Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5. No. April 2025, pp 9-12 E-ISSN : 2808-9073 SOSIALISASI HEGEMONI KOMUNIKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA PARANONGE KECAMATAN ULUBONGKA KABUPATEN TOJO UNA UNA Abstrak Sartika Andi Patau1. Rahmat H Kaseng2. Krisyani Randja3 . Jurusan Perencanaan Pembangunan Wilayah Perdesaan. Universitas Sintuwu Maroso Jl. Timor No. 1 Poso. Sulawesi Tengah - Indonesia Article history Received : 14-03-2025 Revised : 22-03-2025 Accepted : 25-03-2025 *Corresponding author Pilih penulis yang akan menjadi korespondensi author Email : sartika@unsimar. Pengabdiani ni bertujuan untuk menjelaskan konsep hegemoni komunikasi berbasis kearifan lokal dan mengidentifikasi implementasinya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Paranonge Kecamatan Ulubongka dan Menganalisis efektivitas nilai-nilai kearifan lokal dalam komunikasi pemerintah dengan masyarakat Desa Paranonge sehingga dapat meningkatkan partisipasi publik dalam program Metode pengabdian yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dengan pesertanya adalah yang berjulmlah sepuluh orang. Hasil pengabdian menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan tentang Hegemoni komunikasi berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang melibatkan pengintegrasian nilai-nilai dan norma-norma lokal dalam setiap aspek kebijakan dan praktik pelayanan publik. Dengan cara ini, pemerintah yang ada di desa Paranonge tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi dan partisipasi masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan sosial mereka. Efektivitas penggunaan nilai-nilai kearifan lokal dalam komunikasi pemerintah dengan masyarakat Desa Paranonge sangat tinggi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pelayanan publik. Kata Kunci: hegemoni . kearifan lokal . pelayanan publik Abstract This community service aims to explain the concept of local wisdom-based communication hegemony and identify its implementation in improving the quality of public services in Paranonge Village. Ulubongka District and Analyze the effectiveness of local wisdom values in government communication with the Paranonge Village community so that it can increase public participation in service The community service method used in this community service is socialization with ten participants. The results of the community service show that there is an increase in knowledge and understanding of the participants of the activity about the Hegemony of local wisdom-based communication in improving the quality of public services that involve the integration of local values and norms in every aspect of public service policies and practices. In this way, the government in Paranonge Village not only increases the effectiveness of communication and community participation, but also strengthens their cultural and social identity. The effectiveness of using local wisdom values in government communication with the Paranonge Village community is very high in increasing community participation in public service programs. Keywords: hegemony. local wisdom. public service A 20xx Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Patau. Sartika A. et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 01 April Tahun 2025 : 9-12 PENDAHULUAN dimaksudkan di sini bukan dalam corak penguasaan tetapi sebagai penguat jembatan antara kebijakan pemerintah dengan aspirasi masyarakat yang lebih dinamis dan kontekstual (Ishak Salim, 2. Implementasi hegemoni komunikasi berbasis kearifan lokal harus didasari oleh pemahaman mendalam mengenai karakteristik dan dinamika sosial budaya masyarakat setempat. Dalam konteks Desa Paranonge, nilai-nilai tradisional yang dipegang kuat oleh masyarakat dapat dimanfaatkan untuk membangun dialog yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat. Misalnya, penggunaan bahasa lokal dan tradisi musyawarah dapat menjadi media penyampaian informasi yang lebih diterima warga. Peningkatan pelayanan publik melalui hegemoni komunikasi berbasis kearifan lokal sebenarnya juga mencerminkan respons pemerintah terhadap tuntutan masyarakat modern yang menginginkan pelayanan yang lebih responsif dan inklusif. Dalam era di mana partisipasi publik dan transparansi menjadi semakin krusial, pendekatan yang menghormati dan mengakomodasi kearifan lokal dapat memperkuat legitimasi pemerintah di mata masyarakat. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam berbagai program menjadi lebih mungkin, karena masyarakat merasa mereka didengar dan dihargai. Kendati demikian, penerapan kearifan lokal sebagai alat komunikasi dalam pelayanan publik bukan tanpa tantangan. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti keberagaman budaya dalam satu wilayah dan potensi munculnya resistensi terhadap perubahan akibat kesalahan dalam penerapan kebijakan. Oleh karena itu, pemahaman konteks lokal yang mendalam dan pelatihan bagi petugas pelayanan publik menjadi krusial dalam tahap awal. Kerjasama dengan tokoh masyarakat, lembaga adat, dan pemimpin lokal juga menjadi faktor kunci untuk keberhasilan implementasi. Dengan latar belakang ini, pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memetakan serta mengidentifikasi potensi dan kendala dalam penggunaan hegemoni komunikasi berbasis kearifan lokal. Pengabdiani ni juga bertujuan untuk menyusun kerangka strategis yang dapat digunakan oleh pemerintah Desa Paranonge dan pemerintah daerah lainnya dalam mengintegrasikan nilai lokal ke dalam strategi komunikasi mereka. Pada akhirnya, harapan dari pengabdian ini adalah terciptanya sistem pelayanan publik yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta mendorong demokratisasi dan partisipasi publik dalam pemerintahan lokal. Dalam konteks ideal, pelayanan publik diharapkan mampu mencakup aspek-aspek keadilan, transparansi, efisiensi, dan efektivitas, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat (A. Pananrangi M. , 2. Pelayanan publik yang ideal ini menekankan pada pentingnya komunikasi yang baik antara penyelenggara layanan dan warga masyarakat. Komunikasi yang efektif tersebut seharusnya berasal dari upaya untuk memahami kebutuhan dan ekspektasi masyarakat, disertai pemberian informasi yang jelas serta kerjasama dua arah yang produktif. Namun, seringkali dalam kenyataannya, pelayanan publik menghadapi tantangan dari sisi komunikasi yang Persoalan komunikasi di tataran lokal sering kali dihadapkan pada kesulitan dalam menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Komunikasi yang efektif adalah salah satu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan berbagai program. Di daerah seperti Desa Paranonge, komunikasi sering kali terhambat oleh disparitas bahasa dan pemahaman antara masyarakat dengan petugas Hal terintegrasinya elemen kearifan lokal dalam strategi komunikasi pemerintah. Kearifan lokal adalah gagasan, nilai, dan praktik yang berkembang di masyarakat setempat, dan mempengaruhi pandangan hidup serta etika sosial Dalam konteks komunikasi, kearifan lokal dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan nilai-nilai lokal yang diakui dan dipercaya oleh masyarakat, pemerintah dapat lebih mudah mencapai tujuannya dalam pelayanan publik. Adopsi nilai-nilai kearifan lokal dalam komunikasi publik dapat menawarkan sebuah solusi yang strategis untuk mengatasi tantangan ini. Kearifan lokal yang diwariskan secara oral dalam bentuk mitos, cerita rakyat, maupun ungkapan lokal memiliki peran penting dalam membentuk sistem komunikasi di tingkat akar rumput. Dengan menerapkan pendekatan komunikasi berbasis kearifan lokal, ada potensi untuk mengurangi hegemoni komunikasi dari pihak tunggal, dan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pelayanan publik. Proses ini dimungkinkan karena kearifan lokal memiliki kapasitas untuk menghubungkan nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan modern masyarakat (Rahmawati, 2. Sehubungan dengan itu, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam sistem komunikasi masyarakat dalam pelayanan publik di Desa Paranonge. Dalam konteks ini, hegemoni komunikasi perlu diarahkan kepada pembentukan medium komunikasi inklusif yang menempatkan kearifan lokal sebagai salah satu basis komunikasi dan interaksi sosial. Hegemoni yang BAHAN DAN METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab dengan aparatur dan masyarakat desa Paranonge. Dengan metode ini diharapkan akan diperoleh gambaran kemampuan tentang bagaimana kualitas pelayanan publik dengan menggunakan konsep hegemoni Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Formatted: Font: (Defaul. Tahoma, 9 pt. Portuguese (Brazi. Patau. Sartika A. et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 01 April Tahun 2025 : 9-12 komunikasi berbasis kearifan lokal. Adapun tahapan dalam kegiatan ini adalah : Pada tahap ini dilakukan merancang kegiatan secara sistematis sesuai dengan materi yang akan diberikan yaitu Sosialisasi Hegemoni Komunikasi Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik bagi aparat desa dan masyarakat Desa Paranonge Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una Una Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian materi tentang Penggunaan Bahasa Lokal Komunikasi. Prinsip Gotong Royong dalam Layanan Publik. Pelibatan Tokoh Adat atau Pemimpin Lokal dan Pemanfaatan Tradisi Lokal dalam Pengambilan Keputusan kepada Aparat Desa Paranonge, tokoh adat desa Paranonge, tokoh pemuda desa Paranonge, dan Masyarakat Desa Paranonge Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Praktik Pada tahap ini dilakukan dengan memberikan praktek dan simulasi Penggunaan Bahasa Lokal dalam Komunikasi guna mengetahui pemahaman aparat desa tentang materi yang diberikan, berkomunikasi secara efektif, empatik, dan sopan saat melayani masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung dan mengukur tingkat Kemudian materi selanjutnya yaitu tentang Prinsip Gotong Royong dalam Layanan Publik. Gotong royong merupakan salah satu nilai meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah dapat mengadopsi nilai ini dalam kegiatan pelayanan publik dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan atau penyelesaian masalah Contoh sederhana yang dapat diterapkan ialah pada pembangunan fasilitas umum seperti jalan atau rumah ibadah, pemerintah dapat mengajak masyarakat untuk bekerja bersama melalui program swadaya. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas fisik pelayanan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan membangun rasa memiliki terhadap hasil pembangunan tersebut. Selanjutnya dalam materi Pelibatan Tokoh Adat atau Pemimpin Lokal, dimana Dalam banyak budaya, tokoh adat atau pemimpin lokal memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, pemerintah desa Paranonge juga memanfaatkan peran mereka sebagai jembatan untuk menyampaikan pesanpesan pelayanan publik. Materi terakhir tentang Pemanfaatan Tradisi Lokal dalam Pengambilan Keputusan. Beberapa daerah memiliki mekanisme musyawarah atau rapat adat dalam pengambilan keputusan penting. Pemerintah desa Paranonge memanfaatkan forum-forum semacam ini untuk menyampaikan kebijakan pelayanan publik dan mendapatkan masukan dari masyarakat. Di desa Paranonge ada tradisi musyawarah. Dimana pada saat tersebut pemerintah dapat mengadakan forum atau rapat bersama masyarakat untuk membahas kebijakan publik seperti perencanaan pembangunan, program pengentasan kemiskinan, atau infrastruktur. Setelah pemberian materi, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat oenting dilakukan dan ikuti oleh aparat desa dan masyarakat. Hal ini karena penggunaan nilai-nilai kearifan lokal dalam komunikasi antara pemerintah dan masyarakat desa Paranonge sangat efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pelayanan publik. Ketika pemerintah mengintegrasikan kearifan lokal dalam komunikasi dan program-program mereka, hasil yang diharapkan adalah terciptanya rasa saling percaya, keterlibatan aktif, dan keberlanjutan dalam pelaksanaan Setelah kegiatan diskusi dilanjutkan dengan praktik dimana aparat desa dan masyarakat melakukan simulasi rapat dengan penggunaan bahasa lokal dalam berkomunikasi dan pemanfaatan tradisi Lokal dalam pengambilan Keputusan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada 20 November 2024 di Balai Desa Paranonge Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una Una dengan jumlah peserta sebanyak tujuh . Kegiatan diawali dengan kata sambutan kemudian pemaparan materi tentang Penggunaan Bahasa Lokal dalam Komunikasi. Dalam konteks pelayanan publik, penggunaan bahasa lokal bisa menjadi alat untuk menjembatani komunikasi yang efektif antara pemerintah dan Misalnya, di daerah yang mayoritas penduduknya berbicara dalam bahasa daerah atau dialek tertentu, pemerintah dapat menyediakan informasi pelayanan publik dalam bahasa tersebut. Warga Masyarakat di desa Paranonge menggunakan bahasa Taa dalam komunikasi sehari-hari. Oleh karena itu penggunaan bahasa Taa dalam materi promosi layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, atau administrasi pemerintahan akan lebih efektif diterima masyarakat. Patau. Sartika A. et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 01 April Tahun 2025 : 9-12 program-program pemerintah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas dan partisipasi dalam pelayanan publik, penting bagi pemerintah untuk memahami dan memanfaatkan kearifan lokal dalam setiap aspek komunikasi dan kebijakan yang diambil. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada aparatur dan masyarakat Desa Paranonge. Kecamatan Kasiala Kabupaten Tojo Una-Una. Terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sintuwu Maroso yang telah memfasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA