Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ DISTRIBUSI FAKTOR HIPERURISEMIA TERHADAP PASIEN GOUT ARTRITISDI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM DAN RADIOLOGI RSUD MEURAXA BANDA ACEH Andri dan Yudha Bintoro Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama Aceh ABSTRAK Gout artritis merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat dari deposisi kristal monosodium urat . pada jaringan atau akibat dari super saturasi asam urat di dalam cairan ekstraselular. Salah satu gangguan metabolisme yang menyebabkan gout artritis adalah hiperurisemia, kondisi tubuh mengalami peningkatan kadarasam urat lebih dari 7,5mg / dl pada laki-laki dan 6,5 mg / dl pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi faktor hiperurisemia terhadap pasien gout artritis di poliklinik penyakit dalam dan radiologi RSUD Meuraxa. Banda Aceh. Penelitian ini bersifat observational analytic dengan sampel berjumlah 43 orang yang di lakukan dengan cara hasil diagnose dokter penyakit dalam, anamnesis pasien dan medical redord. Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran Gout Artritis yang di sebabkan oleh hiperurisemia di poliklinik penyakit dalam dan radiologi RSUD Meuraxa Banda aceh di peroleh nilai berdasarkan jenis kelamin banyak terjadi pada laki-laki yang berjumlah 31 pasien . ,1%), berdasarkan umur adalah usia> 65 tahun dengan jumlah 16 pasien . ,2%). Gout Artritis sangat erat hubungannya dengan Hiperurisemia karena dari 20 orang yang menderita kadar asam urat tinggi (Ou 8 mg/dL pada laki-laki dan Ou 7 mg/dL pada perempua. 19 orang diantaranya menderita Gout Artritis. Dari hasil statistic menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang di peroleh yaitu p hitung = 0,01 . < 0,. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungannya antara Hiperurisemia dengan kejadian Gout Artritis. Kata Kunci: Gout Artritis. Hiperurisemia, kelainangenetik PENDAHULUAN Kadar asam urat tinggi atau dikenal dengan hiperurisemia merupakan keadaan terjadinya peningkatan kadar asam urat di atas normal. Asam urat dalam tubuh merupakan hasil akhir dari metabolism purin, yaitu hasil degradasi dari purine nucleoitide yang merupakan bahan penting dalam tubuh sebagai komponen dari asam nukleat dan penghasil energy dalam inti Kadar asam urat yang dikatakan tinggi apabila kadar asam urat serum lebih dari 7,5mg/dL pada laki-laki dan lebih dari 6,5mg/dL pada wanita. Penderita kadar asam urat tinggi yang lama dapat merusak sendi, jaringan lunak dan ginjal. Dua pertiga dari penderita kadar asam urat tinggi tidak menimbulkan gejala klinis. Kadar asam urat tinggi terjadi akibat peningkatan produksi asam urat, penurunan ekskresi atau kombinasi keduanya. Kadar asam urat tinggi yang disebabkan peningkatan produksihanya di jumpai pada sebagian kecil pasien dengan kadar asam urat tinggi biasanya di sebakan oleh diet tinggi purin . ataupun proses endogen . emecahan asam nukleat yang berlebiha. Prevalensi hiperurisemia berbeda-beda pada setiap golongan umur dan meningkat pada usia 30 tahun pada pria dan usia 50 tahun pada wanita. Penelitian yang dilakukan oleh Mc Adam De Maroet al. , 2013, dari 8. 342 orang yang ditelitiselama 9 tahun, insidensi kumulatifnya adalah 4%, yakni 5% pada pria dan 3% pada wanita. Berdasarkan berbagai studi epidemologi selama ini Keadaan hiperurisemia akan beresiko timbulnya arthritis gout, nefropati gout, atau batu ginjal. Penderita dengan kadar asam urat tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan gout ataupirai, namun tidak semua hiperurisemia akan menimbulkan kelainan patologi berupa gout, merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan, akibat Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ gangguan metabolism berupa hiperurisemia. Manifestasi klinik deposisi urat meliputi arthritis gout, akumulasi kristal di jaringan yang merusak tulang . ,batu urat, dan nefropati gout. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengkaji gambaran gout artritis yang disebakan oleh hiperurisemia di poliklinik penyakit dalam dan radiologi RSUD Banda Aceh METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan Observational analytic dengan menggunakan desain cross Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita kadar asam urat yang berkunjung ke poli penyakit dalam RSUD Meuraxa Banda Aceh. Sampel diambil menggunakan metode accidental sampling Alat ukur dalam penelitian ini adalah hasil labratorium dan radiografi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metodestatistik deskriptif untuk masingmasing variable penelitian dengan menggunakan frekuensi distribusi berdasarkan persentase. Pengkategorian variable dilakukan menggunakan rumus rata-rata . Pengolahan analisa data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 DistribusiFrekuensiBerdasarkanJenisKelamin Karakteristik Frekuensi . Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Sumber data primer RSUD Meuraxa Banda Aceh, 2017. Berdasarkan Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa dari 43 sampel dalam penelitian, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 31 pasien . ,1%) dan perempuan dengan jumlah 12 pasien . ,9%). Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mc Adam et al . , dari 8. 342 yang diteliti selama 9 tahun, insidensi kumulatifnya adalah 4%, dimana lebih banyak terjadi pada laki- laki yakni 5% pada pria dan 3% pada wanita. Tabel 2 DistribusiFrekuensiBerdasarkanUsia Karakteristik Frekuensi . Persentase (%) Usia > 65 Total Sumber data primer RSUD Meuraxa Banda Aceh, 2017. Selain itu pengukuran juga dilakukan berdasarkan umur responden, didapatkan bahwa umur> 65 tahun . berjumlah 16 orang . ,2%), umur 46-55 tahun . ansia awa. berjumlah 10 orang . ,3%), umur 56-65 tahun . ansia akhi. berjumlah 13 orang . ,2%) dan umur 36-45 tahun . ewasa akhi. berjumlah 4 orang . ,3 %). Berdasarkan penguraian di atas didapatkan bahwa pasien terbanyak yang mengalami gout artritis yang disebabkan hiperurisemia adalah pada usia di atas 65 tahun. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Tabel 3 DistribusiFrekuensiHiperurisemia Karakteristik Frekuensi. Presentase Kadar asam urat Normal Sedang Tinggi Total Sumber data primer RSUD Meuraxa Banda Aceh, 2017. Tabel 3 menunjukkan bahwa pasien yang kadar asam urat normal ( 7,5 mg/dL padalaki-laki dan 6,5 mg/dL pada wanita ) terdapat 8 orang . ,6 %), kemudian pasien yang kadar asam urat sedang . ,6-7,9 mg/dL pada laki-laki dan 6,6 Ae 6,9 mg/dL pada perempua. terdapat 15 orang . ,9%), sedangkan pasien terbanyak yang di peroleh adalah pasien dengan kadar asam urat tinggi (Ou 8 mg/dL pada laki-laki dan Ou 7 mg/dL pada perempua. terdapat 20 orang . ,5%). Tabel 4 Distribusi Frekuensi Kadar Asam Urat dengan Gout Artritis Kadar Asam Urat Frekuensi . Gout Artritis Ya Persentase (%) Tidak Persentase (%) Normal Sedang Tinggi 19 44,2 Total Sumber data primer RSUD Meuraxa Banda Aceh, 2017. Tabel 4 menunjukkan bahwa pasien yang kadar asam urat normal . ,5 mg/dL pada laki-laki dan 6,5 mg/dL padawanit. terdapat 8 orang dan 1 orang . ,3%) di antaranya menderita Gout Artritis, kemudian pasien yang kadar asam urat sedang . ,6-7,9 mg/dL pada laki-laki dan 6,6 Ae 6,9 mg/dL pada perempua. terdapat 15 orang dan 7 orang . ,3%) di antaranya menderita Gout Artritis, sedangkan pasien terbanyak yang di peroleh adalah pasien dengan kadar asam urattinggi (Ou 8 mg/dL pada laki-lakidan Ou 7 mg/dL pada perempua. terdapat 20 orang dan 19 orang . 2%) menderita Gout Artritis. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungannya antara kejadian Gout Artritis dengan Hiperurisemia pada pasien RSUD Meuraxa Banda Aceh . = 0,01, p value < 0,. Laki-laki lebih sering terjadi sebanyak 72,1% dibandingkan wanita hanya sebesar 27,9 %. Umur yang sering terjadi gout artritis yang disebabkan hiperurisemia adalah di atas 65 tahun yang dikategorikan sebagai manula. Saran Sebagai bahan referensi dan masukan bagi peneliti selanjutnya untuk melihat hubungan tentang penyakit gout artritis yang disebabkan oleh hiperurisemia. DAFTAR PUSTAKA