220 Aneta & Supriadi Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Semangat Belajar Siswa Mengikuti Mata Pelajaran PAI Kelas Vi SMPN 1 Junjung Sirih Kabupaten Solok Aneta1. Supriadi2 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Indonesia ARTICLE INFO Correspondence Aneta Email: anetaetha04@gmail. Supriadi Email: supriadi@uinbukittinggi. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semangat belajar siswa mengikuti mata pelajaran PAI dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktorfaktor tersebut dapat berasal dari faktor positif maupun dari faktor Faktor positif yang mempengaruhi semangat belajar siswa mengikuti mata pelajaran PAI yaitu siswa, teman, guru, sarana prasarana dan lingkungan belajar. Sedangkan faktor negatif yaitu siswa, teman, guru, sarana prasarana dan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor yang paling dominan mempengaruhi semangat belajar siswa mengikuti mata pelajaran PAI kelas Vi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner . Populasi penelitian ini adalah siswa yang mengikuti mata pelajaran PAI kelas Vi SMPN 1 Junjung Sirih Kabupaten Solok yang berjumlah 50 Pengambilan sampel pada penelitian ini kelas ViA dan ViB yaitu teknik pengambilan sampel dimana seluruh populasi dijadikan sampel karena populasi penelitian di bawah dari 100. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reabilitas dan analisis faktor dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi semangat belajar siswa mengikuti mata pelajaran PAI kelas Vi SMPN 1 Junjung Sirih Kabupaten Solok adalah Berdasarkan hasil ekstrasi dalam bentuk matrix komponen maka uraian variabel dengan urutan tertinggi adalah ekspektasi belajar dengan nilai sebesar 0,852, lingkungan sekolah dengan nilai sebesar 0,851, lingkungan keluarga dengan nilai seberas o,849, dukungan orang tua dengan nilai sebesar 0,835, dan perasaan senang belajar dengan nilai sebesar 0,812. Nilai di atas dapat disimpulkan bahwa yang dapat dipakai dalam menjelaskan faktor adalah variabel kemauan, kebutuhan, motivasi, dukungan keluargan dan lingkungan sekolah. Kata Kunci: Semangat Belajar Siswa. Mengikuti Mata Pelajaran PAI Pendahuluan Semangat belajar memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Seluruh aktivitas dan prestasi hidup manusia pada dasarnya merupakan hasil dari proses belajar, karena manusia hidup dan bekerja berdasarkan apa yang telah dipelajarinya. Dalam dunia pendidikan, semangat belajar menjadi faktor utama yang memengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, meningkatkan semangat belajar siswa merupakan tugas penting seorang guru, karena berkaitan erat dengan pemilihan metode pembelajaran dan efektivitas pencapaian tujuan pendidikan (Hamzah, 2. Pembelajaran akan berjalan efektif apabila peserta didik memiliki semangat dalam belajar. Guru harus berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan motivasi kepada siswanya agar tumbuh semangat Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri. Aneta & Supriadi belajar yang tinggi. Dalam hal ini, semangat belajar merupakan salah satu kunci keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan. Salah satu cara menumbuhkan semangat tersebut adalah dengan bergaul bersama orang-orang yang memiliki semangat belajar tinggi (Uno, 2. Lebih jauh, dalam ajaran Islam, semangat menuntut ilmu sangat dianjurkan. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis: AuBarang siapa yang menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Ay (HR. Musli. Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan imbalan surga bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh menempuh jalan ilmu. Oleh karena itu, seharusnya setiap Muslim berlomba-lomba dalam menuntut ilmu guna meraih keridhaan Allah. Namun, proses menuntut ilmu ini harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, agar ilmu tersebut dapat membimbing manusia untuk membedakan antara yang baik dan buruk, halal dan haram, serta yang hak dan batil (Al-Ghazali, 2. Ilmu yang dipelajari dengan tulus akan mendorong manusia untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi semangat belajar siswa terdiri atas tiga kategori, yaitu faktor internal seperti kondisi fisik dan psikis siswa. faktor eksternal seperti lingkungan belajar. faktor struktural yang meliputi strategi serta metode yang digunakan dalam proses pembelajaran (Winkel. Menurut Sardiman . , beberapa permasalahan yang menyebabkan rendahnya semangat belajar antara lain adalah adanya bullying, metode pembelajaran yang tidak menarik, materi yang terlalu sulit, rasa takut gagal, lingkungan yang tidak mendukung, serta kondisi ruang kelas yang tidak nyaman. Sementara itu. Slameto . menyederhanakan faktor-faktor tersebut menjadi dua bagian besar, yaitu faktor internal . ang berasal dari dalam diri sisw. dan faktor eksternal . ang berasal dari luar sisw. Dalam hal ini, guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat belajar siswa. Fatah . mengungkapkan bahwa kontribusi guru terhadap pencapaian hasil pendidikan mencapai 34%, lebih tinggi dibandingkan faktor pengelola, sarana, dan waktu belajar. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 17 Februari 2024 di kelas ViA sampai ViC SMPN 1 Junjung Sirih, ditemukan bahwa banyak siswa yang kurang aktif dan tidak menunjukkan semangat dalam belajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Meskipun PAI berada pada jam awal, sebagian besar siswa terlihat pasif, tidak percaya diri, bahkan tidak fokus. Padahal, di sisi lain mereka memiliki banyak prestasi di bidang Dari sisi guru, peneliti mengamati bahwa guru belum maksimal dalam memotivasi dan memberikan apresiasi kepada siswa yang bersemangat belajar. Interaksi guru dengan siswa, terutama siswa yang cenderung pendiam, masih rendah. Hal ini meskipun semua guru telah memenuhi kualifikasi pendidikan (Strata-. dan memulai pembelajaran dengan membaca Al-QurAoan bersama-sama. Sementara itu, dari aspek sarana pembelajaran, peneliti menemukan bahwa jumlah mushaf AlQurAoan belum mencukupi kebutuhan siswa. Banyak meja dan kursi yang mengalami kerusakan ringan, sehingga mengganggu kenyamanan belajar. Walaupun media pembelajaran dan buku pelajaran sudah mencukupi, prasarana sekolah seperti mushalla masih dalam pembangunan dan ukurannya belum mampu menampung seluruh siswa. Tiga dari lima toilet siswa rusak berat dan tidak layak pakai, meskipun fasilitas lainnya seperti laboratorium komputer, seni, olahraga, dan IPA sudah lengkap. Aspek keluarga juga turut memberikan pengaruh. Banyak siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, sehingga perhatian terhadap kegiatan belajar anak cenderung Aneta & Supriadi Meski demikian, para orang tua tetap berupaya mencukupi kebutuhan sekolah anak-anak mereka (Slameto, 2. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang turut memengaruhi semangat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran PAI. Untuk mengetahui secara pasti faktor mana yang paling dominan, peneliti terdorong melakukan penelitian dengan judul: AuAnalisis Faktor yang Mempengaruhi Semangat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kelas Vi SMPN 1 Junjung Sirih Kabupaten Solok. Ay Metode Pelaksanaan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif. Penelitian ini disebut kuantitatif karena data penelitiaan berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistika. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Junjung Sirih dengan pertimbangan untuk efektifitas dan efisiensi baik tenaga, biaya, waktu serta ciri-ciri dan karakteristik sekolah yang penulis sudah pahami sehingga mudah untuk melakukan akses penelitian di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 sampai dengan bulan Juni 2024. Populasi adalah keseluruhan unsur subjek sebagai sumber data dengan karakteristik tertentu dalam sebuah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi di SMPN 1 Junjung Sirih Tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah populasi 75 siswa. Diantaranya kelas ViA berjumlah 25 siswa. ViB berjumlah 25 siswa. ViC berjumlah 25 siswa. Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Alasan mengambil total sampling karena menurut Sugiyono jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya. Dalam teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdapat yaitu . Kuesioner (Angke. adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur semangat siswa mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas Vi di SMPN 1 Junjung Sirih. Siswa diminta mengisi angket/kuesioner sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan siswa diberi petunjuk cara pengisian angket. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data Hasil dan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi semangat belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 Junjung Sirih. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup yang terdiri atas 35 butir pernyataan dengan skala Likert empat tingkat (SS. TS. STS), dan analisis data dilakukan menggunakan analisis faktor dengan bantuan program SPSS versi 25. Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri. Aneta & Supriadi Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Sebelum dilakukan analisis faktor, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Uji validitas dilakukan melalui validitas isi dengan penilaian ahli . udgment exper. dari bidang psikologi, diikuti dengan uji empiris menggunakan korelasi product moment. Dari 35 butir pernyataan yang diuji kepada 30 responden di luar sampel penelitian, diperoleh 23 butir valid dan 12 butir tidak valid . hitung < 0,. Instrumen kemudian diseleksi, dan hanya item valid yang digunakan dalam analisis berikutnya. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan rumus Alpha Cronbach, yang menunjukkan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,858, jauh di atas batas minimum 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dan layak digunakan sebagai alat ukur semangat belajar siswa. Uji Normalitas dan Homogenitas Pengujian normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji menunjukkan nilai Sig sebesar 0,063 dan 0,120 . > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan dengan LeveneAos Test dan hasilnya menunjukkan nilai signifikansi 0,612 . > 0,. , yang berarti data bersifat homogen. Dukungan hasil ini diperkuat melalui uji ANOVA yang menghasilkan nilai Sig sebesar 0,683, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan varians yang signifikan antar kelompok. Analisis Faktor Analisis faktor digunakan untuk mengidentifikasi dimensi atau konstruk dominan yang mempengaruhi semangat belajar siswa. Hasil uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) menunjukkan nilai sebesar 0,842, yang berarti sampel memadai untuk dilakukan analisis faktor. Hasil BartlettAos Test of Sphericity menunjukkan nilai signifikansi 0,000 . < 0,. , yang menandakan bahwa korelasi antar variabel cukup kuat untuk dianalisis lebih lanjut. Pengujian Measure of Sampling Adequacy (MSA) menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai > 0,5, yakni ekspektasi belajar . , lingkungan sekolah . , lingkungan keluarga . , dukungan orang tua . , dan perasaan senang belajar . Dengan demikian, seluruh variabel layak dianalisis menggunakan analisis faktor. Communalities dan Component Matrix Analisis communalities menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai extraction > 0,50, yaitu ekspektasi belajar . , lingkungan sekolah . , lingkungan keluarga . , dukungan orang tua . , dan perasaan senang belajar . Hal ini menandakan bahwa variabel-variabel tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjelaskan faktor utama semangat belajar. Hasil component matrix mengidentifikasi urutan dominasi variabel berdasarkan loading faktor: ekspektasi belajar . , lingkungan sekolah . , lingkungan keluarga . , dukungan orang tua . , dan perasaan senang belajar . Semua nilai berada di atas 0,800, menunjukkan korelasi yang sangat kuat terhadap faktor utama yang terbentuk. Interpretasi Hasil Hasil analisis faktor mengungkapkan bahwa terdapat lima faktor utama yang memengaruhi semangat belajar siswa dalam mata pelajaran PAI, yaitu: Aneta & Supriadi Ekspektasi belajar Ae Harapan siswa terhadap hasil dan proses belajar memiliki pengaruh paling dominan. Lingkungan sekolah Ae Dukungan guru, fasilitas, dan suasana sekolah sangat berperan dalam meningkatkan semangat belajar. Lingkungan keluarga Ae Kondisi dan budaya belajar di rumah menjadi penopang penting bagi motivasi belajar siswa. Dukungan orang tua Ae Bentuk perhatian dan dorongan dari orang tua turut membentuk semangat belajar yang positif. Perasaan senang belajar Ae Afeksi siswa terhadap mata pelajaran PAI juga menjadi faktor psikologis yang signifikan. Kelima faktor ini menjadi determinan utama dalam meningkatkan atau menurunkan semangat belajar siswa, yang selanjutnya berdampak pada hasil belajar dan sikap keagamaan mereka di sekolah. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semangat belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang saling berkaitan. Analisis faktor yang dilakukan menghasilkan lima variabel dominan, yakni ekspektasi belajar, lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dukungan orang tua, dan perasaan senang belajar. Temuan ini menggambarkan bahwa semangat belajar bukanlah hasil dari satu elemen tunggal, melainkan merupakan gabungan dari faktor internal dan eksternal siswa yang bekerja secara simultan dalam mempengaruhi sikap dan motivasi mereka terhadap pembelajaran PAI. Faktor ekspektasi belajar menempati posisi tertinggi dalam hasil loading faktor, yaitu sebesar 0,852. Hal ini menunjukkan bahwa harapan siswa terhadap hasil yang akan mereka peroleh dari proses pembelajaran PAI memberikan pengaruh besar terhadap semangat belajarnya. Ekspektasi ini berkaitan erat dengan tujuan pribadi siswa, persepsi mereka terhadap manfaat pembelajaran, serta keyakinan mereka akan kemampuan diri dalam menguasai materi. Dalam konteks teori motivasi, khususnya Expectancy Theory dari Vroom, siswa akan menunjukkan semangat tinggi ketika mereka yakin bahwa upaya belajar akan membawa hasil yang diinginkan. Sementara itu, lingkungan sekolah juga memberikan kontribusi besar dengan loading faktor sebesar 0,851. Lingkungan sekolah yang kondusif mencakup fasilitas yang mendukung, peran aktif guru PAI dalam membimbing dan memotivasi, serta suasana kelas yang menyenangkan. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai-nilai agama dan karakter. Dukungan dari pihak sekolah dapat meningkatkan rasa nyaman dan aman siswa dalam belajar, sehingga mereka lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Faktor lingkungan keluarga turut berpengaruh signifikan terhadap semangat belajar siswa, dengan nilai loading sebesar 0,835. Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak. Lingkungan keluarga yang mendukung, seperti adanya waktu belajar yang teratur, perhatian dari orang tua, dan budaya religius di rumah, dapat mendorong siswa untuk lebih serius dalam belajar PAI. Hasil ini sejalan dengan pendapat Santrock . yang menekankan pentingnya pengaruh interaksi keluarga dalam perkembangan motivasi dan prestasi akademik anak. Dukungan orang tua sebagai variabel keempat dengan nilai loading 0,849 juga menjadi faktor penting dalam memotivasi semangat belajar siswa. Dukungan ini tidak hanya dalam bentuk materiil seperti Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri. Aneta & Supriadi penyediaan buku atau biaya sekolah, tetapi juga dalam bentuk emosional seperti pujian, perhatian, dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan anak. Orang tua yang terlibat aktif dalam pendidikan agama anaknya cenderung menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kecintaan anak terhadap pelajaran PAI. Ini juga mengafirmasi hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa parental involvement merupakan prediktor kuat terhadap pencapaian akademik siswa. Adapun perasaan senang belajar, dengan loading faktor sebesar 0,812, menunjukkan bahwa aspek afeksi terhadap pelajaran turut membentuk semangat belajar siswa. Jika siswa merasa senang, tertarik, dan terhibur dalam proses pembelajaran, maka akan muncul antusiasme dalam mengikuti pelajaran. Kondisi ini menunjukkan pentingnya metode pembelajaran yang variatif dan menarik dalam pengajaran PAI, misalnya melalui pendekatan kontekstual, penggunaan media interaktif, serta integrasi nilai-nilai kehidupan nyata agar siswa lebih mudah memahami dan mengaplikasikan isi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Kelayakan instrumen dalam penelitian ini telah dibuktikan melalui serangkaian uji validitas dan Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 35 butir item, terdapat 23 item valid yang digunakan untuk analisis lebih lanjut. Selain itu, nilai reliabilitas dengan CronbachAos Alpha sebesar 0,858 menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Instrumen yang valid dan reliabel menjadi dasar penting dalam menghasilkan data yang akurat, sehingga kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Lebih lanjut, uji normalitas dan homogenitas juga menunjukkan hasil yang baik. Data penelitian berdistribusi normal dan homogen, yang berarti bahwa asumsi dasar analisis statistik terpenuhi. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, begitu juga dengan uji homogenitas yang memperlihatkan nilai signifikansi di atas ambang batas yang ditetapkan. Ini menandakan bahwa data memiliki distribusi yang seimbang dan layak digunakan dalam analisis faktor. Uji KMO dan BartlettAos Test menguatkan bahwa data dapat dianalisis lebih lanjut menggunakan analisis faktor. Nilai KMO sebesar 0,842 dan signifikansi BartlettAos Test sebesar 0,000 menunjukkan bahwa korelasi antar variabel cukup tinggi dan jumlah sampel memadai. MSA (Measure of Sampling Adequac. juga menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai di atas 0,5, artinya seluruh konstruk layak digunakan untuk identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi semangat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan agama Islam, khususnya dalam pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi semangat belajar Temuan ini tidak hanya bermanfaat bagi guru PAI dalam menyusun strategi pembelajaran yang efektif, tetapi juga bagi pihak sekolah dan orang tua dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan yang ingin mengeksplorasi hubungan antara semangat belajar dan pencapaian religiusitas siswa secara lebih luas dan mendalam. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembhasan pada penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa. Faktor awal yang mempengaruhi semangat belajar siswa mengikuti mata pelajaran PAI, yaitu faktor positif maupun faktor negatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, dapat dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi semangat belajar siswa Kabupaten Solok adalah faktor ekspektasi belajar, lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dukungan orang tua dan perasaan senang belajar siswa kelas Vi mengikuti mata pelajaran pai junjung sirih kabupaten solok Aneta & Supriadi Dari kelima variabel yang diwakili oleh 23 faktor, ada 5 faktor yang harus direduksi karena nilai yang dihasilkan setelah dilakukan beberapa tahap analisis faktor tidak memenuhi persyaratan sehingga tahap terakhir, sehingga dihasilkan 17 faktor yang benar-benar dominan dan memenuhi semangat belajar siswa kelas Vi mengikuti mata pelajaran pai junjung sirih kabupaten solok. Faktor yang paling dominan mempengaruhi minat siswa adalah faktor yang berasal dari variabel ekspektasi belajar. Konsep kemauan itu merupakan bentuk keinggingan untuk melangkah dan menyujudkan apa yang menjadi impian hidup. Seperti orang yang bodoh tetapi memiliki kemauan yang kuat untuk mengejar impian akan lebih baik hidupnya dibandingkan orang yang pintas tidak memiliki kemauan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi semangat belajar siswa antara lain sistem kebutuhan, motivasi, dan dukungan keluarga. Hal ini menurut Imam Al-Ghazali, kebutuhan yaitu keinginan manusia untu mendapatkan sesuatu yang diperlukan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup. Sedangkan menurut Abraham Maslow, kebutuhan adalah tingkah laku setiap individu yang berdasarkan pada prinsip keinginan serta terorganisir antara saru dengan yang lainnya. Faktor terakhir yang mempengaruhi semangat belajar siswa adalah lingkungan sekolah. Terutama pada pendidik dan taraf kesehatan yang dilihatkan dengan peningkatan semangat belajar siswa. penelitian tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat siswa untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang sudah diterapkan. Lingkungan sekolah yang kondusif akan memmotivasi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar yang optimal, karena adanya rasa nyaman dengan lingkungan yang ada Daftar Kepustakaan Fatah. Landasan manajemen pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Fathurrohman. , & Sutikno. Strategi belajar mengajar: Strategi mewujudkan pembelajaran bermakna melalui penanaman konsep umum & konsep Islami. Bandung: Refika Aditama. Sardiman. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Sartika. Dahlan. , & Waspada. Kompetensi guru dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar melalui kebiasaan belajar siswa. Jurnal Manajerial, 17. Slameto. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono. Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Supranto. Analisis multivariat arti dan interpretasi. Jakarta: PT Rineka Cipta. Supriyadi. Membangun bangsa melalui pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Supriyono. Pentingnya media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa SD. Jurnal Idaarah, 5. Syah. Psikologi dengan pendekatan baru. Jakarta: Rineka Cipta. Tanzeh. Pengantar metode penelitian. Yogyakarta: Teras. Tanzeh. Metodologi penelitian praktis. Yogyakarta: Teras. TuAou. Peran disiplin pada perilaku dan prestasi siswa. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Uno. Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara. Uno. Teori motivasi dan pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Winkel. Psikologi pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Yudhanegara. , & Ridwan. Penelitian pendidikan matematika. Bandung: Refika Aditama. Yusuf. Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya. Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri.