Si st em Pen du ku n g K ep utu s an d en gan Apl ik asi . V olu me 3. N o mo r 1. Mar et 2 0 24 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi Halaman beranda jurnal: https://journal. id/index. php/spk/index Penerapan Weighted Aggregated Sum Product Assessment dalam Mengevaluasi Perpanjangan Kontrak Pegawai Chintya Nayang1, *. Venny Novita Sari2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Jl. Lap. Golf No. 120 Pancur Batu. Sumatera Utara, 20235 Universitas Dehasen Bengkulu. Indonesia Jl. Meranti Raya No 32. Bengkulu, 38227 email: chintyanayang@gmail. (Naskah masuk: 4 Pebruari 2024. diterima untuk diterbitkan: 25 Maret 2. ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan atau disingkat SPK dalam Bahasa Indonesia, dalam mengevaluasi perpanjangan kontrak pegawai. Proses penelitian melibatkan perhitungan manual, penentuan nilai kriteria, dan bobot kriteria. Tahap selanjutnya melibatkan persiapan matriks, normalisasi nilai matriks, penentuan nilai alternatif, perangkingan, dan evaluasi hasil, yang menunjukkan bahwa pegawai 9 dan 10 memegang peringkat tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan objektivitas dan efisiensi evaluasi kinerja pegawai nonASN. Metode WASPAS digunakan untuk memberikan bobot pada kriteria dan menghasilkan peringkat alternatif. Prosesnya mencakup pengujian sistem dengan perhitungan serupa dan memvalidasi efektivitas implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan peringkat kinerja pegawai secara otomatis. Proses pengujian sistem mendukung kehandalan SPK dalam memberikan evaluasi yang akurat dan konsisten. KATA KUNCI Ae WASPAS, sistem pendukung keputusan, evaluasi, kontrak, pegawai Application of Weighted Aggregate Product Assessment in Evaluation of Employee Contract Extensions ABSTRACT - This research aims to develop a Decision Support System or abbreviated as SPK in Indonesian, in evaluating employee contract extensions. The research process includes manual calculations, determining criteria values, and criteria weights. The next stage includes preparing the matrix, normalizing the matrix values, determining alternative values, ranking, and evaluating the results, which shows that employees 9 and 10 are ranked highest. The aim of this research is to increase the objectivity and efficiency of assessing the performance of non-ASN employees. The WASPAS method is used to assign weight to the criteria and produce ranking alternatives. The process includes testing the system with similar calculations and validating the effectiveness of the implementation. The research results show that this system is able to provide automatic employee performance assessments. The system testing process supports SPK's reliability in providing accurate and consistent evaluations. KEYWORDS Ae WASPAS, decision support system, evaluation, contracts, employees PENDAHULUAN Pada era perkembangan organisasi yang dinamis, peran pegawai non-ASN memegang peranan krusial dalam menjaga kelancaran kegiatan perusahaan. Evaluasi perpanjangan kontrak bagi pegawai non-ASN menjadi aspek penting guna memastikan keberlanjutan kinerja dan kontribusi positif mereka di tengah dinamika pertumbuhan organisasi. Kinerja karyawan, termasuk pegawai non-ASN, menjadi tolak ukur dalam mencapai tujuan perusahaan dan A 2024 Penulis. Diterbitkan oleh Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. meningkatkan produktivitas. Dengan menjalankan tugas sesuai program kerja, pegawai non-ASN memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian visi, misi, dan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Namun, di dalam realitas organisasi, beberapa masalah yang muncul, seperti keterlambatan dan kurangnya kehadiran Keterlambatan dan kekurangan kehadiran dapat memberikan dampak negatif pada produktivitas dan kinerja tim secara keseluruhan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan suatu bentuk evaluasi yang tidak hanya objektif tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah konkret seperti keterlambatan dan kurangnya kehadiran. Evaluasi perpanjangan kontrak perlu memperhatikan masalah ini agar keputusan yang diambil dapat mengatasi tantangan operasional seharihari. Dengan menggunakan metode WASPAS, perusahaan dapat secara sistematis menilai kinerja dan potensi pegawai non-ASN, sambil mengatasi kendala umum seperti kurangnya keobjektifan dan ketidakjelasan kriteria evaluasi. Penggunaan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment atau disingkat WASPAS pernah digunakan untuk penilaian kinerja manajer, terkait respons terhadap persaingan bisnis yang ketat dan peningkatan kualitas layanan Hasilnya menunjukkan bahwa semua manajer dianggap layak memegang posisi saat ini. Selain itu, pada penerapan Metode WASPAS juga digunakan dalam pemilihan karyawan terbaik dengan Sistem Pendukung Keputusan. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi seleksi karyawan pada instansi dengan jumlah yang besar. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan suatu sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk menghasilkan alternatif keputusan dalam menghadapi masalah. , baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur. Definisi lain menyebutkan SPK adalah sistem informasi yang memecahkan masalah dengan memilih alternatif tindakan melalui pemrosesan data dan menerapkan metode sistem pendukung keputusan yang bertujuan memberikan kerangka kerja sistematis untuk mengintegrasikan data. , informasi, dan pengetahuan, memungkinkan pengambil keputusan menganalisis, memahami, dan mengevaluasi opsi dalam situasi kompleks. SPK dapat mengumpulkan. , menyimpan. , dan mengorganisir data dari berbagai sumber. , memberikan informasi yang lebih baik. Dalam beberapa kasus. SPK dapat membangun model atau simulasi untuk memprediksi dampak keputusan, membantu pengambil keputusan memahami konsekuensi pilihan mereka. Metode WASPAS adalah suatu pendekatan dalam analisis dan pengambilan keputusan yang digunakan untuk mengevaluasi alternatif-alternatif berdasarkan serangkaian kriteria yang telah ditentukan. Metode ini memungkinkan pengguna untuk memberikan bobot pada setiap kriteria sesuai dengan tingkat kepentingannya, dan kemudian menggabungkan bobot tersebut dengan nilai skalar yang mengukur kinerja masing- masing alternatif pada setiap kriteria. Metode WASPAS bertujuan untuk menghasilkan peringkat atau rangking alternatif- alternatif berdasarkan nilai agregat dari kombinasi bobot kriteria dengan nilai kinerja alternatif. Pegawai non-ASN (Aparatur Sipil Negar. adalah kategori pegawai yang bukan merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara di suatu negara. Aparatur Sipil Negara biasanya mencakup pegawai yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan dan bekerja di lembaga pemerintah. Pegawai non-ASN, oleh karena itu, adalah mereka yang bekerja di luar lingkup Aparatur Sipil Negara, mungkin di sektor swasta. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau sektor lainnya. Istilah ini umumnya digunakan dalam konteks administrasi pemerintahan untuk membedakan antara pegawai yang bekerja di sektor publik dan mereka yang bekerja di sektor lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan utama, yaitu mengevaluasi perpanjangan kontrak pegawai non-ASN atau pegawai pendukung menggunakan metode WASPAS. Metode ini diterapkan untuk menyelidiki kinerja, dan potensi pegawai nonASN. Dengan pendekatan ini, penelitian ini tidak hanya meningkatkan objektivitas evaluasi, tetapi juga memberikan kejelasan pada kriteria evaluasi dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan terkait perpanjangan kontrak pegawai non-ASN. Sebagai perbedaan signifikan dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini tidak hanya terfokus pada perhitungan manual, melainkan juga melibatkan implementasi sistem pendukung keputusan. Sebelumnya, penelitian hanya mencakup proses penilaian, sedangkan penelitian ini mencakup seluruh rangkaian tahap evaluasi. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, digunakan suatu sistem pendukung keputusan, di mana data yang telah dikumpulkan akan melalui uji dan hasilnya akan disajikan. Metode WASPAS dipilihkarena dianggap efektif dalam mengevaluasi perpanjangan kontrak pegawai non-ASN/pegawai pendukung. Berikut adalah langkah-langkah penelitian yang DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Chintya Nayang | 32 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Gambar 1. Desain Metode Penelitian Tahap Pengelolaan Data Pengelolaan data merupakan tahap kritis dalam penelitian yang melibatkan beberapa langkah penting. Berikut adalah beberapa tahap yang umumnya dilakukan dalam pengelolaan data: Identifikasi Masalah Identifikasi masalah merupakan langkah awal dalam penelitian yang bertujuan untuk menentukan masalah yang akan diteliti. Tahap ini melibatkan penentuan masalah atau pertanyaan penelitian yang akan ditangani. Dalam Identifikasi masalah peneliti dengan jelas merumuskan masalah penelitian untuk membimbing langkah-langkah Studi Literatur Setelah identifikasi masalah, peneliti melakukan studi literatur untuk mengumpulkan informasi yang telah dikumpulkan dan diterbitkan sebelumnya terkait dengan masalah penelitian. Studi literatur membantu peneliti memahami kerangka teoritis, temuan terkini, dan metode penelitian yang relevan. Pengumpulan Data Proses pengumpulan data melibatkan observasi dan wawancara dengan narasumber seperti kabag, kasubbag, dan admin di instansi terkait. Tahap Analisis Selanjutnya pada tahap analisis dilakukan analisis data menggunakan metode WASPAS dan analisis sistem yang melibatkan pembuatan sistem pendukung keputusan evaluasi kinerja pegawai dengan menggunakan metode WASPAS. 1 Tahap Implementasi Metode WASPAS WASPAS suatu metode untuk mencari prioritas lokasi yang paling sesuai dengan menggunakan pembobotan. Penggunaan metode ini melibatkan kombinasi dari dua model, yaitu Weighted Sum Model (WSM) dan Weighted Product Model (WPM), yang pada awalnya memerlukan normalisasi linier dari hasil elemen. Dengan menggunakan metode WASPAS, pencarian kriteria kombinasi optimum dilakukan berdasarkan dua kriteria optimum. Kriteria pertama 33 | Chintya Nayang DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. yang dianggap optimal adalah kriteria rata-rata keberhasilan, yang setara dengan metode WSM, suatu pendekatan yang populer dan umum digunakan dalam Multiple Criteria Decision Making (MCDM) untuk pengambilan keputusan. Berikut adalah langkah-langkah kerja dari metode WASPAS. Membuat Nilai Kriteria dan Bobot Kriteria Pada tahap ini, dilakukan penentuan nilai kriteria dan pembobotan kriteria. Proses ini melibatkan identifikasi dan pengukuran nilai-nilai yang relevan. Selanjutnya, setiap kriteria diberikan bobot atau nilai kepentingan relatifnya untuk mencerminkan tingkat signifikansinya. Dengan demikian, nilai dan bobot kriteria ini menjadi dasar bagi langkah-langkah selanjutnya, dan memastikan bahwa aspek-aspek tertentu memiliki pengaruh yang sesuai dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan lima kriteria evaluasi, yaitu absensi, kedisiplinan, target kerja, tanggung jawab, dan kerjasama tim. Berikut adalah pembobotan tiap kriteria dalam penelitian ini: Tabel 1. Bobot Kriteria Keterangan Bobot No. Kriteria Benefit/Cost Absensi 0,25 Benefit Kedisiplinan 0,25 Benefit Target Kerja 0,20 Benefit Tanggung Jawab 0,15 Benefit Kerjasama Team 0,15 Benefit Berikut ini adalah pembobotan kriteria absensi (C. , dengan setiap bobotnya memiliki rentang nilai masing-masing: No. Tabel 2. Pembobotan Kriteria Absensi (C. Keterangan Bobot Rentang Nilai Sangat Baik 0-2 hari Baik 3-5 hari Cukup Baik 6-8 hari Tidak Baik >8 hari Berikut di bawah ini adalah pembobotan kriteria kedisiplinan (C. Tabel 3. Pembobotan Kriteria Kedisiplinan (C. No. Kedisiplinan Bobot Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Berikut ini adalah pembobotan kriteria target (C. , dengan setiap bobotnya memiliki rentang nilai masing-masing: No. Tabel 4. Pembobotan Kriteria Target (C. Keterangan Bobot Rentang Nilai Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Target tercapai dengan sangat baik,dan mencapai hasil optimal. Target tercapai dengan baik, memenuhi Target tercapai dengan cukup baik, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan. Target tidak tercapai atau tercapai dengan buruk. Chintya Nayang | 34 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Berikut di bawah ini adalah pembobotan kriteria tanggung jawab (C. Tabel 5. Pembobotan Kriteria Tanggung Jawab (C. No. Tanggung Jawab Bobot Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Berikut di bawah ini adalah pembobotan kriteria kerjasama team (C. Tabel 6. Pembobotan Kriteria Kerjasama Team (C. No. Kerja Sama Team Bobot Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Mempersiapkan sebuah Matriks ycU11 ycU12 A ycU1ycu ycU22 ycU22 A ycU2ycu X=[ A A A A ycUyco1 ycUyco2 A ycUycoycu Menormalisasikan nilai ycIycnyc Kriteria Keuntungan (Benefi. menunjukkan atribut keuntungan yang dianggap baik jika memiliki nilai terbesar. ycUycnyc = Xij Max Xij Sedangkan Kriteria Biaya (Cos. adalah atribut biaya yang dianggap baik jika memiliki nilai terkecil. ycUycnyc = Max Xij Xij Menentukan nilai Alternatif (Q. ycEycn = 0,5 Ocycuyc = 1 ycUycnyc ycOyc 0,5 Oaycuyc = 1 . cUycnyc )ycyc . Nilai (Q. optimal adalah nilai yang paling tinggi. 2 Tahap Pengembangan Sistem Pada tahap ini, dilakukan desain sistem, pembuatan program, dan pengujian sistem. Di sini, data atau sampel yang telah dikumpulkan akan dimasukkan dan dikelola dalam sistem yang telah dibuat. 3 Tahap Penyimpulan Pada tahap ini, dilakukan penyimpulan terhadap hasil penelitian berdasarkan analisis data menggunakan metode WASPAS dan analisis sistem yang melibatkan pembuatan sistem pendukung keputusan evaluasi kinerja pegawai dengan menggunakan metode WASPAS. Kesimpulan ini merupakan pernyataan yang diperoleh dari hasil perhitungan yang dihasilkan dalam penelitian ini. 35 | Chintya Nayang DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tahap Implementasi Metode WASPAS Penentuan bobot penilaian pada WASPAS memerlukan normalisasi linier dari elemen matriks. Setelah melakukan tahapan-tahapan pada metode WASPAS maka ditemukan bobot dan hasil evaluasi perpanjangan kontrak pegawai. Sebelum melakukan evaluasi tersebut diperlukan kriteria-kriteria yang dijadikan sebagai bahan penilaian. Berikut adalah nilai masing-masing kriteria untuk sejumlah alternatif yang tercantum dalam tabel di bawah. No. Kode Tabel 7. Nilai Kriteria Masing-Masing Alternatif Nama Pegawai PEGAWAI 1 PEGAWAI 2 PEGAWAI 3 PEGAWAI 4 PEGAWAI 5 PEGAWAI 6 PEGAWAI 7 PEGAWAI 8 PEGAWAI 9 P10 PEGAWAI 10 Mempersiapkan sebuah Matriks Berikut adalah matrix keputusan berdasarkan data dari hasil konversi nilai alternatif sebagai berikut: 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 . Menormalisasikan nilai ycIycnyc Berikut ini normalisasi dari nilai alternatif sesuai dengan jenis kriterianya, yaitu Kriteria Benefit (Keuntunga. Matrix Kinerja Kriteria-1 ycE1. ycE6. ycE2. ycE7. ycE3. ycE8. ycE4 . ycE9. ycE5. ycE10. Proses perhitungan juga diterapkan pada matriks kinerja-2 hingga matriks kinerja-5. Sehingga, hasil matriks kinerja ternormalisasi dapat dilihat di bawah ini: DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Chintya Nayang | 36 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ycIycnyc = ISSN 2829-2189 (Onlin. 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 Menentukan nilai Alternatif (Q. Berikut adalah menentukan nilai Alternatif (Q. sebagai berikut: Nilai ycE1 ycE1 = 0. 5UI. UI0. 25 1UI0. 75UI0. 75UI0. 75UI0. 5UI. UI1UI0. 75UI0. 75UI0. 75UI0. ycE1 = 0. Seterusnya, dalam perhitungan nilai ycE2 hingga ycE10 ikuti langkah-langkah yang sama, sehingga hasilnya dapat dilihat di bawah ini: Nilai ycE1 = 0,64 Nilai ycE2 = 0,64 Nilai ycE3 = 0,53 Nilai ycE4 = 0,68 Nilai ycE5 = 0,68 Nilai ycE6 = 0,68 Nilai ycE7 = 0,45 Nilai ycE8 = 0,68 Nilai ycE9 = 0,85 Nilai ycE10 = 0,85 Hasil Perankingan Berdasarkan dari nilai Alternatif (Q. maka hasil akhir dari penilaian dari awal hingga akhir yaitu sebagai berikut: Tabel 8. Hasil Perankingan Nama Pegawai Nilai No. Kode Keterangan PEGAWAI 1 0,64 PEGAWAI 2 0,64 PEGAWAI 3 0,53 PEGAWAI 4 0,68 PEGAWAI 5 0,68 PEGAWAI 6 0,68 PEGAWAI 7 0,45 PEGAWAI 8 0,68 PEGAWAI 9 0,85 P10 PEGAWAI 10 0,85 Dari hasil perhitungan diatas, dapat disimpulkan peringkat 1 ditempati oleh dua alternatif tertinggi , yaitu yaitu PEGAWAI 9 . cE9 ) dan PEGAWAI 10 . cE10 ) dengan nilai yang sama, yakni 1. Hasil Evaluasi Dalam penerapan WASPAS untuk mengevaluasi perpanjangan kontrak pegawai non-ASN, berikut hasil PEGAWAI 1 (P. dan PEGAWAI 2 (P. memiliki nilai yang sama yaitu 0. 871, sehingga berada pada peringkat PEGAWAI 3 (P. memiliki nilai 0. 913, dan berada pada peringkat ke-7. 37 | Chintya Nayang DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. PEGAWAI 4 (P. PEGAWAI 5 (P. , dan PEGAWAI 6 (P. memiliki nilai 0. 96, sehingga berada pada peringkat ke-3. PEGAWAI 7 (P. memiliki nilai 0. 809, dan berada pada peringkat ke-10. PEGAWAI 8 (P. memiliki nilai 0. 96, dan berada pada peringkat ke-3. PEGAWAI 9 (P. dan PEGAWAI 10 (P. memiliki nilai 1, sehingga berada pada peringkat pertama. Dengan demikian. PEGAWAI 9 dan PEGAWAI 10 menunjukkan kinerja yang paling baik dan direkomendasikan untuk perpanjangan kontrak, diikuti oleh PEGAWAI 4. PEGAWAI 5, dan PEGAWAI 6. PEGAWAI 7 menunjukkan kinerja yang paling rendah dan perlu dipertimbangkan ulang untuk perpanjangan kontraknya. 2 Tahap Implementasi Sistem Menu Login Menu login memiliki peran penting dalam mengamankan sistem dari pengguna yang tidak bertanggung jawab. Didalam menu login, terdapat pengisian username dan password untuk dapat masuk ke menu utama utama. Berikut adalah tampilan menu login yang telah disusun untuk tujuan keamanan sistem. Gambar 2. Menu Login Menu Dashboard Setelah login dengan username dan password, pengguna akan diarahkan ke menu dashboard. Di dalam dashboard terdapat menu-menu utama seperti data karyawan, data kriteria, data penilaian, dan laporan. Menu utama ini berfungsi sebagai penghubung antara formulir-formulir yang terkait dengan data alternatif, data kriteria, proses, dan laporan. Berikut adalah tampilan menu dashboard. Gambar 3. Menu Dashboard DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Chintya Nayang | 38 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Menu Alternatif Menu Alternatif menampilkan informasi seperti nama pegawai, jabatan, bagian, dan opsi aksi. Pada menu ini, pengguna dapat melihat detail pegawai dengan lebih lanjut. Berikut adalah tampilan dari menu Alternatif. Gambar 4. Menu Alternatif Menu Kriteria Pada menu Data Kriteria, terdapat kolom-kolom informasi seperti kode kriteria, kriteria, bobot, dan aksi. dalamnya, terdapat tombol untuk mengedit dan menghapus data kriteria. Berikut adalah tampilan rapi dari menu Data Kriteria. Gambar 5. Menu Data Kriteria Menu Data Penilaian Dalam menu Data Penilaian, terdapat nilai untuk setiap kriteria yang diberikan kepada sejumlah alternatif. Di sini, pengguna dapat melakukan tindakan pengeditan dan penghapusan untuk data penilaian tersebut. Berikut nilali kriteria pada masing-masing alternatif. 39 | Chintya Nayang DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Gambar 6. Nilai Kriteria Masing-Masing Alternatif Selain itu, di dalam menu Data Penilaian, terdapat hasil perhitungan matrix kinerja ternormalisasi yang dapat dilihat pada Gambar 7 di bawah ini: Gambar 7. Hasil Normalisasi Matriks Terakhir, di dalam menu Data Penilaian, selain nilai kriteria masing-masing alternatif dan hasil perhitungan kinerja matriks ternormalisasi, terdapat hasil perhitungan nilai rating tertinggi alternatif. Pada gambar 8 di bawah ini, terlihat bahwa nilai tertinggi diperoleh oleh Pegawai 9 dan 10, keduanya memiliki hasil ycE yang sama yaitu 1. Sebaliknya, nilai terendah diperoleh oleh Pegawai 7 dengan hasil ycE sebesar 0,809. DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Chintya Nayang | 40 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Gambar 8. Hasil Nilai Rating Tertinggi Alternatif . cE) 3 Hasil Evaluasi Perbandingan Hasil Pemeringkatan Tabel 9 di bawah ini memperlihatkan hasil perbandingan setelah penelitian dilakukan. Tabel 9. Hasil Perbandingan Pemeringkatan Manual Nama Pegawai Hasiil Rangking No. Kode PEGAWAI 1 0,64 PEGAWAI 2 Sistem Hasil Rangking 0,871 0,64 0,871 PEGAWAI 3 0,53 0,913 PEGAWAI 4 0,68 0,96 PEGAWAI 5 0,68 0,96 PEGAWAI 6 0,68 0,96 PEGAWAI 7 0,45 0,809 PEGAWAI 8 0,68 0,96 PEGAWAI 9 0,85 P10 PEGAWAI 10 0,85 Dari Tabel 9 menunjukkan hasil perbandingan penelitian yang dilakukan, mulai dari perhitungan manual hingga perhitungan sistem berbasis web. Hasil perhitungan masing-masing alternatif berbeda, tetapi peringkatnya tetap sama. Penelitian ini menguji efektivitas metode evaluasi kinerja pegawai non-ASN menggunakan WASPAS dengan penelitian sebelumnya yang mengaplikasikan SMART. SAW, dan AHP. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, penelitian ini merinci kriteria evaluasi dengan lebih fokus, memberikan peringkat yang jelas untuk setiap pegawai. Langkah evaluasi tambahan seperti perhitungan nilai alternatif dan peringkat memberikan pemahaman mendalam terkait kualitas kinerja. Kelebihan WASPAS terletak pada fleksibilitasnya yang dapat menangani kriteria yang berbeda, namun metode ini mungkin memerlukan pemahaman matematis yang lebih mendalam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam mendukung pengambilan keputusan perpanjangan kontrak pegawai non-ASN yang lebih akurat. KESIMPULAN Dalam penelitian ini, penulis telah menyelidiki dan menganalisis peran sistem pendukung keputusan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan di berbagai konteks. Hasil temuan menunjukkan bahwa implementasi sistem pendukung keputusan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas keputusan, pengurangan waktu pengambilan keputusan, dan peningkatan produktivitas. Dari segi manfaat praktis, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang potensi penggunaan sistem pendukung keputusan dalam berbagai sektor. Keberhasilan implementasi tergantung pada integrasi yang baik antara teknologi informasi dan proses pengambilan keputusan manusia. Oleh karena itu, pemangku kepentingan di berbagai organisasi perlu memperhatikan aspek-aspek ini untuk memaksimalkan hasil positif dari sistem pendukung keputusan. 41 | Chintya Nayang DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Terlebih lagi, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur ilmiah dengan mendalamnya pemahaman terhadap dinamika sistem pendukung keputusan. Temuan-temuan ini dapat membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut dalam pengembangan teknologi dan metode terkait. Oleh karena itu, implikasi teoritis dari penelitian ini adalah perluasan pengetahuan tentang peran sistem pendukung keputusan dalam lingkungan yang terus berubah. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya sistem pendukung keputusan dalam menghadapi tantangan pengambilan keputusan di era modern. Implikasi praktis dan teoritisnya dapat menjadi landasan bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini, dengan tujuan akhir meningkatkan kinerja organisasi dan pengambilan keputusan yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA