JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 14-19 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PAWARTA MELALUI METODE PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA SISWA KELAS X BUSANA SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Retno Dwi Handayani1* SMK Muhammadiyah Kartasura Sukoharjo *E-mail: retnohandayani39@guru. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis Pawarta Bahasa Jawa melalui metode pembelajaran Think-Pair-Share. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Kartasura. Sukoharjo. Jawa Tengah. Indonesia pada bulan September sampai dengan bulan Oktober tahun 2023 dengan materi Pawarta Bahasa Jawa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Peran peneliti sebagai tenaga pengajar, dibantu oleh salah seorang guru Seni Budaya sebagai kolaborator. Sampel yang dipilih pada penelitian ini terdiri atas 20 siswa pada kelas X Busana tahun pelajaran 2023-2024 dengan teknik cluster random sampling. Data hasil penelitian diambil melalui test tertulis berupa pre-test dan post-test, hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata post-test hasil belajar Bahasa Jawa Nilai rata-rata kemampuan siswa menulis pawarta pada siklus I adalah 72,25 dan ketuntasan belajar mencapai 65%. Nilai rata-rata kemampuan siswa menulis Pawarta pada siklus II adalah 78,15 dan ketuntasan belajar mencapai 85 % dan sudah berada di atas nilai kriteria ketentuan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelejaran Think-Pair-Share dapat meningkatkan keterampilan menulis Pawarta. Kata Kunci: bahasa jawa. Abstract This research aims to improve Javanese Pawarta writing skills through the ThinkPair-Share learning method. This research was carried out at Muhammadiyah Kartasura Vocational School. Sukoharjo. Central Java. Indonesia from September to October 2023 with Javanese Pawarta material. The research methodology used is classroom action research which consists of two cycles. Each cycle consists of four research stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The researcher's role as a teaching staff is assisted by an Arts and Culture teacher as a collaborator. The sample chosen in this study consisted of 20 students in class X Clothing for the 2023-2024 academic year using a cluster random sampling technique. The research data was taken through written tests in the form of pre-test and post-test, the research results showed that there was an increase in the average post-test score for Javanese learning outcomes. The average score for students' ability to write news stories in cycle I was 72. 25 and completeness. learning reached 65%. The average score for students' ability to write Pawarta in cycle II was 78. 15 and learning completion reached 85% and was above the minimum requirement criteria (KKM) value set by the school, namely 75. Thus it can be concluded that the Think- Pair-Share can improve Pawarta's writing skills. Keywords: Javanese language. https://journal. id/widyadidaktika PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Jawa tidak lagi mengutamakan pada penyerapan melalui kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktivitas siswa perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas dengan bekerja Langkah-langkah memerlukan partisipasi aktif siswa. Untuk itu perlu ada model pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran (Hasibuan. dan Moerdjiono : 1. Pembelajaran pembelajaran yang secara sadar dan sengaja menciptakan interaksi yang saling mengasihi antarsesama siswa. Pembelajaran kooperatif lebih menekankan interaksi antarsiswa. Dalam hal ini, siswa akan melakukan komunikasi aktif dengan sesama temannya (Nur. Muhammad : Dengan komunikasi, siswa dapat menguasai materi pelajaran dengan mudah karena siswa lebih mudah memahami penjelasan temannya dibanding penjelasan guru karena taraf pengetahuan serta pemikiran mereka lebih sejalan (Mukhlis. Abdul : 2. Salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran Think-Pair-Share. Model Think-Pair-Share melibatkan kerja sama antardua individu (Soekamto. Toeti : 1. Dua individu itu secara berpasangan saling bertukar lembar jawaban dan memeriksa hasil pekerjaan Pada kelas X terdapat materi menulis Pawarta. Agar tidak kesulitan menulis Pawarta, siswa harus memahami kaidah penulisan Pawarta secara benar. Dengan mampu menulis pawarta dengan benar, siswa akan semakin terampil dalam bersosialisasi dalam setiap Hal itu merupakan bekal siswa dalam kehidupan dimasyarakat. JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 14-19 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 Kemampuan menulis Pawarta siswa kelas X Busana SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun Pelajaran 2023/2024 rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai Ulangan Harian I tentang Pawarta. Nilai rata-rata hanya 72,25 sedangkan ketuntasan belajar hanya sebesar 65%. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menulis Pawarta siswa kelas X Busana SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun Pelajaran 2023/2024 dan untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif model Think-PairShare dapat meningkatkan kemampuan menulis pawarta siswa kelas X Busana SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun Pelajaran 2023/2024. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. yang terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan, (Arikunto. Suharsimi : 2002 dan Sugiyono : 2. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X Busana di SMK Muhammadiyah Kartasura. Sukoharjo. Jawa Tengah selama 2 bulan. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Busana di SMK Muhammadiyah Kartasura. Sukoharjo. Jawa Tengah, yang berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan teknik cluster random Data hasil penelitian diambil melalui test tertulis berupa pre-test dan post-test, hasil peningkatan nilai rata-rata hasil belajar Bahasa Jawa dari siklus pertama ke siklus ke dua dan sudah berada diatas nilai kriteria ketentuan minimal (KKM) yang telah ditetapkkan oleh sekolah yaitu 75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ThinkPair-Share dapat meningkatkan keterampilan menulis warta. Prosedur kerja penelitian dirancang atas 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II (Cahyaningrum. F Andayani. A : 2. https://journal. id/widyadidaktika Rencana Tindakan Guru membuat rencana tindakan untuk siklus I dan siklus II, menyiapkan rencana pembelajaran, menentukan model pembelajaran, menyusun alat penilaian, membuat lembaran observasi untuk kolaborator (Soetomo : 1. Pelaksanaan Tindakan Meliputi beberapa fase kegiatan yang terdiri dari: Guru menyampaikan tujuan dan prosedur pembelajaran Bahasa Jawa melalui motode Think-Pair-Share, membimbing siswa belajar berkelompok, guru mengadakan pre-test dan post-test, guru menghimbau kepada siswa untuk mengenal Bahasa Jawa, supaya bisa menyukai Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu. Observasi Memantau pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa untuk menilai keaktifan guru dan keaktifan Refleksi Untuk mengetahui apakah proses pembelajaran Bahasa Jawa melalui motode pembelajaran Think-Pair-Share dapat meningkatkan baik dari keaktifan guru dan siswa juga dari hasil penelitian kuantitatif (Sudjana. N dan Ibrahim : HASIL DAN PEMBAHASAN Pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan meliputi siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penilaian kolaborator nilai hasil belajar siswa meningkat dari post-test I ke post-test II dari 72,25 menjadi 78,15. Hasil ini menunjukkan bahwa perolehan nilai tes keterampilan menulis warta siswa yang pembelajarannya menggunakan model ThinkPair-Share pada siklus 2 lebih tinggi daripada Nilai tersebut juga telah mencapai KKM yang telah ditetapkan pihak sekolah yaitu Hal itu disebabkan karena pada kegiatan akhir menggunakan model pembelajaran ThinkPair-Share ini, kelompok-kelompok yang JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 14-19 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 mempunyai nilai terbaik diberikan penghargaan sehingga menjadi lebih menarik. Siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar pada materi warta khususnya dalam menulis. Hal ini berimplikasi pada peningkatan keterampilan siswa dalam menulis warta. Proses Pembelajaran Siklus I Hasil observasi pada siklus I proses pembelajaran Bahasa Jawa keaktifan siswa dan keaktifan guru masih kurang, dikarenakan belum dioptimalkannya model pembelajaran. Guru belum maksimal membimbing anak belajar berkelompok dan anak belum dihimbau oleh gurunya untuk mengenal dan mencintai Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu. Refleksi Siklus I Pada awal pembelajaran ini, sikap positif siswa terhadap pembelajaran membaca lambat muncul, siswa nampak jenuh dengan pembelajaran menulis. Hanya siswa yang rajin saja yang mengikuti pelajaran dengan baik, siswa yang lain ada yang mengantuk ketika siswa diminta menulis pawarta. Ada yang hanya menyontek temannya ketika menuliskan katakata sukar. Ada yang belum paham menulis Hasil post-test siklus I masih minim yaitu rata-rata 72,25. Proses Pembelajaran Siklus II Hasil observasi pada siklus II proses pembelajaran Bahasa Jawa keaktifan siswa dan keaktifan guru meningkat, karena pada siklus II ini guru mencoba mengoptimalkan media pembelajaran dan model pembelajaran yang Dan membimbing anak untuk belajar berkelompok, belajar mencintai Bahasa Jawa. Refleksi Siklus II Pada awal pembelajaran ini, sikap positif siswa terhadap pembelajaran membaca sangat bagus, hal ini dikarenakan menggunakan media pembelajaran yang menarik, jadi siswa mengikuti proses pembelajaran. Semua siswa aktif kelompok diskusinya untuk menulis Dari Siklus I dan Siklus II dapat dibandingkan dalam beberapa aspek yaitu : Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) yang dilakukan Guru dan Siswa Berdasarkan analisis data proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru dan siswa setiap siklus mengalami peningkatan. Siswa Guru Dari hasil diatas pada siswa mengalami peningkatan antara lain terletak pada mendengarkan /memperhatikan penjelasan guru, mencari sumber informasi, bekerja sama dengan anggota kelompok, berdiskusi antarsiswa/siswa dengan guru, menulis Pawarta dengan relevan, menyimpulkan pembelajaran, dan mengerjakan tes subjektif, dan pada guru terjadi peningkatan pada menyampaikan tujuan pembelajaran, mengaitkan materi pelajaran sebelumnya, mempresentasikan langkah-langkah metode pembelajaran kooperatif, membimbing siswa melakukan kegiatan, melatih keterampilan kooperatif, membimbing siswa membuat simpulan, memberikan evaluasi, siswa antusias, dan guru antusias Aktivitas Guru Siswa Pembelajaran Aktivitas guru selama pembelajaran telah langkah-langkah pembelajaran kooperatif model Think-PairShare dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas menyampaikan tujuan, memotivasi siswa, mengaitkan dengan pelajaran sebelumnya, menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi, menjelaskan materi sulit, membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep, dan membimbing siswa dalam membuat Persentase untuk aktivitas di atas cukup besar. Aktivitas pembelajaran Bahasa Jawa pada pokok bahasan menulis Pawarta dengan metode pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share yang dipengaruhi oleh mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, mencari sumber informasi, bekerja sama dengan anggota kelompok, diskusi antarsiswa/antara siswa dengan guru, menulis Pawarta KBM, menyimpulkan pembelajaran, dan mengerjakan tes subjektif. Berdasarkan data Perbandingan aktifitas siswa dalam pembelajaran, terlihat Ceramah MenyampaikanA Memotivasi siswa Mengaitkan denganA MenyampaikanA Menjelaskan materiA Membimbing danA Meminta siswaA MemberikanA Membimbing siswaA https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 14-19 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 Perbandingan Aktivitas Think-PairShare Guru https://journal. id/widyadidaktika Mengajar (KBM) yang dilakukan Guru dan Siswa. Aktivitas Guru dan Siswa dalam Pembelajaran serta Ketuntasan Hasil Belajar Siswa peneliti menyimpulkan sebagai berikut: Ceramah Mendengarkan/mA Mencari sumberA Bekerja samaA DiskusiA