Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik. Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/konstruksi. Tersedia: https://journal. id/index. php/Konstruksi Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Sekur T Rematobi1. Wennie Mandela2*. Ery Murniyasih3 Polikteknik Saint Paul Sorong. Indonesia Korespondensi Penulis: wennie88sorong@gmail. Abstract. In the development of a construction project, cost control is very important in the process of managing project costs. Many problems will be encountered in a construction project such as wasteful use of materials, unskilled labor and late completion of the project. This causes waste of costs that do not match the specified In the construction project of the Rectorate of the Sorong City Health Polytechnic building, a budget of Rp. 36,570,996,788. 55 is required. This study aims to make savings on previously planned costs, in addition to knowing the comparison of total project costs after analysis. The method used in this study is the Value Engineering method. The Value Engineering method is a method used to identify and eliminate unnecessary activities or reduce costs without reducing function. There are 4 stages of the work plan in this method, namely: Information Stage. Creative Stage. Analysis Stage, and Recommendation Stage. After conducting the Value Engineering analysis, savings of Rp. 654,875,786. 25 or 1. 79% of the total project cost were obtained. The analysis was conducted on the two highest-cost work items: wall and floor work. For the wall work, it was recommended that the HPL wall covering be replaced with plasterboard, while for the floor work, it was recommended that the 60x60 granite be replaced with 60x60 ceramic tiles. Keyword : Construction. Cost. Material. Project. Value Engineering Abstrak. Dalam pembangunan suatu proyek konstruksi pengendalian biaya merupakan hal yang sangat penting dalam proses pengolaan biaya proyek. Banyak masalah yang akan dijumpai dalam suatu proyek konstruksi seperti penggunaan material yang boros, tenaga kerja yang kurang terampil dan waktu penyelesaian proyek yang tidak tepat waktu. Hal ini menyebabkan pemborosan terhadap biaya yang tidak sesuai dengan anggaran yang ditentukan. Pada proyek pembangunan gedung Rektorat Politeknik Kesehatan Kota Sorong membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp. 36,570,996,788. Penelitian ini bertujuan melakukan penghematan terhadap biaya yang sudah direncanakan sebelumnya, selain itu untuk mengetahui perbandingan total biaya proyek setelah dilakukan analisa. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode Value Engineering. Metode Value Engineering adalah suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak perlu atau mengurangi biaya tanpa mengurangi fungsinya. Terdapat 4 tahap rencana kerja pada metode ini, yaitu : Tahap Informasi. Tahap Kreatif. Tahap Analisa, dan Tahap Rekomendasi. Setelah dilakukan analisa Value Engineering didapatkan penghematan Rp. 654,875,786. 25 atau 1. 79% dari total biaya proyek. Analisa dilakukan pada 2 item pekerjaan biaya tertinggi, yaitu pekerjaan dinding dan pekerjaan lantai. Pekerjaan dinding direkomendasikan lapisan dinding HPL diganti menggunakan gypsumboard sedangkan untuk pekerjaan lantai direkomendasikan Granit 60x60 diganti menggunakan keramik Kata kunci : Biaya. Konstruksi. Material. Proyek. Rekayasa Nilai LATAR BELAKANG Proyek adalah aktivitas atau kegiatan yang telah direncanakan untuk diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan dan didalamnya dialokasikan biaya (Budi hartono,2. Dalam pembangunan suatu proyek konstruksi pengendalian biaya merupakan hal yang sangat penting dalam proses pengolaan biaya proyek. Banyak masalah yang akan di jumpai dalam suatu proyek konstruksi seperti penggunaan material yang boros, tenaga kerja yang kurang terampil dan waktu penyelesaian proyek yang tidak tepat waktu sehingga hal ini menyebabkan pemborosan terhadap biaya yang tidak sesuai dengan anggaran yang ditentukan. Oleh karena Naskah Masuk: 09 September, 2025. Revisi: 20 September, 2025. Diterima: 25 Oktober, 2025. Terbit: 30 Oktober, 2025 Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung itu, diperlukan cara mengatasi masalah yang terjadi, salah satu metode yang dapat digunakan adalah Value Engginering (Rekayasa Nila. Value Engginering adalah suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak perlu atau mengurangi biaya tanpa mengurangi fungsinya. Dengan menganalisis kembali rencana pengembangan suatu proyek konstruksi merupakan salah satu pilihan menekan biaya, namun masih sesuai dengan peraturan dan standar yang Metode Value Engineering diterapkan untuk mencari suatu alternatif atau ide-ide yang bertujuan mengkoreksi biaya-biaya yang tidak diperlukan atau tidak memberikan kualitas. Biaya tersebut akan dilakukan analisa pareto terlebih dahulu. Maka penelitian menggunakan metode Value Engineering dapat mengetahui item pekerjaan apa saja yang dapat diterapkan Value Engineering. Dengan bantuan analisa pareto pada setiap item pekerjaan dapat menemukan alternatif pengganti terbaik tanpa harus mengurangi fungsi, kualitas dan Sehingga didapatkan penghematan biaya pada pekerjaan pembangunan gedung Rektorat Politeknik Kesehatan Kota Sorong. Dari latar belakang di atas adapun permasalahan yang akan diteiti yaitu : item pekerjaan apa saja yang dapat diterapkan Value Engineering pada pekerjaan Arsitektur ? Bagaimana hasil perbandingan total biaya sebelum dan sesudah penerapan Value Engineering ? Adapun tujuan dari penelitian yaitu Menentukan item pekerjaan arsitektur yang dapat dilakukan Value Engineering. Dan Mengetahui perbandingan biaya total pembangunan dengan biaya total setelah dilakukan penerapan Value Engineering. KAJIAN TEORITIS Sejarah Value Engineering Value Engineering pertama kali dikembangkan oleh Lawrence D. Miles pada tahun 1940-an di perusahaan General Eletric, guna menyelesaikan masalah kurangnya material penting dari produk yang akan mereka produksi. Awalnya Value Engineering bernama Analisis Nilai (Value Analysi. dengan pondasi kunci adalah fungsi. Pada mulanya fungsi ini mengkaji setiap komponen bagian dari perubahan/bagian dari produk existing. Pada perkembangannya, metode analisis ini mengalami perubahan konsteks, yaitu dari dari pengakjian terhadap produk existing ke peningkatan rancangan konsep, oleh karena itu nama Vale Engineering muncul karena perubahan konsteks tersebut. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Pada tahun 1959 para paktisi Value Engineering membentuk asosiasi pembelajaran di Washington. DC dengan nama Society of America Value Engineers (SAVE) guna berbagai pengetahuan dan inovasi . Dalam waktu singkat metode ini telah tersebar di seluruh dunia, maka pada tahun 1996. Asosiasi ini berubah menjadi SAVE International. Value Engineering sebagai suatu teknik manajemen yang menghasilkan penghematan biaya proyek berkembang dengan sangan pesat didalam dunia industry dan kosntruksi. Pengaruhnya sampai ke Indonesia pada tahun 1986 namun teknik ini baru digunakan pada tahun 1990, pada saat pemerintah sedang melakukan program efisiensi dalam penggunaan biaya (Edna,2. Pengertian Value Engineering Value Engineering adalah suatu pendekatan yang bersifat kreatif dan sistematis dengan tujuan mengurangi atau menghilangkan biaya-biaya tidak diperlukan (Edna,2. (Zimmerman,1. , menjelaskan pengertian Value Engineering dalam bentuk lain yaitu : Value Engineering bukan pemotongan biaya Value Engineering merupakan upaya penghematan biaya dengan tetap menjaga kualitas dan mutu. Value Engineering tidak mengurangi harga satuan dan tidak mengurangi mutu dan kualitas. Value Engineering bukan peninjauan kembali desain Value Engineering tidak meninjau kembali desain dan menghitung ulang perhitungan yang sudah dilakukan perencana. Value Engineering bukan suatu keharusan mengerjakan semua desain Perencana mempunyai keterbatasan waktu sehingga tidak semua desain dicari alternatif Secara keseluruhan. Value Engineering merupakan metode yang dirancang untuk memastikan bahwa setiap proyek atau produk mendapatkan nilai terbaik dengan memaksimalkan fungsi dan mengoptimalkan biaya . Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Parameter Value Engineering Pada penerapan Value Engineering terdapat 3 parameter penting, yaitu : nilai . , biaya . , dan fungsi. Nilai . Nilai adalah kegunaan dari suatu objek yang mengandung arti subyektif. Pengertian nilai dapat dibedakan dengan biaya karena hal-hal berikut : . Ukuran nilai ditentukan oleh fungsi atau kegunaan sedangkan biaya ditentukan oleh subtansi obyeknya atau harga komponen Ae komponen yang berbentuk obyek tersebut. Ukuran nilai cenderung kearah subyek sedangkan biaya tergantung kepada angka atau harga pengeluaran yang telah dilakukan untuk mewujudkan obyek tersebut. Biaya . Biaya adalah jumlah dari segala usaha dan pengeluaran yang dilakukan dalam mengembangkan, memproduksikan dan pengaplikasian produk. Penghasil produk selalu memikirkan akibat dari adanya biaya terhadap kualitas, realibilitas dan pemeliharaan . karena akan terpengaruh terhadap biaya bagi pemakai. Fungsi . Fungsi adalah elemen utama dalam penerapan Value Engineering. Fungsi sangat penting, karena fungsi menjadi obyek utama dalam hubungannya dengan biaya (Soeharto, 1. , kategori fungsi dibagi sebagai berikut : . Fungsi dasar . asic functio. adalah suatu alasan pokok sistem terwujud, yaitu dasar atau alasan dari keberadaan suatu produk dan memiliki nilai kegunaan. Sifat dari fungsi dasar adalah sekali ditentukan tidak dapat diubah . Fungsi sekunder . econdary functio. adalah fungsi yang kegunaan tidak langsung untuk memenuhi fungsi dasar, tetapi diperlukan untuk menunjangnya. Hubungan Antar Parameter Hubungan antara ketiga parameter sangatlah penting dalam metode Value Engineering (Nilai. Biaya dan Fungs. dapat dinyatakan sebagai berikut : ycAycnycoycaycn = yaycycuyciycycn yaAycnycaycyca Nilai bukanlah suatu masalah minimalkan biaya, dalam beberapa kasus, nilai suatu produk dapat ditingkatkan dengan meningkatkan fungsinya . inerja atau kemampua. dan biaya selama penambahan fungsi meningkat lebih dari biaya tambahannya. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Maksud dan Tujuan Value Engineering Maksud dan tujuan Value Engineering dalam proyek pembangunan adalah mencari biaya terendah dengan cara mengurangi biaya Ae biaya tidak perlu tanpa mengubah fungsinya dan kekuatan struktur. Rencana Kerja Value Engineering Tahap rencana kerja yang di pakai terdiri atas 4 tahap, yaitu : Tahap informasi Tahap Kreatif Tahap Analisa Tahap Rekomendasi METODE PENELITIAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Nama Gedung : Gedung Rektorat Politeknik Kesehatan Lokasi Gedung : Jl. Basuki Rahmat Km. 11,5 Klawalu. Sorong Timur Fungsi Gedung : Layanan Pendidikan Metode Penelitian Pada penelitan menggunakan metode Kuantitatif. Meotde Kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan data berbentuk angka atau stastik untuk mengukur, menganalisis, dan memahami fenomena yang dipelajari. Penelitian Kuantitatif merupakan jenis penelitian yang sistematis, terencana, dan terstruktur. Berikut langkah Ae langkah yang diterapkan dalam penelitian ini. Analisa Data Analisa Rekayasa Nilai ini dilakukan 4 tahap, yaitu sebagai berikut : Tahap Informasi Dalam penelitian ini informasi yang digunakan adalah gambar rencana dan RAB (Rencana Anggaran Biay. Berdasarkan informasi tersebut, tahapan rencana kerja Value Engineering dapat dilaksanakan dan kemudian dilanjutkan mengidenfikasi item pekerjaan berbiaya tinggi dengan menggunakan teknik diantaranya : Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Breakdown Cost Model. Breakdown adalah suatu analisis untuk mengambarkan distribusi pemakaian biaya dari item-item pekerjaan suatu elemen bangunan. Jumlah biaya item tersebut kemudian dibandingkan dengan biaya total proyek untuk mendaptkan presentase bobot pekerjaan. Bila bobot pekerjaan besar maka item perkjaan tersebut berpotensi dilakukan analisi Value Engineering menurut (DellAoIsola,1. dalam (Dimas Priambudhi, 2. Distribusi Pareto Dengan mengunakan hukum distibusi pareto. Diketahui item pekrjaan apa saja yang menyumbang besar dari total biaya proyek, dimana biaya yang besar terdapat potensi untuk Pada hukum pareto berlaku 80% biaya total yang berasal dari 20% item pekerjaan yang mempunyai biaya tinggi. Berikut langkah Ae langkah pengujian hukum pareto : Mengurutkan biaya terbesar ke terkecil b Menjumlahkan biaya terbesar secara kumulatif Menghitung persentase biaya masing Ae masing pekerjaan %Biaya pekerjaan = yaAycnycaycyca ycEyceycoyceycycycaycaycu ycNycuycycayco ycaycnycaycyca ycoyceycyceycoycycycEaycaycu d Menghitung persentase kumulatif Grafik Pareto Analisa Fungsi Analisa fungsi bertujuan untuk : . Mengklasifikasikan fungsi-fungsi utama . asic functio. maupun fungsi penunjang . econdary functio. Mendapatkan hasil perbandingan antara biaya existing dengan biaya terendah item pekerjaan yang diperlukan. Tahap Kreatif Tahap kreatif adalah melakukan eksporasi dari ide-ide dengan gagasan alternatif. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah teknik Brainstorming. Teknik Brainstorming adalah adalah salah satu teknik yang menyelesaikan masalah dengan individu maupun dengan cara diskusi bersama dalam sebuah tim. Tahap Analisis Pada tahap ini dilakukan dengan Analisis Life Cycle Cost (LCC) yang berdasarkan pada analisis prediksi nilai uang terhadap waktu . alue time of mone. dan durasi umur rencana, bertujuan untuk mengetahui manfaat jangka panjang dari beberapa alternatif inovasi yang telah ditentukan. Tujuannya adalah untuk menganalisis alternatif terpilih dari tahap sebelumnya (Berawi,2. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Tahap Rekomendasi Pada tahap ini melaporkan, penyajian hasil studi Value Engineering menurut teknik dan penyampaian yang baik dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Informasi Tahap informasi merupakan langkah awal dari penerapan Value Engineering. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data berupa RAB pada proyek pembangunan gedung Rektorat Politeknik Kesehatan Kota Sorong yang kemudian data tersebut diolah menggunakan teknik breakdown cost model, grafik pareto, dan analisa fungsi. Pada proyek ini terdapat 4 komponen pekerjaan. Berikut tabel dari 5 komponen pekerjaan tersebut. Tabel 1. Uraian Pekerjaan ITEM PEKERJAAN Pekerjaan Persiapan Perlengkapan K3 Pekerjaan Struktur Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan MEP Break Down Cost Model Selanjutnya dilakukan pengelompokan baru dengan menggolongkan item pekerjaan sejenis perfungsi item agar mudah dilakukan analisa pada tahap berikut. Berikut adalah hasil dari pengelompokan baru item-item pekerjaan pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Break down Cost Model Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Pada Tabel 2 Breakdown cost model ditinjau item yang termasuk pada pekerjaan Arsitektur. Selanjutnya pada tabel 3 diurutkan dari item dengan biaya tertinggi ke biaya terendah untuk dilakukan analisa pareto agar dapat diketahui jumlah item pekerjaan arsitektur yang dapat dilakukan Value Engineering. Identifikasi Biaya Tertinggi Pekerjaan Arsitektur Untuk mengetahui item pekerjaan arsitektur apa saja yang memiliki potensi dilakukan Value Engineering maka dibuatkan grafik analisa pareto. Dilakukan analisa pareto untuk menemukan batas item kerja berbiaya tinggi, dengan menggunakan hukum dasar analisa pareto dapat ditentukan 80% biaya yang berasal dari 20% item pekerjaan yang mempunyai biaya Tabel 3. Analisa Pareto Item Pekerjaan Arsitektrur Pada Tabel 3 diurutkan biaya tertinggi ke biaya terendah pada pekerjaan arsitektur, selanjutnya dibuat grafik pareto untuk menentukan jumlah item pekerjaan arsitektur untuk dilakukan Valeu Engineering. Gambar 1. Grafik Pareto Pekerjaan Arsitektur (Sumber : Pemgolahan Dat. Dapat dilihat bahwa garis merah . % terletak pada sumbu Y, sedangkan garis 20% terletak pada sumbu X). Jika diambil tegak lurus maka akan mendapat nilai. Nilai yang didapatkan tersebut yang dimasukan pada rumus analisa pareto untuk mendapatkan jumlah pekerjaan yang akan dilakukan penghematan biaya. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Nilai dari garis tegak lurus analisa pareto 80% adalah kira-kira 55% dan garis tegak lurus 20% adalah kira-kira 55% Maka : Sb. = 55 - 20 Sb. = 80 - 55 Jika : Sb. Y O Sb. X = Sb. Sb. Y Ou Sb. X = Sb. Sb. Y O Sb. X = 3 (Item Pekerjaa. Hasilnya : (Jumlah Item Pekerjaan Arsitektu. didapatkan hasil 3 item pekerjaan yang akan dilakukan penghematan biaya. Maka kita cukup konsentrasi 3 item pekerjaan tersebut yang persentase tertinggi. Tabel 4. Breakdown Item Pekerjaan Arsitektur (Sumber : Pengolahan Dat. Berdasarkan hasil grafik dan perhitungan pareto dapat disimpulkan bahwa 3 item pekerjaan dengan biaya tertinggi pada pekerjaan Arsitektur adalah : Pekerjaan dinding : 34. Pekrjaan Lantai : 18. Pekerjaan ACP : 19. Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Analisa Fungsi Analisa Fungsi bertujuan mengidenfikasi fungsi-fungsi dasar maupun fungsi-fungsi sekunder, yang juga bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara biaya . dan nilai manfaat . Nilai cost didapat dari rencana existing sedangkan nilai worth didapatkan dari biaya terendah yang diperlukan untuk item pekerjaannya (Fatwa, 2. Bila hasil perbandingan antara cost dan worth lebih dari 1, maka item tersebut perlu dilakukan Value Engineering (Rekayasa Nila. Sebelum dilakukan analisa fungsi perbandingan cost/worth terlebih dahulu kita melakukan Diagram Fast atau Metode Fast. Fast Diagram dibuat untuk membantu mengidenfikasi fungsi-fungsi kompenen sebelum melakukan analisa fungsi. Diagram Fast pada item Ae item pekerjaan yang akan dilakukan analisa fungsi dapat dilihat pada gambar 2, gambar 3 dan gambar 4. Pada tabel 5, tabel 6 dan tabel 7 adalah tabel identifikasi menggunakan kata kerja dan kata benda pada item Ae item pekerjaan terpilih yang akan dilakukan Value Engineering. Tabel 5. Identifikasi Fungsi Menggunakan Kata Kerja Dan Kata Benda Pekerjaan Dinding Tabel 6. Identifikasi Fungsi Menggunakan Kata Kerja Dan Kata Benda Pekerjaan Lantai Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Tabel 7. Identifikasi Fungsi Menggunakan Kata Kerja Dan Kata Benda Pekerjaan ACP Setelah identifikasi fungsi menggunakan kata kerja dan kata benda selanjut menentukan rekomendasi item pengganti pada 3 item pekerjaan terpilih pada pekerjaan arsitektur yaitu pekerjaan dinding, pekerjaan lantai dan pekerjaan ACP, dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Rekomendasi Item . umber : Pengolahan Dat. Pada tabel 8 rekomendasi item dapat dilihat pada item pekerjaan dinding terdapat 2 pilihan alternatif dan item pekerjaan lantai terdapat 2 pilihan alternatif. Sedangkan untuk pekerjaan ACP tidak ditemukan item alternatif yang kualitas yang sesuai. Setelah didapatkan rekomendasi item tiap pekerjaan selanjutnya dilakukan Metode Fast dengan dibuat Diagram Fast tiap item Ae item pekerjaan dapat dilihat pada gambar 2, gambar 3 dan gambar 4. Bagaimana ? Membatasi Ruangan Mengapa ? Mengatur Akses Memperindah Ruangan Memasang Material Dinding Menentukan Jenis Dinding LINGKUP PEMBAHASAN Gambar 2. Diagram Fast Pekerjaan Dinding Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Tabel 9. Analisa Fungsi Item Pekerjaan Dinding . umber : Pengolahan Dat. Biaya terendah terdapat pada pekerjaan HPL. Biaya terendah pekerjaan HPL adalah biaya rencana alternatif item pengganti yang dapat dilihat pada tabel 8. Hasil dari Cost/Worth = 1. 16 > 1 maka layak untuk dilakukan Value Engineering (Rekayasa Nila. Bagaimana ? Menopang Beban Mengapa ? Memperindah Ruangan Pemisah Ruangan Penutup Lantai Menentukan Jenis Lantai LINGKUP PEMBAHASAN Gambar 3. Diagram Fast Pekerjaan Lantai Tabel 10. Analisa Fungsi Item Pekerjaan Lantai . umber : Pengolahan Dat. Biaya terendah terdapat pada pekerjaan Granit 60x60, biaya terendah pekerjaan Granit 60x60 adalah biaya rencana alternatif item pengganti dapat dilihat pada tabel 8. Hasil dari Cost/Worth = 1. 79 > 1 maka layak untuk dilakukan Value Engineering (Rekayasa Nila. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Tabel 11. Analisa Fungsi Item Pekerjaan ACP PEKERJAAN ACP ITEM PEKERJAAN B/S COST WORTH 1 Pek. Pasang Ornamen ACP PVDF Cutting Rangka S Rp 1,418,874,561. 36 Rp 1,418,874,561. 2 Pek. Pasang ACP PVDF Rangka S Rp 183,748,104. 00 Rp 183,748,104. JUMLAH Rp 1,602,622,665. 36 Rp 1,602,622,665. C/W umber : Pengolahan Dat. Pada Tabel 14 analisa fungsi menampilkan analisa fungsi pekerjaan ACP diketahui pada pekerjaan ACP tidak ditemukan alternatif yang sesuai dengan ACP maka hasil dari Cost/Worth = 1 maka tidak layak untuk dilakukan Value Engineering (Rekayasa Nila. Tahap Kreatif Tahap kreatif bertujuan memunculkan alternatif Ae alternatif yang akan mengolah item pekerjaan dengan biaya tertinggi sesuai yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Pada tabel 12 berikut adalah tabel pengumpulan alternatif pekerjaan dinding, terdapat 2 pilihan alternatif pada pekerjaan dinding. Tabel 12. Alternatif Pekerjaan Dinding (Sumber : Pengolahan Dat. Pada tabel 13 adalah tabel pengumpulan alternatif pekerjaan lantai, terdapat 2 pilihan alternatif pada pekerjaan lantai. Tabel 13. Alternatif Pekerjaan Lantai (Sumber : Pengolahan Dat. Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Tahap Analisis Pada tahap Analisis akan dilakukan analisa untuk menentukan alternatif terbaik dengan tahap Analisis Life Cycle Cost Anlisa Life Cycle Cost Rencana Life Cycle Cost merupakan suatu rencana mengenai pengeluaran usulan dari suatu proyek konstruksi sepanjang usia proyek tersebut. Bermacam-macam biaya yang dikelompokan menjadi berapa komponen yaitu . Biaya Modal / Biaya Konstruksi Biaya Pembongkaran Biaya Penggantian Tabel 14. Item Sebelum Penggantian Pada Tabel 15 adalah tabel umur pengganti pada item pengganti atau item alternatif. Tabel 15. Umur Item Penggantian Setelah diketahui item pekerjaan terpilih selanjutnya dihitung volume pekerjaan penggantian dari alternatif Ae alternatif yang sudah terpilih. Tabel 16. Volume Item Penggantian (Sumber : Rab Proye. Tahap selanjutnya setelah didapatkan volume dari pekerjaan pengganti item Ae item alternatif yaitu membuat analisa harga satuan menggunakan PERMEN PUPR 1 2022. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Bagian IV : Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Cipta Karya dan Perumahan dan Basic Price 2022 Kota Sorong. Contoh analisa harga satuan dapat dilihat pada tabel Ae tabel berikut : Tabel 17. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Gypsumboard (Sumber : Pengolahan Dat. Tabel 18. Analisa Harga Satuan Pekerjaan GRC Board (Sumber : Pengolahan Dat. Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Tabel 19. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Keramik 60x60 Polos (Sumber : Pengolahan Dat. Tabel 20. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Granit Tile 40x40 polish (Sumber : Pengolahan Dat. Maka dari hasil analisis data Ae data di atas dapat dihitung biaya penggantian komponen yang terpilih. Dapat dilihat pada tabel 21 berikut. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Tabel 21. Analisa Pilhan Alternatif Pekerjaan Item Kode Volume Satuan Harga Satuan Biaya Pekerjaan Pelapis Gypsumboard (A. 00 M2 Rp 202,923. 25 Rp 34,699,875. Dinding GRC (A. 00 M2 Rp 314,061. 55 Rp 53,704,525. Keramik 60x60 (B. 00 M2 Rp 340,279. 25 Rp 679,877,941. Pekerjaan Lantai Geranit 40x40 (B. 00 M2 Rp 387,371. 75 Rp 773,968,756. (Sumber : Pengolahan Dat. Tahap Rekomendasi