (Melati dan Sulistiyawati. Definisi audit delay lainnya menurut Subekti dan Widiyanti . ikutip dari Saputri, 2. menjelaskan audit delay sebagai waktu lamanya penyelesaian audit yang dibutuhkan auditor, dapat dilihat dari perbedaan penutupan tahun buku laporan keuangan . anggal 31 Desembe. hingga tanggal opini auditor di laporan keuangan yang sudah diaudit. Ukuran Perushaan Ukuran perusahaan digambarkan dengan besar kecilnya suatu perusahaan dilihat dari segi ukuran nominal, yakni jumlah total penjualan, total kapitalisasi pasar, atau total aset. Ukuran perusahaan dapat diukur melalui total penjualan, jumlah tenaga kerja, dan total asset (Kowanda, dkk. Menurut penelitian Pourali . dalam penilaian ukuran perusahaan menggunakan logaritma natural total aset (Ln total asse. Semakin banyak aset maka semakin besar penanaman modal, semakin besar penjualan maka semakin banyak perputaran uang,serta kapitalisasi pasar semakin besar maka lebih dikenal publik Skala besar suatu manajemen perusahaan mengarah memberi insentif untuk mengurangi audit delay, sebab pengawasan yang ketat oleh pengawas permodalan, pemerintah, dan investor (Dyer dan McHugh, 1. Oleh karena memungkinkan semakin pendeknya audit delay. Profitabilitas Profitabilitas adalah suatu perusahaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba dalam kaitannya dengan total aktiva, modal sendiri, atau penjualan (Lestari dan Saitri, 2. Perusahaan yang memperoleh laba akan menyampaikan kabar publik di publik lebih cepat dengan mempercepat waktu audit. Sebaliknya, jika mengalami penurunan laba atau kerugian maka diperlukan waktu yang lama untuk mengaudit dengan hati-hati dimana semakin tinggi resiko bisnis jika perusahaan mengalami kerugian (CheAhmad, 2008 dalam Angruningrum dan Wirakusuma. Sedangkan penelitian Amani . menjelaskan bahwa profitabilitas secara signifikan berpengaruh terhadap audit delay karena profitabilitas yang tinggi berpengaruh terhadap masa audit delay semakin rendah atau untuk melaporkan laporan keuangan ke publik lebih cepat. Slovabilitas Solvabilitas merupakan kemampuan yang dimiliki suatu perusahaan menggunakan harta perusahan untuk membayar pelunasan hutang jangka pendek atau hutang jangka panjang, ketika tingkat solvabilitas suatu perusahaan tinggi, maka auditor melakukan identifikasi audit delay semakin Perusahaan memiliki resiko yang besar ketika solvabilitasnya tinggi artinya perusahaan mempunyai hutang yang banyak sehingga hutang yang perlu diaudit butuh waktu lama karena perlu mencari penyebab sumber serta proporsi hutang tinggi yang perusahaan miliki dan dibutuhkan konfirmasi pihak berkaitan dengan perusahaan perlu waktu yang panjang. Hutang yang tinggi yang dimiliki perusahaan cenderung menutup informasi ke pihak luar akibatnya pihak luar hanya mengetahui kabar baik dari perusahaan. Audit delay berpengaruh signifikan terhadap solvabilitas (Agustin. Majidah, & Budiono, 2. Jumlah utang yang besar dapat memengaruhi penyelesaian proses audit laporan keuangan perusahaan. Jika solvable yang dimiliki perusahaan rendah jadi laporan keuangan semakin cepat untuk diaudit. Sebaliknya, jika solvable lebih banyak yang dimiliki perusahaan maka semakin lama untuk diaudit. Komite Audit Komite Audit merupakan komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris bertujuan membantu melakukan pemeriksaan, pengecekkan, dan penelitian pelaksanaan fungsi serta tugas jajaran direksi dalam mengelola perusahaan Komite audit yaitu pemilihan nomer oleh anggota dewan direksi perusahaan yang bertanggungjawab membantu auditor tetap independen dari manajemen. Biasanya komite audit terdiri sebanyak tiga hingga lima atau kadang sebanyak tujuh direktur yang bukan bagian dari manajemen perusahaan (Arens dan James, 2. Komite audit dibentuk dengan tujuan sebagai perantara atau penengah antara manajemen perusahaan dengan auditor jika terjadi perselisihan. Tugas komite audit untuk memantau perencanaan, pelaksanaan, pengevaluasian, dan pengawasan hasil audit guna menilai kelayakan proses penyusunan laporan keuangan. Menurut hasil penelitian dari Pratama . menjelaskan bahwa komite audit tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit delay perusahaan. Sedangkan, berdasarkan penelitian dari Haryani dan Wiratmaja . menjelaskan bahwa komite audit berpengaruh terhadap audit delay dan jika anggota komite audit semakin banyak maka semakin pendek audit delaynya. Earning Per Share (EPS) Earning Per Share (EPS) adalah rasio yang menyatakan perolehan besar keuntungan . pemegang saham atas penjualan lembar saham. Secara umum, pemegang saham, manajemen perusahaan, dan calon pemegang saham sangat tertatik dengan EPS, karena menunjukkan kemajuan earning perusahaan di masa depan serta total perolehan untuk tiap lembar saham biasa. Perusahaan dipandang baik jika mempunyai EPS yang terus naik setiap tahun karena menggambarkan perusahaan tumbuh dengan baik. Investor menjadikan EPS sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi, dan menjadi tingkat keberhasilan operasi suatu perusahaan. EPS merupakan rasio yang ada satu-satunya di laporan keuangan, biasanya terdapat di bawah laba bersih. Apabila EPS yang diberikan ke investor tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk kesejahteraan yang baik (Lianto dan Kusuma Hal ini dapat mempersingkat audit delay dalam menyampaikan berita baik ke publik. Sebaliknya jika EPS yang rendah dapat memperpanjang audit delay sehingga menjadi berita buruk dimana menunjukkan bahwa kesejahteraan yang baik ke pemegang saham. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan penelitian kuantitatif . uantitative Metode kuantitatif adalah metode yang digunakan penelitian untuk meniliti populasi atau sampel tertentu, andata yang bersifat statistik memiliki tujuan utnuk menguji hipotesis (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini metode kuantitatif dipilih karena berhubungan dengan angka-angka sebagai indikator variabel untuk menjawab permasalahan yang diteliti dalam Analisis data sekunder menggunakan data yang sudah ada di lembaga pemerintahan atau Di penelitian ini data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Audit Delay Audit delay yaitu rentang jarak waktu antar tanggal tahun buku berakhir . Desembe. hingga tanggal opini yang ada dalam laporan auditor independen serta satuan data yang dipakai yaitu hari berupa skala data Contoh, apabila laporan keuangan perusahaan periode tahun 2020 yang tanggal tutup buku tanggal 31 Desember 2020 yang memiliki laporan keuangan auditor dengan tanggal 21 Maret 2021, dengan demikian audit delay perusahaan itu adalah 80 hari. Menurut Utami . menjelaskan bahwa variabel ini dalam jumlah hari dapat menggunaka pengukuran secara kuantitatif, sebagai berikut: Audit Delay=Tanggal Laporan AuditTanggal Laporan Keuangan Ukuran Perushaan (SIZE) Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan dilihat dari segi ukuran nominal, yakni jumlah total penjualan, total kapitalisasi pasar, atau total aset. Menurut penelitian Pourali . dalam penilaian Proporsi Komite Audit= (Total ukuran perusahaan menggunakan logaritma Komite Audi. /(Total Dewan natural total aset (Ln total asse. sebagai Komisari. Earning Per Share Earning (EPS) Ukuran Prushaan=Total Asset (Logarith. menggambarkan besarnya keuntungan lembar Profitabilitas (PROF) Profitabilitas perusahaan merupakan saham terjual yang akan diperoleh pemegang kemampuan perusahaan untuk mendapatkan saham . EPS biasanya tercatat dalam laba yang berhubungan dengan total aktiva, laporan keuangan di bawah laba bersih. Satuan penjualan, atau modal pribadi. Di penelitian ini data yang dipakai yakni rupiah dengan skala profitabilitas diukur dengan rasio return on data rasio. Hanafi dan Halim . assets (ROA) penghitungannya berdasar laba menghitung EPS dengan: bersih dibagi dengan total aktiva. Menurut EPS=(Laba bersih etelah Kasmir . ROA adalah suatu rasio yang Paja. /(Jumlah Saham Bereda. menilai kemampuan perusahaan mencari HASIL DAN PEMBAHASAN keuntungan ditingkat aktiva, modal saham. Uji Normalitas penjualan tertentu, sehingga rumus yang Tabel 1. Hasil Uji Normalitas digunakan adalah sebagai berikut: UnstandardizedResidu Conclusio ROA=(Laba Bersi. /(Total Aktiv. x Slovabilitas Sig. ,200 Normal Solvabilitas kemampuan perusahaan untuk membayar Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. semua utangnya. Di penelitian ini yang Dari hasil uji normalitas dengan uji menjadi tolak ukur solvabilitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov pada table 1. rasio DAR dimana perbandingan jumlah utang menunjukkan hasil Asymp. Sig. -taile. aik jangka pendek atau jangka panjan. 0,200 yang berarti data berdistribusi secara normal. Dalam penelitian ini data yang dioutlier sebanyak dengan total asset (Kasmir, 2. Dari hasil 1, sehingga sampel yang digunakan berjumlah 143 yang diukur, jika rasio tinggi maka pendanaan dari yang sebelumnya 144 sampel perusahaan. dengan utang semakin banyak sehingga Menurut Ghozali, 2018 data outlier merupakan semakin sulit bagi perusahaan untuk mendapat data yang mempunyai ciri khas yang berbeda dari tambahan pinjaman dikarenakan perusahaan observasi yang biasanya muncul dalam bentuk khawatir tidak mampu menutupi utangnya nilai ekstrim. Sebelum di outlier data jumlahnya dengan aktiva yang dipunyai. Perhitungan sama sebesar 0,200 menunjukkan nilai tersebut solvabilitas dengan rasio DAR sendiri di lebih besar dari tingkat signifikansinya sebesar hitung dengan rumus: 0,05. Dalam pengujian ini menunjukkan bahwa DAR= (Total Hutan. /(Total Asse. penelitian sudah berdistribusi secara normal. Komite Audit Uji Multikolinearitas Komite audit merupakan suatu komite Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dengan Tolerance Value VIF Information tujuan membantu Komisaris Independen Information dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab Ukuran 2,267 no multicollinearity pengawasan (Sulistya, 2. Pengukuran Perusahaan 1,143 no multicollinearity komite audit di penelitian ini yakni Profitabilitas 1,57 no multicollinearity menggunakan proporsi komite audit, yaitu Solvabilitas membandingkan jumlah komite audit dengan Komite 1,594 no multicollinearity jumlah dewan komisaris seperti yang Audit Earning dilakukan Sulistya . , rumusnya sebagai Share 1,122 no multicollinearity Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. Berdasarkan table 2. diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian multikolinearitas seluruh variabel nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10, sehingga pada model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas. Berdasarkan tabel 5. diatas didapatkan koefisien Adjusted R Square sebesar 0,071 dimana menunjukkan kemampuan variabel earning per share, solvabilitas, komite audit, profitabilitas, dan ukuran perusahaan dalam menjelaskan variabelvariabel audit delay sebesar 7,1% serta sisanya yakni sebesar 92,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar persamaan regresi. Dengan nilai koefisien tersebut, berarti kemampuan variabel independen sangat rendah dalam menerangkan variabel Kemampuan varibel independen dapat dikatakan baik dalam menerangkan atau menjelaskan variabel dependen, jika mempunyai nilai Adjusted R Square (R. mendekati nilai satu . Uji Heteroskedastisitas Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastitas Variable Ukuran Perusahaan Profitabilitas Solvabilitas Komite Audit Earning per Share Sig. Information no heteroskedastisitas no heteroskedastisitas no heteroskedastisitas no heteroskedastisitas no heteroskedastisitas Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. Dalam spearman rho, dimana hasil setiap variabel dilihat dari Sig. -taile. nilai signifikansinya lebih dari 0,05, maka disimpulkan bahwa tidak terjadi problem Uji Autokorelasi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Uji Signifikan Simultan Tabel 6. Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) FVariable Sig Information Count Ukuran. Profitabilitas. Solvabilitas. Komite 009 Take effect Audit. Earning per Share Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. Dalam penelitian ini uji statistik F yang diperoleh nilai Sig sebesar 0,009 atau 0,9% dimana nilai tersebut kurang dari 0,05 sehingga disimpulkan bahwa seluruh variabel independen dalam penelitian ini memengaruhi variabel Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji . Tabel 7. Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji . Variable Sig. Conclusion Ukuran Perusahaan H1 Rejected Profitabilitas H2 Rejected Solvabilitas H3 Accepted Komite Audit H4 Accepted Earning per Share H5 Rejected Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. Dalam tabel penelitian diatas dapat diuraikan hasil uji hipotesis sebagai berikut: Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay Hipotesis pertama (H. menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit Dalam tabel uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,521 atau lebih besar dari 0,05 . yang berarti variabel (SIZE) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay, sehingga H1 ditolak. Hasil ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Apriyana & Rahmawati . Khoufi . , dan Lai et. , al menyatakan bahwa ukuran perusahaan Durbin-Watson 1,954 Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. Dalam uji autokorelasi diperoleh nilai Durbin Watson sebesar 1. Untuk dapat melihat nilai du pada tabel Durbin Watson. Dimana total sampel nilai . yakni 143 dan total variabel . adalah 5, maka diperoleh nilai du sebesar 1. 7996 serta nilai dl sebesar Dari hasil analisis penelitian yang telah dilakukan diperoleh nilai DW 1. lebih besar dari batas atas du 1. 6551 serta lebih dari 4-du . atau bisa 6551 < 1. 7996 < 2. disimpulkan bahwa di dalam penelitian ini tidak terdapat autokorelasi. Sebelumnya, hasil penelitian ini terdapat autokorelasi tetapi sudah dibenarkan menggunakan metode Cochrane Orcutt, sehingga hasil sudah tidak mengalami autokorelasi seperti yang sudah dijelaskan diatas. Uji Hipotesis Koefisien Determinasi (R. Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R . Adjusted Std Error of Square R Square the Estimate Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hasil ini didukung dalam penelitian yang dilakukan oleh Darmawan & Widhiyani . Lestari & Saitri . Susilawati & Safary . Dalam melakukan tugas audit tentu auditor telah menentukan secara matang terlebih dahulu jadwal perencanaan audit sesuai dengan tingkat kesulitannya sebelum menerima serta melakukan suatu penugasan audit. Ketika perusahaan sudah mendaftar di Bursa Efek Indonesia baik itu perusahaan besar ataupun kecil mereka akan selalu diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, karena laporan keuangan sangat berguna bagi OJK sebagai pengawas serta investor (Susilawati & Safary, 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Lestari & Saitri . menjelaskan bahwa memastikan auditor dalam penugasan mereka agar tetap bersikap profesional dan pengauditan laporan keuangan selesai tepat waktu. Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay Hipotesis kedua (H. menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Dalam tabel uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,251 atau lebih besar dari 0,05 . -valu. yang berarti variabel (ROA) profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay sehingga H 2 Hasil ini didukung dengan penelitian Modugu et al. , . Susilawati & Safary . , dan Lai et al. , . Perusahaan yang memperoleh laba akan mempercepat waktu audit dalam menyampaikan lebih cepat berita baik ke Sebaliknya, jika perusahaan mengalami penurunan laba atau kerugian, maka auditor butuh waktu lama untuk melakukan pengauditan karena auditor perlu hati-hati dalam melakukan tugasnya dimana resiko bisnis semakin tinggi karena perusahaan mengalami kerugian. Hasil ini bertentangan dengan penelitian Che-Ahmad & Abidin . Lestari & Saitri . Khoufi . Abdillah et al. , serta GligoriN et al. Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit Delay Hipotesis ketiga (H. menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Dalam tabel uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,009 atau lebih kecil dari 0,05 . -valu. yang berarti variabel (DAR) solvabilitas berpengaruh Uji Analisis Linear Berganda terhadap audit delay sehingga H3 diterima. Hasil ini didukung dengan penelitian Angruningrum & Wirakusuma . Dao & Pham . Apriyana & Rahmawati . , dan Irman . Perusahaan yang mempunyai hutang yang banyak dan risiko yang tinggi juga, tetapi dalam penugasannya auditor akan tetap bersikap Jangka waktu pengauditan akan ditentukan oleh auditor sesuai dengan keadaan perusahaan, sehingga akan memperoleh yang cukup dalam proses audit. Hasil ini bertentangan dengan penelitian Lestari & Saitri . , serta Prameswari & Yustrianthe . Pengaruh Komite Audit terhadap Audit Delay Hipotesis keempat (H. menyatakan bahwa komite audit berpengaruh terhadap audit Dalam tabel uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,048 atau lebih kecil dari 0,05 . yang berarti variabel (KA) komite audit berpengaruh terhadap audit delay sehingga H 4 Hasil ini didukung dengan penelitian Haryani & Wiratmaja . , serta Pattiasina Victor . Suatu perusahaan didalamnya harus mempunyai komite audit, hal ini pengaruh panjang pendeknya tenggang waktu berdasarkan pada jumlah komite audit. Hasil ini bertentangan dengan penelitian Rahardja . Angruningrum & Wirakusuma . , serta Hasturi & Santoso . Pengaruh Earning Per Share terhadap Audit Delay Hipotesis kelima (H. menyatakan bahwa earning per share berpengaruh terhadap audit Dalam tabel uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,395 atau lebih besar dari 0,05 . yang berarti variabel (EPS) earning per share tidak berpengaruh terhadap audit delay sehingga H5 ditolak. Hasil ini didukung dengan penelitian Rizal. Fery & Amalia Rizki . Earning per share yang tinggi dapat mempercepat publikasi laporan keuangan karena merupakan berita baik perusahaan, sehingga mempersingkat terjadinya audit delay dan dapat menarik investor untuk kelangsungan perusahaan. Hasil ini bertentangan dengan penelitian Rohman A. Sunaningsih Suci . , dan Setiawan H. Muhammad Cholid . Tabel 4. 1 Hasil Uji Analisis Linear Berganda Variable Unstandardized Standardized (Constan. Ukuran Perusahaan Coefficients Coefficients Std. Error Sig Variable Sig -0,852 Unstandardized Coefficients Profitabilitas Solvabilitas Komite Audit Earning per Share -0,010 Sumber: Data sekunder yang diolah, 2022. Standardized Coefficients Std. Error Pembahasan Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil pengujian statistik yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel Ukuran Perusahaan (SIZE) sebesar 1,220 dengan nilai signifikansi sebesar 0,521. Nilai signifikansi pada variabel ini lebih besar dari 0,05 sehingga H1 ditolak. Penelitian ini membuktikan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terjadinya Audit Delay. Hasil peneitian ini selaras dengan penelitian Lestari & Saitri . Susilawati & Safary . , namun tidak selaras dengan penelitian Khoufi . , dan Lai et. , al . Nilai signifikansi pada variabel ini lebih besar dari 0,05 sehingga H2 ditolak. Penelitian ini Profitabilitas berpengaruh Audit Delay. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Susilawati & Safary . , namun tidak konsisten dengan penelitian Khoufi . , dan Abdillah et al. Company yang memperoleh laba akan menyampaikan kabar publik di publik lebih cepat dengan mempercepat waktu audit. Sebaliknya, jika mengalami penurunan laba atau kerugian maka diperlukan waktu yang lama untuk mengaudit dengan hati-hati dimana semakin tinggi resiko bisnis jika perusahaan mengalami kerugian (CheAhmad, 2008 dalam Angruningrum dan Wirakusuma. Penelitian mengindikasikan bahwa pengelolaan profitabilitas yang tepat dapat mendorong keuangan perusahaan yang stabil, sehingga profitabilitas yang rendah berpengaruh terhadap masa audit delay semakin tinggi atau untuk melaporkan laporan keuangan ke publik lebih lambat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. Menurut Apriyana & Rahmawati . hal itu disebabkan pengawasan ketat dari pemerintah, pengawas permodalan serta investor yang berpartisipasi menjalankan perusahaan menyebabkan auditor tidak berani untuk melakukan praktik pengauditan. Ketatnya pengawasan akan menghambat auditor melakukan praktik pengauditan, karena besar kemungkinan akan diketahui oleh pemerintah, pengawas permodalan serta investor sehingga hal ini dapat merusak citra perusahaan tersebut. Semakin banyak aset maka semakin besar penanaman modal, semakin besar penjualan maka semakin banyak perputaran uang, serta kapitalisasi pasar semakin besar maka lebih dikenal publik Skala besar suatu manajemen perusahaan mengarah memberi insentif untuk mengurangi audit delay, sebab pengawasan yang ketat oleh pengawas permodalan, pemerintah, dan investor (Dyer dan McHugh, 1. Oleh karena memungkinkan semakin pendeknya audit delay. Pengaruh Solvabilitas Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, menunjukkan nilai koefisien regresi variabel Solvabilitas (DAR) sebesar -34,182 dengan nilai signifikansi sebesar 0,009. nilai signifikansi 0,009. Nilai signifikansi variabel ini kurang dari 0,05 maka H3 diterima. Penelitian ini membuktikan bahwa solvabilitas berdampak pada audit delay. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Apriyana & Rahmawati . dan Irman . , namun tidak dengan penelitian Lestari & Saitri . dan Rizal. Fery & Amalia Rizki . Tingkat hutang perusahaan yang tinggi cenderung menutup informasi kepada pihak luar, sehingga pihak luar hanya mendengar kabar baik dari perusahaan. Audit delay berpengaruh signifikan terhadap solvabilitas (Agustin. Majidah, & Budiono, 2. Jumlah utang yang besar dapat memengaruhi penyelesaian proses audit laporan Jika solvabilitas perusahaan rendah, rekening tahunan harus segera diperiksa. Pengaruh Komite Audit Terhadap Audit Delay Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil pengujian statistik yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel Profitabilitas (ROA) sebesar 64,089 dengan nilai signifikansi sebesar 0,251. signifikansi pada variabel ini lebih besar dari 0,05 sehingga H5 ditolak. Penelitian ini membuktikan bahwa Earning Per Share tidak berpengaruh Audit Delay. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rizal. Fery & Amalia Rizki . , tetapi tidak sejalan dengan penelitian Rohman A. & Sunaningsih Suci . , dan Setiawan H. Muhammad Cholid . Besar nilai earning per share (EPS) sangat penting bagi investor selaku primary stakeholder, karena membuktikan prospek masa depan yang terlihat dari perolehan nilai keuntungan setiap lembar saham beredar suatu perusahaan. EPS yang tinggi merupakan good company news yang disebarluaskan kepada investor dengan waktu pengawasan yang lebih singkat, sehingga rilis laporan keuangan perusahaan dengan good news cenderung lebih cepat. Rendahnya EPS yang dibagikan kepada investor merupakan kabar buruk karena nilai investor terhadap kinerja perusahaan menurun dan reaksi negatif dapat muncul dari pasar (Sulistyo, 2. KESIMPULAN Hasil pengujian secara simultan menunjukan bahwa Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Solvabilitas. Komite Audit, dan Earning Per Share berpengaruh signifikan Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sarana dan Prasarana Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 - 2021. Hasil pengujian secara parsial menunjukan bahwa Ukuran Perusahaan, tidak berpengaruh signifikan Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sarana dan Prasarana Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 - 2021. Hasil pengujian secara parsial menunjukan bahwa Profitabilitas, tidak berpengaruh signifikan Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sarana dan Prasarana Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 - 2021. Hasil pengujian secara parsial menunjukan bahwa Solvabilitas, berpengaruh negative signifikan Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sarana dan Prasarana Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 Ae 2021. Hasil pengujian secara parsial menunjukan bahwa Komite Audit, berpengaruh positif signifikan Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sarana dan Prasarana Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 Ae 2021. Hasil pengujian secara parsial menunjukan bahwa Earning Per Share, tidak berpengaruh signifikan Terhadap Audit Delay Pada Berdasarkan hasil pengujian statistik yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel Komite Audit (KA) sebesar 17,903 dengan nilai signifikansi sebesar 0,048. Nilai signifikansi pada variabel ini lebih kecil dari 0,05 sehingga H4 diterima. Penelitian ini membuktikan bahwa Komite Audit berpengaruh terhadap Audit Delay. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pattiasina Victor . , tetapi tidak sejalan dengan penelitian Angruningrum & Wirakusuma . , serta Hasturi & Santoso . Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, diperoleh koefisien regresi Variabel Komite Audit (KA) sebesar 17,903 dengan nilai signifikansi sebesar 0,048. Nilai signifikansi variabel ini kurang dari 0,05 maka H4 diterima. Studi ini membuktikan bahwa papan ujian berdampak pada keterlambatan ujian. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Pattiasina Victor . namun tidak dengan penelitian Angruningrum & Wirakusuma . dan Hasturi & Santoso . Tanggung jawab Komite Audit adalah mengawasi perencanaan, kinerja, evaluasi dan pemantauan hasil audit untuk menilai kelayakan proses pelaporan keuangan. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan tata kelola perusahaan yang baik, antara lain Surat Edaran Bapepam-LK No. SE-03/PM/2000 yang mewajibkan setiap perusahaan yang go public di Indonesia harus membentuk komite audit, yang beranggotakan sekurang-kurangnya 3 orang yang diketuai oleh seorang komisaris perusahaan independen. serta dua orang lainnya di luar perusahaan independen. Menurut penelitian Pratama . yang menjelaskan bahwa papan ujian tidak berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan ujian. Sedangkan berdasarkan penelitian Haryani dan Wiratmaja . , dijelaskan bahwa panitia ujian memiliki pengaruh terhadap keterlambatan ujian, dan semakin banyak anggota panitia maka semakin pendek penundaan ujian. Artinya, dalam suatu perusahaan harus terdapat komite audit, karena banyaknya anggota komite, hal ini berdampak pada pendeknya masa tenggang penundaan Penelitian ini bertentangan dengan penelitian Rahardja . Pengaruh Earning Per Share (EPS) Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil pengujian statistik yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel Earning Per Share (EPS) sebesar 0,010 dengan nilai signifikansi sebesar 0,395. Nilai Perusahaan Sarana dan Prasarana Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 Ae 2021 Bali:E-Jurnal Akuntansi, 21. , 254Ae Majidah. Hartika. Audit Delay: Faktor Auditee. Komisaris Independen, dan Faktor Auditor Pada Perusahaan Sektor Properti. Real Estat, dan Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di BEI Periode 2015-2018. Jurnal Akuntansi & Ekonomika. Vol. 10 No. Juni 2020. Nora. Ratrynda. Pengaruh Laba AKuntansi. Opini Audit. Solvabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015. Jurnal Akuntansi dan Keuangan FEB Universitas Budi Luhur. Vol. 6 No. 2 Oktober 2017. ISSN: 2252 7141. Pattiasina V. Analisis Pengaruh Kualitas Auditor. Ukuran Perusahaan. Jumlah Komite Audit. Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Delay dan Opini Audit yang Diinterveing oleh Audit Lag. Future: Jurnal Manajemen dan Akuntansi. Vol. : 85 Ae 98. REFERENSI