NILAI-NILAI DAKWAH ISLAM DALAM UPACARA ADAT KEJAI : KAJIAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI SUKU REJANG KABUPATEN LEBONG Ridho Syabibi Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. Bengkulu Co E-mail: ridhosyabibi@iainbengkulu. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk medeskripsikan Setting dalam tari Kejai, partisipan dalam tari Kejai, dan nilai-nilai dakwah Islam yang ada dalam tari Kejai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi Komunikasi. Teknik pemilihan Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 Informan yang paham mengenai adat Kejai. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian antara lain: . Bagaimana setting dalam Tari Kejai suku Rejang Kabupaten Lebong? . Siapa saja partisipan dalam Tari Kejai suku Rejang Kabupaten Lebong? . Apa saja Nilai-nilai dakwah Islam yang dikomunikasikan dalam tari Kejai adat suku Rejang Kabupaten Lebong? Instrumen yang peneliti gunakan untuk menghimpun data dalam penelitian ini yaitu observasi non-patisipan, wawancara mendalam, dan Dari pembahasan dan anilisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tari Kejai yang ada pada masyarakat suku Rejang yang merupakan tarian adat, yang diwarisi secara turun menurun dari leluhur. Tari ini berlatar belakang dari sebuah ceria turun temurun tentang ungkapan bahagia, wujud syukur kepada sang pencipta, dan suka cita atas anugrah dari Yang Maha Kuasa. Bentuk penyajian tari Kejai pun sangat sederhana, penggunaan panei sebagai pengikat, serta pola lantai dan gerakan yang sederhana. Setting dalam Pelaksanaan pertunjukan seni tari Kejai baik upacara Kejai diadakan ditempat yang sesuai dengan fungsi, makna dalam adat Kejai itu sendiri. Dalam konteksnya pelaksanaan adat berupa kesenian ini tidak ada tempat yang dibuat permanen durasi pelaksanaan tari Kejai dilaksanaakan tergantung dengan kemampuan yang memiliki hajat. Namun, pada masa sekarang waktu penggunaan kesenian tarian Kejai hanya dilakukan beberapa jam saja tidak sampai berhari-hari. Partisipan dalam tradisi kesenian tari Kejai ini, adalah orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya seperti para penanari . nok sange. , pemain musik, dan pemain lainnya yang terlibat langsung. Kata Kunci: Nilai Dakwah Islam. Tari Kejai. Suku Rejang Jurnal Dawuh Vol. 2 | No. 3 | November 2021 | Hal. PENDAHULUAN Dalam konteks hubungan sosial budaya, manusia akan terus berkomunikasi dengan manusia lain dengan maksud dan tujuannya masing-masing. Serta komunikasi yang ada dalam konteks budaya, dengan memasukkan makna universal, termasuk seni, pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, adat istiadat . dan hal-hal lain yang berkaitan dengan komunikasi sosial. Upacara tradisional telah menjadi tradisi dalam kehidupan sehari-hari dalam suatu masyarakat sosial yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang. Seperti halnya ritual adat, salah satu tradisi masyarakat, adat diyakini memiliki nilai-nilai yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Upacara tradisional erat kaitannya dengan ritual keagamaan. Ritual itu sendiri merupakan media untuk agama melakukan perubahan pada diri manusia. Masyarakat suku Rejang Kabupaten Lebong dalam melaksanakan tradisi upacara adat kejai memiliki tarian tradisional yang mengandung makna dan nilai masyarakat dalam upacara adat, seperti upacara pernikahan, penyambutan tamu, penyambutan Rajo, tindik dan sebagiannya. Tarian adat merupakan pranata sosial penuh kegiatan dalam masyarakat yang berfungsi sebagai media untuk saling komunikasi makna dan nilai masyarakat diwujudkan dalam upacara adat, seperti upacara pernikahan, tetapi juga sebagai penghubung antara dunia nyata dan dunia gaib. Dengan demikian, nilai-nilai etika dalam masyarakat dikomunikasikan kepada seluruh masyarakat melalui simbol dan pesan ajaran agama. Sehingga membuat pelaksanaan tarian adat kejai itu menjadi sarana sosialisasi didalam masyarakat itu sendiri. Seiring berkembangnya zaman, didalam masyarakat sangat membutuhkan bahasa, komunikasi dan kebudayaan untuk menunjang solidaritas dalam suatu anggota kelompok didalam masyarakat. Bahasa. Komunikasi dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang sama artinya dengan mencoba memahami proses interprestasi manusia dalam suatu kelompok masyarakat, penting didalam kehidupan manusia baik dalam menjalan aktivitas sehari-hari untuk mencapai tujuan bersama. Sehingga, masyarakat umumnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial. Kemudian kelompok memungkinkan wadah untuk saling berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan dengan masyarakat lainnya. Didalam suatu masyarakat menjaga suatu kearifan lokal yang menjadi hasil produksi kebudayaan yang hidup dan tumbuh bersama adat desa ataupun adat daerah dan kemudian diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat social. Sehingga kearifan lokal menjadi warisan turun temurun dalam tata nilai kehidupan yang menyatu dalam bentuk religi, budaya maupun adat istiadat. Adat daerah merupakan suatu unsur yang turut memberikan corak di kehidupan Sehingga, adat di dalam daerah memberikan urgent dan ciri khas tersendiri dalam masyarakat di suatu daerah. Adat sebagai suatu system media yang memberikan pengaruh terhadap komunikasi karena dasar dari komunikasi itu sendiri merupakan adat yang terdapat dalam masyarakat. Adat akan menjadi pendorong gaya komunikasi tertentu yang diharapkan setiap daerah. Masyarakat memberikan adaptasi terhadap lingkungan sosial dengan meningkatkan suatu kearifan yang berwujud pengetahuan atau ide, peralatan, dipadu dengan norma adat, nilai budaya, dan aktifitas mengelola lingkungan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Contohnya Masih banyak sekali kebiasaan bentuk-bentuk adat istiadat suku Rejang, menyajikan ciri khas dalam budaya yang terdapat pada suku Rejang yang bernilai maupun berkualitas dari hasil Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Upacara Adat Kejai : Kajian Etnografi Komunikasi Suku Rejang Kabupaten Lebong Ridho Syabibi karya kerajinan anak-anak bangsa yang tersebar di daerah adat yang berada pada kelompok masyarakat adat Suku Rejang di Kabupaten Lebong. Tari kejai tidak hanya terdapat di Kabupaten Lebong saja, akan tetapi juga terdapat di kabupaten lain di dalam provinsi Bengkulu itu sendiri. Seperti Kabupaten Rejang Lebong. Kabupaten Kepahiang. Kabupaten Bengkulu Utara, yang bersuku Rejang. Perbedaan hanya Tak terlepas dari budaya dalam suatu daerah dapat menambah eratnya solidaritas masyarakat dengan cara saling berkomunikasi atau berinteraksi dengan baik dalam anggota kelompok masyarakat. Seperti budaya daerah yang peneliti temukan dalam masyarakat yaitu adanya nilai-nilai dakwah yang terdapat pada pelaksanaan tari kejai yang sering dibawakan dalam upacara kejai suku Rejang. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bascom bahwa budaya daerah memiliki empat peranan, diantaranya: . Berperan sebagai sistem proyeksi untuk pencerminan suatu kolektif. Berperan sebagai pranata masyarakat social akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya. Berperan sebagai media pendidikan anak. Berperan sebagai alat kontrol agar norma-norma dalam syair memiliki kaidah dan nilai-nilai estetika yang dalam. Peranan tersebut, menjadikan bahwa budaya dalam suatu daerah itu memiliki peran penting atau pun tugas yang amat pentig sebagai suatu ciri khas yang memiliki urgensi tersendiri di dalam suatu daerah. Upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Rejang di kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, khusus pada tahapan pelaksanakan tari kejai sangat menarik untuk peneliti teliti. Masyarakat suku Rejang biasanya mengadakan tari kejai untuk merayakan acara tertentu saja, diantaranya penyambutan rajo, perayaan panen, pengangkatan pemimpin, menindik bayi, khitanan, khatam Al-Quran, pernikahan. HUT Kabupaten Lebong dan perayaan lainnya sesuai keinginan juga niat dari penyelenggara. Upacara kejai, dalam kebudayaan daerah ini yang menjadi inti acara adat ini adalah tari Tarian ini merupakan ritual sakral, dimana masyarakat suku Rejang percaya bahwa ketika sedang menari kejai para dewa turun dan ikut menari. Oleh karena itu, tidak sembarang orang diperbolehkan menari kejai. Dalam upacara yang sakral, tarian ini hanya boleh ditarikan oleh bujang dan dan gadis yang masih perawan dan dalam keadaan suci . idak hai. , mereka dipanggil dengan sebutan anok sangei. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor . ebagaimana yang dikutip oleh Moleon. , metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sementara itu. Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Penulis menggunakan metode kualitatif sebab . lebih mudah mengadakan penyesuaian dengan kenyataan yang berdimensi ganda, . lebih mudah menyajikan secara langsung hakekat hubungan antara peneliti dan subyek penelitian, . memiliki kepekaan dan daya penyesuaian diri dengan banyak pengaruh yang timbul dari pola-pola nilai yang dihadapi HASIL DAN PEMBAHASAN Suku Rejang memiliki wilayah kekuasaan terbesar di wilayah Bengkulu dibandingkan dengan 5 suku asli di Bengkulu, yaitu Serawai. Pekal. Basemah. Bintuhan. Lembak, dan Enggano. Belum lama ini, masyarakat Rejang memiliki wilayah Bengkulu Utara. Lebong. Rejang Lebong. Kepahiang, dan Bengkulu Tengah. sebagai pertemuan etnis besar, masyarakat Rejang memiliki komponen umum dari cara hidup Jurnal Dawuh Vol. 2 | No. 3 | November 2021 | Hal. mereka sendiri. Komponen-komponen yang tersebar luas tersebut hingga kini harus dilihat sebagai sebuah perayaan besar yang dikenal dengan bimbang atau kejai. Menurut history dalam melaksanakan tari kejai bermula dengan datangnya seseorang petapa memberikan petunujuk bagaimana cara memulai serta mengakhiri tari kejai tersebut. Masyarakat percaya bahwa Petunjuk itu datang dari yang Maha Kuasa disampaikan melalui ninik mamak yang berisi norma melaksanakan kejai atau Bimbang besar (Pesta warg. Adanya petunjuk berasal petapa itu ialah cara bujang merindukan gadis atau gadis merindukan bujang . aAoaru. , dengan cara menirukan gerak elang yang berputar-putar sembari memperhatikan dimana terdapat mangsanya. Disaat beliau melihat mangsanya ia akan mengelilingi dengan sabar, telah sempurna baru disambarnya. Kejai adalah istilah yang digunakan oleh orang Rejang untuk menggambarkan perayaan pada menit-menit penting dalam kehidupan sehari-hari, sering juga mereka menyebutnya dengan kata kejai. Kata tanya lebih umum digunakan dari istilah kejai. Penekan dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat Melayu Bengkulu, pendatang dari pesisir, sedangkan kejai hanya dimanfaatkan oleh suku Rejang. Asal Usul Adat Kejai Sesuai hasil wawancara dari partisipan mengungkapkan bahwa menurut sejarah kejai pertama kali diadakan pada saat pernikahan putri cerlik mato anak asal. dalam proses pelaksanaan pernikahan tersebut diadakannya prosesi yang berbentuk kesenian tari serta Sedangkan berdasarkan sejarah tari kejai telah ada pada daerah Rejang (Lebon. Pada waktu itu, tari kejai menggunakan beberapa alat-alat instrument pengiring tari yang terbuat dari bambu sebagai kulintang serta krilu . eruling bambu khas Rejang/Lebon. semenjak para biku berasal majapahit, instrument pengiring tari terbuat dari logam. Pada seremoni pernikahan biku bermano menggunakan putri senggang sehingga dipakailah alat instrument dari logam kurang lebih abad 13. Aukarno jaman bel o tun gi didik, jaman belAoo baik jaman rajo-rajo, tuunan oh agok sulit nah mako jaman oh munajat magea tuhan istilah te uyo, nadeak ne ngen tuhan apo bilo si ade keturunan baik slawei atau smanei do o ba si maket kejai, amen si slawei tindik gabung padeak tun nao, atau nak nikeak ne si lok maket kejai karno sulit magea keturun zaman o awei oh pulo gi smanei ne waktau sunat rasull ne doo bas i munajat magea tuhan , do o ba asal usul pertamo ne kundei diwo tuun moi manusio biaso. Ay1 Pada zaman raja dulu, orang susah memiliki keturunan sehingga orang bernazar, apabila ia dikaruniai keturunan baik cewek ataupun cwok ia akan mengadakan adat kejai. Acara adata seperti tindik, nikahan dan sunat rasul juga bisa menggunakan adat kejaisebagai bentuk rasa Itulah asal usul pertama orang mengangakat kejai. Sebagaimana dijelaskan oleh informan inti bahwa dahulu terdapat pasangan yang sudah lama menikah namun belum dikaruniai keturunan. Namun pada akhirnya mereka bermunajat maggea Tuhan . erniat/naza. , apabila mereka dikarunia seorang anak, maka mereka akan mengadakan perayaan besar-besaran. Kemudian dengan adanya niat tersebut mereka akhirnya dikarunia seorang anak. Mendengar adanya munajat yang diungkapkan oleh suami istri tersebut, maka seluruh sanak family berserta warga sekitar, secara gotong royong membantu mengerjakan niat suami istri tersebut dengan diaadakannya kejai itu. Pelaksanaan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk rasa syukur mereka atas karunia yang diberikan. Disimpulkan bahwa seni tari kejai pada berbagai acara yang diselenggarakan oleh masyarakat suku Rejang berfungsi untuk memeriahkan dan menghibur saudara, ninik mamak serta seluruh masyarakat. Pelaksanaan tari kejai menjadi semangat yang muncul dalam Wawancara dengan Informan Salim Senawar, 13 September 2021, di desa Topos Kabupaten Lebong. Wawancara dengan Informan Salim Senawar, 13 September 2021, di desa Topos Kabupaten Lebong. Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Upacara Adat Kejai : Kajian Etnografi Komunikasi Suku Rejang Kabupaten Lebong Ridho Syabibi masyarakat Rejang, dan semangat yang muncul dari penonton ketika tari kejai berlangsung. Dengan adanya penampilan tari kejai ini dapat memunculka Emosi . senang dan kepuasan hati tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikannya. Penampilan tari kejai ini membuat masyarakat yang jauh maupun dekat berkumpul di suatu tempat untuk menyaksikan tari kejai ini. Deskripsi Pelaksanaan Tari Kejai Pelaksanaan tari kejai hanya dilaksanakan untuk merayakan hal-hal tertentu, diantaranya adalah penyambutan raja, perayaan panen, khatam Al-Quran, menindik bayi, khitanan, pernikahan. Perayaan HUT Kabupaten Lebong dan dalam pelaksanaan lainnya sesuai dengan niat dari penyelenggara. Masyarakat Suku Rejang umumnya sering menyelenggarakan upacara kejai atau tari kejai saja untuk merayakan pernikahan. Oleh karena itu, titik fokus penelitian ini membahas tentang tari kejai. Mengingat, tari kejai dulunya merupakan rangkaian dari adat tradisional yang digelar cukup lama, pada umumnya fungsi adat kejai berlangsung selama tujuh hari tujuh malam, namun ada juga yang digelar selama tiga hari tiga malam dan sembilan hari Sembilan malam, tergantung pada keinginan tuan rumah. Maka pelaksanaan tari kejai ini akan berlangsung selama upacara berlangsung. Pelaksanaan upacara kejai yang menjadi pusat acara adalah tari kejai. Selanjutnya, tidak sembarang orang diperbolehkan menarikan tarian kejai. Tarian kejai yang sakral ini harus ditarikan oleh para pemuda dan pemudi yang masih perawan dan dalam keadaan suci, mereka dikenal dengan anok sangei. Penari dalam tari kejai ditarikan secara berpasangan dalam jumlah ganjil, misalnya lima pasang, tujuh pasang, hingga sembilan pasang. Anok sangei mungkin tidak berasal dari suku yang sama. Karena dari itu, tari kejai dimanfaatkan sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda yang berasal dari berbagai suku. Budaya daerah tak terlepas dengan unsur keunikan dan kesenian yang disajikan. Dengan hal ini tari kejai tampil sebagai ajang untuk silahturami namun juga untuk mencari pendamping hidup ketika sedang menari kejai. Meski demikian, standar yang harus dipatuhi saat sedang menari kejai, tidak mengizinkan anok sangei untuk berhubungan langsung atau akrab satu sama lain. Selanjutnya, untuk menempatkan diri anok sangei dapat menyampaikan perasaannya dalam nyambei. Adat nyambei diselesaikan dalam pelaksanaan tari kejai. Tarian dimainkan oleh anok sangei membentuk pola lingkaran yang berhadapan satu sama lain dengan searah jarum jam. Pertunjukan seni tradisional tari kejai, erat kaitannya dengan unsur-unsur musik, tari dan sastra pertunjukan. Mengenai pertunjukan tidak terlepas dengan melibatkan penonton. Dalam suatu pertunjukan akan lebih sempurna apa bila dilengkapi dengan penyajian sehingga, penonton dapat menikmati bentuk penyajianya melalui perasaan, telinga dan mata terhadap yang disajikan dalam pertunjukan. Supaya dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan tari kejai maka peneliti akan menguraikan unsur-unsur penyajian tari kejai,6 unsur-unsur tersebut diantarannya: Gennes Arlin Mela. Makna Simbolik Tari Kejei Suku Rejang, (Jurnal: Sosiologi Nusantara. Vol . 4 , no . Tahun 2. , hlm. Wawancara dengan Informan Abdul Gani, 07 September 2021 di Nangai Tayau. Meri Herneli. Eksistensi dan aspek budaya kesenian kejai dalam masyarakat desa tes kecamatan lebong selatan kabupaten lebong, (Diknas pariwisata kebudayaan dan perhubungan. Hlm, 5-7 Dais Dharmawan P, dkk, penetapan warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2017, (Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, 2. Hlm. Jurnal Dawuh Vol. 2 | No. 3 | November 2021 | Hal. Penyajian Musik Penyajian musik menjadi instrument pengiring tari kejai yang selalu digunakan dalam kesenian ini, yang semua instrument dimainkan oleh laki-laki. Instrument pegiring tersebut diantaranya: Gong, kulintang, redap . dan krilu . Berikut macam-macam instrumen musik pengiring tari kejai: Gambar. 1 : Alat musik Dep Dokumen : Pribadi Redap: Instrument Atau Dep yang dipergunakan dalam kesenian kejai hanya terdiri satu buah dengan dimainkan oleh seorang laki-laki. Dep memiliki fungsi sebagai pemberi tempo. Gambar. 2 : Alat musik penyanggah Dep Dokumen : Pribadi Gambar. 3 : Alat musik kulintang Wawancara dengan Informan Halludin S, 13 September 2021 di Desa Tunggang. Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Upacara Adat Kejai : Kajian Etnografi Komunikasi Suku Rejang Kabupaten Lebong Ridho Syabibi Dokumen : Pribadi Kulintang merupakan alat music yang juga digunakan dalam kesenian tari kejai yang memiliki jumlah perion yang digunakan terdiri dari 5 pencon . Gambar. 4 : Alat musik Gong Dokumen : Pribadi Gong: alat musik ini sebagai pemberi tekanan atau ketukan. Krilu: alat musik tiup sejenis Krilu terbuat dari bambu berukuran pendek. Krilu memiliki keseluruhan 5 lubang buka tutup dan 1 lubang tiup. Ketika anok sangei sedang menari, jakso akan memerintahkan para pemusik untuk berhenti sebagai tanda dimulainya Sambei, pemberhentian mendadak ini disebut ngandak. Jadi nyambei berarti kegiatan melantunkan sambei. Sambei adalah teks lagu yang berisi pantun dan syair daerah Rejang. 8 Pada penyajian musik pengiring tari kejai maka musik kulintang dimainkan oleh 1 orang, gong 1 orang, dep 1 orang, krilu 1 orang. Jadi, jumlah keseluruhan pemain musik pengiring tari kejai berjumlah 4 orang yang semuanya laki-laki. Penyajian tari Tari merupakam unsur gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan instrument musik. Dalam tari kejai gerak yang disajikan sederhana tidak terlalu banyak variasi, pada tari kejai di Lebong masih menjunjung keaslian dari gerakannya yang sama sekali tidak ada perubahan baik gerakannya ditambah maupun dikurang. Hal itu dilakukan untuk menjaga keaslian dan kesakralannya, sifatnya masih tradisi belum ada unsur variasi. Pada penyajian tarinya dibawahkan oleh anok sangei . yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, yang tidak boleh ada hubungan keluarga. Ragam gerak tari kejai, diantaranya: Gerak Awal Gerak awal ini merupakan gerakan masuknya anok sangei menuju pentas. Gerak pada saat masuk ini antara laki-laki dan perempuan berbeda seperti: Wawancara dengan Informan Salim Senawar, 13 September 2021 di Desa Topos. Wawancara dengan Informan Abdur zikri, 07 September 2021di Desa Tunggang. Jurnal Dawuh Vol. 2 | No. 3 | November 2021 | Hal. Gambar. 1 : Gerak masuk pentas penari laki-laki dan perempuan. Dokumen : https://youtu. be/oFNPMabbIOU Gerak Sembah Gerak sembah dalam penyajian tari kejai merupakan sebagai pembuka dan Gerak sembah tersebut dilakukan 3 kali sembah: Sembah pertama yang memiliki arti penghormatan sekaligus memohon izin kepada adat . okoh ada. Gambar. 2 : Gerak sembah awal yang diperagakan oleh partisipan AZ Dokumen : Pribadi Sembah kedua memiliki arti penghormatan kepada tamu undangan dan penonton atau warga yang menyaksikan. Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Upacara Adat Kejai : Kajian Etnografi Komunikasi Suku Rejang Kabupaten Lebong Ridho Syabibi Gambar. 4 : Gerak sembah kedua Dokumen : https://youtu. be/oFNPMabbIOU Sembah ketiga diartikan suatu penghormatan yang ditujukan kepada pasangan penari sebagai salam kenal dan kepada pemain musik. Gambar. 5 : Gerak Sembah 3 Dokumen : https://youtu. be/oFNPMabbIOU Gerak Berdiri Gerak berdiri diantara laki-laki dan perempuan berbeda gerakannya, seperti: Gambar. 6 : Gerak elang penari laki-laki Dokumen : Pribadi Jurnal Dawuh Vol. 2 | No. 3 | November 2021 | Hal. Gambar. 7 : Gerak elang penari perempuan Dokumen : https://youtu. be/oFNPMabbIOU Gambar. 8 : Gerak patah dayung perempuan Dokumen : https://youtu. be/oFNPMabbIOU Gambar. 9 : Gerak patah dayung laki-laki Dokumen : Pribadi Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Upacara Adat Kejai : Kajian Etnografi Komunikasi Suku Rejang Kabupaten Lebong Ridho Syabibi Gambar. : Gerak Ngajak laki-laki Dokumen : Pribadi Setting Komunikasi Tari Kejai . Tempat Pelaksanaan pertunjukan seni tari kejai baik upacara kejainya diadakan ditempat yang sesuai dengan fungsi, makna dalam adat kejai itu sendiri. Dalam konteksnya pelaksanaan adat berupa kesenian ini tidak ada tempat yang dibuat permanen atau pun khusus untuk Sehingga pada dasarnya pertunjukan tari kejai ini diadakan ditempat yang sudah disepakati bagi yang menyelenggarakan keseniaan tradisional tersebut. Balei Adat . alai des. , dilapangan, didepan teras rumah dan sebagiannya, bisa dipakai untuk pertunjukan seni tari kejai. Biasanya pembuatan balai berukuran 8 x 12 meter dapat dibuat disamping atau di depan rumah dengan membutuhkan halaman rumah yang luas. Waktu Sebenarnya waktu penyajian kesenian tari kejai dilaksanakan pada siang hari sampai dengan malam. Informan Abdur Zikri yang menjadi salah satu orang yang ikut andil dalam acara kejai . okoh ada. mengungkapkan bahwa:11 Lamanya pelaksanaan tari kejai dilaksanaakan selama 9 hari 9 malam, 7 hari 7 malam, dan dapat pula 5 hari 5 malam tergantung dengan kemampuan yang memiliki hajat. Namun, pada masa sekarang waktu penggunaan kesenian tarian kejai hanya dilakukan beberapa jam saja tidak sampai berhari-hari dan umumnya di laksanakan pagi atau siang hari saja. Nilai-nilai Dakwah Islam Tari Kejai Dalam memaknai setiap rangkaian dan gerak tari kejai Masyarakat suku Rejang sebagai bentuk komunikasi non-verbal yang memiliki nilai-nilai dakwah Islam. Melalui kegiatan tari kejai juga dapat diambil beberapa nilai-nilai sosial. Nilai-nilai Dakwah Tradisi tari kejai yang dapat diambil ialah solidaritas, nilai solidaritas tidak dapat terlepas dari tradisi ini, terlebih lagi, telah ada nilai yang terjaga dalam tradisi ini yaitu rasa syukur, gotong royong dan tolong menolong. Maka secara otomatis, akan muncul nilai solidaritas dalam tradisi tari kejai. Meninjau nilai-nilai tradisi tari kejai melalui pendekatan budaya. Manusia berfungsi dan berperannya sifat-sifat Wawancara dengan Informan Salim Senawar, 13 September 2021 di Desa Tapus. Kabupaten Lebong. Wawancara dengan informan Abdur Zikri, 07 September 2021 di Nangai Tayau, kabupaten Lebong. Wawancara dengan informan Halludin S, 26 Agustus 2021di Desa Tunggang. Kabupaten Lebong. Jurnal Dawuh Vol. 2 | No. 3 | November 2021 | Hal. kemanusiaan, sehingga orang menjadi manusia, dan begitu jugalah nilai-nilai kebudayaan suku Rejang. Dalam hal ini tidak terlepas dari pembahasan sebelumnya bahwa nilai-nilai dakwah dalam tradisi tari kejai, memiliki nilai-nilai Islam yang bermanfaat bagi masyarakat suku Rejang, sehingga penulis menarik kesimpulan tentang nilai-nilai dakwah tradisi tari kejai yang terkandung didalamnya yaitu: hubungan manusia dengan Allah swt, karena sifat hubungan antara manusia dengan Allah swt dalam ajaran Islam bersifat timbal-balik, yaitu bahwa manusia melakukan hubungan dengan Tuhan dan Tuhan juga melakukan hubungan dengan manusia dengan kata lain, tugas manusia di dunia ini adalah beribadah. Nilai-nilai Islam yang dimaksud dalam tradisi tari kejai, yang dapat kita simpulkan ialah mengungkapkan rasa syukur Salah satu tujuan dari tradisi tari kejai yaitu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. Nilai syukur dalam tradisi tari kejai tentu beriringan dengan efek sensorik yaitu kesenangan dan kebahagiaan. Jika seseorang merasa senang atau bahagia lalu lupa bersyukur, tentu tidak ada gunanya kebahagiaan yang ia miliki. Bahkan Allah swt akan menambahkan nikmat dan pahala bagi orang-orang yang terus bersyukur kepadaNya. Seperti penjelasan pada Ayat Al-Quran Surah Luqman Ayat 12 yang berbunyi: ECOa aoECaE AACAAOEAEA aOEAAEaAEa EOa ECsEAECAA CA A aCa ECsEAECACE aOCAeEaE ECsEAECACE CEaAEICEEaoEaA A aCa ACsAEAA CAEaE Ca AesAAE EeCOCUEaAOAA ENEOEUEO Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur . epada Alla. , maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Al-Quran Surah Al-Luqman ayat . Dalam ayat tersebut Allah SWT menjelaskan tentang karunia yang diberikan kepada pekerjanya yang terhormat (Luqman adalah kecerdasa. , khususnya informasi tentang realitas sesuai keadaan aslinya dan mengetahui fakta-fakta dalamnya. Wawasan adalah mengetahui hukum-hukum dan menyadari misteri-misteri yang terkandung di dalamnya, karena kadangkadang seseorang yang terpelajar belum memiliki gagasan yang paling kabur tentang wawasan itu. Seperti halnya tari Kejai, makna apresiasi kepada pembuatnya dengan surah AlLuqman Allah SWT memberikan berkah yang luar biasa, bagi para pekerjanya terus disyukuri, sehingga berkahnya disyukuri dan diperluas. Selain ungkapan rasa syukur, ada juga nillai silaturahmi yang tergambar dalam tradisi tari kejai, nilai kesabaran merupakan bagian dari materi dakwah tentang akhlak. Nilai-nilai dakwah Islam yang berkaitan dengan akhlak dalam tari kejai tercermin dari sikap tolong-menolong dan kerjasama antara masyarakat suku Rejang untuk menyukseskan acara pertunjukan tari kejai ini. dari hasil wawancara dengan salah seorang informan yang mengatakan bahwa: AuTari kejai yang dilaksanakan di Desa gunung alam bertujuan untuk menyambung hubungan tali silaturrahmi dan kerjasama antara masyarakat karena acara ini untuk menumbuhkan sikap saling tolong-menolong dimulai dari persiapan sampai proses pelaksanaan hingga berakhirnya acaraAy. Nillai-Nilai Dakwah Islam dalam tradisi tari kejai di Kabupaten Lebong, jika dilihat dari segi pelaksanaannya terdapat nilai silahturahmi didalamnya, karena seluruh kelurga baik keluarga dekat dan jauh berkumpul untuk memberikan doa dan tetap menjalin hubungan silahturahmi yang baik. Sebagai ummat Islam, perintah Allah swt harus dipatuhi. Orang yang mematuhi perintah Allah swt itu adalah orang yang bertakwa. Takwa artinya terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat dan patuh melaksanakan perintah Allah swt serta menjauhi segala apa yang dilarang-nya. Wawancara dengan informan Halludin S, 26 Agustus 2021. Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Upacara Adat Kejai : Kajian Etnografi Komunikasi Suku Rejang Kabupaten Lebong Ridho Syabibi AuDio ade makna ne, kileak ne ati te mandang moi agamo. Kileak ne si cemAoei slawei ngen smanei do merupakan bagian ajaran adat te jang. Lem adat te jang smanei coa buliak bersenggolan ngen slawei baik smulen coa buliak. Ay14 AuTari kejai memiliki makna, sebelum mengaitkan dengan agama. Dengan memberi batasan penari perempuan dan laki-laki saat menari merupakan salah satu etika dalam norma adat suku Rejang. Masyarakat suku rejang percaya bahwa perempuan sangat dihormati sehingga laki-laki dan perempuan tidak boleh bersenggolan dengan yang masih gadis. Secara universal nilai-nilai dakwah Islam komunikasi nonverbal dalam gerak tari kejai yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan ummat, diantaranya: Gerak pertama, sembah tari yang mengandung makna sebagai penghormatan terhadap roh-roh suku, kepada para pengunjung dan kepada masyarakat daerah setempat atau penonton yang menyaksikan tari kejai dalam Dukungan, ide dari beberapa kesalahan adalah gerakan yang diambil sebagai kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Gerak kedua, yaitu gerak mulai menari memberi makna bahwa masyarakat desa ini dalam memulai melakukan suatu pekerjaan harus selalu berfikir terlebih dahulu untuk melangkah dalam mengambil keputusan. Ketiga, gerak metik jari sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga atau sahabat baru. Keempat, gerak mateak dayung sebagai bentuk penyerahan diri kepada yang maha kuasa. Kelima, gerak sembah penyudo bermaksud ucapan terimakasih kepada Tuhan dan masyarakat atas kelancaran dalam melaksankan tari kejai. KESIMPULAN Pelaksanaan tari kejai ini ditengah masyarakat sebenarnya bukanlah suatu kewajiban, yang dalam arti wajib disini jika tidak dilaksanakan maka akan mendapat dosa dan jika dikerjakan maka akan mendapat pahala dari Allah swt, karena tradisi ini sudah dilaksanankan turun temurun dari nenek moyang, maka tradisi ini sudah menjadi semacam keharusan bagi masyarakat Rejang khususnya di Kabupaten Lebong. Setting dalam Pelaksanaan pertunjukan seni tari kejai baik upacara kejai diadakan ditempat yang fleksibel menyesesuaikan dengan fungsi atau kondisi, dalam adat kejai itu sendiri. Tempat menjadi faktor yang mendukung dalam suatu pementasan kesenian yang dapat dinikmati dan dinikmati secara Durasi pelaksanaan tari kejai dilaksanaakan selama 9 hari 9 malam, 7 hari 7 malam, dan dapat pula 5 hari 5 malam tergantung dengan kemampuan yang memiliki hajat. Namun, pada masa sekarang waktu penggunaan kesenian tarian kejai hanya dilakukan beberapa jam saja tidak sampai berhari-hari. Partisipan dalam tradisi kesenian tari kejai ini adalah orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya seperti para penanari . nok sange. , pemain musik, dan pemain lainnya yang terlibat langsung. Nilai Ae nilai dakwah Islam dalam tari kejai yakni nilai silahturahmi, nilai rasa syukur, dan nilai tolong menolong. Lebong. Wawancara dengan informan Halludin S, 26 Agustus 2021 di desa Tunggang Kabupaten Sosiologi Gennes Arlin Mela. Makna Simbolik Tari Kejei Suku Rejang, (Jurnal: Nusantara. Vol . 4 , no . Tahun 2. , hlm. Jurnal Dawuh Vol. 2 | No. 3 | November 2021 | Hal. DAFTAR PUSTAKA