Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 639 Ae 652 PENGARUH PERTUMBUHAN LABA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN MEDIASI PERENCANAAN PAJAK PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX Oleh : Muhammad Sapruwan Prodi Manajemen. Universitas Pelita Bangsa Email : msapruwan@pelitabangsa. Vina Marlisa Prodi Manajemen. Universitas Pelita Bangsa Email : vina. m90@mhs. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract The purpose of this study was to obtain empirical evidence regarding the effect of earnings growth and firm size on earnings quality through mediation of tax planning in Islamic companies listed on the Jakarta Islamic Index (JII). Data processing was obtained from twelve sharia companies consistently listing in the Jakarta Islamic Index (JII) during the 2017-2021 period through purposive sampling method and analyzed using a structural model with the help of the WrapPLS software version 5. The findings of the study show that tax planning is proven to mediate the effect of growth earnings and company size on earnings quality. Directly, profitability and firm size have no effect on earnings quality. Tax planning directly has a positive effect on earnings quality. Profitability mediated by tax planning has a negative effect on earnings quality, while firm size through tax planning has a positive effect on earnings quality. Keyword : planning, profit growth, company size investor syariah terus membukukan pertumbuhan sejak tahun 2016 hingga akhir Februari 2021 sebesar 647 persen. Per akhir Februari 2021, jumlah investor syariah telah mencapai sebanyak 703 investor dengan rata-rata pertumbuhan setiap tahunnya adalah 65 persen sebagaimana disajikan pada Gambar 1. BEI terus menargetkan jumlah saham yang masuk dalam ketagori saham syariah dapat terus bertambah seiring waktu demi meningkatkan inklusivitas pasar modal karena semakin besar saham syariah maka akan semakin memperbesar segmen pasar modal di Indonesia. Pasar modal syariah bukan hanya akan menjadi pasar yang eksklusif tetapi juga inklusif dimana investor umum bisa berinvestasi pada saham Optimalnya suatu pasar modal akan terjadi apabila pasar modal efisien yaitu tersedianya informasi yang relevan untuk publik dalam mendukung pengambilan keputusan investasi, yaitu informasi laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan sumber informasi dalam menilai kinerja suatu perusahaan. Informasi laba dalam laporan keuangan adalah informasi yang paling sering digunakan, tidak hanya investor baru, investor lama pun melihat laporan laba PENDAHULUAN Pasar modal merupakan bagian dari pasar finansial, yang terkait dengan supply dan demand akan kebutuhan dana dalam jangka Pasar modal dibentuk dan dikembangkan dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan meningkatkan pemerataan, pertumbuhan, dan stabilitas ekonomi nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Kemajuan teknologi informasi khususnya perkembangan aplikasi online trading telah memudahkan pelaku pasar yaitu masyarakat dalam melakukan aktifitas investasi (Tarigan, 2. Banyak perusahaan menggunakan pasar modal untuk menarik calon investor dan memperkuat posisi keuangannya. Potensi pasar modal memungkinkan setiap investor memilih segmen investasi yang tersedia termasuk juga pada sektor keuangan syariah. Potensi keuangan syariah terlihat dari pasar modal syariah dimana jumlah investor pada saham syariah meningkat 9,3% selama tiga bulan pertama tahun 2021. Pertumbuhan segmen syariah di pasar modal Indonesia diproyeksi terus meningkat setiap tahun. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah sebagai sinyal dalam menilai kinerja perusahaan dan memprediksi resiko investasi. Apabila investor beranggapan bahwa laporan laba tersebut memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi maka investor akan merespon dengan kuat atas informasi Sebaliknya, apabila respon investor rendah maka informasi laba tersebut memiliki kualitas yang diragukan (Kusumaningrum, 2. Agency theory menjelaskan adanya perbedaan kepentingan antara dua pihak dari perusahaan yakni agen yaitu manajer perusahaan, dan prinsipal yaitu pemilik/pemegang saham (Jensen & Meckling, 1. Manajer selaku pihak yang mengelola perusahaan memiliki informasi lebih baik tentang perusahaan daripada pihak prinsipal sehingga berpotensi besar terjadi asimetri informasi yang menyebabkan manajer dapat melakukan praktek manajemen laba dalam menyajikan laporan kinerja agar terlihat baik dimata pemilik/pemegang saham. Manajer dituntut oleh pemilik/pemegang saham untuk dapat menghasilkan return yang sebesar-besarnya dengan imbalan fasilitas dan penghasilan yang Hal ini mendorong manajer cenderung melakukan praktik manajemen laba untuk dapat melaporkan laba secara oportunis demi memaksimalkan kepentingan pribadinya. Apabila kondisi tersebut terjadi, maka dapat mengakibatkan rendahnya kualitas laba yang dilaporkan sehingga akan membuat para penggunanya salah dalam pengambilan keputusan investasi, sebab laba tidak menunjukkan informasi kinerja perusahaan yang sebenarnya (Dira & Astika, 2. Kualitas laba menjadi salah satu faktor penting untuk mengetahui nilai suatu Nilai perusahaan adalah nilai sekarang dari semua arus kas bersih yang dapat dihasilkan suatu perusahaan di masa mendatang dalam suatu perencanaan yang dapat diperkirakan oleh manajemen perusahaan (Budihardjo, 2. Informasi yang ada di dalam pasar modal tidak dapat diprediksi karena pasar akan terus bergerak dan terus memberikan informasi terbaru. Dari sejumlah literatur penelitian, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas laba diantaranya resiko sistematis . , presistensi laba, pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, struktur modal, kualitas auditor, likuiditas, dan kualitas Diantara banyaknya faktor, peneliti tertarik untuk meneliti faktor pertumbuhan laba dan ukuran Pertumbuhan terhadap kualitas laba karena apabila perusahaan mempunyai kesempatan meningkatkan labanya, maka investor akan menganggap kinerja perusahaan dalam kondisi yang baik karena dinilai mampu memberikan manfaat dimasa yang akan Semakin tinggi kesempatan perusahaan bertumbuh dan berkembang, maka semakin tinggi pula kualitas labanya sehingga peningkatan laba akan direspon positif oleh investor. Perusahaan yang memiliki pertumbuhan laba yang baik akan menjadi kandidat untuk investor melakukan investasi (Nurochmah, 2. Menurut Sadiah & Priyadi . , pertumbuhan laba berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba dan menunjukkan hubungan searah. Ini didukung oleh beberapa penelitian lainnya yakni dari Zein . Kusumaningrum . Puspitawati . , dan Nurochmah pertumbuhan laba berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas laba. Peneliti lainnya dari Irawati . tentang pengaruh pertumbuhan laba terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur pertumbuhan laba berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba namun memiliki hubungan arah yang Kondisi tersebut dijelaskan karena pada perusahaan sampel selama periode pengamatan kecenderungan menahan laba untuk melakukan ekspansi bisnis, sehingga rata-rata pertumbuhan labanya masih cenderung rendah. Kondisi tersebut diartikan investor bahwa perusahaan tidak melakukan manipulasi laba dikarenakan adanya ekspansi bisnis sehingga informasi laba yang diihasilkan dianggap Ukuran perusahaan dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi kualitas laba karena semakin besar perusahaan akan semakin besar pula keberlangsungan usahanya dalam meningkatkan kinerja keuangannya, sehingga perusahaan tidak (Kusumaningrum, 2. Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin besar pula modal yang ditanamnya pada berbagai jenis usaha, sehingga lebih mudah untuk memasuki pasar modal, memperoleh penilaian kredit yang tinggi dan sebagainya, yang kesemuanya akan mempengaruhi keberadaan total aktivanya (Diantimala, 2. Ukuran perusahaan yang besar memiliki peluang pertumbuhan yang relatif besar dibandingkan dengan perusahaan kecil, sehingga tingkat pengembalian pada perusahaan berukuran besar lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengembalian pada perusahaan kecil. Semakin besar ukuran perusahaan maka informasi yang disediakan akan semakin berkualitas karena investor akan cenderung percaya pada perusahaan yang besar dibandingkan pada perusahaan kecil dengan harapan keuntungan yang besar (Pratiwi. Penelitian dari Dira & Astika . Helina . Arisonda . Ginting . , dan Kepramareni . membuktikan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kualitas laba, yang berarti semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin berkualitas pula laba yang dilaporkan. Dira & Astika . Silfi . , dan Arisonda . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa pertumbuhan laba tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Lebih lanjut dijelaskan bahwa perusahaan yang memiliki kesempatan bertumbuh terhadap labanya tidak berarti selalu pasti memiliki kinerja keuangan perusahaan yang baik. Kesempatan bertumbuh juga memiliki resiko gagal, sehingga membuat pertumbuhan laba dalam menilai kualitas laba. Irawati . Kusumaningrum . Utomo . Nurochmah . , dan Pratiwi . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadaP kualitas laba. Lebih lanjut dijelaskan bahwa meskipun perusahaan memiliki total aset yang besar dan tergolong perusahaan dengan ukuran besar yang dengan mudah memiliki akses sumber pendanaan serta memiliki tingkat kinerja keuangan yang baik belum tentu menjamin bahwa laba yang dihasilkan berkualitas. Ini dikarenakan perusahaan yang relatif besar juga, karena infrastruktur perusahaan besar maka biaya yang dikeluarkan untuk operasional juga besar. Lalu keuntungan perusahaan yang besar biasanya megendap pada pos-pos utama seperti persediaan dan barang dagangan sehingga terlihat memiliki laba yang tinggi namun belum menjamin laba yang dihasilkan berkualitas karena laba yang dihasilkan masih berupa persediaan dan piutang yang belum diterima dalam bentuk tunai. Adanya perbedaan pengaruh (GAP analisi. faktor pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laba berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, menarik perhatian peneliti untuk meneliti kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laba, salah satunya adalah Perencanaan Pajak (Wardani, 2. Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan tersebesar negara yang diatur dalam Undang-Undang Perpajakan. Pajak bersifat memaksa bagi wajib pajak dan merupakan kepentingan bagi pemerintah. Setiap perusahaan wajib melakukan pelaporan perpajakannya sebagai wujud komitmen dan kepatuhan perusahaan terhadap Negara yang pada akhirnya akan meningkatkan citra dan nilai perusahaan di mata publik (Akbar, 2. Namun disisi lain, pajak merupakan beban bagi perusahaan yang akan mengurangi laba bersih perusahaan (Setyawan. Hoffman menyatakan bahwa perencanaan pajak merupakan suatu kapasitas yang dimiliki oleh wajib pajak dalam menyusun perencanaan keuangan untuk meminimalkan beban pajak melalui prosedur penghindaran pajak dengan tidak melanggar peraturan perpajakan yang berlaku (Kusumaningrum, 2. Perencanaan Pajak merupakan langkah awal dalam melakukan manajemen pajak. Motivasi perencanaan pajak secara umum adalah untuk memaksimalkan laba setelah pajak dengan memanfaatkan peluang atau kesempatan dalam ketentuan peraturan yang dibuat oleh pemerintah untuk memberikan perlakuan yang berbeda atas objek pajak sebagai dasar pengenaan pajak. Perencanaan pajak sangat erat kaitannya dengan manajemen laba karena memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai target laba dengan merekayasa angka laba perusahaan (Resmi, 2. Penghindaran pajak . ax avoidac. adalah upaya penghindaran pajak dilakukan secara legal dan aman bagi wajib pajak tanpa bertentangan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku dimana metode dan teknik yang digunakan cenderung memanfaatkan kelemahankelemahan . ray are. yang terdapat dalam Undang-Undang Perpajakan itu sendiri (Akbar. Perencanaan pajak yang dikelola dengan baik, efisien, dan efektif dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kas perusahaan sekaligus menjadikan laporan keuangan perusahaan semakin andal karena tetap patuh terhadap ketentuan perpajakan Negara sehingga dianggap laba yang dilaporkan lebih berkualitas (Eirene, 2. Perusahaan pertumbuhan laba yang baik akan membuat investor memberi respon yang kuat pada perusahaan karena perusahaan dianggap mampu (Andriani, 2. Namun, dampak dari pertumbuhan laba yang semakin tinggi juga akan menjadikan beban pajak yang wajib dibayar perusahaan kepada Negara akan semakin tinggi, hal ini menyebabkan keuntungan yang dengan susah payah diperoleh oleh manajemen akan manjadi berkurang. Mengingat pentingnya pelaporan pajak sebagai bentuk komitmen dan kepatuhan perusahaan kepada Negara, maka manajemen pajak menjadi hal yang penting untuk tetap dapat memaksimalkan target laba yang telah diperoleh (Akbar, 2. Perencanaan pajak akan memanfaatkan peluang atau kesempatan dalam ketentuan peraturan yang dibuat oleh pemerintah untuk memberikan perlakuan yang berbeda atas objek pajak sebagai dasar pengenaan pajak (Resmi. Jika perusahaan memiliki kesempatan pertumbuhan laba yang baik, maka akan semakin besar kebutuhan akan perencanaan pajak yang baik untuk memaksimalkan laba. Perencanaan pajak yang baik akan meningkatkan kualitas laba yang dihasilkan (Eirene, 2. Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan yang memiliki ukuran aktiva yang Semakin besar ukuran suatu perusahaan menunjukkan kestabilan perusahaan untuk melakukan aktivitas perekonomiannya sehingga akan menjadi pusat perhatian pemerintah untuk memantau apakah perusahaan patuh pajak atau menghindari pajak. Oleh karena itu, kualitas laporan keuangan perusahaan besar harus andal, terbebas dari manipulasi laba yang dapat mengaburkan informasi terutama terkait dengan mengecilkan laba perusahaan dengan tujuan untuk meminimalkan pendapatan kena pajak melalui celah peraturan perpajakan (Kusumaningrum. Penelitian tentang pengaruh faktor pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan terhadap perencanaan pajak masih sangat terbatas. Akbar . menjelaskan semakin besar pertumbuhan penjualan suatu perusahaan akan diikuti dengan pertumbuhan laba yang semakin besar, hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan laba dapat mempengaruhi aktivitas untuk melakukan perencanaan pajak untuk menghindari pajak karena semakin besar laba yang dihasilkan akan semakin besar pula kewajiban perpajakannya. Budiman . dan Hidayat . dalam penelitiannya perusahaan akan diikuti oleh pertumbuhan laba yang secara signifikan berpengaruh terhadap perencanaan pajak. Puspita . menemukan bahwa pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap penghindaran pajak sebagai bagian dari perencanaan pajak. Putri dan Putra berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak sebagai bagian dari perencanaan pajak. Priyanto berpengaruh signifikan terhadap perencanaan Kusumaningrum . menemukan perencanaan pajak terbukti memoderasi pengaruh pertumbuhan laba dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laba. laporan keuangan saat ini dengan kinerja perusahaan di masa yang akan datang menunjukkan kualitas laba dari laporan keuangan Apabila informasi pada laporan tidak bisa digunakan untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan, maka laporan keuangan dikatakan mengandung banyak ketidakakuratan dan tingkat kualitas laba yang rendah. Sebaliknya, laporan keuangan yang informasinya transparan dan tepat, serta bisa memprediksi kinerja perusahaan di masa depan, dikatakan memiliki tingkat kualitas laba yang tinggi (Scott, 2. Kualitas laba adalah kualitas informasi laba yang tersedia untuk publik yang mampu menunjukkan sejauh mana laba dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan dapat digunakan investor untuk menilai perusahaan (Irawati, 2. Kualitas laba mencerminkan kelanjutan laba . ustainable earning. dimasa depan, yang ditentukan oleh komponen akrual dan kas serta yang mencerminkan kinerja keuangan membantu investor dalam menentukan keputusan investasi yang tepat (Wulansari, 2. Perencanaan Pajak Perencanaan Pajak (Tax Plannin. didefinisikan sebagai upaya yang dilakukan oleh wajib pajak untuk menghemat pajak dengan cara mengatur perhitungan penghasilan yang lebih kecil yang dimungkinkan oleh perundang-undangan perpajakan sehingga dapat terhindar sanksi administratif berupa bunga, denda, kenaikan pajak, maupun sanksi pidana (Suandy, 2. Hoffman menyatakan bahwa perencanaan pajak merupakan suatu kapasitas yang dimiliki oleh wajib pajak untuk menyusun aktivitas keuangan untuk mendapat pengeluaran . pajak yang minimal yang dikenal sebagai effective tax planning yaitu suatu perencanaan keuangan yang efektif melalui prosedur penghindaran pajak sesuai dengan undang-undang perpajakan Kusumaningrum . Perencanaan Pajak adalah proses mengorganisasi usaha wajib pajak orang pribadi maupun badan usaha sedemikian rupa dengan memanfaatkan berbagai celah kemungkinan yang dapat ditempuh oleh perusahaan dalam koridor ketentuan peraturan perpajakan . , agar perusahaan dapat membayar pajak dalam jumlah minimum (Pohan, 2. KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kualitas Laba Kualitas laba merupakan kriteria dalam mengukur seberapa jauh informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat Informasi dalam laporan keuangan harus dapat digunakan untuk memprediksi performa perusahaan di periode berikutnya. Hubungan antara informasi yang disajikan pada Pertumbuhan Laba Pertumbuhan laba adalah perubahan persentase kenaikan laba yang diperoleh perusahaan dan dihitung dengan cara mengurangi laba bersih tahun ini dengan laba bersih tahun lalu, kemudian dibagi dengan laba bersih tahun lalu. Pertumbuhan laba diartikan bahwa perusahaan mempunyai kondisi keuangan yang baik yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan. Pertumbuhan laba akan menjadi sinyal positif bagi pengguna informasi keuangan . sehingga mereka dapat menentukan apakah terdapat peningkatan atau penurunan kinerja suatu perusahaan (Kusumaningrum, 2. Pertumbuhan laba dapat diketahui dengan mengukur market to book ratio. Pertumbuhan laba suatu perusahaan biasanya diakibatkan oleh adanya laba kejutan yang diperoleh pada periode sekarang. Investor dapat merespon informasi laba kejutan tersebut sebagai suatu indikasi adanya intervensi dari pihak manajemen perusahaan terhadap laporan keuangan sehingga laba mengalami peningkatan, laba yang dihasilkan perusahaan tidak mencerminkan keadaan perusahaan yang sesungguhnya (Dira & Astika, 2. Perencanaan Pajak dan satu variabel dependen yaitu Kualitas Laba. Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti dan mempunyai karakteristik tertentu (Indriantoro dan Bambang. Populasi dalam penelitian merujuk kepada semua perusahaan-perusahaan yang masuk di Jakarta Islamic Index (JII) untuk periode 2017 Ae sampel adalah bagian dari elemen-elemen dan memiliki karakteristik yang sama dengan populasinya (Indriantoro dan Bambang, 2. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif dan benarAe benar dapat mewakili populasinya. Kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang secara konsisten masuk perhitungan Jakarta Islamic Index (JII) selama periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 . idak pernah delistin. , selajutnya perusahaan selama periode pengamatan menerbitkan laporan keuangan tahunan lengkap dan telah diaudit dalam mata uang Rupiah (IDR). Jenis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data kuantitatif yaitu data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan . nnual repor. perusahaan sampel periode pengamatan yang telah ditentukan. Pengumpulan dokumentasi dimana data telah dikaji terlebih dahulu kemudian dilakukan perhitungan untuk pengukuran variabel penelitian. Pengumpulan data diambil dari situs resmi Indonesia Stock Exchange (IDX) yaitu w. id atau situs resmi masing-masing perusahaan sampel. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Structural Equation Modeling (SEM) dengan alat bantu software WrapPLS versi 5. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan . irm siz. adalah besar kecilnya perusahaan yang dapat diukur dengan total aktiva dibagi dengan besar harta perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma total aktiva. Penggunaan total aktiva berdasarkan pertimbangan bahwa total aktiva mencerminkan ukuran perusahaan dan (Kepramareni, 2. Ukuran perusahaan diklasifikasikan besar kecilnya perusahan menurut berbagai cara antara lain dengan total aktiva, penjualan bersih, dan kapitalisasi pasar perusahaan . arket capitalizatio. Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin besar pula modal yang ditanamnya pada berbagai jenis usaha, sehingga lebih mudah untuk memasuki pasar modal, memperoleh penilaian kredit yang tinggi dan sebagainya, yang kesemuanya akan mempengaruhi keberadaan total aktivanya (Brigham & Houston, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Uji Coefficient of Determinant (R. Coefficient of Determinant (R. dimaksud untuk melihat tingkat perubahan variabel independen terhadap variabel dependennya serta untuk mengukur proporsi varian dari variabel dependen dalam model penelitian yang diajukan. Hasil pengujian Coefficient of Determinant (R. dapat dilihat pada Tabel 1. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada saham perusahaan syariah yang terdaftar pada Jakarta Islamix Index (JII) di Bursa Efek Indonesia selama periode 20172021. Penelitian ini terdiri dari dua variabel independen yaitu Pertumbuhan Laba dan Ukuran Perusahaan, satu variabel intervening yaitu Tabel 1. Hasil Analisis Uji Coefficient of Determinant (R. Perencanaan Interpretasi Kualitas Indikator Pajak (PP) (PP) Laba (KL) Weak/Lemah R-Squared 0,10 0,69 Sumber: Data yang diolah, 2022 Pengujian Hipotesis Interpretasi (KL) Moderate Tabel 2. Hasil Pengujian Hipotesis Berdasarkan Path Coefficient Origin Hasil Signifika Keterang Uji Hipotesis Penelitian Sampe Hipotesi p-value () Berpengar H1 = Perencanaan Pajak Ie Kulitas Laba 0,82 0,00 Diterima Tidak H2 = Pertumbuhan Laba Ie Kulitas Laba 0,04 0,41 Berpengar Ditolak H3 = Pertumbuhan Laba Ie Perencanaan Berpengar -0,20 0,03 Diterima Pajak H4 = Pertumbuhan Laba Ie Perencanaan Berpengar -0,16 0,05 Diterima Pajak Ie Kulitas Laba Tidak H5 = Ukuran Perusahaan Ie Kulitas 0,01 0,46 Berpengar Ditolak Laba H6 = Ukuran Perusahaan Ie Berpengar 0,25 0,00 Diterima Perencanaan Pajak H7 = Ukuran Perusahaan Ie Berpengar 0,20 0,00 Diterima Perencanaan Pajak Ie Kulitas Laba Sumber: Data yang diolah, 2022 sebagai dasar pengenaan pajak untuk mendapatkan laba yang maksimal. Perencanaan pajak yang Pembahasan dimaksud dalam penelitian ini yakni tidak lain Pengaruh perencanaan Pajak Terhadap adalah upaya penghindaran pajak yang dilakukan Kualitas Laba Pengujian terhadap data keuangan secara legal dan aman bagi wajib pajak tanpa pada perusahaan syariah memperlihatkan bahwa bertentangan dengan ketentuan perpajakan yang Perencanaan Pajak berpengaruh terhadap Kualitas berlaku dimana metode dan teknik yang digunakan Laba. Hasil temuan ini mendukung penelitian cenderung memanfaatkan kelemahan-kelemahan sebelumnya dari Feriyana . dan Eirene . ray are. yang terdapat dalam Undang-Undang . yang menemukan bahwa perencanaan pajak Perpajakan itu sendiri sehingga dapat terhindar dari berpengaruh terhadap kualitas laba. Arah sanksi administratif berupa bunga, denda, kenaikan hubungan pengaruh adalah positif atau searah, pajak, maupun sanksi pidana. yang berarti menunjukkan bahwa semakin sering Perencanaan pajak yang dikelola suatu perusahaan melakukan perencanaan pajak dengan baik, efisien, dan efektif dapat untuk mamaksimalkan laba perusahaan, maka akan memberikan kontribusi maksimal bagi kas semakin tinggi nilai kualitas laba yang dilaporkan. perusahaan, sehingga dapat mendorong aktifitas Manajemen sebagai pihak yang operasional semakin baik karena adanya jaminan memiliki informasi perusahaan lebih baik dari pengelolaan laba yang maksimal melalui upaya pemilik perusahaan, cenderung akan selalu perencanaan pajak dalam penghindaran beban berusaha untuk melaporkan laba secara oportunis pajak yang besar sehingga nilai kualitas laba akan demi mempertahankan jabatan dan kepentingan semakin besar yang tergambarkan melalui tingkat Sementara pajak merupakan beban yang menjadi faktor pengurang laba bersih mencerminkan baik atau buruknya alokasi dana perusahaan (Setyawan, 2. Untuk tetap yang dihasilkan perusahaan. (Wijayanti, 2006. mencapai target laba yang diharapkan, maka Eirene, 2018. Yunita & Suprasto, 2. perencanaan pajak menjadi peluang bagi manajemen untuk memaksimalkan laba. Suandy Pengaruh Pertumbuhan Laba Terhadap . menjelaskan bahwa perencanaan pajak Kualitas Laba merupakan upaya yang dilakukan oleh wajib pajak Pengujian selanjutnya terhadap data untuk menghemat pajak dengan cara mengatur keuangan perusahaan syariah memperlihatkan perhitungan penghasilan yang lebih kecil yang bahwa Pertumbuhan Laba tidak berpengaruh dimungkinkan dengan memanfaatkan peluang terhadap Kualitas Laba. Hasil temuan ini tidak adanya perlakuan yang berbeda atas objek pajak berhasil mendukung hipotesis penelitian yang dikembangkan berdasarkan penelitian sebelumnya yakni dari Sadiah & Priyadi . Zein . Kusumaningrum . Puspitawati . , dan Nurcochman . yang menemukan bahwa pertumbuhan laba berpengaruh terhadap kualitas Hasil penelitian ini lebih mendukung pada temuan gap penelitian dari Dira & Astika . Silfi . , dan Arisonda . dimana pertumbuhan laba terbukti tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Pertumbuhan laba umumnya akan menjadi sinyal positif bagi pengguna informasi keuangan dalam menentukan keputusan investasi. Perusahaan yang mempunyai kesempatan untuk meningkatkan labanya akan dianggap memiliki kinerja yang baik karena dinilai mampu memberikan jaminan adanya manfaat yang pasti dimasa yang akan datang. Namun, setiap kesempatan bertumbuh pasti memiliki potensi adanya resiko kegagalan. Didasari dari adanya konflik keagenan, masalah muncul dari akibat adanya keinginan pihak manajemen untuk mempertahankan kepentingan pribadinya sehingga cenderung akan menjadikan manajemen terlalu oportunis terhadap tujuan untuk menumbuhkan laba demi menarik kepercayaan pemilik/pemegang saham (Kusumaningrum, 2. Secara umum, pertumbuhan laba biasanya dapat diakibatkan oleh adanya laba kejutan yang diperoleh perusahaan pada periode berjalan (Dira & Astika, 2. Peningkatan laba tersebut tidak selalu berarti menunjukkan adanya kinerja perusahaan yang baik (Silfi, 2. Kecenderungan pertumbuhan laba tersebut sebagai suatu indikasi adanya intervensi dari pihak manajemen terhadap laporan keuangan sehingga laba mengalami Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan laba tidak dapat mempengaruhi nilai kualitas laba karena pertumbuhan laba belum tentu merefleksikan adanya kelanjutan laba . ustainable earning. dimasa depan, sehingga belum dapat mencerminkan kinerja perusahaan sesungguhnya (Wulansari, 2. Data analisa statistik deskriptif memperlihatkan selama periode pengamatan 20172021 rata-rata perusahaan syariah mengalami pertumbuhan laba yang tidak terlalu besar. Hal ini memperlihatkan bahwa selama 5 tahun terakhir perusahaan syariah belum mampu meningkatkan nilai laba secara signifikan. Selain dapat dipengaruhi oleh adanya konflik agensi, hal ini juga dapat dimungkinkan adanya pengaruh faktor eksternal seperti dampak pandemi covid-19, yang kita ketahui sangat berpengaruh pada stabilitas ekonomi dunia, sehingga poin utama yang menjadi fokus manajemen saat ini adalah bagaimana perusahaan tetap mampu bertahan dalam menjalankan aktifitas operasionalnya dan tetap mampu membuat para investor percaya bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dan stabil. Pengaruh Pertumbuhan Laba Terhadap Perencanaan Pajak Pengujian lainnya memperlihatkan hasil dimana pertumbuhan laba berpengaruh terhadap perencanaan pajak pada perusahaan Hasil temuan ini berhasil mendukung sebelumnya yakni Budiman . Hidayat . Puspita . , dan Akbar . yang menemukan bahwa pertumbuhan laba berpengaruh terhadap perencanaan pajak. Perencanaan pajak dalam penelitian ini adalah upaya penghindaran pajak yang dilakukan secara legal dan aman bagi wajib pajak tanpa bertentangan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku dimana metode dan teknik yang digunakan cenderung memanfaatkan kelemahankelemahan . ray are. yang terdapat dalam Undang-Undang Perpajakan itu sendiri yaitu dengan memanfaatkan peluang adanya perlakuan yang berbeda atas objek pajak sebagai dasar pengenaan pajak untuk mendapatkan laba yang maksimal (Suandy, 2. Perencanaan pajak diukur melalui Tax Retention Rate (TRR) untuk melihat efektifitas manajemen pajak pada laporan keuangan keuangan perusahaan tahun berjalan (Wild et. , al. , 2. Sedangkan pertumbuhan laba adalah suatu kenaikan atau penurunan laba pertahun yang dinyatakan dalam presentase yang dihitung dengan cara mengurangi laba bersih tahun ini dengan laba bersih tahun lalu, kemudian dibagi dengan laba bersih tahun lalu. Pertumbuhan laba yang semakin besar menunjukkan adanya prospek kinerja yang baik dimasa mendatang. Pertumbuhan laba memiliki arah negatif terhadap perencanaan pajak. Hal ini berarti semakin besar pertumbuhan laba suatu perusahaan maka fokus upaya penghindaran pajak melalui perencanaan yang efektif juga akan Hal ini dikarenakan perusahaan sudah mampu memanfaatkan pertumbuhan laba untuk memenuhi kewajiban finansialnya, seperti kemampuan untuk membayar hutang yang juga secara otomatis akan menjadi objek pengurang pajak sehingga tidak membutuhkan perencanaan yang terlalu berlebihan (Puspita, 2. Selama periode pengamatan rata-rata perusahaan syariah menunjukkan adanya tingkat pertumbuhan laba yang positif namun tidak begitu besar, dan tingkat perencanaan pajak yang tinggi. Kepatuhan akan pelaporan pajak memaksa perusahaan untuk melakukan manajemen pajak diketahui adanya agency cost atau biaya lain yang muncul akibat adanya kepentingan pribadi dari manajemen dapat mempengaruhi nilai kualitas laba (Widaya. Pertumbuhan laba yang semakin besar akan merefleksikan kondisi perusahaan yang semakin baik yang dapat menarik minat investor, sehingga kecenderungan manajemen akan melaporkan laba secara oportunis yang pada akhirnya akan memaksa adanya rekayasa laba untuk menghindari beban pajak yang besar akibat adanya pertumbuhan laba. Perbedaan yang besar manajemen terhadap laporan keuangan sehingga akan menurunkan nilai kualitas labanya. yang baik agar terhindar dari sanksi hukum yang Pertumbuhan laba yang semakin besar akan selalu diikuti juga dengan beban pajak yang semakin besar. Oleh karena itu, pertumbuhan laba tetap berpengaruh terhadap perencanaan pajak. Arah pengaruh yang berlawanan dapat dipicu juga oleh kondisi pandemi diantara tahun pengamatan, dimana kemungkinan perusahaan melihat kesempatan bertumbuh ini menjadi sebuah peluang yang baik bagi perusahaan sehingga perusahaan tidak harus mempertimbangkan perencanaan pajak yang terlalu berlebihan. Pengaruh Pertumbuhan Laba Terhadap Kualitas Laba Melalui Perencanaan Pajak Hasil pengujian Structur Equation Model Partial Least Square melalui software WrapPLS versi 5. 0 sebagaimana ditampilkan pada Tabel 4. 7 memperlihatkan bahwa Pertumbuhan Laba berpengaruh terhadap Kualitas Laba melalui Perencanaan Pajak. Hasil temuan ini merupakan novelty . yang berhasil mendukung hipotesis penelitian ini, dimana perencanaan pajak terbukti bisa memediasi pengaruh pertumbuhan laba terhadap kualitas laba. Arah hubungan pengaruh adalah negatif atau berlawanan, yang berarti dimana semakin besar tingkat pertumbuhan laba maka akan semakin rendah kualitas laba perusahaan dilihat melalui perencanaan pajaknya. Pertumbuhan variabel yang dapat menjelaskan prospek perusahaan di masa mendatang (Irawati, 2. Kualitas laba mencerminkan kelanjutan laba . ustainable earning. dimasa depan yang dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya, sehingga membantu investor dalam menentukan keputusan investasi yang tepat (Wulansari, 2. Namun, dampak dari pertumbuhan laba yang semakin tinggi juga akan menjadikan beban pajak yang wajib dibayar perusahaan kepada Negara akan semakin tinggi, hal ini menyebabkan pertumbuhan laba akan erat kaitannya dengan aktifitas perencanaan pajak dalam memaksimalkan laba melalui rekayasa laba. Perencanaan pajak dalam tujuannya untuk merekayasa laba sama dengan penghindaran pajak yang dilakukan dengan memanfaatkan kelemahankelemahan . ray are. yang terdapat dalam Undang-Undang Perpajakan melalui perlakuan yang berbeda atas objek pajak sebagai dasar pengenaan pajak untuk mendapatkan laba yang maksimal (Suandy, 2. Perencanaan pajak menggunakan Tax Retention Rate (TRR) dapat memberikan konstribusi atas adanya perbedaan laba akuntansi dan pajak serta memberikan informasi mengenai kualitas laba (Wild et. , al. , 2. Seperti yang Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Laba Pengujian ditampilkan pada Tabel 4. 7 juga memperlihatkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Kualitas Laba, artinya besar kecilnya ukuran suatu perusahaan tidak mempengaruhi nilai kualitas labanya. Hasil temuan ini tidak berhasil mendukung hipotesis yang dikembangkan berdasarkan penelitian sebelumnya yakni dari Dira & Astika . Sadiah & Priyadi . Helina . Arisonda . Ginting . , dan Kepramareni . yang membuktikan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kualitas Hasil penelitian ini lebih mendukung pada temuan gap penelitian dari Irawati . Kusumaningrum Utomo Nurochmah . , dan Pratiwi . yang menemukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Analisis statistik ukuran perusahaan menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan syariah dalam penelitian ini selama periode pengamatan tergolong dalam katagori peusahaan besar. Sebuah perusahaan dengan ukuran yang besar dan memiliki saham yang tersebar, biasanya memiliki kekuatan tersendiri dalam menghadapi masalah bisnis dan kemampuan untuk menghasilkan laba lebih tinggi karena usaha atau bisnisnya didukung oleh aset yang besar sehingga kendala yang dihadapi oleh perusahaan seperti halnya peralatan yang memadai dan lain sebagainya dapat diatasi. Ukuran perusahaan dapat diukur berdasarkan jumlah total hutang dan ekuitas perusahaan yang akan berjumlah sama dengan total aktivanya. Dari perhitungan ukuran perusahaan itulah akan diketahui laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Laba perusahaan yang didapat akan menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi. Investor biasanya cendurung percaya pada ukuran perusahaan yang besar karena perusahaan besar dianggap mampu untuk terus meningkatkan kinerja perusahaannya dengan berupaya meningkatkan kualitas labanya (Sudarsono, 2. Namun, temuan ini justru menemukan sebaliknya bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai kualitas laba. Hal ini dapat dijelaskan bahwa meskipun perusahaan memiliki total aset yang besar dan tergolong dengan mudah memiliki akses sumber pendanaan serta memiliki tingkat kinerja keuangan yang baik belum tentu menjamin bahwa laba yang dihasilkan berkualitas sebab perusahaan yang relatif besar biasanya memiliki banyak infrastruktur yang besar sehingga biaya yang dikeluarkan untuk operasional juga akan besar. Kondisi tersebut juga menjadikan keuntungan perusahaan yang besar dapat megendap pada pos-pos utama seperti persediaan dan barang dagang sehingga terlihat memiliki laba yang tinggi namun belum menjamin laba yang dihasilkan berkualitas karena laba yang dihasilkan masih berupa persediaan dan piutang yang belum diterima dalam bentuk tunai (Kusumaningrum. Nurochman, 2. terhadap struktur modal dimana semakin besar suatu perusahaan akan mempunyai tingkat pertumbuhan laba yang tinggi sehingga perusahaan tersebut akan lebih berani mengeluarkan saham baru dan kecenderungan untuk menggunakan jumlah pinjaman juga semakin besar pula. Sedangkan perusahaan dengan skala kecil justru lebih fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian, karena perusahaan kecil lebih cepat bereaksi terhadap perubahan yang mendadak. Oleh karena itu perusahaan berskala besar kemungkinan dapat memiliki tingkat leverage yang lebih besar dari perusahaan berskala kecil (Puspita, 2. Kemudahan perusahaan berskala besar dalam menggunakan aset yang besar sebagai modal untuk mengembangkan bisnis baru atau kecenderungan untuk menggunakan pinjaman maupun mengeluarkan saham baru menjadikan segala aktifitas perusahaan tersebut menarik perhatian pemerintah khususnya dalam hal memastikan apakah perusahaan melakukan patuh pajak atau menghindari pajak. Hal tersebut menuntut kualitas informasi laporan keuangan perusahaan berskala besar harus andal, terbebas dari manipulasi laba yang dapat menarik perhatian pemerintah untuk melakukan audit fiskal terutama terkait dengan upaya tindakan mengecilkan laba perusahaan dengan tujuan untuk meminimalkan pendapatan kena pajak (Kusumaningrum, 2. Sementara di sisi lain, semakin besar suatu perusahaan, maka tuntutan akan tingkat imbal hasil dari pemilik perusahaan juga akan semakin besar, hal ini akan mendorong munculnya konflik agency karena adanya kepentingan pribadi dari manajer perusahaan sebagai pihak yang paling tau akan informasi perusahaan. Oleh karena itu, perencanaan pajak yang efektif dan efisien dilakukan untuk mendapat pengeluaran . pajak yang minimal yang dikenal sebagai effective tax planning dengan memanfaatkan berbagai celah kemungkinan yang dapat ditempuh oleh manajemen perusahaan dalam koridor ketentuan peraturan perpajakan . , agar perusahaan dapat membayar pajak dalam jumlah minimum dan memaksimalkan laba sekaligus dapat terhindar sanksi administratif berupa bunga, denda, kenaikan pajak, maupun sanksi pidana (Suandy, 2. Dengan demikian, semakin besar skala suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi tingkat perencanaan pajaknya. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Perencanaan Pajak Hasil pengujian Structur Equation Model Partial Least Square melalui software WrapPLS versi 5. 0 sebagaimana ditampilkan pada Tabel 4. 7 memperlihatkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Perencanaan Pajak. Arah hubungan pengaruh adalah positif atau searah, yakni dimana semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan semakin tinggi tingkat perencanaan pajaknya, begitu juga sebaliknya. Hasil sebelumnya yakni dari Puspita . Putri & Putra . , dan Priyanto . yang berpengaruh terhadap perencanaan pajak. Ukuran perusahaan merupakan skala atau nilai yang dapat mengklasifikasikan suatu perusahaan ke dalam kategori besar, sedang, atau kecil, yang dapat dilihat dari nilai total aktiva, nilai pasar saham, dan jumlah total penjualan yang dihasilkan perusahaan. Ukuran perusahaan juga dapat diukur berdasarkan jumlah total hutang dan ekuitas perusahaan yang akan berjumlah sama dengan total aktivanya, yang dari perhitungan tersebut akan diketahui laba yang dihasilkan oleh perusahaan (Sudarsono, 2. Ukuran perusahaan dapat juga menunjukkan kestabilan perusahaan dalam melakukan aktivitas perekonomiannya. Besar kecilnya ukuran perusahaan akan berpengaruh Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Laba Melalui Perencanaan Pajak Hasil pengujian Structur Equation Model Partial Least Square melalui software WrapPLS versi 5. 0 sebagaimana ditampilkan pada Tabel 4. 7 memperlihatkan bahwa Ukuran pembuatan Undang-Undang, maka perencanaan pajak di sini sama dengan tax avoidance karena secara hakikat ekonomis keduanya berusaha untuk memaksimalkan penghasilan setelah pajak . fter tax retur. sebab pajak merupakan unsur pengurang laba yang tersedia, baik untuk dibagikan kepada pemegang saham maupun untuk diinvestasikan kembali. Perusahaan dengan total asset yang besar cenderung memiliki kemudahan dalam mengembangkan bisnis baru dengan menggunakan asetnya sebagai modal sehingga relatif mempunyai tingkat pertumbuhan laba yang Laba yang semakin tinggi akan selalu diikuti dengan beban pajak yang tinggi pula. Oleh karena itu peran perencanaan pajak yang efektif dan efisien dapat menjadi upaya bagi manajemen untuk menjawab kebutuhan akan kepentingan perusahaan dan pemerintah karena perencanaan pajak dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kas perusahaan yang kesemuanya tidak hanya menjadikan laporan keuangan perusahaan semakin andal karena telah patuh terhadap ketentuan perpajakan Negara, namun juga memastikan adanya imbal hasil yang lebih besar setelah memenuhi kebutuhan aspek fiskal yang mampu memberi kepastian kepada investor akan adanya stabilitas laba dari tahun ke tahun sehingga akhirnya akan meningkatkan nilai kualitas laba perusahaan (Eirene, 2. Kualitas laba sebagai kemampuan laba dalam merefleksikan kebenaran laba perusahaan dan membantu memprediksi laba mendatang, dengan mempertimbangkan stabilitas dan persistensi laba (Surifah, 2. , dimana laba yang berkualitas adalah laba yang dilaporkan sesuai dengan fakta yang sesungguhnya terjadi dan dapat membantu manajemen dalam memprediksi laba di masa mendatang (Yunita & Suprasto, 2. Perusahaan berpengaruh terhadap Kualitas Laba melalui Perencanaan Pajak. Hasil temuan ini merupakan novelty . yang berhasil mendukung hipotesis penelitian ini, dimana perencanaan pajak terbukti bisa memediasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas Arah hubungan pengaruh adalah positif atau searah , yang berarti apabila semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan semakin tinggi nilai kualitas labanya dilihat melalui aktifitas perencanaan pajak. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama, serta mencerminkan bahwa kondisi operasional perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba yang lebih besar dibanding perusahaan dengan total aset yang kecil (Diantimala, 2. Laba perusahaan yang didapat akan menjadi pertimbangan investor untuk Investor biasanya cendurung percaya pada ukuran perusahaan yang besar karena perusahaan besar dianggap mampu untuk terus meningkatkan kinerja perusahaannya dengan meningkatkan kualitas sedangkan perusahaan dengan skala kecil justru lebih fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian karena perusahaan kecil lebih cepat bereaksi terhadap perubahan yang mendadak. Pada saat laba perusahaan telah diketahui, informasi laba akan direspon positif oleh pasar sehingga akan semakin memperbesar nilai kualitas labanya (Sudarsono. Kusumaningrum . menjelaskan semakin besar nilai total aset suatu perusahaan, maka akan semakin mudah menarik perhatian pemerintah untuk memastikan apakah perusahaan melakukan patuh pajak atau menghindari pajak, karena pajak merupakan sumber pendapatan utama Pajak pada dasarnya mencerminkan distribusi laba antara perusahaan dan pemerintah. Beban pajak umumnya merupakan beban dengan porsi yang besar terhadap laba sebelum pajak. Karenanya, beban pajak harus mendapatkan perhatian khusus. Bagi perusahaan, pajak merupakan beban pengeluaran yang dapat menurunkan laba bersih, sehingga manajer berusaha untuk meminimalkan kewajibannya (Katuruni, 2. Suandy . menjelaskan bahwa jika tujuan perencanaan pajak adalah merekayasa beban pajak . ax burde. agar dapat ditekan serendah mungkin dengan memanfaatkan peraturan yang ada tetapi berbeda dengan tujuan KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pertumbuhan Laba dan Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Kualitas Laba dengan Perencanaan Pajak sebagai variabel mediasi . pada Perusahaan Syariah yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII). Proses observasi data dilakukan selama periode 20172021 dan diperoleh 12 perusahaan sampel sesuai dengan kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan pada bab sebelumnya. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pajak terbukti berpengaruh terhadap kualitas laba pada perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Pertumbuhan laba terbukti tidak berpengaruh terhadap kualitas laba pada perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Pertumbuhan laba terbukti berpengaruh terhadap perencanaan pajak pada perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). laba terbukti berpengaruh terhadap kualitas laba melalui perencanaan pajak pada perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Ukuran perusahaan terbukti tidak berpengaruh terhadap kualitas laba pada perusahaan syariah syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Ukuran perusahaan terbukti berpengaruh terhadap perencanaan pajak pada perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Ukuran perusahaan terbukti berpengaruh terhadap kualitas laba melalui perencanaan pajak pada perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Manajemen, 16. , 85Ae95. Google Schoolar Badrianto. , & Ekhsan. Apprenticeship and Implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) of as a Strategy in Corporate Branding. Prosiding ICSMR, 1. Ball. , and P. Brown, . An Empirical Evaluation on Accounting Income Number. Journal of Accounting Research, 6 . , pp: 159-178. Google Schoolar Brigham. Eugene F dan Joel F. Houston. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11. Penerjemah Ali Akbar Yulianto. Jakarta :Salemba Empat. Budihardjo. Wintoro. Soehadi. Simandjuntak. Sidik. , & Kristamuljana. Pijar-Pijar Manajemen Bisnis Indonesia. Jakarta Selatan: Prasetiya Mulya Publishing. Google Schoolar Budiman. Pengaruh Karakter Eksekutif Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidanc. SNA XV. Google Schoolar Dechow. dan C. Schrand. Earning Quality. Chaelottville. VA: Research Foundation of CFA Institute Monograph. Diantimala. Yossi. AuPengaruh Akuntansi Konservatif. Ukuran Perusahaan, dan Default Risk Terhadap Koefisien Respon Laba (ERC)Ay. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi. Vol. No. Januari 2008. Hal 102-122 Google Schoolar Dira. Kadek Prawisanti, & Astika. Ida Bagus Putra. Pengaruh Struktur Modal. Likuiditas. Pertumbuhan Laba. Dan Ukuran Perusahaan Pada Kualitas Laba. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 7. , 64-78, 2301-8556. Google Schoolar Dyreng. Hanlon. & Maydew. , . AuLong-run Corporate Tax AvoidanceAy. The Accounting Review, 83. , 61-82. Google Schoolar Eirene. Silvia. Pengaruh Penghindaran Pajak Dan Kewajiban Pajak Tangguhan Terhadap Kualitas Laba Dengan Penerapan Ifrs 6 Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Minyak Dan Gas Bumi Yang Terdapat Di Indonesia. Malaysia. Dan Singapore Exchang. REFERENSI