Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Sosialisasi Bahaya Narkoba Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Siswa SMPN 4 Watubangga La Ode Asrun Azis1. Firdaus2 Asmi Andin3. Nurul fadhillah4. Andhini Tri Utami5. Istiqamah6. Ummul Sridah7. Nurul Amalia Sukmi8. Jumliana9. Muh. Aidil Arkam Kaslin10. Rafly Anjani11. Muh Jufri12. Devi Arnis13 1,2,3,6,8,9,10,11, Fakultas Sosial dan Ilmu Ekonomi. Universitas Sembilanbelas November Kolaka Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Sembilanbelas November Kolaka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sembilanbelas November Kolaka 12,13 Fakultas Hukum. Universitas Sembilanbelas November Kolaka Email: asrunraafi@gmail. Abstrak Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja semakin terpengaruh, termasuk di daerah pedesaan seperti Desa Polenga. Kecamatan Watubangga. Kabupaten Kolaka. Remaja, khususnya siswa SMP, sangat rentan terhadap pengaruh negatif narkoba karena kurangnya pengetahuan dan informasi terkait bahaya Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unggulan Perguruan Tinggi tentang bahaya narkoba diperlukan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap ancaman narkoba serta mendorong pencegahan pencegahannya. Program PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai jenis-jenis narkoba, dampak buruk penggunaan, serta strategi pencegahan. Kegiatan evaluasi dan monitoring ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan pembagian materi Berdasarkan evaluasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba dan mendorong perilaku positif untuk menjauhi narkoba. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan ditingkatkan untuk mencakup lebih banyak sekolah dan komunitas di daerah lain. Kata Kunci : Penyalahgunaan Narkoba. Remaja. Sekolah Abstract Misuse of drugs among adolescents is increasingly affected, including in rural areas such as Polenga Village. Watubangga Sub-district. Kolaka Regency. Teenagers, especially junior high school students, are very vulnerable to the negative influence of drugs due to a lack of knowledge and information related to the dangers of drugs. A Community Service Program (PKM) of Higher Education Excellence on the dangers of drugs is needed to increase students' awareness of the threat of drugs and encourage their This PKM program aims to provide an in-depth understanding of the types of drugs, the adverse effects of use, and prevention strategies. This evaluation and monitoring activity was carried out using lecture methods, interactive discussions, and distribution of educational materials. Based on the evaluation, this activity succeeded in increasing students' understanding of the dangers of drugs and encouraging positive behavior to stay away from drugs. It is hoped that this activity can be sustainable and scaled up to cover more schools and communities in other areas. Keywords: Misuse of drugs, adolescent. School Submit: Oktober 2024 Diterima: November 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 penyalahgunaan narkoba. Elemen-elemen ini termasuk: 1. Masyarakat yang peduli dengan pencegahan bahaya narkoba, 2. Kebijakan sekolah yang bebas dari narkoba. Pendidikan pencegahan narkoba bagi anak dan remaja di luar sekolah, 4. Peran guru. Orang tua. Pemerintah, dan Ormas yang peduli akan pencegahan Narkoba, 5. Konseling. Oleh karena itu, pendidikan berkarakter sangat penting karena bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan semua potensi remaja yang tidak menggunakan narkoba sehingga mereka menjadi orang yang bermoral, cerdas, kuat, kreatif, inisiatif, dan responsif (Ridwan. Narkoba tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik, seperti penyakit jantung dan gangguan mental, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial kita, seperti bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berprestasi di sekolah, dan apa yang kita miliki di masa depan. Remaja terisolasi dari masyarakat, tidak memiliki keinginan untuk belajar, dan berisiko melakukan tindakan kriminal. Dengan latar belakang ini, sangat penting untuk memberi tahu siswa tentang bahaya narkoba dan membantu mereka menghindari tindakan Situasi ini juga diperhatikan di Desa Polenga. Kecamatan Watubangga. Kabupaten Kolaka. Untuk memberikan informasi dan dukungan yang memadai bagi remaja, masyarakat desa menghadapi SMPN 4 Watubangga adalah lembaga pendidikan yang bertanggung jawab secara strategis untuk mencegah Namun, kurangnya pendidikan dan program sosialisasi di sekolah menempatkan siswa dalam bahaya pengaruh narkoba. SMPN 4 Watubangga diharapkan dapat menjadi pemimpin dalam pencegahan narkoba karena menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik tetapi juga membangun karakter dan kesadaran sosial. Dalam situasi seperti ini, sosialisasi bahaya narkoba sangat penting untuk memberikan pengetahuan yang memadai kepada siswa. Diharapkan melalui program PKM ini, siswa akan memperoleh pemahaman tentang jenis-jenis PENDAHULUAN Menurut agama, narkoba sama-sama merugikan pikiran, ingatan, hati, jiwa, mental, dan kesehatan fisik seperti khamar. Karena kurangnya iman dan taqwa sejak kecil, pendidikan agama dan keagamaan di sekolah dan masyarakat dapat membantu mencegah penggunaan narkoba. Karena kurangnya peran keluarga seperti orang tua dan saudara, yang sangat penting untuk membina seseorang, anak-anak nakal dan buruk biasanya berasal dari keluarga yang hancur (Amin, 2. Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja sudah menjadi permasalahan yang sangat serius di Indonesia. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), lebih dari 5 juta Indonesia mayoritasnya adalah remaja. Kondisi ini pemahaman terhadap narkoba di kalangan generasi muda, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama. Di Kolaka, faktor-faktor berikut menyebabkan penyalahgunaan narkoba: lokasi geografis. keinginan untuk mencoba. kurang percaya diri. dan akhirnya Ketiga. Faktor Pelampiasan Stres Keempat. Faktor Keamanan: Narkotika adalah salah satu jenis kejahatan atau pelanggaran yang diakui dapat merusak pertahanan negara dan pertahanan nasional. Salah satu langkah pencegahan yang diambil BNNK Kolaka adalah dengan membentuk Desa Bersih Narkoba (Shin. dan upaya represif (Preventio. (Handrawan et al. , 2. Bahaya menggunakan narkoba adalah sebagai berikut: 1. Mengganggu fungsi organ tubuh yang lain seperti jantung, paruparu, hati, dan sistem reproduksi, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Menghambat menyebabkan kesadaran menurun dan Mempengaruhi otak, yang bertanggung jawab atas pengendalian seluruh tubuh. Narkoba mengubah perasaan dan cara berfikir karena mereka bekerja pada otak (Azhar et al. , 2. Untuk mengatasi dan mencegah penyalahgunaan narkoba, masyarakat, pemerintah, sekolah, dan orang Untuk serta berbagai elemen yang terkait harus berkolaborasi untuk membuat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) narkoba, efek negatif penyalahgunaannya, dan strategi untuk menolak narkoba. Kegiatan PKM ini dirancang untuk digunakan melalui berbagai metode interaktif, seperti ceramah, diskusi, dan pembagian materi pelajaran. Selain itu, program ini diharapkan melibatkan siswa secara aktif, sehingga mereka dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menghindari pengaruh Dengan latar belakang ini. PKM ini bertujuan untuk menerapkan sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 4 Watubangga dan melihat bagaimana hal itu berdampak pada pengetahuan dan persepsi siswa tentang penyalahgunaan narkoba. tentang bahaya dan peraturan mengenai narkotika dan obat-obatan terlarang, himbauan, kegiatan positif, kerja sama orang tua dan masyarakat, pengawasan dari seluruh masyarakat, dan pembentukan papan pemberitahuan terkait dengan narkotika dan obat-obatan terlarang (Sari. Setelah kegiatan PKM selesai, sesi diskusi dibuka untuk evaluasi. Tujuan diskusi ini adalah untuk mengetahui seberapa baik pemahaman siswa sebelum dan setelah sosialisasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang bahaya narkoba telah meningkat. Hanya 40% siswa yang mengetahui jenis narkoba sebelum sosialisasi. Namun, setelah kegiatan, angka ini meningkat signifikan menjadi 85%. Ini menunjukkan bahwa program sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman mereka. Safitri et al. menjelaskan ada tiga cara penyalahgunaan narkoba. Yang pertama adalah dengan mengurangi suplai melalui berbagai program pemberantasan narkoba, yang mencakup penegakan hukum yang tegas terhadap pengedar atau bandar Yang kedua adalah dengan mengurangi kebutuhan melalui pencegahan dan terapi rehabilitasi. Yang ketiga adalah Membangun komunikasi keluarga yang menghindari penyalahgunaan narkoba dan zat aditif lainnya. Ini dapat dicapai dengan membangun kepercayaan diri setiap anggota keluarga, memahami bahwa setiap anggota keluarga penting dan memiliki peran, dan bahwa agama juga sangat Orang tua harus terlebih dahulu berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mengantisipasi efek narkoba pada anak Dengan melakukan ini, mereka membantu anak-anak mereka lebih terbuka saat menghadapi masalah. Kedua, orang tua harus mengontrol pergaulan anak mereka sehingga mereka dapat memilih teman dengan hati-hati dan menghindari tindakan yang tidak diinginkan. Ketiga, sebagai orang tua, mereka harus memberikan pendidikan agama dan moral kepada anakanaknya. Orang tua dapat membantu anakanak mereka menghindari penggunaan narkoba dengan mengajarkan agama METODE PELAKSANAAN Di SMP 4 Watubangga. Desa Polenga. Kecamatan Watubangga. Kabupaten Kolaka, pada 21 Agustus 2024, diadakan sosialisasi PKM tentang bahaya Kegiatan PKM ini menggunakan metode sosialisasi seperti ceramah, diskusi, dan pembagian materi pelajaran. Siswa SMPN 4 Watubangga dari kelas VII hingga IX berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Penyampaian informasi tentang jenis narkoba dan efek negatifnya dimulai. Setelah itu, sesi diskusi dimulai, di mana mengajukan pertanyaan dan berbagi apa yang mereka pahami. Selain itu, materi cetak dan pamflet tentang bahaya narkoba dibagikan kepada seluruh peserta untuk Vol. 8 No. November 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Peran pencegahan narkoba di kalangan remaja dapat membantu mengembasikan remaja agar tidak terjerumus ke dalamnya. Pentingnya sosialisasi narkoba pada remaja. Bahaya narkoba di Indonesia, terutama di kalangan remaja, sudah sangat krisis, dan memerlukan penanganan yang serius. Selain itu, kurangnya literasi narkoba di masyarakat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada prevalensi narkoba di Indonesia. Kami semua warga negara Indonesia, baik pemerintah maupun masyarakat, bertanggung jawab atas upaya dan pencegahan (Septiadi et al. , 2. Peran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang oleh remaja meliputi penyuluhan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mereka melalui aktivitas seperti sholat dan membaca Alquran (Hasibuan, 2. Vol. 8 No. November 2024 pengetahuan siswa selain mendorong mereka untuk bertindak. Rahmayanty et al . menyebutkan peran orang tua sangat penting dalam mengajarkan karakter anak sejak usia dini. Untuk membentuk karakter anak, lingkungan keluarganya harus memberikan cinta, kelembutan, dan kasih sayang. Pendidikan karakter dimulai dalam keluarga dan diteruskan ke sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus mengambil tindakan penyalahgunaan narkoba. Kesadaran siswa tentang efek buruk penyalahgunaan narkoba juga meningkat. Sekitar lima puluh persen siswa memahami efek negatif penyalahgunaan narkoba sebelum sosialisasi. Jumlah ini meningkat menjadi sembilan puluh persen setelah sosialisasi, menunjukkan bahwa siswa semakin menyadari risiko yang dihadapi jika terlibat dalam penyalahgunaan Peningkatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dan siswa lebih siap untuk menerima dan belajar dari pengalaman orang lain. Cahyadi . mengemukakan bahwa penyalahgunaan mengambil obat atau obat tertentu secara tidak wajar, berlebihan, atau di luar dosis yang disarankan secara medis. Narkoba digunakan karena berbagai alasan, salah satunya adalah untuk mendapatkan efek psikoaktif seperti euforia, penghilang rasa sakit, atau pengurangan kecemasan. Motif lain mungkin termasuk menjauh dari masalah atau stres, mencari kenikmatan, atau menahan tekanan dari teman sebaya. Penyalahgunaan narkoba dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental seseorang, merusak hubungan sosial dan keluarga, dan menyebabkan masalah hukum dan keuangan. Gambar 2. Sosialiasasi Gambar 3. Sosialiasasi Selain membahayakan kesehatan seseorang, penggunaan narkoba juga dapat memengaruhi kualitas hidup mereka, seperti kesulitan berkonsentrasi saat bekerja, masalah keuangan, dan bahkan harus berurusan dengan polisi jika terbukti melanggar hukum. Dengan demikian, hubungan keluarga kesehatan menurun, dan yang paling buruk, mengorganisir acara Penyuluhan Narkoba untuk Generasi Muda dengan tujuan mendorong pemuda saat ini untuk meninggalkan penggunaan narkoba dan menjadi penerus bangsa yang bermoral dan memiliki masa depan yang cerah (Hadiyanto & Nugroho, 2. Rizal & Irsyan . mengemukakan para pemuda atau pelajar membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman dari penyalahgunaan Gambar 1. Sosialiasasi Perubahan pandangan siswa bukan hanya peningkatan pengetahuan. Mereka menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap upaya pencegahan narkoba, dengan banyak siswa yang menyatakan keinginan untuk menghindari pergaulan yang berisiko. Mereka juga menjadi lebih aktif dalam kegiatan positif, dan beberapa di antara mereka bahkan berpikir untuk membentuk kelompok diskusi tentang pencegahan narkoba di sekolah mereka Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi bermanfaat untuk meningkatkan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) narkoba di masyarakat. Oleh karena itu, penanggulangan narkoba harus dimulai dari keluaraga, kemudian masyarakat, dan akhirnya pemerintah. Diharapkan bahwa masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, jenis dan macam-macam narkoba, dan cara menanggulanginya. Vol. 8 No. November 2024 85% dan kesadaran akan efek buruknya dari 50% menjadi 90%. Selain memberikan pengetahuan, kegiatan PKM ini berhasil mengubah sikap siswa dan mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam pencegahan. Siswa lebih berani membahas bahaya narkoba dan lebih proaktif dalam menghindari pergaulan yang Ini adalah langkah awal yang baik menuju lingkungan sekolah yang lebih aman dan mendukung di mana siswa menjaga satu sama lain dan belajar satu sama lain tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Diharapkan kegiatan PKM ini akan berlanjut dan menjadi model bagi sekolah lain untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya itu, sosialisasi ini mempengaruhi pendidikan tetapi juga menciptakan komunitas yang lebih sehat. Siswa, guru, dan orang tua berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas Pemerintah, bekerja sama dengan Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN), telah melakukan pencegahan dan meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba, ada tiga tahapan. Pertama, upaya pencegahan dilakukan secara dini. Tahap kedua adalah preventif, yang merupakan upaya strategis yang mencakup rencana tindakan jangka menengah dan panjang, tetapi harus dianggap sebagai tindakan yang mendesak untuk segera dilaksanakan. Ketiga, represif adalah upaya penanggulangan hukum yang dilakukan oleh intelijen kepolisian. Ini termasuk pengintaian, penggerbekan, dan penangkapan untuk menemukan pengguna dan pengedar narkoba serta buktinya (Saputra et al. , 2. Dengan memberikan pemahaman dan materi tentang narkoba diharapkan dapat mempersiapkan bekal kepada generasi muda untuk masa depannya agar mereka tidak terpengaruh dan mencoba narkoba karena akan merusak diri mereka sendiri dan masa depan bangsa Indonesia. Manfaat dan dampak dari memberikan pemahaman tentang narkoba adalah meningkatnya kesadaran generasi muda untuk selalu bersikap positif dan menghindari hal-hal buruk, terutama narkoba, karena dapat merusak masa depan diri mereka sendiri dan masa depan bangsa Indonesia (Saputra et al. , 2. REFERENSI