e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 5 (No. : Halaman 31-38 Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Sibolahotang SAS. Kecamatan Balige The Relationship Between Motivation and Diet Compliance in Diabetes Mellitus Patients in Sibolahotang SAS Village. Balige District Rina Marlina Manalu*1 & Jenti Sitorus2 1*,2 Akademi Keperawatan HKBP Balige. Indonesia Disubmit: 16 Agustus 2025. Diproses: 1 September 2025. Diaccept: 28 Oktober 2025. Dipublish: 30 November 2025 *Corresponding author: E-mail: rinamarlinamanalu556@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan motivasi dengan kepatuhan diet pada penderita Diabetes Mellitus (DM) di Desa Sibolahotang SAS. Kecamatan Balige. Kabupaten Toba. Metode yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 21 responden yang diambil melalui total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki motivasi tinggi untuk mematuhi diet DM, dengan 80,9% di antaranya patuh terhadap diet yang dianjurkan oleh tenaga medis. Analisis menggunakan uji Pearson Product Moment menghasilkan nilai r = 0,278 dengan p-value 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi dan kepatuhan diet dengan kekuatan hubungan yang rendah dan arah korelasi positif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya motivasi dalam pengelolaan diet pada penderita diabetes melitus. Kata Kunci: Motivasi. Kepatuhan Diet. Diabetes mellitus Abstract This study aims to identify the relationship between motivation and dietary adherence in people with Diabetes Mellitus (DM) in Sibolahotang Village. Balige District. Toba Regency. The method used was a correlational study with a cross-sectional approach, involving 21 respondents taken through total sampling. The results showed that all respondents had high motivation to comply with the DM diet, with 80. 9% of them complying with the diet recommended by medical personnel. Analysis using the Pearson Product Moment test produced a value of r = 0. 278 with a p-value of 0. 000, which indicates a significant relationship between motivation and dietary adherence with a low strength of the relationship and a positive direction of correlation. This study is expected to contribute to increasing understanding of the importance of motivation in managing the diet in people with diabetes mellitus. Keywords: Motivation. Diet Compliance. Diabetes mellitus DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Manalu. RM & Sitorus. Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Sibolahotang SAS. Kecamatan Balige. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 5 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang terjadi akibat tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang berperan penting dalam mengatur kadar glukosa darah. Data menunjukkan bahwa jumlah kasus diabetes melitus di dunia terus meningkat, dan di Indonesia, prevalensi DM juga terus meningkat, dengan jumlah penderita yang tinggi (International Diabetes Federation. Di Indonesia, prevalensi diabetes melitus pada tahun 2018 tercatat sebesar 2% untuk usia Ou 15 tahun, dengan prevalensi tertinggi di DKI Jakarta. Kalimantan Timur. DI Yogyakarta, dan Sulawesi Utara. Di Yogyakarta, prevalensi DM tercatat sebesar 4,9% di Kota Yogyakarta, dan 3,3% di Kabupaten Bantul dan Sleman. DM adalah salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan komplikasi yang dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, dan amputasi pada pengelolaan diet dan perawatan yang tepat (Riskesdas, 2. Diabetes melitus memiliki berbagai tipe, antara lain DM tipe 1. DM tipe 2. DM gestasional, dan DM tipe lainnya. DM tipe 2, yang paling umum ditemukan pada lansia, terjadi karena penurunan fungsi pankreas dan resistensi insulin pada sel tubuh. Faktor usia, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, serta faktor genetik adalah beberapa penyebab utama DM pada lansia. Prevalensi DM pada lansia di Indonesia semakin meningkat, seiring dengan faktorfaktor seperti penurunan massa otot, perubahan vaskuler, serta konsumsi obatobatan yang beragam. Berdasarkan data, lebih dari 80% kematian akibat DM terjadi di negara Indonesia diperkirakan akan memiliki 21,3 juta penderita DM pada tahun 2030, menjadikannya salah satu negara dengan prevalensi DM yang tinggi. Prevalensi nasional untuk toleransi glukosa terganggu (TGT) tercatat sebesar 10,25%, dengan DM sebesar 5,7% pada DM yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kematian akibat penyakit jantung koroner dan gagal ginjal, serta kebutaan dan amputasi tungkai kaki (Sarafino, 2. Salah satu faktor utama dalam pengelolaan DM adalah kepatuhan pasien terhadap diet yang dianjurkan oleh tenaga Kepatuhan diet berperan penting dalam mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Namun, banyak pasien DM yang mengalami kesulitan dalam mengikuti diet yang dianjurkan, baik karena faktor pribadi, seperti kebosanan terhadap menu diet, maupun faktor lingkungan, seperti kurangnya dukungan dari keluarga. Kepatuhan dalam menjalankan diet DM dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk motivasi pribadi, dukungan keluarga, pengetahuan tentang DM, serta sikap dan keyakinan terhadap manfaat Motivasi adalah faktor psikologis yang seseorang dalam mengikuti instruksi Penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan motivasi tinggi lebih cenderung untuk patuh terhadap diet DM, sehingga dapat mengurangi risiko e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Faktor dukungan keluarga juga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan diet pada penderita DM. Dukungan emosional dan sosial dari keluarga dapat memperkuat motivasi pasien untuk menjalankan diet dengan Pasien yang mendapat dukungan keluarga memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mematuhi diet DM mendapat dukungan tersebut. Selain motivasi dan dukungan keluarga, pengetahuan tentang DM dan diet yang benar juga sangat mempengaruhi kepatuhan diet. Pasien yang memiliki pengetahuan baik tentang penyakitnya dan pentingnya diet untuk mengontrol gula darah cenderung lebih patuh dalam menjalani diet yang dianjurkan. Oleh karena itu, edukasi kepada pasien tentang DM dan pengelolaan diet sangat kepatuhan mereka terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk motivasi dan kepatuhan diet pada penderita DM di Desa Sibolahotang SAS. Kecamatan Balige. Desa ini dipilih karena belum ada penelitian yang mengkaji hubungan motivasi dan kepatuhan diet pada penderita DM di wilayah tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya motivasi dalam pengelolaan diet DM dan menjadi dasar bagi intervensi keperawatan yang lebih efektif untuk penderita DM di daerah tersebut. penderita Diabetes Mellitus (DM) di Desa Sibolahotang SAS. Kecamatan Balige. Kabupaten Toba. Penelitian ini melibatkan 21 responden yang diambil dengan teknik total sampling, karena jumlah populasi yang relatif kecil. Sampel penelitian terdiri dari penderita DM yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari dua bagian: data demografi responden dan kuesioner tentang motivasi serta kepatuhan diet. Instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi dan kepatuhan diet adalah kuesioner dengan skala interval. Motivasi diukur dengan 17 pernyataan dan kepatuhan diet dengan 23 pernyataan. Setiap pernyataan memiliki jawaban dengan skala Likert, yaitu sangat sering, sering, jarang, dan tidak pernah. Data yang menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariat dengan uji Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan kepatuhan Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah editing, koding, dan tabulasi untuk mempermudah analisis. Editing dilakukan untuk memeriksa kelengkapan dan validitas data, sedangkan koding bertujuan untuk memberi simbol angka pada setiap jawaban. Hasil pengolahan data kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk memberikan gambaran yang jelas tentang karakteristik responden, motivasi, dan kepatuhan diet pada penderita DM. Analisis statistik digunakan untuk menentukan apakah terdapat hubungan signifikan antara motivasi dan kepatuhan diet penderita DM di desa tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan crosectional untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan kepatuhan diet pada e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes pendidikan mayoritas D3 . 4%), penderita DM mendapat dukungan dari keluarga sebanyak 19 orang . 5%) dan 1 orang penderita mengalami DM >1 tahun . 4%). Distribusi frekuensi responden kelompok intervensi dapat dilihat pada Tabel 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyajian data hasil penelitian meliputi deskripsi data demografi, distribusi frekuensi motivasi penderita DM dan distribusi frekuensi kepatuhan diet diabetes mellitus penderita diabetes mellitus di desa Sibolahotang SAS Kecamatan Balige. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Data Demografi di desa Sibolahotang SAS Karakteristik Responden Usia 35-45 tahun 46-55 tahun 56-65 tahun Total Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Pendidikan SMA Total Dukungan Tidak Ada dukungan Total Lama DM < 1 tahun > 1 tahun Total Tabel 2. Distribusi Frekuensi Motivasi Penderita Desa Sibolahotang SAS Motivasi Penderita Motivasi Baik Motivasi Tidak baik Total Sumber : Data Primer (SPSS) Hasil penelitian didapatkan bahwa seluruh responden sebanyak 21 orang . %) memiliki motivasi baik dalam mematuhi diet DM. Distribusi frekuensi motivasi penderita DM dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kepatuhan Diet DM Penderita DM didesa Sibolahotang SAS Kepatuhan Diet DM Tidak patuh Patuh Total Sumber : Data Primer (SPSS) Hasil penelitian yang dilakukan pada 21 orang penderita DM didapati bahwa rata-rata penderita DM sebanyak 17 orang . 9%) patuh terhadap diet DM yang dianjurkan oleh tenaga pelayanan Distribusi frekuensi kepatuhan diet DM penderita DM dapat dilihat pada Tabel 3. Sumber : Data Primer (SPSS) Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata usia responden mayoritas 46-5665 tahun . 9%), mayoritas berjenis kelamin perempuan . 1%), dengan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Tabel 4. Hubungan motivasi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada penderitadiabetes mellitus di desa Sibolahotang SAS Motivasi Pearson Product Moment Sig. -taile. Kepatuhan diet DM Pearson Product Moment Sig. -taile. Sumber : Data Primer (SPSS) Hubungan motivasi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di desa Sibolahotang SAS dengan hasil uji Pearson Product Moment dengan nilai r = 0. 278 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara hubungan motivasi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di desa Sibolahotang SAS dengan kekuatan hubungan rendah dan dengan arah korelasi Dengan nilai signifikansi 0. 000 (<0. , maka Ho ditolak yaitu ada hubungan motivasi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di desa Sibolahotang SAS . Penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 5% dan kekuatan uji 95%. Hasil uji Pearson pada penelitian hubungan motivasi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di desa Sibolahotang SAS dapat dilihat dari Tabel 4. Pembahasan hasil penelitian ini Tingginya motivasi pada responden bertujuan untuk memberikan penjelasan dalam penelitian ini didukung oleh adanya lebih lanjut mengenai hubungan antara dukungan Hampir motivasi dan kepatuhan diet pada responden menerima dukungan dari penderita Diabetes Mellitus (DM) di Desa keluarga mereka, yang berperan penting Sibolahotang SAS. Kecamatan Balige, dalam memperkuat motivasi untuk Kabupaten Toba. Berdasarkan hasil mematuhi diet DM. Dukungan keluarga analisis, seluruh responden memiliki dapat memberikan dorongan emosional motivasi tinggi untuk mematuhi diet DM. yang diperlukan untuk menjalani pola Hal ini menunjukkan bahwa penderita DM makan yang sehat, yang mungkin terasa di desa ini memiliki keinginan yang kuat sulit atau membosankan bagi sebagian untuk sembuh dan mengelola kondisi besar pasien DM. Hal ini sejalan dengan kesehatannya dengan baik. Motivasi penelitian sebelumnya yang menunjukkan dalam bahwa menentukan keberhasilan pengelolaan meningkatkan diabetes, di mana motivasi yang tinggi pengelolaan penyakit, termasuk diet yang cenderung mendorong individu untuk dianjurkan oleh tenaga medis. melakukan perubahan perilaku yang Dalam hal kepatuhan diet, sebagian diperlukan, termasuk menjalani diet yang besar responden menunjukkan kepatuhan dianjurkan oleh tenaga medis. yang baik, dengan 80,9% di antaranya e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Kepatuhan terhadap diet sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Namun, meskipun sebagian besar responden patuh, ada sekitar 19% yang tidak sepenuhnya patuh terhadap diet. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun motivasi tinggi, masih ada faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan diet, seperti terhadap menu diet yang diberikan. Salah mempengaruhi kepatuhan diet adalah pengetahuan tentang diabetes dan pentingnya diet dalam pengelolaan penyakit ini. Pengetahuan yang baik tentang DM dan pengaturan diet dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani diet yang dianjurkan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan yang baik tentang diabetes cenderung lebih patuh terhadap diet. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi yang berkelanjutan kepada pasien tentang penyakit mereka dan bagaimana pengelolaan yang tepat dapat membantu memperbaiki kualitas hidup mereka. Selain pengetahuan, faktor sikap dan keyakinan terhadap manfaat diet juga mempengaruhi kepatuhan diet. Pasien yang memiliki sikap positif terhadap pengelolaan diet dan meyakini bahwa diet dapat membantu mengontrol kadar gula darah lebih cenderung untuk mematuhi Sebaliknya, pasien yang memiliki sikap negatif atau pesimis mengenai diet mungkin merasa sulit untuk mematuhi diet Oleh karena itu, motivasi yang didorong oleh sikap positif sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan diet pada penderita DM. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor usia tidak berpengaruh kepatuhan diet. Meskipun sebagian besar responden berada pada usia 46-65 tahun, yang biasanya dianggap rentan terhadap penyakit kronis, mereka menunjukkan motivasi tinggi dan kepatuhan yang baik terhadap diet DM. Ini mengindikasikan bahwa faktor usia bukanlah penghalang utama bagi penderita DM untuk mematuhi diet, asalkan mereka memiliki dukungan yang cukup dari keluarga dan tenaga medis serta pemahaman yang baik tentang pentingnya pengelolaan diet. Dukungan keluarga, yang merupakan salah satu faktor signifikan dalam penelitian ini, memiliki peran penting dalam menjaga motivasi pasien untuk mematuhi diet. Pasien yang mendapatkan dukungan emosional dan praktis dari keluarga mereka cenderung merasa lebih termotivasi untuk mengikuti program diet. Dukungan keluarga mencakup berbagai menyiapkan makanan yang sesuai dengan diet, memberikan dorongan saat pasien merasa putus asa, serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan medis pasien secara keseluruhan. Namun, meskipun motivasi dan dukungan keluarga memiliki peran yang sangat penting, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor eksternal lain, seperti kurangnya variasi dalam menu diet, dapat menjadi kendala bagi pasien dalam mematuhi diet. Beberapa responden melaporkan merasa bosan dengan jenis makanan yang terbatas, yang dapat mengurangi keinginan mereka untuk mengikuti diet secara konsisten. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis untuk lebih kreatif dalam menyusun menu e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes diet yang sesuai dengan preferensi pasien, tanpa mengurangi manfaat terapeutiknya. Faktor lain yang juga mempengaruhi kepatuhan diet adalah kondisi fisik pasien. Penderita DM yang mengalami gejalagejala lain, seperti kelelahan atau gangguan fisik lainnya, mungkin merasa kesulitan untuk menjalani diet dengan Hal ini dapat mempengaruhi motivasi dan akhirnya berdampak pada Penurunan memperburuk persepsi pasien terhadap diet dan membuat mereka merasa diet tersebut semakin tidak efektif atau tidak Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi fisik mereka. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi dan kepatuhan diet pada penderita DM di Desa Sibolahotang SAS. Motivasi yang tinggi, didukung oleh faktor keluarga dan pengetahuan yang baik tentang penyakit, dapat meningkatkan kepatuhan diet, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengelolaan penyakit yang lebih baik. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi tenaga medis, terutama perawat dan ahli gizi, untuk lebih fokus pada penguatan motivasi pasien dan peningkatan dukungan keluarga dalam pengelolaan diet DM. Selanjutnya, penelitian ini juga memberikan bukti bahwa edukasi yang lebih intensif dan pendekatan yang lebih personal dalam merencanakan diet sangat diperlukan untuk membantu pasien mencapai kontrol glukosa yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kepatuhan diet pada penderita Diabetes Mellitus (DM) di Desa Sibolahotang SAS. Kecamatan Balige. Motivasi yang tinggi, yang didukung oleh dukungan keluarga dan pengetahuan yang baik tentang penyakit, berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap diet yang dianjurkan. Meskipun sebagian besar responden menunjukkan motivasi dan kepatuhan yang baik, masih ada sebagian kecil yang tidak patuh terhadap diet, yang mengindikasikan adanya faktor lain yang mempengaruhi, seperti kejenuhan terhadap menu diet atau kondisi fisik pasien. Dukungan keluarga dan motivasi diri merupakan faktor utama mempertahankan kepatuhan diet. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis, terutama perawat dan ahli gizi, untuk terus motivasi, dan memperhatikan peran keluarga dalam mendukung pengelolaan diet DM untuk mencegah komplikasi lebih DAFTAR PUSTAKA