Analisis pengalokasian dan penyajian environmental cost pada Rumah Sakit Umum Monompia GMIBM Kotamobagu Keiko Takeshi Dionisius Kereh Corresponding author: 18061104071@student. Sam Ratulangi University - Indonesia David Paul Elia Saerang Sam Ratulangi University - Indonesia Sintje Rondonuwu Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords cost allocation environmental accounting environmental cost financial reporting JEL Classification M11 M41 Received 3 July 2025 Revised 14 July 2025 Accepted 16 July 2025 Published 18 July 2025 ABSTRACT The objective of this study is to analyse the allocation and presentation of environmental costs at Monompia GMIBM General Hospital. Kotamobagu. The research employs a descriptive qualitative method, with data obtained through interviews and document analysis. The results are clear: the allocation of environmental costs has not been implemented systematically. Recognition and measurement of costs are based on the benefits received and previous budget realizations. However, they do not fully comply with applicable accounting standards. It is clear that the presentation and disclosure of environmental costs in the financial statements is limited and not explicitly classified. The study's clear recommendation is a more structured implementation of environmental accounting practices. This will improve accountability and transparency in the hospital's environmental management. A2025 Keiko Takeshi Dionisius Kereh. David Paul Elia Saerang. Sintje Rondonuwu This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Isu lingkungan telah menjadi perhatian global, termasuk dalam sektor pelayanan kesehatan. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan limbah medis dan dampak lingkungan lainnya. Pengelolaan lingkungan yang tidak optimal dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan menurunkan citra institusi. Pada penelitian Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. sebelumnya yang dilakukan oleh Yanthi dan Dewi . menyatakan bahwa akuntansi lingkungan sangat penting dalam hal menyikapi kerugian tersebut, agar dapat membantu manajemen dalam memutuskan harga, mengendalikan overhead dan pelaporan informasi lingkungan kepada pemangku kepentingan. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan tanggung jawab lingkungan rumah sakit adalah melalui penerapan akuntansi . nvironmental pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan biayabiaya yang berkaitan dengan aktivitas lingkungan. Informasi mengenai environmental cost bermanfaat dalam pengambilan keputusan manajerial, meningkatkan efisiensi biaya, serta menunjukkan akuntabilitas terhadap para pemangku kepentingan. Penelitian pengalokasian dan penyajian environmental cost pada Rumah Sakit Umum (RSU) Monompia GMIBM Kotamobagu berdasarkan konsep Hansen dan Mowen tentang indentifikasi biaya lingkungan serta Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tahun 2022 Penelitian yang dilakukan oleh Langelo . dan Sunaningsih . yang menunjukkan bahwa penerapan akuntansi lingkungan di rumah sakit masih minim dan belum terdokumentasi secara khusus dalam laporan keuangan. Saat ini, kajian spesifik yang menganalisis penyusunan, pengalokasian dan penyajian biaya lingkungan dalam laporan keuangan rumah sakit daerah masih sangat kuran. Biaya lingkungan seringkali tidak dimasukkan secara eksplisit dalam laporan keuangan, hal ini juga disebabkan belum ada regulasi atau standar akuntansi keuangan yang secara spesifik mengatur pengungkapan akuntansi lingkungan. Secara positif akuntansi lingkungan dapat memberikan dampak yang baik terhadap kinerja perusahaan. Adanya dampak yang bagus bagi kinerja ini memberikan dampak yang bagus pula terhadap kinerja lingkungan dan secara signifikan berhubungan positif dengan keuangan perusahaan (Sari et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Gasperz dan Kriswantini . memberikan bukti empiris bahwa dengan adanya biaya lingkungan pihak rumah sakit dapat menerapkan akuntansi lingkungan, dengan tujuan agar biaya hasil dari pengolahan limbah bisa tercatat dan terposting dengan baik di dalam laporan keuangan perusahaan. Meskipun, saat ini di Indonesia belum ada standar khusus yang mengatur tetang pengungkapan akuntansi lingkungan. Sehingga pelaporan informasi lingkungan dalam laporan tahunan perusahan masih bersifat sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengalokasian dan penyajian biaya lingkungan diterapkan di RSU Monompia GMIBM Kotamobagu dan sejauh mana sesuai dengan teori dan standar akuntansi. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tinjauan Akuntansi biaya Hansen dan Mowen . mendefinisikan bahwa biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa depan bagi organisasi. Biaya dikatakan sebagai setara kas karena sumber nonkas dapat ditukar dengan barang atau jasa yang Menurut Siregar . 4: . , biaya . merupakan pengorbanan sumber daya ekonomi untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat baik saat ini maupun di masa depan. Akuntansi lingkungan Akuntansi lingkungan adalah suatu proses penangkalan, pembatasan dari kerusakan lingkungan melalui dimasukkannya elemen-elemen dari biaya lingkungan ke dalam sistem akuntansi yang bermanfaat pada pihak dalam atau luar di suatu Environmental accounting mengartikan dan memasukan seluruh biaya lingkungan ke dalam laporan keuangan lembaga atau perusahaan (Franciska et , 2. Akuntansi lingkungan sebagai alat komunikasi dengan masyarakat, sebagai publik, akuntansi lingkungan digunakan untuk menyampaikan dampak negatif lingkungan, kegiatan konservasi lingkungan dan hasilnya kepada Tanggapan dan pandangan masyarakat digunakan sebagai umpan balik untuk mengubah pendekatan perusahaan dalam pelestarian atau pengelolaan lingkungan (Samsiar et al. , 2. Biaya lingkungan Biaya lingkungan . nvironmental cos. adalah biaya-biaya yang terjadi karena kualitas lingkungan yang buruk atau kemungkinan terjadinya kualitas lingkungan yang buruk. Dengan demikian, biaya lingkungan berhubungan dengan kreasi, deteksi, perbaikan, dan pencegahan degradasi lingkungan. (Hansen dan Mowen, 2019: . Biaya lingkungan sebagai biaya yang dikeluarkan untuk melindungi lingkungan, muncul sebagai salah satu bentuk ukuran kinerja lingkungan hidup (Ningsih et al. , 2. Tahap perlakuan alokasi biaya lingkungan Perlakuan akuntansi atas biaya lingkungan dapat mengacu pada konsep Hansen dan Mowen tentang indentifikasi biaya lingkungan serta Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Pencatatan untuk mengelola segala macam yang berkaitan dengan limbah sebuah perusahaan didahului dengan perencanaan yang akan dikelompokkan dalam pos-pos tertentu sehingga dapat diketahui kebutuhan riil setiap tahunnya (Mahesa Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. dan Amna, 2. Tahap alokasi biaya lingkungan sebagai berikut : Identifikasi Langkah awal bagi perusahaan dalam menetapkan biaya untuk mengelola dampak eksternalitas yang mungkin timbul dari kegiatan operasionalnya adalah dengan mengidentifikasi potensi dampak negatif dari peristiwa ekonomi tersebut. Sebagai contoh, rumah sakit dalam menjalankan layanan pasien menghasilkan berbagai jenis limbah yang berpotensi merugikan lingkungan dan kesehatan, sehingga memerlukan penanganan Biaya lingkungan dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori: biaya pencegahan . revention cos. , biaya deteksi . etection cost. , biaya kegagalan internal . nternal failure cost. , dan biaya kegagalan eksternal . xternal failure cost. (Hansen dan Mowen, 2. Tahap identifikasi membuat entitas dapat lebih mengetahui bobot akan biaya dari dampak-dampak negatif yang nantinya akan muncul tersebut (Prasetyo dan Adi, 2. Pengakuan PSAK No. 57 tahun 2022 tentang Provisi. Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontijensi menjelaskan bahwa, provisi diakui jika entitas memiliki kewajiban kini . aik bersifat hukum maupun bersifat konstrukti. sebagai akibat peristiwa masa lalu, mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomik, estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Pengukuran Pada umumnya, perusahaan mengukur biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pengelolaan lingkungan dengan menggunakan satuan moneter yang sudah ditetapkan sebelumnya atau dengan kata lain dilakukan dengan mengacu pada realisasi biaya yang telah dikeluarkan pada periode sebelumnya sehingga akan diperoleh jumlah dan nilai yang tepat sesuai kebutuhan riil perusahaan setiap periode (Dau, 2. PSAK No. 57 tahun 2022 tentang Provisi. Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontijensi paragraf 36 dijelaskan bahwa AuJumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporanAy Penyajian PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan tahun paragraf 12 . menyatakan bahwa AuPerusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah . alue added statemen. , khususnya bagi industri di mana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan pentingAy Pengungkapan PSAK Nomor 1 Paragraf 117 . menyatakan bahwa entitas dapat mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan tentang dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang diterapkan Pengungkapan dalam akuntansi lingkungan merupakan jenis pengungkapan sukarela. Pengungkapan lingkungan merupakan pengungkapan informasi data akuntansi lingkungan dari sudut pandang fungsi internal akuntansi lingkungan itu sendiri, yaitu berupa laporan akuntansi lingkungan (Talib et al. , 2. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan melakukan analisis keadaan pengalokasian biaya lingkungan di RSU Monompia GMIBM Kotamobagu sehingga dapat memperoleh gambaran yang jelas dari permasalahan yang dirumuskan. Data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumen. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil temuan data dari hasil wawancara, dan dokumentasi selama proses penelitian, kemudian membandingkan temuan data-data tersebut dengan konsep Hansen dan Mowen dan PSAK yang terkait. Hasil dan Hasil Identifikasi Tahap identifikasi membuat entitas dapat lebih mengetahui bobot akan biaya dari dampak-dampak negatif yang nantinya akan muncul tersebut (Prasetyo dan Adi, 2. biaya lingkungan RSU Monompia GMIBM yang dijelaskan Kepala Bagian Umum dan Keuangan yaitu AuIdentifikasi biaya lingkungan hanya berdasarkan jenis kegiatannya seperti biaya pemeliharaan atas instalasi air, perbaikan instalasi listrik, biaya pengelolaan limbah medis dan biaya angkut sampahAy Pengakuan Pengakuan biaya lingkungan sangat diperlukan untuk mengetahui sebuah transaksi keuangan yang akan dicatat kedalam sistem pencatatan. Rumah sakit mengakui biaya lingkungannya ketika biaya tersebut telah digunakan untuk mengelola lingkungan rumah sakit atau dengan kata lain ketika rumah sakit telah menerima manfaat dari biaya tersebut, hal ini sesuai dengan hasil Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. wawancara dengan Kepala Bagian Umum dan Keuangan: "Biaya lingkungan diakui ketika biaya tersebut telah digunakan Rumah Sakit untuk mengelola lingkungan Rumah Sakit (Ketika Rumah Sakit memperoleh manfaat dari biaya tersebu. Ay Pengukuran Rumah sakit mengukur biaya-biaya yang dikeluarkan terkait dengan pengolahan limbah dengan menggunakan satuan moneter dan mengacu pada realisasi anggaran biaya pengelolaan limbah periode sebelumnya, seusai dengan hasil wawancara dengan Kepala Bagian Umum dan Keuangan yaitu AuPengukuran biaya lingkungan mengacu pada realisasi anggaran periode sebelumnya untuk menentukan besarnya biaya lingkungan pada periode berjalan. Ay Penyajian Pada laporan pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B. rumah sakit tidak menyajikan biaya-biaya lingkungan yang telah Laporan ini hanya menjelaskan proses pengelolaan limbah B3 tanpa menyajikan biaya yang dikeluarkan terkait dengan pengelolaan limbah tersebut,. Penyajian biaya lingkungan Rumah Sakit GMIBM Monompia yang dijelaskan Kepala Bagian Umum dan Keuangan yaitu AuBiaya lingkungan hanya dicatat dan disajikan dalam buku kas umum bulanan berdasarkan urutan tanggal transaksi. Ay Pengungkapan Pengungkapan biaya lingkungan Rumah Sakit GMIBM Monompia yang dijelaskan oleh Deddy Kaligis sebagai Kepala Bagian Umum dan Keuangan yaitu AuRSU Monompia GMIBM Kotamobagu mengungkapkan biaya lingkungan pada buku kas umum bulanan hanya sebatas total biaya lingkungan tersebut yang tergabung dengan biaya operasional lain tanpa memberikan informasi lebih rinci terkait dengan biaya lingkungan tersebut. Ay Pembahasan Rumah sakit menghasilkan limbah medis berbahaya maka diperlukan identifikasi biaya lingkungan guna membantu rumah sakit menghitung dan mengelola dana yang dibutuhkan untuk pengelolaan limbah secara aman dan sesuai prosedur. Hal ini mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga keselamatan masyarakat sekitar. Berikut adalah hasil identifikasi biaya lingkungan yang diperoleh dari hasil wawancara dan dokumen. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 1. Perbandingan identifikasi biaya lingkungan menurut RSU Monompia GMIBM dengan konsep Hansen dan Mowen No. Hansen dan Mowen RSU Monompia GMIBM Keterangan Kotamobagu Biaya Pencegahan Service pompa air. Pihak rumah sakit Lingkungan Kompresor, dan tambah Freon mengidentifikasi biaya lingkungan hanya berdasarkan Service AC jenis kegiatan yang dilakukan Shower dan engsel kamar karena belum memiliki pemahaman mengenai cara Perbaikan kendaraan pengidentifikasian biaya lingkungan berdasarkan teori Pembuatan sambungan pintu Hansen dan Mowen. Pengadaan pilox ruang Shalom Perbaikan ruangan Syalom dan Bethesda Pelatihan K3 rumah sakit Pengadaan pompa air Instalasi listrik Biaya Deteksi Jasa kalibrasi Lingkungan Biaya Kegagalan Biaya angkut sampah Internal Pengangkutan limbah Medis ke pihak ke i (PT. Tenang Jaya Sejahter. Biaya kebersihan Ruangan Neonati Biaya Kegagalan Eksternal Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 1 menunjukkan bahwa RSU Monompia GMIBM Kotamobagu belum mengidentifikasi biaya lingkungan berdasarkan teori Hansen dan Mowen. Identifikasi yang dilakukan rumah sakit masih terbatas pada jenis kegiatan, seperti pengelolaan air bersih, sampah dan air limbah, pemeliharaan serta kebersihan lingkungan, dan pengadaan suku cadang, tanpa mengelompokkannya ke dalam kategori biaya pencegahan, biaya deteksi lingkungan, dan biaya kegagalan internal. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 2. Perbandingan pengakuan biaya lingkungan menurut Standar Akuntansi Keuangan . dengan RSU Monompia GMIBM PSAK 57 RSU Monompia GMIBM Keterangan Kotamobagu Ada kewajiban kini dari Biaya lingkungan diakui saat Rumah sakit belum mengakui biaya peristiwa masa lalu, dana telah digunakan dan lingkungan sesuai dengan PSAK 57 Kemungkinan besar ada rumah sakit telah memperoleh karena belum memiliki pemahaman arus keluar, manfaat dari pengeluaran yang memadai mengenai prinsip pengakuan biaya lingkungan Jumlah dapat diestimasi berdasarkan standar tersebut. (Ikantan Akuntansi Indonesia. Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 2 menunjukkan bahwa RSU Monompia GMIBM Kotamobagu belum melakukan pengakuan biaya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. PSAK 57 menekankan pada pengakuan provisi atas kewajiban lingkungan yang timbul dari aktivitas saat ini meskipun pembayarannya di masa depan, sedangkan RSU Monompia hanya mencatat biaya lingkungan setelah transaksi aktual terjadi, sehingga belum memenuhi prinsip akuntansi berbasis akrual sesuai standar. Tabel 3. Perbandingan Pengukuran Biaya Lingkungan Menurut Standar Akuntansi Keuangan . dengan RSU Monompia GMIBM PSAK 57 RSU Monompia GMIBM Keterangan Kotamobagu Jumlah yang diakui sebagai Pengukuran biaya Rumah sakit hanya melihat angka provisi adalah hasil estimasi lingkungan mengacu pada tahun lalu, dan menjadikannya dasar terbaik pengeluaran yang realisasi anggaran periode untuk tahun berjalan tanpa diperlukan untuk sebelumnya untuk memperhitungkan perubahan biaya, menyelesaikan kewajiban menentukan besarnya biaya risiko, atau kewajiban jangka panjang. kini pada akhir periode lingkungan pada periode (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2. Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan tabel 3, dapat disimpulkan bahwa RSU Monompia GMIBM Kotamobagu belum menerapkan pengukuran biaya lingkungan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. PSAK 57 menekankan pentingnya pengukuran kewajiban secara akuntabel melalui estimasi terbaik dan diskonto jika perlu, sementara RSU Monompia GMIBM masih menggunakan pendekatan konvensional berbasis data historis, tanpa mempertimbangkan ketidakpastian dan nilai waktu uang. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 4. Perbandingan penyajian biaya lingkungan menurut Standar Akuntansi Keuangan . dengan RSU Monompia GMIBM PSAK No. RSU Monompia GMIBM Keterangan Kotamobagu Entitas dapat pula Biaya lingkungan hanya Rumah sakit hanya melihat angka menyajikan, terpisah dari dicatat dan disajikan secara tahun lalu, dan menjadikannya dasar laporan keuangan, laporan menyeluruh dalam buku kas untuk tahun berjalan tanpa mengenai lingkungan umum bulanan berdasarkan memperhitungkan perubahan biaya, hidup dan laporan nilai ururtan tanggal transaksi risiko, atau kewajiban jangka panjang. alue aded statemen. , khususnya bagi industri dimana faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2. Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 4 menunjukkan bahwa RSU Monompia GMIBM Kotamobagu belum menyajikan biaya lingkungan secara khusus. Biaya lingkungan tersebut hanya dicantumkan secara umum dalam laporan keuangan, yaitu dalam buku kas umum bulanan. Tabel 5. Perbandingan pengungkapan biaya lingkungan menurut Standar Akuntansi Keuangan . dengan RSU Monompia GMIBM PSAK No. RSU Monompia GMIBM Keterangan Kotamobagu Entitas dapat Mencantumkan biaya Rumah sakit belum mengungkapkan mengungkapkan dalam lingkungan dalam buku kas biaya lingkungan sesuai dengan SAK catatan atas laporan keuangan umum bulanan, tetapi hanya karena masih memiliki keterbatasan tentang dasar pengukuran sebatas total keseluruhan dalam pemahaman terkait standar yang digunakan dalam yang digabungkan dengan menyusun laporan keuangan biaya operasional lainnya, dan kebijakan akuntansi lain tanpa menyajikan informasi yang diterapkan yang relevan rinci mengenai biaya untuk memahami laporan lingkungan secara spesifik keuangan(Ikantan Akuntansi Indonesia, 2. Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 5 menunjukkan bahwa RSU Monompia GMIBM belum sepenuhnya mengungkapkan informasi biaya lingkungan pada Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), hal tersebut terlihat dari buku kas umum bulanan yang hanya menjelaskan terkait dengan total dari biaya-biaya yang tergabung dengan biaya operasional lainnya salah satunya yaitu biaya pemeliharaan lingkungan dan Kesimpulan Identifikasi biaya lingkungan dilakukan berdasarkan jenis kegiatan seperti pemeliharaan instalasi air, pengelolaan limbah medis, dan biaya angkut sampah. Namun, belum diklasifikasikan berdasarkan biaya pencegahan, deteksi, kegagalan internal, dan Pengakuan biaya lingkungan belum sesuai dengan PSAK No. 57 Tahun 2022 tentang Provisi, karena rumah sakit hanya mengakui biaya lingkungan setelah biaya tersebut digunakan dan manfaatnya dirasakan. Padahal. PSAK No. 57 mensyaratkan pengakuan dilakukan ketika terdapat kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan estimasi yang andal atas pengeluaran dapat dilakukan. Pengukuran biaya lingkungan dilakukan berdasarkan realisasi anggaran pada periode sebelumnya. Ini menunjukkan pendekatan historis dan bersifat praktis, namun belum tentu mencerminkan estimasi terbaik sebagaimana diatur dalam PSAK No. Penyajian biaya lingkungan belum dilakukan secara terpisah dalam laporan keuangan. Biaya lingkungan hanya dicatat dalam buku kas umum bulanan tanpa diklasifikasikan sebagai komponen yang berdiri sendiri atau dilaporkan dalam laporan tambahan sebagaimana dianjurkan dalam PSAK No. Sedangkan dalam pengungkapan biaya lingkungan masih terbatas. Biaya lingkungan hanya tergabung dalam biaya operasional umum tanpa penjelasan rinci terkait jenis atau dampaknya terhadap lingkungan. Daftar Dau. Analisis penerapan akuntansi lingkungan sebagai pertanggungjawaban sosial di Rumah Sakit Umum Daerah S. Lerik Kota Kupang. Jurnal Akuntansi: Transparansi dan Akuntabilitas, 11. , 121Ae132. https://doi. org/10. 35508/jak. Dewan Standar Akuntansi Ikatan Akuntansi Indonesia. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1: Penyajian Laporan Keuangan. Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia Dewan Standar Akuntansi Ikatan Akuntansi Indonesia. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 57: Provisi. Liabilitas. Kontingensi, dan Aset Kontingensi. Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia Franciska. Sondakh. , & Tirayoh. Analisis penerapan akuntansi biaya lingkungan. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 14. , 58Ae63. https://ejournal. id/index. php/gc/article/view/2228 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Gasperz. , & Kriswantini. Mengungkap penerapan akuntansi lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Ambon. Jurnal Akuntansi, 7. , 1Ae16. https://doi. org/10. 30598/jak. Hansen. , & Mowen. Managerial accounting. Akuntansi manajerial. Buku 1. Edisi 8. Salemba Empat Langelo. Analisis perlakuan akuntansi biaya lingkungan (Studi pada CV. Ken Jaya Perkasa di Kota Bitun. Paulus Journal Accounting (PJA), 3. , 30Ae41. https://ojs. id/index. php/pja/article/view/104. Mahesa. N, & Amna. Analisis penerapan akuntansi lingkungan pada Pabrik Pengolahan Kayu Cermai Jaya. Sibatik Jurnal, 1. , 1877Ae1886. https://doi. org/10. 54443/sibatik. Ningsih. Rianti. Matofani. , & Pratama. Penerapan biaya lingkungan pada Tambang Air Laya PT Bukit Asam. Tbk. Mahardika, 23. , 263Ae276. https://doi. org/10. 29062/mahardika. Prasetyo. , & Adi. Analisis penerapan environmental accounting pada perlakuan atas biaya lingkungan di Puskesmas Cebongan Salatiga. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi, dan Akuntans. , 4. , 271Ae287. https://doi. org/10. 31955/mea. Samsiar. , & Anakotta. Penerapan akuntansi lingkungan pada RSUD Cenderawasih Kabupaten Kepulauan Aru (Studi kualitati. Accounting Research Unit, 1. , 1Ae12. https://doi. org/10. 30598/arujournalvol1iss1pp1-12 Sari. Said. , & Mediaty. Implementasi akuntansi lingkungan terhadap kinerja perusahaan. Jurnal Riset Akuntansi Tirtayasa, 5. , 32Ae38. https://doi. org/10. 35448/jratirtayasa. Siregar. Akuntansi manajemen. Jakarta: Salemba Empat. Sunaningsih. Khabibah. , & Suryatimur. Penerapan green accounting pada Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan Kabupaten Magelang. Jurnal TECHNOBIZ, 3. , 30Ae34. https://doi. org/10. 33365/tb. Talib. Niswatin, & Mahmud. Penerapan akuntansi biaya lingkungan pada RSUD Otanaha Kota Gorontalo. Jurnal Mahasiswa Akuntansi, 1. , 1Ae15. https://jamak. id/index. php/jamak/article/view/12 Yanthi. , & Dewi. Penerapan akuntansi biaya lingkungan pada PT Jaya Baru Lestari. Vokasi: Jurnal Riset Akuntansi, 12. https://doi. org/10. 23887/vjra.