Jurnal Kesehatan Indonesia. Volume 15. Nomor 3. Juli. Tahun 2025 Pengaruh Pemberian Edukasi Video Gizi Seimbang terhadap Preferensi Makanan pada Remaja Awal di SMP Widya Manggala Jakarta Timur The Effect of Balanced Nutrition Video Education on Food Preferences among Early Adolescents at Widya Manggala Junior High School. East Jakarta Yudha Putra Erlangga1*. Ahmad Faridi1. Mohammad Furqan1 Program Studi Gizi. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Korespondensi: yudchannel@gmail. Abstract Watching mukbang videos has become a popular habit nowadays, especially among teenagers and adults. This trend is supported by the ease of internet access and the wide variety of mukbang videos available on social media, attracting many fans, particularly college The presentation of food and the act of eating in mukbang videos provide visual stimuli that can influence viewers' food choices. The presentation of food and the act of eating in mukbang videos provide visual stimuli that can influence viewers' food choices. This study aims to analyze the effect of providing education through balanced nutrition mukbang videos on food preferences among early adolescents. The research employs a quantitative method with a quasi-experimental pre-post test design. Sampling was conducted using a random sampling method. The sample consisted of 36 early adolescents. The educational media used was a balanced nutrition educational video created by the researchers. The statistical test employed in this study was the Paired T-Test test. The results of the study showed that, prior to the education intervention, 67. 5% of adolescents had a preference for unbalanced nutrition, 5% preferred balanced nutrition, based on the score category. After the education intervention, 27. 5% of adolescents still preferred unbalanced nutrition, whereas 72. preferred balanced nutrition. Bivariate analysis indicated that there was a significant effect of the balanced nutrition video education on food preferences . = 0. Keywords: Education. Mukbang. Preference. Social Media Pendahuluan Kemajuan teknologi yang sangat pesat pada saat ini memudahkan setiap orang dapat terlibat dalam kegiatan/aktivitas yang ada internet. Salah satunya adalah tayangan video mukbang di media sosial yang sangat populer dalam 10 tahun terakhir. Mukbang berasal dari bahasa Korea, meokbang, dari kata meokneun . dan bangsong . , yang berarti siaran makan, mukbang biasa dilakukan melalui platform media sosial dengan fitur live streaming ataupun berupa video saja, orang yang melakukan mukbang biasa disebut sebagai Broadcast Jockey atau Food Vlogger . Tren kebiasaan yang sedang marak di Indonesia adalah tren menonton video mukbang sambil melakukan aktivitas makan. Pada awalnya para food blogger mulai melakukan siaran langsung di platform korea bernama AuAfreecaTVAy. Namun seiring dengan berkembanya media sosial, fenomena Mukbang ini menyebar di seluruh dunia yang dapat ditemukan di media platform media sosial seperti Youtube. Tiktok. Instagram dan lainnya . Berdasarkan survei umur pengguna media sosial di Indonesia yang dilakukan oleh We Are Social dan Hootsuite tahun 2021, jumlah aktif pengguna media sosial sejumlah 170 juta dan pengguna media sosial yang paling banyak ialah pada kategori usia remaja . -24 tahu. sebesar 21,6% atau sekitar 37 juta remaja di Indonesia merupakan pengguna aktif di media sosial. Hal ini memperkuat bahwa anak usia sekolah sangat rentan terpapar konten mukbang yang berada di media sosial, dengan persenatase pengguna aktif tertinggi di media sosial. Dilanjutkan dengan data media sosial yang paling sering digunakan pada tahun 2019 dengan urutan pertama yaitu platform Youtube sebesar 93,8%, dimana Youtube Yudha Putra Erlangga, dkk. merupakan platform yang berisi video-video live streaming dan video konten audiovisual. Pada Tahun 2024 pengguna media sosial mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 15 juta pengguna media sosial, berdasarkan data Laporan Digital Global DataReportal 2024 Terdapat 185,3 juta pengguna internet di Indonesia. Kepopuleran mukbang juga menjadi salah satu yang berdasarkan data tahunan yang dirilis dari penelusuran Youtube (Youtube Year in Search 2. rata-rata pencaharian dengan keyword AumukbangAy sekitar 85 juta kali dicari dan rata-rata penonton menonton konten mukbang sekitar 138 juta penonton. Keterkaitan antara konten mukbang yang berada di media sosial dengan preferensi makanan dan asupan zat gizi sangat erat kaitannya, makanan yang ditampilkan di media sosial khususnya dalam konten mukbang biasanya adalah makanan cepat saji yang tidak memperhatikan zat gizi atau cenderung memiliki kandungan zat gizi yang berlebih . Hal ini menyebabkan merupakan salah satu faktor risiko obesitas remaja, yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan metabolik . Perubahan perilaku konsumsi dapat memengaruhi pemilihan makan pada seseorang, hal ini ketidakseimbangan asupan zat gizi pada tubuh yang dapat berdampak pada kelebihan zat gizi . Konten mukbang yang ramai di media sosial ini, dapat mempengaruhi perilaku makan seseorang secara signifikan. keterpaparan media memiliki pengaruh besar terhadap perilaku makan seseorang . Menonton mempengaruhi keinginan makan seseorang, sehingga akan berdampak pada pilihanan makan yang dikonsumsi . Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fayasari yang menyatakan bahwa mengenai perilaku menonton mukbang dan preferensi makanan, didapatkan hasil bahwa menonton mukbang berhubungan signifikan dengan preferensi makanan terkait makanan fastfood . Diperkuat dengan penelitian yang berjudul AuAssociation cookbang viewing and body image perception and BMI in adolescentsAy penelitian ini dilakukan terhadap 36. 026 responden yang merupakan anak sekolah . , penelitian ini menunjukkan bahwa 4. 933 siswa/i . ,8%) yang jarang menonton melaporkan tidak ada dampak pada kebiasaan makan mereka. Sebaliknya, dampak signifikan tercatat di antara mereka yang sering menonton, 776 . ,6%) menunjukkan bahwa mereka sering mengonsumsi makanan yang tidak bergizi seimbang yang dipertontonkan di video mukbang yang mereka tonton. Dilanjutkan penelitian yang dilakukan oleh yang berjudul AuAssociation between watching consumption in Korean adolescentsAy dengan penelitian yang dilakukan kepada 50,451 responden siswa dan siswi tingkat SMP, didapatkan hasil bahwa responden yang terlalu banyak menonton acara makan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengonsumsi makanan cepat saji . elajar laki-laki: OR:1,39, 95% CI:1,27Ae1,51. perempuan: OR:1,46, 95% CI:1,36Ae1,. Berkaitan dengan preferensi makanan dan jumlah asupan yang dikonsumsi yang dipengaruhi oleh konten mukbang, menurut Kemenkes tahun 2020 prevalensi berat badan lebih dan obesitas pada remaja Indonesia sebesar 16,0% pada remaja usia 13-15 tahun dan 13,5% pada remaja usia 1618 tahun . Hal ini merupakan angka permasalah gizi yang cukup tinggi di Indonesia. Obesitas yang terjadi pada anak usia remaja dapat terjadi karena banyak hal, baik secara genetik ataupun karena faktor luar lainnya. Paling sering dijumpai faktor yang menyebabkan adanya obesitas adalah karena konsumsi zat gizi makro kurangnya aktivitas preferensi makanan yang tidak bergizi seimbang, pola riwayat orang mengalami obesitas, dan bahkan karena tidak adanya kebiasaan sarapan di pagi hari . Risiko obesitas pada anak meningkat karena asupan karbohidrat dan protein yang Dalam kondisi obesitas, asupan karbohidrat yang tinggi menyebabkan glukosa disimpan di jaringan adiposit dalam bentuk trigliserida. Selain itu, asupan protein yang tinggi melebihi kebutuhan, sehingga jaringan adiposit menyimpan lebih banyak lemak dalam bentuk asam lemak bebas. Kelebihan jaringan adiposit adalah penyebab utama obesitas . Fenomena mukbang dapat mendorong perilaku makan yang Yudha Putra Erlangga, dkk. bermasalah, baik di kalangan pembuat konten maupun penonton, terutama bagi mereka yang sudah memiliki gangguan Mukbang mendorong masyarakat menormalisasi pola makan berlebihan serta memperkenalkan jenis makanan cepat saji yang tidak sehat. peningkatan konsumsi yang dipromosikan oleh konten mukbang dapat memperburuk masalah yang sudah ada di masyarakat, seperti obesitas, gangguan makan . Bagi remaja milenial yang mengikuti perkembangan teknologi, mengakses media sosial sangatlah mudah dan cepat, berbagai video dan konten yang ada di media sosial khususnya konten mukbang sangat mudah mempengaruhi preferensi makanan para remaja kearah yang buruk. Preferensi makan yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit yang dapat merugikan tubuh. Peneliti menentukan pemilihan lokasi penelitian di SMP Widya Manggala adalah karena SMP Widya Manggala merupakan sekolah yang berada di DKI Jakarta khususnya di Jakarta Timur yang sangat erat dengan kemajuan teknologi khususnya penggunaan media sosial sehingga sangat rentan terpapar konten-konten makanan yang berada di media sosial, diperkuat dengan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti bahwa para remaja awal di SMP Widya Manggala sangat rentan terpapar konten-konten mukbang yang ada di media sosial, berdasarkan data studi pendahuluan, didapatkan bahwa sebanyak 98,2% remaja di SMP Widya Manggala menonton konten mukbang selama 1 bulan terakhir dengan persentase terbanyak menonton dengan frekuensi 1-2 kali yaitu 52,7%. Dengan data studi pendahuluan diatas, para remaja khususnya yang berada di SMP Widya Manggala memiliki keterpaparan yang besar dengan konten mukbang yang berada mengkhawatirkan bahwa konten mukbang dapat mempengaruhi preferensi makanan kearah yang buruk dan dapat menyebabkan masalah gizi yang dapat merugikan tubuh bagi para remaja di SMP Widya Manggala. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti Pengaruh Pemberian Edukasi Video Gizi Seimbang Terhadap Preferensi Makanan pada Remaja Awal di SMP Widya Manggala Jakarta Timur. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuanitatif dengan desain penelitian studi quasi experimental pre-post test control design, variable dependen adalah prefensi makanan dan variable independen yaitu pemberian edukasi video gizi seimbang dilakukan dengan membagi responden menjadi 2 sesi, yaitu sebelum dan sesudah menonton edukasi video gizi seimbang. Metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini pada bulan Januari tahun 2025 di SMP Widya Manggala Jakarta Timur. Teknik pengambilan pada sampel ini adalah random Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa kuisioner preferensi makanan. Media Edukasi yang digunakan dalam penelitian berupa video edukasi makanan gizi seimbang yang dibuat oleh peneliti berdurasi 13 Menit. Hasil Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Usia 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Status Gizi Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Lebih Obesitas Pekerjan Ayah Tidak Bekerja Pegawai Swasta Pegawai Negeri Buruh Pabrik Pekerja Harian Pekerjaan Ibu Tidak Bekerja Pegawai Swasta Pekerja Harian Gaji Orang Tua Rp1. Rp4. >Rp5. Uang Jajan Harian Rp1. Rp10. Rp20. >Rp30. Yudha Putra Erlangga, dkk. Rata-Rata Skor Preferensi Makanan Sebelum dan Sesudah Edukasi Tabel 2. Rata-Rata Skor Preferensi Makanan Sebelum dan Sesudah Edukasi Rata-Rata Keterangan Skor Skor Preferensi Makanan Sebelum 39,25 Edukasi Skor Preferensi Makanan Sesudah 73,25 Edukasi Rata-rata skor preferensi makanan sebelum edukasi yaitu 39,25 dan sesudah edukasi yaitu 73,25. Peningkatan skor yang signifikan jika dilihat dari rata-rata diatas, terdapat peningkatan skor dari 39,25 ke 73,25 dengan jumlah peningkatan skor yaitu Sebaran Skor Preferensi Makanan Sebelum Sesudah Edukasi berdasarkan Kategori Skor Tabel 3. Sebaran Skor Preferensi Makanan Berdasarkan Kategori Skor Sebelum Edukasi Keterangan Tidak Bergizi Seimbang (Skor <. Bergizi Seimbang (Skor Ou . Total Sebaran preferensi makanan sebelum didapatkan sebaran pemilihan makanan dari para remaja di SMP Widya Manggala berdasarkan kategori skor adalah, sebanyak 67,5% memiliki preferensi makanan yang tidak bergizi seimbang dengan jumlah skor <60 dan 32,5% remaja memiliki preferensi makanan yang bergizi seimbang dengan jumlah skor Ou 60. Tabel 4. Sebaran Skor Skor Preferensi Makanan Berdasarkan Kategori Skor Sesudah Edukasi Keterangan Tidak Bergizi Seimbang (Skor <. Bergizi Seimbang (Skor Ou . Total Sebaran skor preferensi makanan sesudah edukasi berdasarkan kategori skor, didapatkan sebaran pemilihan makanan dari para remaja di SMP Widya Manggala berdasarkan kategori skor adalah, sebanyak 27,5% memiliki preferensi makanan yang tidak bergizi seimbang dengan jumlah skor <60 dan 72,5% remaja memiliki preferensi makanan yang bergizi seimbang dengan jumlah skor Ou 60. Pengaruh Edukasi Video Gizi Seimbang terhadap Preferensi Makanan Tabel 5. Hasil Uji Wilcoxon Skor Preferensi Median Makanan Sebelum Edukasi Sesudah Edukasi MinMax Value <0,001 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai median skor sesudah edukasi sebesar 75 dan pretest sebesar 35, nilai min-max sebelum edukasi adalah 0-90 dan sesudah edukasi adalah 20-100. Nilai p value sebesar < 0,001 dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan sebelum dan sesudah edukasi gizi seimbang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa edukasi gizi meningkatkan preferensi makanan remaja kearah yang lebih baik/bergizi seimbang di SMP Widya Manggala efektif. Pembahasan Preferensi Makanan Berkaitan hasil data pada penelitian ini terkait isi piringku gizi seimbang, didapatkan data preferensi makanan para remaja masih belum memenuhi sesuai isi piringku, sebelum edukasi menunjukkan bahwa 24% remaja memilih makanan yang tidak tepat jumlah dan jenisnya, 36,75% memilih makanan dengan jenis yang tepat tetapi jumlah tidak tepat. Hanya 39,25% yang memilih makanan dengan jumlah dan jenis yang tepat. Data ini menggambarkan bahwa mayoritas remaja belum memiliki preferensi makanan yang sesuai dengan prinsip gizi Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mufidah menyatakan bahwa para remaja di kota Bali, makanan/tingkat kesukaan para remaja lebih tinggi pada makanan siap saji seperti fried chicken, burger dan lainnya dibandingkan Yudha Putra Erlangga, dkk. dengan makanan bergizi seimbang/masakan rumahan . Data preferensi makanan sesudah dilakukan edukasi, data menunjukan bahwa Preferensi Makanan Setelah Edukasi video gizi seimbang menunjukan bahwa terdapat peningkatan preferensi makanan para remaja kearah yang lebih baik, hanya 7,25% yang masih memilih makanan yang tidak tepat jumlah dan jenis, 19,75% memilih makanan dengan tepat jenis tetapi tidak tepat jumlah. Sebanyak 73% memilih makanan tepat jumlah dan jenis. Jika dibandingkan sebelum edukasi, terjadi peningkatan dari 39,25% menjadi 73% dalam jumlah remaja yang memilih makanan sesuai dengan prinsip gizi seimbang . epat jumlah dan jeni. Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan preferensi makanan para remaja kearah yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andriani didapatkan data makanan sebelum edukasi didapatkan data sebelum edukasi sebanyak 33,3% remaja mengonsumsi asupan lebih dari AKG (>110% AKG) dan sesudah edukasi didapatkan 0% remaja yang mengonsumsi asupan lebih dari AKG (>110% AKG) . Perubahan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan hasil yang sama, yaitu perubahan sikap terkait preferensi makanan/ asupan keaarah yang lebih baik sesudah edukasi. Pengaruh Edukasi Video Gizi Seimbang terhadap Preferensi Makanan Data selanjutnya yaitu data mengenai uji beda dua rata-rata menggunakan Uji Wilcoxon, melalui uji Wilcoxon, diperoleh nilai p value = <0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan kearah lebih baik antara preferensi makanan remaja sebelum dan sesudah edukasi. Selain itu, terdapat makanan, yaitu Sebelum edukasi nilai median 35 dan Sesudah edukasi nilai median Peningkatan ini semakin memperkuat bahwa media edukasi video gizi seimbang efektif dalam meningkatkan preferensi makanan remaja. Diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurmasyifa, mengenai pengaruh pendidikan gizi terhadap tingkat kecukupan asupan remaja, didapatkan hasil bahwa tingkat asupan para remaja berbeda signifikan kearah yang lebih baik antara kelompok yang diberikan pendidikan gizi dengan yang tidak diberikan pendidikan gizi, dengan p value <0,005 . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian diatas Wilcoxon, pemberian edukasi video gizi seimbang terhadap preferensi makanan para remaja awal di SMP Widya Manggala. Jakarta Timur dengan p value <0,001. Hal ini menunjukan bahwa media edukasi yang interaktif dan menarik khususnya ada media digitalisasi berupa video edukasi dapat mengubah preferensi makanan para remaja kearah yang lebih baik/bergizi seimbang. Daftar Pustaka