p-ISSN : 2745-7141 e-ISSN : 2746-1920 Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas i C SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Yohanes Tekdir Pancaran Daman1* . Muhammad Fahmi2 SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Nusa Tenggara Timur1 . Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto2 pancaran9@gmail. com*1, fahmimuhammad103@gmail. *Correspondence: pancaran9@gmail. ABSTRAK INFO ARTIKEL Membaca merupakan tonggak penting untuk belajar dan yang terpenting Diterima :03-05-2022 bagaimana menjadikan membaca dan menulis sebagai hobi. Budaya Diterima dalam bentuk membaca perlu dikembangkan serta kreativitas guru sekolah perlu revisi: 18-05-2022 mengembangkan minat baca siswa melalui kritik diri . terhadap Diterbitkan: 20-05-2022 proses pembelajaran. Kemampuan membaca siswa harus dibarengi Kata Kunci: Keywords: dengan upaya meningkatkan minat membaca siswa, sehingga secara bertahap berubah dari Aulearning to readAy menjadi Aureading to learnAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa dengan menumbuhkan Auminat membacaAy, dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi siswa kels i/C dan untuk mengetahui cara menumbuhkan minat membaca agar keterampilan berbahasa Indonesia siswa meningkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (Action Researc. berdasarkan pendekatan Naturalistik Kualitatif. Hal tersebut memungkinkan siswa memanfaatkan keterampilan berbahasa . Situasi sebenarnya di tempat kejadian membuktikan bahwa minat baca siswa sangat rendah, yang memengaruhi kinerja akademik mereka. Hasil analisis terlihat bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu siklus I . ,00%) dan siklus II . ,00%). dalam membaca pada mata kuliah bahasa Indonesia berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa tingkat iC di SD Inpres Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Simangali dan model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bahasa Indonesia. ABSTRACT Reading is an important milestone for learning and most importantly how to make reading and writing a hobby. Reading culture needs to be developed and the creativity of school teachers needs to develop students' reading interest through self-criticism . on the learning process. Students' reading ability must be accompanied by efforts to increase students' reading interest, so that it gradually changes from "learning to read" to "reading to learn". This study aims to find out that by growing Auinterest in readingAy, it can improve Indonesian language skills for grade i/C students and to find out how to grow interest in reading so that students' Indonesian language skills increase. This study uses an action research method based on a Qualitative Doi: https://doi. org/10. 36418/japendi. Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas i C SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Naturalistic approach. This allows students to utilize language skills . The actual situation at the scene proved that the students' reading interest was very low, which affected their academic The results of the analysis show that student learning achievement has increased from cycle I to cycle II, namely cycle I . 00%) and cycle II . 00%). Reading in Indonesian language courses has a positive impact on the learning motivation of level iC students at SD Inpres Wae Nakeng. Lembor District. Simangali Regency and this learning model can be used as an alternative to learning Indonesian. Pendahuluan Pembelajaran online telah menjadi pilihan yang tepat untuk menekan penyebaran virus corona akibat pandemi (Adiyono, 2. , semua siswa di Indonesia menghadapi tantangan dan peluang belajar tatap muka di sepanjang jalan (Adiyono, 2. Pandemi ini menjadi masalah bagi proses pengajaran maupun pengembangan kurikulum serta perekonomian di dunia (Fahmi, 2. Pengembangan kemampuan berbahasa merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dan prasyarat untuk memasuki dunia informasi (Fahyuni & Istikomah, 2. Alokasi waktu yang diberikan dalam kurikulum untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dasar (Dyaristya et al. , 2. , yaitu sepuluh jam per minggu . elas I dan . dan delapan jam per minggu untuk kelas IV. V dan VI. Kurikulum sekolah dasar, khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia, akan ditemukan beberapa pembaruan (Susetyo, 2. Reformasi ini terutama tercermin dalam penggunaan pendekatan komunikatif terpadu untuk pembelajaran bahasa Indonesia (Esti. Hal ini sesuai dengan pandangan Goodman tentang konsep keterampilan mata pelajaran bahasa (Putriani et al. , 2. , yang dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu keterpaduan antara materi bahasa dari pembelajaran bahasa itu sendiri (Makruf, 2. dan keterpaduan pembelajaran bahasa dengan disiplin ilmu lain. Perubahan lain tidak hanya pada pendekatan komunikatif yang menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, tetapi sumber atau fasilitas belajar, alokasi waktu dan penilaian yang tidak tersedia dalam kompetensi pembelajaran akan memberikan keleluasaan bagi guru untuk menyusun rencana studi (Sondakh et al. , 2. Hal ini didukung oleh kemampuan berbahasa, dalam hal ini keterampilan membaca yang didorong oleh guru dalam pelaksanaannya serta menjadi bahan evaluator (Halimah & Adiyono, 2. Suatu sekolah dapat dikatakan bermutu jika nilai-nilainya, terutama siswanya, menunjukkan nilai yang tinggi (Adiyono. Ciri-ciri lain mata kuliah bahasa Indonesia juga dapat dilihat pada kompetensi dasar pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara benar dan benar, mengembangkan keterampilan dasar dalam menggunakan bahasa, yaitu keterampilan berbahasa . iswa belajar bahas. dan mengembangkan pengetahuan dan penggunaan bahan kegiatan yang berhubungan dengan Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Yohanes Tekdir Pancaran Daman1 dan Muhammad Fahmi2 Kurikulum bahasa Indonesia mengandung komponen yang komprehensif, yaitu bahasa . engucapan, ejaan, tanda baca, struktur, kosa kata, paragraf dan wacan. , pemahaman . endengarkan, membaca dan menggunakan bahasa lisan dan tulisa. Namun pengalaman penelitian selama ini melalui pembelajaran lisan, siswa hanya mendengarkan ceramah guru setiap hari, yang tidak dapat membuat siswa mau mendengarkan ceramah, tetapi membuat siswa merasa bosan dan tidak tertarik untuk Pandangan psikolog bahwa siswa hanya dapat menyerap dan memahami pengetahuan sepenuhnya jika mereka belajar dengan mendengarkan pesan AutidakAy guru. Siswa perlu belajar bagaimana mencari informasi dengan berbagai cara. Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, guru bukan satu-satunya orang yang Autahu segalanyaAy di dalam kelas. Sesuai dengan teori belajar bermakna, yang menyatakan bahwa makna belajar terletak pada munculnya dua kriteria, yaitu aspek relasional yang substansial dari suatu konsep informasi atau terjadinya situasi baru, yang komponen relevannya adalah terkandung dalam turunan, lengkap, relevan atau dalam bentuk relasional kualitatif atau representatif dan hasil belajar yang diperoleh adalah eksperimen AupraktisAy yang bertahan lama berdasarkan pengalaman dan minat pribadi. Waktu belajar siswa yang digunakan guru dalam perkuliahan harus dikembalikan kepada siswa agar mereka dapat belajar secara aktif dan kreatif. Oleh karena itu, guru harus mempersiapkan kegiatan pengajaran yang menarik, merangsang, menantang dan menarik melalui metode pembelajaran yang bermakna dan beragam, sehingga siswa dapat menikmati pembelajaran. Membaca adalah kunci utama dalam belajar, yang terpenting adalah bagaimana menjadikan membaca dan menulis sebagai hobi (Fajriyah, 2. Budaya membaca perlu dikembangkan karena belajar dengan membaca lebih dalam daripada mendengarkan Landasan belajar suatu ilmu adalah mengetahui dan memahami apa yang dipelajari, terutama bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, bahasa merupakan syarat mutlak bagi anak untuk memahami pengetahuan tersebut. Itu sebabnya alokasi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dibutuhkan untuk sekolah dasar adalah yang terbesar di antara mata pelajaran lainnya. Memahami dan memahami bahasa yang digunakan dalam buku membantu siswa belajar secara aktif. Terakhir, siswa memiliki kegemaran sendiri untuk belajar . dan tidak terbatas pada sekolah. Kreativitas guru sekolah perlu mengembangkan minat baca siswa melalui kritik diri . terhadap proses pembelajaran. Kemampuan membaca siswa merupakan dasar bagi siswa untuk belajar lebih giat setelah mereka menjadi tertarik pada diri mereka sendiri. Membaca adalah kegiatan manusia untuk mengembangkan jiwa. Jika mereka pandai membaca, mereka dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan, membentuk pemahaman, mengembangkan daya pikir dan imajinasi, membentuk sikap hidup yang baik, dan menjadi warga masyarakat dan negara yang berguna. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas i C SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Berdasarkan hal ini, siswa perlu sering belajar membaca. Jika ingin membaca dan dalam jumlah banyak, membaca membutuhkan minat yang besar. Kemampuan membaca siswa harus dibarengi dengan upaya peningkatan minat baca siswa, sehingga secara bertahap dapat berubah dari Aulearning to readAy menjadi Aureading to learnAy. Untuk membekali siswa dengan keterampilan berbahasa . Ternyata minat baca sangat rendah . yang berpengaruh kecil terhadap prestasi belajar keterampilan bahasa Indonesia . asil belajar siswa renda. (Widodo et al. Penelitian ini dilakukan untuk refleksi diri guru dan siswa, diharapkan siswa dapat menguasai bahasa Indonesia dengan baik, sehingga dapat meningkatkan prestasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa dengan menumbuhkan Auminat membacaAy, dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi siswa kels i/C dan untuk mengetahui cara menumbuhkan minat membaca agar keterampilan berbahasa Indonesia siswa meningkat. Manfaat penelitian ini yaitu berguna bagi siswa setelah mengetahui kekurangan dan kelemahannya, minat membaca siswa akan terus ditingkatkan sehingga prestasi belajar dalam berbahasa Indonesia siswa dapat meningkat, bagi guru, temuan yang diperoleh dapat dijadikan bahan refleksi diri dalam rangka meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia siswa dengan mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan cara yang benar dengan menumbuhkan minat baca. Bagi kepala sekolah, menjadi bahan untuk membimbing guru dalam mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan minat baca, sehingga memaksimalkan prestasi siswa. Bagi pejabat Kementerian Pendidikan, hal ini menjadi umpan balik untuk membantu membimbing guru yang mereka latih untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan prestasi siswa (Adiyono et al. , 2. Metode Penelitian Penelitian ini mengadopsi metode Penelitian Tindakan Kelas berdasarkan metode naturalisme kualitatif. Pendekatan ini melihat realitas sebagai sesuatu yang utuh dan berpikiran terbuka dengan berbagai dimensi karena tidak mungkin mempersiapkan desain studi yang detail dan pasti terlebih dahulu. Desain penelitian berkembang selama proses Penelitian ini terjadi adanya interaksi dengan subjek penelitian dan proses penelitian dilakukan secara AuluarAy dan AudalamAy, yang melibatkan banyak fungsi. Berdasarkan pelaksanaannya, peneliti juga menjadi alat penelitian yang tidak sepenuhnya lepas dari faktor subjektif. Dengan kata lain, dalam penelitian ini, tidak ada alat penelitian standar yang disiapkan sebelumnya. Penerapan penelitian di kelas diharapkan dapat merangsang kesadaran diri guru, refleksi diri dan kritik diri tentang kegiatan pembelajaran yang mereka lakukan. Jadi penelitian tindakan ini didasarkan pada prinsip-prinsip situasional yang berkaitan dengan kenyataan di lapangan, dalam hal ini suasana kelas. Penelitian akan dilakukan jauh dari informasi aktual yang diperoleh dari AukenyataanAy, yaitu guru, siswa dan proses dalam proses pembelajaran. Hal ini kemudian digunakan sebagai dasar refleksi diri ketika menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan. Acara mengikuti proses utama yaitu Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Yohanes Tekdir Pancaran Daman1 dan Muhammad Fahmi2 refleksi awal, rencana aksi. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan dan merefleksikan perbaikan lebih lanjut dll sampai tujuan yang ingin dicapai berhasil. Penelitian dilakukan di SDI Tingkat i/C Wae Nakeng. Kecamatan Lembo. Kabupaten Mangalais Barat. Guru kelas i/C dan siswa yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar di kelas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dengan mengembangkan minat baca siswa Kelas i/C di SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Simangali tahun ajaran 2021/2022. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SDI Wae Nakeng Tingkat i/C Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat. Sumber data variabel pertama terjadi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama menjelaskan bahwa siswa membaca teks yang disiapkan satu per satu dalam waktu dua menit dan tahap kedua menjelaskan siswa menerima bentuk pertanyaan tentang isi presentasi dan menanggapinya secara tertulis. Pada tahap pertama dan kedua, seiring dengan tumbuhnya minat membaca, data tentang kemampuan membaca dihasilkan. Dokumentasi digunakan untuk menentukan hasil belajar keterampilan bahasa Indonesia sebelum minat membaca. Dokumen lainnya berupa laporan yang memenuhi kriteria validitas dan objektivitas. Pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan tidak sistematis, dilakukan oleh pengamat tanpa menggunakan instrumen pengamatan. pengamatan sistematis, dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai alat pengamatan. Catatan lapangan digunakan untuk mengevaluasi proses pembelajaran. Berdasarkan pengamatan terhadap pertumbuhan minat baca dan hasil belajar, analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan langkah-langkah sebagai Reduksi, yaitu memeriksa dan mencatat kembali data yang terkumpul Menanyakan, yaitu menjelaskan dalam bentuk pernyataan Inferring, yaitu menilai apakah minat baca dan hasil belajar mengalami peningkatan selama proses pembelajaran Tahap tindak lanjut adalah menyusun langkah-langkah perbaikan untuk siklus berikutnya atau implementasi lapangan setelah siklus yang berhasil berdasarkan kesimpulan yang telah ditentukan sebelumnya Sesuai dengan tujuan penelitian ini, menarik kesimpulan berdasarkan analisis Kemudian masukkan ke dalam bentuk deklaratif. Kegiatan analisis data menggunakan pedoman yaitu tumbuhnya minat baca siswa di kelas dengan indikator tidak suka membuang waktu, aktivitas tinggi, tepat waktu, melakukan yang terbaik dan suka belajar. Adapun kriteria penelitian tumbuhnya minat membaca adalah rumus untuk menentukan presentase pada setiap indicator adalah jumlah siswa yang masuk dikalikan Tumbuhnya minat membaca dengan ketentuan yaitu minat membaca dinyatakan tumbuh . jika rata-rata presentase masing-masing kegiatan yang dinilai lebih dari atau sama dengan 75%, minat membaca dinyatakan belum tumbuh atau meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing kegiatan kurang dari 75% serta meningkatkan Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas i C SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat hasil belajar siswa ditandai dengan indikator hasil belajar . ilai ulangan haria. menjadi lebih baik daripada sebelum penelitian. Hasil dan Pembahasan Bagian ini akan memaparkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan tindakan, dengan fokus pada peningkatan minat baca. Dalam hal ini berkaitan dengan tahap perencanaan dan pelaksanaan tindakan sebelum dan sesudah tindakan. Hal tersebut dapat dilihat pada pembahasan di bawah ini. Hasil Penelitian Siklus 1 Peningkatan atau peningkatan minat baca Waitu pada keterampilan berbahasa Indonesia dapat berdampak positif, membuat siswa merasa bahwa mereka telah berubah dalam bentuk kemajuan belajar mereka karena termotivasi, memiliki minat membaca yang meningkat dan suka Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana kegiatan membaca, daftar bacaan, dan formulir Berdasarkan implementasi, peneliti menggunakan durasi kurang dari 10 menit pada tahap awal pembelajaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa dapat meminjam buku di perpustakaan sesuai dengan minatnya sebelum perkuliahan dimulai. Buku tersebut dibawa ke kelas, dan siswa kemudian memiliki kesempatan untuk membaca buku pinjaman mereka. Selanjutnya peneliti memberikan kebebasan kepada siswa untuk bertanya secara individu apa yang belum mereka pahami dari bacaan yang dibaca siswa secara mandiri dengan mengunjungi perpustakaan sekolah. Pertanyaan siswa dijawab oleh peneliti secara individu dan juga secara individu. Peneliti juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkompetisi menyelesaikan bacaan yang mereka peroleh dari perpustakaan sekolah. Beberapa masalah yang teridentifikasi selama pelaksanaan siklus I yaitu siswa mengambil kesempatan untuk bertanya kepada guru setelah membaca, distribusi tidak merata, dan pertanyaan yang diajukan siswa kepada peneliti selama membaca tidak ditulis dengan cukup teliti. Berikut adalah data siswa yang menunjukkan minat baca yang meningkat pada siklus I, seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Indikator Minat Baca Siswa No. Indikator Jumlah Siswa Presentase % Kata yang sulit dimengerti 8/20 Kata baru . 6/20 Dapat mengajukan isi bacaan*) 16/20 Dapat menceritakan kembali isi bacaan 12/20 *) Peneliti menanyakan tentang bacaan yang dibacakan. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus I minat baca siswa belum memenuhi harapan . asih di bawah 75%). Pada tahap selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk mendiskusikan setiap bacaan yang dipilih oleh siswa secara mandiri. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Yohanes Tekdir Pancaran Daman1 dan Muhammad Fahmi2 yang memungkinkan siswa untuk bebas menjawab atau memberikan informasi tentang bacaan yang mereka pilih. Kemudian ditulislah pembahasan tentang membaca jawaban di papan tulis. Siswa yang jawabannya tidak cocok atau tidak sempurna harus lebih menyempurnakan jawaban mereka. Dengan cara ini aktivitas berikutnya tidak mendapatkan kesalahan lagi. Di bawah ini adalah daftar kegiatan yang menunjukkan minat membaca siswa. Jumlah Judul Buku Bacaan Yang Dipinjam Siswa Dari Perpustakaan Gambar 1. Grafik Jumlah Buku Bacaan Yang Dipinjam Siswa Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa minat siswa untuk meminjam buku dari perpustakaan sekolah sangat rendah . anya 5 dari 20 siswa yang meminjam buku dari perpustakaan sekola. sebelum siklus I. Saat mempelajari Siklus I, peneliti menjelaskan bahwa banyak cerita menarik dalam buku-buku yang ada di perpustakaan Siswa dapat meminjam buku bacaan secara gratis. Haang perlu diingat adalah judul buku, ringkasan isi buku, dan siswa dapat bertanya kepada guru . jika ada kata-kata baru atau hal-hal yang belum dipahami. Berdasarkan akhir fase ini, guru/peneliti membagi tabel dengan informasi lebih lanjut tentang judul, ringkasan konten dan daftar kata-kata sulit. Hal ini untuk memotivasi siswa, semakin banyak mereka membaca, semakin banyak informasi yang mereka dapat. Formulir ini juga dimaksudkan sebagai tes post-test tentang kecintaan membaca. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas i C SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Jumlah Judul Buku Bacaan Yang Dipinjam Siswa Dari Perpustakaan Gambar 2. Grafik Jumlah Buku Bacaan Yang Dipinjam Siswa Peneliti/guru meneliti selama siklus I pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan membaca, keteraturan kegiatan membaca dan kebenaran bentuk kegiatan membaca siswa. Terlihat dari tiga hal yang diamati di atas, masih banyak anak . yang kurang aktif Hal ini terjadi karena mereka saling bertanya buku apa yang dibaca teman Ruang kelas menjadi ribut dan peneliti/guru harus berulang kali menegur untuk mendisiplinkan siswa. Hal ini dikarenakan minat baca siswa masih rendah. Selain karena minat baca siswa yang masih belum tinggi, hal ini juga disebabkan oleh beragamnya judul yang dibaca siswa, bahkan beberapa buku yang dipinjam siswa tidak sesuai dengan tingkat usia siswa. Sedangkan siklus I menunjukkan hasil yang baik, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan yaitu perlunya memajang daftar bacaan sesuai usia di dinding kelas untuk mempersingkat waktu siswa mencari buku untuk dibaca di perpustakaan sekolah, terdapat batas waktu untuk kegiatan membaca gratis setiap hari dan siswa harus membentuk kebiasaan membaca dan mengisi formulir. Tumbuh atau bertambahnya minat baca pada keterampilan berbahasa Indonesia dapat berdampak positif, membuat siswa merasa bahwa pola kemajuan belajarnya berubah karena termotivasi, minat membaca meningkat dan antusias belajar. Tabel di bawah ini merupakan hasil aktivitas membaca siswa siklus I. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Yohanes Tekdir Pancaran Daman1 dan Muhammad Fahmi2 Tabel 2. Evaluasi Kegiatan Membaca Siklus I NIS Nama Lengkap Alponsius Muliadi Damian F. Orvalla Nanga Duo Aditya Putra Setiwaan Faustino Fito Grazella Abung Djahilepang Grazilla Sarah Djahilepang Ignatia Sintiana Jemahun James Natanael Januardy Julia Helena Modumahi Leonardo Nara Haba Maksimilianus Ryski Dinju Maria Jesika Diwil Maria Lakeysha Liquina Mansen Oktaviano Saju Rofinus Randi William R. Triveno Mbambuk Yohanes C. Purnama Tandang Zenon Felioanus Sandrianus Hardianto Jumlah Buku yang Sudah Dibaca Kata baru Ket. Sama halnya dengan pelaksanaan pembelajaran siklus I, pada siklus II peneliti kembali mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran siklus II berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana implementasi kurikulum siklus II, menurut kelompok usia siswa, dan mengisi formulir untuk siswa. Pada pembelajaran siklus pertama, kurang dari 10 menit dihabiskan untuk kegiatan membaca di awal pembelajaran. Hal yang sama juga terjadi pada pelaksanaan pembelajaran siklus II. Kegiatan pra kelas masih dirancang, siswa meminjam buku dari perpustakaan sesuai dengan minatnya, dan tingkat membaca dilakukan sesuai dengan daftar bacaan yang dibagikan. Buku tersebut dibawa ke kelas, dan siswa kemudian memiliki kesempatan untuk membaca buku pinjaman mereka. Setelah itu, peneliti memberikan kebebasan kepada siswa untuk bertanya secara individu apa yang belum mereka pahami dari bacaan tersebut. Pertanyaan dari individu siswa juga dijawab secara individu oleh peneliti. Di bawah ini adalah grafik peningkatan jumlah buku yang dibaca siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas i C SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Jumlah Judul Buku Bacaan Yang Dipinjam Siswa Dari Perpustakaan Gambar 3. Grafik Jumlah Judul Buku yang Dipinjam Siswa Pada Siklus II Terlihat dari grafik di atas, jumlah judul buku yang dibaca siswa meningkat setelah dilaksanakan pembelajaran Siklus II. Beberapa hal yang diperhatikan selama pelaksanaan siklus II, antara lain banyaknya siswa yang mengambil kesempatan untuk bertanya semakin banyak. Siswa semakin berhati-hati ketika mengajukan pertanyaan peneliti yang diambil dari bacaan mereka. Berikut adalah data siswa yang menunjukkan peningkatan minat baca siswa pada siklus II. Data aktivitas membaca menunjukkan adanya peningkatan jumlah buku yang dibaca siswa. Data Ketepatan Pengisian Formulir Bacaan menunjukkan bahwa tingkat akurasi pengisian formulir bacaan yang diterima siswa ditunjukkan pada tabel hasil formulir yang dikumpulkan siswa sebagai bentuk kegiatan membaca. Judul Buku Ringkasan Isi Bacaan . alam rata-rata nila. Gambar 4. Grafik Evaluasi Kegiatan Membaca Siswa Terlihat dari dua hal di atas, minat baca anak . Setelah kegiatan pembelajaran siklus II, minat membaca siswa meningkat, yang menunjukkan bahwa ketertiban kelas menjadi semakin teratur, dan anak-anak sepenuhnya terserap dalam kegiatan membaca, dan tidak ada lagi kebisingan. Waktu membaca memang singkat, namun siswa fokus untuk menyelesaikan bacaannya. Ini adalah praktik yang baik untuk mengisi formulir kegiatan membaca, yaitu siswa mengajukan pertanyaan atau menulis pertanyaan berdasarkan bacaan. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Yohanes Tekdir Pancaran Daman1 dan Muhammad Fahmi2 Tabel 3. Daftar Kemajuan Membaca NIS Nama Lengkap Alponsius Muliadi Damian F. Orvalla Nanga Duo Aditya Putra Setiwaan Faustino Fito Grazella Abung Djahilepang Grazilla Sarah Djahilepang Ignatia Sintiana Jemahun James Natanael Januardy Julia Helena Modumahi Leonardo Nara Haba Maksimilianus Ryski Dinju Maria Jesika Diwil Maria Lakeysha Liquina Mansen Oktaviano Saju Rofinus Randi William R. Triveno Mbambuk Yohanes C. Purnama Tandang Zenon Felioanus Sandrianus Hardianto Jumlah Buku Yang Sudah Dibaca Siklus I Siklus II Kata baru Siklus I Siklus II Kesimpulan Berdasarkan uraian dan hasil belajar pada pembelajaran tindakan kelas di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil proses pembelajaran sebelum peningkatan minat baca mencapai rata-rata sebesar 63,4%. Setelah dimotivasi oleh minat pada siklus I dan II, ratarata refleksi dan rekomendasi mencapai 81,4% atau meningkat 18%. Hasil belajar sebelum siklus 1 dan 2 rata-rata 79,1% dan setelah siklus 1 dan 2, refleksi dan saran ratarata 84,6%, berimplikasi pada peningkatan 5,5%. Oleh karena itu, tumbuhnya minat baca dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia di SDI Wae Nakeng Tingkat i Kecamatan Lembor Kabupaten Simangali. Bibliografi Adiyono. Kinerja Kepala Sekolah Menengah Pertama Di Era Revolusi Industri Adiyono. Pasca Pandemi Covid-19 Perspektif Pendidikan Islam. Fikruna, 2, 56Ae73. Adiyono. Implementasi Pembelajaran: Peluang dan Tantangan Pembelajaran Tatap Muka Bagi Siswa Sekolah Dasar di Muara Komam. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , 5017Ae5023. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022 Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas i C SDI Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Adiyono. Irvan. , & Rusanti. Peran Guru Dalam Mengatasi Perilaku Bullying. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6. , 649Ae658. Dyaristya. Wedi. , & Adi. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Pelajaran Bahasa Di Kelas V Sekolah Dasar. Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1. , 123Ae128. Esti. Telaah Kurikulum dan pengembangan bahan ajar. Ombak. Fahmi. Community Empowerment Through Non Formal Education. Devotion: Journal of Community Service, 1. , 16Ae26. Fahyuni. , & Istikomah. Psikologi Belajar & Mengajar . unci sukses guru dalam interaksi edukati. Nizamia Learning Center. Fajriyah. Pengembangan literasi emergen pada anak usia dini. Proceedings of the ICECRS, 1. Halimah. , & Adiyono. UNSUR-UNSUR PENTING PENILAIAN OBJEK DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR. EDUCATIONAL JOURNAL: General and Specific Research, 2. , 160Ae167. Makruf. Manajemen Integrasi Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Berbasis Pondok Pesantren. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 14. , 265Ae280. Putriani. Suwignyo. , & Hasanah. Pembelajaran Literasi pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Strategi Think Talk Write (TTW). Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran Dan Pendidikan Dasar 2017, 715Ae720. Sondakh. Rahmatullah. Adiyono. Hamzah. Riwayatiningsih. & Kholifah. Integration of language, psychology, and technology and the concept of independence learning in reading characters in indonesian childrenAos film Susetyo. Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1. , 29Ae43. Widodo. Indraswasti. Erfan. Maulyda. , & Rahmatih. Profil minat baca mahasiswa baru PGSD Universitas Mataram. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 10. , 34. A 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 03 No. 05 Mei 2022