P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Volume 12. Nomor 1. Agustus 2021 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA REDAKSI Penanggung jawab : Dr. Munawaroh. Kes Dr. Heny Sulistyowati. Hum Dr. Nurwiani. Dr. Nanik Sri Setyani. Redaksi: Ketua Sekretaris Reviewer : Ir. Slamet Boediono. Si. : Abd. Rozak. Pd. Safiil Maarif. : Dr. Wiwin Sri Hidayati. Pd ( Bidang Pendidikan Matematik. Nahlia Rahmawati. Si (Bidang Matematik. Mitra Bestari Dr. Warly. Pd (Universitas Ronggolawe Tuba. Dr. Iis Holisin. Pd (Universitas Muhammadiyah Surabay. Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang Alamat : Program Studi Pendidikan Matematika Kampus STKIP PGRI Jombang Jln. Pattimura i/20 Jombang. Telp : . 861319 stkipjb@gmail. PENGANTAR REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menerbitkan jurnal AueduMATHAy volume 12 Nomor 1 edisi Agustus 2021. Penerbitan jurnal AueduMATHAy ini untuk memfasilitasi dosen program studi pendidikan mempublikasikan hasil karya yang dihasilkan. Jurnal ini berisikan tentang artikel yang membahas tentang matematika dan pendidikan matematika. Kami menyadari bahwa jurnal AueduMATHAy ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penerbitan jurnal AueduMATHAy ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 DAFTAR ISI PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA 2 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISKURSUS MULTY REPRECENTACY DI SMAN 11 SIDRAP 1 Ae 12 yaU. yaoyayayaya SMAN 11 SIDRAP Sulawesi Selatan IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE THE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN CLASS VII. 5 SMP NEGERI 4 PEKANBARU 13 - 24 yaUyayayaoyayayaoyay yaOyayayao yaOyauyaoyayayauyaya , yaeyayayaoyayayao yaeyaoyayaoyayayaya , yaUyaoyayayayayaoyayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau PROMOTE ACTION MAHASISWA CALON GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA 25 - 33 yaOyaoyayayaoyayao yaEyayaoya yasyayayayau yaOyayayaoya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang PENJADWALAN SETORAN HAFALAN AL-QURAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAoAN AuDARUL HIKAMAy DENGAN METODE GRAPH yaeyaoyayayayau yaUyaoyaoyayaya ya, yaEyayaya yaeyaoyayaoyayayaoyaya yasyaya yaNyaoyayayayayayayayayayaya , yaOyayayao yaayayayayaoyayaoyayaoyayayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang ANALISIS KESADARAN METAKOGNITIF CALON GURU PEMBELAJARAN DARING PADA ERA PANDEMI COVID-19 yaAyauyay. yacyayayaoya ya, yaNyayayaya yaUyayayayayaoyayyayaya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang 34 - 40 DALAM 41 - 48 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI BENTUK ALJABAR UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs 49 - 57 yaIyayayayao yaayayayayayaoyayaoyaya yacyayayyayaoyaya , yaayayayaya yaoyayaoyayayayaoya , yaeyayayayayayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VII2 SMP NEGERI 42 PEKANBARU 58 - 70 yaeyayayaoyayaya yaUyayayayayayaoya , yaAyayayao yaUyayayayaya , yaeyaoyayaya yc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau KETENTUAN PENULISAN Artikel yang dimuat dalam jurnal meliputi naskah tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan tinjauan kepustakaan tentang pendidikan Matematika. Naskah belum diterbitkan dalam jurnal dan media cetak lain. Naskah merupakan karya orisinal, bebas dari plagiasi dan mengikuti etika penulisan. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan, penggunaan softwere untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya menjadi tanggung jawab penulis naskah. Semua naskah ditelaah oleh mitra bestari yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang Penulis diberikan kesempatan untk melakukan revisi naskah atas dasar saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan naskah atau penolakan akan diberitahukan secara tertulis. Ketentuan penulisan naskah: Naskah ditulis dengan 1. 5 spasi, kertas A4, panjang 10-20 halaman. Berkas naskah ditulis dalam microsoft word, dan diserahkan melalui email stkipjb@gmail. com dan konfirmasi ke redaksi setelah pengiriman. Sistimatika penulisan : Hasil penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Metode . Hasil penelitian. Pembahasan. Simpulan dan saran. Daftar Hasil non penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Bahasan Utama. Penutup atau Simpulan. Daftar rujukan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 EduMath Volume 12 Nomor 1. Agustus 2021 Halaman 13- 24 IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE THE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN CLASS VII. 5 SMP NEGERI 4 PEKANBARU yaUyayayaoyayayaoyay yaOyayayao yaOyauyaoyayayauyaya , yaeyayayaoyayayao yaeyaoyayaoyayayaya , yaUyaoyayayayayaoyayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau juha@student. id, . ssehatta@yahoo. maimunah@lecture. Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelasVII. 5 SMP Negeri 4 Pekanbaru tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 39 orang dengan tingkat kemampuan akademik heterogen. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, yang masingmasing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan Setiap akhir siklus dilaksanakan ulangan harian (UH). Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan dan tes hasil belajar matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif naratif untuk data kualitatif dan teknik analisis statistik deskriptif naratif untuk data kuantitatif. Data yang diperoleh dari tes hasil belajar matematika peserta didik menunjukkan bahwa pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan terjadi peningkatan jumlah peserta didik yang berada pada interval skor tinggi dan tinggi sekali meningkat, sedangkan jumlah peserta didik yang berada pada interval skor rendah sekali, rendah dan cukup menurun. Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII. 5 SMP Negeri 4 Pekanbaru pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas. Problem Based Learning. Hasil Belajar Matematika Nomor 32 Tahun 2. Untuk menguasai dan PENDAHULUAN Matematika merupakan suatu disiplin ilmu yang memegang peranan penting dalam diperlukan penguasaan matematika yang baik Bahan kajian matematika antara lain pembelajara perlu di tanamkan sedemikian berhitung, ilmu ukur, dan aljabar, dimaksudkan untuk mengembangkan logika dan kemampuan mengembangkan kemampuan dengan baik. berpikir peserta didik (Peraturan Pemerintah Ketercapaian matematika yang diharapkan dengan hasil belajar yang dicapai siswa kelas VII5 SMP ketuntasan hasil belajar matematika siswa. Negeri 4 Pekanbaru. Berdasarkan data yang Siswa diperoleh dari guru matematika kelas VII5 SMP matematika apabila siswa telah memenuhi Negeri 4 Pekanbaru, peneliti memperoleh Kriteria Ketuntasan Minimum yang selanjutnya informasi bahwa hasil belajar matematika akan disebut KKM yang ditentukan oleh satuan siswa kelas VII5 SMP Negeri 4 Pekanbaru masih rendah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru mata pelajaran 23 Tahun 2. matematika siswa kelas VII5 SMP Negeri 4 Ketuntasan tersebut dapat dilihat dari skor yang Pekanbaru, diperoleh informasi bahwa guru diperoleh siswa setelah mengikuti proses telah menerapkan pembelajaran berkelompok pembelajaran matematika. Siswa dikatakan akan tetapi jika tuntas apabila skor hasil belajar matematika bersifat masalah, siswa mengalami kesulitan mencapai KKM yang ditetapkan sekolah. dalam menyelesaikan soal tersebut, siswa yang Ketercapaian tujuan pembelajaran matematika siswa tentunya tidak lepas dari peran guru menyelesaikan soal sedangkan siswa yang (Permendikbud Nomor siswa diberikan soal yang pembelajaran dan keaktifan siswa di dalam jawaban dari temannya. Guru telah melakukan Berdasarkan Permendikbud tersebut beberapa usaha perbaikan dalam pembelajaran, maka KKM untuk mata pelajaran matematika diantaranya: guru memberikan soal cerita pada untuk kelas VII5 SMP N 4 Pekanbaru yaitu 78 setiap proses pembelajaran, tetapi hal tersebut (Sumber guru matematika kelas VII5 SMP masih kurang melatih kemampuan pemecahan Negeri 4 Pekanbar. masalah siswa, karena siswa Berdasarkan data nilai ulangan harian menjawab soal yang diberikan guru juga siswa siswa kelas VII5 SMP Negeri 4 Pekanbaru pada yang berkemampuan tinggi. Guru mendorong materi perbandingan pada semester genap siswa untuk aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dengan memberikan nilai tambahan bahwa sebanyak 71,8% atau sekitar 28 siswa kepada siswa tetapi siswa berkemampuan dari 39 siswa yang masih mendapat nilai rendah masih kurang termotivasi dan masih dibawah KKM. Hasil tersebut menunjukkan menunggu jawaban dari temannya. 2019/2020 kesenjangan antara hasil belajar Wawancara peneliti dengan beberapa Pada kegiatan inti, guru menjelaskan siswa kelas VII5 SMP Negeri 4 Pekanbaru contoh-contoh soal yang berkaitan dengan diperoleh informasi bahwa siswa menuturkan matematika adalah mata pelajaran yang sulit menjelaskan, terlihat dibangku paling belakang untuk dipelajari sehingga siswa tidak mau peserta didik mengobrol dengan temannya bertanya dan menjawab pertanyaan guru. Jika sementara peserta didik yang lainnya mencatat guru memberikan soal cerita, maka siswa akan apa yang disampaikan oleh guru. Guru hanya melihat contoh soal yang sudah pernah diajarkan guru dan mengikuti langkah yang mengaitkan soal-soal tersebut kedalam masalah sudah diajarkan, jika siswa tidak bisa maka sehari-hari. siswa bertanya kepada temannya dan melihat hasil kerja dari temannya. pemahaman peserta didik pada materi yang soal-soal Sewaktu Guru Setelah diajarkan, tetapi tidak ada yang merespon. peneliti diperkuat dengan hasil observasi Suasana kelas terlihat begitu pasif dan proses aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang dilakukan guru sangat Hasil observasi yang dilakukan monoton, karena proses pembelajaran berpusat peneliti, pada kegiatan pendahuluan guru pada guru. Kemudian guru memberikan latihan menyiapkan siswa secara fisik dan psikis. Pada yang terdapat pada buku matematika peserta umumnya guru sudah menyampaikan materi Beberapa peserta didik terlihat serius apersepsi dan motivasi kepada siswa, namun mengerjakannya, sementara peserta didik yang hanya sebagian siswa yang memperhatikan lainnya masih sibuk dengan urusannya. Ketika Selebihnya siswa masih bermain-main guru memberitahu peserta didik bahwa waktu dan belum terlihat fokus memperhatikan guru untuk menyelesaikan latihan hampir habis. Hasil Seharusnya, pada kegiatan pendahuluan selain Guru meminta peserta didik yang menyiapkan siswa secara psikis dan fisik, guru juga harus bisa membangkitkan motivasi menuliskan di papan tulis, hanya dua orang belajar melalui manfaat nyata dalam kehidupan peserta didik yang mengangkat tangan. Guru sehari-hari yang bisa diambil siswa dalam meminta peserta didik selain yang mengangkat mempelajari materi tersebut agar siswa merasa tangan untuk menuliskan jawabannya di papan tertantang dan menumbuhkan rasa ingin tahu tulis, tetapi tidak ada yang bersedia. Akhirnya siswa terhadap materi yang akan dipelajari. guru menunjuk langsung peserta didik untuk menuliskannya di papan tulis. Peserta didik langsung menulis jawabannya tanpa membuat didik tidak mau menanyakan materi yang diketahui dan ditanya terlebih dahulu. Guru belum dikuasai pada guru maupun teman bersama peserta didik memeriksa jawaban . Peserta Didik juga mengalami yang telah ditulis peserta didik tersebut. kesulitan dalam mengerjakan soal yang terkait Pada kehidupan sehari-hari. memberikan PR yang terdapat pada buku matematika peserta didik. Kemudian guru Menurut Erna Novianti dkk . menyuruh peserta didik untuk mempelajari penerapan model PBM telah memberikan kesempatan pada peserta didik untuk aktif pembelajaran dengan salam. Pada kegiatan menanggapi apresepsi dan motivasi, diskusi . simpulan pelajaran. melakukan refleksi LAS terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. menyelesaikan soal pemecahan masalah, dan . memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. melakukan kegiatan menyampaikan pendapat. tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas. Untuk itulah peneliti memilih model baik tugas individu maupun kelompok. Pembelajaran menyampaikan rencana pembelajaran pada diterapkan pada pembelajaran matematika guna pertemuan berikutnya (Permendikbud No. Tahun 2. meningkatkan hasil belajar matematika peserta Berdasarkan Berbasis Masalah didik kelas VII. 5 SMP Negeri 4 Pekanbaru. Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:AuApakah diperbaiki yaitu: . Proses pembelajaran yang Pembelajaran Berbasis Masalah pembelajaran masih banyak didominasi oleh pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar guru sehingga peserta didik cenderung pasif matematika peserta didik kelas VII. 5 SMP dalam membangun pengetahuannya sendiri. Negeri 4 Pekanbaru pada semester genap tahun dan belum menunjukkan adanya kemauan dan motivasi yang baik. Peserta didik kurang Aritmatika Sosial?Ay. Sejalan dengan rumusan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran masalah maka tujuan dari penelitian ini adalah dan hanya didominasi oleh peserta didik yang untuk memperbaiki proses pembelajaran dan berkemampuan akademis tinggi. Peserta hasil belajar peserta didik kelas VII. 5 SMP 2019/2020 Negeri 4 Pekanbaru pada semester genap tahun Siswa (LAS). Instrumen pengumpul data terdiri dari lembar pengamatan aktivitas guru, lembar 2019/2020 Aritmatika Sosial. pengamatan aktivitas peserta didik,dan tes hasil Lembar pengamatan ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian peneliti sebagai guru dan data aktivitas peserta Tindakan Kelas (PTK). PTK memiliki peranan yang penting dan strategis untuk meningkatkan pedoman pensekoran tes hasil belajar terdiri mutu pembelajaran apabila diimplementasikan dari kisi-kisi soal UH, soal UH, dan alternatif dengan baik dan benar. Pelaksana tindakan jawaban digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti, sedangkan guru matematika bertindak sebagai pengamat aktivitas peneliti pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dan mahasiswa pendidikan matematika FKIP teknik pengamatan dan teknik tes hasil belajar. UNRI sebagai pengamat peserta didik dalam Teknik proses belajar. Penelitian ini dilaksanakan mengamati aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam dua siklus, siklus I terdiri dari tiga kali dan peserta didik selama proses pembelajaran pembelajaran serta satu kali Ulangan Harian pada setiap kali pertemuan dengan cara (UH) dan siklus II terdiri dari dua kali pembelajaran serta satu kali UH. Supardi disediakan dan teknik tes digunakan untuk . alam mengumpulkan data tentang hasil belajar Suharsimi Arikunto, dilaksanakan melalui empat tahap yang dilalui, menyatakan bahwa secara garis besar PTK yaitu . Teknik Teknik analisi data yang digunakan teknik analisis data deskriptif naratif dan dan . Subjek dalam penelitian ini adalah analisis data statistik deskriptif. Data yang peserta didik kelas VII. 5 SMP Negeri 4 diperoleh dari lembar pengamatan dianalisis Pekanbaru tahun pelajaran 2019/2020 yang dengan teknik analisis kualitatif. Data yang dengan kemampuan diperoleh dari lembar pengamatan merupakan Instrumen penelitian data kualitatif dan dianalisis dengan teknik adalah perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran diperoleh dari tes hasil belajar dianalisis terdiri dari silabus. Rancangan Pelaksaan dengan teknik analisis statistik deskriptif. Pembelajaran (RPP) dan Lembar Aktivitas Apabila keadaan setelah tindakan lebih baik. Data maka dapat dikatakan bahwa tindakan telah hasil belajar matematika peserta didik pada berhasil, akan tetapi apabila tidak ada bedanya kompetensi pengetahuan dan keterampilan atau bahkan lebih buruk, maka tindakan belum terjadi peningkatan jumlah pada interval berhasil atau telah gagal. Keadaan lebih baik skor tinggi dan tinggi sekali, sedangkan jumlah peserta didik yang berada pada perbaikan proses dan hasil belajar siswa setelah interval skor rendah sekali, rendah dan penerapan model PBM. Kriteria keberhasilan cukup menurun. maka dapat dikatakan tindakan pada penelitian ini mengacu pada bahwa hasil belajar matematika peserta Slavin didik meningkat. komponen berikut: Terjadinya Perbaikan Proses HASIL Pembelajaran DAN PEMBAHASAN Perbaikan proses pembelajaran dapat dilihat PENELITIAN Tujuan dari penelitian pembelajaran yang akan diperoleh melalui meningkatkan hasil belajar matematika peserta lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa serta hasil analisis KKM indikator. Melalui Berdasarkan analisis data aktivitas guru dan hasil refleksi dan analisis KKM indikator, peserta didik pada penerapan PBM sudah dapat dianalisis kelemahan dan kekurangan dalam proses pembelajaran. Kelemahan dan sebelum penerapan PBM di kelas VII. 5 SMP Negeri 4 Pekanbaru, diketahui bahwa Proses Berdasarkan PBM. ditandai dengan kelemahan dan kekurangan konvensional yaitu pembelajaran masih banyak yang telah diperbaiki dan adanya rencana didominasi oleh guru ,peserta didik kurang perbaikan yang akan dilakukan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan hanya didominasi oleh peserta didik yang berkemampuan akademis tinggi, peserta didik Peningkatan Hasil Belajar Matematika Peningkatan Perbaikan proses pembelajaran dikuasai pada guru dan Peserta Didik juga peserta didik dapat dilihat dari analisis data mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang terkait dengan menyelesaikan masalah belum mampu menanyakan materi yang belum pengetahuan dan keterampilan. Apabila tes dalam kehidupan sehari-hari. Setelah penerapan model PBM di terhadap presentasi dari kelompok penyaji. VII. Pekanbaru. Masih ada beberapa peserta didik yang berdasarkan analisis pengamatan aktivitas guru mengerjakan LAS secara individu dan hanya dan peserta didik, terlihat partisipasi sebagian peserta didik semakin aktif dalam setiap Kekurangan-kekurangan langkah penyelesaian masalah. Berdasarkan bahan perbaikan bagi peneliti untuk melakukan kriteria keberhasilan tindakan dapat dikatakan tindakan pada siklus II. Proses pembelajaran tindakan yang dilakukan guru telah berhasil pada siklus II mengalami perbaikan dari siklus karena adanya perbaikan proses pembelajaran I karena peserta didik sudah terbiasa mengikuti dengan penerapan PBM di kelas VII-5 SMP Negeri 04 Pekanbaru. Hal ini sejalan dengan model PBM. Rencana perbaikan pada siklus II yang dikemukakan Wina Sanjaya . telah dilaksanakan. SMP Negeri bahwa PTK dikatakan berhasil mana kala Pada penelitian ini, analisis data hasil masalah yang dikaji semakin mengerucut atau belajar peserta didik terdiri atas analisis data melalui tindakan setiap siklus masalah semakin aktifitas guru dan siswa dan analisis data hasil terpecahkan, sedangkan dilihat dari aspek hasil belajar siswa. Data aktivitas guru dan peserta belajar yang diperoleh peserta didik semakin didik diperoleh melalui hasil pengamatan besar artinya, hasil belajar dari siklus I ke aktivitas guru dan peserta didik yang tertera siklus II semakin meningkat. pada Tabel 4. 2 dan Tabel 4. Selama Tabel 4. 2 Skor Ketercapaian Aktivitas Guru terdapat beberapa kendala. Kendala-kendala ini pada Setiap Pertemuan dan Setiap Siklus. tidak lepas dari kelemahan guru dalam proses pembelajaran, diantaranya pada siklus I proses sepenuhnya tercapai. Peserta didik belum langkah-langkah PBM Kendala-kendala yang terdapat pada siklus I di Terlihat pada tabel 4. 2 di atas bahwa antaranya pengelolaan waktu yang belum baik, pada pertemuan pertama pada siklus I nilai peserta didik yang ribut saat pembentukan aktivitas guru masih 86,36%, untuk pertemuan kelompok, peserta didik masih belum inisiatif kedua dan ketiga nilai aktivitas guru sudah untuk memberikan tanggapan ataupun bertanya mencapai 100%. Sehingga rerata nilai aktivitas guru pada siklus I adalah 95,45%. Pada siklus Berdasarkan Tabel 4. 5 dapat dilihat II yaitu pertemuan lima sampai dengan bahwa persentase pencapaian KKM indikator pertemuan enam nilai aktivitas guru seluruhnya terendah yaitu 25,64% pada indikator soal sudah mencapai 100%. Sehingga rerata nilai Hal ini disebabkan karena terdapat 32 aktivitas guru pada siklus II adalah 100%. orang peserta didik yang belum memahami Tabel 4. 3 Skor Ketercapaian Aktivitas Peserta soal, peserta didik tidak dapat mengidentifikasi didik pada Setiap Pertemuan dan Setiap Siklus. apa yang diketahui dan ditanya dari soal. Persentase KKM tertinggi yaitu 89,74% pada indikator soal Hal ini dikarenakan peserta didik tidak menuliskan diketahui dan ditanya dengan lengkap, tidak menuliskan rumus, kesalahan dalam melakukan operasi hitung dan tidak Terlihat pada tabel di atas bahwa pada membuat kesimpulan sehingga skor yang pertemuan pertama pada siklus I nilai aktivitas diperoleh tidak sempurna. peserta didik masih 88,88% namun untuk Dari hasil belajar matematika peserta didik pertemuan kedua dan ketiga nilai aktivitas untuk setiap indikator soal pada UH II dapat peserta didik sudah mencapai 100%. Sehingga diketahui jumlah peserta didik yang mencapai rerata nilai aktivitas peserta didik pada siklus I untuk setiap indikator soal pada indikator adalah 96,29 %. Pada siklus II yaitu pertemuan pencapaian kompetensi. Jumlah peserta didik lima hingga pertemuan enam nilai aktivitas yang mencapai untuk setiap indikator pada UH peserta didik seluruhnya sudah mencapai II dapat dilihat pada Tabel 4. 6 berikut: Sehingga rerata nilai aktivitas peserta didik pada siklus II adalah 100%. Data hasil belajar matematika peserta didik yang mencapai KKM indikator pengetahuan pada UH I disajikan pada Tabel berikut: Berdasarkan Tabel 4. 6 dapat dilihat bahwa persentase ketercapaian KKM indikator terendah yaitu 46,15% pada indikator soal Persentase KKM indikator tertinggi yaitu 87,17% pada indikator Berdasarkan Tabel 4. 7 dapat dilihat soal nomor 1. Pada siklus II ini peserta didik bahwa persentase ketercapaian KKM indikator telah mampu untuk menyelesaikan soal dengan tepat tetapi masih ada sedikit kekurangan yaitu, indikator soal nomor 6. Hal ini disebabkan karena peserta didik masih banyak yang belum mengidentifikasi permasalahan dengan baik selesai mengerjakan soal tersebut dan hanya sehingga menggunakan konsep yang salah, mengerjakan bagian diketahui dan ditanyanya tidak membuat rumus, masih ada kesalahan Persentase ketercapaian KKM indikator operasi hitung dan masih ada yang tidak tertinggi yaitu 89,74% pada indikator soal Tidak terdapat persentase pencapaian kesimpulan sehingga nilai yang diperoleh tidak KKM indikator 100% pada UH I. Pada Namun persentase 43,58% peserta didik kurang bisa mengidentifikasi cara penyelesaian soal. Pada meningkat dari UH I ke UH II. Terjadi persentase 82,05% indikator soal 2, peserta peningkatan hasil yang dicapai peserta didik didik kurang bisa menuliskan kesimpulan dan dari UH I ke UH II. sebagian peserta Berdasarkan KKM KKM 25,64% pada didik ada yang tidak menuliskan yang diketahui dan ditanya dan indikator keterampilan dapat diketahui jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada perkalian pada indikator soal 2. Persentase ketercapaian indikator keterampilan pada UH Peserta dikatakan berhasil apabila nilai keterampilan II . iklus II) dapat dilihat pada Tabel 4. yang diperoleh mencapai KKM yaitu Ou Tabel 4. 8 Persentase Ketercapaian KKM Persentase Indikator Keterampilan pada UHII keterampilan pada UH I . iklus I) dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan Tabel 4. 8 dapat dilihat bahwa persentase ketercapaian KKM indikator keterampilan terendah yaitu 48,72% pada indikator soal nomor 4. Hal ini disebabkan karena peserta didik salah dalam menentukan Persentase ketercapaian KKM indikator tertinggi yaitu 74,36% pada indikator soal nomor 2. Selanjutnya peningkatan hasil belajar dilihat dari analisis distribusi frekuensi pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Berikut ini Berdasarkan Tabel 4. 10 terlihat bahwa frekuensi peserta didik yang mencapai KKM pengetahuan pada Skor Dasar. Skor UH I dan semakin bertambah dari UHI ke UHII. Hal ini UH II disajikan padaTabel 4. ditunjukkan dengan jumlah peserta didik yang mendapat nilai Ou 78 pada UHI yaitu 17 orang meningkat menjadi 20 orang pada UH II. Hal ini menunjukkan bahwa setelah tindakan matematika peserta didik. Berdasarkan analisis data hasil belajar matematika, diperoleh hasil belajar peserta Berdasarkan Tabel 4. 9 terlihat bahwa didik meningkat. Pada analisis tabel distribusi frekuensi peserta didik yang mencapai KKM frekuensi kompetensi pengetahuan dapat dilihat semakin bertambah dari skor dasar ke UHI dan peningkatan hasil belajar peserta didik dari dari UHI ke UHII. Hal ini ditunjukkan dengan sebelum tindakan ke setelah tindakan yaitu jumlah peserta didik yang mendapat nilai Ou 78 frekuensi peserta didik pada interval rendah pada skor dasar yaitu 11 orang meningkat sekali terjadi penurunan dari skor dasar ke skor menjadi 18 orang pada UH I dan 22 orang pada UHI namun ada peningkatan dari skor UHI ke UH II. Hal ini menunjukkan bahwa setelah skor UHII serta frekuensi peserta didik pada tindakan terjadi peningkatan hasil belajar interval tinggi matematika peserta didik. peningkatan dari skor dasar ke skor UHI dan ke Selanjutnya distribusi frekuensi dari hasil keterampilan, frekuensi peserta didik pada kompetensi keterampilan pada UH I dan UH II kriteria rendah menurun dari skor UHI ke UHII disajikan pada Tabel 4. 10 berikut ini. UHII. dan tinggi Kemudian peningkatan jumlah peserta didik dari skor UHI semester genap tahun pelajaran 2019/2020 ke skor UHII. pada materi pokok Aritmatika Sosial. PBM Saran Penerapan model pembelajaran berbasis meningkatkan proses dan meningkatkan hasil masalah dapat dijadikan salah satu penelitian terdahulu yang telah dilakukan meningkatkan hasil belajar matematika beberapa peneliti, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh afni dkk . , dan Rima dkk Guru/peneliti lebih memotivasi siswa . yang menyatakan bahwa penerapan untuk dapat memperhatikan penjelasan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Guru/peneliti Berdasarkan uraian tentang analisis aktivitas mengelola kelas dan waktu selama proses pembelajaran agar waktu yang telah peningkatan hasil belajar matematika peserta direncanakan sesuai dengan pelaksanaan penelitian ini mendukung rumusan masalah yang diajukan yaitu jika model PBM dapat DAFTAR PUSTAKA