PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 13 NOMOR 4 . , 501 - 510 PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT. UNIVERSITAS TADULAKO ISSN (P) 2088-3536 ISSN (E) 2528-3375 http://jurnal. id/index. php/preventif Hubungan Karakteristik Individu dengan Kepatuhan Pekerja terhadap Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Perser. Reza Tamara*1. Ira Nurmala1. Anugrah Anggraini2 1Departement of Epidemiology Biostatistics and Population, and Health Promotion. Faculty of Public Health. Airlangga University. Indonesia. 2PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Jawa Timur. Indonesia. Author's Email Correspondence (*): reza. tamara-2017@fkm. ( 62 822 3240 3. ABSTRAK Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan salah satu upaya preventif dan promotif dari pemerintah yang bertujuan untuk melindungi dari risiko gangguan kesehatan karena lingkungan yang tercemar asap rokok. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industry perkapalan yang dimana rentan akan kecelakaan kerja. Namun dari hasil studi pendahuluan masih terdapat pekerja yang merokok sambil bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Karakteristik Individu dengan Kepatuhan Pekerja dalam Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Perser. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh karyawan, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden dengan cara penggambilan sampel di penelitian ini menggunakan Teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data primer berupa kuisioner dengan menggunakan google form . Analisis data menggunakan softwere SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini dapat memujukkan bahwa terdapat variable yang berhubungan dengan kepatuhan yaitu pengetahuan . value = 0,008 < 0,. Sedangkan variable yang tidak terdapat hubungan antara lain usia . value = 0,514 > 0,. , tingkat pendidikan . value = 0,708 > 0,. dan masa kerja . value = 0,546 > 0,. dengan Kepatuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang dapat berhubungan dengan kepatuhan pekerja yaitu tingkat pengetahuan pekerja di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Perusahaan disarankan untuk mempertegas pertauran mengenai Kawasan Tanpa Rokok, dan mengembangkan program pelatihan kepada karyawan mengenai bahaya rokok ditempat kerja. Selain itu pekerja diharapkan wajib disiplin akan peraturan di perusahaan. Kata kunci : Karakter Individu. Pekerja. Kepatuhan. Kawasan Tanpa Rokok. Published by: Article history : Tadulako University Received : 04 11 2021 Address: Received in revised form : 16 03 2022 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 18 03 2022 Indonesia. Available online : 31 12 2022 Phone: 628114120202 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: Preventif. fkmuntad@gmail. ABSTRACT Non-Smoking Area (KTR) is one of the preventive and promotive efforts of the government which aims to protect from the threat of health problems due to the environment polluted by cigarette smoke. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. is a company engaged in the shipping industry which is prone to work accidents. However, from the results of the preliminary study, there are still workers who are working. The purpose of this study was to analyze the characteristics of individuals with worker compliance in the application of a smoke-free area at PT. Dock And Shipping Surabaya (Perser. This research is an analytic observational study using a cross-sectional approach. The population in this study were all employees, with a total sample of 85 respondents by taking the sample in this study using a simple random sampling technique. The data collection technique was carried out through primary data in the form of a questionnaire using google form . Data analysis using SPSS software with Chi-Square test. The results of this study indicate that there is a variable related to compliance, namely knowledge . value = 0. 008 < 0. While the variables that do not have a relationship between age . value = 0. 514 > 0. education level . value = 0. 708 > 0. and years of service . value = 0. 546 > 0. with Compliance. The conclusion of this study is the factors that can relate to worker compliance, namely the level of knowledge of workers at PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. The company suggests to strengthen regulations regarding No Smoking Areas, and develop programs for employees regarding the dangers of smoking in the workplace. In addition, workers are expected to be disciplined in the company's regulations. Keywords: Individual Character. Worker. Compliance. Non-Smoking Area. PENDAHULUAN Merokok merupakan suatu kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara teratur dalam frekuensi waktu setiap hari. Perokok di Indonesia terus meningkat sehingga kebiasaan merokok ini sulit untuk di kendalikan, dan menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kebanyakan dari perokok sudah mengetahui akan zat-zat bahaya yang ada di dalam rokok yang dapat meninimbulkan berbagai masalah kesehatan. Didalam rokok terdapat 4000 bahan kimia, 400 zat berbahaya dan 43 zat penyebab kanker . Namun dikarenakan sudah menjadi kecanduan akibat zat nikotin, sehingga zat tersebut sudah memengaruhi psiokologis, seperti perokok akan merasa menghilangkan stress, meningkatkan konsentrasi ketika bekerja, menghilangkan kantuk. Selain itu juga perilaku merokok juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar . Oleh karena hal tersebut, pemerintah membuat suatu upaya preventif dan promotif dalam sebuah peraturan dan kebijakan guna untuk mengendalikan risiko gangguan kesehatan yang diakibatkab oleh asap rokok, yaitu Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kawasan Tanpa Rokok merupakan ruangan atau area yang dilarang untuk adanya kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan Produk Tembakau . Tujuan pemerintah menetapkan Kawasan Tanpa Rokok yang terdapat dalam ini guna untuk menurunkan angka kesakitan atau angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok, menurunkan angka perokok hingga mencegah perokok pemula, dan juga mewujudkan generasi muda yang sehat . Kawasan Tanpa Rokok sendiri sangat berperan penting di tempat kerja, terutama pada tempat kerja yang berisiko seperti di PT. Dok dan Perkapalan (Perser. Surabaya yang merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dibidang industri galangan kapal. Kawasan Tanpa Rokok ini dapat menjadi upaya preventif dan promotif untuk menurunkan angka kecelakaan atau kejadian kerja akibat rokok. Agar peraturan ini dapat berjalan maka diperlukannya kepatuhan dari seluruh pekerja di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Kepatuhan sendiri memiliki berbagai faktor, yaitu faktor demografi . sia dan masa kerj. dan faktor pengetahuan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan masih cukup banyak terdapat pekerja yang masih menerapkan peraturan Kawasan Tanpa Rokok yang dimana masih cukup banyak pekerja yang merokok sambil bekerja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik individu dengan kepatuhan pekerja dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Setiap pekerja dan atasan bertanggung jawab atas peraturan yang ada di perusahaan seperti Kawasan Tanpa Rokok dengan mensosialisasikan kepada karyawan untuk menaati peraturan . Selain itu juga dapat diberikan teguran, sanksi hingga denda agar peraturan Kawasan Tanpa Rokok dapat berjalan efektif . METODE Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dengan kepatuhan pekerja terhadap Kawasan Tanpa Rokok di tempat Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh karyawan, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Cara penggambilan sampel di penelitian ini menggunakan Teknik simple random sampling. Lokasi penelitian ini berada di di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Waktu penelitian ini pada bulan Agustus 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data primer berupa kuisioner dengan menggunakan google form . , dan juga melalui studi pendahuluan. Variabel yang diteliti meliputi usia, masa kerja, dan pengetahuan pekerja. Data yang terkumpul akan dianalisis, analisis analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi 2 variabel dan analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antar 2 variabel. Analisis data menggunakan softwere SPSS dengan uji Chi-Square. HASIL Karakterisitik Individu Tabel 1 Analisis Univariat Karakteristik Individu Variabel Kategori Usia Masa Kerja Tingkat Pengetahuan Remaja Dewasa Lansia Baru Lama Buruk Cukup Baik 4,7% 49,4% 45,9% 45,9% 54,1% 14,1% 34,1% 51,8% Sumber: Data Primer, 2021 Pada penelitian ini variabel yang diteliti yaitu usia, masa kerja, dan pengetahuan Hasil dari penelitian ini, dapat dapat dilihat pada Tabel 1 yang dihasilkan bahwa mayoritas pekerja berusia dikelompok dewasa . -55 tahu. dengan jumlah 42 responden atau sebesar 49,4%. Sementara pada kategori remaja . -25 tahu. dengan jumlah 4 responden atau sebesar 4,7%, dan kategori lansia . -55 tahu. sebanyak 39 responden atau sebanyak 45,9%. Pada variabel masa kerja dibagi 2 kelompok yaitu baru dan lama. Mayoritas pekerja merupakan pekerja lama (Ou15 tahu. dengan jumlah 46 responden atau sebesar 54,1 % dan pekerja baru (<15 tahu. dengan jumlah responden 39 atau 45,9%. Pada variable tingkat pengetahuan dapat diketahui bahwa mayoritas pekerja sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai Kawasan Tanpa Rokok di tempat kerja, dengan presentase sebesar 51,8% atau sebanyak 44 responden dari 85 responden. Sementara pekerja dengan pengetahuan cukup sebesar 29 responden atau sebesar 34,1%. Sedangkan pekerja denga pengetahuan buruk sebanyak 12 responden atau sebesar 14,1%. Distribusi Kepatuhan Pekerja Tabel 2 Distribusi Kepatuhan Variabel Kepatuhan Kategori Tidak Patuh Patuh Total Sumber: Data Primer, 2021 23,5% 76,5% Pada Tabel 2, diketahui bahwa terdapat 65 pekerja atau sebesar 76,5 % pekerja di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. patuh terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Sementara 20 pekerja atau sebesar 23,5% pekerja di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. tidak patuh terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Hubungan Usia dengan Kepatuhan Pekerja Variabel Tabel 3 Hubungan antara Usia dengan Kepatuhan Total Kepatuhan Usia Tidak Patuh Remaja Dewasa ,8%) Lansia ,8%) Total ,5%) Sumber: Data Primer, 2021 Patuh ,7%) ,6%) ,1%) ,5 %) ,7%) ,4%) ,9%) Sig. Pada Tabel 3, diketahui bahwa semua responden pada kategori usia remaja patuh terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Sementara pada kategori usia dewasa terdapat 32 responden yang patuh dan pada kategori usia lansia terdapat 29 responden yang patuh penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Hasil dari uji chi-square diketahui hasil p-value 0,514 > 0,1 yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara usia pekerja dengan kepatuhan pekerja dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Hubungan Masa Kerja dengan Kepatuhan Pekerja Tabel 4 Hubungan antara Masa Kerja dengan Kepatuhan Variabel Total Sig. ,9%) ,1%) Kepatuhan Masa Kerja Tidak Patuh Baru 8 . ,4%) Lama 12 . ,1%) Total ,5%) Sumber: Data Primer, 2021 Patuh ,5%) ,5 %) Pada Tabel 4, diketahui bahwa 31 responden dengan masa kerja baru patuh terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Sementara pada kategori masa kerja lama terdapat 34 responden yang patuh patuh penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Hasil dari uji chisquare diketahui hasil p-value 0,546 > 0,1 yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan pekerja dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Pekerja Tabel 5 Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Total Variabel Kepatuhan Tingkat Tidak Patuh Pengetahuan Buruk ,2%) Cukup 6 . ,1%) Baik 7 . ,2%) Total ,5%) Sumber: Data Primer, 2021 Sig. Patuh ,9%) ,1%) ,5%) ,5 %) ,1%) ,1%) ,8%) 0,008 Pada Tabel 5, diketahui bahwa semua responden dengan tingkat pengetahuan baik cenderung akan patuh dengan jumlah 37 responden terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Pada tingkat pengetahuan cukup terdapat 23 responden yang telat patuh terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Sementara pada tingkat pengetahuan buruk terdapat 5 responden yang patuh, dan 7 responden yang tidak patuh terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. PEMBAHASAN Kepatuhan didasari oleh rasa tanggung jawab dari tiap individu, dengan adanya rasa tanggung jawab maka akan sadar bahwa penting untuk menerapkan perilaku patuh . Kepatuhan terhadap peraturan dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja . Menurut teori Green kepatuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pendorong dan faktor pendukung. Faktor presdiposisi merupakan faktor yang berasal dari diri tiap individu, diantaranya adalah usia, masa kerja dan pengetahuan. Sedangkan faktor pendorong merupakan faktor yang memberikan pengaruh terhadap seseorang, dan faktor pendukung adalah faktor yang berasal dari lingkungan sekitar . Pengetahuan pekerja merupakan salah satu faktor pekerja memiliki perilaku patuh, karena semakin banyak mendapatkan informasi maka semakin baik pula pengetahuannya akan bahaya dan risiko juga tidak patuh akan peraturan yang ada . Berdasarkan hasil kuisioner yang telah diolah dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas pekerja di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. menunjukan telah mematuhi penerapan Kawasan Tanpa Rokok, namun hasil kuisioner tersebut bertolak belakang dengan kondisi di lapangan yang telah dilakukan studi pendahuluan, ditemukan masih banyak pekerja yang belum patuh akan penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. , hal ini dikarenakan oleh beberapa hal di perusahaan yang menjadi alasan pekerja belum patuh akan penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Analisis Variabel Usia dengan Kepatuhan Pekerja Menurut teori Notoatmodjo . , usia merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja seseorang, semakin umur bertambah dan semakin lama masa kerjanya, maka semakin baik juga dalam berperilaku saat bekerja, salah satunya perilaku patuh. Namun hasil penelitian yang dilakukan di PT. Dok dan Perkapalan (Surabay. menunjukan tidak adanya hubungan antara usia dengan kepatuhan, karena usia tidak menjamin kepatuhan pekerja untuk memiliki perilaku patuh, sehingga kepatuhan tidak melihat dari segala kelompok usia, karena dari segala kelompok usia memiliki kemungkinan untuk berperilaku patuh. Hal ini sesuai dengan kondisi di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. menunjukan bahwa pekerja yang patuh berdasarkan dari berbagai kategori usia seperti yang ditunjukan pada tabel 3. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Aditia . , yang menujukan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan kepatuhan. Analisis Variabel Masa Kerja dengan Kepatuhan Pekerja Masa kerja merupakan jangka waktu pekerja yang bekerja pada sebuah instansi. Masa kerja dapat memengaruhi seseorang berperilaku patuh karena dengan lamanya pengalaman pekerja yang melaksanakan pekerjaan secara terus menerus sehingga mampus menguasai aspek-aspek dalam pekerjaan . Salah satu faktor yang berhubungan dengan perilaku patuh didasari dengan jangka seseorang bekerja yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman dalam bekerja dan lebih paham prosedur kerja yang aman . Terdapat faktor kemungkinan dimana semakin lama ia bekerja dan lebih mengetahui kondisi di tempat kerja maka terdapat pemikiran bahwa jika tidak patuh maka tidak terjadi kecelakaan yang besar. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di PT. Dok dan Perkapalan (Surabay. , masa kerja pekerja dengan kepatuhan pekerja terhadap Kawasan Tanpa Rokok tidak memiliki hubungan yang signifikan. Sehingga hasil penelitian ini dinyatakan bahwa pekerja dengan masa kerja yang lama tidak menjamin memiliki perilaku patuh, hal tersebut sesuai dengan kondisi di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. yang dimana pekerja dengan masa kerja lama maupun baru sama-sama memiliki perilaku patuh. Namun hasil penelitian tersebut bertolak belakang dengan salah satu penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan pekerja, karena menurut Devy masa kerja merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kepatuhan karena semakin lama bekerja maka semakin semakin baik kemampuan dalam bekerja . Analisis Variabel Pengetahuan dengan Kepatuhan Pekerja Pengetahuan merupakan sebuah hasil dari keingintahuan individu melalui proses Semakin tinggi tingkat pengetahuan semakin tinggi juga tingkat kepatuhannya. Perilaku kepatuhan seseorang dibentuk dari seberapa sering seseorang mendapatkan informasi atau pengetahuan mengenai prosedur kerja yang benar. Pengetahuan pekerja terhadap peraturan, risiko bahaya yang ada di tempat kerja dan juga prosedur yang harus dilaksanakan maka akan meningkatkan kepatuhan pekerja . Hal itu terbukti dengan penelitian yang dilaksanakan di PT. Dok dan Perkapalan (Surabay. yang menujukan bahwa pengetahuan pekerja dengan kepatuhan pekerja terhadap Kawasan Tanpa Rokok memiliki hubungan yang signifikan, oleh karena itu pengetahuan pekerja merupakan sebab yang dapat memengaruhi perilaku pekerja untuk patuh. Hal ini sesuai dengan kondisi dilapangan yang dimana pekerja di PT. Dok dan Perkapalan (Surabay. sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai Kawasan Tanpa Rokok. Namun hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Dean . , yang menunjukan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan kepatuhan pekerja, karena menurut beliau pengetahuan bukan termasuk salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan kepatuhan pekerja dalam menjalankan prosedur kerja. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan kepada 85 pekerja di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. , dapat ditarik kesimpulan bahwa sebesar 76,5% atau 65 pekerja sudah patuh akan penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengetahuan pekerja masuk dalam kelompok baik dan hasil analisis juga didapatkan bahwa pengetahuan pekerja berhubungan pada kepatuhan pekerja terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Sementara variable usia dan masa kerja pekerja mendapatkan dihasilakan bahwa usia dan masa kerja tidak berhubungan dengan kepatuhan pekerja terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Perser. Dapat diberikan saran dari peneliti bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan peraturan sehingga dari berbagai kelompok usia maupun pekerja yang memiliki masa kerja lama ataupun baru dapat mematuhi peraturan yang ada di perusahaan. Selain itu dapat disarankan untuk mengembangkan program pelatihan kepada seluruh karyawan untuk meningkatkan pengetahuan akan bahaya rokok di tempat kerja. Untuk pekerja diharapkan untuk meningkatkan kedisiplinan akan peraturan yang telah diterapkan. DAFTAR PUSTAKA