ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PERCAKAPAN MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PEKALONGAN Erwan Kustriyono. Chamdi Rochmat (PBSI-FKIP-Universitas Pekalonga. Abstract Language is the most effective tool in the delivery of the message to others or hearer. The use of language in the conversation appears a message which is conveyed to the opponent's speakers said. Conversations involving speakers and hearer will bring up the code-switching and code-mixing. These codes appear in the conversation conducted by University students that occurred in Pekalongan University library. There are many factors that affect the transfer of those codes. The factors that cause dominant codeswitching in conversation at the library of the Pekalongan University are that the hearer factors and subject. Meanwhile, the dominant linguistic elements of code-mixing obtained in the conversation in the library of the Pekalongan University is the intangible elements of the inserted words and inserted phrases. Keywordsi: code-switching, code-mixing and conversation pesan yang ingin disampaikan secara PENDAHULUAN Bahasa spontan dan tanpa proses merupakan dua bagian yang tidak Sebagai alat komunikasi dan alat dapat terpisahkan dalam kehidupan interaksi yang hanya dimiliki oleh sehari-hari. manusia maka bahasa memilki peran Masyarakat kaitannya dengan bahasa, begitupun sebaliknya bahasa melekat penting dalam masyarakat. Bahasa merupakan alat yang Di dalam masyarakat paling efektif dalam penyampaian ada interaksi sosial yang terjadi pesan kepada orang lain atau mitra sehari-hari, interaksi tersebut dapat berupa lisan menggunakan bahasa ini muncul maupun tulis. Pada umumnya bahasa yang natural atau alami adalah penutur kepada lawan tutur. Maka bahasa atau interaksi dalam bentuk berdasarkan pada deskripsi tersebut lisan atau percakapan, karena di internal dan eksternal. Internal yaitu kajian berdasarkan interen bahasa Sedangkan bahasa pertamnya adalah saja, yaitu yang melekat pada bahasa bahasa daerah, dalam makalah ini Sedangkan kajian secara adalah bahasa Jawa. Maka dalam Indonesia. melibatkan hal-hal yang berada di masyarakat sering menggunakan dua luar bahasa yang berkaitan dengan kelompok masyarakat dimana bahasa menyampaikan pesan dari penutur itu digunakan. kepada lawan tutur. Yaitu dengan Bahasa di dalam masyarakat menggunakan bahasa Indonesia dan memiliki fungsi yang sangat luas. Menurut Chaer dan Agustina . fungsi bahasa adalah alat untuk bahasa Indonesia saja. Maka sering berkomunikasi, dalam arti alat untuk terjadi adanya percampuran antara bahasa Jawa dan Indonesia. Dalam konsep, dan juga perasaan. Sehingga keadaan kedwibahasaan ini maka munculah istilah Alih Kode Jawa Jawa Campur . apabila terdapat dua bahasa Suwito dituntut untuk menggunakan bahasa degan bijaksana supaya pesan yang bergantian oleh penutur yang sama ingin disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh orang lain. Sehingga terjadilah adanya campur Penggunaan bahasa dalam Menurut masyarakat sangat penting dan tidak Maka Kode. kode dan alih kode tersebut. Dalam sehari-hari terjadilah peristiwa saling kontak Indonesia yang baik dan benar, antara bahasa yang satu dengan Indonesia umumnya merupakan bahasa kedua . anguage komunikasi. Alih kode dan campur terjadi antarbahasa daerah dalam kode selalu melekat pada kehidupan suatu bahasa nasional, antardialek sehari-hari dalam satu bahasa daerah, atau percakapan dengan orang lain. antara beberapa ragam dan gaya Menurut Suwito . 5: . yang terdapat dalam suatu dialek. alih kode adalah peristiwa peraliha Adapun yang dimaksud alih kode dari kode satu ke kode yang lainnya. xternal code switchin. Apabila seorang penutur semula adalah peralihan bahasa yang terjadi menggunakan menggunakan kode A antara bahasa dasar . ase languag. isalnya dengan bahasa asing. Indonesi. , kemudian beralih menggunaka kode Diperkuat oleh Suwito . B . isalnya bahasa Jaw. , maka 72-. bahwa alih kode adalah peristiwa peralihan bahasa seperti ini disebabkan oleh faktor-faktor luar Sedangkan menurut Appel . alam bahasa, terutama faktor-faktor yang Chaer dan Lionie Agustina, 2004: sifatnya sosio-situasional. Beberapa . alih kode . ode switshin. adalah sebagai AyGejala peralihan penyebab terjadinya alih kode adalah berubahnya situasiAy. Sejalan Rahardi . Chaer, . , untuk membagkitkan rasa humor dan untuk sekadar gengsi bahwa alih kode adalah peristiwa penutur ketiga, pokok pembicaraan Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa pergantian atau peralihan pemakaian alih kode adalah peralihan dari dua bahasa atau lebih, beberapa variasi dari satu bahasa, atau bahkan beberapa gaya dari suatu ragam. Beliau juga menyebut apa yang adalah adanya penutur, mitra tutur, disebut dengan alih kode intern . nternal code switchin. yakni yang pembicaraan, untuk membangkitkan Adapun rasa humor, dan untuk sekadar diungkapkan dalam bahasa lain. Sedangkan menurut Nababan . alam Suwito . : . menjelaskan Suwandi, 2008: . menyatakan aspek dari saling ketergantungan bahwa campur kode mengacu pada . anguage suatu peristiwa penutur mencampur dua . tau lebi. bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak bahasa Apabila di dalam alih kode fungsi . peech act atau discours. tanpa ada sesuatu dalam situasi berbahasa itu merupakan ciri-ciri ketergantungan, yang menuntut pencampuran bahasa maka di dalam campur kode ciri-ciri ketergantungan ditandai oleh adanya oleh Kridalaksana . 3: . yang menyatakan bahwa campur kode Campur kode terjadi begitu saja . ode mixin. adalah penggunaan tanpa motivasi yang jelas dan faktor satuan bahasa dari satu bahasa ke penyebab yang jelas pula. Campur bahasa lain untuk memperluas gaya kode pada umumnya terjadi karena bahasa atau ragam bahasa, termasuk faktor kebiasaan. di dalamnya pemakaian kata, klausa. Sejalan Pendapat idiom, sapaan. Sedangkan menurut tersebut. Subyakto . alam Suwandi. Sumarsono dan Paina . 2, 202- . , campur kode serupa dengan campur kode ialah penggunaan dua apa yang dahulu pernah disebut bahasa atau lebih atau ragam bahasa interferensi dari bahasa yang satu ke secara santai antara orang-orang bahasa yang lain. Dalam campur yang kita kenal dengan akrab. Dalam kode penutur menyelipkan unsur- situasi berbahasa berbahasa yang unsur bahasa lain ketika sedang informal ini, dapat dengan bebas memakai bahasa tertentu. Dalam bahasa tulis, unsur-unsur itu biasanya ragam bahasa. khususnya apabila ada diberi garis bawah atau dicetak istilah-istilah . ahasa penulis Sedangkan Suwito . alam penggunaan dua bahasa atau lebih Wijana dan Muhammad Rohmadi, percakapan atau kegiatan campur kode adalah suatu keadaan mencanpur dua atau lebih bahasa dengan tujuan untuk mengakrabkan dengan saling memasukkan unsur- atau mencairkan suasana, serta biasa unsur bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain, unsur-unsur yang sudah dikenal akrab atau dekat. memnpunyai fungsi sendiri. Adapun gaya bahasa atau ragam Ditinjau dari wujud lingualnya, bagian bahasa yang diperoleh bahasa bahasa berupa kata, klausa, idiom, sapaan, dan lain sebagainya. lain dapat berupa kata-kata, tetapi Alih kode dan campur kode dapat juga berupa frasa atau unit-unit ini juga terjadi di dalam percakapan bahasa yang lebih besar. Wujud campur kode menurut Suwito . Pekalongan. Mahasiswa Universitas . dapat dibedakan berdasarkan Pekalongan melakukan percakapan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalam perpustakaan, sehingga di dalamnya. Adapun unsur-unsur dapat diambil tindak tutur atau yang terlibat di dalamnya adalah . percakapan pada saat berada di unsur yang berwujud kata yang disisipkan, . frasa yang disisipkan. Pekalongan. Mahasiswa ini berada di . bentuk baster yang disisipkan, . dalam kondisi antara situasi formal perulangan kata yang disisipkan, . dan non formal, sehingga bahasa Universitas Universitas disisipkan, dan . klausa yang (Jaw. , serta menggunakan bahasa Dari pendapat para ahli di atas Indonesia, komunikatif anatrmahasiswa maupun mahasiswa yang ada di perpustakaan Universitas Pekalongan. digunkanlah bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, sehingga terjadilah alih percakapan mahasiswa pada waktu kode dan campur kode. tertentu, dalam hal ini pengamatan Berdasarkan pada deskripsi Data dilakukan hanya dalam satu hari jam maka rumusan masalah HASIL DAN PEMBAHASAN percakapan atau tindak tutur yang terjadi di perpustakaan Universitas Pekalongan? campur kode dalam percakapan atau Pekalongan? Universitas Sejalan rumusan masalah di atas maka tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah . mendeskripsikan alih kode dalam percakapan atau tindak tutur Universitas Pekalongan, percakapan atau tindak tutur yang terjadi di perpustakaan Universitas Pekalongan. dalam penelitian ini adalah desktiptif Dengan data dan sumber sering digunakan dalam percakapan Universitas Pekalongan adalah pada umumnya disebabkan oleh penutur, mitra tutur, hadirnya penutur ketiga, membangkitkan rasa humor, dan untuk sekadar gengsi. Penutur Seorang beralih kode terhadap lawan tuturnya Dalam percakapan di dalam perpustakan METODE PENELITIAN Alih kode yang dominan atau mendeskripsikan campur kode dalam Metode Alih (AK) percakapan atau tindak tutur yang terjadi di perpustakaan Universitas Pekalongan. Universitas Pekalongan tidak ada faktor penyebab alih kode yang disebabkan oleh penutur. Mitra tutur Setiap Hadirnya penutur ketiga umumnya ingin mengimbangi bahasa Dua orang yang berasal dari yang digunakan oleh mitra tuturnya. kelompok etnik yang sama pada Dalam masyarakat multi lingual umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Tetapi beralih kode untuk menyesuaikan apabila kemudian hadir orang ketiga mitra tutur yang dihadapinya. Dalam dalam pembicaraan itu, dan orang itu hal ini mitra tutur dapat dibedakan berbeda latar bahasanya, biasanya menjadi dua golongan yaitu: . O2 dua orang yang pertama beralih kode yang berlatarbelakang kebahasaan ke bahasa yang dikuasai oleh oarang sama dengan penutur, dan . O2 Hal itu dilakukan untuk yang berlatarbelakang kebahasan berlainan dengan penutur. Yang menghormati hadirnya orang ketiga dominan dalam mitra tutur ini adalah Faktor berkaitan dengan hadirnya penutur ketiga tidak di ketemukan dalam data percakapan Adapun datanya adalah yang diguakan. sebagi berikut: Pokok pembicaraan C Eh mbak Dwi, kae Flasdise Pokok pembicaraan merupakan tak scan nganggo Avira ya faktor dominan dalam menentukan neng leptopmu. (DT. OApunyane mbak Dwi to pembicaraan dibedakan menjadi dua, sing ameh di scan, ngowo pokok pembicaraan bersifat formal avira kan wis ndek wingi. wis gak apa kan masih aktif pembicaraan ini juga memegang to, yang penting bisa di scan peranan penting terjadinya peristiwa (DT. alih kode, karena biasanya penutur Ora nduwe. Dwi aku pinjam cenderung menyampaikan keinginan, buku itu ya. (DT. gagasan, ide, da pendapat didasarkan Habis cuci tangan ya Pak? Piye Wik? (DT. sedang berlangsung . ersifat formal Pokok Pokok atau Datanya adalah sebagai berikut: Sebagia penutur ada yang Eh mbak Dwi, kae Flasdise tak Hal ini terjadi apabila scan nganggo Avira ya neng baik faktor situasi, lawan bicara, (DT. topik, dan faktor sosio-situasional Ora nduwe. Dwi aku pinjam buku itu ya. (DT. mengharuska untuk beralih kode. Habis cuci tangan ya Pak? Penutur Piye Wik? (DT. alih kode itu agar dipandang oleh Durung. Mboten deng pak mitra tutur lebih berwibawa dan untung, kulo mboten pacare kok Pak. (DT. dengan sekadar gengsi juga tidak Langsung Data didapatkan di dalam data percakapan Nanang aja kaget aku datang pagi-pagi. Batas waktu atau Pekalongan. pilih tenggang Mbak. (DT. Campur kode (CK) dalam percakapan atau tindak tutur yang terjadi di perpustakaan Universitas Pekalongan Wah aku salah berarti. duduhne to sitik ae. (DT. Untuk membangkitkan rasa humor Alih Universitas Campur kode yang ada di dalam percakapan di perpustakaan dimanfaatkan oleh guru, pemimpin Universitas Pekalongan yang sering muncul ada beberapa unsur. Berikut ini akan dideskripsikan beberapa Alihkode demikian berwujud alih unsur campur kode yang muncul varian, alih ragam atau alih gaya dalam percakapan tersebut. dibedakan berdasarkan unsur-unsur Dalam terjadi di perpustakaan Universitas Pekalongan tidak didapatkan yang Adapun unsur-unsur yang terlibat di dalamnya adalah . unsur membangkitkan rasa humor. yang berwujud kata yang disisipkan. Untuk sekadar gengsi. frasa yang disisipkan, . bentuk baster . perulangan kata yang disisipkan, . C OApunyane mbak Dwi to sing ameh di scan, ngowo disisipkan, dan . klausa yang avira kan wis ndek wingi. wis gak apa kan masih aktif Unsur yang berwujud kata yang to, yang penting bisa di scan (DT. Frasa yang disisipkan Eh Mbak Dwi, kae Flasdise (O. miliknya Mbak Dwi yang tak scan nganggo Avira ya mau discan, pakai avira sudah neng leptopmu. (DT. Ya sudah tidak apa- (Eh Mbak Dwi, apa kan masih aktif, yang Flasdisnya saya scan pakai penting bias di scan virusny. antivirus Avira ya di Laptop buku itu ya. (DT. Iya, ga apa-apa Dik di scan . idak punya. Dwi aku pinjam pakai ituA. Ka. aku pinjam buku itu y. Emoh ah, buku kamu saja Filenya ada di siapa Mas. yang kamu pakai itu lo. (DT. (DT. Bagus batas waktu Mbak, . idak mau, buku kamu saja batas waktu ae ya Mbak. yang kamu pakai itu l. (DT. Ora nduwe. Dwi aku pinjam tipe-x nya ya. (DT. Laporane piye. Kamu udah (Bagus batas waktu Mbak, jadi apa belum, aku mau lihat batas waktu saja ya Mba. hasil laporanmu. (DT. Isine penulisan laporan. (DT. (Laporane bagaimana, kamu udah jadi apa belum, aku (Berisi penulisan lapora. Ya no, jangan diulang-ulang (DT. Langsung tak beli kabeh, (Ya kan, jangan diulang- Nanang aja kaget aku datang ulang y. pagi-pagi. Batas waktu atau pilih tenggang Mbak. (DT. Campur kode yang berkaitan dengan ungkapan atau idiom yang . angsug saya beli semuanya, disisipkan tidak terdapat dalam data Nanang saja kaget aku datang pagi-pagi. Batas waktu atau Universitas Pekalongan. pilih tenggang mba. Klausa yang disisipkan Gunemanku ki di catet ya Campur kode yang berkaitan mbak, biar tidak lupa-lupa. dengan klausa yang disisipkan tidak (DT. terdapat dalam data percakapan di (Apa yang saya bicarakan ini perpustakaanUniversitas Pekalongan. dicatat ya mbak, biar tidak SIMPULAN lupa-lup. Wah aku salah berarti. percakapan atau tindak tutur yang duduhne to sitik ae. (DT. terjadi di perpustakaan Universitas (Wah aku salah berarti. Pekalongan. perlihatkan sedikit saj. Alih (AK) Faktor yang menyebakan alih Bentuk baster yang disisipkan Campur kode yang berkaitan dengan unsur bentuk baster yang Universitas Pekalongan adalah faktor disisipkan tidak terdapat dalam data mitra tutur dan pokok pembicaraan, sedangkan faktor penutur, hadirnya Universitas Pekalongan. Perulangan kata yang disisipkan membangkitkan rasa humor, dan Campur kode yang berkaitan Universitas pekaolongan. Ungkapan didapatkan dalam data percakapan disisipkan tidak terdapat dalam data Campur kode (CK) dalam percakapan atau tindak tutur yang terjadi di perpustakaan Universitas Pekalongan. Unsur kebahasaan campur Universitas Pekalongan dominan adalah unsur bahasa yang berwujud kata yang disisipkan dan Kridalaksana. Harimurti. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Rahardi. Kunjana. Sosiolinguistik. Kode dan Alih Kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. frasa yang disisipkan, sedangkan perulangan kata yang disisipkan, ugkapan atau idiom yang disisipkan, dan kalusa yang disisipkan tidak SARAN Adapaun saran yang dapat disampaiakn berkaitan dengan alih kode dan campur kode percakapoan Universitas Pekalongan adalah : Penggunaan alih kode dan Sumarsono dan Paina P. Sosiolinguistik. Yogyakarta:Sabda dan Pustaka Pelajar. Suwandi. Sarwiji. Serbalinguistik (Mengupas Pelbagai Praktik Berbahas. Surakarta:UNS Press. Suwito. Sosiolinguistik Pengantar Awal. Solo: Hendri Offset Syafrida. Wijana. Dewa Putu dan Muhammad Rohmadi. Sosiolinguistik (Kajian Teori dan Analisi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. campur kode boleh digunakan antara penutur dan lawan tutur. Penggunaan campur kode harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau konteks tuturan. DAFTAR PUSTAKA