P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 87 - 99 Linggau Jurnal Language education and literature Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita Melalui Model PBL (Problem Based Learnin. Di Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Lawang Wetan Desi Noviana SMP Negeri 1 Lawang Wetan Email: desi. noviana87@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL). Metode Penelitian adalah PTK dengan dua siklus yang pada tiap siklusnya terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan . , implementasi tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . Teknik pengumpulan data berupa observasi, penilaian mengidentifikasi teks berita, angket, catatan lapangan, dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor menulis cerpen pratindakan sebesar 50,60 . ,60%), siklus I menjadi 64,60 . ,60%), dan pada siklus II menjadi 77,00 . ,00%). Jadi, kemampuan mengidentifikasi siswa dari pretes sampai akhir siklus I meningkat sebesar 14 . %), pada siklus II peningkatan sebesar 12,36 . ,36%). Berdasarkan perolehan skor di atas, dapat disimpulkan bahwa mulai dari sebelum tindakan hingga sesudah tindakan, nilai keterampilan menulis cerpen siswa telah mengalami peningkatan sebesar 26,36 . ,36%) yaitu dari skor 50,67 . ,67%) menjadi 77,03 . ,03%). Dampak ikutan yang tampak teramati dalam penelitian tindakan adalah perubahan perilaku positif siswa. Pada siklus II, kondisi kelas sudah dapat dikendalikan dan lebih kondusif. Siswa yang kurang termotivasi tampak lebih bersemangat, lebih percaya, diri dan berperan aktif. Kata Kunci: mengidentifikasi, teks berita. Problem Based Learning. ABSTRACT This study aims to improve the ability to identify news text elements through the use of Problem Based Learning (PBL) models. The research method is PTK with two cycles in which each cycle consists of four components, namely planning, acting, observing, and reflecting. Data collection techniques include observation, assessment to identify news texts, questionnaires, field notes, documentation and interviews. Data analysis techniques using qualitative and quantitative The results showed that the average pre-action short story writing score was 50. 60%), cycle I became 64. 60%), and in cycle II became 77. 00%). So, the ability to identify students from the pretest to the end of the first cycle increased by 14 . %), in the second cycle increased by 12. 36%). Based on the score above, it can be concluded that from before the action to after the action, the value of students' short story writing skills has increased by 26. 36%), from a score of 50. 67%) to 77, 03 . 03%). Follow-up effects that appear to be observed in action research are changes in students' positive behavior. In cycle II, the class conditions were controllable and more conducive. Students who are less motivated appear more enthusiastic, more confident, self-motivated and play an active role. Keywords: identify, news text. Problem Based Learning. PENDAHULUAN Pembelajaran mengidentifikasi merupakan salah satu pembelajaran yang memerlukan perhatian khusus, baik oleh guru mata pelajaran atau pihak-pihak yang terkait dalam penyusunan kurikulum pembelajaran. Kemampuan mengidentifikasi perlu ditumbuh kembangkan dalam dunia pendidikan, karena dapat melatih siswa untuk Salah Mengidentifikasi teks dapat melatih seseorang untuk berfikir kritis, menganalisis, dan Keterampilan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita bertujuan agar siswa dapat mengekspresikan gagasan, pendapat, dan kemampuan menganalisis dalam bentuk laporan tertulis yang kritis. Kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita seringkali dianggap membosankan dan cukup sulit karena tingkat berpikir kritis . Namun, biasanya hambatan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan diri membaca dengan memahami isi dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Diperlukan partisipasi kreatif guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa tidak beranggapan bahwa mengidentifikasi teks itu sulit. Berdasarkan pengalaman peneliti selama ini, pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita yang diajarkan di SMP masih dilakukan dengan cara yang Siswa membaca contoh teks berita, lalu siswa menjawab pertanyaan seputar isi teks berita atau menganalisis unsur-unsur teks berita, yang dilanjutkan dengan menentukan unsur- unsur berita oleh masing-masing siswa. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru Bahasa Indonesia, kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pengembangan metode, teknik dan keterbatasan media pembelajaran. Permasalahan lain yang terlihat adalah kesulitan mengantarkan siswa dalam hal minat membaca, tingkatan pemahaman yang masih rancu, kesalahan pada penentuan unsur- unsur, serta kurangnya keaktifan dan ketertarikan siswa untuk membaca, karena mengajak siswa menjadi gemar membaca adalah sesuatu yang sulit. Menyikapi fenomena tersebut, dibutuhkan sebuah teknik atau strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran mengidentifikasi teks Dengan adanya strategi pembelajaran yang inovatif, diharapkan dapat membantu guru dalam membimbing siswa untuk mengidentifikasi secara kritis, serta menumbuhkan minat dan ketertarikan pada diri siswa untuk berlatih memahami , sehingga dapat menghasilkan suatu pemahaman yang baik dan kreatif. Diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk mengatasi permasalahan pembelajaran mengidentifikasi, perlu dicoba strategi pembelajaran yang bisa memotivasi siswa untuk menghasilkan tingkat pemahaman yang baik dalam mengidentifikasi teks. Salah satu pilihan strategi pembelajaran yang dapat dipilih adalah model Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran menggunakan Model Problem Based Learning . embelajaran berbasis masala. membantu siswa untuk menemukan ide atau gagasan yang ingin mereka tulis, serta mengembangkan unsur-unsur pembentuk teks, khususnya teks berita. Strategi pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu strategi yang dimulai dari masalah terbuka di dunia nyata dan memecahkan masalah tersebut. Menurut Wena . 9: 91-. strategi pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learnin. merupakan strategi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik belajar melalui permasalahan- permasalahan praktis yang berhubungan dengan kehidupan nyata dan berupa fakta. Strategi pembelajaran berbasis masalah dikenal sebagai pembelajaran berdasarkan masalah, yaitu dengan menyajikan kepada siswa situasi masalah yang dapat memberikan kemudahan bagi siswa untuk melakukan penyelidikan beserta pemecahan masalahnya (Woods, lewat Amir, 2010: . Strategi pembelajaran berbasis masalah dapat membantu pelajar membangun kecakapan dalam memecahkan masalah, kerja sama tim, dan berkomunikasi. Strategi pembelajaran berbasis masalah memiliki ciri-ciri seperti yang diungkapkan oleh Tan dkk. ia Amir, 2010: . Ciri-ciri tersebut adalah mulanya pembelajaran dimulai dengan pemberian masalah, biasanya masalah memiliki konteks dengan dunia nyata. Pelajar secara berkelompok aktif merumuskan masalah dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan mereka. Pelajar mempelajari dan mencari sendiri materi yang terkait dengan masalah, dan melaporkan solusi dari masalah Model pembelajaran berbasis masalah diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasi sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap isi teks dan cara perpikir kritis terhadap isi teks berita. Keunggulan strategi pembelajaran berbasis masalah terletak pada perancangan AumasalahAynya. Masalah yang diberikan haruslah dapat merangsang dan memicu pembelajar untuk menjalankan pembelajaran dengan baik (Amir, 2010: . Model pembelajaran berbasis masalah akan mempengaruhi kemampuan pemahaman yang akan berpengaruh pada kualitas mengidentifikasi unsur- unsur teks berita yang dianalisis oleh Dengan belajar dari permasalahan yang ada dalam lingkungan sekitar dan dari pengalaman pribadi, siswa diharapkan mampu menuangkan dalam bentuk laporan. Pemanfaatan model pembelajaran bisa dijadikan alternatif pembelajaran yang menarik, seperti yang diungkapkan oleh Wina . 8: . strategi pembelajaran adalah sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. METODE Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen menurut Sugiyono . AuMetode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikanAy. Terdapat variabel bebas . ariabel yang mempengaruh. dan variabel terikat . ariabel yang dipengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model PBL ( Problem Based Learning ) terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur teks Setting penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Lawang Wetan tahun ajaran 2021/2022 dengan pertimbangan sebagai berikut: . Keadaan atau situasi sekolah dan jumlah siswa mendukung untuk diadakan penelitian. Belum pernah dilaksanakan penelitian dengan permasalah yang sama. Sekolah tersebut dapat mewakili jenis sekolah formal tingkat menengah atas. Sekolah ini masih menggunakan metode penugasan . Penelitian ini dilaksanakan pada tahun pembelajaran 2021/2022 . emester gena. Teknik analisis data dalahcara-cara yang digunakan untuk mengolah data. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun tahap tahapan-tahapan proses penilaian dalam pengambilan data, yaitu: Mengoreksi lembar jawaban siswa. Memberi skor pada jawaban siswa berdasarkan aspek penilaian yang ditentukan. Menjumlahkan secara keseluruhan atau rata-rata hasil nilai setiap kelasnya, baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Menabulasi skor posttest . Menabulasi skor pretest . Mencari standar error variabel x dan y. Kesimpulan /hasil data yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Awal Kemampuan Siswa dalam Mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita Sebelum pelaksanaan tindakan dimulai, peneliti dan guru kolaborator kelas bahasa Indonesia mengadakan wawancara dengan siswa dan mengadakan kegiatan pratindakan . es awa. mengidentifikasi unsur- unsur teks berita untuk mengetahui kemampuan awal siswa kelas Vi-1 SMP Negeri 1 Lawang Wetan dalam mengidentifikasi unsurunsur teks berita. Observasi kemampuan awal mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa juga dilakukan dengan penyebaran angket untuk mengetahui minat mereka terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya mengidentifikasi unsur- unsur teks Kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita memerlukan teknik atau strategi pembelajaran tertentu agar menarik perhatian siswa dan memunculkan minat siswa untuk mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Siswa sering menggunakan teknik atau strategi pembelajaran tertentu dalam kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita 22,58% siswa menyatakan bahwa menggunakan teknik atau strategi pembelajaran tertentu dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita, jawaban kadang-kadang dipilih 45,16% siswa dan sebesar 32,25% siswa menjawab tidak menggunakan teknik atau strategi pembelajaran dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Di sekolah, belum dilakukan bimbingan secara intensif dalam kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Hal tersebut berdasarkan 74,19% siswa menjawab bahwa di sekolah tidak dilakukan bimbingan secara intensif dalam kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Sebanyak 25,80% siswa menjawab kadang-kadang dilakukan bimbingan secara intensif dalam kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita, dan 0% siswa yang menjawab ya, jika di sekolah dilakukan bimbingan secara intensif dalam kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Artinya, di sekolah perlu dilakukan bimbingan secara intensif dalam kegiatan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita, dan guru harus pandai memilih teknik atau strategi pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa dan membantu siswa dalam mengatasi kesulitan-kesulitan selama pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Data tentang kemampuan awal siswa dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita adalah rata-rata hitung yang diperoleh siswa dari keseluruhan aspek yang dinilai adalah 50,67 atau jika diperesentasekan berjumlah 50,67%. Dari hasil pratindakan ini, dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa kelas Vi-2 SMP Negeri 1 Lawang Wetan dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita masih berkategori rendah. Skor ratarata sebanyak itu masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 70 dan masih di bawah kriteria keberhasilan penelitian yakni lebih dari atau sama dengan KKM. Hasil Kerja Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran Mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Hasil kerja siswa dalam praktik mengidentifikasi unsur- unsur teks berita, setelah mendapatkan implementasi tindakan sebanyak dua siklus dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Di akhir pertemuan siklus I, kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari tabel 4 Nilai rata-rata keseluruhan aspek yang diamati dalam teks berita siswa di akhir siklus I sebesar 64,67 . ,67%). Demikian halnya dengan implementasi tindakan pada siklus II, mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam praktik mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Siklus II dalam penelitian ini juga dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa dalam siklus II, dapat dilihat pada tabel Dari tabel 6 di atas, dapat diketahui peningkatan semua aspek dalam teks berita Nilai rata-rata keseluruhan aspek yang diamati dalam hasil identifikasi siswa di akhir siklus II sebesar 77,03 . ,03%). Peningkatan kemampuan siswa dalam praktik mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah dari pratindakan ke siklus I dan siklus II, dapat dilihat dari tabel peningkatan hasil kerja siswa dari pratindakan ke siklus I dan siklus II pada tabel 8. Implementasi tindakan dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah baik dalam siklus I maupun siklus II ternyata mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi unsurunsur teks berita. Pada siklus I pertemuan terakhir, nilai rata-rata hitung mengidentifikasi unsur- unsur teks berita yang telah menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah meningkat menjadi 64,67 . ,67%). Pada siklus II pertemuan terakhir, rata-rata hitung karya siswa meningkat lagi menjadi 77,03 . ,03%). Berikut tabel 8 peningkatan nilai hasil kerja siswa dari pratindakan ke siklus I dan siklus II. Peningkatan Keterampilan Siswa Mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita dengan Model Problem Based Learning Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dalam penelitian ini adalah tes. Dalam penelitian tindakan kelas ini, akan disajikan peningkatan hasil tes mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dari pratindakan hingga akhir siklus II. Jumlah skor tes kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita pada tahap pratindakan adalah 571, atau jika dirata-ratakan sebesar 50,67 . ,67%). Pada siklus I jumlah skor tes kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita adalah 2. 005, atau jika dirataratakan sebesar 64,67 . ,67%). Jadi, kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsurunsur teks berita mengalami peningkatan sebesar 14 . %). Diakhir siklus II, jumlah skor tes kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa mengalami peningkatan yaitu menjadi 2. jika dirata-ratakan sebesar 77,03 . ,03%). Jadi, peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dari pretes hingga siklus II sebesar 26,36 . ,36%). Hasil tes menunjukkan pada siklus I pertemuan terakhir, rata-rata hitung kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita sebesar 64,67 . ,67%). Ratarata hitung siklus II pada pertemuan terakhir sebesar 77,03 . ,03%). Jadi, peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dengan strategi pembelajaran berbasis masalah dari siklus I ke siklus II sebesar 12,36 . ,36%). Pembahasan Deskripsi Awal Kemampuan Siswa dalam Mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita Kondisi awal siswa dalam penelitian tindakan kelas ini diketahui lewat tes awal . dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Siswa diberi tes untuk mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dengan membaca teks berita. Berdasarkan hasil pratindakan yang diperoleh, kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsurunsur teks berita belum memperoleh hasil yang maksimal. Guru sering mengalami kesulitan dalam menggunakan teknik atau strategi pembelajaran yang tepat dan menarik agar siswa termotivasi mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Akibatnya, hasil analisis terhadap teks berita siswa kurang memuaskan. Rata-rata hitung aspek pemahaman isi teks dari hasil pratindakan sebesar 1,06. Rata-rata hitung aspek penerapan unsur- unsur dari hasil pratindakan sebesar 1,45 dan rata-rata hitung aspek analisis isi teks dari hasil pratindakan sebesar 1,54. Jadi, jumlah rata-rata hitung dari keseluruhan aspek dalam tahap pratindakan adalah sebesar 50,67 . ,67%). Dari hasil pratindakan ini, dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa kelas Vi-2 SMP Negeri 1 Lawang Wetan dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita masih tergolong rendah. Melihat kondisi tersebut, kegiatan praktik mengidentifikasi unsurunsur teks berita di sekolah perlu dilakukan perbaikan. Salah satu langkah yang dapat diambil guru adalah pengembangan variasi pembelajaran dan penggunaan model, teknik dan media yang tepat atau cara pembelajaran yang tepat agar apresiasi siswa terhadap sastra tumbuh dengan baik. Melalui strategi pembelajaran berbasis ini dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita dengan Menggunakan Strategi Problem Based Learning Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita di kelas Vi-2 SMP Negeri 1 Lawang Wetan dapat dikatakan berhasil meningkatkan kualitas proses dan produk. Peningkatan kualitas proses dalam aktivitas pembelajaran berdampak positif pada tercapainya peningkatan kualitas hasil analisis siswa. Peningkatan kualitas proses dapat dilihat dari suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan siswa lebih antusias serta aktif dalam pembelajaran. Peningkatan kualitas hasil dapat dilihat dari peningkatan skor menulis cerpen dari siklus I hingga pascasiklus II. Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita dengan Menggunakan Strategi Problem Based Learning Hasil identifikasi yang dihasilkan siswa pada siklus II, semua aspeknya mengalami perubahan yang lebih baik. Rata-rata hitung hasil mengidentifikasi unsurunsur teks berita siswa dari pratindakan sebesar 50,67 . ,60%) dan pada siklus II pertemuan terakhir meningkat menjadi 77,00 . ,00%). Jadi, peningkatan kemampuan siswa dalam praktik mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dari pratindakan ke siklus II sebesar 26,36%. Rata-rata hitung kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa dari siklus I sebesar 64,67 . ,67%) dan pada siklus II meningkat menjadi 77,00 . ,00%). Jadi, peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 12,36%. Peningkatan skor rata-rata hasil identifikasi siswa dari pratindakan ke siklus II pertemuan terakhir adalah 26,36 . ,36%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita sudah berkategori Hal ini menunjukkan bahwa implementasi tindakan dengan model pembelajaran berbasis masalah pada siklus I dan II membawa dampak yang positif terhadap pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Dampak positif tersebut berupa peningkatan kemampuan siswa dari kategori kurang/ rendah ke kategori baik. Selain mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam praktik mengidentifikasi unsur- unsur teks berita, penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah mampu memberikan kesenangan, gairah dan semangat siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini berdasarkan data angket refleksi pascatindakan yang terkumpul setelah implementasi tindakan. Dari angket pernyataan butir 6 yang menyatakan pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah lebih menyenangkan, 10 siswa menyatakan sangat setuju, 15 siswa menyatakan setuju, dan 7 siswa menyatakan kurang setuju. Angket refleksi pascatindakan pernyataan butir 7 yang menyatakan pembelajaran seperti ini perlu dikembangkan lagi agar analisis teks meningkat, 16 siswa menyatakan sangat setuju, 14 siswa menyatakan setuju, dan 2 siswa menyatakan kurang setuju. Angket refleksi pascatindakan butir 8 yang menyatakan setelah diadakan pembelajaran ini, mendorong saya untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang mengidentifikasi teks, 9 siswa menyatakan sangat setuju, 17 siswa menyatakan setuju, dan 4 siswa menyatakan kurang setuju. Angket refleksi pascatindakan butir 9 yang menyatakan pembelajaran seperti ini hendaknya dilakukan terus menerus agar siswa lebih mengetahui tentang identifikasi teks berita, 11 siswa menyatakan sangat setuju, 14 siswa menyatakan setuju, 7 siswa menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Dikarenakan minat dan antusias yang tinggi dari siswa pada saat proses penulisan cerpen menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah, maka hasil nilai yang diperoleh juga mengalami peningkatan. Secara keseluruhan, penelitian ini dapat dikatakan telah berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu, hasil yang telah diperoleh ternyata telah mampu mengatasi permasalahan siswa kelas Vi-2 SMP Negeri 1 Lawang Wetan dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah. Dari dua siklus yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor tes mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa pada saat pratindakan, skor rata-rata hitung 50,67 . ,60%), skor tersebut diperoleh ketika siswa belum dikenai tindakan. Artinya, siswa belum mengenal strategi pembelajaran berbasis masalah yang dimaksud dalam penelitian ini. Setelah siswa diberi tindakan pada siklus I, kemudian dilakukan tes mengidentifikasi unsur- unsur teks berita, skor rata-rata hitung meningkat menjadi 64,67 . ,67%). Penelitian ini tidak hanya terhenti pada siklus I, melainkan berlanjut pada siklus II. Tes mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa pada siklus II, juga memberikan hasil yang baik, skor rata-rata hitung penulisan cerpen siswa meningkat menjadi 77,03 . 03%). Dengan demikian, dari pratindakan hingga siklus II, peningkatan skor kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa adalah 26,36 . ,36%). Skor rata-rata diperoleh dengan skor setiap aspek yang telah Perubahan skor yang terjadi cukup berarti, karena peningkatan atau perubahan tersebut memberikan informasi bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah dapat dijadikan referensi guru sebagai strategi pembelajaran untuk membangkitkan motivasi siswa dalam mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Dengan adanya motivasi dan minat pada siswa, keterampilan menulis cerpen pun dapat dilatih secara lebih optimal. Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan karya cerpen siswa adalah siswa telah mampu mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dengan memperhatikan unsurunsur pembangun cerpen. Peningkatan yang dialami oleh siswa dari pratindakan . sampai dengan tindakan siklus II dapat dikatakan cukup baik dan memuaskan. Dalam hasil penulisan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita yang mengalami peningkatan yang cukup tinggi adalah aspek aspek unsur Ae unsur teks berita, sehingga pemahaman terhadap teks lebih baik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, dapat disimpulan bahwa penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa kelas Vi-2 SMP Negeri 1 Lawang Wetan. Peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur- unsur teks berita dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah tersebut, dilihat berdasarkan peningkatan secara proses dan produk. Peningkatan secara proses dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain siswa menjadi aktif dalam bertanya, siswa lebih berani dalam mengemukakan pendapat dan berani untuk berkomentar. Selain itu, dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa juga sudah mampu mengikuti pelajaran dengan lebih baik, contohnya siswa tidak bercanda dengan teman, tidak bicara sendiri dengan teman sebangku, siswa menjadi lebih fokus dalam memperhatikan penjelasan guru dan mengerjakan tugas. Kelancaran pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita pada penelitian ini tidak terlepas dari pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Peningkatan secara produk dapat dilihat dari perbandingan perolehan skor ratarata mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa dalam tahap pratindakan dan tindakan di akhir siklus II. Skor rata-rata mengidentifikasi unsur- unsur teks berita . 50,67 . ,67%). Skor rata-rata mengidentifikasi unsur- unsur teks berita siswa dalam tindakan di akhir 125 siklus I sebesar 64,67 . ,67%). Peningkatan kembali terjadi dalam tindakan di akhir siklus II, skor rata-rata mengidentifikasi unsur- unsur teks berita meningkat menjadi 77,03 . ,03%). Jadi, terjadi peningkatan skor rata-rata menulis cerpen siswa sebesar 26,36 . ,36%) dari hasil pratindakan . sampai dengan akhir tindakan siklus II. Peningkatan skor ini menunjukkan bahwa implementasi tindakan dalam siklus I dan siklus II, mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah juga mampu memberikan motivasi dan kesenangan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Siswa terlihat mengidentifikasi unsur- unsur teks berita. Berdasarkan kesimpulan dan hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam kegiatan mengidentifikasi teks. Penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur- unsur teks berita mampu memberikan kesenangan, semangat baru kepada siswa, menciptakan suasana yang lebih akrab, dan mewujudkan motivasi belajar yang tinggi. DAFTAR USTAKA Meilinar. Fina. Kemampuan siswa Kelas Vi SMP Negeri 4 Sawang Kabupaten Aceh Utara dalam mengidentifikasi Unsur- Unsur Teks Berita. Aceh: jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Amir. Taufiq. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Arikunto. Suharsimi, dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Harsono. Pengantar Problem Based Learning. Yogyakarta: Medika Fakultas Kedokteran UGM. Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Madya. Suwarsih. Teori dan Praktik Penelitian Tindakan (Action Researc. Bandung: Alfabeta. Moelong. Lexy. , 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Sanjaya. Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sudjana S. Djuju. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung: Falah Production. Wena. Made. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara. Tarigan. Henry Guntur. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Solihah. Laila. Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur-unsur Berita dan Menyimpulkan Isi Teks Berita Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw. Tasikmalaya. FKIP. Universitas Siliwangi. Semi. Altar. Teknik Penulisan berita. Features dan Artikel. Bandung: Mufantara. Koasih,E. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas Vi. Jakarta :Kemendikbud.