Davar: Jurnal Teologi ISSN 2722-905X . , 2722-9041 . Vol. No. : 75Ae88 http://e-journalsangkakala. id/index. php/DJT Prinsip-Prinsip Surat Penggembalaan Tentang Uang Dan Harta Milik Susanto & 2Deni Triastanti Sekolah Tinggi Teologi Simpson. Ungaran Email: ragilsusanto007@gmail. com, 2triastantideni@gmail. Abstract Through this article the author discusses the principles regarding money and property in pastoral In this study the authors used a qualitative research method of study literature by analyzing the texts from the letters I-II Timothy and Titus in order to get an explanation of the topics of the principles of the pastoral letters regarding money and property. In pastoral care letters, a congregation pastor finds out how to behave and use money and property. The attitude of a shepherd towards wealth is not greedy for wealth . ot materialisti. , not selfish but can show an example, discipline and focus on righteousness so that he can be grateful and share to help others. Keywords: Shepherding Letter. Property. Pastor Abstrak Melalui artikel ini penulis membahas tentang prinsip-prinsip tentang uang dan harta milik dalam surat-surat penggembalaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif literatur studi dengan menganalisa teks dari surat I-II Timotius dan Titus guna mendapatkan penjelasan mengenai topik prinsip-prinsip surat-surat penggembalaan tentang uang dan harta milik. Dalam surat-surat penggembalaan ditemukan cara bersikap serta penggunaan terhadap uang dan harta bagi seorang gembala sidang. Sikap seorang gembala terhadap harta adalah tidak serakah terhadap harta . idak materialisti. , tidak mementingkan diri tetapi dapat menunjukkan teladan, disiplin serta berfokus terhadap kesalehan sehingga dapat bersyukur dan berbagi membantu orang lain. Kata Kunci: Surat Penggembalaan. Harta Milik. Gembala Sidang Pendahuluan Kehidupan manusia di abad 21, memiliki kecenderungan kepada budaya konsumerisme, dimana suatu kehidupan yang utuh, cantik dan bebas dari carut marut dapat dimiliki ketika seseorang bisa membelinya. Akibat dari budaya tersebut yang akhirnya akan membawa seseorang menghambur-hamburkan uang yang ujungnya akan membawa kepada kehancuran. Bahkan, secara naluriah tidak ada seorangpun yang kebal terhadap perilaku tersebut. Dalam kekristenan perilaku seperti ini dipertegas oleh Paulus dalam suratnya di Roma 12:1-2, bahwa hidup sebagai orang percaya perlu memiliki pembaruan budi dan tidak menjadi serupa dengan apa yang dikatakan oleh dunia ini. Perilaku tersebut di atas tidak menutup kemungkinan dapat dialami oleh pemimpin gereja Dalam pelayanan gereja, seorang pemimpin atau yang disebut gembala sidang memiliki tanggungjawab terhadap anggota jemaat khususnya yang berkenaan dengan Pelayanan gembala sidang ini bukan sekedar profesi, karena pelayanan bukanlah suatu kewajiban, melainkan suatu respon dalam bentuk syukur atas keselamatan yang diperoleh dalam Yesus Kristus. Menurut Wongso, gembala sidang merupakan seorang Hamba Tuhan dituntut menjadi teladan ditengah-tengah jemaat dan masyarakat pada umumnya. 1 Ronda menambahkan bahwa istilah gembala sendiri disematkan kepada seseorang yang memegang jabatan penggembalaan di gereja di tempat ia bertugas serta memelihara kehidupan rohani dalam jemaat baik itu secara individu, keluarga maupun komunitas. 2 Dalam hal ini, dipanggil untuk menjadi seorang pemimpin gereja/ gembala sidang merupakan panggilan yang mulia, dimana hal tersebut dilakukan sebagai kepanjangan tangan-Nya guna memelihara umat-Nya di bumi. Bahkan pekerjaan tersebut menurut Sanders, mengandung resiko yang besar, karena harus mengorbankan segala sesuatunya untuk dicurahkan dalam pelaksanaan tugas panggilan Tuhan atas Sudjarwo mengatakan, menjadi seorang gembala sidang merupakan panggilan gerejani, yang olehnya Alkitab haruslah dijadikan sebagai sumber acuan utama dan landasan berpijak dalam melaksanakan tugas penggembalaan, khususnya dalam suratsurat pastoral . Tim. 3:1-. 4 Katarina dan Darmawan menekankan bahwa Alkitab merupakan fondasi berpikir dan bertindak yang mempengaruhi pembentukan karakter seseorang sehingga Alkitab menjadi acuan hidup. 5 Demikian pula dijelaskan oelh Darmawan dan Objantoro bahwa Alkitab memiliki peranan penting bagi pembentukan perilaku seseorang termasuk hamba Tuhan. 6 Oleh sebab itu kajian terhadap teks Alkitab perlu dilakukan untuk memperkaya hamba Tuhan menjalani panggilan Allah. Borrong menjelaskan bahwa, menjadi seorang gembala sidang merupakan panggilan khusus menjadi mitra Allah dalam memberitakan firman-Nya di dunia ini. 7 Berkenaan dengan gembala sidang tersebut, penatalayanan pun dilakukan sebagaimana yang tertulis dalam Peter Wongso. Theologia Penggembalaan (Malang: SAAT, 1. , 12. Daniel Ronda. Pengantar Konseling Pastoral (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 22. Oswald Sanders. Kepemimpinan Rohani. Terjemahan Chris J. Samuel (Bandung: Kalam Hidup, 1. , 63. Markus Sudjarwo. AuMengaplikasikan Integritas Gembala Jemaat Menurut Surat-Surat Penggembalaan,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. 2 (December 1, 2. 173Ae189. Katarina and I. Putu Ayub Darmawan. AuImplikasi Alkitab Dalam Formasi Rohani Pada Era Reformasi Gereja,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. : 81Ae93. Putu Ayub Darmawan and Enggar Objantoro. AuSignifikansi Ineransi Alkitab Bagi Pendidikan Kristen,Ay Sola Scriptura: Jurnal Teologi 1, no. 1 (June 12, 2. : 36Ae52. Robert Patannang Borrong. AuSignifikansi Kode Etik Pendeta,Ay Gema Teologi 39, no. 1 (April 22, 2. , accessed July 18, 2020, http://journal-theo. id/index. php/gema/article/view/194. Alkitab yang tentunya meliputi banyak hal. Dalam surat penggembalaan ini. Paulus menuliskan dan ditujukan kepada Timotius untuk menjadi pemimpin gereja di Efesus . Tim. dan menugaskan Titus memimpin gereja di Kreta (Tit. Paulus memberikan nasihat kepada keduanya mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin gereja/gembala sidang menghadapi kondisi di kota Termasuk mengenai kecemasan Paulus melihat kesia-siaan tentang adanya guruguru palsu yang mengajarkan ajaran sesat. 8 Selain itu, pemimpin rohani di gereja yang mula-mula hanya menginginkan jabatan saja, bukan kepada tanggungjawab untuk melayani orang lain. 9 Paulus menasihati Timotius dan Titus dengan topik-topik praktis seperti yang berhubungan dengan tata gereja dari segi kepemimpinan, liturgi bahkan Sepanjang sejarah gereja, surat-surat penggembalaan ini terus digunakan untuk mengajar hamba-hamba Kristus atau para gembala sidang mengenai tugas-tugas dan perilaku yang tidak terhitung nilainya. Hal ini dikarenakan melalui surat-surat inilah dapat membentuk karakter dan pola kelakuan sehari-hari seorang pelayan Tuhan, faedah dan daya tariknya pun lebih daripada itu, dimana di dalamnya juga terdapat mutiara-mutiara yang menguatkan roh dan mengandung pengertian teologis yang telah memperkaya hidup kesalehan dalam gereja. Dalam penulisan ini, penulis membahas secara khusus mengenai penatalayanan yang berkenaan dengan keuangan dan hak milik gembala sidang sesuai dengan penekanan Paulus dalam surat-surat penggembalaan. Beberapa isu lain dalam surat-surat penggembalaan telah dibahas oleh peneliti lain seperti penelitian Makanata yang meneliti tentang sikap perempuan dalam ibadah berdasarkan surat 1 Timotius. 11 Kemudian penelitian Sagala. Priskila. Susanty, dan Kristina yang menyoroti soal guru dalam surat 1 Timotius. 12 Sama halnya dengan penelitian TafonaAoo yang juga menyoroti soal kepribadian guru dalam surat 1 Timotius. 13 Beberapa penelitian tersebut menunjukkan kekayaan surat-surat penggembalaan yang dapat diteliti, tetapi dalam penelitian ini penulis mengarahkan perhatian terhadap keuangan dan hak milik gembala siding. Sebagaimana yang diungkapkan Borrong, terdapat sembilan etika seorang gembala sidang dalam pelayanan, salah satunya mengenai keuangan dan gaya hidup yang F Bruce and Harun Hadiwijono. Tafsiran Alkitab Masa Kini 3 (Matius-Wahy. (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1. , 684. Ibid. , 685. Warren Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus (Bandung: Kalam Hidup, 1. , 13. AuTimotius Dan Titus. Surat-Surat Kepada - Studi Kamus - Alkitab SABDA. Ay Julen Makanata. AuSikap Perempuan Dalam Ibadah Berdasarkan I Timotius,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 2, no. , accessed December 23, 2020, https://journal. id/index. php/EJTI/article/view/87. Lenda Dabora J. Sagala et al. AuProfesionalitas Guru Agama Kristen Berdasarkan Surat 1 Timotius,Ay Didache: Journal of Christian Education 1, no. : 25Ae34. Talizaro TafonaAoo. AuKepribadian Guru Kristen Dalam Perspektif 1 Timotius 4:11-16,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 3, no. 1 (January 30, 2. : 62Ae81. 14 Dengan demikian dalam penulisan ini, yang menjadi rumusan masalah adalah apa saja prinsip-prinsip dari surat penggembalaan mengenai uang dan harta milik serta aplikasinya bagi gembala sidang masa kini? Maka dari itu penulis memaparkan mengenai aplikasi prinsip-prinsip surat penggembalaan tentang uang dan harta milik bagi para gembala sidang masa kini. Metode Dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif studi literatur dengan menganalisa teks dari surat I-II Timotius dan Titus pada bagian yang bersangkutan. Selain itu peneliti juga melakukan pendekatan deskriptif dengan berusaha menuturkan pemecahan dari rumusan masalah yang ada berdasarkan data dari teks Alkitab. Selain itu, metode penelitian ini dilakukan guna mendapatkan penjelasan mengenai topik pembahasan serta memahami pengajaran-pengajaran yang terkandung di dalamnya. Sebagaimana yang diungkapkan Bambang Subagyo bahwa, metode yang mengatur ajaran sebuah Kitab sesuai dengan doktrin-doktrin yang dibicarakan dan menjelaskan tekanan 16 Sementara Winanto juga menambahkan bahwa surat penggembalaan ini bersifat praktis dan teologis. Bersifat praktis yang menekankan nasihat dalam pelayanan penggembalaan dan teologis mengenai ajaran kebenaran firman Tuhan terhadap ajaranajaran palsu yang tidak beraturan. 17 Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip dari surat penggembalaan mengenai uang dan harta milik. Selain itu dalam metode ini sekaligus memaparkan berbagai penjelasan dengan menggunakan data-data dari berbagai sumber literatur. Sumber data tersebut berupa sumber primer yaitu Alkitab Terjemahan Baru LAI dan tafsiran-tafsiran surat I-II Timotius dan Titus dalam bentuk buku maupun jurnal online. Sebagai sumber data sekunder, penulis menggunakan buku-buku maupun jurnal-jurnal teologi penunjang lainnya yang bersangkutan dengan teks. Hasil dan Pembahasan Suka Memberi Tumpangan Nasihat untuk memberi tumpangan tercatat dalam surat 1 Timotius 3:2 yang berbunyi. AuKarena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dan isteri. Borrong. AuSignifikansi Kode Etik Pendeta. Ay Sonny Eli Zaluchu. Bibical Theology: Pembahasan Metodologi Dan Pendekatan Biblika Dalam Membangun Teologi PL Dan PB Yang Alkitabiah (Semarang: Golden Gate Publishing, 2. Andreas Subagyo. Pengantar Riset Kunatitatif Dan Kualitatif (Bandung: Kalam Hidup, 2. Natanael Winanto. Antonius Missa, and Juan Ananta Tan. AuSurat-Surat Pastoral Sebagai Petunjuk Praktis Penggembalaan Untuk Jemaat,Ay QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 2, no. 1 (June 29, 2. : 44Ae61. dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang. Ay Menurut Perjanjian Baru, istilah Aopenilik jemaatAo. Aogembala sidangAo dan AopenatuaAo ini mempunyai arti yang sama, yang berarti AopengawasAo yang bertanggungjawab mengawasi pekerjaan jemaat . Pet. 5:1-3. Kis. 20:17,. 18 Sementara kata suka memberi tumpangan memiliki arti hospitable, generous to guests . iven to hospitalit. yang berarti ramah, murah hati untuk tamu . iberikan untuk keramahtamaha. 19 Konteks suka memberi tumpangan ini Wiersbe mengartikan secara harfiah yaitu Aumengasihi orang asingAy, yang berkenaan dengan jemaat mula-mula yang mengadakan perjalanan jauh dan memerlukan tempat untuk menginap. 20 CalvinAos Commentaries menambahkan pada masa itu terjadi penganiayaan kejam terhadap orang saleh bahkan merusak tempat tinggalnya. Sehingga rumah para penatua dijadikan tempat retret bagi orang-orang buangan ini. 21 Alkitab juga menegaskan sebagai orang Kristen untuk memberi tumpangan (Rom. 12:13. Ibr. 13:1-2. Ptr. 4:8-. Tari juga menjelaskan bahwa suka memberi tumpangan artinya bentuk nyata dari kasih di tengah-tengah situasi masyarakat, yang belum mempunyai fasilitas-fasilitas penginapan yang baik seperti zaman sekarang ini. 22 Dengan demikian, desakan untuk memberi tumpangan ini agar dapat memberikan bantuan kepada orang lain serta tidak mengabaikan rasa kemanusiaan antar sesama. Penekanan Paulus mengenai nasihat suka memberi tumpangan ini berkaitan dengan keharusan orang percaya untuk bermurah hati. Kaitannya dengan seorang gembala sidang, prinsip ini tidak menyiratkan bahwa gembala sidang harus makmur, tetapi sebagai pemimpin rohani yang dituntut keteladanan, harus rela menunjukkan keteladanan kemurahan hati tersebut. Selain itu, konsep suka memberi tumpangan ini dibangun atas dasar sifat tidak mementingkan diri sendiri. Bagi seorang pemimpin rohani mementingkan diri sendiri itu bertentangan, baik dari sudut pandang manusia maupun sudut pandang ilahi. Ukuran dalam memberi tumpangan inipun tidak diukur dari banyak atau sedikitnya uang atau tempat tinggal, tetapi yang lebih penting adalah seberapa besar seorang gembala sidang bersedia mengorbankan dan memberikan harta kepada sesama. Tidak Materialistis Materialistis secara umum dimengerti sebagai paham atau fokus seseorang yang tertuju pada materi, bahkan biasanya disertai dengan paradigma bahwa uang adalah segalanya dari apapun. Kekristenan menentang paham dan perilaku tersebut. Lukas dalam tulisannya pun mencatat, bahwa Yesus dengan keras mengkritik orang-orang yang jatuh Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 43. AuStrongAos Greek: 5382. UAC (Philoxeno. ,Ay https://biblehub. com/greek/5382. Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 46. Au1 Timothy 3 CalvinAos Commentaries,Ay https://biblehub. com/commentaries/calvin/1_timothy/3. Ezra Tari. Ermin Alperiana Mosooli, and Elsye Evasolina Tulaka. AuKepemimpinan Kristen Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7,Ay JURNAL TERUNA BHAKTI 2, no. 1 (August 25, 2. : 15Ae21. dalam paham materialistis ini (Luk. Sama halnya dengan Paulus dalam suratnya kepada Timotius berupa seruan atau nasihat agar orang percaya tidak menjadi hamba AuKarena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacatA bukan hamba uangA Demikian juga diaken-diaken haruslah orang yang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur dan jangan serakahAy . Tim 3:2-4, . Larangan menjadi hamba uang . dan jangan serakah . , bukan berarti sebagai orang Kristen atau gembala sidang seharusnya bebas dari uang, tetapi lebih kepada tidak mencintai uang lebih dari segala-galanya. Wiersbe mengatakan, mungkin Paulus melihat adanya penyalahgunaan pelayanan untuk mencari keuntungan. Konteks bagi gembala sidang pun yang Aobanyak urusan pentingAo di luar jemaat karena ingin mencari keuntungan. 23 Menurut Calvin, sifat tamak Aoserba mencari keuntunganAo merupakan kejahatan dan melanggar hukum, karena akan membawa kepada penyakit iri hati yang kejam dan kotor. 24 Hal serupa yang diungkapkan oleh Benson bahwa ketamakan jika dibawa ke dalam pelayanan, maka secara tidak langsung pelayanan akan diarahkan ke hal-hal yang sekuler, menuruti apa yang dunia katakan demi mendapatkan keuntungan dan uang yang berkuasa di atasnya. 25 Jadi, sifat tamak ini merupakan cerminan kualitas hati seseorang. Maka dapat dipastikan jika seorang pelayan Tuhan tamak dengan uang, membuktikan kualitas hati yang rendah dihadapan Tuhan karena memberi diri diperbudak oleh uang. Paulus membahas lebih banyak mengenai seseorang yang menjadi hamba uang atau tamak dalam pasal 6:3-10. Itu sebabnya Paulus tidak ingin para pemimpin rohani menyerah menghadapi godaan tersebut, sebagai wujud desakan Paulus bahwa di hari-hari akhir ia memastikan orang-orang Kristen mengutamakan mencari Kerajaan Allah. Penekanan Paulus ini sekaligus menjawab kecakapan para pemimpin gereja yang dewasa ini membangun teologi kemakmuran. Para pemimpin yang memanfaatkan keinginan dalam melayani Tuhan digabungkan dengan kecenderungan alami manusia yang ingin diberkati secara materi. Pendekatan tersebut berujung pada pemuasan diri sendiri dalam hal memberi yang sebenarnya hanya kesesatan belaka. Prinsip Paulus mengenai seorang penilik jemaat yaitu bagi orang-orang yang tidak tamak, tidak mementingkan kepentingan sendiri serta mencari keuntungan dalam pelayanan. Dengan demikian, seperti halnya yang diungkapkan oleh Waharman bahwa, seorang gembala sidang haruslah seorang yang memiliki konsep yang benar tetang uang serta bebas dari ketamakan atau Memilih Orang-orang yang Pantas Dibantu Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 47. Au1 Timothy 3 CalvinAos Commentaries. Ay Au1 Timothy 3 Benson Commentary,Ay https://biblehub. com/commentaries/benson/1_timothy/3. Waharman Waharman. AuKarakteristik Seorang Pelayan Tuhan Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7,Ay Manna Rafflesia 4, no. 1 (October 31, 2. : 37Ae56. Dalam melayani di jemaat. Paulus menasihati Timotius untuk tidak pilih kasih dengan berbagai macam golongan dalam jemaat. Akan tetapi Paulus justru fokus kepada kondisi janda-janda. Paulus menuliskan. AuHormatilah janda-janda yang benar-benar Ay . Tim 5:. Perintah untuk menghormati ini menunjukkan bahwa selain menunjukkan rasa hormat, termasuk juga di dalamnya ada rasa kasih dan tindakan memperhatikan serta memberikan . yang diperlukan. 27 Serupa dengan Budiman, bahwa Tuhan juga melindungi para janda, sehingga menghormati berarti juga memberi bantuan materi bukan hanya kata-kata saja. 28 Calvin menambahkan bahwa hal tersebut harus menjadi perhatian khusus pemimpin gereja. 29 Menurut Getz yang melatar belakangi perintah ini, dimana ketika janda-janda Yahudi menjadi Kristen, secara otomatis terputus dari sistem kesejahteraan Israel. Sehingga pemeliharaan orang-orang golongan ini menjadi tanggungjawab gereja lokal. Memilih orang-orang yang pantas dibantu atau yang benar-benar janda ada sejak gereja mula-mula. Golongan janda . ang percay. ini telah menjadi perhatian khusus gereja (Kis. 6:1. Pelayanan tersebut dikerjakan Timotius, dimana ia juga sedang diperhadapkan dengan kebenaran yang cermat dalam kasih yang sungguh-sungguh. Janda-janda yang dimaksud sebagai orang yang pantas untuk dibantu memiliki kriteria Adapun yang menjadi kriteria janda yang pantas dibantu menurut Wiersbe dan Budiman adalah mereka yang tidak mendapat bantuan dari manusia/ hidup seorang diri . Tim. 5:5. , seorang percaya yang menghasilkan buah . Tim. 5:5. , minimal berusia 60 tahun . Tim. 5:9. , memiliki riwayat pernikahan yang baik . Tim. serta terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik . Tim. 31 Lain halnya dengan status janda selain dari kriteria di atas, janda muda misalnya Wiersbe mengatakan bahwa pemimpin gereja sifatnya lebih membimbing dan mengarahkan kepada mereka untuk melalukan hal-hal positif sesuai dengan pedoman-pedoman yang berlaku. 32 Dengan demikian, sebagai gembala sidang tentunya harus berhati-hati agar tidak menghabiskan dana jemaat untuk para jemaat yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan. Melihat bahwa kondisi janda pada umumunya mereka tidak bisa menopang dirinya sendiri, sehingga dalam penerapanya, cermat dalam memilih orang-orang yang pantas dibantu ini juga bagi jemaat yang cacat, sakit bahkan yang dilanda kemiskinan sesuai dengan Dr Daniel C. Arichea. Dr Howard A. Hatton, and Lembaga Alkitab Indonesia. Pedoman Penafsiran Alkitab: Surat-surat Paulus kepada Timotius dan kepada Titus (Lembaga Alkitab Indonesia, 2. , 105. Budiman. Tafsiran Surat-Surat Pastoral 1&2 Timotius Dan Titus (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 46. Au1 Timothy 5 CalvinAos Commentaries,Ay https://biblehub. com/commentaries/calvin/1_timothy/5. Gene Getz. Pedoman Lengkap Pendalaman Alkitab (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 316. Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 76Ae79. Budiman. Tafsiran Surat-Surat Pastoral 1&2 Timotius Dan Titus, 45Ae47. Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 79Ae82. kondisinya yang tidak berdaya dan memiliki beban berat. Sehingga dalam hal ini, gereja dapat menjadi komunitas yang peduli dengan bentuk inisiatif mencari orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Gaji yang Pantas Sebagai penatua yang melakukan pekerjaan luar biasa dalam gereja. Paulus menuliskan. AuPenatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajarAy . Tim. Frasa Aupatut dihormati dua kali lipatAy, berasal dari bahasa aslinya tim dalam bahasa Inggrisnya accord honor, pay respect diterjemahkan AohormatAo yang mengacu pada pemberian gaji atau honorariuam. 33 Paulus menegaskan prinsip yang menunjukkan bahwa seorang pekerja patut mendapatkan upahnya, juga dikutipnya dari Perjanjian Lama (Ul. 25:4 bnd. 1 Tim. Hamba Tuhan sebagai pelayan penggembalaan jemaat mengkhususkan diri menjadi pelayan gereja dengan keunikan peran moral dan tanggung jawab etis. Para pelayan gereja baik yang baru maupun yang sudah berpengalaman, tentang kewajibankewajiban etis yang patut dilakukan di zaman sekarang melalui kehidupan pribadi maupun kehidupan profesionalitas. 34 Dalam pedoman penafsiran Alkitab dituliskan bahwa, masalah honorarium ini diartikan sebagai jemaat Kristen yang seharusnya menghargai dan membayar penatua yang bekerja dengan baik, seharusnya menerima penghormatan dan pembayaran yang baik. 35 Wiersbe menambahkan bahwa dalam hal ini Paulus mengingatkan Timotius supaya para pemimpin jemaat dibayar dengan cukup berdasarkan pelayanannya. 36 Dari pernyataan tersebut di atas, penulis menyimpulkan bahwa pemberian gaji patut diterima oleh gembala sidang sesuai dengan pelayanan yang Sementara itu, sebagai hamba Tuhan yang memberikan penuh waktunya dalam penggembalaan, maka kebutuhan hidupnya pun jemaat turut memperhatikan semuanya itu. Hal lain yang diungkapkan Sembi bahwa, pengaruh gaya hidup hedon juga akan membawa dampak kepada hamba Tuhan atau rohaniawan yang menuntut gaji atau upah yang tinggi kepada jemaatnya. Mungkin disebabkan oleh pemahaman yang sempit akan profesi dan panggilan sebagai seorang hamba Tuhan sesungguhnya atau karena sikap individualistis yang muncul karena pengaruh dasarnya sekularisme dan Getz. Pedoman Lengkap Pendalaman Alkitab, 319. Joko Santoso. AuPelayanan Hamba Tuhan dalam Tugas Penggembalaan Jemaat,Ay SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI 9, no. : 1Ae26. Arichea. Hatton, and Indonesia. Pedoman Penafsiran Alkitab, 121. Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 85. Jeni Sembi. Gaya Hidup Seorang Hamba Tuhan Yang Ingin Hidup Serba Mewah Tetapi Meminjam Uang Jemaat, preprint (Open Science Framework. March 17, 2. Dalam pembahasan sebelumnya. Paulus telah memberi peringatan mengenai orang-orang yang cinta uang, yang mencari keuntungan dalam pelayanan, dan dibagian ini tersirat prinsip dimana seorang gembala sidang patut mendapat upahnya. Dan yang paling menarik, salah satu upah/gaji tersebut memberikan dorongan secara keuangan untuk gembala sidang yang menunjukkan penghargaan atas dedikasi yang tulus dan tanggungjawab jemaat terhadap pemimpinnya. Seperti halnya Sairin mengatakan, rasul Paulus dalam suratnya di Korintus 9:13-16 juga memberikan pengajaran kepada para hamba Tuhan dan aktivis gereja untuk memberikan dedikasinya dalam etos kerja pelayanan dengan tidak mendahulukan haknya, melainkan kewajiban atau tanggung jawabnya untuk memberitakan Injil kepada orang lain, karena ini adalah suatu hal yang mendesak dan bersifat kekekalan, dan memerlukan dedikasi yang tinggi. Fokus yang Benar Fokus yang benar bagi pemimpin gereja yaitu fokus kepada kesalehan dan kepuasan yang tentunya bukan menaruh fokus utama kepada kekayaan yang akhirnya membawa kepada ketidakpuasan. Paulus menuliskannya kepada Timotius. AuKarena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Ay . Tim. Dalam suratnya kepada Timotius yang pertama ini. Paulus mengakhiri dengan serangkaian peringatan terhadap dampak negatif dari materiealisme. Pengajaran tegas lainnya yang berkaitan dengan hal ini menuliskan pentingnya ibadah dengan disertai rasa cukup . Tim. 6:6-. , jeratan nafsu ingin kaya yang membawa kepada keruntuhan dan kebinasaan . Tim. , peringatan bagi orang kaya agar tidak tinggi hati, melainkan berharap kepada Allah sebagai sumber kekayaan . Tim. dan agar terus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan . Tim. 6:18-. Dari penjelasan Paulus tersebut, dirinya tidak bermaksud mengatakan bahwa orang kaya selalu tidak puas sementara orang miskin selalu puas. Tetapi lebih kepada mengajarkan kepada keseimbangan seperti halnya yang dikatakan Amsal 30:8-9. pihak lain, fokus utama yang menjadi penekanan ini adalah tentang perkataan Yesus sendiri untuk mengutamakan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat. Fokus yang benar, sebagai awasan Paulus betapa membahayakannya seorang pemimpin gereja yang menggunakan agama sebagai dalih untuk memperoleh kekayaan. 39 Riggs menambahkan bahwa pelayanan penggembalaan meliputi tugas-tugas tertentu, salah satunya adalah memberitakan firman yang menuntut tanggungjawab dan kemurnian di hadapan Tuhan. 40 Serta dalam pelaksanaannya, gembala penting untuk fokus lebih dari Weinata Sairin. Identitas Dan Ciri Khas Pendidikan Kristen Di Indonesia Antara Konseptual Dan Perasional (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 124. Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 97. Ralph M Riggs. Gembala Sidang Yang Berhasil (Malang: Gandum Mas, 1. , 71. sekedar mentransfer pengetahuan Alkitab, tetapi juga bagaimana membangun jemaat menjadi lebih baik. 41 Dari penjelasan di atas, gembala sidang penting untuk memiliki motivasi yang benar dalam pelayanan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa gembala sidang patut mendapatkan upahnya, tetapi juga dalam penggembalaan tidak melandasi dengan motivasi yang salah atau karena uang. Hal ini termasuk menjawab keteladan Yesus yang juga penting dilakukan bagi pemimpin gereja yaitu tentang hidup memberi bukan fokus menerima. Sarunggalo memaparkan, seperti halnya perbincangan yang hangat di kalangan gereja, bahwa pertumbuhan yang sehat yang dihasilkan oleh penggembalaan yang baik merupakan hal yang dinantikan oleh setiap umat Tuhan. Menjadi Teladan Dalam 2 Timotius 3:1-2, 4-5 dituliskan AuKetahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uangA terlebih menuuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!Ay . Tim. 3:1-2, 4-. Pamaparan Paulus bahwa di hari akhir banyak orang-orang Kristen yang akan memisahkan diri dan berpusat pada diri sendiri. Maka dari itu, dalam nasihat ini Paulus memperingatkan agar orang-orang percaya tidak ikut serta dengan orang-orang yang memiliki perilaku yang duniawi, serta tidak membiarkan sistem dunia mengendalikan kehidupannya. Timotius dinasihati untuk menjadi teladan bagi umat yang dilayaninya dalam perkataannya, dalam tingkah lakunya, dalam kasihnya, dalam kesetiaanya dan dalam kesucian hidupnya . Tim. Sudjarwo mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin, selain harus dapat menunjukkan kemampuan dalam memimpin, juga dituntut untuk dapat memberikan contoh atau teladan dalam kehidupannya. 43 Keteladanan termasuk dalam membawa diri dengan baik, benar dan bertindak dengan bijaksana. Walaupun hal tersebut akan menjadi sulit ketika dilakukan, sebagaimana manusia hidup memiliki potensi untuk melakukan dosa. Akan tetapi dalam penekanannya adalah penting untuk waspada agar tidak terseret kepada arus dosa, sehingga menyerah kepada godaan materi yang bahkan tidak menyadarinya. Inilah tantangan orang Kristen agar tidak membiarkan diri mengasihi dunia dengan apa yang ada di dalamnya (Yoh. , tetapi Talizaro Tafonao. AuPeran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 2, no. 1 (February 23, 2. Riana Udurman Sihombing and Rahel Rati Sarungallo. AuDeskriptif Penggembalaan Yang Sehat Menurut Kitab Titus Terhadap Pertumbuhan Jemaat GPSI Wilayah I,Ay Journal KERUSSO 4, no. (September 17, 2. : 1Ae9. Sudjarwo. AuMengaplikasikan Integritas Gembala Jemaat Menurut Surat-Surat Penggembalaan. Ay Wongso. Theologia Penggembalaan, 17. orang percaya menerima nasihat Paulus untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini (Rm. Gembala sidang tentunya penting untuk memperhatikan hal tersebut. Berhitu menambahkan bahwa gembala sidang memiliki tanggungjawab atas kepemimpinannya dalam pelayanan, bahkan berkewajiban melayani jemaat dan bertanggungjawab di hadapan Allah atas apa yang digembalakannya. 45 Dengan demikian, keteladan menjadi bagian penting bagi gembala sidang untuk membawa jemaat fokus dalam mempraktikkan kebenaran firman Tuhan, pada hari-hari akhir menjelang kedatangan-Nya ini. Menerapkan Disiplin Gereja Dalam suratnya kepada Titus. Paulus juga menasihatkan agar Titus menunjuk pada pemimpin rohani yang dapat menjadi teladan dan saleh agar dapat menghilangkan pengaruh para pemimpin yang motif-motifnya mementingkan diri sendiri dan AuKarena sudah banyak orang yang hidup tidak tertib, terutama diantara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukanAy (Tit. 1:10-. Prinsip ini sebagai peringatan dengan munculnya para pemimpin yang mengajarkan ajaran palsu dan memanipulasi orang-orang untuk mendapatkan untung yang memalukan harus dibungkam. Orang-orang dalam golongan ini memiliki motif jahat, guna mendapatkan uang dan bisnis tambahan bahkan merasa berkuasa dengan menjadi pemimpin di gereja. 46 Tanuwidjaja dan Darmawan mencermati jika ada orang-orang yang memanfaatkan pelayanan sebagai bisnis, kemudian mengelola gereja layaknya sebuah bisnis yang menguntungkan sehingga mengabaikan penegakan kebenaran dalam pelayanan. Sebagai gembala sidang penting untuk menguasai diri. Wiersbe membahasakan hal ini dengan perlunya mendisiplin keinginannya terutama ketika ada jemaat yang berusaha Aumenjejali dengan makanan-makanan enakAy. 48 Prinsip mendisiplin gereja ini mungkin sulit dipraktikkan karena menurut Getz, pertama, pemimpin gereja tidak mempunyai karunia menerima langsung pernyataan Tuhan seperti yang terjadi kepada Kedua, sulitnya dimintai pertanggungjawaban karena seperti pelayan Tuhan tetapi penguasa jahat. Ketiga, sistem hukum yang kompleks sampai kepada pemerintahan pun Reinhard Jeffray Berhitu. AuPeran Gembala Jemaat Terhadap Pengembangan Pelayanan Holistik Di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Yegar Sahaduta Jayapura,Ay Jurnal Jaffray 12, no. 2 (October 3, 2. : 273Ae290. AuAlkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (Life Application Study Bibl. ,Ay n. , chap. Titus 1:10-14. Sundoro Tanuwidjaja and I. Putu Ayub Darmawan. AuBisnis Dalam Perspektif Iman Kristen,Ay THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 2 (October 18, 2. : 86Ae98. Wiersbe. Setia Di Dalam Kristus: Tafsiran Surat Timotius Dan Titus, 116. sulit menuntut atau membungkam siapapun. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kesulitan tersebut, menurut Getz, gereja perlu melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap admisnistrasi keuangan, gereja berpegang teguh pada standart sehingga tidak mendukung terhadap pelaku yang menyelewengkan keuangan dan sebagai gembala sidang yang memegang otoritas tidak menolak untuk mengungkap pelanggaran serta berdoa agar tidak terperosok ke dalam jebakan Iblis. Rice menambahkan, pendeta perlu membimbing anggota jemaat menemukan cara untuk menjadi umat Kristus yang bertanggungjawab di dunia. Dari pernyataan tersebut di atas, perbuatan yang rendah dengan mencari keuntungan sendiri, ketika masuk ke dalam gereja itu sangat memalukan. Karena melayani dunia dan diri sendiri dengan memakai wadah agama yang justru seharusnya dipakai untuk belajar mendekatkan diri dengan Tuhan. Maka dari itu apapun penjelasan dari guru-guru palsu tersebut hanya dapat dicegah melalui dasar-dasar firman Tuhan. ini sekaligus menjawab pentingnya sebuah prioritas yang jelas dalam melayani Tuhan. Kesimpulan Dalam surat-surat penggembalaan terdapat nasihat kepada seorang gembala dalam bersikap dan menggunakan uang dan harta. Sebagai seorang gembala tidak serakah terhadap harta . idak materialisti. , tidak mementingkan diri tetapi dapat menunjukkan teladan, disiplin serta berfokus terhadap kesalehan sehingga dapat bersyukur dan berbagi membantu orang lain. Rujukan