ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 HUBUNGAN ANTARA EKSPRESI CASPASE 3 DENGAN PROGRESIVITAS KANKER SERVIKS STADIUM IIA2 DAN IIB POST KEMOTERAPI NEOADJUVAN RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA 1Erika Kusumawardani, 2 Muhammad Ali Sabisi Departemen Obstetrik dan genikologi. Fakultas Kedokteran Universitas Batam Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam Email: erika@univbatam. id, ali. s@univbatam. ABSTRACT BACKGROUND: Cervical cancer is one of the leading causes of morbidity and mortality among women, especially in developing countries like Indonesia. In stages IIA2 and IIB, bulky tumors often require neoadjuvant chemotherapy to reduce tumor mass prior to radical surgery. Apoptosis, a form of programmed cell death, plays a role in tumor progression, and caspase 3 is a key biomarker in this process. However, no reliable marker currently exists to predict tumor progression after neoadjuvant chemotherapy in these stages. METHODS: This retrospective cohort study included 35 cervical cancer patients . tage IIA2 and IIB) who met the inclusion criteria. Caspase 3 expression was evaluated using immunohistochemical staining of paraffin-embedded tissue samples. Patients were divided into two groups based on positive or negative caspase 3 expression. Clinical assessment postchemotherapy was performed to determine tumor operability. Statistical analysis used Chi-square and logistic regression tests. RESULTS: A total of 62. 9% of patients were aged Ou50 years, and 94. 3% were multiparous. The majority of subjects . %) showed positive caspase-3 expression. In terms of tumor progression, 60% experienced progression, and 25. 7% of patients were deemed operable, while the majority . 3%) remained inoperable after chemotherapy. Although no statistically significant association was found between caspase-3 expression and tumor progression . > 0. , there was a clinical trend toward increased progression among patients with positive caspase-3 expression CONCLUSION: Caspase 3 expression was not statistically significant in predicting tumor progression after neoadjuvant chemotherapy in stage IIA2 and IIB cervical cancer. However, positive expression may have a clinical correlation with increased progression, suggesting the need for further research with larger samples. KEYWORDS: Caspase 3 expression, cervical cancer, stage IIA2 and IIB, neoadjuvant chemotherapy, tumor progression ABSTRAK LATAR BELAKANG: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pada stadium IIA2 dan IIB, tumor berukuran besar sering memerlukan kemoterapi neoadjuvan untuk mengurangi massa tumor sebelum dilakukan pembedahan radikal. Proses apoptosis berperan dalam progresivitas tumor, dan protein caspase 3 merupakan biomarker penting dalam mekanisme ini. Universitas Batam Batam Batam Page 198 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Namun, hingga kini belum tersedia penanda yang dapat memprediksi progresivitas tumor setelah kemoterapi neoadjuvan pada stadium tersebut. METODE : Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif terhadap 35 pasien kanker serviks stadium IIA2 dan IIB yang memenuhi kriteria inklusi. Ekspresi caspase 3 dinilai melalui pengecatan imunohistokimia pada sampel jaringan blok parafin. Subjek dibagi berdasarkan ekspresi caspase 3 positif dan negatif. Setelah kemoterapi neoadjuvan, dilakukan evaluasi klinis untuk menilai progresivitas tumor. Analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-square dan regresi HASIL : Sebanyak 62,9% pasien berusia Ou50 tahun dan 94,3% merupakan multipara. Sebagian besar subyek . %) menunjukkan ekspresi Caspase-3 yang positif, dari segi progresivitas tumor sebanyak 60% mengalami progresif serta 25,7% pasien yang dinyatakan operabel, sedangkan mayoritas . ,3%) tetap inoperabel pasca kemoterapi. Meskipun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara ekspresi caspase 3 dan progresivitas tumor . > 0,. , secara klinis terdapat kecenderungan peningkatan progresivitas pada ekspresi caspase 3 positif. KESIMPULAN : Ekspresi caspase 3 belum terbukti signifikan secara statistik sebagai prediktor progresivitas kanker serviks stadium IIA2 dan IIB pasca kemoterapi neoadjuvan. Namun, terdapat indikasi klinis bahwa ekspresi positif berkaitan dengan peningkatan progresivitas tumor, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar. KATA KUNCI : Ekspresi caspase 3, kanker serviks, stadium IIA2 dan IIB, kemoterapi neoadjuvan, progresivitas tumor PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan utama bagi wanita di seluruh dunia. Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat sekitar 660. 000 kasus baru dan 000 kematian akibat kanker serviks, menjadikannya penyebab kematian keempat tertinggi akibat kanker pada wanita secara global (WHO, 2. Lebih dari 90% kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia, yang menunjukkan adanya kesenjangan dalam akses terhadap pencegahan dan perawatan (WHO, 2. Stadium IB3 dan IIA2 menurut klasifikasi FIGO 2018 ditandai dengan tumor berukuran besar (Ou4 c. , yang meningkatkan risiko penyebaran ke parametrium dan angka kekambuhan lokal yang lebih tinggi (Zeng et , 2. Penanganan standar untuk stadium ini meliputi histerektomi radikal dengan dikombinasikan dengan terapi adjuvan konkomitan berbasis platinum (CCRT). Universitas Batam Batam Batam tergantung pada faktor risiko pascaoperasi (MDPI, 2. Pada stadium IIB hingga IVA. CCRT Namun, di daerah dengan keterbatasan fasilitas radioterapi, kemoterapi neoadjuvan (NACT) sebelum operasi dapat menjadi alternatif. NACT bertujuan untuk mengurangi volume tumor, meningkatkan kemungkinan reseksi bebas kanker, dan mengurangi kebutuhan akan radioterapi Meskipun demikian. NACT juga memiliki kelemahan, seperti potensi penundaan operasi dan risiko perkembangan sel kanker yang resisten terhadap kemoterapi (Annals of Oncology, 2. Biomarker memainkan peran penting dalam skrining, diagnosis, dan pemantauan terapi kanker serviks. Caspase-3, sebagai enzim eksekutor utama dalam jalur apoptosis, telah diidentifikasi sebagai indikator penting dalam menilai respons terhadap terapi dan prognosis pasien kanker serviks. Peningkatan ekspresi caspase-3 setelah kemoterapi neoadjuvan menunjukkan aktivasi jalur Page 199 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 apoptosis, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas terapi (Neliti. Selain itu, perkembangan teknologi seperti bedah robotik telah memberikan alternatif dalam penanganan kanker serviks, menawarkan keuntungan dalam hal estetika dibandingkan metode bedah konvensional (Times of India, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, menganalisis hubungan antara ekspresi protein caspase-3 dengan progresivitas kanker serviks, serta mengevaluasi potensi menentukan strategi terapi yang optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif, dengan menilai ekspresi caspase 3 secara imunohistokimia sebelum kemoterapi neoadjuvan pada kanker serviks stadium IIA2 dan IIB. Subyek dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ekspresi caspase 3, yaitu positif dan negatif, lalu dinilai progresivitas post kemoterapi neoadjuvan. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Oktober 2019 sampai September 2020 bertempat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan sampel blok paraffin pasien kanker serviks sejak tahun 2015 sampai 2020 yang memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut. Pasien selesai menjalani 3 siklus kemoterapi neoadjuvan dengan interval 7 hari menggunakan regimen tunggal cisplatin 50mg/m2 atau kombinasi platinum 50mg/m2 dan 5 fluorourasil 450mg/m2. Pasien dapat dilakukan pengambilan data lengkap . ekam medis dan blok paraffin patologi anatom. Pasien bersedia berpartisipasi dalam Adapun karakteristik pasien terangkum dalam tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Karakteristik Subyek Karakteristik Usia <50 tahun Ou50 tahun Paritas Ou1 anak <1 anak Caspace 3 Positif Negatif Histopatologi Skuamous sel karsinoma Non Regimen Cisplatin 5FU Cisplatin Derajat Differensiasi Buruk Baik atau sedang Stadium Pre NACT II A2 II B Stadium Post NACT II A2 II B Progresivitas Tumor Progresif Tidak progresif Operabilitas Operabel Inoperabel HASIL KARAKTERISTIK RESPONDEN Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi adalah 35 subyek yang Universitas Batam Batam Batam Page 200 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Dari tabel 6 didapatkan data karakteristik subyek penelitian. Berdasarkan usia, mayoritas subyek berusia Ou50 tahun . %) dan sisanya <50 tahun . %). Hampir seluruh subyek . ,1%) memiliki paritas Ou1 anak, sementara hanya satu subyek . ,9%) yang memiliki <1 anak. Sebagian besar subyek . %) menunjukkan ekspresi Caspase-3 yang positif, sedangkan sisanya . %) Berdasarkan histopatologi, sebagian besar adalah skuamosa sel karsinoma . ,4%), dan 28,6% merupakan tipe non-skuamosa. Regimen kemoterapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi Cisplatin 5FU . ,7%), sementara 34,3% hanya menggunakan Cisplatin. Derajat diferensiasi tumor didominasi oleh kategori buruk . ,7%), sedangkan yang baik atau sedang sebesar 4,3%. Sebelum kemoterapi neoadjuvan (NACT), hampir semua pasien berada pada stadium IIA2 . ,3%) dan hanya sebagian kecil pada stadium IIB . ,7%). Setelah NACT, terdapat pergeseran distribusi stadium, di mana 62,9% berada pada stadium IIB dan 37,1% tetap pada IIA2. Dari segi progresivitas tumor, sebanyak 60% mengalami progresi dan 40% tidak progresif. Lalu hanya 25,7% pasien yang dinyatakan operabel, sedangkan mayoritas . ,3%) tetap inoperabel pasca ANALISIS BIVARIAT Perbandingan ekspresi caspase 3 dengan operabilitas post kemoterapi neoadjuvan tersaji pada tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Hubungan antara Ekspresi Protein Caspace 3 dengan Operabilitas Ekspresi Caspace 3 Operabel Operabilitas Inoperabel Total Positif Negatif Pada tabel 2, memaparkan bahwa dari 21 pasien dengan ekspresi positif, 8 pasien . ,1%) menjadi operabel dan 13 pasien . ,9%) tetap inoperabel, ini menunjukkan bahwa sebagian dari pasien dengan Caspase3 positif menunjukkan respons terhadap kemoterapi dan menjadi operabel. Kemudian dari 14 pasien dengan ekspresi negatif hanya 1 pasien . ,1%) menjadi operabel dan 13 pasien . ,9%) tetap inoperabel. Ini menunjukkan bahwa hampir semua pasien dengan ekspresi negatif tidak menunjukkan Kemudian dilakukan analisis bivariate dengan uji Fisher, karena tidak memenuhi syarat untuk uji Chi Square. Hasil yang diperoleh yaitu . =0,056. RR 5,33 (Positi. RR 0,66 (Negati. CI 95% 0,774 Ae 38,. yang berarti hasil ini belum mencapai Universitas Batam Batam Batam CI 95% 5,33 0,66 0,77438,685 0,05 signifikansi statistik . = 0,. , dan interval kepercayaan yang lebar . ,774 Ae 38,. menunjukkan variabilitas tinggi dan perlunya sampel yang lebih besar untuk memastikan hubungan ini. Terdapat kecenderungan . bahwa ekspresi Caspase-3 berhubungan dengan operabilitas tumor setelah kemoterapi neoadjuvan, di mana pasien dengan ekspresi Caspase-3 positif memiliki kemungkinan 5,33 kali lebih besar untuk menjadi operabel. Hubungan antara Variabel Luar dengan Variabel Terikat Selain ekspresi caspase 3, penelitian ini juga mengamati variabel luar yang mempengaruhi operabilitas. Adapun variabel tersebut adalah histopatologi, regimen, dan derajat diferensiasi sel kanker. Tersaji pada tabel 3 di bawah ini : Page 201 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Tabel 3. Hubungan antara Variabel Luar dengan Operabilitas Variabel Operabel Operabilitas Inoperabel Total CI 95% Histopatologi SSK Non SSK 3,200 0,457-22,384 0,235 Regimen Cisplatin 5FU Cisplatin 75,00 1,043 0,315-3,455 1,000 Derajat Differensiasi Baik / Sedang Buruk 1,043 0,315-3,455 1,000 Stadium Pre NACT II A2 II B 0,485 0,107-2,198 0,454 Stadium Post NACT II A2 II B 13,538 1,902-96,358 0,000 Berdasarkan tabel 3, didapatkan hasil histopatologi kanker secara statistika tidak mempengaruhi operabilitas . =0,235. 3,200. CI 95% 0,457-22,. , namun histopatologi skuamous sel karsinoma mempunyai kemungkinan 3,20 kali lebih operabel dibandingkan tipe non skuamous sel Regimen yang digunakan secara statistika tidak mempengaruhi operabilitas . =1,000. RR 1,043. CI 95% 0,315-3,. namun secara klinis regimen kombinasi cisplatin 5FU 1,04 kali lebih operabel dibandingkan cisplatin saja. Derajat mempengaruhi operabilitas . =1,000. 1,043. CI 95% 0,315-3,. , namun secara klinis derajat baik atau sedang 1,043 kali lebih inoperabel dibandingkan derajat buruk. Stadium kanker serviks sebelum dilakukan Universitas Batam Batam Batam kemoterapi neoadjuvan secara statistika tidak mempengaruhi operabilitas . =0,454. 0,485. CI 95% 0,107-2,. , namun secara klinis stadium IIA2 0,48 kali lebih inoperabel dibandingkan stadium IIB. Sedangkan stadium kanker serviks setelah dilakukan kemoterapi neoadjuvan secara statistika mempengaruhi operabilitas . =0,000. 13,538. CI 95% 1,902-96,. , dimana stadium IIA2 13,5 kali lebih operabel dibandingkan dengan stadium IIB. Hubungan antara Variabel Luar dengan Variabel Bebas Penelitian ini juga mengamati variabel luar yang mempengaruhi caspase 3. Adapun variabel tersebut adalah histopatologi, regimen, dan derajat diferensiasi sel kanker. Tersaji pada tabel 4 di bawah ini : Page 202 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Tabel 4. Hubungan antara Variabel Luar dengan Ekspresi Caspace 3 Variabel Positif Caspace 3 Negati Total CI 95% Histopatologi SSK Non SSK 1,280 0,645-2,542 0,474 Regimen Cisplatin 5FU Cisplatin 0,696 0,418-1,158 0,282 Derajat Differensiasi Baik/sedang Buruk 0,696 0,418-1,158 0,282 Stadium Pre NACT II A2 II B 0,576 0,430-0,772 0,506 Stadium Post NACT II A2 II B 1,862 1,114-3,110 0,034 Tabel 4 merupakan tabel hubungan antara variabel luar dengan variabel bebas. Dari hasil analisis dengan uji Chi Square, didapatkan bahwa histopatologi secara statistika tidak mempengaruhi ekspresi caspase 3 . =0,474. RR 1,280. CI 95% 0,645-2,. , namun tipe histopatologi karsinoma sel skuamosa 1,280 kali lebih tinggi dalam mengekspresikan caspase 3. Regimen mempengaruhi ekspresi caspase 3 . =0,282. RR 0,696. CI 95% 0,418-1,. Namun Cisplatin 5FU, 0,696 kali lebih tinggi dalam mengekspresikan caspase 3 daripada Cisplatin . Derajat diferensiasi secara statistika tidak mempengaruhi ekspresi caspase 3 . =0,282. RR 0,696. CI 95% 0,418-1,. , namun derajat baik atau sedang 0,696 kali lebih tinggi mengekspresikan caspase 3 dari pada derajat buruk. Stadium Universitas Batam Batam Batam mempengaruhi ekspresi caspase 3 . =0,506. RR 0,576. CI 95% 0,430-0,. , namun secara klinis stadium IIA2 0,576 kali lebih rendah mengekspresikan caspase 3. Pada stadium kanker serviks setelah kemoterapi neoadjuvan secara statistika mempengaruhi ekspresi caspase 3 . =0,034. RR 1,862. 95% 1,114-3,. , dimana stadium IIA2 1,862 kali lebih tinggi mengekspresikan Hubungan antara Variabel Bebas dengan Progresivitas Kanker Serviks Penelitian ini juga menganalisis hubungan antara ekspresi caspase 3 dengan peningkatan stadium dari IIA2 menjadi IIB. Tersaji pada tabel 5 di bawah ini : Page 203 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Tabel 5. Hubungan antara ekspresi caspase 3 dengan progresivitas kanker serviks Ekspresi Caspace 3 Progresif Tidak Total Positif Negatif Tabel 5 merupakan tabel yang menilai hubungan antara ekspresi caspase 3 dengan progresivitas kanker serviks. Pada tabel ini didapatkan jumlah kanker serviks yang progresif sebanyak 21 pasien, terdiri dari ekspresi caspase 3 positif sebanyak 12 pasien . ,1%) dan ekspresi caspase 3 negatif 9 pasien . ,3%). Sehingga didapatkan hasil, ekspresi caspase 3 positif secara statistika lebih progresif daripada caspase 3 negatif . =0,944. RR 0,889. CI 95% 0,519-1,. CI 95 % 0,889 0,519-1,523 0,944 ANALISIS MULTIVARIAT Untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas . kspresi caspase . istopatologi, kemoterapi neoadjuvan dan stadium post kemoterapi neoadjuvan. terhadap variabel , maka dilakukan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi Tabel 6 Analisis Multivariat Pengaruh antar Variabel terhadap Operabilitas Post Kemoterapi Neoajuvan Variabel CI 95% Caspase 3 - Positif 0,139 0,006 Ae 3,294 0,222 - Negatif Histopatologi - SSK 0,343 0,005 Ae 23,992 0,622 - Non-SSK Regimen - Cisplatin 5FU 1,180 0,070 Ae 20,004 0,909 - Cisplatin Stadium Pre NACT - II A2 10,318 0,309 Ae 344,198 0,192 - II B Stadium Post NACT - II A2 0,026 0,001 Ae 1,008 0,050 - II B Secara spontan dengan analisis multivariat, ekspresi caspase 3 tidak berbeda bermakna secara statistika dalam operabilitas kanker serviks stadium IIA2 dan IIB post Universitas Batam Batam Batam kemoterapi neoadjuvan . =0,222. OR 0,139. CI 95% 0,006 Ae 3,. , namun secara klinis ekspresi caspase 3 positif lebih operabel 0,139 kali dibandingkan caspase 3 negatif. Page 204 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Tipe histopatologi secara statistika tidak berbeda bermakna terhadap operabilitas kanker serviks stadium IIA2 dan IIB post kemoterapi neoadjuvan . =0,622. OR 0,343. CI 95% 0,005 Ae 23,. , namun secara klinis tipe skuamus sel karsinoma lebih operabel 0,343 kali dibandingkan tipe non skuamus sel Regimen secara statistika tidak berbeda bermakna terhadap operabilitas . =0,909. OR 1,180. CI 95% 0,070 Ae 20,. , namun secara klinis cisplatin dan 5 flurourasil 1,180 kali lebih operabel dibandingkan cisplatin saja. Stadium kanker serviks pre kemoterapi neoadjuvan secara statistika tidak mempengaruhi operabilitas . =0,192. OR 10,318. CI 95% 0,309 Ae 344,. , namun stadium IIA2 10 kali lebih inoperabel dibandingkan stadium IIB. Stadium kanker serviks post neoadjuvant kemoterapi secara statistika mempengaruhi operabilitas . =0,050. OR 0,026. CI 95% 0,001 Ae 1,. dimana stadium IIA2 12,685 kali lebih operabel dibandingkan stadium IIB PEMBAHASAN DISTRIBUSI FREKUENSI KARAKTERISTIK RESPONDEN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kanker serviks stadium IIA2 dan IIB memiliki karakteristik pasien yang beragam. Mayoritas subyek berusia Ou50 tahun . %), sebelumnya yang menunjukkan bahwa insiden kanker serviks meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh paparan kumulatif terhadap faktor risiko seperti infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan perubahan hormonal yang terkait dengan proses penuaan (Bray et al. Tingginya proporsi pasien dengan paritas Ou1 anak . ,1%) juga sejalan dengan studi yang menunjukkan hubungan antara multiparitas dan risiko kanker serviks. Trauma serviks selama persalinan dan paparan hormonal yang berkepanjangan Universitas Batam Batam Batam diyakini menjadi faktor pemicu utama (Castellsague et al. , 2. Sebanyak 60% subyek menunjukkan Caspase mencerminkan adanya aktivitas apoptosis. Caspase 3 adalah protein kunci dalam jalur apoptosis, dan ekspresinya dapat menjadi indikator respons tumor terhadap kemoterapi (Nicholson et al. , 1. Sebaliknya, 40% pasien dengan Caspase-3 negatif mungkin mekanisme apoptosis, yang sering kali berhubungan dengan tumor yang lebih agresif dan prognosis yang lebih buruk (Porter et al. , 1. Sebagian besar subyek memiliki jenis histopatologi skuamosa sel karsinoma . ,4%). Jenis ini merupakan bentuk paling umum dari kanker serviks, terutama pada negara berkembang, yang sering dikaitkan dengan infeksi HPV tipe onkogenik seperti HPV-16 dan HPV-18 (Bosch et al. , 2. Tipe nonskuamosa . ,6%), seperti adenokarsinoma, cenderung memiliki prognosis yang lebih buruk karena sering ditemukan pada stadium lanjut dan kurang responsif terhadap terapi (Lea et al. Regimen kemoterapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi Cisplatin 5FU . ,7%). Kombinasi ini telah terbukti efektif dalam mengurangi massa tumor dan meningkatkan operabilitas pasien dengan kanker serviks (Long et al. , 2. Namun, penggunaan Cisplatin tunggal . ,3%) juga cukup umum, terutama pada pasien dengan kondisi tertentu seperti gangguan toleransi terhadap 5FU. Efektivitas kedua regimen ini dalam menekan progresivitas tumor tetap menjadi topik yang perlu dieksplorasi lebih lanjut (Rose et al. Sebagian besar tumor memiliki derajat ,7%), menunjukkan tingginya agresivitas kanker serviks pada populasi ini. Derajat diferensiasi buruk sering dikaitkan dengan peningkatan risiko metastasis dan resistensi terhadap Page 205 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 terapi (FIGO Committee on Gynecologic Oncology, 2. Tumor dengan diferensiasi baik atau sedang . ,3%) biasanya memiliki prognosis yang lebih baik, tetapi tetap memerlukan intervensi agresif untuk mencegah progresi (Peters et al. , 2. Sebelum kemoterapi neoadjuvan, mayoritas pasien berada pada stadium IIA2 . ,3%). Setelah NACT, terjadi pergeseran di mana 62,9% pasien berada pada stadium IIB, menunjukkan adanya progresivitas penyakit meskipun telah mendapatkan terapi. Hal ini mencerminkan bahwa sebagian besar pasien tidak merespons secara optimal terhadap kemoterapi, kemungkinan karena faktor biologis tumor atau ketahanan terhadap regimen yang digunakan (Dueyas-Gonzylez et al. , 2. Sebanyak 60% pasien menunjukkan bahwa meskipun NACT mikrometastasis dan mengurangi massa tumor, efektivitasnya masih terbatas pada Tingginya inoperabilitas . ,3%) pasca NACT juga ditingkatkan, termasuk dengan penggunaan biomarker prediktif seperti Caspase-3 untuk menyesuaikan terapi yang lebih personal (Kim et al. , 2. HASIL ANALISIS BIVARIAT Penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi caspase 3 memiliki hubungan potensial dengan operabilitas pasien kanker serviks setelah kemoterapi neoadjuvan. Dari hasil analisis bivariasi, ditemukan bahwa pasien dengan ekspresi caspase 3 positif memiliki peluang 5,33 kali lebih besar untuk menjadi operabel dibandingkan dengan pasien dengan ekspresi negatif, meskipun hasil ini belum signifikan secara statistik . =0,056. CI 95% 0,774-38,. Temuan ini menunjukkan adanya tren yang relevan. Universitas Batam Batam Batam menyebabkan variabilitas tinggi dalam interval kepercayaan. Caspase 3 diketahui sebagai indikator apoptosis, yang berperan penting dalam menentukan respons tumor terhadap terapi (Nicholson et al. , 1995. Porter et al. , 1. Selain ekspresi Caspase 3, beberapa variabel luar seperti histopatologi, regimen kemoterapi, dan derajat diferensiasi juga Hasil meskipun secara statistik tidak signifikan, histopatologi skuamosa sel karsinoma memiliki peluang 3,2 kali lebih besar untuk menjadi operabel dibandingkan tipe nonskuamosa . =0,235. CI 95% 0,457-22,. Regimen kemoterapi kombinasi Cisplatin 5FU secara klinis memberikan sedikit keuntungan dibandingkan Cisplatin tunggal, tetapi tidak mencapai signifikansi statistik . =1,. Demikian diferensiasi baik atau sedang menunjukkan kecenderungan lebih operabel dibandingkan diferensiasi buruk, meskipun hasilnya tidak signifikan . =1,000. CI 95% 0,315-3,. Hal ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar (Bray et al. , 2. Stadium kanker serviks setelah kemoterapi neoadjuvan adalah satu-satunya mempengaruhi operabilitas. Pasien dengan stadium IIA2 memiliki peluang 13,5 kali lebih besar untuk menjadi operabel dibandingkan pasien dengan stadium IIB . =0,000. CI 95% 1,902-96,. Hal ini menggarisbawahi pentingnya deteksi dini dan penanganan agresif pada stadium awal operabilitas (Bosch et al. , 2. Analisis progresivitas kanker serviks menunjukkan bahwa ekspresi Caspase-3 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan progresivitas . =0,944. CI 95% 0,519-1,. Meskipun secara klinis pasien dengan ekspresi caspase 3 positif cenderung Page 206 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 lebih progresif . ,1%) dibandingkan dengan yang negatif . ,3%), hubungan ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan relevansinya. Selain itu, stadium kanker setelah NACT menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ekspresi caspase 3, di mana stadium IIA2 memiliki peluang 1,862 kali lebih tinggi untuk mengekspresikan Caspase-3 dibandingkan stadium IIB . =0,034. CI 95% 1,114-3,. Temuan ini mendukung peran Caspase-3 sebagai indikator penting dalam respons terapi (Kim et al. , 2. Secara keseluruhan, penelitian ini operabilitas dan progresivitas pasien kanker Diperlukan studi dengan desain yang lebih besar dan kontrol yang lebih baik untuk memperkuat temuan ini. HASIL ANALISIS MULTIVARIAT (UJI REGRESI LOGISTIK) Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ekspresi caspase 3, meskipun tidak signifikan secara statistik . =0,222. 0,139. CI 95% 0,006 Ae 3,. , menunjukkan tren klinis yang penting. Ekspresi caspase 3 positif memberikan peluang lebih besar untuk operabilitas, yang konsisten dengan perannya sebagai mediator apoptosis. Studi sebelumnya mengidentifikasi bahwa caspase 3 sering berperan dalam meningkatkan neoadjuvan, meskipun hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan molekuler (Nicholson et al. , 1995. Porter et , 1. Tipe histopatologi skuamosa sel karsinoma juga tidak signifikan secara statistik terhadap operabilitas . =0,622. 0,343. CI 95% 0,005 Ae 23,. , namun secara klinis memiliki peluang lebih baik dibandingkan tipe non-skuamosa. Hal ini dapat dijelaskan oleh respons histologis yang lebih baik dari jenis skuamosa terhadap terapi Universitas Batam Batam Batam berbasis Cisplatin, sebagaimana dilaporkan dalam beberapa literatur sebelumnya (Bosch et al. , 2. Regimen Cisplatin dibandingkan Cisplatin tunggal . =0,909. OR 1,180. CI 95% 0,070 Ae 20,. , meskipun tidak signifikan secara statistik. Kombinasi ini sering digunakan untuk meningkatkan efikasi terapi melalui sinergi antitumor yang lebih kuat, terutama pada kanker serviks stadium lanjut (Rose et al. Stadium kanker serviks sebelum NACT menunjukkan bahwa pasien dengan stadium IIA2 memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi inoperabel dibandingkan IIB, meskipun tidak signifikan secara statistik . =0,192. OR 10,318. CI 95% 0,309 Ae 344,. Hal ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan klinis dalam mengakses tumor pada stadium awal yang melibatkan struktur anatomi tertentu. Namun, setelah NACT, stadium IIA2 secara signifikan lebih operabel dibandingkan IIB . =0,050. OR 0,026. 95% 0,001 Ae 1,. Respon tumor yang lebih baik pada stadium IIA2 dapat dijelaskan oleh volume tumor yang lebih kecil dan penyebaran lokal yang lebih terbatas (Kim et , 2. Penelitian ini menyoroti pentingnya analisis multivariat untuk mengevaluasi interaksi variabel yang mempengaruhi Studi lanjutan dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan memperkuat KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi caspase 3 tidak memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan progresivitas kanker serviks stadium IIA2 dan IIB pasca kemoterapi neoadjuvan. Namun, secara klinis, pasien dengan ekspresi Page 207 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 caspase 3 positif memiliki peluang yang sedikit lebih rendah untuk mengalami progresivitas kanker dibandingkan dengan pasien dengan ekspresi negatif. Hal ini menunjukkan bahwa ekspresi caspase 3 mungkin memiliki peran dalam menentukan respons kanker terhadap terapi, meskipun belum dapat dibuktikan secara signifikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ekspresi caspase 3 tidak signifikan secara statistik dalam mempengaruhi operabilitas . =0,222. OR 0,139. CI 95% 0,006Ae3,. Meskipun demikian, secara klinis, ekspresi caspase 3 positif menunjukkan tren yang mendukung operabilitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi hubungan ini dengan ukuran sampel yang lebih besar dan desain yang lebih terkontrol. DAFTAR PUSTAKA