Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Implementasi Digital Marketing. Branding dan Labeling UMKM Kerupuk Kulit di Kota Serang Dian Maulita1. Eka Indah Yuslistyari2. Izzuddin Fikri Albar3. Lulu Mamluatul Hikmah4. Dafa Nurrohman 5 1Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Serang Raya 2Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Serang Raya 3Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Serang 4Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Serang Raya 5Hukum Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Hukum Email : maulita. dian@gmail. ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha kerupuk kulit AuLaksana MandiriAy yang berlokasi di Kelurahan Serang Kota Serang Banten melalui inovasi kemasan serta pengimplementasian digital marketing, branding dan labeling. Kegiatan pengabdian yang dilakukan dilatar belakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh mitra yang memiliki keterbatasan pada pengemasan sertaS penjualan produknya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan melakukan penyuluhan serta pendampingan dalam memilih dan mengemas produk, sistem pemasaran digital serta melakukan riset pasar terkait dengan respon konsumen terhadap kemasan yang baru. Dari hasil penyuluhan yang dilaksanakan mitra mendapatkan perubahan pola pikir terkait pentingnya inovasi pada kemasan dan jenis kemasan yang baik serta sistem promosi yang modern sehingga mitra memiliki keinginan untuk merubah kemasan dan menerapkan digital marketing agar bisa meningkatkan produktivitas penjualan produknya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini memberikan motivasi mitra untuk semakin berinovasi dan belajar serta mengeksplorasi pengetahuan yang dimiliki terkait strategi pemasaran lainnya seperti promosi dan distribusi produk yang dihasilkan. Kata kunci: Branding. Digital Marketing. Labeling. UMKM ABSTRACT This community service aims to increase the productivity of the AuLaksana MandiriAy skin cracker business located in Serang Village. Serang City. Banten through packaging innovation and the implementation of digital marketing, branding and labeling. The community service activities carried out were motivated by the problems faced by partners who have limitations in packaging and selling their products. This community service activity was carried out by providing counseling and assistance in selecting and packaging products, digital marketing systems and conducting market research related to consumer responses to new packaging. From the results of the counseling carried out, partners received a change in mindset regarding the importance of innovation in packaging and good types of packaging and a modern promotion system so that partners have the desire to change packaging and implement digital marketing in order to increase the productivity of their product It is hoped that this activity will motivate partners to further innovate and learn and explore the knowledge they have regarding other marketing strategies such as promotion and distribution of the products produced. Keywords: Branding. Digital Marketing. Labeling. UMKM SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian sebuah daerah, oleh karena itu pengembangan UMKM menjadi hal yang penting dalam sebuah proses UMKM berkontribusti terhadap kegiatan bisnis sebanyak 90% serta menyerap lapangan pekerjaan hampir 50%, kontribusi ini maka bisa dikatakan UMKM ikut memberikan andil dalam pemulihan kinerja perekonomian . Namun nyatanya UMKM masih diantaranya penggunaan teknologi yang lebih maju serta terbatasnya akses layanan keuangan, serta perkembangan teknologi yang memiliki dampak besar bagi daya saing usaha khususnya usaha mikro kecil dan menengah (Larasati et al. Perubahan teknologi menuntut pelaku usaha agar memperhatikan kelangsungan dan tata kelola kegiatan yang baik agar usaha berjalan dengan efisien dan efektif (Fadli et al. , 2. Di Kota Serang. UMKM kerupuk kulit menjadi salah satu usaha tradisional yang memiliki potensi pasar yang luas. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi tantangan dalam hal pengenalan produk. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan usaha kerupuk kulit yang berlokasi di Perumahan Safira Kelurahan Serang Kecamatan Serang Kota Serang Banten sudah menerapkan strategi pemasaran yang terdiri dari strategi produk, harga, promosi dan distribusi walaupun masih terbilang sederhana dalam pelaksanaannya sehingga jika dilihat dari perkembangan usahanya masih cukup lambat terutama dari sisi penjualan produk. Beberapa faktor penyebab dari lambatnya perkembangan bisnis yang dialami oleh mitra antara lain: proses produksi yang masih manual, tidak memiliki varian produk baik dari rasa maupun ukuran, penjualan masih mengandalkan penjualan di rumah produksi dan kemasan produk yang masih sangat sederhana. Variasi produk yang dijual selama ini hanya satu varian rasa yaitu varian kerupuk kulit rasa original dan kemasan yang hanya di kemas plastik biasa serta tidak terdapat logo merek maupun stiker kemasan yang bertuliskan merek usaha tersebut. Semua itu dikarenakan pelaku UMKM belum paham mengenai manfaat dari branding itu pengetahuan mengenai branding dan tidak memiliki jiwa wirausaha yang aktif bahkan pelaku UMKM belum pernah mendaptkan pelatihan terkait strategi branding UMKM. Permasalahan lain yang dihadapi oleh UMKM adalah pemasaran digital. Artinya banyak peluang bisnis digital yang belum bisa dimanfaatkan secara maximal (Pranata. Berdasarkan hasil wawancara dari pelaku usaha kerupuk kulit di kelurahan serang Kecamatan Serang Kota Serang Banten menyatakan bahwa selama ini belum pernah ada pembinaan terkait UMKM. Permasalahan pendampingan digital marketing UMKM adalah masalah yang umum dihadapi oleh UMKM. Beberapa permasalahan utama yang muncul akibat minimnya pendampingan dalam digital marketing untuk UMKM yaitu Kurangnya Pengetahuan Keterampilan. Keterbatasan Sumber Daya. Kurangnya Akses ke Teknologi. Perubahan Cepat dalam Teknologi dan Tren. Kurangnya Waktu, dan Kekhawatiran tentang Keamanan dan Privasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya strategi yang benar sehingga dapat meminimalisir resiko yang akan dihadapi. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut maka mahasiswa KKM UNSERA Kelompok 27 tertarik untuk memberikan pendampingan branding, labelling dan digital marketing pada pelaku UMKM kerupuk kulit di kelurahan Serang Kecamatan Serang Kota Serang Banten. Tujuan dari pendampingan ini adalah agar para pelaku UMKM dapat memahami dan dapat menerapkannya dalam bisnis yang Selain itu, pendampingan ini Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 diharapkan dapat menjadi salah satu cara dalam meningkatkan hasil penjualan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dalam pengabdian kepada penyampaian materi yang digunakan dalam kegiatan ini, adalah: Tahap Persiapan Kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan adalah sebagai berikut : Survey lokasi untuk pembinaan UMKM mendapatkan informasi sehingga memahami jenis usaha, skala produksi, hambatan, dan potensi yang dimiliki oleh pelaku UMKM di lokasi tersebut. Berkomunikasi pengabdian yang terdiri dari Dosen Universitas Serang Raya dan Mahasiswa UNSERA selaku peserta KKM kelompok 27 Merumuskan tujuan dan tema kegiatan bersama menentukan metode serta waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian Tahap Pelaksanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut : Tahap satu. Sosialisasi rangkaian kegiatan yang akan dilakukan kepada mitra terkait dengan tujuan, tema, waktu pelaksanaan dan juga teknis pelaksanaan kegiatan pengabdian. Tahap dua. Pelaksanaan kegiatan tahapan diantaranya perencanaan produk dan pemasaran digital menggunakan metode SOSTAC Concept berdasarkan pada hasil diskusi dengan mitra. Tahapan ceramah dan tanya jawab dengan Diskusi dilakukan bersama mitra untuk memperoleh kiat dan bagaimana usaha yang dihasilkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan Tahap tiga Pendampingan yaitu pemberian bantuan, arahan atau fasilitasi secara langsung dalam Tahap Evaluasi Evaluasi kegiatan bertujuan untuk mengetahui apakah sasaran kegiatan tercapai atau tidak, yang dibuktikan dengan adanya perubahan terhadap tampilan produk serta ada atau tidaknya peningkatan volume penjualan produk. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat digambarkan diagram alir dari Proses pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam mengimplementasikan digital marketing, branding dan labeling pada UMKM adalah sebagai berikut : Gambar 1. Diagram alir proses pelaksanaan kegiatan pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tahap Persiapan Pada tahap ini dilakukan dengan cara survei lokasi untuk pembinaan UMKM, hal ini bertujuan agar pembinaan yang dilakukan dapat tepat sasaran dan output yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu, tujuan awal dilakukannya survei lokasi pembinaan UMKM adalah untuk membantu dalam mengidentifikasi usaha-usaha mikro, kecil. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dan menengah yang ada di suatu daerah atau sektor ekonomi tertentu. Dengan demikian, pihak terkait dapat memahami Survei lokasi pembinaan UMKM bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang mendalam tentang suatu lokasi tertentu dengan tujuan untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih baik terkait pembinaan dan pengembangan UMKM. Dalam survei ini salah satu pelaku UMKM yang menjadi pilihan yakni UMKM kerupuk kulit dengan merek AuLaksana MandiriAy. Pengolahan produk Berdasarkan hasil survei lapangan, produk kerupuk kulit AuLaksana MandiriAy pengembangan yang sangat baik. Hal ini karena peminatnya yang sudah cukup banyak, hanya saja kendala yang dihadapi adalah kurangnya pengelolaan Branding, labelling dan digital marketing. Pemilik usaha juga mengatakan bahwa selama ini ia belum pernah diberikan pendampingan UMKM oleh instansi pemerintah terkait. Gambar 2. Sosialisasi dan Diskusi bersama pelaku UMKM AoLaksana MandiriAo 2 Tahap Pelaksanaan Tahap satu. Teknis pelaksanaan Berdasarkan survey yang telah melakukan sosialisasi mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilakukan kepada mitra terkait dengan tujuan, tema, waktu pelaksanaan dan juga teknis pelaksanaan kegiatan pengabdian. Pada sosialisasi ini tim pengabdian juga membuka diskusi mengenai apa saja produksi, tujuan bisnis dalam jangka keterlibatan usaha dalam pemasaran digital, dan kepemilikan aset digital. Berdasarkan permasalahan yang membuat usulan yang akan dilaksanakan selama kegiatan pengabdian dilakukan seperti memberikan penyuluhan terkait pentingnya menjaga kualitas produk, perbaikan logo dan kemasan dari produk dan diharapkan kegiatan pendampingan ini dapat meningkatkan penjualan kerupuk Kulit Laksana Mandiri. Tahap dua pelaksanaan kegiatan. Pada tahap ini terdiri dari dua kegiatan yaitu perencanaan pengembangan dan inovasi produk serta penyuluhan mitra. Perencanaan Pengembangan dan Inovasi Produk Kegiatan pertama yang dilakukan adalah perencanaan pengembangan dan inovasi produk dan pemasaran digital menggunakan metode SOSTAC Concept berdasarkan pada hasil diskusi dengan mitra pada tahap pertama. Metode SOSTAC Concept adalah metode perencanaan dan pengembangan dalam product development. Adapun Konsep SOSTAC adalah sebuah model perencanaan bisnis dan pemasaran yang dikembangkan oleh PR Smith (Smith. Model ini dirancang untuk membantu perusahaan atau bisnis dalam membuat rencana yang lebih terstruktur, dari penentuan posisi hingga langkahlangkah eksekusi dan evaluasi. Langkah pertama dalam dalam metode tersebut adalah menganalisa situasi eksternal dan internal UMKM. Untuk analisa external kami melakukan wawancara random dengan target market dan konsumen produk kerupuk kulit serta studi literasi untuk mencari kebutuhan, masalah dan potensi solusi yang bisa ditawarkan dan diadaptasi ke usaha kerupuk kulit Laksana Mandiri. Dari riset dan analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hal yang dibutuhkan konsumen, antara lain: Branding yang mudah diingat dan dapat digunakan di berbagai Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Label informasi yang dibutuhkan. Produk kerupuk kulit yang dapat dipesan di beberapa platform. Packaging yang dapat membuat produk bertahan lebih lama. Adapun untuk analisa situasi internal perusahaan kami menggunakan metode Resource-Based View Analysis. Metode ini digunakan untuk menganalisis situasi internal perusahaan berdasarkan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan sumber daya perusahaan dan keunggulan kompetitif berkelanjutan (Wernerfelt. Langkah kedua dalam dalam metode tersebut adalah menentukan objektif dan Dalam hal ini tim pengabdian membagi objektif dan tujuan menjadi dua garis besar. Objektif dan tujuan secara bisnis dan objektif dan tujuan secara pemasaran digital. Langkah ketiga dalam metode tersebut adalah menentukan strategi. Adapun strategi yang tim pengabdian buat diantaranya adalah strategi branding yang meliputi modifikasi logo agar bisa digunakan sebagai aset digital, penentuan warna dan font merek, dan juga penentuan brand voice yang akan digunakan dalam platform digital. Gambar 3. Logo Terbaru AuLaksana MandiriAy Langkah keempat dalam metode tersebut adalah menentukan taktik. Adapun taktik yang tim pengabdian buat diantaranya membuat taktik perencanaan penambahan inovasi, yang berpatokan kepada product journey dan production Hal ini tim pengabdian lakukan agar setiap pengembangan dan penambahan inovasi tidak mengganggu unit bisnis yang telah berjalan secara semestinya. Sehingga kami dapat membagi production line menjadi: Uninterruptible. Interruptible dan New Line. Gambar 4. Pembagian Production Line AuLaksana MandiriAy Selain itu tim pengabdian juga menyiapakan beberapa taktik pemasaran digital yang nantinya akan digunakan di sosial media dan marketplace yang meliputi copywriting, content pillars, content schedule dan lain-lain. Untuk menjawab tantangan mengenai permintaan konsumen dan adaptasi ke penyesuaian ukuran. Sehingga tim pengabdian dan mitra membuat variasi Yaitu ukuran utama 12gr, ukuran tambahan 100gr, 250gr dan 500gr. Dikarenakan adanya penambahan dibutuhkan packaging yang besar. Oleh karena itu, tim pengabdian berkeputusan untuk menggunakan plastik berbahan PE dengan spesifikasi tebal 0. 5 mikron dengan size ukuran 20cm x 60cm dan 28cm x Dikarenakan untuk berkompetisi di marketplace, juga dibutuhkan variasi rasa Adapun varian rasa yang ditambahkan berupa rasa gurih original, pedas gurih, balado, keju manis, sapi panggang, dan jagung bakar. Langkah kelima dalam metode tersebut adalah menentukan aksi dan alokasi berdasarkan pada strategi dan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 taktik yang sudah dibuat. Tim pengabdian membuat timeline pengerjaan dan juga membuat log kegiatan. Langkah terakhir adalah melakukan controling dan monitoring. Di langkah ini tim pengabdian akan memonitor apakah semua kegiatan sudah sesuai dengan timeline dan tujuan yang dibuat. Penyuluhan Terhadap Mitra Penyuluhan yang diadakan oleh tim kesadaran dan pengetahuan pada usaha kerupuk kulit Laksana Mandiri yang berlokasi di Perumahan Safira Regency Kelurahan Serang Kecamatan Serang Kota Serang. Dalam pengabdian memberikan pengetahuan secara teoritis seperti penyuluhan dan ceramah berupa materi dan teori mengenai inovasi produk terkait dengan kemasan, logo dan digital marketing melalui diskusi berdasarkan pada perencanaan yang sudah dibuat. Pada kegiatan penyuluhan ini juga tim pengabdian menggali kendala-kendala terkait permasalahan sehingga ditemukan Solusi yang bisa dipergunakan untuk mengembangkan usaha kerupuk kulit Laksana Mandiri yang terdiri dari inovasi produk seperti memperbaiki kualitas produksi dan kemasan produk serta penerapan digital marketing dalam memasarkan produk yang dihasilkan dengan harapan Solusi yang ditawarkan tersebut bisa membantu meningkatkan penjualan dari produk. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah Kegiatan penyuluhan dan diskusi bertempat di rumah produksi kerupuk kulit Laksana Mandiri yang beralamat Perumahan Safira Regency Kelurahan Serang Kecamatan Serang Kota Serang. Materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan ini terkait strategi inovasi produk yang meliputi bagaimana membuat produk yang berkualitas dengan proses produksi yang baik, pentingnya logo pada sebuah produk, pentingnya kemasan produk yang menarik serta variasi produk dan juga pemasaran produk melalui digital marketing. Materi diberikan dengan tujuan memberikan tambahan wawasan terkait bagaimana membuat produk lebih menarik dan berkualitas serta pemasaran produk secara online sehingga diharapkan dapat meningkatkan tingkat penjualan dalam rangka mengembangkan usaha. Inovasi produk merupakan salah satu strategi yang sangat penting dalam sebuah pemasaran produk untuk mendapatkan loyalitas konsumen (Noor et al. , 2. Menurut Sugiyanto & Haryoko . inovasi produk berperan penting dalam menimbulkan minat serta keputusan konsumen dengan membuat sebuah produk atau jasa baru yang bisa ditawarkan atau diperkenalkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan pasar. Diskusi dua arah dilakukan untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha selama ini dan permasalahan dalam beradaptasi ke Sehingga ditemukan ide dan inovasi berupa penyesuaian produk, penyesuaian spesifikasi packaging dan penambahan varian rasa. Gambar 5. Penyuluhan dan Percobaan Spesifikasi Packaging dan Varian Rasa Langkah penyuluhan digital marketing. Digital Marketing adalah proses mempromosikan dan menjual produk atau jasa dengan menggunakan media digital seperti internet, media sosial, email, mesin pencari, dan website. Ini merupakan cara efektif dan terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama bagi UMKM. UMKM kerupuk kulit akan menggunakan Whatsapp. Instagram, dan Tiktok sebagai platform utama untuk Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 memberikan pelayanan dan membangun hubungan dengan customer. Selain itu UMKM kerupuk kulit juga akan shoppe dan tokopedia platform utama untuk menyajikan etalase produk, memberikan consideration dan menjual riset pasar kembali dengan melakukan melakukan pembelian dengan harapan memperoleh respon dari konsumen terkait dengan kemasan yang baru dan varian rasa yang baru. Sebelum riset pasar dilakukan kemasan baru akan diuji yang tentunya akan melihat bagaimana ketahanan dan kemudahan pengemasan produk untuk kemasan yang baru Gambar 6. Konten Carousel Promosi Produk Kerupuk Kulit Melalui Digital Marketing Tahap tiga Pendampingan pada mitra. Proses mentoring dilakukan dalam waktu 3 bulan yaitu sepanjang bulan April s/d Juni 2025. Mentorship atau pendampingan dimana tim pengabdian akan memberikan pendampingan terkait bagaimana merubah kemasan yang baru. Membantu pemilik usaha memilih plastik kemasan yang sesuai dengan produk yang Selain itu tim pengabdian juga membantu dalam mencarikan dan memilih vendor yang tepat agar produk dapat berkelanjutan. Kegiatan pendampingan lainnya juga dilakukan tim pengabdian seperti membantu mencarikan vendor printer untuk resi pengiriman, membantu mencarikan vendor kardus pengiriman agar produk tidak rusak saat proses pengiriman, dan membantu membuat aset digital melalui product photography. Setelah mitra menggunakan packaging yang baru dan memproduksi varian rasa yang baru, maka tim pengabdian mendampingi mitra untuk melakukan Gambar 7. Pendampingan Mitra Melalui Kegiatan Product Photography. Selain itu tim pengabdian juga mendampingi mitra dan memberikan pemahaman dalam memasarkan produk melalui digital marketing seperti dalam membuat konten, pembuatan copywriting, penggunaan iklan di sosial media dan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 keuntungan yang diperoleh. KESIMPULAN Gambar 8. Proses Pembuatan Konten untuk di Sosial Media. Evaluasi Dari hasil kegiatan yang dilakukan mendapatkan respon positif dari mitra, melalui kegiatan yang penyuluhan dan pendampingan maka dapat diidentifikasi sejauh mana inovasi terhadap kemasan dapat memberikan nilai tambah dan penjualan produk. Ukuran keberhasilan dari kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain: Peningkatan produk dilihat dari implementasi inovasi pada kemasan, berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara kepada beberapa pembeli kemasan baru lebih menarik, dan kedepannya kemasan baru ini konsumen membeli produk mitra. Peningkatan kepuasan konsumen akan meningkat, setelah kegiatan konsumen dan didapatkan respon positif dari konsumen yang merasa puas dengan kemasan baru yang memiliki keunggulan dari segi tampilan yang lebih menarik, praktis untuk dibawa sebagai oleh-oleh, dan ketahanan produk lebih lama dibandingkan dari kemasan yang Peningkatan penjualan, dengan adanya kemasan yang baru pemilik kemasan yang baru membawa dampak positif yaitu peningkatan jumlah pembelian sehingga berimbas Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan didapat hasil bahwa mitra mampu mendapatkan perubahan pola pikir terkait pentingnya pemasaran melalui digital marketing serta inovasi pada kemasan dan jenis kemasan yang baik sehingga mitra memiliki keinginan untuk merubah kemasan agar bisa meningkatkan produktivitas penjualan Selain itu pendampingan yang dilaksanakan untuk kemasan yang baru menunjukkan dampak positif pada peningkatan jumlah pembelian sehingga berimbas pada peningkatan jumlah keuntungan yang diperoleh. Saran yang dapat kami berikan yaitu diharapkan dengan adanya kegiatan ini memberikan motivasi mitra untuk semakin berinovasi dan belajar serta dimiliki terkait strategi pemasaran lainnya seperti promosi melalui digital marketing dan distribusi produk yang Kemudian diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan produktivitas penjualan produk yang berimbas pada peningkatan keuntungan Selanjutnya diharapkan dengan adanya kegiatan ini mitra akan bisa menjangkau pasar baru dan menambah jumlah penjualan produk. UCAPAN TERIMAKASIH Tim UNSERA mengucapkan terima kasih kepada LPPM UNSERA atas supportnya serta kepada mitra yaitu pemilik usaha Kerupuk Kulit Laksana Mandiri yang kesempatan kepada tim pengabdian pengabdian pada usaha yang dimiliki. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 DAFTAR PUSTAKA