Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember ALAMTARA. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. 0 International License Naskah masuk 06-Desember-2024 Direvisi Diterima Diterbitkan 11- Desember20- Desember30- Desember2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya Budi Santoso STAI Ali bin Abi Thalib. Surabaya. Indonesia E-mail: Budi. Santoso@stai-ali. Mohamad Roviudin Universitas Muhammadiyah Surabaya. Surabaya. Indonesia E-mail: mohamad. um-surabaya. ABSTRACT: This research employs the Research and Development (R&D) method based on Borg and Gall, which has been simplified into five . stages: needs analysis for the module, initial product design, module design development, expert validation, and The research yielded the following validation results: . The content assessment 5%, indicating that the material still needs further revision. The accuracy assessment of the module scored 94. 4%, signifying that the module's accuracy is valid and . The expert assessment of the module's presentation scored 82. 85%, indicating it is valid/feasible. From these three assessments, the final score was 71. 56%, categorized as valid with partial revisions. Therefore, the final result of this research is a module with moderate validation, requiring some revisions before proceeding to the next phase of research, which is group testing, to produce a module ready for use. Keywords: Module Development. Research Development. Validation. PENDAHULUAN Manusia dilahirkan kedunia dengan ketidak mampuan dan ketidaktahuan. Sehingga keadaan tersebut memaksakan manusia untuk mendapatkan bantuan dari pihak lain. Seorang ahli sosiologi Emile Durkheim menuturkan bahwa 87 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember pendidikan merupakan sarana sosial untuk suatu tujuan sosial di dalam situasi suatu masyarakat menjamin kelangsungan hidupnya. Pendidikan merupakan dasar fundamental yang hendaknya menjadi perhatian utama bagi sebuah negara. Pendidikan sendiri diartikan sebagai seluruh pengetahuan belajar yang terjadi sepanjang hayat dalam semua tempat serta situasi yang memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan setiap makhluk individu. (Pristiwanti. Badariah. Hidayat, & Dewi, 2022, hlm. Ki Hajar Dewantara menuturkan bahwa pendidikan pada umumnya merupakan upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani murid selaras dengan alam dan masyarakatnya (Supardi & Soekarno, 1. Pendidikan merupakan komponen penting bagi kehidupan dimasa yang akan datang. Terlebih bagi Indonesia. Pendidikan merupakan tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undan-Undang Dasar 1945 AuKemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,A. Ay. Maka untuk mencapai cita-cita tersebut maka diperlukan perhatian khusus terhadap Pendidikan. Diantara bukti terlaksananya pendidikan adalah adanya proses belajar mengajar yang merupakan implementasi dari Pendidikan. Proses belajar mengajar yang selanjutnya disebut sebagai pembelajaran harus dilaksanakan dengan proses yang interaktif, indpiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru yang pada asalnya merupakan seorang pendidik sebelum melaksanakan proses pembelajaran hendaknya mendesain perencanaan pembelajaran dengan baik agar implementasinya maksimal. Proses pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan mengembangkan tiga ranah kompetensi yang ada yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan(Supeno. Indrawati, & Sutarto, 2. Tiga ranah kompetensi tersebut memiliki proses psikologi yang berbeda-beda ( Permendikbud Nomor 22 , 2. Diantara persiapan yang hendaknya dilakukan seorang guru adalah menyiapkan media dan bahan ajar. Diantara bentuk bahan ajar yang dapat digunakan oleh guru dan murid adalah modul pembelajaran. Modul pembelajaran sendiri merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri dan memiliki struktur yang sistematis berisi materi pembelajaran, kegiatan belajar dan alat evaluasi untuk mencapai kompetensi yang diharapkan (Dharma. Modul pembelajaran hendaknya dikemas dengan runut dan menarik sehingga dapat memfasilitasi dan memotivasi siswa dalam belajar secara mandiri. 88 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Modul pembelajaran dapat didesain dengan menggunakan berbagai aktifitas pendekatan dan berbagai aktivitas belajar serta berbagai macam bentuk penilaian. Namun, pada kenyataan yang ada banyak dari pembelajaran baik di tingkat dasar, menegah, atas bahkan perguruan tinggi yang belum dan tidak menggunakan modul khusus untuk pelajaran dan mata kuliah yang diajarkan. Sehingga banyak pelajaran dan mata kuliah yang diajarkan tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Diantara pelajaran atau mata kuliah yang membutuhkan modul dan bahan ajar adalah microteaching. Microteaching sebagai salah satu mata Pelajaran diperguruan tinggi membutuhkan modul pembelajaran agar pembelajaran dan teori yang dipelajari runut dan dapat dipraktekkan sesuai urutannya Ketika METODE Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, yang mana dengan meneliti dan mengumpulkan data dari berbagai bentuk kajian pustaka baik berupa jurnal, buku dan lain sebagainya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian research and development (R&D). Menurut Borg & Gall . metode penelitian Research and Development yang selanjutnya akan disingkat menjadi R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Borg & Gall . , bahwa prosedur penelitian dan pengembangan pada dasarnya terdiri dari dua tujuan utama, yaitu: pengembangan produk dan menguji efektivitas produk dalam mencapai tujuan(Sugiyono, 2. Dalam pelaksanaan R&D ada beberapa metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, evaluatif dan eksperimental. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun data tentang kondisi yang Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi proses ujicoba pengembangan suatu produk. Dan metode eksperimen digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan(Nurul Dwi Rahmawati W. S, 2014, hlm. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap penelitian yaitu : . mengidentifikasi potensi dan masalah. Desain Produk, . pengembangan Desain, . Validasi Desain, . Revisi. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan angket. Dan validasi yang dilakukan mencakup 2 validasi yaitu validasi materi. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan hasil presentasi validasi produk maka digunakan rumus sebagai berikut : 89 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara ycAycn = yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycu ycIycoycuyc ycAycaycoyc Volume 8. Nomor 2,Desember Keterangan : Ni = Nilai Validasi isi modul N2 = Nilai Validasi ketepatan Modul N3 = Nilai validasi tamoilan modul ycA = ycA1 ycA2 ycA3 Keterangan : N : Nilai Akhir Dan interval yang digunakan adalah sebagai berikut : Skor Kelayakan 75 Ae 100 Valid 50 Ae 75 % Cukup Valid 25 Ae 50 % Kurang Valid 0 Ae 25 % Tidak Valid Keterangan Tidak Revisi Revisi Sebagian Revisi sebagian dan pengkajian Revisi Total HASIL DAN PEMBAHASAN Belajar dan Pembelajaran Belajar secara umum diartikan sebagai aktivitas yang secara sadar dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan perubahan lingkah laku terhadap lingkungannya(Paling dkk. , 2024, hlm. Ernest R. Hilgard dalam (Siti MaAorifah : menyatakan bahwa belajar merupakan proses pebuatan yang drilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sedangkan W. Wrinkel dalam bukunya Psikologi Pengajaran mengemukakan bahwasanya belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai-nilai sikap(Setiawati, 2. 90 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Sedangkan menurut KBBI belajar merupakan pengalaman usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu dengan berlatih yang bertujuan untuk merubah tingkah laku menjadi lebih baik. (AKamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online A, ) Maka dari pengertian pengertian diatas maka belajar dapat diartikan sebagai usaha sadar yang berpusat kepada pengalaman dengan tujuan mencapai perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Selain itu pembelajaran juga merupakan sebuah cara atau proses yang dapat menjadikan seorang belajar. Atau dengan kata lain pembelajaran adalah cara yang sengaja dilakukan atau dirancang agar peserta didik belajar. (QurAoani, 2023, hlm. Sedangka dalam UndangUndang No 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 20 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (UU No 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional, t. , hlm. 3 Pasal 1 ayat . Modul Pembelajaran Modul Pembelajaran merupakan satuan progam belajar mengajar yang terkecil, yang dipelajari siswa secara sendiri secara perseorangan atau diajarkan siswa kepada dirinya sendiri . elf instructiona. Menurut Goldschmid, modul pembelajaran sebagai sejenis satuan kegiatan belajar yang terencana, di desain guna membantu siswa menyelesaikan tujuan-tujuan Modul adalah semcam paket progam untuk keperluan belajar. Suprawoto . , menyatakan bahwa suatu modul pembelajaran adalah suatu paket pengajaran yang memuat satu unit konsep daripada tujuan pembelajaran yang memuat satu unit konsep daripada bahan pelajaran. Pengajaran modul merupakan usaha penyelenggaraan pengajaran individual yang memungkinkan siswa menguasai satu unit pelajaran sebelum dia beralih kepada unit pelajaran Berdasarkan beberpa pengertian modul diatas, maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran adalah salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara sistematis dan menarik sehingga mudah untuk dipelajari secara mandiri. Ciri-Ciri/Karakteristik Modul Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan belajar yang dapat dimanfaatkan siswa secara mandiri. Modul yang baik harus disusun secara sistematis, menarik dan jelas. Modul dapat digunakan kapanpun dan dimanapun sesuai dengan kebutuhan siswa. Karakteristik modul pembelajaran adalah sebagai 91 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Self instructional, siswa mampu membelajarkan sendiri, tidak tergantung pada pihak lain. Self Contained, seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi yang dipelajari terdapat dalam satu modul utuh. Stand Alone. Modul yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain. Adaptif. Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. User friendly. Modul hendaknya juga memenuhi kaidah bersahabat/akrab dengan pemakainya. Konsistensi, konsisten dalam penggunaan font, spasi dan tata letak. Menurut Suparwoto . , ciri-ciri pengajaran modul pembelajaran adalah : Siswa dapat belajar individual, ia belajar aktif tanpa bantuan maksimal daru Tujuan pembelajaran dirumuskan secara khusus. Rumusan tujuan bersumber pada perubahan tingkah laku. Tujuan dirumuskan secara khusus sehingga perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri siswa dapat diketahui. Perubahan tingkah laku diharapkan sampai 75% penguasaan tuntas . astery learnin. Membuka kesempatan pada siswa untuk maju berkelanjutan sesuai kemampuan masing-masing. Modul merupakan paket pengajaran yang bersifat self-instruction, dengan belajar seperti ini, modul memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dirinya secara optimal. Modul memiliki daya informasi yang cukup kuat. Unsur asoiasi, struktur, dan urutan bahan pelajaran terbentuk sedemikian rupa sehingga siswa secara spontan mempelajarinya. Modul banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbuat aktif. Prinsip Penulisan Modul Dalam penyusunan mdodul, perlu diperhatikan prinsip-prinsip berikut Ini (FARISA LAILI PURNAMA, 2018, hlm. 23Ae. Peserta didik belajar perlu diberikan secara jelas hasil belajar yang menjadi tujuan pembelajaran sehingga mereka dapat menyiapkan harapan dan dapat menimbang untuk diri sendiri apakah mereka telah mencapai tujuan tersebut atau belum mencapainya pada saat melakukan pembelajaran menggunakan modul. 92 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Belajar adalah proses yang melibatkan penggunaan memori, motivasi, dan Banyaknya hal yang dapat dipelajari sesuai dengan kapasitas pemrosesan, kedalaman pemrosesan, banyaknya upaya yang dilakukan oleh peserta didik dalam menerima dan mengolah informasi. proses belajar berlangsung secara aktif dengan menafsirkan informasi atau bahan ajar dalam konteks penerapan langsung Microteaching Istilah microteaching pertama kali dikenalkan pada tahun 1960 oleh Dwight Allen namun konsep tersebut tidak pernah statis. Istilah microteaching terus tumbuh dan berkembang baik dalam fokus maupun formatnya. Microteaching adalah teknik laboratorium pelatihan guru di mana kompleksitas pengajaran Hal ini digambarkan sebagai "Scaled down atau ukuran yang dipercil baik dari sisi materi, waktu, maupun jumlah peserta" (Allen dan Ryan. Skala yang diperkecil telah dilakukan dalam tiga hal: Durasi waktu microteaching hanya 5-15 menit. Ukuran kelas berkisar 4-10 peserta didik. Pembelajaran difokuskan pada bagian-bagian keterampilan mengajar secara terpisah dalam sesi pembelajaran mikro. Microteaching dikembangkan di Universitas Standford (Amobi & Irwin, 2009:. , ketika paham behaviorisme dalam psikologi . ehavioral psykolog. mulai mempengaruhi proses pembelajaran. Paham behaviorisme menganggap bahwa belajar merupakan proses perobahan tingkah laku. Paham ini menekankan pentingnya umpan balik dalam proses (Arifmiboy, 2019, hlm. Tujuan Microteaching Tujuan Microteaching secara garis besar terbagi menjadi 2 yaitu tujuan umum dan tujuan khusus(Helmiati, 2013, hlm. Tujuan Umum . Bagi Calon Guru . Memberikan pengalaman belajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah. Calon guru dapat mengembangkan keterampilan mengajarnya sebelum mereka terjun ke kelas yang sebenarnya. Memberikan kemungkinan bagi calon guru untuk menguasai beberapa keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana keterampilan itu diterapkan, sehingga calon guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Bagi Guru 93 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember . Memberikan penyegaran dalam program pendidikan . Guru mendapatkan pengalaman belajar mengajar yang bersifat individual demi perkembangan profesinya. Mengembangkan sikap terbuka bagi guru terhadap pembaharuan yang berlangsung di pranata pendidikan. Tujuan Khusus . Calon guru mampu menganalisis tingkah laku pembelajaran kawannya dan dirinya sendiri. Calon guru mampu melaksanakan berbagai jenis keterampilan dalam proses . Calon guru mampu mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif, produktif, dan efisien. Calon guru mampu bertindak profesional. Hasil Penelitian Pada kegiatan ini peneliti mencoba menyusun modul ajar mata kuliah microteaching dengan menggunakan metode Research dan Development (R&D) menurut Borg and Gakk . Dimana fkus penelitian ini adalah pembuatan produk untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, produk akhir dari penelitian ini adalah Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Hasil Penelitian berdasarkan Langkah Research and Development (R&D) yang sudah dimodifikasi menjadi lima langkah yaitu : Analisis Kebutuhan Modul Pada tahap awal peneliti melakukan analisis kebutuhan modul dengan melakukan beberapa tahapan sebagai berikut : Studi Kepustakaan Studi kepustakaan dilakukan dengan mengkaji teori dan materi berkaitan dengan Microteaching serta hal-hal yang berkaitan dengan penyusunan modul Survey Lapangan Survey lapangan ini dilaksanakan dengan observasi langsung di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya untuk melihat sejauh mana kebutuhan terhadap modul ajar yang akan disusun dan juga agar dapat menyesuaikannya dengan materi yang akan dimuat kedalam modul ajar tersebut. Penyusunan Produk Awal 94 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Setelah dilakukan analisis dan pengumpulan data, maka selanjutnya akan dilakukan penyusunan modul. Modul pembelajaran akan disusun dengan model/bentuk sebagai berikut : Cover Luar . Halaman Sampul . Kata Pengantar . Standar Kompetensi Modul . Tujuan Pembelajaran . Daftar Isi . Bab I . Bab II . Bab i . Bab IV . Daftar Pustaka Desain Produk Produk berupa modul pembelajaran microteaching didesain sebagai berikut : Cover Luar . Halaman Sampul . Kata Pengantar . Standar Kompetensi Modul . Tujuan Pembelajaran . Daftar Isi . Bab I . Bab II . Bab i . Bab IV . Daftar Pustaka Mengembangkan Desain Produk Awal Setelah dilakukan analisis kebutuhan dan bentuk modul yakan disusun, maka setelah itu tahap yang akan dilakukan adalah menuangkan hasil dari analisis kebutuhan tersebut kedalam draft Modul Pembelajaran Microteaching dengan rancangan sebagai berikut : Cover Luar Cover terdiri dari : Judul modul : Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microtaching . Penulis : Budi Santoso. Lc. Pd. Ilustrasi gambar seorang guru. Halaman Sampul 95 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Halaman sampul berisi : Judul Modul : AuModul Pembelajaran Mata Kuliah MicroteachingAy . Penulis : Budi Santoso. Lc. Pd. Editor : Mohamad Roviudin. Pd. Kata Pengantar Kata pengantar berisi tentang rasa syukur penyusun Standar Kompetensi Berisi tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dibahas di dalam Tujuan Pembelajaran Berisi tujuan pembelajaran yang menjadi output bagi mahasiswa. Daftar Isi Berisi judul dan sub judul yang termuat di dalam modul. Bab I : Hakikat Microteaching Materi pada Bab I mencakup beberapa hal : Pengertian Microteaching . Ciri-ciri pembelajaran microteaching . Tujuan Pembelajaran microteaching. Bab II : Proses Pembelajaran dan Aktivitas Pembelajaran di Kelas. Etika Guru dalam Proses Pembelajaran . Pengetahuan dan Penguasaan Teknis Dasar Guru Profesi . Peran Guru dalam Proses Pembelajaran . Strategi dan Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran . Klasifikasi Strategi Pembelajaran Bab i : Keterampilan Dasar Mengajar . Keterampilan Membuka Pelajaran . Keterampilan Menjelaskan . Keterampilan Mengadakan Variasi . Keterampilan Bertanya . Keterampilan Memberikan Penguatan (Reinforcemen. Keterampilan Menutup Pelajaran Bab IV : Pelaksanaan Microteaching . Tahap Perolehan Pengetahuan . Tahap Akuisisi Keterampilan . Transfer Phase . Plan . Menyusun Microlesson . Teach 96 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember . Feedback Daftar Pustaka Validasi Produk Validasi Produk Validasi modul oleh ahli dilakukan dengan menilai rancangan modul dengan mngisi angket yang telah disediakan. Setelah ahli melakukan penilaian maka ada beberapa hal yang harus direvisi sebagai berikut : Tabel 1 Penilaian ahli terkait isi modul No Kriteria Ketetapan judul bab dengan isi materi tiap bab Kesesuaian antara konsep-konsep kunci dan isi materi mata kuliah Kejelasan kerangka isi Kesesuaian antara standar kompetensi dan tujuan pembelajaran Keoperasionalan rujuan pembelajaran Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan paparan materi Kejelasan uraian materi Kejelasan Contoh-contoh yang diberikan Kesesuaian gambar/ilustrasi dan meteri Ketetapan pemilihan isi rangkuman Kesesuaian antara tes akhir bab dan tujuan Ketepatan daftar pustaka yang dapat dijadikan acuan mencari sumber bacaan yang relevan Jumlah (N. Ni = Skor = 37,5 % Tabel 2 Penilaian ahli terkait ketepatan modul 97 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Kriteria Kualitas cover Kemenarikan desain cover Ketepatan layout pengetikan Konsisten penggunaan spasi, judul, subjudul dan oengetikan materi. Kejelasan tulisan/pengetikan Kelengkapan komponen-komponen pada setiap bab bahan ajar Ketepatan cara penyajian materi Ketepatan penempatan bagan, tabel atau gambar-gambar ilistrasi Kejelasan urutan penyajian materi. Jumlah (N. Ni = Volume 8. Nomor 2,Desember Skor = 94,4 % Tabel 3 Penilaian ahli terkait tampilan modul No Kriteria Ketepatan ilustrasi yang digunakan dalam cover Kesesuaian antara materi dan media yang Kualitas bagan, tabel atau gambar yang Ketepatan ukuran bagan, tabel dan gambar Ketepatan penempatan bagan, tabel dan gambar Kualitas teks Kualitas penjilidan. Jumlah (N. Ni = Skor = 82,85 % 98 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara N = Volume 8. Nomor 2,Desember 37,5 94,4 82,85 = 71,56% Tabel 4 Komentar dan saran dari tim ahli Komentar Saran Belum adanya Menambahkan contoh pada contoh-contoh setiap bahasan Belum ada tes akhir Memasukkan tes akhir pada setiap bab Tidak ada table. Menambahkan tabel pada bagan dan gambar hal-hal yang diperlukan Belum ada Menambahkan rangkuman di setiap bab. Revisi Produk Setelah melalui validasi maka didapati beberapa hal yang perlu untuk dilakukan revisi sebagai berikut : Tabel 5 Poin-poin yang direvisi Butir yang direvisi Keterangan Kesesuaian antara konsep-konsep kunci dan isi materi mata kuliah Kejelasan kerangka isi Kesesuaian antara standar kompetensi dan tujuan pembelajaran Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan paparan materi Kejelasan Contoh-contoh yang diberikan Ketetapan pemilihan isi rangkuman 99 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Kesesuaian antara tes akhir bab dan tujuan Pembahasan Penelitian Pembuatan modul pembelajaran mata kuliah microteaching Penlitian ini merupakan penelitian dengan jenis R&D (Research and Developmen. menggunakan model Borg and Gall, yang telah dimodifikasi dan disederhanakan menjadi serangkaian kegiatan dan proses untuk Menyusun modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Proses penyusunan modul dilakukan dengan proses : analisis kebutuhan modul, desain modul pembelajaran, mengembangkan desain modul, validasi dan Hasil wawancara dengan dosen mata kuliah dan observasi maka dibutuhkan media pembelajaran untuk mahasiswa sehingga pembelajaran yang terlaksana lebih sistematis. Karena pembelajaran selama ini dilakukan tanpa media/modul yang tetap sehingga langkah-langkah dan tahapan materi yang dipelajari senantiasa berubah dan berbeda setiap kelas sesuai dosen yang mengajar. Kelayakan modul pembelajaran mata kuliah microteaching Kelayakan modul dapat diketahui dengan adanya uji materi dan rancangan modul, sehingga dapat diteruskan pada uji evektifitas. Aspek yang dinilai dari modul adalah aspek materi dan aspek media. Penilaian yang dilakukan oleh ahli terhadap modul menunjukkan bahwa modul telah layak/valid pada beberapa aspek namun dibutuhkan revisi pada isi modul yaitu beberapa aspek. Sebagai Kesesuaian antara konsep-konsep kunci dan isi materi mata kuliah Kejelasan kerangka isi Kesesuaian antara standar kompetensi dan tujuan pembelajaran Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan paparan materi Kejelasan Contoh-contoh yang diberikan Ketetapan pemilihan isi rangkuman Kesesuaian antara tes akhir bab dan tujuan pembelajaran KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan halhal sebagai berikut : 100 Budi Santoso. Mohamad Roviudin Penyusunan Modul Pembelajaran. Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8. Nomor 2,Desember Pembuatan modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dengan menggunakan model Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall yang disederhanakan menjadi lima . langkah yaitu : Analisis kebutuhan modul, desain modul. Mengembangkan desain modul, validasi ahli, revisi. Hasil penilaian ahli terhadap modul yang meliputi aspek materi dan aspek media maka didapati hasil sebagai berikut : Penilaian Terhadap isi modul didapatkan persentase 37,5% Penilaian terhadap ketepatan modul didaptkan persentase 94,4% Penilaian terhadap tampilan modul 82,85% Saran