UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MINI MELALUI PERMAINAN BOLA BERANTAI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 18 KAMPUNG LAPAI KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG Ermanto Ermanto@gmail. SDN 18 Kampung Lapai Abstract : The purpose of this study is to improve learning outcomes in the following study under volleyball mini passing on Class V students of SD Negeri 18 Kampung Lapai Padang Kota subdistrict Nanggalo through ball game chain. This research is a classroom action research. This study comprises two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and reflection. This research was conducted in SD Negeri 18 Kampung Lapai Padang Kota subdistrict Nanggalo with research subjects Class V with 28 students consisting of 10 men and 18 women. The research instrument used is observation, practice tests and documentation. The data analysis technique performed descriptively and through a predetermined formula count. The results showed that the learning outcomes under volleyball mini passing through a chain ball games have a positive impact, as seen in the results of students' mastery learning which exceeds a predetermined KKM, which is 75 has risen in the first cycle to the second cycle of 21. 43% ie of 71. 43% . irst cycl. to 86% . econd cycl. It can be concluded that the learning model passing through the bottom of a volleyball mini ball games Chain can improve student learning outcomes. Keywords: Passing Down. Mini Volleyball. Games Ball Chain PENDAHULUAN Pendidikan Jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik, bertujuan untuk meningkatkan individual secara organik, neuromuscular, perceptual, kognitif, sosial dan emosional (Depdiknas : Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui kegiatan jasmani dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan keterampilan jasmani, pertumbuhan dan pembentukan watak (Menpora, 1. Pendidikan Jasmani adalah bagian integral dari pendidikan melalui aktifitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromuscular, intelektual, dan emosional. Pada hakekatnya Pendidikan Jasmani adalah sebagai proses pendidikan via gerak isnani . uman movemen. yang dapat berupa aktifitas jasmani, permainan atau olahraga untuk mencapai tujuan pendidikan (Rusli Lutan : 7 : 1995-1. Pendidikan Jasmani adalah bentuk pendidikan yang memberikan perhatian pada pengajaran pengetahuan, sikap dan keterampilan gerak manusia (Seaton, 1. Pendidikan Jasmani mempunyai keunikan dibandingkan dengan pendidikan yang lain, yaitu yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan karakter dan sifat sosial yang lebih besar untuk mewujudkan dalam praktik pengajaran. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Tujuan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan akan terwujud apabila pembelajarannya dilakukan menggunakan metode, model dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah keterbatasan prasarana yaitu banyak sekolah tidak mempunyai lapangan atau halaman yang cukup, sarana tidak menggunakan ukuran standar dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga akan menjadi kendala terhadap keberhasilan proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan itu sendiri. Permasalahan - permasalahan di atas akan dapat diselesaikan salah satunya dengan cara mengembangkan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar dengan memodifikasi pembelajaran dengan media yang tidak seperti biasanya yang relevan, sesuai dengan karakteristik siswa, cocok dengan materi yang diajarkan dan sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang mencakup materi permainan bola besar, permainan bola kecil, senam ketangkasan, aktifitas ritmik, atletik, dan akuatik. Dalam hal ini peneliti mengambil materi permainan bola besar yaitu bola voli mini sebagai bahan penelitian. Pengajaran Olahraga atau pendidikan jasmani di sekolah dasar, khususnya cabang olahraga bola voli, masih sulit diajarkan dalam bentuk aturan cabang olahraga yang sesungguhnya, karena tingkat perkembangan fisik anak masih belum mampu mengatasi beban seberat itu. Oleh sebab itu hampir semua cabang olahraga diberikan dalam bentuk yang disederhanakan atau diminikan yang sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangan anak di Sekolah Dasar. Bola voli mini merupakan materi yang diajarkan di kelas V. Bola voli mini adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua Tim berlawanan. Masing-masing tim memiliki 4 pemain dan 2 cadangan. Lapangan bola voli mini berbentuk persegi panjang dengan ukuran sebagai berikut (Soedarwo, . yaitu panjang lapangan 12 m, lebar lapangan 6 m, tinggi net putra 2,10 m, tinggi net putri 2 m, bola yang digunakan adalah Pembelajaran passing bawah bola voli mini siswa kelas V belum mencapai hasil yang optimal dikarenakan siswa sering mengalami sakit pada tangan saat melakukan passing Passing bawah merupakan teknik dasar bola voli yang paling awal diberikan dalam mengajar atau melatih bola voli. Suharno . Auteknik passing bawah bagi anak didik dirasakan lebih wajar, gampang dan terutama lebih aman pada saat menerima bola yang keras, dibandingkan dengan gerak passing atas yang memerlukan sikap tangan dan jari khususAy. Dengan demikian passing bawah memiliki keuntungan yang lebih baik jika dibandingkan dengan passing atas. Hal ini dapat dilihat dalam permainan, jika menerima servis atau smash yang keras dan tajam harus dilakukan dengan passing bawah. Media yang tidak sesuai karakteristik siswa menyebabkan minat dan motivasi siswa untuk melakukan kegiatan menjadi kurang. Pemanfaatan media pembelajaran yang dapat dijadikan salah satu sumber belajar yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan itu sendiri, sehingga dapat meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang lebih menarik dan inovatif serta menumbuhkan minat dan motivasi siswa yang selama ini kurang diperhatikan. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Karena kurangnya pemberian variasi dalam pembelajaran mengakibatkan sebagian besar atau 70% dari 28 siswa . kurang tertarik dan takur terhadap materi passing bawah bola voli mini, yang menyebabkan aktivitas dan kerjasama siswa rendah. Selain itu, sebesar 70% siswa hasil belajar belum memenuhi KKM. Adapun KKM untuk Penjaskes Dengan adanya Permainan Bola Berantai, passing bawah bola voli mini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas, dan kerjasama siswa. Berdasarkan permasalahan yang ada maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah penerapan Permainan Bola Berantai untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli mini siswa kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa, dapat mengetahui pentingnya permainan bola voli mini, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan hasil belajar dan motivasi siswa akan meningkat karena kegiatan dan model pembelajaran yang baru. Bagi guru, meningkatkan kemampuan guru dalam menciptakan model pembelajaran yang kreatif guna meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan kinerja guru dalam menjalankan tugas secara profesional. Bagi sekolah, bahan masukan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Penjasorker materi passing bawah bola voli mini di kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang melalui Permainan Bola Berantai, sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran Penjaskes di sekolah dan membantu memperlancar pelaksanaan kurikulum sehingga mempercepat tercapainya visi dan misi sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pokok passing bawah bola voli mini. Setiap siklus mencakup empat tahapan yaitu perencanaan . , tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai Mei 2015. Dalam satu minggu dilaksanakan satu kali pertemuan sesuai jadwal mata pelajaran Penjaskes Kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Subyek Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 28 siswa yang terdiri atas 18 siswa putri dn 10 siswa putra SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri dari tes dan Observasi dipergunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dan guru selama kegiataan belajar mengajar saat permainan dalam Dokumentasi diperlukan untuk mengumpulkan data dengan cara membuat lembar penilaian siswa, foto mengenai passing bola voli mini dengan menggunakan permainan bola berantai dan tes dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil passing bola voli mini yang dilakukan siswa. Dari hasil penelitian, data yang dianalisis . Untuk menentukan nilai akhir hasil belajar yang diperoleh masing-masing siswa, digunakan rumus : ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 . Untuk menentukan nilai rata-rata kelas, yaitu : Untuk Prosedur Penelitian Perencanaan C Mengidentifikasi masalah, mendiagnosis masalah, dan mengembangkan pemecahan masalah. C Menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) dengan materi passing bawah bola voli. Menyusun instrument tes passing bawah bola voli. Menyusun lembar penilaian dan hasil pembelajaran. Menyusun lembar observasi. Menyiapkan media yang diperlukan untuk membantu pengajaran. Penyiapkan tempat penelitian dan alat pembelajaran C Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan, kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran dilapangan dengan langkah-langkah kegiatan antara lain: C Menjelaskan bagaimana cara tangan untuk memukul dan peneliti menyusun bentuk gerakan passing bawah dengan modifikasi permainan untuk meningkatkan kemampuan siswa yaitu dengan cara melempar bola mini ke atas dengan menggunakan kedua telapak tangan dalam permainan bola berantai C Menyusun bentuk gerakan dengan modifikasi permainan untuk meningkatkan kemampuan siswa yaitu dengan cara mempassing bola yang digantung di net dengan rafia menggunakan kedua tangan . assing bawa. C Menyusun modifikasi permainan untuk meningkatkan kemampuan siswa yaitu dengan cara melakukan passing bawah dengan cara mempassing bola gantung secara berantai. Pengamatan Aspek yang diamati adalah hasil kemampuan belajar siswa menggunakan passing bawah dengan pendekatan bermain bola berantai. Adapun aspek yang dinilai adalah aspek psikomotor, afektif dan kognitif. Refleksi Refleksi merupakan uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil penelitian dan refleksi berkaitan dengan proses dan dampak tindakan yang dilaksanakan serta kriteria dan rencana bagi siklus berikutnya. HASIL PENELITIAN Siklus I Hasil pengamatan pada siklus I dengan aspek pengamatan adalah keaktifan siswa dan hasil belajar siswa dapat diketahui bahwa dengan penerapan metode permainan bola ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 berantai pada pembelajaran passing bawah bola voli mini dapat memberikan pengaruh positif bagi keaktifan siswa. Akan tetapi masih ada siswa yang masih kurang berminat, kurang termotivasi, kurang kerjasama, dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bola voli mini dengan menggunakan permainan bola berantai yang berdampak pada hasil belajar siswa. Dibawah ini deskripsi data hasil belajar passing bawah bola voli mini dan kriteria ketuntasan hasil belajar siklus I Kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Tabel 1. Hasil Belajar Pada Siklus I Nama Siswa Irfan Yusuf AF Melisa Wildayani Titus Theofilus Muhammad Faiz A Siti Nur Azizah Ani Andrayani Adisti Meilani Monica Utami Melli Agustin 10 Martin Wahyu W 11 M. Wildan Fauzan 12 Elis Sukanti 13 Aniza Aulia 14 Moh. Raditya 15 Reni Marlina 16 Reza Aditianto 17 Efri Agus 18 Shintia Elfariani 19 Agung Trimo S 20 Sepriyanto 21 Rima Melati S 22 Putri Zakia M 23 Maharani Dwi Putri 24 Voresti Sheila 25 Sintia Utami 26 Megia Forestya 27 Utari Ananda 28 Sheila Putri U Rata-rata Penilaian Psikomotor Afektif Kognitif Jumlah Ket Tuntas Tuntas Tuntas Belum Belum Tuntas Belum Belum Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Presentase Ketuntasan Siswa Siswa yang tuntas = Siswa yang belum tuntas = ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Gambar 4. 5 Diagram Ketuntasan Belajar Pada Siklus I Berdasarkan data di atas bahwa 28,57% dari jumlah siswa belum mencapai ketuntasan dan rata-rata kelas hanya 79,35%. Hal terebut menunjukan bahwa target yang diinginkan mengikuti peneliti yaitu 85% dari jumlah siswa belum tercapai sehingga harus ditingkatkan lagi dengan siklus II. Untuk mengurangi hambatan yang muncul pada siklus I, peneliti merencanakan tindakan siklus 2 yaitu . siswa di minta untuk mengikuti pembelajaran dengan permainan bola berantai lebih serius dan memperhatikan penjelasan dan peragaan, sehingga fokus dalam melaksanakan proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai target yang ditentukan . peneliti dan kolaborator lebih fokus dalam melaksaakan observasi sehingga dapat menguasai kelas dengan baik agar kualitas hasil belajar dapat tercapai dengan optimal. Siklus II Hasil pengamatan selama proses pembelajan berlangsung dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bola melalui permainan bola berantai cukup menyenangkan, akan tetapi masih ada siswa yang masih kurang bekerjasama, dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bola voli mini. Pada siklus 1 dari 28 siswa kelas V ada 13 siswa yang sudah dapat melaksanakan passing bawah bola voli dengan benar. Secara umum siswa cukup senang dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dari ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 pemanasan sampai kegiatan inti. Dibawah ini deskripsi data hasil belajar passing bawah bola voli mini dan kriteria ketuntasan hasil belajar siklus II Kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Tabel 3. Hasil Ketuntasan Belajar Pada Siklus II Nama Siswa Irfan Yusuf AF Melisa Wildayani Titus Theofilus Muhammad Faiz A Siti Nur Azizah Ani Andrayani Adisti Meilani Monica Utami Melli Agustin 10 Martin Wahyu W 11 M. Wildan Fauzan 12 Elis Sukanti 13 Aniza Aulia 14 Moh. Raditya 15 Reni Marlina 16 Reza Aditianto 17 Efri Agus 18 Shintia Elfariani 19 Agung Trimo S 20 Sepriyanto 21 Rima Melati S 22 Putri Zakia M 23 Maharani Dwi Putri 24 Voresti Sheila 25 Sintia Utami 26 Megia Forestya 27 Utari Ananda 28 Sheila Putri U Rata-rata Psikomotor Penilaian Afektif Kognitif Jumlah Ket Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Presentase Ketuntasan Belajar Pada Siklus II : Siswa Siswa yang tuntas = Siswa belum tuntas = ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Gambar 4. 6 Diagram Ketuntasan Belajar Pada Siklus II Data di atas menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dalam pembeleajaran passing bawah bola voli mini melalui Permainan Bola Berantai pada siklus II nilai rata-rata Peningkatan tersebut dapat dilihat dari banyaknya siswa yang tuntas, yaitu sebesar 92,86% siswa . dari jumlah keseluruhan 28 siswa memiliki nilaii di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. PEMBAHASAN Ketuntasan hasil belajar siswa melalui hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan permainan bola berantai memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan peneliti/kolaborator . etuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II). Pada siklus I ketuntasan belajar mencapai 71,43% sedangkan pada siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 92,86%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 21,43%. Sedangkan untuk proses pembelajaran berdasarkan analisis data diperoleh bahwa aktivitas siswa selama proses belajar mengajar dengan permainan bola berantai dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat menunjukan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa setiap siklus yang terus meningkat. Dalam proses belajar mengajar siswa terlihat semangat, memperhatikan ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 penjelasan guru, melakukan kegiatan dengan sungguh-sungguh dan disiplin. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa sangat aktif mengikuti pembelajaran dengan media. Pendekatan pembelajaran permainan bola berantai merupakan bentuk pembelajaran yang dikonsep dalam bentuk permainan (Wahjoedi 1999 : . Modifikasi digunakan sebagai salah satu alternatif pendekatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Seperti yang dikemukakan oleh Ngasmain Soepartono . Beberapa komponen yang dapat dimodifikasi sebagai pendekatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani diantaranya ukuran, berat atau bentuk peralatan yang digunakan, lapangan permainan, waktu bermain atau lamanya permainan, dalam pembelajaran, peraturan permainan, dan jumlah pemain (Amung, 2. Dalam pembelajaran passing bawah melalui permainan bola berantai memberikan dampak positif bagi siswa, hal ini dapat ditunjukan dalam kegiatan pembelajaran siswa bersemangat melakukan passing bawah tanpa rasa takut karena pembelaajran bola voli dengan menggunakan permainan bola berantai sesuai karakteristik siswa. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Mini Melalui Permainan Bola Berantai pada siswa kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota PadangAy. Hasil penelitian dan pembahasan menyimpulkan bahwa pembelajaran passing bawah bola voli mini melalui permainan bola berantai dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang talah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu siklus I ke siklus II sebesar 21,43% yaitu 71,43% . iklus I) menjadi 92,86% . iklus II). Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan bermain dan media papan kayu dalam pembelajaran passing bawah bola voli mini dapat meningkatkan hasil belajar, minat dan motivasi siswa. Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya, agar proses balajar mengajar lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka dapat disampaikan saran sebagai berikut : Dalam pembelajaran Penjaskes khususnya passing bawah bola voli mini, sebaiknya guru menggunakan pembelajaran modifikasi yang sesuai karakteristik dan menarik ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 bagi siswa, sehingga siswa menjadi aktif, merasa senang, dan bersemangat dalam Salah satu pembelajaran modifikasi yaitu permainan boal berantai. Guru diharapkan dapat memilih dan menerapkan metode serta media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran, sehingga keefektifan kegiatan belajar mengajar dapat tercapai dan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Siswa sebaiknya memotivasi diri dalam belajar, khususnya dari faktor intrinsik agar mencapai hasil yang maksimal. REFERENSI