Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA/I DALAM PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DI SDN 1 WONGAYA GEDE Kadek Linda Kusnita1*,I GustiNgurah Agung Yudistira2. Gede Crisna Wijaya3 Universitas Pendidikan Nasional. Indonesia1,2 Universitas Udayana. Indonesia3 lindakusnita@undiknas. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa/i SDN 1 Wongaya Gede dalam pemanfaatan limbah plastik serta meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Wongaya Gede mengenai pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa masyarakat desa masih kurang dalam membuang sampah pada tempatnya dan pemahaman mengenai pengelolaan sampah sangat terbatas, terutama dalam memisahkan sampah plastik dari sampah lainnya. Program pengabdian ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu sosialisasi kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan dampak sampah plastik, serta pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi barang berguna, seperti tas, pot tanaman, dan kerajinan tangan lainnya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengelola sampah plastik, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemisahan sampah dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Program ini juga melibatkan pembentukan bank sampah desa untuk mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan untuk memperkenalkan cara-cara mengurangi sampah plastik dan mengolahnya menjadi barang yang berguna, sambil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah. Limbah Plastik. Kreativitas Siswa. Kebersihan Lingkungan. Abstract This community service activity aims to enhance the creativity of students at SDN 1 Wongaya Gede in utilizing plastic waste and raise awareness among the Wongaya Gede community regarding waste management. Observations revealed that villagers still do not properly dispose of waste and have limited understanding of waste management, particularly in separating plastic waste from other waste. This community service program consisted of two main activities: community outreach on environmental cleanliness and the impact of plastic waste, and training in processing plastic waste into useful items, such as bags, plant pots, and other The results of these activities demonstrated an increase in students' understanding and skills in managing plastic waste, as well as increased public awareness of the importance of waste separation and environmentally friendly waste management. The program also involved the establishment of a village waste bank to support the program's Overall, this activity successfully achieved its goal of introducing ways to reduce plastic waste and process it into useful items, while increasing community participation in maintaining a clean environment. Keywords: Waste Management. Plastic Waste. Student Creativity. Environmental Cleanliness Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 PENDAHULUAN Dilihat dari situsi dan kondisi sekarang ini dimana sedang terjadi penumpukan limbah rumah tangga dari masyarakat Desa Wongaya Gede. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan, dimana kawasan ini belum tersedia tempat penampung pembuangan sampah rumah tangga didesa tersebut. Sehingga terjadi penumpukan sampah organik maupun sampah non organik yang menyebabkan polusi udara yang kurang sehat bagi kehidupan masyarakat dikawasan tersebut, oleh karenanya sesegera mungkin pemerintah setempat mengambil suatu langkah-langkah guna mengatasi hal tersebut. Guna menertibkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat Desa Wongaya Gede. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan untuk memisahkan sampah organik dan sampah non organik, sehingga masyarakat bisa membuat kerajinan dari sampah non organik sebagai bahan kerajinan untuk menjadi nilai tambah agar sampah non organik tidak dibuang percuma sedangkan sampah organik bisa dipergunakan sebagai pupuk kompos dan bisa dijual sebagai nilai tambah. Sampah non organik semakin panjang rantai pengelolaan didalam kerajinan maka nilai tambah semakin tinggi atau meningkat dan mengurangi limbah lingkungan dikawasan Desa Wongaya Gede. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Desa Wongaya Gede berada di dataran memiliki beberapa fasilitas umum dan Pura. Tentu kawasan ini harus disediakan tempat pembuangan sampah organik dan non organik sehingga petugas tidak banyak membuang waktu untuk memisahkan antara sampah organik maupun sampah non organik. Guna mempermudah membuang limbah tersebut ke tempat penampungan pembuangan sampah didesa tersebut, sampah organik maupun non organik bisa diolah, semakin panjang rantai pengelolaan maka nilai tambahnya semakin meningkat contohnya sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos, dapat dipergunakan untuk pemupukan tanaman selebihnya bisa dijual sebagai penyumbang perekonomian nilai tambah. Sedangkan sampah non organik bisa dipergunakan sebagai kerajinan ecobrick, semakin panjang rantai pengelolaan maka nilai tambah semakin meningkat pula. Sehingga dapat mengurangi limbah lingkungan dikawasan Desa Wongaya Gede. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Menurut pandangan penulis kawasan desa Wongaya Gede. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan, pemerintah setempat sesegera mungkin membuat penampungan limbah lingkungan yaitu sampah organik dan sampah non organik. Jikalau pembuangan limbah rumah tangga tersebut sudah tersedia secara otomatis membutuhkan sumber daya manusia yang diserap dari desa tersebut. Pada akhirnya menyerap tenaga kerja dikawasan Desa Wongaya Gede. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Dalam membantu meningkatkan sumber daya manusia di Desa Wongaya Gede saya mengangkat tema Meningkatkan Kreativitas Siswa/I Dalam Pemanfaatan Limbah Plastik di SDN 1 Wongaya Gede, disini saya mengajarkan tentang pengolahan limbah plastic menjadi karya seni berupa gambar, tujuannya selain meningkatkan kreatifitas siswa siswi sekolah dasar saya juga mengajarkan mereka untuk menjaga kebersihan sejak dini karena limbah plastik sangat berpengaruh besar terhadap lingkungan jika tidak diolah dengan baik. https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 METODE KEGIATAN Metodologi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didasarkan pada pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, serta masyarakat sekitar dalam rangka meningkatkan kreativitas siswa/i SDN 1 Wongaya Gede dalam pemanfaatan limbah plastik. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan dalam kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai metodologi yang digunakan: Persiapan Kegiatan Penentuan Tujuan dan Sasaran Kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam mengelola limbah plastik di lingkungan sekitar mereka dengan cara yang Sasaran utama dari kegiatan ini adalah siswa/i SDN 1 Wongaya Gede, namun keterlibatan masyarakat desa juga diharapkan untuk mendukung terciptanya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik yang ramah lingkungan. Pendekatan Partisipatif dan Sosialisasi Sebagai langkah awal, akan diadakan pertemuan dengan pihak sekolah . uru dan kepala sekola. serta tokoh masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman tentang tujuan, manfaat, dan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan semua pihak terlibat dan mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Penyusunan Materi dan Modul Pembelajaran Tim pengabdian akan menyusun materi pembelajaran terkait cara-cara pemanfaatan limbah plastik yang sederhana dan mudah dipraktikkan oleh siswa. Modul ini akan mencakup berbagai ide kreatif seperti pembuatan kerajinan tangan, hiasan, atau barang berguna lainnya dari bahan plastik bekas. Dalam modul ini, juga akan dijelaskan cara-cara yang aman dalam mengolah sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan. Pelaksanaan Kegiatan Workshop Pemanfaatan Limbah Plastik Kegiatan inti dari pengabdian ini adalah penyelenggaraan workshop yang melibatkan siswa/i SDN 1 Wongaya Gede. Workshop akan dibagi menjadi beberapa sesi yang mencakup teori dan praktik, sebagai berikut: Sesi Teori. Pada sesi ini siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan serta pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, siswa juga akan belajar tentang pentingnya kreativitas dalam memanfaatkan limbah plastik sebagai barang yang bernilai guna. Sesi Praktik. Pada sesi ini, siswa diajarkan untuk mengolah sampah plastik yang mereka bawa dari rumah menjadi barang-barang berguna, seperti pot tanaman, tas, tempat pensil, dan berbagai kerajinan tangan lainnya. Siswa akan dibimbing oleh tim pengabdian serta dibantu oleh guru dan masyarakat sekitar. Penyuluhan kepada Masyarakat dan Orang Tua Selain kegiatan dengan siswa, akan dilakukan penyuluhan kepada orang tua siswa dan masyarakat sekitar tentang pentingnya mengurangi sampah plastik Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 dan cara-cara pengelolaannya. Masyarakat akan diberikan pengetahuan mengenai penggunaan kembali sampah plastik serta cara mendaur ulang plastik di rumah masing-masing. Pembagian Alat dan Bahan Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan workshop, tim pengabdian akan membagikan peralatan dan bahan yang diperlukan, seperti plastik bekas, gunting, lem, dan cat. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari dan menghasilkan karya-karya kreatif dari sampah plastik. Pendekatan dan Teknik Pembelajaran Pendekatan Problem-Based Learning (PBL) Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Problem-Based Learning (PBL) yang berfokus pada pembelajaran berbasis masalah. Dalam hal ini, masalah yang diangkat adalah sampah plastik yang semakin meningkat dan mencemari lingkungan. Siswa akan diajak untuk mencari solusi terhadap masalah ini melalui kreativitas dalam mengolah sampah plastik menjadi barang berguna. Teknik Demonstrasi dan Praktik Langsung Salah satu teknik yang akan digunakan adalah demonstrasi langsung oleh fasilitator untuk menunjukkan cara-cara pengolahan sampah plastik. Teknik ini memungkinkan siswa untuk melihat prosesnya secara langsung dan kemudian mencobanya sendiri. Dengan teknik ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami langkah-langkah praktis dalam pemanfaatan limbah plastik. Kolaborasi dengan Guru dan Masyarakat Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga melibatkan guru yang akan menjadi fasilitator selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi dengan guru sangat penting agar kegiatan ini bisa berkelanjutan. Selain itu, masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam pembelajaran, misalnya dengan memberikan dukungan berupa bahan baku plastik bekas yang dapat digunakan dalam kegiatan ini. Evaluasi dan Tindak Lanjut Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana tujuan kegiatan tercapai, baik dalam hal peningkatan kreativitas siswa maupun kesadaran lingkungan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik. Evaluasi akan dilakukan melalui dua metode: Evaluasi Kualitatif. Evaluasi ini dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses dan hasil karya siswa selama workshop, serta wawancara dengan siswa dan guru untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai pengelolaan sampah plastik. Evaluasi Kuantitatif. Evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa terhadap penggunaan sampah plastik setelah mengikuti kegiatan ini. Penguatan Keberlanjutan Program Setelah evaluasi, akan dilakukan tindak lanjut berupa pembinaan lebih lanjut kepada siswa dan masyarakat setempat agar kegiatan ini dapat terus Salah satu tindak lanjut yang direncanakan adalah pembentukan https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 kelompok kreatif di sekolah yang secara rutin melakukan kegiatan daur ulang sampah plastik. Selain itu, pihak sekolah juga akan diberikan panduan untuk menyelenggarakan workshop serupa di masa mendatang. Penyusunan Laporan Kegiatan Setelah kegiatan selesai, laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat disusun sebagai bentuk dokumentasi. Laporan ini mencakup analisis hasil kegiatan, dampak yang ditimbulkan terhadap siswa dan masyarakat, serta rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya. Kendala dalam pelaksanaan kesulitan dalam pencarian alat dan bahan sampah plastik untuk membuat suatu karya seni, di karenakan di desa sampah plastik kurang di pilah antara sampah organin dan anongarik. terkait dengan waktu pelaksanaan program kerja sedikit kesulitan dalam mengatur waktu. Solusi Pemecahan Masalah/Isu Adapun isu yang di hadapi oleh siswa/i SDN 1 Wongaya Gede adalah kurangnya pemahaman pengetahuan mengenai pengolahan limbah plastik. Dari hasil penelitian yang saya lakukan banyak siswa/i yang kurang mengerti dan memahami tentang pengolahan sampah plastik. Oleh karena itu solusi yang saya tawarkan yang pertama, mengajarkan cara memilah sampah organik dan sampah anonganik yang kedua saya juga mengajarkan mengolah sampah plastik menjadi barang yang dapat di gunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Desa Wongaya Gede, penulis menemukan sejumlah permasalahan terkait dengan pengelolaan sampah yang berdampak pada tercemarnya lingkungan. Salah satu temuan utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempat yang Praktik membuang sampah sembarangan masih sering ditemui di berbagai lokasi, yang menyebabkan akumulasi sampah yang tidak terkelola dengan Hal ini, tentunya, berkontribusi terhadap masalah pencemaran lingkungan yang semakin parah. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai di desa tersebut. Meskipun ada beberapa titik yang disediakan sebagai tempat pembuangan sampah, namun seringkali tempat-tempat tersebut tidak dikelola dengan baik, dan sampah sering kali tidak terpisah sesuai Sebagai contoh, sampah plastik sering kali dicampurkan dengan sampah organik atau sampah lainnya. Situasi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menyulitkan dalam upaya daur ulang atau pemanfaatan kembali sampah yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Kondisi yang ada mencerminkan rendahnya pemahaman masyarakat Desa Wongaya Gede terkait dengan pengelolaan sampah, khususnya dalam hal pemisahan sampah berdasarkan jenisnya. Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya memisahkan sampah plastik dari sampah organik dan jenis sampah lainnya. Sampah plastik, misalnya, sering kali dianggap sebagai sampah yang tidak memiliki nilai guna dan hanya dibuang begitu saja. Padahal, jika sampah plastik dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 dimanfaatkan kembali atau didaur ulang menjadi barang-barang yang berguna, seperti kerajinan tangan, pot tanaman, atau bahkan barang-barang yang bisa dijual. Berdasarkan hasil observasi tersebut, penulis bersama kepala lingkungan Desa Tajen melakukan analisis mendalam mengenai kondisi ini dan menyusun sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Wongaya Gede tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, serta memberikan pemahaman mengenai cara-cara yang tepat dalam mendaur ulang sampah, terutama sampah plastik. Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah, agar mereka tidak hanya melihat sampah sebagai limbah yang tidak berguna, tetapi juga sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali. Tujuan dan Fokus Program Program yang disusun bertujuan untuk mencapai dua hal utama. Pertama, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik. Kedua, untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai cara-cara mengelola sampah plastik agar dapat dimanfaatkan kembali dalam berbagai bentuk, seperti kerajinan tangan atau barang-barang berguna lainnya. Fokus utama program ini adalah pada pengelolaan sampah plastik, mengingat plastik merupakan jenis sampah yang paling banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Sampah plastik, jika tidak dikelola dengan benar, akan memakan waktu ratusan tahun untuk terurai, yang menyebabkan pencemaran yang parah bagi tanah, air, dan Oleh karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan yang memadukan edukasi, keterampilan praktis, dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mengurangi dampak negatif sampah plastik di lingkungan mereka. Rangkaian Kegiatan yang Dilakukan Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis dan kepala lingkungan desa Tajen merancang serangkaian kegiatan yang dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wongaya Gede. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain adalah sebagai berikut: Sosialisasi dan Penyuluhan tentang Kebersihan Lingkungan Kegiatan pertama yang dilakukan dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi kepada masyarakat Desa Wongaya Gede mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memahami dampak negatif yang ditimbulkan oleh sampah plastik. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan masyarakat desa mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, khususnya sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu masalah utama dalam pengelolaan sampah domestik. Sosialisasi ini dirancang dengan pendekatan yang inklusif, melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Penulis bersama kepala lingkungan Desa Wongaya Gede menyusun materi sosialisasi yang tidak hanya menjelaskan dampak buruk sampah plastik, tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana kebersihan lingkungan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari masyarakat dalam membuang sampah. Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Pada sesi awal sosialisasi, penulis dan kepala lingkungan menekankan pada konsep kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama yang https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 harus dipertahankan oleh setiap individu dalam komunitas. Mereka menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya berdampak pada penampilan visual desa, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, kualitas udara, dan keberlanjutan ekosistem. Desa yang bersih dan tertata rapi akan menciptakan suasana yang nyaman bagi penghuninya, serta menjadi contoh baik bagi desa-desa lain dalam menjaga Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau aparat desa, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap warga, baik secara individu maupun kolektif. Penulis dan kepala lingkungan menjelaskan bahwa sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air, mencemari tanah, dan mengganggu keindahan alam. Selain itu, sampah plastik yang terurai membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai ratusan tahun, untuk terurai secara Selama proses dekomposisi tersebut, sampah plastik dapat merusak tanah dan mengkontaminasi sumber daya alam, termasuk air tanah dan sungai yang digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Dampak Negatif Sampah Plastik terhadap Lingkungan dan Kesehatan Salah satu topik utama yang dibahas dalam sosialisasi ini adalah dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan. Penulis bersama kepala lingkungan menekankan bahwa sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang paling sulit untuk diuraikan di alam. Plastik tidak dapat terurai dengan mudah dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terdegradasi. Sampah plastik yang dibuang sembarangan di jalan, sungai, dan laut akan menyebabkan pencemaran yang berbahaya bagi ekosistem dan biodiversitas. Masyarakat dijelaskan tentang bahaya plastik yang mengapung di lautan, yang dapat tertelan oleh hewan laut dan masuk ke dalam rantai makanan. Di samping dampak ekologisnya, sampah plastik juga dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia. Plastik yang terurai menjadi mikroplastik bisa mencemari air dan tanah, yang kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi makanan atau air yang tercemar. Selain itu, plastik yang terbakar di tempat sampah menghasilkan gas beracun yang dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan pernapasan manusia. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa sampah plastik bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Pemisahan Sampah Plastik dan Daur Ulang Dalam melanjutkan sosialisasi, penulis dan kepala lingkungan menyoroti pentingnya memisahkan sampah plastik dari jenis sampah lainnya sebagai langkah awal dalam pengelolaan sampah yang efektif. Memisahkan sampah plastik dari sampah organik dan sampah non-plastik lainnya merupakan langkah pertama yang sangat penting dalam upaya mengurangi volume sampah plastik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan memisahkan sampah, maka sampah plastik dapat lebih mudah dikelola dan didaur ulang, sehingga tidak mencemari lingkungan atau menumpuk di tempat pembuangan sampah. Penulis dan kepala lingkungan menjelaskan kepada masyarakat bahwa dengan memilah sampah sesuai jenisnya, sampah plastik bisa diproses lebih lanjut, seperti didaur ulang menjadi barang-barang berguna atau dijual ke tempat pengolahan sampah daur ulang. Pemisahan sampah juga memudahkan proses pengumpulan Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 dan pengangkutan sampah yang lebih efisien, sehingga mengurangi beban yang ditanggung oleh petugas kebersihan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di tingkat desa. Selain itu, pemisahan sampah juga membuka peluang untuk mengubah sampah plastik menjadi sumber daya baru. Masyarakat diberi pemahaman bahwa sampah plastik yang terpilah dengan baik bisa digunakan untuk berbagai keperluan lain, seperti pembuatan kerajinan tangan, pot tanaman, hingga barang-barang lain yang bisa dijual atau dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas mereka dalam memanfaatkan limbah plastik yang ada. Penerapan Sistem Pemisahan Sampah di Tingkat Rumah Tangga Untuk memudahkan masyarakat dalam memisahkan sampah, penulis bersama kepala lingkungan juga memperkenalkan sistem pemisahan sampah yang dapat diterapkan langsung di tingkat rumah tangga. Setiap keluarga diajarkan cara membuat dua atau lebih tempat sampah di rumah, masing-masing untuk sampah organik, sampah plastik, dan sampah non-organik lainnya. Penulis juga memberikan contoh konkret mengenai penggunaan tempat sampah yang jelas pemisahannya, seperti tempat sampah berwarna hijau untuk sampah organik, biru untuk sampah plastik, dan kuning untuk sampah non-organik lainnya. Melalui penerapan sistem pemisahan sampah ini, diharapkan masyarakat Desa Wongaya Gede dapat lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya, serta lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Sosialisasi mengenai pentingnya pemisahan sampah ini juga menjadi dasar bagi kegiatan-kegiatan berikutnya, seperti pelatihan pengelolaan sampah plastik yang lebih mendalam dan upaya peningkatan partisipasi warga dalam program bank sampah desa. Penyuluhan dengan Media Visual dan Alat Peraga Agar informasi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh berbagai kalangan, penulis bersama tim pengabdian menggunakan berbagai media visual, seperti poster, video edukasi, dan alat peraga. Media visual ini berfungsi untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan, terutama dalam menjelaskan dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, media visual juga membantu menjelaskan dengan lebih rinci tentang cara pemisahan sampah yang benar, sehingga memudahkan masyarakat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang variatif ini, diharapkan sosialisasi yang dilakukan dapat lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah plastik dengan lebih baik. Keberhasilan dari sosialisasi ini juga sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam melaksanakan apa yang telah dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan Pemanfaatan Limbah Plastik Salah satu kegiatan inti dari program pengabdian ini adalah pelatihan yang difokuskan pada pengolahan sampah plastik menjadi barang-barang berguna. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan siswa/i SDN 1 Wongaya Gede keterampilan praktis yang tidak hanya bermanfaat bagi kebersihan lingkungan, https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas mereka. Siswa/i menjadi kelompok sasaran utama dalam pelatihan ini, di mana mereka diberi kesempatan untuk belajar dan mengasah kemampuan mereka dalam mengubah limbah plastik menjadi barang bernilai guna. Pelatihan ini mengajarkan berbagai teknik kerajinan tangan yang dapat dibuat dari bahan plastik bekas. Salah satu contoh adalah pembuatan tas dari plastik bekas. Proses pembuatan tas ini melibatkan langkah-langkah yang cukup sederhana, mulai dari pemotongan plastik, penataan, hingga penyusunan dan penyambungan bagianbagian plastik yang membentuk tas. Selain itu, siswa juga diajarkan cara membuat pot tanaman dari botol plastik bekas, yang dapat digunakan untuk menghias halaman rumah atau sekolah dengan tanaman hias. Berbagai produk lainnya yang juga dapat dibuat, seperti tempat pensil, gelang, dan lampu hias dari sampah plastik yang telah diolah. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai cara mengolah sampah plastik, tetapi juga bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka. Dengan belajar cara mengolah plastik bekas menjadi barang-barang yang berguna, siswa juga diberi pemahaman tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini memperkaya pengalaman belajar siswa, menghubungkan konsep kebersihan lingkungan yang mereka pelajari di sekolah dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa/i SDN 1 Wongaya Gede tidak hanya lebih peduli terhadap pengelolaan sampah plastik, tetapi juga mampu menciptakan karya-karya inovatif yang dapat menginspirasi orang lain di sekitar mereka untuk turut serta dalam upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan Penyediaan Tempat Sampah yang Terpisah Sebagai langkah konkrit dalam mendukung program pengelolaan sampah yang lebih baik, penulis bersama tim juga menyediakan tempat sampah yang terpisah antara sampah plastik, organik, dan sampah lainnya di beberapa titik strategis di desa. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya, sehingga proses pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih efektif. Penyediaan tempat sampah ini juga disertai dengan edukasi mengenai cara yang tepat untuk menggunakan tempat sampah yang Pembuatan Bank Sampah Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam program ini adalah pembentukan bank sampah, yaitu tempat yang dapat digunakan oleh warga desa untuk menyetorkan sampah plastik yang telah dipisahkan. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dapat dijual untuk didaur ulang atau digunakan untuk kegiatan kreativitas seperti yang telah dilatihkan sebelumnya. Pembentukan bank sampah ini bertujuan untuk memberikan insentif ekonomi bagi warga desa melalui pemanfaatan sampah plastik, yang juga dapat mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah di desa tersebut. Evaluasi dan Dampak Program Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan tersebut, program ini menunjukkan Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 adanya perubahan yang signifikan dalam kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Hasil observasi yang dilakukan setelah kegiatan menunjukkan bahwa banyak warga yang mulai memisahkan sampah plastik dari sampah lainnya dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan mereka. Selain itu, keterlibatan siswa/i dalam kegiatan pembuatan kerajinan tangan dari plastik bekas juga menunjukkan hasil yang positif, di mana mereka semakin kreatif dalam mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna. Di sisi lain, adanya tempat sampah yang terpisah dan pembentukan bank sampah juga membantu memudahkan masyarakat dalam melakukan pemisahan sampah dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik. Pembentukan bank sampah ini juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga yang dapat menjual sampah plastik yang terkumpul. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta memberikan keterampilan dalam memanfaatkan limbah plastik. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Wongaya Gede dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Wongaya Gede, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan kreativitas siswa/i SDN 1 Wongaya Gede dalam pemanfaatan limbah plastik. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Salah satu hasil utama yang tercapai adalah meningkatnya pemahaman siswa/i tentang cara mengolah sampah plastik menjadi barang-barang berguna, seperti tas, pot tanaman, dan kerajinan tangan lainnya. Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan mereka. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari, sekaligus mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan. Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat juga menunjukkan dampak yang Masyarakat Desa Wongaya Gede mulai memahami pentingnya memisahkan sampah plastik dari sampah lainnya dan mengelola sampah dengan cara yang ramah lingkungan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya partisipasi warga dalam program pemisahan sampah di rumah mereka, serta dukungan terhadap pembentukan bank sampah desa. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa dan masyarakat dalam mengelola sampah plastik, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan yang lebih luas. Dengan adanya pelatihan keterampilan ini, diharapkan masyarakat Desa Wongaya Gede dapat terus mengembangkan kreativitas mereka dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, serta https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 ISSN 2828-1349 menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. DAFTAR PUSTAKA