METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. ANALISIS KUALITAS WEBSITE E-PERPUS MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4. 0 DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Fina DhiannisaA. Rina Firliana. Anita Sari Wardani Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Universitas Nusantara PGRI Kediri. Indonesia Email: finadhiannisa354@gmail. DOI: https://doi. org/10. 46880/jmika. Vol8No2. ABSTRACT The e-Perpus website is a digital library owned by SMA Negeri 4 Kediri. The e-Perpus website can only be used to see the availability of books and borrow books only. There is an assessment column for websites which are categorized into 3 criteria, namely good, sufficient, and lacking. Based on these general criteria, it is difficult to know what aspects are considered good, sufficient, and lacking. This study aims at any indicators that have met or have not met user expectations of the website based on user perceptions . nd user. This study was conducted using the Webqual 4. 0 method, which has three variables, namely the quality of usability, quality of information, and the quality-of-service interaction and the Importance Performance Analysis (IPA) method to determine the level of performance and expectations for websites with a descriptive quantitative approach. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 95 respondents and the results of the gap analysis showed that all indicators were negative, this stated that the quality of the website had not met user expectations. Variables that have very many gaps are usability quality variables with an average of -0. 60, then service interaction quality variables with an average of -0. 48, and finally usability quality variables with an average of -0. The results of the IPA show that according to the overall index that requires correction is in the index of ability to perform tasks, relevant information, and detailed / detailed information. Keyword: WebQual 4. Importance Performance Analysis (IPA), e-Perpus. Website Quality. ABSTRAK Situs web e-Perpus merupakan perpustakaan digital yang dimiliki oleh SMA Negeri 4 Kediri. Website e-Perpus hanya dapat digunakan untuk melihat ketersediaan buku dan meminjam buku saja. Terdapat kolom penilaian terhadap website yang dikategorikan dalam 3 kriteria yaitu bagus, cukup, dan kurang. Berdasarkan kriteria umum tersebut sulit diketahui aspek apa saja yang dianggap bagus, cukup, dan kurang. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui indikator apa saja yang sudah memenuhi ataupun belum memenuhi harapan pengguna terhadap website berdasarkan persepsi pengguna . nd use. Studi ini dilakukan menggunakan metode Webqual 4. 0, yang memiliki tiga variabel yaitu kualitas kegunaan, kualitas informasi, dan kualitas interaksi layanan dan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui tingkat kinerja dan harapan untuk website dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 95 responden dan hasil analisa kesenjangan menunjukkan bahwa semua indikator bernilai negatif, hal ini menyatakan bahwa kualitas website belum memenuhi harapan pengguna. Variabel yang mempunyai gap sangat banyak yaitu variabel kualitas kegunaan memiliki rerata -0. 60, kemudian variabel kualitas interaksi layanan dengan rata-rata -0. 48, dan yang terakhir variabel kualitas kegunaan dengan rata-rata -0. Hasil IPA memperlihatkan bahwa menurut keseluruhan indeks yang memerlukan pembetulan terdapat pada indeks kemampuan untuk melakukan tugas, informasi relevan, dan informasi detail/terperinci. Kata Kunci: WebQual 4. Importance Performance Analysis (IPA), e-Perpus. Kualitas Website. PENDAHULUAN Pertumbuhan teknologi pada masa revolusi 0 mempengaruhi proses peningkatan berbagai bidang pelayanan masyarakat. Dengan kemajuan teknologi informasi ini, segala jenis informasi dapat dengan mudah diakses melalui internet yang canggih dan terkomputerisasi (Widodo et al. Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang harus memiliki peningkatan teknologi untuk menunjang pelayanan siswa/siswi termasuk pada SMAN 4 Kediri adalah sekolah menengah atas negeri terkemuka di Jawa Timur. Bentuk peningkatan mutu pelayanan di bidang pendidikan adalah adanya layanan digital e-Perpus SMA Negeri 4 Kediri. Halaman 129 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. E-Perpus merupakan website perpustakaan digital yang dapat diakses oleh siswa dan siswi untuk melihat ketersediaan buku dan mengisi formulir peminjaman buku secara online. Hal ini hanya dapat membantu meringankan petugas perpustakaan yaitu tidak menginput peminjaman buku secara manual tetapi langsung terdata secara sistem. Sedangkan bagi siswa/siswi mereka harus tetap datang untuk mengambil buku yang dipinjam di perpustakaan Website tersebut juga tidak bisa digunakan untuk membaca dan mempelajari buku yang secara online serta didalam website kurang menyediakan buku yang diperlukan siswa-siswi saat belajar. Pengguna e-Perpus dapat memberikan penilaian terhadap website. Penilaian dikategorikan dalam 3 kriteria yaitu bagus, cukup dan kurang. Terdapat 82,67% penilaian yang menyatakan bagus, 12,00% penilaian cukup, dan 5,33% kurang . umber data didapatkan dari website e-perpus SMAN 4 Kediri yang diakses pada 12 Oktober 2. Berdasarkan hasil penilaian tersebut sulit untuk mengetahui indikator apa saja dari website yang dianggap bagus oleh penguna untuk dipertahankan dan indikator apa saja yang dianggap kurang untuk dievaluasi dan diperbaiki. Sejumlah siswa mengatakan bahwa kurang tertarik karena buku yang ada dalam E-Perpus tidak dapat dibaca secara langsung, karena siswa/siswi hanya dapat melihat ketersediaan buku dan melakukan peminjaman buku tidak dapat digunakan untuk melihat dan membaca isi buku. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu yang pertama adalah metode Webqual 4. 0 serta metode yang kedua adalah Importance-Performance Analysis (IPA). Webqual 4. 0 adalah cara yang dipakai guna mengukur kualitas sebuah situs web. Quality Function Deployment merupakan sumber dari Webqual. QFD adalah konsep yang didasarkan pada suara pelanggan atau Auvoice of customerAy, yang memiliki arti Webqual dibangun berdasarkan bagaimana persepsi pengguna melihat situs web. Webqual 4. 0 memiliki 3 variabel utama yaitu Usability Quality . ualitas penggunaa. Information Quality . ualitas informas. , dan Service Interaction Quality . ualitas interaksi layana. (Hafizh, 2. Pada tahun 1977. Martilla dan James memperkenalkan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk menganalisis layanan situs web berdasarkan kepuasan pengguna, kemudian membandingkan antara harapan dan kinerja (Nauroh et al. , 2. Penggunaan teknik Importance-Performance Analysis (IPA) sebagai alat analisa yang berupa analisis kesenjangan . dan ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. diagram kartesius. Importance Performance Analysis (IPA) sendiri difokuskan guna mengetahui indikator yang menjadi prioritas yang harus diperbaiki dan dipertahankan di situs web dari segi kinerja dan Untuk itu perlu dilakukan analisis lebih detail yang bertujuan mengetahui indikator apa saja yang sudah memenuhi maupun belum memenuhi harapan pengguna. TINJAUAN PUSTAKA E-Perpus Perpustakaan elektronik atau perpustakaan digital adalah perpustakaan yang sebagian besar kepemilikannya bersifat online dan dapat diakses melalui komputer atau Internet. Koleksi ini dapat dikelompokkan ke dalam berbagai kategori seperti buku, foto, majalah, surat kabar, audio, dll. Pengelompokan ini tentunya memudahkan pencarian di perpustakaan digital atau elektronik ini (Winata et , 2. e-Perpus adalah sarana perpustakaan digital yang dibuat oleh SMAN 4 Kediri untuk meningkatkan mutu pelayanan. e-Perpus sendiri digunakan siswa/siswi untuk melihat stok buku dan melakukan peminjaman buku. Kualitas Website Menurut Slabey . dalam Barnes dan Vidgen . , kualitas suatu website adalah proses terstruktur dan sistematis yang memungkinkan pelanggan untuk menemukan dan menyampaikan pendapat mereka selama setiap langkah peningkatan dan penerapan produk dan layanan (Deborah, 2. Kualitas website merupakan hasil dari kombinasi berbagai elemen yang bekerja bersama untuk memberikan pengalaman pengguna yang optimal dan memenuhi tujuan bisnis atau informatif dari situs WebQual 4. Menurut S. Barnes & Vidgen . Webqual adalah metode yang dapat digunakan untuk menilai kualitas layanan web berdasarkan persepsi pengguna. Servqual, metode sebelumnya, biasa digunakan dalam penelitian untuk menilai kualitas layanan (Khamdani et , 2. Webqual 4. 0 adalah pengembangan dari Servqual, yang digunakan untuk mengukur kualitas jasa dengan 22 indikator. Ini adalah pengembangan dari WebQual versi 1 hingga 3 (Saputra & Andriyanto. Halaman 130 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Usability Quality (Kualitas Kegunaa. Kualitas yang terkait dengan situs web, seperti antarmuka, kemudahan navigasi, penempatan informasi, dan kesesuaian tampilan untuk jenis situs Desain yang menarik dan juga mudah digunakan untuk mendukung user website dalam mengakses dan mengunjungi website secara terusmenerus. Information Quality (Kualitas Informas. Relevansi atau tidaknya informasi yang ditampilkan di situs web, serta apakah informasi tersebut tepat dan dapat dipercaya, adalah cara untuk mengukur tingkat kualitas informasi pada Service Interaction Quality (Kualitas Interaksi Layana. Pengertian dari variabel ini adalah seberapa baik user berinteraksi dengan situs web, yang ditunjukkan dalam bentuk empati dan kepercayaan. Importance-Performance Analysis (IPA) Importance-Performance Analysis (IPA) merupakan metode yang dikembangkan oleh Martilla dan James pada tahun 1977. Martilla dan James merancang Penggunaan Importance Performance Analysis (IPA) adalah metode grafik langsung untuk mengembangkan rencana pemasaran yang efektif dengan menilai signifikansi dan efektivitas berbagai Tujuan metode ini sendiri guna menghitung relasi diantara persepsi pengguna akhir dan pengutamaan mereka guna menaikkan kualitas suatu produk atau layanan disebut analisis kuadran (Latu et , 2. Analisis pada metode ini terdapat 3 yang meliputi, analisis tingkat kesenjangan . yaitu parameter antara kinerja dengan harapan, analisis tingkat kesesuaian yaitu membandingkan skor persentase antara kinerja dengan harapan, dan analisis kuadran IPA yang dihitung dari skor keseluruhan pada setiap pernyataan kinerja dan harapan, kemudian dijumlahkan dan mendapatkan titik potong dari sumbu (X) dan titik potong untuk sumbu (Y). Kuadran IPA dibagi menjadi empat bagian sebagaimana pada Gambar 1. Gambar 1. Kuadran IPA Masing-masing penjelasan kuadran dapat dipahami sebagai berikut Kuadran I: Prioritas Utama (Concentrate Her. High importance dan low performance Kinerja pernyataan di kuadran ini harus ditingkatkan lagi untuk memuaskan pengguna. Kuadran II: Pertahankan Prestasi (Keep up the Good Wor. High importance dan high performance Pernyataan ini mencakup ekspektasi dan kinerja tingkat tinggi. Ini menunjukkan bahwa pernyataan tersebut tidak hanya penting tetapi juga berkinerja dengan baik. Kuadran i: Prioritas Rendah (Low Priorit. Low importance dan low performance Pernyataan dalam kuadran ini tidak memiliki tingkat harapan yang tinggi. Oleh karena itu, atribut ini tidak akan berdampak signifikan pada kinerja keseluruhan. Kudran IV: Cenderung Berlebihan (Possible Overkil. High importance dan low performance Pernyataan ini dianggap berlebihan oleh user meskipun memiliki tingkat harapan rendah menurut user. Importance Performance Analysis bisa memberikan referensi kepada sekolah tentang kualitas web e-perpus beserta memeriksa kuadran hasil analisa Importance-Performance Analysis bersumber pada indeks-indeks yang terdapat di Webqual 4. Perkara ini dapat dibantu oleh anggapan yang menerangkan Importance-Performance Analysis mempunyai kelebihan dibanding dengan metode yang lain, dikarenakan metode ini bisa memperlihatkan indeks-indeks prioritas yang memerlukan peningkatan atau pengurangan guna kepuasan pengguna terjaga, tak hanya itu keberhasilan yang diperoleh dari analisis yang relatif sederhana untuk diinterpretasikan (Dian et , 2. Halaman 131 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Pembentukan Hipotesis Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban (Athallah Kraugusteeliana, 2. Berikut merupakan hipotesis untuk penelitian ini: H1 = Terdapat perbedaan signifikan antara kinerja dengan harapan responden terhadap variabel kualitas kegunaan . sability qualit. dari website eperpus. H2 = Terdapat perbedaan signifikan antara kinerja dengan harapan responden terhadap variabel kualitas kegunaan . nformation qualit. dari website e-perpus. H3 = Terdapat perbedaan signifikan antara kinerja dengan harapan responden terhadap variabel kualitas kegunaan . ervice interaction qualit. dari website e-perpus. METODE PENELITIAN Tahap Penelitian Untuk mempermudah dalam melakukan penelitian maka peneliti membuat tahap penelitian yang berada pada gambar 2. Gambar 2. Tahap Penelitian Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan angka-angka untuk membangun gambaran obyektif atau deskripsi suatu situasi. Penentuan Sampel Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Besar sampel yang dibutuhkan dihitung menggunakan rumus Slovin dari populasi sebanyak 1163 dengan margin of error 10%, sehingga sampel yang diperlukan untuk menyatakan penelitian ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. ini valid sebanyak 92. 082 dibulatkan menjadi 93 Berikut rumus slovin yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini. ycA ycA= 1 ycA. 2 1 1163. 2 1 . 3 ycu 0,. 12,63 92,082 yccycnycaycycoycaycycoycaycu ycoyceycuycycayccycn 93 Pengumpulan Data Studi Literatur Tahapan ini peneliti melaksanakan studi pustaka atau kajian literatur dengan tujuan untuk mengakumulasi bahan-bahan bacaan dari artikel jurnal serta penelitian terdahulu yang sesuai dengan penelitian ini. Observasi (Pengamata. Peneliti melakukan pengamatan dengan cara mengamati dan menentukan tempat penelitian yang akan dipakai. Tempat yang peneliti pilih SMA Negeri 4 Kediri yang mempunyai website e-Perpus Wawancara Peneliti melakukan wawancara kepada pihak kepala sekolah, petugas perpustakaan dan pengelola website dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait website tersebut maka dapat diperoleh beberapa informasi tentang website tersebut yang diperlukan nantinya untuk tahap penelitian Kuesioner Peneliti mengirimkan kuesioner yang sudah dibuat pada google form dan dikirim online melalui e-mail atau whatsapp kepada siswa/siswi. Pada penelitian ini jumlah sampel yang sudah ditetapkan dari seluruh indikator yang berjumlah 22 pertanyaan dalam perhitungan data terbagi kedalam tingkat persepsi dan tingkat harapan. Kuesioner disebarkan kepada siswa dan siswi SMA Negeri 4 Kediri menggunakan google form dengan jumlah minimal 93 siswa dan siswi. Berikut ini adalah rincian mengenai pengumpulan kuesioner. Tabel 1. Data Sampel Penelitian No. Keterangan Jumlah Kuesioner tersebar Kuesioner diterima Kuesioner tidak terisi Data yang diperoleh Halaman 132 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Terlihat di tabel 1 menunjukkan jumlah kuesioner yang dibagikan kepada responde bernilai 110 dan peneliti menerima kembali 95 kuesioner dengan semua data terisi lengkap, sehingga total data yang diperoleh adalah 95 responden. Kemudian hasil jawaban responden dipindahkan kedalam software excel untuk diambil hasil skala likert 1 Ae 5 dan dikelaskan sesuai dengan variabel yang ditentukan. Berikut merupakan gambar data yang terkumpul pada Teknik Analisa Data Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji validitas merupakan sebuah pengukur untuk menunjukkan kevalidan atau keabsahan suatu instrumen kueseiner (Widodo et al. , 2. Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa semua kuesioner penelitian valid, dengan nilai korelasi lebih besar dari r tabel. (Zarkasi et al. , 2. Uji reliabilitas dilakukan untuk menentukan seberapa andal dan dapat diandalkan suatu alat Selama aspek pengukuran tidak berubah, hasil penilaian bisa dipercaya pada sebagian kali penilaian jika hasilnya relatif sama. (Setyaningsih. Paired sample T-test Paired sample T-test adalah analisia yang mengaitkan dua penilaian dalam suatu subjek yang sama kepada suatu dampak atau perlakuan tertentu. Nilai >0. 05 dapat dikatakan bahwasanya correlation tidak signifikan sedangkan jika nilai <0. 05 maka dapat dikatakan korelasi signifikan (Setyaningsih, 2. Webqual Index (WQI) Sebuah tingkat analisa yang disebut guna memastikan parameter umum website adalah dengan menghitung Webqual Index. Rumusan yang digunakan untuk mencari WQI adalah: Bobot Kepentingan yaitu skala kepentingan dari skala 1 sampai 5 terhadap setiap pertanyaan. Maximum Score adalah skor tertinggi pada skala yang digunakan. Ini diperoleh dengan mengalikan nilai kepentingan rata-rata dengan nilai bobot kepentingan tertinggi. Max Score = Mol x n Max. Score adalah Maximum Score Mol (Mean of Importanc. adalah rerata nilai harapan semua jawaban responden terhadap masing-masing pertanyaan n adalah nilai tertinggi pada skala harapan ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Weighted Score bagaimana pengguna memprioritaskan masingmasing indikator pertanyaan. WS = Mean (I x P) WS adalah Weighted Score I adalah nilai pentingnya setiap pertanyaan P adalah nilai yang diberikan responden tentang kualitas website . Sebagai sistem. Webqual Index (WQI) menilai kualitas berdasarkan persepsi pengguna. WQI diperoleh dari hasil bagi antara skor yang ditimbang dan skor tertinggi. ycOyceycnyciEaycyceycc ycIycaycuycyce WQI = ycAycaycuycnycoycyco ycIycaycuycyce Analisis Kesenjangan (Ga. Analisa kesenjangan ditentukan dengan menentukan nilai rata-rata yang dihasilkan dari tingkat persepsi serta harapan pengguna terhadap sistem. Dibawah adalah rumus untuk penilaian kesenjangan : Q=PAeE Keterangan: Q = Tingkat gap P = nilai kualitas kinerja E = nilai kualitas harapan Nilai gap 0 (P=E) atau nilai gap positif (P>E) berarti kualitas yang diharapkan kemungkinan besar akan memenuhi atau melampaui ekspektasi pengguna. Sebaliknya jika nilai gap bernilai negatif (P