Jurnal Al-Wafa : Jurnal Syariah Vol 1 No 1 2025 AL Ae WAFA Jurnal STAI Yasba Kalianda Laman Jurnal: https://ojs. id/index. php/al-wafa ISSN : Peran Perempuan dalam Pengelolaan Agroforestry untuk Keberlanjutan Ekologi dan Ekonomi di Desa Pematang. Lampung Selatan Novitasari1 STAI YASBA Kalianda Novi191974@gmail. ARTICLE INFO Artikel History: Received: Revised: Published: Keywords: Agroforestry. Women Empowerment. Ecology. Household Economy. Linear Regression. ABSTRACT This study examines the strategic role of women in agroforestry management in Pematang Village, a buffer zone of Mount Rajabasa Forest. South Lampung, which holds critical ecological and economic The main issue addressed is the lack of scientific documentation on women's contributions to ecological sustainability and household economic improvement. The research employed a qualitative descriptive approach combined with simple quantitative analysis using linear regression, involving 120 purposively selected Data were collected through in-depth interviews, field observations, documentation, and literature review, and analyzed using the Miles and Huberman model alongside basic statistical testing. The results indicate that years of land management experience ( = 0. 35, p < 0. and land size ( = 0. 41, p < 0. significantly affect economic contributions, while education shows a positive but statistically insignificant influence. These findings highlight that experience and land resource management capacity are key determinants of both economic success and conservation outcomes. In conclusion, optimizing womenAos roles through training, market access, and sustainable agricultural technologies is crucial to strengthening local food security and preserving forest ecosystems. Keywords: Agroforestry. Women Empowerment. Ecology. Household Economy. Linear Regression. A 2024 The Author, diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam. Yayasan Pembangunan Kalianda. Artikel ini berupa akses terbuka di bawah lisensi CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Jurnal Al-Wafa : Jurnal Syariah Vol 1 No 1 2025 AL Ae WAFA Jurnal STAI Yasba Kalianda Laman Jurnal: https://ojs. id/index. php/al-wafa ISSN : INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran strategis perempuan dalam pengelolaan agroforestry di Desa Pematang, sebagai desa penyangga hutan Gunung Rajabasa. Lampung Selatan, yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomi penting. Permasalahan utama yang diangkat adalah kurangnya dokumentasi ilmiah terkait kontribusi perempuan terhadap keberlanjutan ekologi dan peningkatan ekonomi rumah tangga. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana melalui regresi linier, melibatkan 120 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta uji statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama mengelola lahan ( = 0,35, p < 0,. dan luas lahan ( = 0,41, p < 0,. berpengaruh signifikan terhadap kontribusi ekonomi, sedangkan pendidikan memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman dan kapasitas pengelolaan sumber daya lahan menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan ekonomi dan konservasi. Kesimpulannya, optimalisasi peran perempuan melalui pelatihan, akses pasar, dan teknologi pertanian berkelanjutan sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan menjaga kelestarian ekosistem hutan. Kata Kunci: Agroforestri. Pemberdayaan Perempuan. Ekologi. Ekonomi Rumah Tangga. Regresi Linier. Diterima: Direvisi: Dipublikasikan: Kata kunci: Agroforestri. Pemberdayaan Perempuan. Ekologi. Ekonomi Rumah Tangga. Regresi Linier. menemuCorresponding Author : Novitasari STAI Yasba Kalianda *email: novi191974@gmail. A 2024 The Author, diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam. Yayasan Pembangunan Kalianda. Artikel ini berupa akses terbuka di bawah lisensi CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Novitasari / Jurnal Al- Wafa: Syariah Vol 1 . PENDAHULUAN Agroforestry telah lama menjadi strategi pengelolaan lahan yang menggabungkan aspek ekologis dan ekonomi (Mbow et al. , 2. Sistem ini mengombinasikan tanaman pertanian dengan pepohonan secara berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ganda berupa hasil panen sekaligus fungsi Kombinasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui pengendalian erosi, perbaikan kualitas tanah, dan pelestarian sumber daya air. Keunggulan tersebut membuat agroforestry menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan sebagai strategi adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan ekonomi. Di Indonesia, agroforestry berkembang pesat di daerah penyangga hutan, termasuk di kawasan Gunung Rajabasa. Lampung Selatan, yang memiliki keragaman hayati tinggi (Karyati et al. , 2. Desa Pematang merupakan salah satu desa penyangga hutan Gunung Rajabasa di Kecamatan Kalianda yang memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga keberlanjutan bentang alam hutan Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian berbasis agroforestry dengan pola tanam campur, yang memadukan tanaman kehutanan dengan komoditas pertanian bernilai ekonomi. Sistem ini tidak hanya menyediakan sumber penghidupan, tetapi juga mendukung fungsi hidrologis, konservasi tanah, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Dalam konteks tersebut, perempuan memegang peran strategis mulai dari perencanaan penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk olahan yang memiliki nilai Meskipun demikian, peran penting ini sering kali luput dari dokumentasi dan kajian akademis, sehingga kontribusinya terhadap pengelolaan sumber daya hutan belum sepenuhnya terukur (Siregar et al. , 2. Kajian literatur dalam bidang kehutanan dan agroforestry menunjukkan bahwa partisipasi aktif perempuan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, menjaga kelestarian ekosistem, dan mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah pedesaan (Achmad et al. , 2. Pengetahuan lokal yang dimiliki perempuan, seperti pengaturan pola tanam campur, pemanfaatan pupuk organik, dan pengendalian hama terpadu, memberikan kontribusi langsung terhadap produktivitas lahan dan kesehatan ekosistem hutan. Peran ini menjadi semakin relevan mengingat tingginya tekanan terhadap kawasan hutan akibat alih fungsi lahan dan perubahan iklim, sehingga keterlibatan perempuan dalam manajemen agroforestry dapat dilihat sebagai strategi adaptasi sekaligus mitigasi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan ilmiah dengan fokus pada pengungkapan secara rinci kontribusi perempuan di Desa Pematang yang mengelola lahan di kawasan hutan Gunung Rajabasa. Penelitian ini berupaya menggambarkan keterkaitan antara faktor sosialekonomi, seperti lama pengalaman, luas lahan, dan tingkat pendidikan, dengan kontribusi mereka terhadap keberlanjutan ekologi dan ekonomi. Dengan memadukan analisis kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat basis data empiris yang dapat digunakan untuk merancang kebijakan pemberdayaan perempuan di sektor agroforestry, serta mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan inklusif gender. Novitasari / Jurnal Al- Wafa: Syariah Vol 1 . 2025 Gambar 1. Komposisi Wilayah Desa Pematang Sumber : Data Penelitian 2025 Tujuan penelitian untuk mengetahui dimensi peran yang paling berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga serta kontribusi perempuan dalam menjaga keberlanjutan ekologi dan ekonomi, kajian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali secara mendalam pengalaman dan peran perempuan dalam sistem agroforestri di Desa Pematang melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur, sekaligus menguji hubungan antarvariabel menggunakan analisis regresi linier sederhana. Dengan desain metodologi tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang utuh dan terukur mengenai faktor-faktor sosial dan teknis yang memengaruhi peran strategis perempuan dalam agroforestri, sehingga dapat menjadi dasar perumusan strategi pemberdayaan yang efektif, berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian ekosistem hutan penyangga Gunung Rajabasa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang peran perempuan dalam pengelolaan agroforestry di Desa Pematang. Pendekatan ini relevan untuk memahami secara mendalam fenomena sosial-ekologis yang terjadi, sekaligus menguji hubungan antara faktor-faktor demografis dan kontribusi ekonomi melalui data kuantitatif. Menurut Creswell dan Poth . , pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti mengeksplorasi makna yang dibangun oleh partisipan dalam konteks sosial tertentu, sementara analisis kuantitatif dapat memberikan dukungan objektif untuk memperkuat temuan. Novitasari / Jurnal Al- Wafa: Syariah Vol 1 . 2025 Lokasi penelitian ditetapkan di Desa Pematang. Kecamatan Kalianda. Kabupaten Lampung Selatan, yang merupakan desa penyangga hutan Gunung Rajabasa dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani agroforestry. Waktu penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2025, bertepatan dengan musim tanam dan awal panen beberapa komoditas utama seperti jagung, singkong, dan kopi. Pemilihan lokasi didasarkan pada tingginya partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian hutan dan diversifikasi hasil pertanian (Neuman, 2. Subjek penelitian adalah perempuan yang aktif mengelola lahan agroforestry minimal tiga tahun, terlibat langsung dalam seluruh tahapan pengelolaan mulai dari penanaman hingga pengolahan hasil Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan perspektif partisipan, observasi lapangan untuk mencatat praktik nyata di lapangan, dokumentasi berupa foto dan catatan kegiatan, serta studi literatur untuk memperkuat kerangka analisis (Sugiyono. Penentuan partisipan dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 120 responden. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman . yang mencakup tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk memperkuat hasil, digunakan analisis regresi linier sederhana guna menguji hipotesis penelitian, yaitu: H1: Lama mengelola lahan berpengaruh signifikan terhadap kontribusi ekonomi perempuan pelaku agroforestry, dan H2: Tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap diversifikasi hasil dan pendapatan keluarga. Analisis ini mengacu pada panduan metode kuantitatif terapan dalam penelitian sosial (Babbie, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Desa Pematang memiliki peran yang multidimensional dalam pengelolaan agroforestry. Peran ini mencakup tidak hanya kegiatan budidaya tanaman, tetapi juga manajemen pasca panen, pengolahan produk, hingga distribusi hasil ke pasar lokal. Keterlibatan perempuan pada berbagai tahap ini mencerminkan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan sistem agroforestry di desa tersebut. Data survei memperlihatkan bahwa sebagian besar perempuan terlibat langsung dalam seluruh siklus produksi, mulai dari persiapan lahan hingga pemasaran, sehingga peran mereka tidak dapat dipandang sebagai pelengkap, tetapi justru sebagai penggerak utama rantai nilai agroforestry. Secara ekologis, perempuan di Desa Pematang memanfaatkan pengetahuan lokal . ocal ecological knowledg. dalam menerapkan pola tanam campur . ixed croppin. yang efektif menjaga keseimbangan ekosistem. Praktik ini sejalan dengan temuan Mbow et al. yang menyebutkan bahwa sistem agroforestry berbasis kombinasi tanaman semusim dan pohon keras mampu mengurangi degradasi tanah, meningkatkan cadangan karbon, dan memperbaiki siklus hidrologi. Observasi lapangan memperlihatkan bahwa keberadaan vegetasi berlapis di lahan agroforestry berfungsi sebagai penahan erosi, menjaga kelembaban tanah, dan menciptakan mikroklimat yang mendukung keanekaragaman hayati. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran perempuan tidak hanya berdampak pada produktivitas pertanian, tetapi juga pada keberlanjutan ekologi. Kontribusi perempuan dari perspektif sosial-ekonomi, terhadap pendapatan rumah tangga diukur melalui lima dimensi utama: usia, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, lama mengelola Novitasari / Jurnal Al- Wafa: Syariah Vol 1 . 2025 lahan, dan luas lahan yang dikelola. Analisis regresi menunjukkan bahwa dimensi lama mengelola lahan memiliki kontribusi tertinggi . %) terhadap pendapatan, diikuti oleh pendidikan . %). Hal ini konsisten dengan penelitian Astuti dan Hermawan . yang menegaskan bahwa pengalaman dan pendidikan memengaruhi kemampuan adaptasi petani terhadap dinamika pasar dan iklim. Artinya, semakin lama pengalaman yang dimiliki perempuan dalam mengelola lahan, semakin tinggi kemampuannya dalam mengoptimalkan hasil produksi dan pendapatan keluarga. Partisipasi perempuan juga memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden . %) berada pada rentang usia 30Ae50 tahun, dengan 68% di antaranya berpendidikan SMP. Sebagian besar memiliki anggota keluarga 4Ae5 orang, mengelola lahan seluas 0,75Ae1 ha, dan telah berkecimpung dalam agroforestry selama 5Ae10 tahun. Data ini menggambarkan bahwa keterlibatan aktif perempuan memungkinkan diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan pada sumber pangan eksternal, sebagaimana ditegaskan oleh Rahman et al. Dengan demikian, peran mereka tidak hanya berimplikasi pada stabilitas ekonomi keluarga, tetapi juga pada keberlanjutan penyediaan pangan lokal. Analisis regresi menunjukkan bahwa dimensi lama mengelola lahan memiliki kontribusi tertinggi . %) terhadap pendapatan, diikuti oleh pendidikan . %). Hal ini konsisten dengan penelitian Astuti dan Hermawan . yang menegaskan bahwa pengalaman dan pendidikan memengaruhi kemampuan adaptasi petani terhadap dinamika pasar dan iklim. Artinya, semakin lama pengalaman yang dimiliki perempuan dalam mengelola lahan, semakin tinggi kemampuannya dalam mengoptimalkan hasil produksi dan pendapatan keluarga. Partisipasi perempuan juga memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden . %) berada pada rentang usia 30Ae50 tahun, dengan 68% di antaranya berpendidikan SMP. Sebagian besar memiliki anggota keluarga 4Ae5 orang, mengelola lahan seluas 0,75Ae1 ha, dan telah berkecimpung dalam agroforestry selama 5Ae10 tahun. Data ini menggambarkan bahwa keterlibatan aktif perempuan memungkinkan diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan pada sumber pangan eksternal, sebagaimana ditegaskan oleh Rahman et al. Dengan demikian, peran mereka tidak hanya berimplikasi pada stabilitas ekonomi keluarga, tetapi juga pada keberlanjutan penyediaan pangan lokal Novitasari / Jurnal Al- Wafa: Syariah Vol 1 . 2025 Gambar 2. Kontribusi Tiap Dimensi Peran Terhadap Pendapatan Rumah Tangga. Sumber: Data diperoleh dari survai lapangan 2025 Kontribusi masing-masing dimensi peran terhadap pendapatan rumah tangga diperlihatkan Gambar Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa luas lahan ( = 0,41, p < 0,. dan lama pengalaman ( = 0,35, p < 0,. adalah variabel yang paling signifikan memengaruhi kontribusi perempuan, sedangkan pendidikan dan jumlah anggota keluarga menunjukkan pengaruh positif meskipun tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, hipotesis pertama (H. yang menyatakan bahwa lama mengelola lahan berpengaruh signifikan terhadap kontribusi ekonomi perempuan pelaku agroforestry terbukti benar. Nilai koefisien regresi untuk variabel lama pengalaman ( = 0,35, p < 0,. menunjukkan hubungan positif yang signifikan, artinya semakin lama seorang perempuan mengelola lahan, semakin besar kontribusi ekonominya terhadap pendapatan rumah tangga. Hal ini mengindikasikan bahwa pengalaman kerja lapangan memberikan keunggulan dalam keterampilan teknis, pengambilan keputusan, dan efisiensi pengelolaan sumber daya. KESIMPULAN Perempuan di Desa Pematang memiliki peran strategis dalam pengelolaan agroforestry yang terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan ekologi dan peningkatan ekonomi rumah Mereka tidak hanya terlibat aktif dalam setiap tahapan pengelolaan lahan, mulai dari penanaman hingga pengolahan hasil, tetapi juga berperan menjaga keseimbangan lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan. Analisis penelitian menunjukkan bahwa luas lahan yang dikelola dan lama pengalaman menjadi faktor dominan yang memengaruhi besarnya kontribusi ekonomi dan Novitasari / Jurnal Al- Wafa: Syariah Vol 1 . 2025 keberhasilan konservasi yang dicapai. Hasil analisis menunjukkan bahwa H1 terbukti, lama mengelola lahan berpengaruh signifikan terhadap kontribusi ekonomi perempuan pelaku agroforestry, sedangkan H2 didukung secara parsial, tingkat pendidikan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap diversifikasi hasil dan pendapatan keluarga. Optimalisasi peran tersebut, diperlukan program pemberdayaan yang terarah, meliputi pelatihan pengolahan hasil untuk meningkatkan nilai tambah produk, perluasan akses pasar guna memperkuat daya saing, serta dukungan teknologi pertanian yang dapat mendorong efisiensi dan keberlanjutan. Upaya terpadu ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan di kawasan Gunung Rajabasa DAFTAR PUSTAKA