Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS EKONOMI HIJAU DI PONDOK PESANTREN AS-SAAoADAH. KABUPATEN SERANG BANTEN Marthalena1. Muhammad Farhan Ramadhan2. Reza Andriano3 1Ilmu Komunikasi. FISIPKUM. Univesitas Serang Raya 2Sistem Informatika. Fakultas Teknik. Univesitas Serang Raya 3Ilmu Hukum. FISIPKUM Universitas Serang Raya Email:marthalena@unsera. ABSTRAK Sosialisasi pengelolaan sampah di lingkungan Pondok Pesantren As-saAoadah. Kabupaten Serang. Banten, merupakan upaya strategis dalam menumbuhkan kesadaran kolektif santri dan civitas pesantren terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis nilai-nilai Islam dan prinsip ekonomi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses sosialisasi yang dilakukan serta efektivitasnya dalam mengubah perilaku santri terhadap pengelolaan Metode pelaksanaan melalui tiga tahap yaitu sosialisasi, edukasi serta pelatihan dan praktik langsung terkait pemilahan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan partisipatif, pemanfaatan media visual, serta integrasi materi lingkungan, proses sosialisasi mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik santri dalam memilah dan mengolah sampah. Selain itu, muncul inisiatif kolektif untuk membuat bank sampah dan pemanfaatan sampah organik untuk kompos. Temuan ini memperkuat pentingnya peran pesantren sebagai agen perubahan sosial dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Kata kunci: sosialisasi, pengelolaan sampah, pesantren, ekonomi hijau, partisipasi santri ABSTRACT The socialization of waste management at Pondok Pesantren As-saAoadah, located in Serang Regency. Banten, is a strategic effort to foster collective awareness among students . and the pesantren community regarding the importance of environmental management based on Islamic values and green economy principles. This study aims to describe the socialization process and evaluate its effectiveness in transforming studentsAo behavior toward waste management. A qualitative descriptive approach was used, employing observation, interviews, and documentation techniques. The findings indicate that through participatory methods, the use of visual media, and the integration of environmental materials into religious studies, the socialization process successfully improved studentsAo knowledge, attitudes, and practices in sorting and processing waste. Moreover, collective initiatives such as a waste bank and the use of organic waste for composting have emerged. These findings highlight the significant role of Islamic boarding schools as agents of social change in promoting sustainable development at the local level. Keywords: socialization, waste management. Islamic boarding school, green economy, student participation SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Pengelolaan sampah menjadi isu penting dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan, terutama di lingkungan padat aktivitas seperti pondok Pondok Pesantren As-SaAoadah yang terletak di Kabupaten Serang. Banten, merupakan lembaga pendidikan Islam yang menampung ratusan santri dari berbagai daerah. Aktivitas sehari-hari di pesantren seperti kegiatan belajar, memasak, dan kehidupan santri seharihari menghasilkan berbagai jenis sampah, baik organik maupun anorganik. Sayangnya, belum semua warga pesantren memiliki kesadaran dan pengetahuan yang memadai mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar. Hal ini menyebabkan masih sering ditemui praktik pembuangan sampah organik dan anorganik, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah yang bisa didaur ulang. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah sebagai langkah awal untuk meningkatkan keterampilan warga pondok dalam mengelola sampah secara bertanggung Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren, sekaligus menjadi kontribusi nyata pesantren dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup, sejalan dengan prinsip agama Islam yakni rahmatan lil Aoalamin. Pengelolaan tantangan terbesar bagi masyarakat Indonesia. Jumlah timbunan sampah yang mencapai 175. 000 ton/hari atau setara dengan 64 juta ton/tahun memerlukan pola pengelolaan sampah yang tepat. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan beberapa kota tahun 2012, pola pengelolaan sampah di Indonesia sebagai berikut: diangkut dan ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) . %), dikubur . %), dikompos dan didaur ulang . %), dibakar . %), dan sisanya tidak terkelola dengan baik . %). Saat ini lebih dari 90% kabupaten/kota di Indonesia masih menggunakan sistem open dumping, yaitu sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa perlakuan Upaya pengelolaan sampah dari sumbernya masih sangat minim dan akhirnya sampah ditimbun di TPA. Data tahun 2020 mencatat sebanyak 67,8 juta timbunan sampah berada di Indonesia. Peraturan pemerintah yakni UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah pengelolaan sampah yang dilakukan dengan maksimal. Adapun sampah dapat dilakukan dengan cara Reuse. Reduce, dan Recycle . R) adalah kegiatan memperlakukan sampah dengan cara, menggunakan kembali . , mengurangi . dan mendaur ulang . (Mulasari. Pengelolaan sampah yang baik merupakan salah satu konsep yang tetap serta dapat dampak timbunan sampah yang berlebih. Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengelola sampah adalah dengan meningkatkan aspek mengelola sampah yang benar (Buhani, 2. dalam (Irwanto, 2. Pondok Pesantren As-saAoadah yang terletak di Kabupaten Serang merupakan salah satu contoh lembaga pendidikan sosialisasi pengelolaan sampah yang benar dengan merapkan prinsip 3R (Reduce. Reuse dan Recycl. berbasis nilai keagamaan dan prinsip ekonomi hijau. Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran santri, tetapi juga mendorong terciptanya perubahan perilaku dalam memilah, mengolah, dan mendaur ulang sampah secara mandiri. Melalui pendekatan partisipatif dan integrasi materi lingkungan dalam kegiatan keagamaan, pesantren ini berupaya menjadi agen perubahan menuju Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 lingkungan yang Gambar 1. Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren AsAoSaadah SMP pondok pesantren modern AssaAoadah sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki potensi untuk menjadi agen-agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat khususnya di pondok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun budaya yang sadar dan peduli sampah melalui kegiatan pengelolaan sampah yang melibatkan santri secara langsung. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat meningkatakan pengetahuan serta kesadaran para santri terkait pentingnya membuang sampah pada tempatnya, pemilahan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, kemudian perilaku ini menjadi kebiasaan yang tercermin dalan kehidupan di masyarakat. METODE PELAKSANAAN Berikut beberapa tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Modern AsAoSaadah yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 Mei 2025: Sosialisasi Manfaat Membuang Sampah pada Tempatnya Tahap pertama yang dilakukan dalam program pengabdian masyarakat terkait pengelolaan sampah yaitu melakukan sosialisasi kepada santri terkait manfaat membuang sampah pada tempatnya, jenis-jenis sampah organik, anorganik dan B3, serta tehnik pemilahan sampah organik dan sampah anorganik. Jumlah santri yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini berjumlah 80 santri. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membentuk pemahaman dasar siswa mengenai pengelolaan sampah yang efektif agar tidak terjadi penimbunan Sosialisasi ini juga berfungsi untuk memperkenalkan kepada para santri pada jenis-jenis sampah . rganik, anorganik, dan B. , serta menjelaskan pentingnya pemilahan sampah yang benar karena pentingnya peran aktif pelajar sebagai agen of change untuk memulai Dengan memberikan edukasi diharapkan santri dapat menularkan kebiasaan baik kepada orang-orang disekitanya, baik keluarga, teman dan lingkungan mereka dengan membuang sampah pada tempatnya kemudian melakukan pemilahan. Gambar 2. Kegiatan sosialisasi sampah di pondok pesantren modern AssaAoadah. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini yakni untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai pentingnya pemilahan Tentunya tanpa pengetahuan dasar ini, santri akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pelatihan pemilahan sampah lebih lanjut dan tidak memahami Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 alasan mengapa mereka harus memilah sampah dengan baik dan benar. Edukasi dan Pelatihan Pemilahan Sampah Pada tahap kedua ini para santri diberikan edukasi dan pelatihan langsung terkait pemilahan sampah secara praktis . Dengan menempatkan tiga tong sampah yang terdiri dari tong sampah organik, tong sampah anorganik dan tong sampah B3. keterampilan santri dalam melakukan dilingkungan pondok. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis dengan kemampuan praktis yang akan diterapkan langsung di lapangan. Praktik Langsung Pemilahan Sampah Di tahap yang terakhir ini adalah terdapat tiga santri yang melakukan praktik langsung pemilahan sampah, ketiga santri ini diberikan media berupa gambar dari berbagai jenis sampah . rganik, anorganik dan B. Kemudian selanjutnya mereka diberi tugas untuk memasukkan masing-masing dari gambar tersebut ke dalam tiga tong sampah yang telah tersedia. Hal ini sebagai bentuk penerapan dari semua pengetahuan dan keterampilan santri yang telah dipelajari sebelumnya saat sosialisasi (Gambar . Gambar 2. Edukasi sekaligus berlatih untuk memilah sampah Para santri diajarkan oleh tim kegiatan membedakan jenis sampah organik, anorganik dan B3 dengan cara diberikan gambar-gambar dari berbagai jenis Kemudian santri diberi instruksi tentang cara-cara yang benar dalam memilah berbagai jenis sampah tersebut. Selama berlangsung, santri juga diperkenalkan dengan metode pengelolaan mellaui prinsip 3R Aureduce, reuse, recycleAy. Tentunya melalui kegiatan pelatihan pemilahan sampah ini para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis tetapi juga keterampilan dalam mempraktikkan pemilahan sampah secara Kegiatan pelatihan ini meningkatkan pengetahauan serta mengembangkan Gambar 3. Praktek langsung pemilahan Selama kegiatan praktik pemilahan sampah ini, para santri mendapatkan bimbingan langsung dari fasilitator mengenai cara-cara pemilahan sampah yang tepat, serta diperkenalkan dengan teknik lanjutan seperti pembuatan kompos yang berasal dari sampah organik dan cara mendaur ulang sampah anorganik. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Dengan kegiatan praktik secara langsung ini memastikan bahwa para santri SMP di pondok pesantren AsSaAoadah dapat mempraktikkan serta menginternalisasi hal-hal yang telah Karena pada tahap ini, siswa tidak hanya belajar secara teoritis tetapi juga mereka benar-benar terlibat dalam proses memilah sampah dengan benar. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian masyarakat di SMP Pondok Pesantren AsSaAoadah berjalan dengan baik. Program pengabdian berupa sosialisasi, edukasi pemilahan sampah dan praktik langsung pemilahan sampah dengan metode diskusi dan praktik langsung perlu terus diupayakan mengingat produksi sampah di lingkungan sekolah maupun rumah yang semakin banyak. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran 3R, yaitu reuse . emakai kembali barang bekas yang masih bisa dipaka. , reduce . endaur sampah agar dapat dimanfaatkan dengan maksima. Pelaksanaan program sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pemilahan sampah di SMP pondok pesantren modern AssaAoadah menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang efektif. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih baik kepada santri mengenai cara memilah sampah yang benar serta dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap Hal ini nampak perbedaannya dari sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagian memahami perbedaan antara ketiga jenis pemilahan sampah yang tepat dapat membantu pengelolaan sampah dengan lebih efisien. Namun, setelah kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan melakukan praktik langsung terkait pemilahan sampah hampir seluruh santri dapat membedakan ketiga kategori sampah dengan benar dan mengerti dampaknya terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Peningkatan pemahaman ini sangat penting karena pengetahuan dasar terkait pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan memilah jenis sampah merupakan langkah pertama dalam menciptakan budaya bersih peduli sampah di lingkungan khususnya di pondok pesantren. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan melalui media visual dengan memberikan materi PPT, serta video yang berkaitan dengan sampah kemudian dilanjutkan dengan sharing sesion yakni berupa diskusi kelompok terbukti sangat efektif dalam membantu santri memahami pemilahandan pengelolaan sampah. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis partisipasi dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab (Zhang et al. , 2. Partisipasi siswa dalam pemilahan Setelah rangkaian kegiatan yang dimulai dari tahap sosialisasi, pelatihan dan praktik langsung dalam pemilahan sampah, menunjukkan partisipasi santri meningkat cukup signifikan. Nampak dari saat kegiatan praktik langsung dan sharing session santri sangat antusias dalam bertanya dan ingin mencoba praktik langsung dalam pemillahan Bahkan mereka mengatakan pengetahuan mereka tentang sampah. Keterlibatan santri dalam pemilahan sampah secara langsung dapat membantu mereka untuk memperkuat kebiasaan untuk memilah sampah dengan benar. Kegiatan ini berhasil menjadikan santri sehari-hari. Mengingat para santri di pondok dituntut hidup mandiri maka tentunya menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab mereka sendiri sementara pondok hanya memfasilitasi. Pendekatan berbasis partisipasi seperti ini dapat meningkatkan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 keterampilan mereka dalam pemilahan sampah secara mendiri maupun bersamasama. Karena kegiatan ini dilakukan secara berkelompok yang membutuhkan kerjasama tim agar tujuan bisa tercapai. Pengaruh lingkungan sekolah Setelah kegiatan ini dilaksanakan, lingkungan pondok pesantren As-SaAoadah menjadi lebih bersih dan tertata. Kesadaran dikalangan santri yakni santri mulai kemudian sudah tersedianya tempat sampah yang terpisah antar sampah organik dan anorganik maka hal ini akan memudahkan pihak pondok dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya tempat sampah terpisah yang ditempatkan di area strategis, tentunya pengelolaan sampah akan lebih efektif dan efisien. Lingkungan pondok juga menjadi lebih bersih dan juga nyaman. Penerapan pemilahan sampah di lingkungan pondok langsung terlihat dan dirasakan. Kebiasaan menjaga kebersihan serta pengeloaan sampah yang tepat di sekolah, tentu memberikan dampak yang sangat positif bagi sekolah. Tidak hanya itu saja pemilahan sampah yang tepat juga mengurangi beban di tempat pembuangan akhir (TPA) karena secara otomatis akan mengurangi volume sampah setiap KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMP Pondok Pesantren AssaAoadah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan yaitu kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran santri untuk Selain itu kesadaran untuk melakukan pemilahan sampah juga meningkat cukup signifikan. Melalui tiga tahap utama yang dilakukan yakni sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pemilhan sampah siswa tidak hanya diberikan pemahaman teori jenis-jenis dampaknya terhadap lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan pemilahan sampah, yang memungkinkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Rekomendasi meskipun program ini berhasil meningkatkan kesadaran santri di pondok pesantren, penting agar pihak pengelolaan sampah di sekolah, seperti penyediaan tempat sampah terpisah yang lebih memadai dan sarana prasarana untuk mendaur ulang sampah anorganik. Dan menginisiasi untuk mendirikan bank sampah digital. Hal ini akan mendukung santri dalam mempraktikkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan . UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan baik atas dukungan dari semua pihak. Terima kasih kami ucapkan kepada tim LPPM Unsera yang telah memfasilitasi kegiatan pengabdian ini, dan tentunya kepada Kepala Sekolah dan Guru-guru SMP pondok pesantren modern AssaAoadah Cikeusal yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh pengabdian masyarakat ini. Semoga kebermanfaatan bagi semua pihak. DAFTAR PUSTAKA