Journal of Administrative and Social Science Volume. Nomor. Juli 2025 e-ISSN : 2828-6340. p-ISSN : 2828-6359. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jass. Available online at: https://journal-stiayappimakassar. id/index. php/jass Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) di Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Adelina M Aritonang1 . Ertika Susanti Pasaribu2 . Pebryna Riosa Siburian3 . Julia Ivanna4 1,2,3,4 Fakultas Ilmu Sosial . Universitas Negeri Medan. Indonesia Email : adelina31aritonang@gmail. com1, ertikapasaribu0@gmail. com2, pebrinasiburian495@gmail. juliaivanna@unimed. Abstract. Village development is an important pillar in national development, where community participation is a key factor in achieving success. The Village Medium-Term Development Plan (RPJMDe. serves as a strategic document that guides development policies and programs at the village level, with community involvement crucial to ensure that their needs and expectations are met. This study identified three important aspects of community participation: as a tool to obtain information, to increase trust in development programs, and as a democratic Despite challenges in involving the community, such as a lack of understanding of planning mechanisms and time constraints, the hope for increasing participation remains. Qualitative research methods were used to explore the most effective methods in increasing community involvement. The results showed that active community participation in the preparation of the RPJMDes in Tembung Village can increase transparency, accountability, and relevance of development programs, thus creating inclusive and sustainable development. Cooperation between residents and the village government is the key to achieving optimal development results that are felt by all levels of society. Keywords : Participation. Community. RPJMDes Abstrak. Pembangunan desa merupakan pilar penting dalam pembangunan nasional, di mana partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci untuk mencapai keberhasilan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDe. berfungsi sebagai dokumen strategis yang mengarahkan kebijakan dan program pembangunan di tingkat desa, dengan keterlibatan masyarakat yang krusial untuk memastikan kebutuhan dan harapan mereka Penelitian ini mengidentifikasi tiga aspek penting dari partisipasi masyarakat: sebagai alat untuk memperoleh informasi, meningkatkan kepercayaan terhadap program pembangunan, dan sebagai hak demokrasi. Meskipun terdapat tantangan dalam melibatkan masyarakat, seperti kurangnya pemahaman tentang mekanisme perencanaan dan keterbatasan waktu, harapan untuk meningkatkan partisipasi tetap ada. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menggali metode yang paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam penyusunan RPJMDes di Desa Tembung dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan relevansi program pembangunan, sehingga menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kerja sama antara warga dan pemerintah desa menjadi kunci untuk mencapai hasil pembangunan yang optimal dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kata Kunci : Partisipasi . Masyarakat . RPJMDes PENDAHULUAN Pembangunan desa merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional, di mana partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci untuk mencapai keberhasilan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) (Yandra Alexander, 2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Received: April 27, 2025. Revised: Mei 13, 2025. Accepted: Mei 28, 2025. Online Available: Juni 02, 2025 e-ISSN : 2828-6340. p-ISSN : 2828-6359. Hal. (RPJM) Daerah menyusun kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan regional, kebijakan umum, serta program-unit kerja perangkat daerah, antarunit perangkat daerah, dan program yang berhubungan dengan wilayah, lengkap dengan rencana kerja dalam konteks peraturan dan skema pendanaan yang bersifat indikatif. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDe. berperan sebagai dokumen strategis yang mengarahkan kebijakan dan program pembangunan di tingkat desa. Dalam hal ini, keterlibatan masyarakat dalam pembuatan RPJMDes memiliki peran yang sangat krusial untuk memastikan bahwa kebutuhan dan harapan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Kita dapat melihat bagaimana partisipasi sebagai permasalahan pem-posisian masyarakat dalam sebuah proses kebijakan publik. Persoalan partisipasi tidak hanya dalam hal kehadiran masyarakat pada proses musrenbang, tetapi partisipasi tersebut sangat berimplikasi pada kepentingan politis masyarakat dari setiap perencanaan yang dibuat atau di rumuskan. Ada 3 . aspek pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan yaitu, . Partisipasi masyarakat adalah alat guna memperoleh informasi mengenai situasi dan kondisi diwilayah tersebut, . Masyarakat akan lebih mempercai program pembangunan jika dirinya dilibatkan dalam proses persiapan dan perancanan, . Merupakan hak demokrasi apabila masyarakat diikutserakan dalam pembangunan masyarakat mereka sendiri (Saputra Ropihyudin, 2023. Perencanaan memainkan peran penting dalam aktivitas pembangunan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan proyek. Selain itu, perencanaan memberikan gambaran menyeluruh mengenai semua kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan. Dengan demikian, perencanaan pembangunan berfungsi sebagai pedoman bagi setiap proyek yang akan Oleh karena itu, perencanaan sangat diperlukan dalam setiap usaha pembangunan, sebagai salah satu syarat untuk mencapai tujuan di berbagai bidang kehidupan. Perencanaan akan sangat menentukan terhadap gerak langkah kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan agar tujuan yang jelas yang hendak dijalankan dan dicapai, sebab dengan perencanaan tersebut maka akan ada gambaran dalam setiap langkah pelaksanaan tugas dan pekerjaan pembangunan, dengan demikian dalam pelaksanaanya akan sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama ( Garmana, 2024:. Perencanaan pembangunan bukan hanya sekadar tindakan, melainkan suatu proses yang tidak memiliki penyelesaian atau titik akhir. Proses ini bertujuan untuk menemukan solusi yang tepat. Desa sebagai unit terkecil dalam pemerintahan memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat melalui partisipasi aktif. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan tidak hanya meningkatkan rasa memiliki, tetapi juga mendorong transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah desa. Dengan demikian, partisipasi masyarakat berkontribusi pada keberhasilan Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) di Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. implementasi program-program yang direncanakan. Di Indonesia, desa-desa menghadapi berbagai tantangan dalam melibatkan masyarakat dalam penyusunan RPJMDes. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, kesadaran politik, dan akses informasi mempengaruhi seberapa besar partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami dinamika ini agar proses perencanaan dapat berjalan lebih inklusif. Dalam penyusunan RPJMDes, berbagai metode partisipasi dapat diterapkan, mulai dari musyawarah desa, forum diskusi, hingga survei. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali metode yang paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat di tingkat desa. METODE Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah . dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna. Sugiyono . Metode Penelitian adalah suatu cara atau jalan untuk mendapatkan kembali pemecahan terhadap segala permasalahan yang diajukan. Sedangkan menurut Priyono. Metode Penelitian adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner. Menurut Sugiyono . angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. PEMBAHASAN Pentingnya keterlibatan warga dalam proses perencanaan pembangunan Proses ini dimulai dengan musyawarah dusun (Musdu. yang berfungsi sebagai wadah untuk menjaring aspirasi masyarakat. Dalam tahap ini, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan usulan mereka terkait kebutuhan dan prioritas pembangunan di desa. Hasil dari Musdus kemudian dibawa ke Musyawarah Desa (Musde. untuk diprioritaskan dan disusun menjadi dokumen RPJMDes. Dengan melibatkan masyarakat sejak awal, diharapkan hasil yang diperoleh lebih mencerminkan kebutuhan riil warga. Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan RPJMDes di Desa Tembung terlihat cukup signifikan, terutama pada tahap Musdus dan Musdes. Kepala Desa menekankan pentingnya membuka ruang partisipasi bagi semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda. Journal of Administrative and Social Science- Volume. Nomor 2. Juli 2025 e-ISSN : 2828-6340. p-ISSN : 2828-6359. Hal. perempuan, dan kelompok tani. Hal ini menunjukkan bahwa desa berkomitmen untuk mendengarkan suara semua lapisan masyarakat. Selain itu, untuk memastikan partisipasi yang lebih luas, desa juga menyediakan saluran masukan tertulis bagi warga yang tidak dapat hadir dalam musyawarah. Dengan cara ini, diharapkan semua warga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam perencanaan pembangunan. Bentuk partisipasi masyarakat yang paling dominan dalam proses perencanaan ini adalah penyampaian usulan program dan kegiatan yang dianggap penting. Masyarakat aktif mengusulkan berbagai program, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Partisipasi ini tidak hanya terbatas pada pengusulan, tetapi juga mencakup evaluasi terhadap program-program yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dengan adanya masukan dari masyarakat, diharapkan program yang direncanakan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, dalam proses melibatkan masyarakat, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme perencanaan desa. Banyak warga yang tidak mengetahui bagaimana cara berpartisipasi secara efektif dalam proses ini. Selain itu, jadwal kegiatan musyawarah yang kadang tidak dapat diikuti oleh semua warga juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa warga masih bersikap pasif dan belum menyadari pentingnya peran mereka dalam pembangunan desa, sehingga partisipasi yang diharapkan belum sepenuhnya terwujud. Melihat tantangan tersebut, harapan Kepala Desa Tembung terhadap peran masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa ke depan sangatlah optimis. Ia berharap agar masyarakat semakin aktif dan menyadari pentingnya keterlibatan mereka dalam proses Dengan meningkatnya partisipasi warga, pembangunan desa diharapkan dapat lebih transparan dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Untuk mencapai hal ini, desa berkomitmen untuk terus meningkatkan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat agar partisipasi yang terjalin semakin berkualitas. Partisipasi masyarakat dalam penyusunan RPJMDes di Desa Tembung merupakan langkah penting untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan setiap program yang direncanakan dapat lebih relevan dan bermanfaat bagi seluruh warga desa. Upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan harus terus dilakukan agar cita-cita pembangunan desa dapat tercapai dengan baik. Masyarakat Desa Tembung memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDe. Mereka menyadari bahwa RPJMDes Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) di Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. merupakan dokumen penting yang berisi rencana kegiatan pembangunan di desa untuk enam tahun ke depan. Tujuan utama dari RPJMDes adalah untuk memastikan bahwa pembangunan di desa dapat dilakukan secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Dalam hal partisipasi, beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka pernah diundang untuk mengikuti musyawarah desa yang berkaitan dengan penyusunan RPJMDes. Musyawarah ini biasanya diadakan di tingkat dusun, dan meskipun ada yang hadir, tidak semua warga dapat berpartisipasi. Hal ini disebabkan oleh waktu pelaksanaan musyawarah yang sering kali bertepatan dengan jam kerja atau kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dalam proses penyusunan RPJMDes dianggap cukup terbuka oleh masyarakat. Mereka memiliki kesempatan untuk mengajukan usulan secara langsung dalam musyawarah atau melalui perwakilan RT. Namun, ada kekhawatiran bahwa tidak semua warga merasa percaya diri untuk berbicara di depan umum, terutama bagi mereka yang belum terbiasa menyampaikan pendapat dengan jelas. Mengenai akomodasi usulan masyarakat, sebagian besar usulan yang diajukan selama musyawarah desa memang diakomodasi dalam dokumen RPJMDes. Usulan yang berkaitan dengan infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan parit, menjadi prioritas utama. Namun, ada juga beberapa usulan yang tidak dapat langsung dilaksanakan, kemungkinan karena keterbatasan dana atau karena harus diprioritaskan terlebih dahulu. Masyarakat berharap agar ke depan, partisipasi mereka dalam pembangunan desa dapat Mereka ingin lebih banyak warga yang aktif ikut serta dalam musyawarah dan memberikan masukan yang konstruktif. Dengan meningkatnya partisipasi, diharapkan pembangunan desa dapat lebih sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Pihak desa juga diharapkan untuk lebih sering mengadakan sosialisasi mengenai RPJMDes dan proses Dengan sosialisasi yang lebih intensif, masyarakat akan lebih memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam proses pembangunan. Hal ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak warga untuk berpartisipasi aktif dalam musyawarah. Kerja sama antara warga dan pemerintah desa menjadi kunci dalam mencapai pembangunan yang lebih baik dan merata. Masyarakat percaya bahwa jika kedua pihak saling mendukung dan berkolaborasi, hasil pembangunan akan lebih optimal dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, penting bagi pemerintah desa untuk menciptakan suasana yang mendukung bagi warga untuk menyampaikan pendapat. Dengan memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk berbicara, diharapkan akan muncul lebih banyak ide dan usulan yang bermanfaat bagi pembangunan desa. Akhirnya, harapan masyarakat adalah agar keterlibatan mereka dalam pembangunan desa tidak hanya menjadi formalitas. Journal of Administrative and Social Science- Volume. Nomor 2. Juli 2025 e-ISSN : 2828-6340. p-ISSN : 2828-6359. Hal. tetapi benar-benar diakui dan dihargai. Dengan demikian, mereka merasa memiliki andil dalam proses pembangunan dan hasilnya dapat dirasakan secara langsung oleh mereka. Secara keseluruhan, partisipasi masyarakat dalam penyusunan RPJMDes di Desa Tembung menunjukkan potensi yang besar. Dengan upaya yang tepat dari semua pihak, pembangunan desa dapat berjalan lebih baik dan lebih sesuai dengan aspirasi masyarakat. KESIMPULAN Pentingnya keterlibatan warga dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDe. di Desa Tembung. Proses ini dimulai dengan musyawarah dusun (Musdu. yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan terkait kebutuhan Keterlibatan masyarakat terlihat signifikan, dengan partisipasi aktif dalam mengusulkan program-program penting seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan kesehatan. Meskipun terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman tentang mekanisme perencanaan dan jadwal musyawarah yang tidak selalu dapat diikuti, harapan Kepala Desa Tembung adalah agar masyarakat semakin menyadari pentingnya peran mereka. Dengan meningkatkan sosialisasi dan pendampingan, diharapkan partisipasi warga dapat lebih berkualitas, sehingga pembangunan desa menjadi lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Kerja sama antara warga dan pemerintah desa menjadi kunci untuk mencapai hasil pembangunan yang optimal dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi yang aktif dan konstruktif diharapkan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga diakui dan dihargai, sehingga masyarakat merasa memiliki andil dalam proses pembangunan. DAFTAR PUSTAKA