Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal PENETAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT JAGA (ZINGIBER)TERHADAP PENURUNAN NYERI DI WILAYAH KERJA TIBAN BARU KOTA BATAM KHANZA AQILAH,T1. ELTRIKANAWATI2 Institut Kesehatan Mitra Bunda Batam1,2 Email : khanzaaqilah11@gmail. com1, eltryikha@gmail. Abstarak: Hypertension or high blood pressure is a chronic condition characterized by increased blood pressure on the walls of the arteries. Hypertension can cause degenerative disease, even death, which is why hypertension is nicknamed the silent killer or a silent killer that can attack anyone and has no specific signs. The number of sufferers in 2022 will be 235,689 cases. The largest number of hypertension sufferers was at the Sei Langkai Community Health Center with 16,394 cases (Riau Islands Health Service, 2. This professional scientific paper aims to provide medical surgical nursing care for Mrs. Descriptive with a case study approach carried out based on the stages of nursing care including assessment, diagnosis, intervention, implementation and nursing evaluation. The results of the Professional Scientific Writing work were obtained when the client complained of pain with a pain scale of 6 to 2 on the first day with a pain scale of 6, the second day the pain scale was 4 and the third day the pain scale was 2 after the warm ginger water foot soak This therapy can be a non- pharmacological treatment to reduce pain in hypertension Keywords : Hypertension. Nursing Care. Soak feet in warm ginger water Pendahuluan Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan nasional. Berdasarkan laporan WHO . , sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, dan angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 1,5 miliar pada tahun 2025. Hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala spesifik, namun dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronik. Di Indonesia, hipertensi menempati peringkat ketiga penyebab kematian tertinggi dengan angka 27,1% (Kemenkes, 2. Kondisi serupa juga ditemukan di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam, dengan jumlah kasus tertinggi mencapai 235. 689 penderita pada tahun 2022 (Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, 2. Berdasarkan hasil wawancara di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru, ditemukan banyak pasien hipertensi yang mengeluhkan nyeri kepala dan kram otot kaki yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Upaya penanganan hipertensi secara umum terbagi dua, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Penggunaan obat antihipertensi memang efektif, namun berpotensi menimbulkan efek samping dan ketergantungan obat jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di masyarakat. Salah satu terapi komplementer yang mulai banyak digunakan adalah terapi rendam kaki air hangat jahe (Zingiber officinal. Jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan oleoresin yang bersifat vasodilator, antiinflamasi, dan analgesik. Rasa hangat dari jahe membantu memperlebar pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi, serta memberikan efek relaksasi yang dapat menurunkan nyeri dan tekanan darah. Beberapa penelitian (Wulandari. Tarulin, 2021. Latifah & Faradisi, 2. menunjukkan bahwa terapi rendam kaki air hangat jahe efektif menurunkan skala nyeri dari tingkat 6 menjadi 2 setelah tiga kali terapi. Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pengembangan terapi nonfarmakologis yang dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien hipertensi. Selain itu, terapi ini juga berpotensi diterapkan sebagai intervensi mandiri keperawatan di layanan primer. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa perlu mengkaji lebih lanjut efektivitas terapi rendam kaki air hangat jahe terhadap penurunan nyeri pada pasien hipertensi. Metode Penelitian Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan secara sistematis dan mendalam tentang asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat jahe terhadap penurunan nyeri. Rancangan Kegiatan Rancangan kegiatan penelitian meliputi tahap-tahap proses asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan keperawatan, serta evaluasi hasil asuhan keperawatan setelah diberikan terapi rendam kaki air hangat jahe. Ruang Lingkup atau Objek Penelitian Objek penelitian adalah Ny. M, seorang klien dengan diagnosa medis hipertensi yang mengalami keluhan nyeri kepala dan nyeri kaki di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru. Kota Batam. Ruang lingkup penelitian ini berfokus pada penerapan terapi rendam kaki air hangat jahe terhadap penurunan skala nyeri pasien hipertensi. Bahan dan Alat Utama Bahan utama yang digunakan dalam terapi ini adalah jahe (Zingiber officinal. sebanyak 100 gram dan air hangat bersuhu 38Ae40AC. Alat yang digunakan meliputi: Baskom atau ember bersih. Handuk bersih. Termometer air. Alat pengukur tekanan darah . Stopwatch atau jam untuk mengukur waktu perendaman. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru. Kota Batam, pada bulan Juli 2024 selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi terapi satu kali setiap hari. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Wawancara kepada klien untuk memperoleh data subjektif tentang keluhan dan kondisi kesehatan. Observasi langsung terhadap respon pasien selama dan sesudah dilakukan terapi. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah terapi. Pencatatan data objektif hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Definisi Operasional Variabel Penelitian dengan Hipertensi: Suatu kondisi peningkatan tekanan darah sistolik Ou140 mmHg dan/atau diastolik Ou90 mmHg. Terapi rendam kaki air hangat jahe: Prosedur merendam kaki menggunakan air hangat bersuhu 38Ae40AC yang dicampur dengan 100 gram jahe selama 15Ae20 menit. Nyeri: Suatu pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan, diukur menggunakan Numeric Rating Scale . Ae. , di mana 0 = tidak nyeri dan 10 = nyeri sangat hebat. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan membandingkan hasil pengukuran skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam kaki air hangat jahe. Data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menggambarkan perubahan tingkat nyeri pasien setelah diberikan terapi. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Pembahasan dan Analisa Data Fokus Tanggal 25-07-2024 Data Subjektif: - Klien mengatakan merasa nyeri dikepala dan - Klien mengatakan nyeri terasa berdenyut - Klien mengatakan jika nyerinya kambuh klien sulit untuk beraktivitas. - Klien riwayat hipertensi P: Nyeri Q: Berdenyut Kapala Tengkuk S:6 T: Hilang timbul Etiologi Agen pencedera fisiologis Masalah Keperawatan Nyeri akut Data Objektif: - Klien tampak meringis - Klien tampak lemah - Klien tampak mengetahui mengatasi nyeri tentang cara TTV: TD: 163/90 N: 82x/i RR: 20x/i S: 36,4C Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Tanggal 25-072024 Data Subjektif: - Klien mengatakan sulit untuk tidur - Klien mengatakan tidur hanya 2-3 jam Ensiklopedia of Journal Kurang Kontrol Tidur Gangguan pola tidur Data Objektif: - Klien tampak lemas - Tampak klien hitam - Klien Tanggal 25-07Krisis situasional 2024 Data Subjektif: - Klien cemas dengan - Klien mengatakan selalu kepikiran dengan sakit yang Ansietas Data Objektif: - Klien tampak gelisah - Klien tampak tegang - Klien tampak pucat TTV: TD: 163/90 mmHg N: 82 x/i RR: 20 x/i S: 36,4 C P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Diagnosa Keperawatan Nyeri akut b. Agen Hari/ l jam Hari : 25/07/202 14:10 14:15 Ensiklopedia of Journal Implementasi Evaluasi Observasi : lokasi, durasi, kualitas, nyeri karakteristik, frekuensi, intensitas . lien mengatakan nyeri di kepala dan ditengkuk, klien mengatakan nyeri yang dirasakan timbu. mengidentifikasi skala kala nyeri . S : - Klien mengatakan nyeri pada kepala dan tengkuk berkurang Klien mengatakan terasa rileks dan nyaman setelah dilakukan terapi rendam kaki - Klien mengatakan terasa ringan kepala dan tengkuknya - Klien mengatakan jika nyeri nya kambuh klien Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. 14:17 Ensiklopedia of Journal Mengidentifikasi respon nyeri nonverbal . lien tampak meringis dan mengeluh sakit, klien tampak posisi memegangi area yang saki. 14:20 Mengidentifikasi faktor yang memperberat nyeri lien mengatakan nyeri jika beraktivita. 14:30 14:35 14:40 14: 45 untuk mengurangi nyeri : memberikan terapi rendam kaki air hangat jahe memonitor ttv 15:20 P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 (TD: 163/90. N: 82, RR:. Menganjurkan secara mandiri Mengajarkan untuk mengurangi rasa nyeri . jarkan terapi rendam kaki air hangat jah. Memonitor kembali di TTV dan skala nyeri klien setelah terapi rendam kaki air hangat jahe Pengkajian P: Nyeri hipertensi Q: kepala dan tengkuk R: Berdenyut S:6 T: Hilang timbul O: Klien tampak meringis - Klien - Klien tampak tenang - TTV - TD: 163/90 mmHg N: 80 x/i Ae RR: 20 x/i - S: 36,4 C A : Masalah nyeri akut belum teratasi P : intervensi - Membuat kontrak waktu untuk Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Gangguan pola tidur b. kontrol tidur Ensiklopedia of Journal Hari : 25/07/202 14:17 Observasi : Identifikasi aktivitas dan tidur pola . lien mengatakan sulit untuk tidur, klien mengatakan tidur hanya bisa sebentar 14:18 Identifikasi faktor pengganggu tidur . isik dan atau psikologi. lien mengatakan kesulitan tidur karena nyeri yang dirasaka. 15:11 Identifikasi makanan dan minuman yang mengganggu tidur . is: kopi, teh, alkohol, makanan yang mendekati waktu tidur, minum banyak air sebelum tidu. - Klien mengatakan sulit untuk tidur - Klien mengatakan tidur hanya 2-3 jam - Klien mengatakan kambuh makin silit untuk tidur - Klien sulit untuk tidur - Klien mengatakan jika tidur sering terbangun- bangun - Klien tampak lemah - Klien - Klien tampak sering menguap -Tampak hitam pada daerah sekitar mata klien Terapeutik : - TTV: Modifikasi lingkungan - TD: 163/90 mmHg - N: 80 x/i AeRR: 20x/i - S: 36,4C A : masalah gangguan pola tidur belum teratasi P : Intervensi di lanjutkan Ae Lanjutkan intervensi dan membuat kontrak waktu untuk - Anjurkan makanan/minuma n mengganggu Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal - Tetapkann jadwal tidur P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ansietas b. Hari : 25/07/202 15:15 15:16 15:16 Ensiklopedia of Journal Observasi : Identifikasi saat tingkat ansietas berubah . Kondisi, stresso. lien merasa waktu, mengatakan cemas jika sakitnya tidah kunjung hilang Monitor tandatanda ansietas . erbal dan nonverba. lien tampak khawatir dan Ciptakan suasana untuk Terapeutik : - Klien mengatakan kadang merasa cemas dengan keadaanya Ae Klien mengatakan selalu kepikiran dengan penyakit yang - Klien tampak mengeluh mengenai - Klien tampak gelisah - TTV: - TD: 163/90 Temani pasien 15:20 15:20 15:20 untuk mengurangi memungkinkan jika Pahami situasi yang membuat Dengarkan dengan penuh Gunakan pendekatan internal dan meyakinkan - N: 80 x/i - RR: 20x/i - S: 36,4C A : Masalah ansietas belum teratasi P : Intervensi Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Nyeri akut b. Agen Hari : 26/07/202 14:05 Hari : jumat 26/07/2024 14:10 14:10 14:15 Ensiklopedia of Journal Observasi : 1. mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, kualitas, nyeri frekuensi, intensitas . lien mengatakan nyeri yang dirasakan kali ini hanya dibagian kepala belakang/tengku. skala nyeri . kala nyeri . Mengidentifikasi respon non-verbal tampak meringi. lien sedikit meringi. Mengidentifikasi faktor yang memperberat nyeri ( klien mengatakan jika membuatnya sakitnya S : - Klien mengatakan nyeri berkurang dari biasanya seetlah dilakukan terapi Rendam kaki air - Klien mengatakan nyaman saat dilakukan rendam - Klien mengatakan sangat merasa rileks dan tenang setelah dlakukan terapi - Pengkajian nyeri P: Nyeri Q: berdenyut R: Kepala dan tengkuk Memonitor ttv (TD 14: 20 :158/89. N: 74. RR: . Terapeurik : 14: 20 Terapeurik : relaksasi rendam kaki air hangat jahe untuk mengurangi nyeri Fasilitasi istirahat 14:22 dan tidur Melakukan ttv 14:25 P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 skala nyeri kembali S:4 T: Hilang timbul - Klien tampak tidak terlalu meringis menahan nyeri lagi - Klien tampak merasa senang - Klien tampak sedikit bersemangat Keluarga klien tampak melihat cara terapi rendam kaki - Klien tampak ceria - TTV : - TD :158/89 mmHg - N: 74 x/i - RR: 20x/i - S: 36,4C Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Gangguan pola tidur b. kurang kontrol tidur Hari : 26/07/2024 Hari : 26/07/202 14:40 14:45 14:47 14:50 Ensiklopedia of Journal Observasi : 1. Identifikasi pola aktivitas dan tidur . lien mengatakan malam tadi sudah mulai bisa tidur dengan tenang, klien tidur dari 4 sampai 5 Identifikasi makanan dan minuman yang mengganggu tidur . lien mengatakan tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengganggu tidu. Edukasi : Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit Hancurkan menepati kebiasaan waktu tidur A: nyeri akut sebagian P: Intervensi dilanjutkan - Kontrak selanjutnya - Menganjurkan memonitor nyeri secara mandiri - Menganjurkan istirahat dan tidur S : - Klien mengatakan malam tadi tidurnya terasa puas - Klaim mengatakan malam tadi dapat tidur sekitar -/ 4- 5 jam - Klien tampak ceria - Lain - Main tampak lebih segar - TTV : - TD: 158/89 - N:74 - RR:20 - S:36,5 A: Gangguan pola tidur teratasi sebagian P: Intervensi dilanjutkan Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ansietas b. Hari : 27/07/202 14:51 14:52 15:00 Ensiklopedia of Journal Observasi : 1. Identifikasi saat tingkat ansietas berubah . lien mengatakan tidak ada perasaan cemas hari Monitor tanda-tanda ansietas . erbal dan nonverba. lien tampak tenang dan rilek. Terapeutik : Ciptakan terapeutik untuk - Klien merasa tenang - Klien mengatakan tidak ada perasaan cemas hari ini - Klien tampak lebih rileks - Klien tampak ceria - Klien - TTV: - TD: 143/85 mmHg - N: 73 x/i - RR: 20x/i - S: 36C A: Masalah ansietas P: Intervensi dihentikan Penutup Berdasarkan keseluruhan proses Asuhan Keperawatan medikal bedah pada Ny. dengan pemberian terapi non farmakologi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Jahe Terhadap Penurunan Nyeri Pada Hipertensi dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. M pada tanggal 25 Juli - 27 juli 2024, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil pengkajian Ny. M mengalami nyeri hipertensi karena ditemukan data yang menunjukkan gejala terjadinya hipertensi seperti klien mengeluh nyeri dikepala dan ditengkuk, skala nyeri 6, terasa seperti diberdenyut, nyeri hilang timbul, pemeriksaan tekanan darah 163/90mmHg Diagnosa keperawatan yang ditemukan pada klien sesuai dengan pengkajian yang dilakukan penulis yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis . , gangguan pola tidur berhubungan dengan restrain fisik, dan ansietas berhubungan dengan krisis situasional Intervensi yang disusun disesuaikan dengan kondisi dan keluhan Ny. M yang penyusunnya mengacu pada buku PPNI yaitu SDKI. SLKI, dan SIKI. Implementasi Ny. M dilakukan selama 3 hari dimana hari pertama hingga hari ketiga dilakukan pengkajia, implementasi berupa tindakan keperawatan dan terapi non farmakologi terapi rendam kaki air hangat jahe untuk 110 menurunkan nyeri yang dirasakan klien. Pada saat kunjungan tidak mengalami hambatan karena Ny. sangat kooperatif. Evaluasi yang didapatkan dari implementasi yaitu skala nyeri klien berkurang, dari awal kunjungan skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 dan tekanan darah klien P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal 134/85mmHg. Klien tidak mengeluh nyeri lagi, dan dapat beraktivitas seperti biasa. Berdasarkan kesimpulan yang penulis paparkan, maka penulis memberikan saran Bagi klien dan keluarga Pasien dan keluarga dapat melakukan terapi rendam kaki air hangat jahe secara rutin 1 kali sehari dengan durasi 10-30 menit. Bagi akademik Hasil Karya Tulis Ilmiah Profesi ini dapat memberikan masukan ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan ilmu pembelajaran yang berhubungan dengan penyakit hipertensi bagi mahasiswa dan Institut Kesehatan Mitra Bunda. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi perpustakaan untuk mengembangkan wawasan serta pengetahuan bagi mahasiswa dan Institusi Pendidikan Institut Kesehatan Mitra Bunda. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat dijadikan informasi dan acuan serta dapat bermanfaat meningkatkan data pengembangan tentang penelitian 111 khususnya tentang hipertensi selanjutnya untuk meneliti dan melanjutkan penelitian yang sama tetapi dengan menggunakan terapi non farmakologi lainnya Bagi tempat penelitian Puskesmas Tiban Baru melakukan edukasi kepada masyarakat yang menderita hipertensi melalui promosi kesehatan tentang terapiterapi nonfarmakologis untuk mengatasi nye Daftar Pustaka