Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Kompute. Vol. No. Maret 2021, pp. P-ISSN : E-ISSN : Sistem Pendukung Keputusan Untuk Kelayakan Penerima Redistribusi Tanah Bagi Masyarakat Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala Menggunakan Metode MOORA Intan Magdalena Sirait *. Beni Andika **. Ahmad Calam ** * Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article History: Keyword: Masyarakat Sistem Pendukung Keputusan Tingkat Kepuasan Multi Objective Optimazation On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) ABSTRACT Dalam penentuan kelayakan penerima redistribusi tanah dibutuhkan sebuah metode yang dapat menyeleksi kriteria-kriteria dalam menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan ini adalah Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA). Metode MOORA (Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysi. adalah suatu teknik optimasi multi objective yang dapat berhasil diterapkan untuk memecahkan berbagai jenis masalah pengambilan keputusan yang kompleks dalam pembuatan keputusan. Metode MOORA menggunakan perkalian sebagai untuk menghubungkan rating atribut,dimana rating atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot yang bersangkutan, sehingga dapat mempercepat kinerja instansi dalam melayani masyarakat. Sistem Pendukung Keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang membantu dalam proses pengambilan SPK sebagai sistem informasi berbasis komputer yang adaptif, interaktif, fleksibel yang secara khusus dikembangkan untuk mendukung solusi dari permasalahan manajemen yang tidak terstruktur untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Namun sistem ini juga memiliki kelemahan dari segi fasilitas dan tampilan program sehingga masih memerlukan perbaikan dalam menentukan tingkat kelayakan penerima redistribusi pada Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala. Copyright A 2019 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author : Nama :Intan Magdalena Sirait Kantor :STMIK Triguna Dharma Program Studi :SistemInformasi E-Mail :intansirait12@gmail. PENDAHULUAN Dengan semakin meningkatnya teknologi yang diciptakan oleh manusia untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan pekerjaannya, maka manajemen seseorang akan banyak dihadapkan pada pembuatan keputusan seperti keputusan terhadap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. Pengambilan keputusan dari suatu masalah, baik itu masalah yang sederhana maupun yang kompleks, diperlukan informasi-informasi yang menyeluruh dan akurat, kemampuan menganalisa dan mengolah informasi serta metode penyelesaian yang tepat. Perusahaan dapat memanfaatkan sistem pendukung keputusan untuk membantu dalam pemecahan suatu masalah berdasarkan analisis untuk menentukan alternatif pemecahan suatu masalah secara cepat. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: tepat dan akurat. Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala merupakan instansi pemerintah yang bergerak dibidang pertanahan. Salah satu program Reforma Agraria berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2018 adalah redistribusi tanah bagi masyarakat Sistem Pendukung Keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang membantu dalam proses pengambilan keputusan. SPK sebagai sistem informasi berbasis komputer yang adaptif, interaktif, fleksibel yang secara khusus dikembangkan untuk mendukung solusi dari permasalahan manajemen yang tidak terstruktur untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Perlu adanya sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pimpinan Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala dalam menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah bagi Sistem pendukung keputusan merupakan suatu bentuk dari sistem informasi manajemen yang secara khusus dibuat untuk mendukung perancangan dan stakeholder . emangku kepentinga. dalam pengambilan keputusan. Maka dibutuhkan sebuah metode yang dapat menyeleksi kriteria-kriteria dalam menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan ini adalah Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA). Metode MOORAmemiliki tingkat fleksibilitas dan kemudahan untuk dipahami dalam proses evaluasi kedalam kriteria bobot keputusan dengan beberapa atribut pengambilan keputusan. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini akan dirancang sebuah perangkat lunak berbasis dekstopprogramming yang diharapkan menjadi solusi pemecahan masalah. Berdasarkan deskripsi masalah di atas maka penelitian ini di buat dengan judul AuSistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Kelayakan Penerima Redistribusi Tanah Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala Menggunakan Metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA)Ay. METODE PENELITIAN 1 Redistribusi Tanah Redistribusi tanah adalah pembagian tanah-tanah yang dikuasai oleh negara dan telah ditegaskan menjadi objek landreform yang diberikan kepada para petani penggarap yang telah memenuhi syarat ketentuan Peraturan Pemerintah No. 224 Tahun 1961. Dengan tujuan untuk memperbaiki keadaan sosial ekonomi rakyat dengan cara mengadakan pembagian tanah yang adil dan merata atas sumber penghidupan rakyat tani berupa tanah, sehingga dengan pembagian terrsebut dapat dicapai pembagian hasil yang adil dan merata. 2 Metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) Metode MOORA (Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysi. adalah suatu teknik optimasi multi objective yang dapat berhasil diterapkan untuk memecahkan berbagai jenis masalah pengambilan keputusan yang kompleks dalam pembuatan keputusan. Metode MOORA menggunakan perkalian sebagai untuk menghubungkan rating atribut,dimana rating atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot yang bersangkutan, preferensi untuk alternatif SI PerhitunganMOORAdapat dilakukan sebagai berikut dibawah ini : Mengidentifikasi atribut/kriteria yang digunakan. Semua atribut yang telah diidentifikasi dibentuk dalam matriks keputusan. Data digambarkan seperti Dimana adalah alternative ke i pada atribut ke j, m juga termasuk sebagai alternative, dan n sebagai atribut. Kemudian sistem ratio dikembangkan menjadi sebuah alternative perbandingan, dimana atribut dibandingkan sebagai penyebut. Atribut itu sendiri merupakan wakil untuk semua alternative tersebut. Brauers menyimpulkan bahwa sebagai penyebut, yang dipilih adalah akar kuadrat dari jumlah kuadrat dari setiap alternative. Ratio ini dapat dinyatakan sebagai berikut : ( j = 1,2,A,. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: Dimana adalahnomor dimensi sebagai interval . yang kemudian di normalisasi perhitungannya dari alternative ke i pada atribut ke j. Untuk mengoptimasi lebih dari banyak objek, maka dilakukan normalisasi dengan nilai maksimum dikurangi nilai minimum. Kemudian optimasinya menjadi : Dimana g adalah atribut maksimum, . adalah jumlah atribut yang akan menjadi nilai minimum, dan adalah nilai normaliasi alternative ke i pada semua atribut. Untuk membuat nilai atribut lebih akurat, maka bisa dilakukan dengan mengalikan bobot yang sesuai. Ketika dilakukan perhitungan atribut dikalikan dengan bobot, maka hasilnya menjadi sebagai berikut : Dimana adalah atribut yang dapat ditentukan oleh pengambil keputusan/pimpinan perusahaan. Nilai dapat menjadi positif atau negatif tergantung dari jumlah maksimum dan minimumnya pada matriks keputusan. Dan hasil akhir perhitungannya yaitu menampilkan hasil rangking Dengan demikian, nilai alternative terbaik memiliki nilai Sedangkan nilai alternative terendah memiliki nilai terendah. Berikut dibawah ini contoh penerapan metode MOORA dalam penerimaan beasiswa di salah satu pergutuan tinggi. Adapun kriteria yang digunakan beserta bobotnya adalah sebagai berikut: Tabel 1. Nilai Bobot Pada Kriteria Beasiswa Kriteria Nilai Bobot IPK Keterangan Organisasi Kemahasiswaan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Softskill Berikut dibawah ini data mahasiswa beserta keterangan kriterianya yang akan dinilai dengan menggunakan metode MOORA. Tabel 2. Data Mahasiswa yang mendaftar beasiswa Nama Mahasiswa IPK Organisasi PKM Lutfiatul Husna 3,97 Ada Ada Fifin Zahrotun 3,93 Ada Tidak Ada Akhmad Arifin 3,59 Ada Ada Saiful Hadi 3,76 Ada Ada Anisa Putri Anjani 3,79 Ada Ada Nama Mahasiswa Lutfiatul Husna Fifin Zahrotun Akhmad Arifin Saiful Hadi Anisa Putri Anjani Tabel 3. Nilai Kriteria Mahasiswa IPK Organisasi 3,97 3,93 3,59 3,76 3,79 PKM Softskill Ada Ada Ada Ada Ada Softskill Pada kriteria Organisasi bernilai 1 dikarenakan mahasiswa tersebut mengikuti organisasi, dan apabila mahasiswa tersebut tidak mengikuti organisasi, maka akan bernilai 0. Sama halnya pada kriteria PKM dan Softskill, jika mahasiswa tersebut mengunggah proposal PKM akan bernilai 1, jika tidak mengunggah proposal PKM akan bernilai 0. Kemudian melakukan perhitungan matriks dengan menggunakan rumus berikut ini: Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: Perhitungan untuk kriteria IPK : Perhitungan untuk kriteria Organisasi : Perhitungan untuk kriteria Proposal PKM : Perhitungan untuk kriteria Softskill : Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: Sehingga menghasilkan perhitungan matriks keputusan seperti dijelaskan pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Hasil Nilai Matriks Nama Mahasiswa IPK Organisasi PKM Softskill Lutfiatul Husna 0,465 0,44 0,44 Fifin Zahrotun 0,461 0,44 0,44 Akhmad Arifin 0,421 0,44 0,44 Saiful Hadi 0,441 0,44 0,44 Anisa Putri Anjani 0,444 0,44 0,44 Dari semua proses yang sudah dilalui, inilah hasil akhir perhitungannya, dengan cara mengalikan semua hasil , , diatas dengan bobot masing-masing kriteria. Dengan demikian akan dihasilkan perangkingan penerima beasiswa. Berikut Hasil Perangkingan penerima beasiswa. = 0,465. %) 0,44. %) 0,5. %) 0,44. %) = 0,456 = 0,461. %) 0,44. %) 0. %) 0,44. %) = 0,360 = 0,421. %) 0,44. %) 0,5. %) 0,44. %) = 0,438 = 0,441. %) 0,44. %) 0,5. %) 0,44. %) = 0,446 = 0,444. %) 0,44. %) 0,5. %) 0,44. %) = 0,447 Tabel 5. Hasil Rangking Nama Mahasiswa Nilai Rank Lutfiatul Husna 0,465 0,44 0,44 0,456 Fifin Zahrotun 0,461 0,44 0,44 0,360 Akhmad Arifin 0,421 0,44 0,44 0,438 Saiful Hadi 0,441 0,44 0,44 0,446 Anisa Putri Anjani 0,444 0,44 0,44 0,447 Unifled Modeling Language (UML) Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berorientasi objekapapun. Karena menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya. UML dapat dituliskan dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C . Java. C# atau VB. NET. Perancangan dan Implemantasi Sistem 1 Metode Perancangan Sistem Di dalam penelitian ini, digunakan sebuah metode perancangan sistem yaitu waterfall algorithm. Berikut ini adalah fase yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: Analisis Masalah dan Kebutuhan Analisis masalah dan kebutuhan merupakan fase awal dalam perancangan sistem. Pada fase ini akan ditentukan titik masalah sebenarnya dan elemen-elemen apa saja yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala dalam proses kelayakan penerima redistribusi tanah baik software maupun hardware . erangkat kera. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: Desain Sistem Dalam fase ini dibagi beberapa indikator atau elemen yaitu pemodelan sistem dengan Unified Modelling Language, pemodelan menggunakan flowchart system, desain input dan desain output dari aplikasi sistem pendukung keputusan yang mau dirancang. Pembangun Sistem Fase ini menjelaskan tentang bagaimana melakukan pengkodingan terhadap desain sistem yang dirancang baik dari sistem input, proses dan output menggunakan bahasa pemograman desktop. Uji Coba Sistem Fase ini merupakan fase terpenting untuk pembangunan aplikasi sistem pendukung keputusan. Hal ini dikarenakan pada fase ini akan dilakukan trial and error terhadap keseluruhan aspek aplikasi baik coding, desain sistem dan pemodelan dari aplikasi sistem pendukung keputusan tersebut. Implementasi atau Pemeliharaan Fase akhir ini adalah fase dimana pemanfaatan aplikasi oleh stakeholder yang akan menggunakan sistem ini. Dalam penelitian ini pengguna atau end user nya adalah pegawai di Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan penjelasan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam perancangan aplikasi sistem pendukung keputusan dalam proses kelayakan penerima redistribusi tanah dengan menggunakan metode MOORA. 1 Flowchart dari Metode Penyelesaian Di bawah ini merupakan flowchart rancangan program pada implementasi sistem pendukung keputusan untuk menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah menggunakan metode MOORA. Mulai Inisialisasi Kriteria. Bobot Input Data Pemohon dan Nilai Kriteria Kriteria Menjadi Merubah Nilai Matriks Keputusan Hitung Nilai Matriks Hitung Nilai Optimasi Y Y = Wj * Xij Proses Menentukan Kelayakan Hasil Keputusan Selesai Gambar 1. Flowchart Metode MOORA Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: 2 Deskripsi Data Penelitian Dalam menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah digunakan beberapa jenis data diantaranya yaitu data kriteria, data primer dari perusahaan dan data hasil inisialisasi. Dalam aplikasi sistem pendukung keputusan menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah, maka harus ditetapkan kriteria-kriteria yang digunakan sebagai acuan untuk penilaian dalam proses Kriteria-kriteria tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 6. Kriteria Penilaian Kode Nama Kriteria Nilai Bobot (W) Keterangan Pekerjaan Benefit Kepemilikan Tanah Benefit Penghasilan Benefit Anggota Keluarga Benefit Berikut dibawah ini aturan pembobotan nilai kriteria pada setiap data kriteria diatas: Kriteria Pekerjaan Kriteria pertama merupakan kriteria yang dilihat dari segi pekerjaan pemohon. Berikut dibawah ini penjelasan kriteria pekerjaan. Tabel 7. Bobot Kriteria Status Pekerjaan Skala Kriteria Bobot Petani/Pekebun Nelayan/Petambak Guru Honorer Buruh Harian Lepas Lainnya Kriteria Kepemilikan Tanah Kriteria kedua merupakan kriteria yang dilihat dari segi kepemilikan tanah pemohon. Berikut dibawah ini penjelasan kriteria Kepemilikan Tanah. Tabel 8. Bobot Kriteria Kepemilikan Tanah Skala Kriteria Bobot O 0,25 Ha 0,26 Ha Ae 0,50 Ha > 0,50 Ha Kriteria Penghasilan Kriteria kedua merupakan kriteria yang dilihat dari segi penghasilan pemohon. Berikut dibawah ini penjelasan kriteria penghasilan. Tabel 9. Bobot Kriteria Penghasilan Skala Kriteria Bobot < 1,5 juta Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: 1,5 juta Ae 2 juta > 2 juta Kriteria Anggota Keluarga Kriteria kedua merupakan kriteria yang dilihat dari segi anggota keluarga tanah. Berikut dibawah ini penjelasan kriteria anggota keluarga. Tabel 10. Bobot Kriteria Anggota Keluarga Skala Kriteria Bobot Ou 6 orang 4 Ae 5 orang 1 Ae 3 orang 3 Algoritma MOORA Dalam pembahasan perhitungan MOORA ini, diambil 10 sampel dari alternatif yang memiliki 4 Perhitungan MOORA dalam sistem jika dicari secara manual, dapat kita lihat penyelesaiannya sebagai berikut: Tabel 11. Nilai Pemohon Terhadap Setiap Kriteria Kriteria Kode Petani Tidak Ada 1,6 juta 7 orang A01 A02 Petani 0,25 Ha 1,4 juta 4 orang A03 Petani 0,25 Ha 1,3 juta 4 orang A04 Petani 0,5 Ha 1 juta 6 orang A05 Buruh 0,2 Ha 1,4 juta 3 orang A06 Petani Tidak Ada 1 juta 5 orang A07 Wiraswasta 0,5 Ha 1,4 juta 3 orang A08 Petani 0,2 Ha 1,2 juta 6 orang A09 Buruh 0,8 Ha 1,4 juta 5 orang A10 Petani 0,5 Ha 1,3 juta 7 orang Kemudian nilai pemohon pada tabel di atas dirubah kedalam bentuk angka sesuai dengan aturan pembobotan kriteria, sehingga menghasilkan data sebagai berikut: Tabel 12. Nilai Pemohon Setelah Dikonversi Kriteria Kode A01 A02 A03 A04 Kode A05 A06 Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: A07 A08 A09 A10 Kemudian membuat matriks keputusan ternormalisasi Xij dengan menggunakan persamaan dibawah ini: 13,5647 0,3686 0,3686 0,3686 0,3686 0,1474 0,3686 0,0737 0,3686 0,1474 0,3686 13,3417 0,3748 0,3748 0,3748 0,2249 0,3748 0,3748 0,2249 0,3748 0,0750 0,2249 15,2971 0,1961 0,3269 0,3269 0,3269 Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: 0,3269 0,3269 0,3269 0,3269 0,3269 0,3269 11,7473 0,4256 0,2554 0,2554 0,4256 0,0851 0,2554 0,0851 0,4256 0,2554 0,4256 Maka dari perhitungan diatas menghasilkan matriks ternormalisasi X seperti terlihat dibawah ini: X = 0,3686 0,3748 0,1961 0,4256 0,3686 0,3748 0,3269 0,2554 0,3686 0,3748 0,3269 0,2554 0,3686 0,1474 0,2249 0,3269 0,4256 0,3748 0,3269 0,0851 0,3686 0,3748 0,3269 0,2554 0,0737 0,2249 0,3269 0,0851 0,3686 0,3748 0,3269 0,4256 0,1474 0,0750 0,3269 0,2554 0,3686 0,2249 0,3269 0,4256 Langkah selanjutnya yaitu menghitung nilai optimasi Y dengan menggunakan persamaan dibawah ini. Y = Wj * Xij . enghitung nilai optimas. W = bobot preferensi . ,30. 0,30. 0,25. 0,3686*0,3 0,4256*0,15 0,3748*0,3 0,1961*0,25 0,3686*0,3 0,3748*0,3 0,3269*0,25 0,2554*0,15 0,3686*0,3 0,3748*0,3 0,3269*0,25 0,2554*0,15 Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: X = 0,3686*0,3 0,1474*0,3 0,2249*0,3 0,3269*0,25 0,4256*0,15 0,3748*0,3 0,3269*0,25 0,0851*0,15 0,3686*0,3 0,3748*0,3 0,3269*0,25 0,2554*0,15 0,0737*0,3 0,2249*0,3 0,3269*0,25 0,0851*0,15 0,3686*0,3 0,3748*0,3 0,3269*0,25 0,4256*0,15 0,1474*0,3 0,0750*0,3 0,3269*0,25 0,2554*0,15 0,3686*0,3 0,2249*0,3 0,3269*0,25 0,4256*0,15 Setelah dihitung dengan persamaan diatas maka akan menghasilkan nilai optimasi Y seperti dibawah ini: Tabel 13. Hasil Nilai Optimasi Y Kode Total Nilai A01 0,1106 0,1124 0,0490 0,0638 0,3359 A02 0,1106 0,1124 0,0817 0,0383 0,3430 A03 0,1106 0,1124 0,0817 0,0383 0,3430 A04 0,1106 0,0675 0,0817 0,0638 0,3236 A05 0,0442 0,1124 0,0817 0,0128 0,2511 A06 0,1106 0,1124 0,0817 0,0383 0,3430 A07 0,0221 0,0675 0,0817 0,0128 0,1841 A08 0,1106 0,1124 0,0817 0,0638 0,3686 A09 0,0442 0,0225 0,0817 0,0383 0,1867 A10 0,1106 0,0675 0,0817 0,0638 0,3236 Maka sesuai dengan ketentuan dari pihak instansi bahwa pemohon yang nilainya Ou 0,3 dinyatakan Layak untuk menerima redistribusi tanah, sedangkan pemohon yang nilainya < 0,3 dinyatakan Tidak Layak. Seperti yang dijelaskan pada tabel dibawah ini : Tabel 14. Hasil Keputusan Kelayakan Penerima Redistribusi Tanah Kode Nama Pemohon Nilai Akhir Keputusan A01 A02 A03 A04 A05 Kode A06 A07 A08 A09 A10 Haris Syapril A. Dasirun Tamin Usman Nama Pemohon Alex Zainudin AR Jerni Darlan DG. Sijerra 0,3359 0,3430 0,3430 0,3236 0,2511 Nilai Akhir 0,3430 0,1841 0,3686 0,1867 0,3236 Layak Layak Layak Layak Tidak Layak Keputusan Layak Tidak Layak Layak Tidak Layak Layak Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: Implementasi Sistem Tampilan Login Gambar 2. Tampilan Login Pada form login, admin harus memasukkan nama dan kata sandi. Jika nama dan kata sandi tidak sesuai maka proses login tidak dapat dilakukan. Menu login bermanfaat agar tidak sembarangan user bisa mengakses menu yang ada di aplikasi tersebut. Menu login bermanfaat agar tidak sembarang user bisa mengakses menu yang ada di aplikasi tersebut. Tampilan Menu Utama Setelah proses login berhasil, admin akan diarahkan ke menu utama dimana terdapat empat sub menu pengolahan data yang dapat diakses, yaitu data Pemohon, data kriteria penilaian, data sub kriteria, dan proses pengambilan keputusan. Namun, apabila proses login tidak berhasil maka sistem akan kembali ke form login, dan sistem meminta untuk memasukan username dan password yang benar. Gambar 3. Tampilan Menu Utama Tampilan Input Data Pemohon Pada input data pemohon yang dimaksud adalah proses menambah, mengubah, menyimpan, dan menghapus data pemohon yang terdapat pada database. Berikut di bawah ini dlampirkan data pemohon yang akan diinput kedalam sistem pendukung keputusan. Gambar 4. Tampilan Input Data Pemohon Adapun fungsi-fungsi dari tombol yang terdapat dalam form yaitu : Tambah : Menyimpan data pemohon baru. Ubah : Merubah data-data yang dianggap salah. Hapus : Menghapus data-data yang dianggap tidak perlu. Batal : Membatalkan penginputan data dan membersihkan form. Keluar : Keluar dari form Pemohon. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: 4 Tampilan Input Data Kriteria Penilaian Pada form kriteria merupakan tampilan antarmuka untuk menginput data kriteria yang akan digunakan menjadi acuan penilaian pada setiap Pemohon. Berikut adalah gambar hasil implementasi dari rancangan antarmuka form input penilaian kriteria. Gambar 5. Tampilan Input Data Kriteria Penilaian Adapun fungsi-fungsi dari tombol yang terdapat dalam form yaitu : Tambah Menyimpan data nilai kriteria baru. Ubah Merubah data-data yang dianggap salah. Hapus Menghapus data-data yang dianggap tidak perlu. Batal Membatalkan penginputan data dan membersihkan form. Keluar Keluar dari form nilai kriteria. Tampilan Form Proses Keputusan Pada form proses keputusan merupakan tampilan antarmuka untuk menginput data nilai kriteria dari tiap-tiap data pemohon yang digunakan pada sistem ini. Berikut adalah gambar hasil implementasi dari rancangan antarmuka form proses keputusan. Gambar 6. Tampilan Proses Keputusan Adapun fungsi-fungsi dari tombol yang terdapat dalam form yaitu : Proses : Melakukan proses perhitungan dengan metode MOORA. Cetak : Menampilkan laporan hasil keputusan Keluar : Keluar dari form keputusan. Pengujian Sistem Setelah melakukan proses implementasi, proses selanjutnya adalah uji coba dengan tujuan untuk mengetahui bahwa aplikasi yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan. Setelah dilakukan pengujian, maka menghasilkan dua buah laporan yaitu laporan data pemohon dan laporan hasil keputusan seperti gambar di bawah ini: Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: Gambar 7. Tampilan Laporan Pemohon Selain menghasilkan output berupa laporan data pemohon, sistem ini juga menghasilkan output laporan hasil keputusan pemohon seperti yang tercantum pada gambar di bawah ini. Gambar 8. Tampilan Laporan Hasil Keputusan Selain menghasilkan output berupa laporan data pemohon dan laporan hasil keputusan, sistem ini juga menghasilkan output laporan hasil keputusan setiap pemohon seperti yang tercantum pada gambar di bawah ini. Gambar 9. Tampilan Laporan Hasil Keputusan Perorang KESIMPULAN Perancangan untuk menentuan kelayakan penerima redistribusi tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala berdasarkan perhitungan dari 4 nilai kriteria yaitu pekerjaan, kepemilikan tanah, penghasilan dan anggota keluarga yang dimasukkan ke dalam perhitungan metode MOORA. Penerapan metode MOORA dalam menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah dengan menginterasikannya ke dalam bahasa pemrograman desktop kemudian menginputkan data Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: alternatif beserta nilai kriteria ke dalam sistem. Sehingga dapat membantu Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala dalam menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah dengan cepat. Pengujian yang digunakan dalam membangun sistem pendukung keputusan menentukan kelayakan penerima redistribusi tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Donggala yaitu flowchart, use case diagram, activity diagram, class diagram, database dan perancangan interface program. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Kiranya bisa memberi manfaat bagi pembacanya dan dapat meningkatkan kualitas jurnal selanjutnya. REFERENSI