Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Peningkatan Keterampilan Kerja Pemuda melalui Pelatihan SDM Berbasis Kompetensi di Yayasan Tajaul Karomah Desa Situ Gandung Kabupaten Tangerang N Lilis Suryani1. Darmadi2. Noto Susanto3 Universitas Pamulang. Indonesia dosen00437@unpam. id1, dosen02445@unpam. id2, dosen02580 @unpam. Submitted: 07th April 2025 | Edited: 30th June 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Suryani. Darmadi. , & Susanto. Peningkatan Keterampilan Kerja Pemuda melalui Pelatihan SDM Berbasis Kompetensi di Yayasan Tajaul Karomah Desa Situ Gandung Kabupaten Tangerang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 544-552. ABSTRACT Youth unemployment remains a pressing issue in many rural areas, including Desa Situ Gandung. Kabupaten Tangerang, where limited access to skill-based education hinders employment opportunities. In response, this Community Service Program (PKM) was conducted to enhance youth employability through competency-based human resource The program aimed to equip participants with practical knowledge and skills aligned with current labor market demands. The PKM activity was held at Yayasan Tajaul Karomah. Desa Situ Gandung, on April 12Ae13, 2025, and was carried out by 15 lecturers from Universitas Pamulang. A total of 38 community members from the village participated in the two-day program. The implementation method included structured presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions to ensure effective knowledge transfer and participant engagement. The results demonstrated a significant increase in participants' understanding of job competencies, personal development strategies, and workplace readiness. Participants actively engaged in discussions, indicating improved motivation and awareness of career planning. Furthermore, the collaborative approach between academics and local institutions fostered a positive environment for sustainable community development. Overall, the PKM initiative successfully contributed to the empowerment of youth in Desa Situ Gandung by strengthening their skills and readiness for employment. Future programs are expected to build on this foundation to expand outreach and impact. Keywords: Community Service. Youth Empowerment. Competency-Based Training. Employment Skills. Rural Development PENDAHULUAN Indonesia tengah menghadapi tantangan signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam mengatasi tingginya angka pengangguran pemuda dan ketidaksesuaian keterampilan lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Data Indeks Pembangunan Pemuda ASEAN (ASEAN Youth Development Index/YDI) tahun 2022 mencatat bahwa skor Indonesia dalam aspek pendidikan pemuda hanya mencapai 0,544 dan dalam aspek ketenagakerjaan pemuda sebesar 0,437, keduanya berada di Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. bawah rata-rata regional. Angka tersebut menandakan lemahnya efektivitas sistem pendidikan nasional dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan dan dapat diserap pasar kerja. Hal ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pemuda usia 15Ae24 tahun mencapai 17,32%, serta proporsi NEET (Not in Education. Employment, or Trainin. berada di angka 20,31%. Situasi ini mengindikasikan bahwa sistem pendidikan formal di Indonesia belum berhasil menjalankan peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang produktif dan kompetitif. Masalah ketidaksesuaian keterampilan . kills mismatc. menjadi salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi pemuda dalam dunia kerja. Sebuah studi yang dilakukan oleh Populix dan KitaLulus tahun 2024 mengungkapkan bahwa hampir separuh perusahaan di Indonesia kesulitan menemukan kandidat dengan keterampilan teknis yang sesuai, dan lebih dari sepertiga pelamar kerja dinilai kurang memiliki kemampuan soft skills yang memadai. Selain itu, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakerna. tahun 2018 juga menunjukkan bahwa sekitar 32,5% pekerja mengalami mismatch vertikal, yaitu tingkat pendidikan mereka lebih tinggi dari yang dibutuhkan oleh pekerjaan yang mereka jalani. Temuan-temuan ini menggambarkan bahwa sistem pendidikan nasional belum selaras dengan dinamika kebutuhan industri yang terus berkembang, terutama dalam menghadapi era transformasi digital dan industri 4. Untuk itu, reformasi pendidikan yang terfokus pada peningkatan kualitas pendidikan vokasional, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pasar, serta penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha menjadi langkah yang sangat mendesak dilakukan. Fenomena mismatch kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja masih menjadi persoalan krusial di Indonesia. Ketidaksesuaian ini terjadi ketika lulusan tidak memiliki keterampilan teknis maupun soft skills yang relevan dengan permintaan industri, sehingga menurunkan daya saing mereka dalam bursa kerja. Artikel Kompas edisi Maret 2025 menyoroti bahwa banyak pemuda tidak terserap ke dalam pasar kerja formal karena minimnya keterampilan adaptif, kemampuan komunikasi, literasi digital, serta pemahaman etika kerja yang sesuai dengan tuntutan profesionalisme di era industri 4. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan belum sepenuhnya responsif terhadap perubahan lanskap pekerjaan yang semakin Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dinamis dan berbasis teknologi. Kelemahan ini berdampak pada rendahnya tingkat partisipasi pemuda dalam sektor formal dan tingginya angka pengangguran terdidik. Temuan serupa juga didukung oleh studi dari McKinsey & Company pada tahun 2018 yang menyebutkan bahwa sebanyak 45% pemberi kerja di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengalami kesulitan menemukan tenaga kerja muda yang memiliki kombinasi keterampilan teknis dan non-teknis yang memadai. Selain itu, survei nasional Kementerian Ketenagakerjaan ketidaksesuaian antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan pasar kerja merupakan salah satu hambatan utama dalam proses perekrutan tenaga kerja muda. Studi Populix dan KitaLulus pada tahun 2024 juga mencatat bahwa sekitar 50% pelamar kerja dinilai lemah dalam keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah, sementara 46% perusahaan menyatakan kesulitan menemukan kandidat dengan keterampilan yang sesuai dengan posisi yang tersedia. Kondisi ini menegaskan pentingnya reformasi pendidikan yang menekankan pada penguatan soft skills serta peningkatan kualitas pelatihan vokasional yang adaptif terhadap kebutuhan industri saat ini. Secara teoritis, pendekatan pendidikan vokasional berbasis kompetensi dinilai efektif dalam mengurangi kesenjangan antara sistem pendidikan dan tuntutan pasar kerja, khususnya dalam konteks dinamika ketenagakerjaan yang terus berubah akibat perkembangan teknologi dan globalisasi. Pendidikan vokasi dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dan spesifik yang langsung dapat diterapkan di dunia industri, sehingga lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih tinggi dibandingkan lulusan jalur akademik murni. Penelitian dalam Journal of Indonesia Sustainable Development Planning . menunjukkan bahwa lulusan pendidikan vokasional cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami mismatch vertikal, yakni ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan dengan jenis pekerjaan yang dijalani, serta memiliki peluang pendapatan awal yang lebih baik. Selain itu, studi oleh OECD . juga mengungkapkan bahwa negara-negara yang mengintegrasikan pelatihan kerja ke dalam sistem pendidikan, seperti melalui pendekatan dual system, menunjukkan tingkat transisi sekolah-ke-kerja yang lebih cepat dan stabil. Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi sistem ketenagakerjaan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekonomi kelompok muda. Perspektif ini dapat dianalisis lebih dalam menggunakan teori fungsionalisme struktural, yang melihat pendidikan sebagai institusi Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. sosial yang berfungsi menyiapkan individu untuk peran produktif dalam masyarakat. Dalam kerangka ini, pendidikan vokasional menjadi instrumen penting untuk memastikan terciptanya kohesi sosial dan keteraturan dalam sistem ekonomi, karena menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan struktur kebutuhan industri. Temuan dari Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi tahun 2023 juga mendukung hal ini, dengan mencatat bahwa lulusan SMK yang mengikuti program pelatihan industri memiliki tingkat penempatan kerja 30% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menjalani pelatihan serupa, menandakan pentingnya sinkronisasi antara kurikulum pendidikan dan realitas dunia kerja. Pelatihan berbasis kompetensi telah terbukti secara empiris mampu meningkatkan efektivitas kinerja di lingkungan kerja, khususnya dalam sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan teknis spesifik seperti manufaktur. Sebuah studi oleh LIPI pada tahun 2020 mencatat bahwa implementasi sistem pelatihan dan rekrutmen berbasis kompetensi di sektor manufaktur Indonesia berdampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan kepuasan kerja karyawan, yang pada gilirannya menurunkan angka turnover. Studi serupa oleh Asian Development Bank . menyatakan bahwa pelatihan berbasis kompetensi di negara-negara berkembang berkontribusi pada peningkatan kinerja kerja hingga 25% dalam sektor industri padat Di Indonesia, data dari Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2021 juga menunjukkan bahwa program pemagangan berbasis kompetensi menghasilkan tingkat penyerapan tenaga kerja hingga 65% dalam waktu enam bulan setelah pelatihan. Sementara itu, studi World Bank tahun 2022 mencatat bahwa pelatihan keterampilan praktis memiliki dampak signifikan terhadap kelompok pemuda marjinal di wilayah pedesaan, meningkatkan pendapatan dan memperkuat akses mereka ke pasar kerja Hal ini sejalan dengan temuan Bappenas . yang menegaskan bahwa program pelatihan berbasis kompetensi yang diintegrasikan dengan kebutuhan sektor lokal terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan umum yang tidak kontekstual. Dalam konteks ini, pendekatan pelatihan untuk pemuda desa dapat diperkuat dengan menggunakan teori kapabilitas . apability approac. yang dikembangkan oleh Amartya Sen, yang menekankan pentingnya memperluas kebebasan individu untuk memilih dan menjalani kehidupan yang mereka nilai bermakna. Dengan meningkatkan keterampilan melalui pelatihan berbasis kompetensi, pemuda desa tidak hanya dibekali alat untuk Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. bekerja, tetapi juga diberdayakan secara sosial dan ekonomi, karena mereka mampu mengakses pilihan-pilihan hidup yang lebih luas. Temuan dari UNDP Indonesia pada tahun 2024 juga menguatkan bahwa pelatihan berbasis kompetensi mampu menurunkan angka NEET (Not in Education. Employment, or Trainin. di desa sebesar 18% dalam dua tahun terakhir, menandakan dampak positifnya terhadap pembangunan sumber daya manusia di tingkat akar rumput. Pengembangan program pelatihan yang sesuai dengan standar kompetensi nasional (SKKNI) dan kebutuhan industri dapat memperkuat relevansi pendidikan nonformal. Pemerintah melalui Perpres No. 68 Tahun 2022 menekankan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja muda. Dukungan ini memperkuat urgensi kegiatan PKM yang Pelaksanaan pelatihan SDM berbasis kompetensi di desa perlu memperhatikan pendekatan partisipatif untuk mendorong motivasi dan keterlibatan peserta. Studi di Jakarta menemukan bahwa pelatihan yang disusun dengan modul praktikal dan diskusi interaktif meningkatkan kinerja pegawai (Puskesmas Pademanga. secara signifikan. Model ini dapat diadaptasi dalam konteks pemberdayaan pemuda di Desa Situ Gandung. Dengan latar tersebut, kegiatan PKM bertujuan meningkatkan keterampilan kerja pemuda Desa Situ Gandung melalui pelatihan SDM berbasis kompetensi yang melibatkan dosen dan masyarakat desa. Pelibatan universitas dan komunitas dapat menciptakan lingkungan belajar kolaboratif yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan lokal untuk menutup kesenjangan kompetensi pemuda desa dengan kebutuhan pasar kerja modern. METODE Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan berbasis pada kebutuhan peserta di Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 12Ae13 April 2025, bertempat di Yayasan Tajaul Karomah. Desa Situ Gandung. Kabupaten Tangerang. Tim pelaksana PKM terdiri dari 15 dosen dari Universitas Pamulang yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Peserta kegiatan berjumlah 38 orang yang berasal dari masyarakat Desa Situ Gandung, khususnya kalangan pemuda yang memiliki minat untuk meningkatkan keterampilan kerja mereka. Rangkaian kegiatan dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu pemaparan materi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep kompetensi kerja, strategi pengembangan diri, keterampilan komunikasi, serta etika dan kesiapan kerja. Pemaparan dilakukan secara sistematis dan komunikatif, disertai studi kasus yang relevan dengan dunia kerja saat ini. Setelah pemaparan, peserta dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan topik-topik tertentu, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sebagai umpan balik terhadap pemahaman peserta. Metode ini dipilih untuk mendorong keterlibatan aktif, memperkuat pemahaman, dan memfasilitasi transfer pengetahuan secara efektif. PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul Peningkatan Keterampilan Kerja Pemuda Pelatihan SDM Berbasis Kompetensi dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 12 hingga 13 April 2025. Lokasi pelaksanaan berada di Yayasan Tajaul Karomah. Desa Situ Gandung. Kabupaten Tangerang. Pemilihan lokasi ini strategis karena yayasan tersebut merupakan pusat kegiatan sosial dan pendidikan yang sudah dikenal di komunitas setempat, sehingga memudahkan mobilisasi peserta dan pelaksanaan kegiatan secara efektif. Peserta Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Situ Gandung, khususnya kalangan pemuda yang berjumlah sebanyak 38 orang. Mereka merupakan kelompok sasaran utama yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan kerja serta pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini. Para peserta berasal dari latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang bervariasi, sehingga pelatihan disusun agar bersifat inklusif dan dapat diikuti oleh seluruh peserta dengan Pelaksana PKM Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh 15 dosen dari Universitas Pamulang yang memiliki keahlian di bidang pengembangan sumber daya manusia, pendidikan vokasi. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dan pelatihan berbasis kompetensi. Tim dosen ini tidak hanya berperan sebagai pemateri, tetapi juga fasilitator yang mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung, memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan perhatian dan bimbingan yang maksimal dalam memahami materi serta praktik yang diajarkan. Materi Pelatihan - Pengantar Kompetensi Kerja Materi utama yang disampaikan pada kegiatan PKM berfokus pada peningkatan keterampilan kerja pemuda melalui pendekatan berbasis kompetensi. Sesi pertama membahas pengertian dan pentingnya kompetensi kerja dalam dunia profesional. Para peserta dikenalkan pada konsep standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta bagaimana keterampilan teknis dan non-teknis . oft skill. harus seimbang agar mampu bersaing di pasar kerja. Materi ini bertujuan membangun pemahaman dasar bahwa kerja yang efektif tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga sikap, komunikasi, dan etika kerja. Materi Pelatihan - Keterampilan Teknis dan Soft Skills Sesi berikutnya fokus pada pengembangan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan lokal dan industri, seperti pengoperasian alat sederhana, pemahaman dasar komputer, dan manajemen waktu kerja. Selain itu, pelatihan juga menitikberatkan pada pengembangan soft skills seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, kemampuan problem solving, dan sikap profesional. Melalui studi kasus dan simulasi, peserta dilatih untuk mengaplikasikan soft skills dalam situasi kerja nyata, yang sangat krusial untuk keberhasilan karier jangka panjang. Materi Pelatihan - Etika Kerja dan Kesiapan Kerja Materi lanjutan menyoroti etika kerja dan kesiapan kerja, di mana peserta dibimbing memahami nilai-nilai integritas, tanggung jawab, disiplin, dan motivasi diri dalam konteks dunia kerja. Dosen memaparkan pentingnya etika kerja sebagai pondasi utama yang membentuk reputasi profesional dan memperkuat hubungan interpersonal di tempat kerja. Selain itu, peserta diajak berdiskusi mengenai strategi menghadapi wawancara kerja, menulis CV yang efektif, serta teknik pencarian kerja yang tepat agar peluang mendapat pekerjaan meningkat. Partisipasi Peserta Metode pelaksanaan PKM menggunakan kombinasi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan transfer Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. ilmu yang efektif sekaligus mengaktifkan partisipasi peserta agar tidak hanya menjadi pendengar pasif. Diskusi kelompok dilakukan untuk mendorong pemecahan masalah bersama dan berbagi pengalaman, sehingga peserta dapat saling belajar. Metode interaktif ini juga mempermudah dosen memantau pemahaman peserta dan memberikan feedback langsung. Implikasi Kegiatan Kegiatan PKM ini memberikan berbagai implikasi positif baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, peserta merasakan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam mencari dan menjalani pekerjaan. Mereka juga lebih percaya diri menghadapi dunia kerja karena mendapatkan bimbingan praktis dan pengetahuan yang sesuai standar kompetensi. Secara tidak langsung, program ini membantu memperkuat kapasitas komunitas lokal dalam pengembangan sumber daya manusia, membuka peluang kerja yang lebih baik, dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Situ Gandung. Pelatihan ini juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara universitas dan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan desa yang inklusif. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk Peningkatan Keterampilan Kerja Pemuda melalui Pelatihan SDM Berbasis Kompetensi di Yayasan Tajaul Karomah. Desa Situ Gandung, telah berhasil memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kapasitas pemuda setempat. Melalui pelatihan yang mengedepankan pendekatan kompetensi, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis tetapi juga keterampilan non-teknis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti komunikasi efektif, etika kerja, dan kesiapan menghadapi tantangan profesional. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis kompetensi menjadi solusi efektif dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan pasar tenaga kerja di tingkat lokal. Implikasi dari kegiatan ini meluas tidak hanya pada peningkatan keterampilan individu peserta, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia di desa secara Kegiatan ini membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara universitas dan komunitas dalam pengembangan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Dengan demikian. PKM ini berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pemuda desa di pasar kerja, sekaligus menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa. DAFTAR PUSTAKA