IMPLEMENTASI GAYA PENYUTRADARAAN EXPOSITORI DALAM FILM DOKUMENTER AuSEMUT IBRAHIMAy Fathira Deiza Aldarubi iradeiza@gmail. Program Studi Televisi dan Film. Fakultas Budaya dan Media. Institut Seni Budaya Indonesia Bandung ARTIKEL Diterima: 7 Oktober 2022 Direvisi: 9 November 2022 Disetujui: 25 November 2022 ABSTRACT The activity of 99 Home Improvements for Widows of the Elderly is a social movement carried out by Semut Ibrahim Kompassmatic. This activity contains a noble culture of gotong royong, social interaction that shows cooperation between individuals and between groups and forms positive values that strengthen mutual trust to cooperate in dealing with problems of common interest. The main purpose of this movement is to awaken the spirit of mutual cooperation in the community, because mutual cooperation for Semut Ibrahim is a national germplasm that must be maintained, cared for, and passed on. The creation of this documentary film was initiated through research using qualitative methods followed by stages including pre-production, production and post-production. Documentary film directing applies expository Documentary which relies on logical information, presented through text or sound. The presence of images or visuals is only a support. Images are presented as illustrations, amplify sound, build drama, or are presented as contradictions with sound. The production of the Semut Ibrahim documentary film is the author's attempt to introduce the Au99 Movement for the Surgery of the Semut Ibrahim Widow HouseAy and to interpret the mutual cooperation culture contained therein. Film work, it is hoped that the data will inspire the community that fellow human beings can jointly create solidarity to help each other alleviate the suffering of people in need. Keywords: Documentary Film. Directing. Expository. Semut Ibrahim Kompassmatic. Gotong Royong. ABSTRAK Gerakan 99 Bedah Rumah Janda Jompo merupakan gerakan sosial yang dilakukan oleh Semut Ibrahim Kompassmanic. Aktifitas ini mengandung budaya luhur gotong LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 royong, interaksi social yang menunjukan bentuk kerjasama antar individu dan antar kelompok serta membentuk nilai-nilai positif yang memperkuat rasa saling percaya untuk melakukan kerjasama dalam menangani permasalahan yang menjadi kepentingan Tujuan utama gerakan ini untuk membangkitkan semangat gotong royong masyarakat, karena gotong royong bagi Semut Ibrahim merupakan plasma nutfah kebangsaan yang harus dijaga, rawat, dan diwariskan. Penciptaan film documenter ini dimulai melalui penelitian dengan metode kualitatif dilanjutkan dengan tahapan meliputi pra produksi, produksi dan paska produksi. Penyutradaraan film dokumenter menerapkan Dokumenter ekspositoris yang bersandar pada informasi logis, disajikan melalui teks maupun suara. Kehadiran gambar atau visual merupakan pendukung saja. Gambar dihadirkan sebagai ilustrasi, memperkuat suara, membangun drama, ataupun dihadirkan sebagai kontradiksi dengan suara. Produksi Film dokumenter Semut Ibrahim merupakan upaya penulis untuk memperkenalkan AuGerakan Bedah 99 Rumah Janda Jompo Semut IbrahimAy serta memaknai budaya gotong royong yang terkandung di dalamnya. Karya Film, diharapkan data mengsinspirasi masyarakat bahwa sesama manusia bisa bersamasama mewujudkan solidaritas membantu sesame meringankan penderitaan hidup masyarakat yang membutuhkan. Kata Kunci: Film Dokumenter. Penyutradaraan. Ekspositori. Semut Ibrahim Gotong royong sebagai Kompassmanic. Gotong Royong. PENDAHULUAN Bangsa Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya. Gotong royong merupakan salahsatu budaya yang saling percaya untuk melakukan ker- menjadi identitas bangsa. Pranadji me- jasama dalam menangani permasalahan nyatakan bahwa gotong royong termasuk yang menjadi kepentingan bersama. Ben- pada revitalisasi sosial budaya. AuImple- tuk kerjasama gotong royong merupakan mentasi nilai gotong royong pada ma- salah satu bentuk solidaritas sosial. Bung syarakat Indonesia merupakan bagian Karno, dalam pidatonya pada sidang esensial dari revitalisasi nilai sosio budaya BPUPKI yang dilaksanakan pada 1 Juni dan adat istiadat pada masyarakat yang 1945 menyatakan. AuGotong royong adalah memiliki budaya beragam agar terbebas pembantingan tulang bersama, pemerasa dari dominasi sosial, ekonomi, politik, pertahanan, dan keamanan, serta ideologi membantu bersama. Amal semua buat lain yang tidak mensejahterakan (Pranadji, kepentingan bersama, keringat semua buat 2009: . Ay kebahagiaan bersama. Ay Fathira Ae Gaya Penyutradaraan Ekspositori. Pernyataan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bahwa gotong royong dimaknai sebagai mengajarkan nilai moral pada para pelajar. Manusia sebagai makhluk sosial dan Nilai moral ini diajarkan guru pada makhluk berbudaya, cenderung hidup muridnya tentang bagaimana bersikap berkelompok-kelompok. Terdapat aneka dalam lingkungan masyarakat. Pemberian ragam kelompok yang beradaptasi dengan materi lebih ditekankan pada asas gotong lingkungan, dengan segala kemampuan royong dalam masyarakat, tolong me- nolong antar sesama, dan sopan santun Anggota masyarakat yang terdiri dari dalam berbicara serta bertindak. Me- individu-individu membutuhkan adanya ngajarkan para pelajar untuk memiliki jiwa suatu hubungan-hubungan dalam istilah Nilai ini penting karena pelajar sosiologi dikenal sebagai interaksi sosial. harus bisa bersosialisasi dengan ling- Dalam buku Pengantar Sosiologi. Interaksi sosial adalah suatu proses timbal balik mentasikan di sekolah melalui organisasi ataupun ekstrakurikuler. Perguruan Hal Tinggi (PT). PKn individu dipengaruhi oleh tingkah laku Begitu pula yang terjadi pada para pihak lain dan dengan berbuat demikian ia remaja yang tergabung dalam Semut mempengaruhi tingkah laku orang lain. Ibrahim dalam ekstrakurikuler Kompass- 4 : . manic (Komando Pecinta Alam Siswa Perilaku SMAN 1 Ciraca. Desa Ciracap. Kabu- semakin jarang dan susah kita temukan di paten Sukabumi. Para remaja sekolah wilayah-wilayah. Kondisi ini disebabkan oleh zaman yang sudah berubah kerena sebuah gerakan sosial yang dinamai Semut urusan individu akan tuntutan modal/ Ibrahim Kompassmanic. Semut Ibrahim Meskipun gotong royong pada Kompassmanic yang melakukan gerakan bedah 99 rumah atas ini tergabung dalam janda jompo. Bertujuan untuk mem- pertanian, namun implementasinya telah memasuki ranah yang lebih tinggi dan masyarakat setempat. Gerakan ini terbuka luas, dilaksanakan oleh masyarakat di untuk seluruh lapisan masyarakat. Dirintis Gotong royong di daerah dan dibina oleh bapak Beni Bunyamin. pedesaan lebih menonjol dalam pola Gerakan ini dilakukan sejak tahun 2016, menargetkan 99 rumah janda jompo tidak bangun atau memperbaiki rumah. layak huni di wilayah Pajampangan. Gotong royong merupakan nilai Kabupaten Sukabumi. Gerakan dilakukan sosial yang penerapannya ditanamkan minimal satu bulan sekali, dengan proses pada materi Pendidikan Kewarganegaraan kegiatan tiga hari pada jumAoat, sabtu dan (PK. di sekolah-sekolah dari mulai Semut Ibrahim LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 didominasi para pelajar sekolah menengah Berdasarkan hal tersebut penulis Dana untuk kegiatan ini diperoleh memilih judul AuGaya Penyutradaraan dengan cara penggalangan melalui pu- Expositori blikasi facebook mau pun secara personal Semut IbrahimAy sebagai judul laporan kepada bapak Beni Bunyamin. Peng- galangan dana ini terbuka untuk umum. dokumenter ini dipilih karena dalam Para donatur biasanya terdiri dari para wirausahawan, atau pun para alumni menggunakan penuturan subjek agar film SMAN 1 Ciracap dan masyarakat umum. terlihat lebih informatif. Memperlihatkan Bagi Film Dokumenter Gaya gotong royong Semut Ibrahim dalam dilakukan Semut Ibrahim menarik untuk interaksi sosial dengan masyarakat Desa Mengingat pada masa ini, sulit Ciracap, dokumenter ini diharapkan membuka individu dan kepentingan bersama, tetapi pandangan untuk memaknai pentingnya hal tersebut dapat dilakukan beriringan gotong royong kepada masyarakat luas, dibuktikan dengan adanya gerakan ini. khususnya generasi muda. Kabupaten Sukabumi. Film Gerakan ini perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas agar di ketahui oleh METODE PENCIPTAAN DAN kembali semangat Penulis mengumpulkan data meng- Semangat para pelajar dalam gunakan metode kualitatif. Metode ini melakukan gerakan inilah yang menjadi gagasan awal dalam penciptaan film penciptaan film nantinya dan lebih relevan dokumenter ini. Film dokumenter dipilih dalam pengaplikasian pendekatan dengan sebagai genre yang memberikan ke- Menurut Saryono . Penelitian terangan kongkret dalam menggambarkan Kualitatif proses kegiatan gerakan bedah rumah yang dilakukan Semut Ibrahim. PENELITIAN Film ini akan diberi judul AuSemut IbrahimAy penelitian yang laskan kualitas atau keistimewaan dari kenalkan identitas para pelajar yang tergabung dalam gerakan. Juga karena melalui pendekatan kuantitatif. Penelitian Semut Ibrahim memiliki makna filosofis lapangan dilakukan di Desa Ciracap. Kabupaten Sukabumi. Gerakan 99 Bedah KebenaranAy. Sehingga judul ini diha- Rumah Janda Jompo tidak terpaku pada rapkan dapat memancing rasa ingin tahu satu wilayah, penonton untuk mengetahui apa itu Semut wilayah Pajampangan. Kabupaten Suka- Ibrahim dan gerakan yang dilakukannya. Lokasi bedah rumah yang ber- AuPemihakan berfokus pada Fathira Ae Gaya Penyutradaraan Ekspositori. pindah-pindah, membuat penulis memfo- Produksi kuskan melakukan penelitian di wilayah Pada Ciracap. Kabupaten Sukabumi. syuting mengacu pada jadwal kerja Selanjutnya, sejalan dengan metode yang sudah direncanakan pada pra penelitian yang diterapkan, penulis juga Proses syuting dilakukan mengoptimalkan hasil pencarian data di tujuh hari dengan melakukan 4 hari lapangan dengan mensinronkannya de- pendekatan terlebih dahulu dengan ngan tahapan metode penciptaannya, masyarakat sekitar dan janda jompo. Dan mengeksplor lingkungan sekitar Pra Produksi Dalam tahap ini, penulis memilih ide Proses syuting kegiatan berlangsung yang akan diangkat yang kemudian selama tiga hari yaitu kamis, jumAoat dan kami kembangkan ke dalam film sabtu di bulan maret. Proses produksi Pembentukan tema dan tidak lepas dari acuan konsep pe- topik serta pendalaman materi secara nyutradaraan yang telah disusun pada Dilakukan riset lapangan pra produksi. Bekerja sama dengan dengan metode pendekatan observasi penata kamera, penulis diharuskan Dilakukan tiga kali ke- untuk lebih peka terhadap potensi peristiwa yang akan terjadi guna rumah, melakukan wawancara dan kebutuhan visualisasi yang natural. diskusi dengan subjek. Penulis me- Penulis pun tidak akan lepas mengacu lakukan analisa data terhadap hasil pada treatment yang sudah dibuat. Dilakukan bentukan subjek utama serta gaya dan Pasca Produksi bentuk film. Membuat konsep naratif Pada berdasarkan ide yang telah diper- Dan dilakukan penyusunan proposal konsep karya untuk kebu- visual dilanjutkan pada tahap Editing tuhan sidang kolokium. Dilakukan dan dikemas menjadi sebuah film konsultasi dengan dosen pembimbing Saat proses Editing ber- teknik penulisan langsung, penulis dan penata kamera Membuat tabel kerja, jadwal mendampingi editor agar penyusunan kerja dan perekrutan kru. gambar sesuai dengan treatment. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Dilakukan pengecekan kembali agar percakapan-percakapan spontan, intim dan alami. Proses Editing Premis grading dan audio mixing. Jika Editing Gerakan bedah rumah janda telah selesai maka film dokumenter jompo dilakukan Semut Ibrahim sudah siap untuk ditayangkan. Kompassmanic PEMBAHASAN royong pada masyarakat Desa Konsep Pembuatan Karya Ujung Genteng. Konsep Naratif Film Statement Deskripsi Film Judul : Semut Ibrahim Upaya Ide : Gerakan 99 Bedah rakan bedah rumah janda jompo Rumah Janda Jompo Semut Ibrahim serta memaknai Tema : Sosial - Budaya budaya gotong royong yang Genre : Film Dokumenter terkandung didalamnya. Durasi : 15 menit Director Statement Resolusi : 1920x1080 (FULL HD) Film ini sebagai upaya untuk Aspek Rasio : 16 : 9 memperkenalkan gerakan bedah rumah janda jompo yang Target Penonton dilakukan Semut Ibrahim Kom- Usia : Semua Umur (SU) Memaknai budaya SES : A/B gotong royong dalam keter- Gender : Perempuan dan Laki- libatan masyarakat setempat. Laki Sinopsis Gaya Dokumenter Gaya Gerakan bedah rumah janda adalah dokumenter Ekpositori akan membuat film dokumenter Semut Ibrahim di bawah na- terlihat lebih natural, deskriptif, dan informatif melalui penu- bertujuan untuk membangkit- turan subjek. Diselingi adegan kan semangat gotong royong masyarakat sebagai pewarisan Sehingga perlu adanya perlihatkan seluruh rangkaian upaya memperkenalkan pada bedah rumah janda jompo serta masyarakat luas juga generasi Kompassmanic. Yang Fathira Ae Gaya Penyutradaraan Ekspositori. muda lainnya terkait gerakan kabar tersebut. Semut berpikir untuk yang sedang dilakukan melalui penuturan sosok Lufia dan Pak kemudian ia membuat bejana dari kayu Beni Bunyamin. Penciptaan film dokumenter ini, gerakan yang dilakukannya. Setelah akan fokus pada Semut Ibrahim dan Ibrahim Kajian Sumber Penciptaan Nabi Langkahnya Namrud. Dalam rangkaian penelitian, mengacu pada gagak, lalu gagak pun mencemooh dan observasi dan wawancara. Film akan menganggap apa yang semut lakukan diiringi dengan dua subjek utama untuk menolong Nabi Ibrahim AS sebagai penggerak cerita. Dua subjek merupakan hal yang mustahil. Ada utama dalam film, yaitu Lufia selaku pun si semut yang tulus, ia berjalan ketua Semut Ibrahim dan Pak Beni terus menuju api Namrud dengan hati Bunyamin selaku penggagas Semut yang dipenuhi tekad kuat dan iman. Ibrahim serta penguat statement dalam Semut berkeyakinan bukan masalah Semut Ibrahim Kompassmanic Tapi keberpihakan terhadap merupakan kelompok yang melakukan kebenaran yang ia yakini, itu yang gerakan bedah 99 rumah janda jompo. paling utama. Gerakan ini terbuka untuk seluruh Gerakan membangun rumah itu nargetkan 99 rumah janda jompo tidak hanya sebagai alat, bukan tujuan layak huni di wilayah Kecamatan Tujuan utama gerakan ini ialah Ciracap. Kabupaten Sukabumi tanpa batas waktu yang ditentukan. Gerakan gotong royong masyarakat, karena dilakukan minimal satu bulan sekali gotong royong bagi Semut Ibrahim dengan dana hasil penggalangan yang merupakan plasma nutfah kebangsaan Gerakan Gerakan ini dimulai pada tahun Pewarisan nilai semangat Nama gerakan Semut Ibrahim gotong royong, dilakukan dengan cara itu sendiri memiliki makna filosofis yang diangkat dari kisah Nabi Ibrahim bekerjasama merealisasikan misi dan AS. visi kebersamaan dalam mengayomi Ketika Namrud untuk melempar Nabi Ibrahim AS ke masyarakat yang membutuhkan. dalam api, seekor semut mendengar LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Gambar 1. Proses Gerakan 99 Bedah Rumah Janda Jompo. (Sumber : facebook Beni Bunyami. Upaya gerakan tersebut dapat menginspirasi Gerakan 99 Bedah Rumah Semut Ibrahim masyarakat dalam membangkitkan se- sudah beberapa kali dilakukan dengan mangat gotong royong di Indonesia. berbagai media yang berbeda. Salah Program acara AuSemangat Pagi satunya media massa dan sosial media IndonesiaAy menjadi salahsatu inspirasi . Melalui media massa. Semut karya bagi penulis dalam menggarap film Ibrahim pernah tampil dalam sebuah dokumenter ini. Penulis mendapat banyak informasi melalui penuturan tiga subjek program AuSemangat Pagi IndonesiaAy yang disalurkan TVRI. Dalam program tersebut program acara ini. Penulis menjadikannya Mawi. Lufia dan Pak Beni Bunyamin sebagai referensi data dan visual dalam memperkenalkan mengenai gerakan yang proses pra produksi. Dan Fathira Ae Gaya Penyutradaraan Ekspositori. Gambar 2. Cuplikan Program Acara Semangat Indonesia Pagi - TVRI Sumber: https://w. Gambar 3. Beni Bunyamin dan anggota Semut Ibrahim dalam Program Acara Semangat Indonesia Pagi TVRI Sumber: Dok. Pribadi Beni Bunyamin LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Peristiwa nyata yang menarik di peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi lapangan telah menginspirasi sehingga atau otentik. Ay (Pratista, 2008:. karya ini terealisasi dengan kekuatan Dalam kutipan di atas menjelaskan inspirasi yang berdampak meningkatkan cara dalam memahami struktur pem- kepedulian anak muda untuk berbagi. AuIde cerita untuk film dokumenter bisa didapat dari yang dilihat dan didengar, menyajikan sebuah fakta dari subjek yang bukan berdasarkan suatu khayalan akan dijadikan film dengan akurat dan Selain banyak membaca tidak dibuah-buat. Hal ini didasari dengan serta berkomunikasi dalam pergaulan, konsep penyutradaraan yang di pilih ialah penyampaian cerita menjadi kunci utama juga berdiskusi dengan komunitas dan dalam film. Selain unsur naratif, dalam kelompok masyarakat yang memiliki aktivitas sosial budaya. Ay (Ayawaila, referensi pustaka sebagai berikut: 2008: . AuObservasi partisipan sering dianggap sebagai suatu seni atau kreativitas Dalam buku Dokumenter Dari Ide Hingga Produksi praktiknya, metode ini memerlukan Ayawaila ini menjadi referensi penulis berbagai keahlian si peneliti. Di la- pangan peneliti dituntut untuk dapat sistematis dalam proses penciptaan film melakukan penilaian, peka terhadap lingkungan yang siteliti, termasuk detil nguraikan segala hal mulai dari pe- yang tersembunyi sekalipun, mampu mahaman teori sampai dengan contoh- beradaptasi, mengatasi berbagai ham- contoh yang aplikatif. Melalui buku ini, rancangan produksi pun menjadi lebih Peneliti juga harus dituntut Dalam penyusunan alur cerita, untuk memiliki daya imajinasi yang penulis mendapat referensi sebagai be- kuat untuk menangkap realitas dan rikut: AuKunci utama dari film dokumenter menterjemahkannya ke dalam laporan adalah penyajian fakta. Film documenter Oleh karena itu hasil dari berhubungan dengan orang-orang, tokoh, peristiwa, dan lokasi yang nyata. Film sekaligus responsif, karena memiliki dokumenter tidak menciptakan suatu hubungan langsung dengan data di peristiwa atau kejadian namun merekam Ay (Mulyana, 2001: . Dimana Gerzon dalam metode penelitian, karena pada Fathira Ae Gaya Penyutradaraan Ekspositori. AuAdanya Pencahayaan dalam film ini gagasan, akan sangan menentukan, akan menggunakan natural light dan artificial light. Na- Pengamatan, dari beragam tural light digunakna ketika sumber, pada akhirnya menimbulkan mengikuti kegiatan subjek kegelisahan, kepedulian. Dengan latar saat beraktivitas. Sedangkan artificial light digunakan un- . Tata Cahaya kepentingan si pembuat film, maka Nampaknya, . Konsep Audio Ay (Trimarsanto, 211: . Film ini akan menggunakan ambience untuk mendukung Konsep Sinematik realitas visual yang disajikan. Konsep Visual Penggunaan musik ilustrasi . Tata Kamera juga menjadi pelengkap da- Type of shot yang dominan lam konsep audio. Diren- digunakan adalah full shot, medium shot, dan close up, diterapkan pada shot-shot yang membutuhkan pene- dengan lokasi. Dalam pen- kanan khusus. Hal ini di- ciptaan film dokumenter ini, maksudkan untuk memba- mood film. Konsep musik ilustrasi yang terap- Hal ini untuk memberi kan yaitu mood tempo cepat kesan pada penonton seperti untuk kegiatan bedah hal ini melihat langsung kejadian. dimaksudkan agar semangat gotong royong pada film Berkaitan movement, film dokumenter ini akan menggunakan tek- nik panning, tilting, tracking. Camera movement merupakan . Konsep Editing bagian terpenting dalam film Akan yang berfungsi untuk me- Editing offline dan online. nguatkan sebuah cerita. Dimana offline Editing dimu- LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 lai dari logging data, ma- membuat penulis berusaha untuk lebih najemen file, assembly Editing, memperkuat cerita dengan pemilihan Setelah Editing. Selain itu, film ini banyak memberi informasi melalui wawancara para in- lakukan Editing online, mulai forman dengan pengemasan singkat dan dari memberi transisi efek. Tahapan terakhir yang dilaksanakan mixing audio, serta coloring. pada pra produksi adalah tahap perancangan, yaitu tersusunya tim produksi. Pada eksekusi tahapan produksi, kebutuhan alat yang digunakan, dan implementasi produksi sebagaimana yang pengaturan jadwal produksi, telah dikemukakan melalui tiga tahapan. Pada tahapan produksi, serang- praproduksi, produksi dan pasca pro- kaian aktifitas dilakukan. Sutradara dan DOP bekerja sama. Pada proses ini ada produksi pertama-tama melakukan ob- serangkaian upaya untuk memvisualkan Ide awal dari pembuatan film ini Bahasa auditif yang terbaca di naskah untuk menjadi tayangan yang menarik. sutradara di sebuah gerakan sosial. Dari Selama produksi, penulis mendapatkan informasi baru dan menghadapi beberapa memperkenalkan gerakan sosial ini pada situasi diluar rencana diantaranya, adanya masyarakat luas. Gerakan sosial itu sendiri pandemi Covid-19 yang pada saat itu bernama Semut Ibrahim, sebuah gerakan statusnya sudah siaga, dan pemerintah bedah 99 rumah janda jompo yang penutup kegiatan belajar mengajar (KBM) didominasi oleh para pelajar sekolah di sekolah, hal tersebut berpengaruh pada menengah atas, berlokasi di Kabupaten jadwal shooting. Situasi yang terjadi di luar Sukabumi. Dilakukan observasi untuk memperkuat data riset yang penulis Tahap tersebut menjadi penting rubahan tersebut diantara lain: Pada untuk mengakomodir segala kebutuhan pePe- Perubahan subjek menjadi 2 subjek film baik secara naratif maupun sinematik. Observasi dilakukan guna mengetahui Bunyamin. Lufia Pak Beni kondisi lapangan yang nantinya berguna Perubahan durasi, dari konsep awal menjadi acuan dalam mengembangkan 24 menit, kami sesuaikan dengan footage yang sudah kami dapat Selanjutnya, proses eksperimentasi menjadi 15 menit. yaitu proses mengolah ide umum menjadi Perubahan lebih spesifik. Sebuah film dokumenter awalnya kami mengaitkan gerakan yang memperkanalkan sebuah gerakan bedah rumah dengan dan cita-cita sosial yang menginspirasi tentu tidak bisa dikatakan sedikit. Hal tersebutlah yang dengan capaian ingin menularkan Mawi Fathira Ae Gaya Penyutradaraan Ekspositori. semangat gotong royong jika kelak mengkategorikan menjadi file yang cita-citanya tercapai. Namun hal bisa digunakan atau tidak. Hal ini tersebut berubah dengan berfokus dilakukan untuk mengefektifkan pada gerakan bedah melalui peran dalam proses Editing offline. Lufia dan Penututan Pak Beni Menyusun Editing Script Bunyamin. Dengan menyampaikan Treatment mengalami perubahan secara alur dan struktur. Sehingga gotong royong yang terkandung meninjau dari hasil shooting, penulis membuat gambaran Editing Script Semut Ibrahim Perubahan konflik utama, pada draft 1 untuk memudahkan mem- awalnya latar belakang keluarga bangun cerita dalam film. Pe- rubahan ini terjadi akibat adanya Mawi hambatan untuk dirinya meraih hal-hal cita-cita. Tetapi setelah perubahan kepentingan pribadi subjek yang alur, konflik dalam film hanya tidak dapat mengikuti kegiatan berupa konflik kecil, dan tidak yang sudah direncanakan. Hal ini menjadikan itu sebagai berpengaruh pada alur cerita tetapi dilakukan nya perubahan porsi Tahapan terakhir pada produksi karya film documenter ini adalah pra Editing Offline Beberapa tahapan yang dilalui Pada tahap ini, editor menyusun Logging hasil gambar berdasarkan Logging adalah proses memotong kegiatan yang dilakukan. Hal ini gambar, mencatat waktu pengam- bilan gambar dan memilih shot-shot kerja dalam melihat data yang Hal ini dilakukan dengan shooting report. Pada tahap ini, hasil cara menyusun kembali materi shooting di manage berdasarkan hari Editing berdasarkan Editing Script secara berurutan, dan diberi tanda memudahkan dalam pencarian file baik itu shot yang terpilih maupun yang akan diedit mengikuti treat- yang tidak. Hal ment paska shooting. Editing Online Menyusun Shooting Report Setelah Pada tahap Editing online, hasil rangkaian gambar final roughcut LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Hal ini dilakukan guna yang ditampilkan menjadi penguat audio menonjolkan look and mood sesuai yang dihantarkan. konsep yang kami rancang. Pada Memperlihatkan semangat gotong tahap inipun dimasukan musik dan royong yang terkandung dalam gerakan ditambahkan subtitle bahasa In- dengan bentuk kerjasama membangun rumah layak huni dengan masyarakat Desa Ujung Genteng. Gerakan ini perlu Sebuah diperkenalkan kepada masyarakat luas memberikan tantangan dan kreatifitas agar di ketahui oleh khalayak umum, dan yang menuntut team selalu kritis dan dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama khususnya kepada para jompo dan Seringkali kosep awal bisa membangkitkan kembali semangat gotong mengalami pergeseran jika team tidak royong sebagai pewarisan nilai. implementasikan karya sesuai dengan DAFTAR REFERENSI treatmen yang telah disusun. Namun, jika Abdillah. Baiquni. AuGotong Royong team tetap berupaya mempertahankan Cermin Budaya Bangsa dalam Arus konsep awal, tentu proses menunggu GlobalisasiAy. Laporan Penelitian. menjadi hal yang ditpterir dan waktu akan Jurusan Teknik Informatika Sekolah Dengan demikian, tanpa me- Tinggi Manajemen Informatika dan ngurangi kualitas yang ditargetkan, pe- Komputer: AMIKOM Yogyakarta. nyesuaian dan perubahan diambil team Alinuha. Adif. AuImplementasi Nilai Karya tercipta, pesan dan spirit Persatuan dalam Bergotong Royong di Masyarakat Desa (Studi Kasus pada Kegiatan Sambatan di Desa Sendangrejo Kecamatan Ngawen SIMPULAN Kabupaten Blor. Ay. Skripsi S-1. Semut Ibrahim merupakan sebuah Surakarta: Universitas Muhamm film dokumenter yang menggambarkan adiyah Surakarta. bagaimana proses kegiatan bedah rumah Ayawaila. Gerzon R. Dokumenter : janda jompo yang dilakukan oleh Semut Dari Ide Sampai Produksi. Jakarta : Ibrahim dan dibantu masyarakat setempat. FFTIKJ Press. Film ini disajikan dengan gaya pe- Ayu. Lia O dan Adelin. AuRelevansi nyutradaraan ekspositori, menggunakan Pemahaman Dan Sikap Pemuda Terhadap Nilai Gotong Royong menghantarkan cerita dengan kekuatan Untuk PembangunanAy. E-Jurnal on- narasi sehingga alurnya dapat terekam Melalui https://w. e-jurnal. melalui indra pendengaran, dan visual com/2016/05/relevansi-pemahaman Gaya Fathira Ae Gaya Penyutradaraan Ekspositori. -dan-sikap-pemuda. html, 16 Mei Focal Press. Nasution. Solidaritas Sosial dan 2020, jam 14. Creswell. John W. Research Design Pendekatan Metode Partisipasi Masyarakat Desa Transisi Kualitatif. Suatu Tinjauan Sosiologis. Malang: Kuantitatif, dan Campuran Edisi 4. UMM Press. Pranadji. Penguatan Kelembagaan Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Effendi. Tadjuddin N. AuBudaya Gotong Royong dalam Prespektif Sosio Gotong-Royong Masyarakat dalam Budaya Bangsa: Suatu Revitalisasi Perubahan Sosial Saat IniAy. Jurnal Adat Istiadat dalam Penyelenggaraan Pemikiran Sosiologi Volume 2 No. Pemerintah. Forum Penelitian Agro E-Jurnal on-line. Melalui https:// Ekonomi, hlm. Purhantara, id, 30 April 2020, jam Wahyu. Metode Penelitian Kualitatif Untuk Bisnis. Yogyakarta: Hasanah. Hasyim. Teknik-Teknik Graha Ilmu. at-Taqaddum. Raco. Metode Penelitian Kualitatif Volume 8. Nomor 1. E-Jurnal on- Jenis. Karakteristik dan Keunggu- Jakarta : Grasindo. Observasi. Jurnal Melalui http://journal. Roucek. JS dan Warren. Pengantar id, 29 April 2020, jam Sosiologi. Jakarta: Bina Aksara. Honthaner. Light . The Complete Sugiyono. Metode Penelitian Kuan- Film Production Handbook. Florida: titatif Kualitatif dan R & D. Bandung: CRC Press. Elfabeta. Kurniawan. Faidilhah dan Tri. Syawie. Mochamad. AuKemiskinan AuEkstra Kurikuler Sebagai Wahana Dan Kesenjangan SosialAy. Infor- Pembentukan Karakter Siswa di masi. Vol. 16 No. E-Jurnal on- Lingkungan Pendidikan SekolahAy. Melalui http://puslit. E-Jurnal on-line. Melalui http://staff. id, 30 April 2020, jam 23. id, 16 Mei 2020, jam 15. Trimarsanto. Tonny. Renita. Renita . Catatan Kuswarno. Engkus. Etnografi Proses Komunikasi. Bandung: Widya Dokumenter. Padjadjaran. Dokumenter. Reiger. Michael. Directing Documentary Fourth Edition. Oxford: Membuat Klaten. Film Rumah LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022