TEKNIKA Volume 8 Nomor 2 Oktober 2023 pp 14 Ae18 DOI: https://doi. org/10. 52561/teknika. Url: https://jurnal. id/index. php/jte/article/view/276 E-ISSN : 2337-3148 P-ISSN : 1693-6329 RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI DAERAH PEGUNUNGAN BELIK. PEMALANG. JAWA TENGAH Kusnanto Mukti Wibowo1*. Royan1. Arif Mulyanto2. Fatiatun3 Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Purwokerto. Indonesia Program Studi Teknologi Laboratorium Medis. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Purwokerto. Indonesia Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas Sains Al-qurAoan. Wonosobo. Indonesia *E-mail: kusnantomukti@gmail. ABSTRAK Energi merupakan kebutuhan dasar yang paling vital saat ini, setelah makanan. Kebutuhan energi yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produksi energi. Energi dari sumber terbarukan memberikan solusi untuk mengatasi krisis energi yang ada. Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang menjanjikan. Namun, sampai saat ini pemanfaatan dan pangsanya masih sangat Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan sumber energi terbarukan yang tersedia melimpah menjadi pembangkit listrik alternatif sederhana di Belik. Pemalang. Pembangkit listrik tenaga surya telah berhasil dibangun di daerah Belik. Pemalang dengan memanfaatkan tiga panel surya 100 Wp. Daya yang dihasilkan panel surya tersebut cukup untuk menyuplai energi listrik sebesar 400 W selama 2 jam 42 menit. Waktu pengisian hingga daya penuh juga tergolong cepat, yakni kurang dari 2 jam. Meski saat ini kapasitas penyimpanan daya masih kecil, karena hanya menggunakan baterai 12 V 72 Ah, namun kapasitas daya pembangkit masih bisa ditingkatkan dengan menambah jumlah baterai. Hal ini tentunya akan berdampak pada peningkatan durasi dan kapasitas daya yang dapat digunakan. Keberadaan pembangkit listrik energi terbarukan di daerah Belik diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi warga sekitar baik dari segi keberlanjutan sosial maupun ekonomi. Kata kunci: energi. energi terbarukan. PLTS. ABSTRACT Energy is the most vital basic need today, after food. Energy needs that continue to increase are not matched by energy production. Energy from renewable sources provides a solution to overcome the existing energy crisis. Indonesia has promising renewable energy sources. However, until now its utilization and share is still very small. The purpose of this research is to utilize renewable energy sources that are abundantly available into a simple power plant in Belik. Pemalang. A solar power plant has been successfully built in the Belik area. Pemalang by utilizing three 100 Wp solar panels. The power generated by the solar panels is sufficient to supply 400 W of electrical energy for 2 hours and 42 minutes. Charging time to full power is also relatively fast, which is less than 2 hours. Although currently the power storage capacity is still small, because it only uses 1 72Ah 12V battery, the power capacity of the power plant can still be increased by adding the number of batteries. This of course will have an impact on increasing the duration and capacity of the power that can be used. The existence of a renewable energy power plant in the Belik area is expected to be able to make a real contribution to local residents both in terms of social and economic sustainability. Keywords: energy. renewable energy. solar power plant. JTe (Teknik. : 8 . , pp 14-18 A Wibowo. Kusnanto Mukti, et. al, 2023 PENDAHULUAN Energi merupakan kebutuhan dasar yang paling vital bagi manusia. Peningkatan penggunaan energi listrik untuk rumah tangga dan kegiatan skala besar dapat dijadikan sebagai indikator peningkatan kesejahteraan . Ae. Namun, hingga saat ini, hampir sebagian besar energi yang diproduksi dan dimanfaatkan berasal dari fosil, sebesar 95 % dari keseluruhan total bauran energi . Ae. Melihat laju pertumbuhan ekonomi yang membaik, stabil dan terus menguat dalam beberapa tahun terakhir, maka akan diimbangi dengan permintaan energi yang akan meningkat juga. Tingginya tingkat ketergantungan terhadap energi fosil yang jumlahnya cukup terbatas dapat memicu terjadinya krisis energi di seluruh dunia. Oleh karena itu, permasalahan terkait energi akan selalu menjadi perhatian utama pemerintah di masa mendatang, terutama dengan meningkatnya permasalahan dari dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat dari pembakaran energi fosil untuk berbagai kegiatan baik sosial maupun ekonomi . Ae. Riset energi juga menjadi riset utama/nomor 2 setelah pangan berdasarkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 (Perpres 38/2. dan juga menjadi fokus Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 (Permen 2. , . Energi terbarukan menjadi salah satu sumber energi alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan berkontribusi terhadap bauran energi nasional serta membantu mengatasi dampak dari climate change. Sumber energi ini telah dimanfaatkan hampir di seluruh belahan dunia sebagai sumber energi strategis untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi . , . Kawasan Belik. Kabupaten Pemalang yang terletak pada 738 dpl dan 43 km dari pusat kota Purwokerto, merupakan salah satu kawasan yang terletak di dataran tinggi di kawasan Pegunungan Sukawera. Dengan wilayah yang luas dan tersedianya lahan pertanian, sehingga pada umumnya masyarakat lebih memilih bekerja sebagai petani dibandingkan mata pencaharian lainnya. Sebab bagi mereka, bertani lebih menjanjikan bagi kesejahteraan mereka. Berdasarkan data dari kantor kepala desa Belik pada tahun 2014, sekitar 70,8% penduduknya bekerja sebagai petani. Tingkat kesejahteraan warga Belik tidak terlalu tinggi atau cukup. Dengan adanya PLTU sederhana energi terbarukan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah terkait energi listrik, berupa lampu penerangan untuk fasilitas umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya yang terletak di daerah pegunungan, di mana daerah Belik merupakan daerah pegunungan yang memiliki curah hujan yang cukup Apalagi dengan adanya PLTS di kawasan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. METODE Pada penelitian ini dilakukan pembuatan pembangkit listrik tenaga surya di daerah pegunungan yaitu di Belik. Pemalang. Jawa Tengah. Komponen-komponen PLTS ini diperoleh langsung dari pasar online dan offline. Komponen tersebut antara lain: 1 buah Power Inverter DC 12V ke AC 220V 1600W, 3 buah Panel Surya 100Wp Mono, 1 buah Baterai GS Premium N70 12V 7. 2 Ah, 1 buah Auto solar charge controller, 6 gulungan Kabel Connecting, 2 buah PCS Konektor Panel Surya MC4, 1 buah Konektor MC4 3in1, 6 pcs Lampu LED 100 W dan 150 W, 1 set Tiang Panel Surya. Semua komponen tersebut dirakit langsung di lokasi penelitian, di area lapangan, di Belik. Sebelumnya, alat-alat yang telah dirakit akan diuji kelayakannya untuk memastikan semua komponen bekerja dengan baik, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan kesalahan yang terjadi. Skematik desain PLTS yang dibangun disajikan pada Gambar 1. Gambar 2 menunjukkan alur kerja untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. JTe (Teknik. : 8 . , pp 14-18 A Wibowo. Kusnanto Mukti, et. al, 2023 Gambar 1. Skematik desain PLTS yang akan dibangun Gambar 2. Alur kerja untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Belik. Pemalang HASIL DAN PEMBAHASAN Pembangkit listrik tenaga surya telah berhasil dibangun di daerah Belik. Pemalang yang terletak pada ketinggian 738 dpl. Karena letak Belik. Pemalang yang secara geografis berada di daerah pegunungan, intensitas cahaya matahari yang menyinari setiap hari sedikit berbeda dengan dataran biasa yang lebih rendah dari pegunungan. Apalagi saat memasuki musim penghujan yang kelembabannya cenderung tinggi, sering hujan dan intensitas sinar matahari setiap hari sangat rendah. Panel surya yang digunakan dalam penelitian ini memiliki spesifikasi 100 Wp (Watt pea. dan terdiri dari 3 unit. Jadi, dalam sehari panel ini kurang lebih menghasilkan suplai 100 Wp x 3 x 5 . = 1500 W. Waktu 5 jam tersebut didapat dari efektivitas waktu rata-rata matahari bersinar di negara tropis seperti Indonesia, dan 5 jam tersebut telah menjadi semacam perhitungan formula standar efektivitas sinar matahari yang diserap oleh panel surya. Jadi, jika 1 panel dengan 100 Wp mampu menyediakan listrik 500 W. Sedangkan storage yang digunakan dalam penelitian ini berupa baterai yang memiliki spesifikasi 12V 72Ah 1 unit atau setara dengan 1080 W seperti pada rumus Pmaks = 12 V x 72 A. h x 125%, maka diperoleh Pmaks = 1080 W. Jadi untuk mengisi penuh kapasitas baterai hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam. Listrik yang dihasilkan PLTS tersebut digunakan sementara untuk penerangan fasilitas umum yaitu sarana olahraga berupa stadion mini di Belik. Pemalang. Saat diuji dengan menyalakan 2 lampu dengan daya 100 W (Pout = 400 W), lampu ini bisa bertahan selama 2 jam 43 menit. Namun dengan perhitungan, di mana daya listrik dari storage adalah 1080 Wh, seharusnya lampu menyala selama 2,7 jam . jam 42 meni. yc = #$%&' = ()* ,-, /0 1, / = 2,7Ea JTe (Teknik. : 8 . , pp 14-18 A Wibowo. Kusnanto Mukti, et. al, 2023 Durasi lampu antara kondisi di lapangan, yang lebih besar dari nilai maksimum yang diperoleh dari spesifikasi peralatan, seharusnya tidak dimungkinkan. Nilai output daya yang dihasilkan harus kurang dari daya maksimum yang tercantum. Hal ini dikarenakan adanya kerugian dari instalasi PLTS itu sendiri ditambah dengan konsumsi daya dari inverter. Kemungkinan terbesar yang membuat waktu pencahayaan lebih lama dari teori, adalah lampu yang digunakan untuk penelitian tidak sesuai dengan spesifikasi. Misalkan sebuah lampu ditulis memiliki daya 100 W, ternyata setelah diukur lampu tersebut hanya memiliki daya 80-90 W . da selisih 10-20%). KESIMPULAN Sebuah pembangkit listrik tenaga surya telah berhasil dibangun di daerah Belik. Pemalang dengan memanfaatkan 3 panel surya 100 Wp. Daya yang dihasilkan panel surya cukup untuk menyalakan energi listrik 400 W selama 2 jam 42 menit. Waktu untuk mengisi penuh listrik cukup singkat, yaitu kurang dari 2 jam. Kapasitas daya pembangkit listrik dapat ditingkatkan dengan menambahkan baterai sebagai penyimpan energi. Hal ini mengakibatkan bertambahnya durasi dan kapasitas daya yang dapat digunakan. Pembangkit listrik energi terbarukan di kawasan Belik diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi warga sekitar baik dari sisi sosial maupun ekonomi. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP Purwokerto yang telah memberikan dana hibah penelitian untuk mendukung penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA