ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT MENURUT PERSFEKTIF EKONOMI SYARIAH Raudatul Jannah1. Agus Purnomo2 Fakultas Studi Islam. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Email: jenjenjenah11@gmail. com, guspur80@gmail. Abstract This study is intended to break the elastic income of farmers in working on the economy in Gunung Batu Village. In this review, the scientists used self-explanatory subjective examination techniques. The researcher realizes that the scope of this research is limited to the sources that will be examined. This research aims to examine the impact of rubber farmers' income on the economy of Gunung Batu Village. In this review, the experts used a subjectively interesting exploration technique. Experts understand that this research is only limited to analyzing the sources analyzed in this review. The results of the findings and discussion of this study include: Observing the current condition of rubber farmers in Gunung Batu Village. Rubber farmers in Gunung Batu Village are currently experiencing a difficult time with the falling price of rubber sap. The rubber farmers in Gunung Batu Village want to boost their rubber latex production while at the same time avoiding fraud that is detrimental to other rubber farmers. The part of public authorities in expanding cost elastic is very important. Keywords: Study. Income. Farmers. Village. Sap Abstrak Kajian ini dimaksudkan untuk mendobrak penghasilan petani yang elastis dalam menggarap perekonomian di Desa Gunung Batu. Dalam ulasan ini, para ilmuwan menggunakan teknik pemeriksaan subyektif yang jelas. Peneliti menyadari bahwa ruang lingkup penelitian ini terbatas pada sumber-sumber yang akan di teliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pendapatan petani karet terhadap perekonomian Desa Gunung Batu. Dalam ulasan ini, para ahli menggunakan teknik eksplorasi yang menarik secara subyektif. Para ahli memahami bahwa penelitian ini hanya terbatas untuk menganalisis sumber-sumber yang dianalisis dalam ulasan ini. Hasil temuan dan pembahasan penelitian ini antara lain: Mencermati keadaan petani karet di Desa Gunung Batu saat ini. Petani karet di Desa Gunung Batu saat ini sedang mengalami masa sulit dengan turunnya harga getah karet. Petani karet di Desa Gunung Batu ingin mendorong produksi getah karetnya sekaligus menghindari penipuan yang merugikan petani karet lainnya. Bagian otoritas publik dalam memperluas biaya elastis sangat penting. Warga Desa Gunung Batu bersemangat mengantisipasi sejumlah inovasi yang berpotensi menaikkan harga karet lateks. Pemikiran akhir: Kehidupan masyarakat petani karet sangat dipengaruhi oleh kerjasama pemerintah dan masyarakat. Agar getah karet dapat dinaikkan kembali, perlu dicari cara untuk menurunkan harganya guna meningkatkan kesejahteraan petani karet. Kata Kunci: Kajian. Pendapatan. Petani. Desa. Getah Analisis Pendapatan Petani Karet Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Menurut Persfektif Ekonomi Syariah Raudatul Jannah. Agus Purnomo PENDAHULUAN Pemanfaatan aspek bertani dalam bertani memutuskan jenis pertanian mana yang paling produktif di suatu wilayah dengan mendistribusikan aset untuk meningkatkan pendapatan secara efektif, profesional, dan berkelanjutan. Akibatnya, pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan besar. Keuntungan yang diperoleh adalah salah satu gaji Berbagai hasil pertanian, termasuk pangan dan subsektor tanaman perkebunan rakyat, dicari oleh kegiatan bercocok tanam yang dijadikan sebagai mata pencarian masyarakat tani. Subsektor perkebunan rakyat meliputi tanaman karet yang banyak terdapat di berbagai tempat, antara lain di Desa Gunung Batu Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut perspektif ekonomi Islam, perluasan kesempatan kerja dan dorongan kesempatan berusaha merupakan tujuan pembangunan sektor pertanian. Sasaran tersebut antara lain meningkatkan efisiensi item agraria untuk mengatasi masalah bisnis rumahan dan kebutuhan pangan individu, peningkatan komoditas, dan peningkatan gaji peternak. Salah satu wilayah Indonesia yang elastisitasnya sangat tinggi adalah wilayah Kalimantan Selatan (Izafera, et. al, 2. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian lapangan adalah istilah untuk penelitian semacam ini. Penelitian lapangan adalah pemeriksaan secara komprehensif, mendalam, dan menyeluruh terhadap satu objek dengan memperlakukannya sebagai suatu kasus. Studi tentang unit sosial, apakah itu individu, kelompok, institusi, atau masyarakat, dan interaksi lingkungannya adalah fokus utama penelitian lapangan. Dengan demikian penelitian lapangan ini diharapkan dapat secara tepat menggambarkan kualitas individu, kondisi, efek samping atau pertemuan tertentu atau untuk memutuskan terulangnya penyebaran efek samping yang berbeda di arena publik. Masyarakat Desa Gunung Batu akan menjadi sasaran dan lokasi penelitian. Sifat Penelitian Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif sesuai dengan judul dan fokus masalah. Yang tersirat dari gagasan pemeriksaan pembeda adalah penelitian yang diharapkan dapat menggambarkan, mencatat, membedah, dan menguraikan kondisi yang sedang terjadi atau yang sudah ada. Oleh karena itu, penelitian penulisan ini bersifat deskriptif dan kualitatif, dengan fokus pada perspektif masyarakat terhadap pendapatan usaha petani karet (Studi Kasus Desa Gunung Batu Kecamatan Makmur Sambun. melalui penjabaran fakta dan fenomena secara sistematis. Sumber Data Adapun sumber data dalam sebuah penelitian, peneliti dapat memperoleh data baik dari sumber primer maupun sekunder: Informasi esensial adalah informasi yang dikumpulkan sendiri oleh spesialis langsung dari sumber utama atau tempat dilakukannya objek pemeriksaan. Dalam hal ini, wawancara langsung dengan petani karet di Desa Gunung Batu memberikan data primer. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol. No. 1 Maret 2024 Analisis Pendapatan Petani Karet Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Menurut Persfektif Ekonomi Syariah Raudatul Jannah. Agus Purnomo Data sekunder adalah informasi yang dikumpulkan oleh peneliti melalui catatan dan dokumentasi yang berkaitan dengan objek penelitian, seperti buku, artikel, dan karya ilmiah. (Rinekacipta,) Teknik Sampling Penelitian ini menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling agar lebih mudah mengakses dan menghubungi masyarakat di bandingkan dengan cara yang lain nyaTeknik Sampling Penelitian ini menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling agar lebih mudah mengakses dan menghubungi masyarakat di bandingkan dengan cara yang lain nya. Teknik Pengumpulan Prosedur pengumpulan informasi adalah langkah utama menuju interaksi pemeriksaan, dengan alasan bahwa tujuan utama eksplorasi adalah untuk memperoleh Dalam penelitian teknik pengumpulan informasi ini harus dimungkinkan melalui persepsi, wawancara, dokumentasi. Berikut ini adalah metode yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk penelitian ini: Persepsi Persepsi adalah persepsi yang disengaja, metode, hubungan dengan kekhasan sosial dengan efek samping mental untuk dicatat nanti. Observasi sebagai alat untuk mengumpulkan data yang dapat dilakukan saat itu juga atau dengan checklist yang telah disiapkan sebelumnya. Informasi yang telah dikumpulkan ditangani dan dipecah dengan cara yang mengungkapkan secara subyektif, terutama ketika informasi mendalam diperkenalkan dan terjemahan hipotetis diselesaikan untuk mendapatkan garis besar klarifikasi dan akhir yang memadai. Apa yang penulis maksudkan di sini adalah bahwa para analis langsung menuju objek penelitian, khususnya peternak elastis yang bertekad untuk mendapatkan informasi yang akurat. Teknik ini digunakan sebagai strategi utama untuk mengumpulkan informasi dan persepsi pencipta tentang bagaimana gaji peternak elastis bekerja untuk ekonomi individu di Desa Gunung Batu. Interview Dengan berbicara kepada orang-orang yang mampu memberikan informasi kepada peneliti, peneliti menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Untuk mewujudkan hal-hal yang dipertimbangkan. Metode wawancara dikoordinasikan pada isu tertentu atau pada titik fokus eksplorasi. Ini adalah siklus untuk mengungkap data secara lugas dan luar dalam sebagai informasi penting. Rapat dari atas ke bawah ini dipimpin oleh saksi-saksi yang dianggap memiliki gambaran data yang penting untuk Jenis wawancara yang dilakukan oleh penulis esai dalam penelitian ini adalah pertemuan bebas terarah, atau paling tidak penanya membawa sistem inkuiri yang akan diperkenalkan kepada mereka yang direnungkan. Penulis menggunakan wawancara terarah dengan alasan menurut penulis teknik ini lebih berhasil dalam siklus eksplorasi sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data dari masing-masing responden. Petani karet dari Desa Gunung Batu di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar akan diwawancarai. Dokumentasi Dokumentasi Mencari informasi tentang catatan, dokumen, transkrip. Metode pendokumentasian meliputi agenda, risalah rapat, buku, surat kabar dan majalah. Datadata yang tidak dibatasi ruang dan waktu ini diharapkan dapat memperkaya teori. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol. No. 1 Maret 2024 Analisis Pendapatan Petani Karet Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Menurut Persfektif Ekonomi Syariah Raudatul Jannah. Agus Purnomo pendapat, dan gagasan mengenai pendapatan petani karet guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Desa Gunung Batu. Sambung. Kecamatan Makmur Kabupaten Banjar. Teknik Analisis Data Pada hakekatnya jalannya penyelidikan informasi dimulai dari pemeriksaan terhadap informasi umum yang telah diperoleh dari berbagai sumber, baik itu persepsi, wawancara, catatan lapangan dan berbagai aset. Teknik penanganan informasi dan pemeriksaan informasi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat subyektif, yaitu dengan sengaja mencari dan menangani berbagai informasi yang di dapatkan dari hasil wawancara, persepsi lapangan, dan survei rekaman . untuk menyampaikan laporan penemuan penelitian. Dalam ulasan ini, informasi yang diperoleh pakar kemudian dibedah dengan menggunakan strategi subyektif, yaitu dengan menggunakan data yang dapat diverifikasi yang diperoleh dari peternak karet di Kota Gunung Batu. Daerah Makmur Madya. Rezim Banjar, dalam hal ini pekerjaan peternak elastis. 'membayar dalam pengembangan lebih lanjut ekonomi daerah setempat mogok. berbagai teori yang sudah ada dan berhubungan dengan isu-isu utama yang menjadi fokus kajian ini. Uji Keabsahan Data Data dalam Uji Validitas Peneliti menggunakan uji kredibilitas . isebut juga uji kepercayaa. terhadap data penelitian yang mereka sajikan sehingga menurut William Wiersma . , hasil penelitian tidak diragukan lagi merupakan karya ilmiah yang dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi. Dalam pengujian kredibilitas, triangulasi diartikan sebagai membandingkan data dari sumber yang berbeda pada waktu yang berbeda. Triangulasi sumber, metode pengumpulan data, dan waktu semuanya terpengaruh sebagai akibatnya. Setelah itu, saya menggunakan triangulasi sumber, yaitu mengevaluasi kredibilitas data dengan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari berbagai sumber. Peneliti menganalisis data yang terkumpul untuk sampai pada suatu kesimpulan, yang kemudian diverifikasi dengan sumber data ketiga . 7: 274 Sugiyono. Dalam triangulasi sumber data, peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber dan melakukan wawancara tambahan dengan narasumber. Dianalisis kembali untuk sampai pada suatu kesimpulan dan memperoleh persetujuan dari sumber yang bersangkutan Informasi yang diperoleh ilmuwan tentang sumber adalah persepsi dan pertemuan Untuk memastikan keabsahan data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berbasis pengamatan yang cermat dan sumber penelitian pada bidang yang akan dipelajari. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini, menurut ekonomi Islam, adalah untuk menentukan bagaimana analisis pendapatan petani karet meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gunung Batu Kecamatan Terusan Makmur Kalimantan Selatan. Petani karet dan mahasiswa dijadikan sebagai subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menggarap perekonomian daerah dengan mengeluarkan aset seperti menaikkan gaji secara nyata, mahir dan tanpa Perkebunan karet telah dikembangkan secara luas di Indonesia hingga saat ini. Salah satu komoditas terpenting di Indonesia adalah perkebunan karet. Manor elastis yang diciptakan masyarakat Indonesia memiliki kadar getah yang beragam. Kualitas Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol. No. 1 Maret 2024 Analisis Pendapatan Petani Karet Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Menurut Persfektif Ekonomi Syariah Raudatul Jannah. Agus Purnomo getah yang dihasilkan juga berbeda antara satu jenis karet dengan jenis lainnya. Oleh karena itu, kandungan getah karet sangat berpengaruh terhadap berapa harganya di masing-masing daerah. Tingkat kualitas terendah untuk lateks karet adalah 40%, dan tingkat kualitas berkisar dari 100% hingga 80% hingga 60%. Sifat elastis Kalimantan Selatan juga diperhatikan kualitasnya. Kalimantan Selatan memiliki permukaan tanah yang bagus dan paling luar biasa di Indonesia. Saat ini elastik banyak berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Karena banyaknya pabrik pengolahan karet yang dibuat di Kalimantan Selatan, banyak pertemuan rahasia dan negara telah membuat lini produksi karet di beberapa kota di Kalimantan Selatan. Perkebunan elastis yang diciptakan oleh penduduk setempat di Kalimantan Selatan untuk pengembangannya membutuhkan banyak pemeliharaan untuk mendukung peternakan. Perawatan dimulai dengan tersedianya kompos yang tepat untuk pertumbuhan elastis, perawatan restoratif pengisian rumput di iklim elastis, dan kebutuhan elastis lainnya. Kami ingin menyadari bahwa elastis pada dasarnya dapat dikumpulkan saat berusia 4,5 tahun. Pertimbangan elastis yang baik dengan benih yang lazim akan memperluas potensi plastik elastis berkualitas dan menghasilkan berton-ton plastik. Masyarakat Kalimantan Selatan saat ini mengandalkan produksi karet di perkebunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anak-anaknya. Fakta bahwa perkebunan karet dapat berproduksi setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama merupakan salah satu keunggulan Hal inilah yang membuat banyak orang disibukkan dengan pembangunan yang elastis, bahkan beberapa daerah yang terletak di persawahan dialihkan menjadi perkebunan yang elastis sehingga dapat menciptakan perekonomian secara konsisten (Fauzi, et. al, 2. SIMPULAN Desa Gunung Batu merupakan salah satu masyarakat perkotaan di Wilayah Kalimantan Selatan yang sebagian besar penduduknya bergantung pada perkebunan elastis sebagai barang untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membayar Pada umumnya tanaman karet yang ditanam pada hari ini dan era globalisasi adalah hasil dari tekanan, bukan sekedar karet alam. Ini berdampak pada berapa banyak plastik elastis nantinya. Di Gunung Batu, banyak perkebunan karet didirikan oleh penduduk setempat. Bagi mereka yang tidak memiliki perkebunan elastis, mereka biasanya bekerja untuk memotong elastis di peternakan penghuni yang memiliki perkebunan elastis besar. Masyarakat petani karet di Kalimantan Selatan dan Desa Gunung Batu saat ini mengalami peningkatan sumber daya yang mereka gunakan untuk mendukung perekonomian mereka. Hal ini karena akhir-akhir ini harga karet dipangkas tinggi untuk digunakan memenuhi kebutuhan pokok keluarga sehari-hari. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol. No. 1 Maret 2024 Analisis Pendapatan Petani Karet Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Menurut Persfektif Ekonomi Syariah Raudatul Jannah. Agus Purnomo DAFTAR PUSTAKA