Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIDROTERAPI (RENDAM KAKI AIR HANGAT) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI THE EFFECT OF HYDROTHERAPY (WARM WATER FOOT SOAKS) ON BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION PATIENTS Rina Librianty STIKes Bhakti Husada Cikarang Corresponden Email: rinalibrianty98@gmail. Abstrak Abstak: Latar Belakang: Hipertensi jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah adalah hidroterapi . endam kaki air hanga. Hidroterapi . endam kaki air hanga. merupakan terapi air yang dapat menurunkan tekanan darah. Hidroterapi . endam kaki air hanga. dapat mendilatasi pembuluh darah sehingga dapat melancarkan peredaran darah serta menurunkan tekanan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan tekanan darah sebelum dan setelah diberikan intervensi rendam kaki air hangat. Metode: Penelitian ini quasi-exsperiment pretest-posttest with control grup design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Populasi dalam penelitian ini pasien hipertensi di wilayah kerja Puskemas Berbah Yogyakarta dengan total sampe 60 responden, 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Analisis data yang digunakan independen T-test. Instrumen dalam penelitian ini Sphygmomanometer Omron digital dan Termometer LIG parsial yang telah dilakukan kalibrasi. Analisis data menggunakan paired T-test. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi pretest 161,87mmHg, posttest 140,83mmHg. Kelompok intervensi dengan usia responden sebesar 67,53 tahun, pendidikan SMP atau lebih rendah . ,0%). Hasil penelitian Terdapat pengaruh hidroterapi . endam kaki air hanga. terdapat tekanan darah pada kelompok intervensi di dapatkan hasil . =0,. Saran: Penelitian selanjutnya melakukan pengukuran variabel luar pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kata kunci: Hidroterapi . Rendam Kaki. Tekanan Darah . Hipertensi Abstract Abstract: Background: Hypertension if not treated immediately can cause various complications. One of the non-pharmacological therapies that can lower blood pressure is hydrotherapy . arm water foot soa. Hydrotherapy . arm water foot soa. is a water therapy that can lower blood pressure. Hydrotherapy . arm water foot soa. can dilate blood vessels so that it can improve blood circulation and lower blood pressure. Objective: This study aims to see changes in blood pressure before and after being given a warm water foot soak intervention. Method: This study was a quasi-experimental pretestposttest with control group design. The sampling technique used consecutive sampling. The population in this study were hypertensive patients in the Berbah Health Center work area of Yogyakarta with a total sample of 60 respondents, 30 respondents in the intervention group and 30 respondents in the control group. Data analysis used an independent Ttest. The instruments in this study were digital Omron sphygmomanometers and partial LIG thermometers that had been Data analysis used a paired T-test. Results: The average systolic blood pressure in the intervention group 87mmHg, posttest 140. 83mmHg. The intervention group with respondents' age of 67. 53 years, junior high school education or lower . 0%). The results of the study There is an effect of hydrotherapy . arm water foot soa. on blood pressure in the intervention group obtained results . = 0. Suggestion: Further research will measure external variables in the intervention group and control group. Keywords: Hydrotherapy . Foot bath. Blood pressure . Hypertension JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 Pendahuluan Hipertensi merupakan tekanan darah sitolik dan diastolik melebihi batas normal. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di seluruh dunia yang mengarah pada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke (Wahyuningsih. Menurut International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines tekanan darah tinggi jika tekanan darah sistolik Ou 140 mm/Hg dan atau tekanan darah diastolik Ou 90 mm/Hg (Ungger, 2. Asia Tenggara menempati urutan ke-3 tertinggi dengan prevalensi sebesar 25% dari total populasi (Dosoo. Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar 2018 penderita hipertensi di Indonesia mencapai 620 orang atau sekitar 8,4% berdasarkan diagnosa dokter pada penduduk umur Ou 18 tahun (Riskesdas, 2. Berdasarkan data laporan surveilans Puskesmas di Provinsi DIY pada tahun 2017 ditemukan kasus hipertensi sebanyak 29. 862 kasus dan pada tahun 2019 meningkat sebanyak 78. 468 kasus. Data tersebut menunjukan hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit yang ada di Yogyakarta (Dinkes, 2. Puskesmas Berbah merupakan Puskesmas dengan penderita hipertensi terbanyak kedua dari tujuh belas Kecamatan di Kabupaten Sleman pada tahun 2022. Kasus hipertensi di Kecamatan Berbah sebesar 2,802 jiwa dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 1,373 dan perempuan sebanyak 1,429 jiwa (Dinkes, 2. Penatalaksanaan hipertensi saat ini sesuai The Eight Joint National Committee (JNC . menyebutkan pentingnya modifikasi gaya hidup berupa penurunan berat badan, penerapan pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertensio. , pembatasan asupan garam O 6 gr/hari, aktifitas fisik minimal 30 menit perhari, pembatasan konsumsi alkohol dan berhenti merokok. Beberapa hal ini dapat mengontrol tekanan darah dan bahkan dapat mengurangi kebutuhan obat pada pasien hipertensi (James, 2. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan dua metode yaitu dengan teknik farmakologi dan non farmakologi salah satunya hidroterapi. Hidroterapi . endam kaki air hanga. dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta meredakan JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503264X ketegangan otot dan trauma. Terapi air hangat dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit, mengobati insomnia, menghilangkan stres serta memperlancar sirkulasi darah (Chowdhury, 2. Menurut Mooventhan . efek terapi air dapat bertahan A 96 jam atau . setelah diberikan Prinsip kerja dari hidroterapi rendam kaki air hangat dengan suhu 38AC- 40AC, durasi 15- 20 menit, ketinggian air 25 cm dari telapak kaki hingga diatas mata kaki tanpa menggunakan alas kaki, baskom atau ember bentuk tabung dengan tinggi 44 cm, diameter 47 cm (Wenny, 2. Dalam hal ini efek terapi air dapat meningkatkan kekebalan imunitas, menurunkan kelelahan serta mengurangi kekakuan pada otot (Mooventhan, 2. Terapi komplementer yang dapat dilakukan salah satunya adalah hidroterapi. Hidroterapi merupakan salah satu terapi kombinasi untuk menurunkan tekanan darah yaitu terapi alternatif rendam kaki air hangat, dalam Nursing Interventions Classification (NIC) rendam kaki air hangat merupakan salah satu intervensi dari diagnosa keperawatan yaitu gangguan perfusi jaringan (Ariani, 2. Rendam kaki air hangat ini sangat mudah dilakukan, tidak membutuhkan biaya yang mahal, tidak memiliki efek samping dan tidak berbahaya selain itu memberikan efek relaksasi dengan pembuluh darah, kekentalan darah, meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana pengaruh pemberian hidroterapi . endam kaki air hanga. terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Berbah Yogyakarta. Metode Penelitian Penelitian quasi-exsperiment pretest-posttest with control grup design. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Berbah Yogyakarta pada 2 Mei sampai 29 Mei 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan independen T-test. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Sphygmomanometer Omron Termometer LIG parsial yang telah dilakukan Responden masing-masing kelompok Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 sebanyak 30 responden terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tabel 1. Karakteristik Responden Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Berbah 2024 . Kelompok Karakteristik Usia . Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP atau lebih SMA atau lebih Intervensi . f (%) MeanCSD 67,53C5,69 Kontrol . f (%) MeanCSD 66,50C5,14 bisa terjadi pada segala usia, namun paling sering dijumpai pada orang berusia 60-74 tahun hal ini disebabkan oleh perubahan alami pada jantung, p value pembuluh darah, hormon, perubahan struktur pada 0,464 darah besar, sehingga pembuluh darah 0,063 menjadi lebih sempit dan dinding pembuluh darah menjadi kaku (Riamah, 2. Sejalan dengan 0,781 penelitian lain yang menyebutkan bahwa intensitas Tabel kelompok intervensi dengan rerata usia responden mempengaruhi pola berpikir seseorang terkait gaya hidup (Kishore et al. , 2. Tabel. Gamban Rata-Rata Tekanan Darah Sebelum dan sebesar 67,53 tahun, setengah dari jumlah responden Setelah Perlakuan pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja berjenis kelamin perempuan . ,0%), sebagian besar Puskesmas dari jumlah responden dengan pendidikan SMP atau Pengukuran p value lebih rendah . ,0%). Sejalan dengan penelitian Pre-test Post-test Widiastuti . MeanCSD MeanCSD 161,87C15, 88,27C12,0 140,83C12,59 81,40C10,76 0,001* 0,001* 155,67C11, 85,17C9,12 157,37C14,34 85,07C7,78 0,420 0,939 pramenstruasi dan pascamenopause menyebabkan penurunan hormon estrogen yang menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah, terjadi peningkatan kadar LDL (Low Density Lipoprotei. terbentuk aterosklerosis pada arteri dan pembuluh darah hal ini yang dapat meningkatkan tekanan darah (Widiastuti. Penelitian ini rata-rata usia yaitu sekitar 6080 tahun, usia lanjut sangat berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa semakin tinggi usia maka semakin berisiko mengalami tekanan darah tinggi dikarenakan fungsi kardiovaskuler seperti peningkatan kekakuan arteri serta berkurangnya elastisitas otot jantung dan kerentanan lansia terhadap hipertensi (Kristamuliana et al. , 2. Sejalan dengan penelitian Riamah . seiring dengan bertambahnya usia resiko terjadinya hipertensi meningkat. Meskipun hipertensi JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503264X Kelompok Intervensi Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik Kelompok Kontrol Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik Ket: *p < 0,05 signifikan Paired T-Test Kelompok intervensi, didapatkan nilai . <0,. , maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik maupun diastolik sebelum dan setelah diberikan hidroterapi pada kelompok intervensi. Sementara pada kelompok kontrol, didapatkan bahwa nilai . >0,. , yang berarti tidak terdapat perbedaan tekanan darah sistolik maupun diastolik sebelum dan setelah pada kelompok kontrol. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Susanti . setelah diberikan rendam kaki air hangat 6 kali berturut-turut dengan durasi 15 menit didapatkan perbedaan Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 signifikan dalam tekanan darah sistolik dan diastolik, rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan perlakuan 148mmHg turun menjadi 139,33mmHg setelah perlakuan. Sedangkan rata- rata tekanan darah diastolik sebelum perlakuan 91,33mmHg turun menjadi 83,33mmHg setelah perlakuan (Susanti. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Mirani . penelitian menunjukan rata-rata tekanan darah responden sebelum diberikan intervensi tekanan darah sistolik 149,50mmHg dan diastolik 99,81mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah responden sesudah diberikan intervensi hidroterapi sistolik 141,38mmHg dan diastolik 95,19mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah diberikan intervensi (Mirani, 2. Tabel 3. Pengaruh Pemberian Hidroterapi Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Berbah 2024 . AEPre-test Ae CohenAos Post-test p value CI 95% MeanCSD Tekanan Darah Sistolik Kelompok 21,03C14,56 Intervensi 15,980,001 1,74 29,49 Kelompok -1,70C11,39 Kontrol Tekanan Darah Diastolik Kelompok 6,87C9,72 Intervensi 2,360,003 0,80 11,16 Kelompok 0,10C7,07 Kontrol * keterangan: p < 0,05 Unpaired T-Test Tabel 3 memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian hidroterapi terhadap tekanan darah sistolik pada pasien hipertensi . < 0,. , dengan selisih rerata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi sebesar 21,03 satuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol -1,70 satuan. Pemberian terapi hidroterapi pada kelompok intervensi memiliki effect size yang ditunjukkan oleh nilai CohenAos d sebesar 1,74 yang berarti intervensi yang diberikan memiliki efek yang kuat dalam menurunkan tekanan darah sistolik . C 0,. Sejalan dengan penelitian Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Julianto . pemberian rendam JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503264X kaki air hangat selama 6 kali dan secara terus menerus mempunyai pengaruh terhadap penurunan tekanan darah dengan menggunakan analisa statistik menggunakan Uji Paired T Test pada pretest dan posttest sistole diperoleh nilai signifikan = 0. (<0,. , maka terdapat pengaruh rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Desa Genggong Kabupaten Karanganyar (Julianto, 2. Kesimpulan dan Saran Terdapat pengaruh hidroterapi . endam kaki air hanga. terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Ucapan Terima Kasih Saya ucapkan terimakasih kepada para responden penelitian dan Puskesmas Berbah Yogyakarta yang memberikan izin untuk melakukan penelitian serta memfasilitasi dalam proses penelitian. Referensi atau Daftar Pustaka