REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. PRAKTEK AKUNTANSI DALAM RUMAH TANGGA Harun Alrasyid. Poppy Ruddin. Sultan. Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Hasanuddin Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Palopo Correspondence author: H. Alrasyid, alrasyidharun801@gmail. Makassar. Indonesia Abstract This study aims to explore how individuals apply household accounting practices and how these experiences shape families' financial management. Using a qualitative phenomenological approach, the research investigates participants' subjective experiences in recording, organizing, and analyzing their household finances. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with individuals or couples responsible for managing family finances, complemented by observations and the analysis of financial documents. The findings reveal that household accounting practices offer significant benefits in enhancing financial awareness, controlling expenses, and supporting the achievement of both short-term and long-term financial Despite several challenges, including limited accounting knowledge, consumerist habits, and differing financial perspectives between spouses, participants demonstrated the ability to adapt by relying on values such as responsibility, simplicity, and religious teachings. This study concludes that household accounting is not merely a technical activity but also a meaningful process that fosters financial awareness and family self-reliance. These insights are expected to serve as a foundation for developing more contextual and practical financial education for Keywords: household accounting, phenomenology, families' financial management Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana individu menerapkan praktik akuntansi dalam rumah tangga dan bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi pengelolaan keuangan keluarga. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif partisipan dalam mencatat, mengatur, dan menganalisis keuangan rumah tangga mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur kepada individu atau pasangan yang bertanggung jawab atas keuangan keluarga, dilengkapi dengan observasi dan analisis dokumen pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik akuntansi rumah tangga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesadaran finansial, membantu pengendalian pengeluaran, serta mendukung pencapaian tujuan keuangan jangka pendek dan panjang. Meskipun ditemukan beberapa kendala seperti minimnya pengetahuan akuntansi, kebiasaan konsumtif, dan perbedaan persepsi antar pasangan, partisipan mampu mengembangkan strategi adaptif berbasis nilai-nilai tanggung jawab, kesederhanaan, dan ajaran agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntansi rumah tangga bukan hanya aktivitas teknis, tetapi juga bagian dari proses pembentukan kesadaran dan kemandirian finansial keluarga. Temuan ini diharapkan Praktek Akuntansi Dalam Rumah Tangga Harun Alrasyid. Poppy Ruddin. Sultan dapat menjadi dasar bagi pengembangan edukasi keuangan rumah tangga yang lebih relevan dan membumi. Kata Kunci: akuntansi rumah tangga, fenomenologi, keuangan rumah tangga PENDAHULUAN Akuntansi dengan dunia bisnis, namun dalam beberapa dekade terakhir, konsep ini mulai diterapkan pada konteks yang lebih luas, termasuk dalam manajemen keuangan rumah tangga. Akuntansi dalam rumah tangga merujuk pada praktik pencatatan, pengelolaan, dan analisis keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mengatur sumber daya mereka secara efektif. Fenomenologi sebagai pandangan mendalam tentang bagaimana individu mengalami dan menginterpretasikan praktek-praktek ini dalam kehidupan seharihari (Wibowo et al. , 2. Secara historis, akuntansi telah berkembang dari metode sederhana pencatatan transaksi hingga menjadi sistem kompleks yang digunakan dalam bisnis besar. Namun, prinsip-prinsip dasar akuntansi juga relevan dalam konteks non-bisnis, seperti manajemen keuangan rumah tangga. Praktek ini melibatkan pengaturan anggaran, pengawasan pengeluaran, dan perencanaan keuangan untuk tujuan jangka pendek maupun panjang. Penerapan akuntansi dalam rumah tangga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kontrol atas sumber daya keuangan keluarga. Manajemen keuangan rumah tangga yang baik menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi, dan kebutuhan untuk perencanaan pension (Listya & Imani, 2. Penelitian Probowati . menunjukkan bahwa keluarga yang mengelola keuangan mereka dengan baik cenderung memiliki stabilitas finansial yang lebih baik dan mampu Pengelolaan keuangan yang buruk dapat menyebabkan stres finansial, hutang, dan masalah ekonomi lainnya. Penelitian ini berfokus pada persepsi dan interpretasi pribadi mengenai bagaimana mereka mengelola keuangan mereka. Dengan fenomenologi memungkinkan peneliti untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang motivasi, tantangan, dan strategi yang digunakan oleh individu dalam mengatur keuangan rumah tangga mereka. Pengalaman subyektif individu dalam praktek akuntansi rumah tangga mencakup berbagai aspek seperti cara mereka mencatat pengeluaran, mengatur anggaran, dan merencanakan keuangan jangka panjang. Setiap keluarga memiliki cara unik dalam mengelola keuangan yang dipengaruhi oleh nilai-nilai, kebiasaan, dan prioritas mereka. Dengan mengeksplorasi bagaimana praktik-praktik ini dipersepsikan dan dialami oleh individu dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka. Dinamika praktek akuntansi dalam rumah tangga sering kali dipengaruhi oleh faktorfaktor seperti pendidikan, pendapatan, budaya, dan struktur keluarga. Faktor-faktor ini mempengaruhi cara individu mengelola dan memprioritaskan sumber daya keuangan Misalnya, pendapatan tinggi mungkin memiliki pendekatan berbeda dalam pengelolaan keuangan dibandingkan dengan keluarga berpendapatan rendah. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana berbagai dinamika tersebut mempengaruhi praktek akuntansi dalam rumah tangga. Meskipun penerapan prinsip-prinsip akuntansi dalam rumah tangga dapat memberikan banyak manfaat, ada REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. berbagai tantangan yang dihadapi oleh individu dalam praktiknya. Tantangan tersebut meliputi kurangnya pengetahuan akuntansi, kebiasaan belanja impulsif, dan kesulitan dalam memprediksi pengeluaran mendatang (Umdiana et al. , 2. Penelitian tentang praktek akuntansi dalam rumah tangga memiliki implikasi yang luas sehingga terwujudnya keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah (Yuliana et , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kaswarhiena et al. mengemukakan bahwa praktek akuntansi dalam rumah tangga membantu dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran belanja masyarakat muslim. Selain itu, beberapa tentang praktek akuntansi dalam rumah tangga diantaranya (Manurung, (Setiowati, 2. (Suarni & Sawal, (Probowati, 2. (Rozzaki & Yuliati, 2. dan (Thalib & Monantun, 2. Dengan adanya pemahaman akuntansi dalam rumah tangga dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan dalam rumah tangga sehingga implikasi langsung terhadap kesejahteraan individu dan Penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana individu mengelola keuangan mereka dalam konteks Dengan pengalaman subyektif dalam praktek akuntansi rumah tangga, peneliti dapat faktor-faktor keuangan dan memberikan rekomendasi yang dapat membantu keluarga mengelola sumber daya keuangan mereka dengan lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap literatur tentang manajemen keuangan pribadi dan membantu dalam pengembangan strategi pendidikan keuangan yang lebih efektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami secara mendalam bagaimana individu mengalami dan memaknai praktik akuntansi dalam rumah tangga mereka. Pendekatan fenomenologi dipilih karena mampu menangkap pengalaman subjektif dan perspektif pribadi dari para partisipan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal mencatat, mengelola, dan menganalisis keuangan keluarga (Darmayasa & Aneswari. Dengan cara ini, peneliti tidak hanya melihat perilaku finansial secara permukaan, tetapi juga menelusuri makna di balik tindakan tersebut termasuk nilai-nilai, kebiasaan, serta faktor-faktor sosial dan emosional yang melatarbelakanginya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam secara semi-terstruktur kepada individu atau pasangan yang memiliki tanggung jawab utama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Wawancara ini memberikan ruang bagi partisipan untuk menceritakan pengalaman mereka secara bebas dan reflektif, termasuk mengenai tantangan yang dihadapi dan strategi yang mereka gunakan dalam mengatur keuangan. Selain wawancara, metode observasi partisipan dan telaah dokumen keuangan rumah tangga seperti catatan pengeluaran atau anggaran keluarga juga digunakan untuk memperkaya data dan memberikan konteks yang lebih konkret terhadap narasi partisipan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif, yaitu dengan memilih partisipan dari latar belakang ekonomi, pendidikan, dan struktur keluarga yang beragam, agar diperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai dinamika praktik akuntansi rumah tangga di berbagai konteks. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik fenomenologi. Proses ini melibatkan pengkodean data untuk menemukan tema-tema utama yang muncul dari narasi partisipan, seperti motivasi, hambatan, hingga nilai-nilai yang mendasari pengelolaan keuangan mereka. Analisis ini Praktek Akuntansi Dalam Rumah Tangga Harun Alrasyid. Poppy Ruddin. Sultan menghasilkan pemahaman yang kaya dan bermakna mengenai esensi pengalaman individu dalam menerapkan akuntansi dalam rumah tangga, serta relevansinya terhadap kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini menemukan bahwa pentingnya mengelola keuangan rumah tangga secara lebih teratur dan sistematis. Kesadaran ini tumbuh seiring pengalaman pribadi mereka dalam menghadapi kondisi keuangan yang tidak stabil, seperti pengeluaran yang melebihi pendapatan, kesulitan menabung, atau kebingungan dalam merencanakan kebutuhan masa depan. Para partisipan yang melakukan pencatatan keuangan, baik melalui buku tulis maupun aplikasi di ponsel, umumnya merasa lebih mampu mengontrol pengeluaran dan merencanakan keuangan secara lebih rasional. Praktik pencatatan yang dilakukan oleh partisipan sangat beragam. Ada yang mencatat secara rinci setiap pengeluaran harian, sementara yang lain hanya mencatat pengeluaran besar atau bahkan hanya mengandalkan ingatan. Meskipun demikian, partisipan yang menerapkan pencatatan secara konsisten mengaku merasakan manfaat nyata, seperti meningkatnya kesadaran dalam belanja, kemampuan menahan diri dari pembelian impulsif, serta kemudahan dalam mengevaluasi pengeluaran bulanan. Penelitian juga menemukan bahwa terdapat sejumlah kendala yang menghambat praktik akuntansi dalam rumah tangga. antaranya adalah kurangnya pengetahuan dasar tentang akuntansi, rasa malas mencatat, serta kebiasaan konsumtif yang sudah mendarah daging. Beberapa partisipan juga pandangan antara pasangan mengenai prioritas keuangan, yang bisa memicu konflik kecil dalam rumah tangga. Meski begitu, ada pula keluarga yang menjadikan pengelolaan keuangan sebagai kegiatan bersama dan memperkuat komunikasi antar pasangan. Motivasi yang mendorong partisipan menerapkan pencatatan keuangan berasal dari nilai-nilai yang mereka anut, seperti tanggung jawab, kesederhanaan, dan ajaran agama yang menekankan pentingnya hidup hemat serta perencanaan masa depan. Sebagian besar partisipan menilai bahwa disiplin dalam mencatat keuangan membantu mereka menjadi lebih tenang dan merasa aman secara Pembahasan Hasil penelitian ini memperkuat asumsi dalam latar belakang bahwa praktik akuntansi rumah tangga memiliki peran signifikan dalam mendukung kesejahteraan finansial Temuan-temuan menunjukkan bahwa akuntansi bukan semata aktivitas teknis pencatatan, melainkan mencerminkan proses sadar, reflektif, dan penuh nilai dalam mengelola kehidupan finansial sehari-hari. Melalui pendekatan fenomenologi, peneliti berhasil menggali makna yang lebih dalam dari pengalaman subyektif partisipan dalam menghadapi dan mengelola dinamika keuangan rumah tangga. Perbedaan cara mencatat dan mengelola keuangan menunjukkan bahwa tidak ada satu pendekatan tunggal yang cocok untuk semua Setiap rumah tangga memiliki konteks unik yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, kebiasaan keluarga, serta nilai-nilai yang dianut. Oleh karena itu, berkembang secara adaptif sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing keluarga. Kendala-kendala yang dihadapi, seperti minimnya literasi akuntansi dan gaya hidup konsumtif, menunjukkan bahwa diperlukan upaya pendidikan keuangan yang lebih praktis Misalnya, menyediakan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga yang menggunakan bahasa pengalaman nyata, masyarakat akan lebih mudah memahami dan menerapkannya. REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. Selain itu, dimensi nilai menjadi faktor penting dalam praktik ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak keluarga yang prinsip tanggung jawab, kesederhanaan, dan ajaran agama sebagai landasan dalam mengambil keputusan Hal ini mendukung teori bahwa manajemen keuangan rumah tangga tidak hanya didasarkan pada aspek rasional semata, melainkan juga nilai-nilai spiritual dan sosial. Dengan demikian, pembahasan ini menegaskan bahwa akuntansi rumah tangga tidak hanya penting untuk stabilitas ekonomi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat komunikasi keluarga, meningkatkan kualitas hidup, dan membentuk ketahanan finansial jangka panjang. PENUTUP Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik akuntansi dalam rumah tangga memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan keuangan keluarga dan peningkatan kesejahteraan rumah tangga. Melalui pendekatan fenomenologi, penelitian berhasil menggali makna mendalam dari pengalaman individu dalam mencatat, mengatur, dan merencanakan keuangan mereka sehari-hari. Hasilnya menunjukkan bahwa keluarga yang terbiasa melakukan pencatatan keuangan, baik secara sederhana maupun menggunakan teknologi, cenderung lebih terkontrol dalam pengeluaran, lebih siap menghadapi kebutuhan mendesak, serta lebih mudah mencapai tujuan finansial jangka panjang. Meskipun terdapat berbagai tantangan seperti minimnya pengetahuan akuntansi, kebiasaan konsumtif, dan perbedaan persepsi antar anggota keluarga, para partisipan menunjukkan bahwa dengan motivasi yang kuat dan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kesederhanaan, mereka tetap mampu membentuk kebiasaan keuangan yang sehat. Pendekatan pencatatan dan pengelolaan keuangan sangat bervariasi, mencerminkan bahwa tidak ada satu cara yang paling benar, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing keluarga. DAFTAR PUSTAKA