Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Ornamen Gereja Santo Yusuf Wonokerso Magelang Robertus Krismanto 1* . Ignatius Ngesti Yuwono 2 . Cicilia Indri W3 1,2,3 Akademi Teknik Pika. Semarang. Indonesia Korespondensi Author: Abstract: Church of St. Yusuf Wonokerso is a church which was inaugurated by Bishop Mgr. Ignasius Suharyo in 2009. This church was built with the spirit of mutual cooperation among the people of the church of St. Yusuf Wonokerso and cooperation with various parties. The interior of the church, which is dominated by white for the ceiling and walls, gives a broad impression. Ornaments that become the object of research are flames, trees, mosaics. Ceiling The research method is descriptive qualitative by obtaining observation data, interviews and literature studies. The form of the building is a blend of Indies architecture with the characteristic of towering high and gable roofs as a form of Javanese The ornaments in the form of tongues of fire and trees use colorful glass bottles which are broken into pieces and arranged on their stomach to remove the sharp edges. The tongue in the tradition of the Catholic church is a symbol of the holy spirit that gives light, while the tree is a symbol of the tree of life which means to provide shade for people when praying. A mosaic of the Holy Communion is placed in the priest's home as a means of helping the people during the Eucharist. The conclusion of this study is the interior ornaments in the form of flames, trees, mosaics in the Church of St. Yusuf Wonokerso as a means for the people during the Eucharist or praying as an aesthetic function. Keywords: interior, church, ornament Abstrak: Gereja St. Yusuf Wonokerso merupakan gereja yang diresmikan oleh Uskup Mgr. Ignasius Suharyo pada Gereja ini dibangun dengan semangat gotong royong umat gereja St. Yusuf Wonokerso dan kerjasama dengan berbagai pihak. Interior gereja yang didominasi warna putih untuk plafond dan dinding memberikan kesan yang Ornament yang menjadi obyek penelitian adalah lidah api, pohon, mozaik. plafon Metode penelitian secara diskriptif kualitatif dengan cara memperoleh data observasi, wawancara dan studi pustaka. Bentuk bangunan perpaduan arsitektur indis dengan cirikhas menjulang tinggi dan atap pelana sebagai wujud arsitektur Jawa. Ornament yang berupa lidah Aelidah api dan pohon menggunakan material botol kaca berwarna Aewarni yang dipecah-pecah dan disusun dengan cara tengkurap untuk menghilangkan sisi tajamnya. Lidah Aelidah dalam tradisi gereja Katolik sebagai symbol roh kudus yang memberikan terang sedang pohon sebagai symbol pohon kehidupan yang bermakna agar memberikan keteduhan bagi umat saat berdoa. Mozaik tentang perjamuan kudus diletakkan di panti imam sebagai sarana membantu umat saat Kesimpulan dari penelitian ini adalah ornament interior berupa lidah api, pohon, mozaik di Gereja St. Yusuf Wonokerso sebagai sarana bagi umat saat ekaristi atau berdoa selain sebagai fungsi estetika. Kata Kunci: interior, gereja,ornament PENDAHULUAN Gereja St. Yusuf Wonokerso jika dilihat dari luar seperti bangunan indis dengan ciri khas bagian atap yang menjulang tinggi, serta perpaduan dengan bangunan arsitektur tradisional Jawa dengan atap pelana yang memanjang dari depan ke belakang. Ini menandakan bahwa bangunan gereja St Wonokerso merupakan usaha inkulturasi yang memadukan unsur budaya Jawa dengan Eropa. Inkulturasi dapat dilihat juga dari interior gerejanya yang terdapat beberapa ornament interior yang merupakan symbol-simbol dalam gereja. Gereja Katolik memiliki ornament-ornamen simbolis yang syarat akan makna, sebagai ungkapan iman dan mendukung suasana doa yang sacral. Ornament Aeornament tersebut di tempelkan pada interior Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 atau eksterior gereja dan di tata dengan indah agar secara visual lebih mendukung suasana doa dan membantu umat untuk menghayati iman. Gereja St. Yusuf Wonokerso mempunyai arsitektur modern namun memasukkan unsur-unsur budata local sehingga terdapat perpaduan budaya Jawa dan indis. Wujud Gereja Pugeran telah miliki perubahan bentukdari gereja barat yang menjadi gereja yang mempunyai perpaduan unsur-unsur budaya tersebut baik bentuk fisiknya saja ataupun dengan makna tertentu yang dibawanya (Setyoningrum 2. Proses inkulturasi terlihat bahwa arsitektur tradisional tidak statis namun mengalami perubahan untuk menampung tuntutan liturgy Gereja yang berasal dari Eropa. Factor social budaya masyarakat setempat menunjukkan kemampuan masyarakat mengolah dan meyelaraskan hakekat agama Katolik yang dari luar dengan nilai-nilai budayanya, sehingga membentuk identitas arsitektur gereja Katolik di Indonesia (Laurens 2. Arsitektur gereja Regina Caeli merupakan perpaduan arsitektur modern. , yang dilengkapi dengan simbolisme berbasis nilai, iman, dan ajaran Katolik, bukan berbasis arsitektur modern murni. (Lake 2. Sacred images di Gereja Katolik ditampilkan dalam bentuk frescoes, mosaic, ukiran kayu dan batu, lukisan icon, dan kaca patri. (Srisadono 2. Perancangan Gereja Katolik St. Yakobus ditemukan berbagai tanda berdasarkan liturgi Katolik(Rezca Navtalia Sutiono. Sumartono . and Adi Santosa 2. Metode inkulturasi merupakan cara kerja dalam melaksanakan proses inkulturasi agar tujuan inkulturasi dapat tercapai, agar hal - hal yang kudus dari Injil dapat diungkapkan dengan lebih jelas, dan umat dapat menangkapnya lebih mudah dan dapat berpartisipasi secara penuh, sadar, dan aktif menurut cara yang khas dari jemaat. Salah satu dari tiga metode inkulturasi menurut A. Chupungco dalam (Martasudjita 2. adalah metode asimilasi kreatif contohnya busana liturgi yang menggunakan motif batik, bangunan gedung gereja yang bercorak budaya setempat, masuknya tari-tarian tradisional ke dalam Misa Kudus pada saat perarakan pembuka atau perarakan bahan persembahan. Menurut Suptandar, 1999:18, dalam (Ayhwien Chressetianto 2. ,suasana merupakan keadaan sekeliling atau sekitar lingkungan yang diterjemahkan dalam unsur-unsur desain yang dapat memenuhi kebutuhan fisik dan spiritual yang mengandung nilai-nilai keindahan dan kegunaan bagi Bahan utama dalam palet desainer dan elemen yang sangat penting dalam desain interior disebut ruang(Ching Francis D. K 2. Saat memasuki bangunan ,dapat dirasakan adanya naungan dan penutupan. Persepsi ini muncul karena adanya ikatan bidang lantai, dinding dan langit-langit di ruang interior (Ching Francis D. K 2. tujuan dari perancangan interior adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis, dan peningkatan psikologis ruang Karya Rm. YB. Mangunwijaya merupakan salah satu kunci kekuatan arsitektur, bahkan mampu memberikan karakter universal dan local yang kuat dan unik. Yang berarti karya Rm. Mangunwijaya menjadi model untuk menciptakan karya arsitektur yang kreatif, berbasis lokalitas dan menyentuh universalitas, (Istanto, 1999. Burhany,2010 dalam (Lake 2. Pengalaman estetik menyebabkan kita dapat menerobos kulit gejala-gejala lahiriah dan menangkap maksud yang tersembunyi di belakang gejala-gejala itu, sehingga membawa kita pada pengalaman religius, maka setiap propan dapat menjadi sakral. Bangunan gereja Katolik menjadi rumah Tuhan merupakan bangunan sakral yang memuat pengalaman estetik nilai nilai simbolik, tanda dan lambang alam surgawi yang mencerminkan misteri Allah dan sifat keagungan, yang membawa kesatuan seluruh umat manusia dan mendapatkan pengalaman akan sesuatu yang kudus oleh Dick Hartoko, 1984:52 dalam (Wardani 2. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Dari beberapa penelitian Aepenelitian sebelumnya dapat dilihat bahwa arsitektur gereja Katolik berinkulturasi dengan budaya setempat. Gereja juga menggunakan ornament Aeornamen di Salah satu yang menggunakan ornamen Aeornamen adalah Gereja St. Yusuf Wonokerso. Gereja yang dibangun dengan menjunjung tinggi lokalitas setempat dari bahan bangunan, dan cara pembuatan yang gotong royong. Bentuk atap pelana yang merupakan ciri bangunan tradisional Jawa dipadukan dengan menara tinggi menjulang sebagai ciri khas bangunan Eropa. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian diskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus sehingga dapat secara mendalam untuk memperoleh data yang dibutuhkannya. Data diperoleh dengan cara analisa lapangan, wawancara serta teori pendukung dari jurnal dan literatur. Data tersebut dianalisa untuk mendapatkan maksud dari ornamen Ae ornamen interior Gereja St. Yusuf Wonokerso Magelang. HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi Penelitian Gereja Paroki St. Kristoforus Banyutemumpang Lokasi Gereja St. Yusuf Wonokerso (Sumber: Googlemaps, 2. Letak gereja Stasi St. Yusuf Wonokerso berada kurang lebih 7km dari gereja Paroki St. Krstoforus Banyutemumpang. Lokasi gereja berada di Dusun Wonokerso. Piyungan Timur. Tirtosari. Sawangan. Magelang. Jawa Tengah. Pembanggunan gereja yang seperti sekarang kurang lebih tahun 1999 di bantu oleh Bruder Valleyrianus Warina. FIC yang membuat gambar arsitekturnya, serta keterlibatan umat, perkembangan pembangunannya yang membutuhkan waktu lama, hingga Pembangunan gereja diberkati dan diresmikan oleh Mgr. Ignatius Suharyo. Uskup Keuskupan Agung Semarang 29 Agustur 2009. Selain gereja di bangun juga pasturan, dan ruang Aeruang untuk rapat, dan ruang pemuda untuk kegiatan mudika. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Gambar 2. Pasturan dan Sekrtariat Gereja Gambar 3. Gereja St. Yusuf Wonokerso (Sumber: dokumen indri, 2. (Sumber: dokumen indri 2. Dari exsisting bangunan gereja St. Yusuf Wonokerso merupakan pencampuran bentuk bangunan Eropa dengan ciri menara gerejanya dan bentuk bangunan Jawa dengan ciri menggunakan atap bangunan pelana. Lokasi gereja yang jauh dari kota dan kondisi masyarakat yang dipedesaan , lingkungan yang masih asri, dekat dengan area persawahaan sehingga udara masih sejuk. Tata peribadatan menjunjung budaya setempat dengan adanya gamelan yang digunakan dalam misa berbahasa Jawa dan busana yang digunakan juga dalam adat Jawa. Inilah salah satu bentuk inkulturasi budaya dalam gereja Katolik yang sudah berjalan cukup lama dan masih berlangsung sampai sekarang. Gambar. Panti Imam (Sumber: dokumentasi indri 2. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Panti imam merupakan area sacral dalam gereja Katolik. Panti imam yang menjadi poin penting menjadi ciri khas nya bahwa posisi lantai lebih tinggi dari lantai umat , menunjukkan bahwa panti imam sebagai area sakral. Selain letak dan posisi lantai yang lebih tinggi hiasannya lebih banyak. Kursi sedilia melambangkan imam pemimpin, mimbar sabda melambangkan Kristus sebagai pewartaBeberapa furnitur yang ada adalah altar, kursi imam, mimbar sabda, mimbar imam, credens, tabernakel. Interior dari gereja ini memiliki plafon yang cukup tinggi dengan warna putih sehingga ruangan keliatan lebih luas. Gambar 5. Ornamen lidah api (Sumber: dokumen indri 2. Simbol roh kudus yang dibuat di belakang salib di atas panti imam disimbolkan dengan lidah lidah api. Bahan yang di gunakan menggunakan botol-botol kaca bekas yang ber warna-warni, yang di pecah-pecah dan disusun tengkurap supaya tidak tajam tujuannya agar ketika cahaya mengenai dapat memancarkan terang ke dalam gereja. Gambar. Mozaik Perjamuan Kudus (Sumber : dokumen indri 2. Mozaik Ae mozaik yang berada di dalam area panti imam adalah melukiskan saat Yesus mengadakan perjamuan terakhir bersama Aesama dengan murid-muridnya. Lukisan kaca patri saat terkena cahaya memberikan kesan indah sebagai sarana umat saat mengikuti ekaristi. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 Gambar. Ornamen Pohon (Sumber : dokumen indri 2. Ornament pohon yang terletak di dinding sebelah kiri panti imam , terdapat ornament warna hijau berbentuk menyerupai pohon. Ornament ini mempunyai pengertian sebagai pohon kehidupan yang bermakna ketika berdoa atau beribadat umat mendapatkan keteduhan, dan sebagai sarana umat menciptakan keteduhan dalam doa. Ada juga yang memberi arti seperti burung yang menukik dengan maksud mengajak umat untuk selalu rajin beribadah. Gambar 8. Plafon Diatas Panti Imam (Sumber : dokumen indri 2. Plafon diatas panti imam berwarna putih yang berbentuk empat bagian mempunyai arti sebagai empat Injil Suci dalam gereja Katolik. Yaitu Injil Matius. Markus. Lukas dan Yohanes. Ornament Aeornament inteor di gereja St. Yusuf Wonokerso, merupakan sarana bagi umat dalam mengimani Iman Katolik. Jurnal LingKAr (Lingkungan Arsitektu. Vol. 1 No. 1 Ae Maret 2022 DOI: 10. 37477/lkr. ISSN: ISSN . : 2828-9234 KESIMPULAN Interior gereja St. Yusuf Wonokerso memiliki beberapa ornamaen yang menjadi sImbol dan mempunyai makna. Hal tersebut menjadi sarana bagi umat untuk lebih berdoa dengan lebih baik dan membantu umat menghayati iman Katolik. DAFTAR PUSTAKA