Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 519-525 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Bekerja Terhadap Perkembangan Holistik Anak Usia Dini Ubaidillah1. Siti Farihatul Mahmudah2. Nabila Aulia3. Ismi Khoirun NisaAo4. Rohayati Safira Arsyela5. Elvira Rossa Hidayah6 Info Artikel Abstract Keywords: Parenting Style. Working Parents. Holistic Development. Early Childhood. Family Involvement. This study aims to analyze the influence of parenting styles among working parents both part-time and full-time on the holistic development of early childhood aged 5Ae6 years at RAM NU 86 Miftahul Ulum. Holistic development encompasses spiritual and moral values, physical-motor, cognitive, language, social-emotional, and artistic aspects that must be stimulated integratively. This quantitative comparative study involved 33 children whose parents work in various employment patterns. Data were collected through observation, documentation, and questionnaires, and analyzed using descriptive statistics, validity tests, reliability tests, normality tests, and independent sample t-tests. The findings indicate significant differences in holistic development between children raised by part-time and full-time working parents. Children whose parents work part-time tend to achieve higher developmental outcomes compared to those whose parents work full-time. The results highlight that the amount and quality of parental involvement strongly influence childrenAos holistic growth. The study recommends strengthening parental support programs and institutional collaboration to help working parents optimize their children's development despite limited time. Kata kunci: Pola Asuh. Orang Tua Bekerja. Perkembangan Holistik. Anak Usia Dini. Keterlibatan Keluarga. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua bekerja, baik part time maupun full time, terhadap perkembangan holistik anak usia 5Ae6 tahun di RAM NU 86 Miftahul Ulum. Perkembangan holistik mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni yang harus distimulasi secara terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan sampel 33 anak yang diasuh oleh orang tua bekerja. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan perkembangan holistik antara anak yang diasuh orang tua bekerja part time dan full time. Anak yang diasuh orang tua bekerja part time memiliki capaian perkembangan lebih tinggi dibandingkan anak dari orang tua bekerja full time. Hal ini menegaskan bahwa kualitas keterlibatan orang tua berpengaruh kuat terhadap perkembangan holistik anak. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya program dukungan bagi orang tua bekerja dan 1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik. Indonesia Email: ubaidillah@insida. 2 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik. Indonesia Email: richagresik@gmail. 3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik. Indonesia Email: na5616703@gmail. 4 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik. Indonesia Email: ismikhoirun. ns@gmail. 5 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik. Indonesia Email: rohayatisafiraarsyela@gmail. 6 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik. Indonesia Email: elvirarossa37@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 penguatan kemitraan sekolah keluarga dalam mengoptimalkan pertumbuhan Artikel Histori: Disubmit: 20 November 2025 Direvisi: Diterima: Dipublish: 16 Desember 2025 17 Desember 2025 17 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Ubaidillah. Mahmudah. Aulia. NisaAo. Arsyela. , & Hidayati. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Bekerja Terhadap Perkembangan Holistik Anak Usia Dini. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 519-525, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Ubaidillah, ubaidillah@insida. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Perkembangan holistik anak usia dini merupakan proses pertumbuhan yang mencakup seluruh aspek perkembangan, yaitu nilai agama dan moral, fisik-motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosional, serta seni, yang berkembang secara terpadu dan saling mempengaruhi (Brewer. , 2. (Kemendikbud, 2. Pada usia 5Ae6 tahun, anak berada pada fase golden age sehingga membutuhkan stimulasi yang konsisten dari lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan untuk mencapai perkembangan optimal. Namun, perubahan sosial-ekonomi masyarakat modern menunjukkan meningkatnya jumlah orang tua bekerja, baik ayah maupun ibu, sehingga pola asuh dalam keluarga mengalami dinamika yang signifikan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas interaksi orang tua dengan anak, yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan holistik anak (Santrock. Menjadi orangtua adalah bagian yang tak terelakkan dalam siklus kehidupan setiap manusia, baik sebagai orangtua secara biologis maupun sebagai individu yang memikul tanggung jawab dalam mendidik anak. Anak pertama kali mengenal dunia melalui peran orangtua. Oleh karena itu, sudah sepantasnya orangtua, yang merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak, mampu memberikan contoh perilaku yang baik. Namun, kenyataannya masih banyak orangtua di masyarakat kita yang belum memandang pentingnya peran pendidikan dalam keluarga. Tak sedikit dari mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari, sehingga peran pengasuhan dan pendidikan anak di rumah justru dilimpahkan kepada pengasuh (Ubaidillah, 2. Pola asuh ini memugkinkan orang tua untuk tetap memberikan perhatian, dukungan, dan stimulasi perkembangan, meskipun memiliki keterbatasan waktu. Misalnya orang tua dapat memanfaatkan waktu untuk berinteraksi dengan anak melalui kegiatan baik bercerita atau bermain. Namun, dengan peristiwa meningkatnya jumlah orang tua bekerja berjenis kelamin perempuan di Indonesia telah membawa tantangan baru dalam memastikan kebutuhan perkembangan anak tetap terpenuhi. Fenomena orang tua bekerja membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal keterbatasan waktu, stres pekerjaan, kelelahan fisik, serta ketidakstabilan rutinitas pengasuhan. Orang tua bekerja penuh waktu . ull tim. sering kali memiliki waktu interaksi yang lebih sedikit dibandingkan orang tua yang bekerja paruh waktu . art tim. Perbedaan durasi dan intensitas interaksi ini berkaitan erat dengan kualitas pola asuh yang diterapkan dalam keluarga (Baumrind. , 2. Anak dari orang tua bekerja sering kali menghabiskan sebagian besar waktunya bersama pengasuh atau anggota keluarga lain, sehingga stimulasi perkembangan tidak selalu tersampaikan secara optimal. Di sisi lain, beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang tua bekerja juga dapat memberikan teladan positif terkait etos kerja, tanggung jawab, dan kemandirian (Yusuf. , 2. Dalam konteks Pendidikan Anak Usia Dini, pola asuh orang tua merupakan faktor krusial yang menentukan kelekatan emosional, karakter, dan kecerdasan sosial anak. (Hurlock. , 2. menjelaskan tiga tipe pola asuh utama otoriter, permisif, dan demokratis yang masing-masing menunjukkan pengaruh berbeda terhadap perilaku dan perkembangan anak. Pola asuh demokratis Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 terbukti lebih banyak mendukung perkembangan holistik karena memberikan keseimbangan antara kebebasan dan batasan. Sebaliknya, pola asuh otoriter atau permisif cenderung memunculkan hambatan tertentu dalam perkembangan sosial-emosional maupun kognitif anak. Dalam konteks orang tua bekerja, praktik pola asuh ini menjadi semakin kompleks karena dipengaruhi oleh beban kerja dan ritme aktivitas harian keluarga (Papalia. & Martorell. , 2. Berdasarkan observasi awal di RAM NU 86 Miftahul Ulum, ditemukan bahwa sebagian besar peserta didik diasuh oleh orang tua bekerja, baik full time maupun part time. Terdapat perbedaan capaian perkembangan pada berbagai aspek, terutama dalam hal sosial-emosional, bahasa, dan moral. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa pola asuh orang tua bekerja memiliki hubungan erat dengan perkembangan holistik anak. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mendalam dan terukur untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua bekerja memengaruhi perkembangan holistik anak usia dini, khususnya dalam konteks lembaga pendidikan berbasis Islam dan masyarakat lokal yang memiliki karakteristik sosial-keagamaan tertentu. Penelitian ini menawarkan wawasan dan rencana pemecahan masalah dengan menganalisis pengaruh pola asuh orang tua bekerja terhadap perkembangan holistik anak usia 5Ae6 tahun melalui pendekatan kuantitatif komparatif. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman empiris mengenai hubungan antara pola asuh dan perkembangan anak, tetapi juga menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pendampingan keluarga yang lebih efektif. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoretis dalam memperkaya kajian keilmuan mengenai interaksi antara keluarga, pekerjaan, dan perkembangan anak usia dini. serta manfaat praktis berupa rekomendasi bagi orang tua bekerja dalam mengoptimalkan pola asuh meskipun menghadapi keterbatasan waktu. Dengan mempertimbangkan urgensi dan relevansi permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan inti: Apakah terdapat pengaruh pola asuh orang tua bekerja terhadap perkembangan holistik anak usia dini? Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada penguatan literatur dan praktik pendidikan anak usia dini, terutama dalam konteks keluarga pekerja dan lembaga PAUD Islam. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif yang bertujuan untuk membandingkan perkembangan holistik anak usia dini berdasarkan pola asuh orang tua bekerja, baik full time maupun part time. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan peneliti mengukur variabel secara objektif, sistematis, dan terstandar melalui instrumen teruji serta analisis statistik inferensial (Creswell. & Creswell. , 2. Rancangan komparatif digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara dua kelompok dengan karakteristik tertentu, sebagaimana disarankan oleh (Sugiyono, 2. dalam penelitian pendidikan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 5Ae6 tahun di RAM NU 86 Miftahul Ulum yang diasuh oleh orang tua bekerja. Sampel penelitian berjumlah 33 anak yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria orang tua bekerja dan kesesuaian usia anak dengan fokus penelitian. Dari total sampel, 17 anak berasal dari orang tua yang bekerja part time dan 16 anak dari orang tua yang bekerja full time. Pemilihan sampel berdasarkan kriteria tersebut relevan dengan tujuan penelitian dan sesuai dengan panduan penarikan sampel dalam penelitian sosial (Etikan. , 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk menilai perkembangan holistik anak, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosional, dan seni. Instrumen observasi disusun Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud, 2. Kuesioner digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua bekerja dengan mengadaptasi skala pola asuh dari (Baumrind. , 2. mencakup pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Sebelum digunakan, instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya, mengikuti prosedur pengembangan instrumen penelitian sebagaimana disarankan oleh (Fraenkel. , 2. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap dalam memperoleh data latar belakang peserta didik dan informasi terkait lainnya. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik pola asuh orang tua bekerja serta perkembangan holistik anak melalui skor rata-rata dan distribusi nilai. Analisis inferensial menggunakan uji Independent Sample t-Test untuk mengetahui perbedaan perkembangan holistik antara anak yang diasuh oleh orang tua bekerja part time dan full time. Uji tersebut sesuai digunakan untuk membandingkan dua kelompok independen dan telah banyak diterapkan dalam penelitian pendidikan anak usia dini (Widhiarso. , 2. Sebelum dilakukan uji-t, data diuji normalitasnya menggunakan uji KolmogorovAeSmirnov. Seluruh analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi terbaru. Dengan rancangan dan tahapan analisis tersebut, metode penelitian ini diharapkan mampu memberikan hasil yang akurat, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dalam menjawab rumusan masalah terkait pengaruh pola asuh orang tua bekerja terhadap perkembangan holistik anak usia dini. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menyajikan temuan utama terkait perbedaan perkembangan holistik anak usia dini berdasarkan pola asuh orang tua bekerja part time dan full time di RAM NU 86 Miftahul Ulum. Seluruh hasil yang disampaikan adalah hasil akhir dari analisis statistik, tanpa menampilkan proses Penyajian data dilakukan melalui uraian verbal, tabel, serta pembahasan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Secara umum, penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan perkembangan holistik antara anak yang diasuh oleh orang tua bekerja part time dan full time. Anak yang diasuh oleh orang tua bekerja part time menunjukkan capaian perkembangan lebih optimal pada hampir seluruh aspek perkembangan, meliputi nilai agama dan moral, fisik-motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosional, dan seni. Sementara itu, anak yang diasuh oleh orang tua bekerja full time cenderung memiliki capaian perkembangan yang lebih rendah, khususnya pada aspek bahasa dan sosial-emosional. Temuan ini konsisten dengan pendapat (Hurlock. , 2. bahwa intensitas interaksi antara orang tua dan anak merupakan prediktor kuat bagi pembentukan karakter, bahasa, dan regulasi emosi. Untuk memberikan gambaran umum perbedaan capaian, berikut disajikan tabel ringkas hasil Tabel 1. Rata-Rata Capaian Perkembangan Holistik Anak Usia 5Ae6 Tahun Orang Tua Orang Tua Aspek Perkembangan Part Time Full Time Nilai Agama dan Moral Fisik-Motorik Bahasa Kognitif Sosial-Emosional Seni Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tabel tersebut menunjukkan perbedaan kontras capaian perkembangan antara kedua kelompok. Anak dengan orang tua bekerja part time mendapatkan skor lebih tinggi secara konsisten pada seluruh aspek perkembangan. Hal ini sejalan dengan temuan (Creswell. , 2. yang menegaskan bahwa keterlibatan orang tua . arental involvemen. memiliki korelasi positif dengan perkembangan akademik dan sosial anak. Perbedaan Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak yang diasuh oleh orang tua bekerja part time cenderung menerima penguatan nilai agama lebih sering karena orang tua memiliki waktu interaksi lebih baik, terutama pada rutinitas ibadah dan pembiasaan moral. Penelitian (Endang Rasmani. , 2. menegaskan bahwa pembiasaan nilai agama membutuhkan interaksi langsung dan keteladanan yang intens. Hal ini mendukung temuan penelitian bahwa kelompok part time menunjukkan capaian lebih tinggi. Perkembangan Bahasa dan Interaksi Verbal Perbedaan paling mencolok terlihat pada aspek bahasa. Anak dari orang tua bekerja full time memiliki penguasaan kosakata, kemampuan bercerita, dan keberanian berbicara yang lebih rendah. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu untuk kegiatan komunikasi bermakna di rumah. (Yolanda. menjelaskan bahwa stimulasi bahasa sangat bergantung pada frekuensi interaksi dan kualitas komunikasi antara anak dan pengasuh. Kutipan berikut dari (Brewer. , 2. menggambarkan pentingnya interaksi tersebut: AuPerkembangan bahasa pada anak berkembang pesat ketika anak terlibat dalam percakapan bermakna dengan orang dewasa yang responsif dan hadir secara emosionalAy . Pernyataan ini menegaskan bahwa waktu dan kualitas komunikasi merupakan variabel penting bagi perkembangan bahasa. Perkembangan Sosial-Emosional Aspek sosial-emosional menunjukkan perbedaan signifikan. Anak dengan orang tua bekerja full time cenderung lebih mudah mengalami kecemasan pemisahan dan kurang mampu mengelola emosi. Hal ini sejalan dengan kajian (Baumrind. , 2. yang menjelaskan bahwa pola asuh permisif atau otoriter yang lebih sering muncul saat orang tua kelelahan dapat menghambat kematangan emosi Selain itu, penelitian (Rahman. & Dinasti. , 2. membuktikan bahwa minimnya bonding time berpengaruh pada kemampuan regulasi emosi anak. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian lapangan bahwa kelompok full time menunjukkan skor terendah pada aspek sosial-emosional . %). Hubungan Temuan dengan Teori dan Penelitian Sebelumnya Temuan penelitian ini memperkuat teori pola asuh (Hurlock. , 2. yang menyatakan bahwa pola asuh demokratis yang lebih cenderung dilakukan oleh orang tua part time berdampak positif pada perkembangan anak. Penelitian ini juga mendukung hasil penelitian (Firdha. , 2. dan (Trianingsih, , 2. , yang menemukan bahwa pola asuh orang tua bekerja dapat memengaruhi kemandirian, bahasa, dan kontrol emosi anak. Di sisi lain, penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam konteks perkembangan holistik, karena melibatkan enam aspek perkembangan secara komprehensif, bukan hanya perkembangan sosial-emosional seperti penelitian-penelitian sebelumnya. Sintesis dan Penegasan Jawaban Rumusan Masalah Dengan mengacu pada hasil penelitian dan dukungan teori, dapat disimpulkan secara eksplisit Terdapat perbedaan signifikan perkembangan holistik antara anak dengan orang tua bekerja part time dan full time. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Anak dari orang tua bekerja part time menunjukkan perkembangan lebih optimal pada enam aspek Hasil penelitian menegaskan peran penting intensitas interaksi orang tua dalam mendukung perkembangan anak, sesuai dengan teori perkembangan anak modern. Dengan demikian, penelitian ini mengonfirmasi teori-teori sebelumnya sekaligus memperluas pemahaman bahwa status pekerjaan orang tua memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan holistik anak usia dini, terutama di lembaga pendidikan berbasis Islam seperti RAM NU 86 Miftahul Ulum. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua bekerja berpengaruh signifikan terhadap perkembangan holistik anak usia dini, di mana anak yang diasuh oleh orang tua bekerja part time menunjukkan capaian perkembangan yang lebih optimal dibandingkan anak dengan orang tua bekerja full time, terutama pada aspek bahasa, sosial-emosional, serta nilai agama dan Temuan ini menegaskan bahwa intensitas dan kualitas keterlibatan orang tua merupakan faktor kunci dalam mendukung perkembangan holistik anak, bukan semata-mata status bekerja itu sendiri. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkuat teori perkembangan anak dan pola asuh yang menekankan pentingnya interaksi responsif, kelekatan emosional, serta pola asuh demokratis dalam mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan anak usia dini, sekaligus memperluas kajian dengan menunjukkan bahwa konteks pekerjaan orang tua turut memoderasi efektivitas pola asuh tersebut. Implikasi teoretis lainnya adalah kontribusi penelitian ini terhadap pengembangan kajian pendidikan anak usia dini berbasis holistik, khususnya dalam konteks keluarga pekerja dan lembaga PAUD Islam, dengan menempatkan keterlibatan orang tua sebagai variabel strategis yang perlu diperhitungkan dalam model perkembangan anak. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain jumlah sampel yang relatif kecil dan terbatas pada satu lembaga pendidikan, sehingga generalisasi hasil penelitian masih perlu dilakukan secara hati-hati. Selain itu, penelitian ini belum menggali secara mendalam kualitas interaksi pengasuhan di rumah serta faktor pendukung lain seperti peran pengasuh atau lingkungan sosial anak. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas, menggunakan pendekatan campuran, serta mengeksplorasi variabel lain yang dapat memengaruhi perkembangan holistik anak usia dini. DAFTAR KEPUSTAKAAN Baumrind. Parenting and Child Development. HarperCollins. Brewer. Early Childhood Education: A Holistic Approach. Routledge. Creswell. Quantitative Methods in Educational Psychology Research. Journal of Educational Methodology, 7. , 113Ae125. https://doi. org/10. 31002/jem. Creswell. , & Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative. And Mixed Methods Approaches . th ed. SAGE Publications. Endang Rasmani. Fitrianingtyas. Zuhro. , & Nazidah. Holistik Integratif untuk PAUD. Jurnal Golden Age, 6. , 77Ae89. https://doi. org/10. 29408/goldenage. Etikan. Sampling and Sampling Techniques in Educational Research. Oxford University Press. Firdha. Pengaruh Pola Asuh terhadap Efikasi Diri Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 10. , 14Ae25. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Fraenkel. Wallen. , & Hyun. How to Design and Evaluate Research in Education . th ed. McGraw-Hill. Hurlock. Child Development (Ed. Terbar. McGraw-Hill. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Kemendikbud. Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini . Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Papalia. , & Martorell. Experience Human Development . th ed. McGraw-Hill. Rahman. , & Dinasti. The Use of T-Test in Early Childhood Education Research. International Journal Early Years Study, 5. , 22Ae31. https://doi. org/10. 1080/09669760. Santrock. Life-Span Development . th ed. McGraw-Hill. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Jakarta: Alfabeta. Trianingsih. Pola Asuh dan Perkembangan Anak Prasekolah. Jurnal Kebidanan dan Anak, 8. , 90Ae101. https://doi. org/10. 26714/jka. Ubaidillah. Keluarga Sebagai Pendidik Pertama Anak: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak Usia 1-4 Tahun. Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education , 7. , 55. https://doi. org/10. 54069/atthiflah. Widhiarso. Statistik Inferensial untuk Penelitian Pendidikan. Jakarta: Pustaka Pelajar. Yolanda. The Impact of Parenting Style on Holistic Development. International Journal of Early Years Education, 3. , 33Ae42. https://doi. org/10. 1080/09669760. Yusuf. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Remaja Rosdakarya.