Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Kompetensi Universitas Balikpapan ANALISIS FAKTOR KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH DASAR PADA MUATAN PPKN (STUDI DESKRIPTIF PADA SDN SETIABUDI 01 PAGI) Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Universitas Negeri Jakarta1,2. pos-el: hildaazmaliyah@gmail. com1, ppmsdosen@gmail. com2, uswatunhasanah@unj. fahrurrozi@unj. ABSTRAK Kepercayaan diri penting dalam pendidikan dasar karena memengaruhi prestasi, partisipasi aktif, dan perkembangan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. di SDN Setiabudi 01 Pagi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui survei. Populasi penelitian ini adalah siswa SDN Setiabudi 01 Pagi, dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepercayaan diri PPKn, yang didasarkan pada lima indikator kepercayaan diri menurut Lauster yaitu: keyakinan pada kemampuan diri, objektif, optimis, bertanggung jawab, dan rasional serta realistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SDN Setiabudi 01 Pagi memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, yaitu sebesar 73,168. Kata kunci : Kepercayaan Diri. Pembelajaran PPKn. ABSTRACT Self-confidence is important in elementary education as it influences students' achievements, active participation, and social development. This research aims to increase students' level of self-confidence in learning Pancasila and Citizenship Education (PPK. in elementary schools. The research method used is descriptive qualitative with data collection through surveys. The population of this study were students at SDN Setiabudi 01 Pagi with a sample size of 30 students. The instrument used is a PPKn self-confidence questionnaire which is based on five indicators of self-confidence according to Lautter . n Ghufron & Risnawita S, 2014:. , namely: belief in one's abilities, goals, optimism, responsibility, and rational and realistic. The results of the research show that the majority of students at SDN Setiabudi 01 Pagi have a high level of self-confidence. Keywords: Self Confidance. PPKn. PENDAHULUAN Peran sekolah sangatlah penting dalam meningkatkan sikap percaya diri siswa, namun saat ini sikap kepercayaan diri yang di miliki siswa sekolah dasar tergolong masih rendah. Kepercayaan diri siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal ini berasal dari dalam diri siswa, hal-hal kesehatan, kecerdasan, minat, bakat, motivasi, dan tingkat kematangan. Vol. No. Juni 2024 Di sisi lain, faktor eksternal merupakan pengaruh dari lingkungan, keluarga, dan sekolah (Wardani dkk. Kata "self-confidence" berasal dari bahasa Inggris, yang artinya adalah "percaya diri". Percaya diri adalah komponen penting dari kepribadian seseorang (Afifah & Nasution, 2. Seseorang kepercayaan diri, akan mengalami banyak permasalahan. Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Kepercayaan diri sebagai keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimilikinya dengan menerima dan mempelajari segala sesuatu pada diri (Lombu & Lase, 2. Kepercayaan diri adalah kunci bagi seseorang untuk Setiap membutuhkan kebebasan berpikir serta perasaan nya. Dalam membangun rasa percaya diri. langkah pertama yang dapat di lakukan adalah mulai dengan memahami dan meyakini bahwa semua orang memiliki kekurangannya masingmasing. Kepercayaan diri juga memiliki pembelajaran, menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak. Indonesia memiliki 56% siswa yang mengalami krisis kepercayaan diri, dengan mayoritas siswa yang mengalami hal tersebut adalah siswa perempuan. Ini disebabkan oleh penggunaan metode pendidikan yang masih menggunakan pendekatan mendisiplinkan siswa di Indonesia (Rifda & Hera, 2. Hasil ini menyoroti pentingnya membangun rasa kepercayaan diri dalam konteks pembelajaran sehari-hari serta keberanian dalam berinteraksi dengan orang lain, baik di dalam maupun di luar Kepercayaan diri menjadi kualitas yang esensial bagi setiap siswa karena memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang beradaptasi dengan lingkungan baru, lebih mudah menjalin hubungan dengan teman sebaya, memiliki keberanian untuk menyuarakan pendapatnya di depan umum, serta memiliki tujuan yang Selain itu, kepercayaan diri juga berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Studi penelitian yang telah dilakukan oleh (Enteding, 2. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan yang berjudul Peran Guru PPKn dalam Membentuk Kepercayaan Diri (Self Confiden. Peserta Didik di SMK Negeri 1 Luwuk didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dari guru PPKn sehingga keterampilan komunikasi, ketegasan, perasaan, cinta diri, pemahaman diri, tujuan yang jelas, dan pemikiran yang positif peseta didik PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraa. membentuk karakter siswa di sekolah. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran PPKn di sekolah dasar. Adha & Susanto . menjelaskan bahwa PPKn merupakan alat pengajaran yang dirancang untuk memperkuat dan mengembangkan nilainilai moral dan etika yang penting bagi kebudayaan Indonesia. Sebagian besar siswa beranggapan bahwa PPKn merupakan mata pelajaran yang sulit dan sukar, hal ini mungkin disebabkan oleh hafalan terkait pancasila dan peraturanperaturan yang ada. Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Putri dkk . PPKn mata pelajaran yang bertujuan untuk kembali menghidupkan karakter warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila antara lain nilai ketakwaan, nilai keimanan, nilai kejujuran, nilai kepedulian, hingga nilai etika atau sopan santun. Melalui pembelajaran PPKn di SD di harapkan akan memberikan pemahaman mengenai karakteristik siswa sesuai dengan aturan yang berlaku di sekolah. Dalam konteks tersebut, karakter merujuk pada kumpulan pengetahuan, sikap, motivasi, perilaku, dan keterampilan yang dimiliki seseorang (Annur dkk. , 2. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji aspek-aspek yang berkaitan dengan pembelajaran PPKn dan kepercayaan diri siswa. Faradila dkk. melakukan penelitian tentang eksplorasi media pembelajaran PPKn Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Pop Book meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMP. Penelitian ini menunjukkan pembelajaran yang inovatif dalam PPKn. Sementara itu. Akbar dkk. menganalisis kebutuhan pengembangan media komik digital penerapan sila Pancasila berbasis masalah dalam pembelajaran PPKn Sekolah Dasar. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa sekolah dasar dalam mempelajari nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks yang lebih spesifik terkait kepercayaan diri. Meli dkk. meneliti pengaruh perilaku asertif dan percaya diri terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Meskipun fokus pada mata pelajaran ekonomi, penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan antara kepercayaan diri dan hasil belajar Meskipun penelitian-penelitian tersebut telah memberikan kontribusi penting dalam bidang pembelajaran PPKn dan aspek psikologis siswa, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman faktor-faktor mempengaruhi kepercayaan diri siswa sekolah dasar khususnya dalam konteks PPKn. Penelitianpenelitian berfokus pada pengembangan media pembelajaran atau hubungan antara kepercayaan diri dengan hasil belajar secara umum, namun belum ada yang secara spesifik menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi kepercayaan diri siswa dalam konteks pembelajaran PPKn di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi kepercayaan diri siswa sekolah dasar pada muatan PPKn, dengan studi kasus di SDN Setiabudi 01 Pagi. Penelitian ini didasari Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan oleh tujuan PPKn yang diutarakan Dewi dkk . , yaitu untuk melatih kemampuan berpikir kritis, rasional, dan kreatif siswa, mendorong partisipasi aktif, dan membentuk karakter yang demokratis dan positif. Mengacu pada aspek-aspek kepercayaan diri menurut Lauster . alam Nur Haliza & Fibria Nugrahani, 2. , penelitian ini akan mengeksplorasi faktor-faktor seperti keyakinan, kemampuan diri, optimisme, rasionalitas, dan realisme dalam konteks pembelajaran PPKn. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika pembelajaran PPKn di tingkat sekolah dasar, serta memberikan landasan untuk pengembangan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Temuan ini juga diharapkan dapat membantu guru dalam memahami dan menyikapi kebutuhan siswa terkait kesadaran diri dan kepercayaan diri selama proses pembelajaran. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk menjadi data awal bagi penelitian selanjutnya mengenai kepercayaan diri siswa dalam konteks PPKn di SDN Setiabudi 01 Pagi, dengan penekanan faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri siswa pada tingkat pendidikan dasar. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Variabel kepercayaan diri siswa pada muatan PPKn siswa kelas V sekolah dasar. Sampel penelitian ini adalah siswa SDN Setiabudi 01 Pagi sejumlah 30 Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode nonprobability sample dengan sampel jenuh. Ini karena jumlah populasi kurang dari Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Kompetensi Universitas Balikpapan 100 orang, sehingga seluruh populasi diambil sebagai sampel . %). Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen non tes yaitu kuesioner/angket kepercayaan diri dengan teori Lauster . alam Nur Haliza & Fibria Nugrahani, 2. , instrumen ini terdiri dari 20 item soal mengenai pernyataan pertanyaan yang memiliki dua pilihan jawaban yaitu jawaban Benar (B) dan Salah (S). Selanjutnya pengumpulan data yang di lakukan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner kepercayaan diri PPKn pada siswa SDN di Setiabudi 01 Pagi. Dalam penelitian ini, uji validitas Pearson Product Moment, sementara uji reliabilitas menggunakan metode KR-20 untuk kuesioner dengan jawaban Benar atau Salah. Dalam penelitian ini, terdapat lima indikator penting untuk mengukur Variable tingkat kepercayaan diri siswa, yaitu Keyakinan Kemampuan Diri. Optimisme. Objektivitas. Tanggung Jawab, dan Rasionalitas serta Realisme. Data yang telah terkumpul akan diolah dengan menghitung persentase respons siswa. Setiap item pertanyaan dalam kuesioner akan dianalisis secara deskriptif, dan data akan disesuaikan dengan skala sikap menggunakan skala Likert, dijelaskan oleh Lestari dan Yudhanegara . HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian yang telah kuesioner yang mengukur lima indikator kepercayaan diri, terdapat dua pilihan jawaban: Benar (B) dan Salah (S). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Persentase Skala Sikap Kepercayaan Diri PPKn Siswa Indikator Jumlah Total Skor Mean Persentase Kepercayan Diri Keyakinan Kemampun Diri Optimis Objektif Bertanggung Jawab Rasional dan Realistis Total 71,67 18,25 60,83 76,67 76,67 73,168 Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tabel 1 di atas dapat di simpulkan bahwa rata-rata persentase respons siswa menunjukkan bahwa tingginya tingkat kepercayaan diri yang di miliki siswa Vol. No. Juni 2024 SDN Setiabudi 01 Pagi, yaitu sebanyak 73,168%. Hasil persentase skala kepercayaan diri siswa dapat dilihat pada gambar diagram statistic visual berikut: Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Kompetensi Universitas Balikpapan 80,00% 76,67% 76,67% 71,67% 70,00% 60,83% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Keyakinan Optimis Objektif Bertanggung Rasional dan Jawab Realistis Gambar 1. Persentase skala kepercayaan diri PPKn siswa Berdasarkan gambar di atas, kepercayaan diri siswa dalam muatan PPKn. Indikator keyakinan akan kemampuan diri, yang menunjukkan sikap positif seseorang terhadap dirinya sendiri bahwa ia mengerti dan yakin terhadap apa yang dilakukannya dalam PPKn, persentase sebesar 71,67%. Hal ini penelitian yang dilakukan oleh Darojat . bahwa seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang baik biasanya akan yakin dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya, sehingga dirinya mampu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada selama proses belajar tanpa bantuan dari orang lain dan tidak ingin dirinya dikontrol dalam pengambilan keputusannya dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Indikator optimis mencerminkan sikap yang selalu berpikir positif terhadap segala hal tentang diri, harapan, dan kemampuannya dalam pembelajaran PPKn (Sofiantoa dkk. , 2. Hasil persentasenya adalah 80. Selanjutnya, indikator objektif mencerminkan sikap yang melihat suatu permasalahan atau segala sesuatu sesuai dengan kebenaran semestinya, bukan Vol. No. Juni 2024 menurut kebenaran pribadi dalam pembelajaran PPKn. Persentasenya Hal ini sejalan dengan pendapat Rahmah dkk . bahwa siswa yang objektif adalah yang dapat menyelesaikan masalah atau apa pun berdasarkan kebenaran yang sebenarnya bukan berdasarkan kebenaran individu. Indikator mencerminkan sikap untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensi dalam nilai pembelajaran PPKn. Persentasenya adalah 76. Dengan bertanggung jawab, seseorang mengakui dan menerima konsekuensi dari tindakan mereka, baik itu positif maupun negatif (Farcha dkk. , 2. Terakhir, indikator rasional dan realistis adalah analisis terhadap masalah atau kejadian dengan pemikiran yang masuk akal dan sesuai dengan kenyataan (Soleha dkk. , 2. Rasional realistis mencerminkan pandangan terhadap suatu masalah atau kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima oleh akal dan pikiran serta sesuai dengan kenyataan dalam pembelajaran PPKn. Persentasenya adalah 76,67%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kepercayaan pada kemampuan diri Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 mereka dalam pembelajaran PPKn, jawab, serta memiliki sikap yang rasional dan realistis sesuai dengan kenyataan dalam pembelajaran PPKn. Selanjutnya diagram hasil kuesioner yang diperoleh dari 30 siswa yang telah mengisi pernyataan Benar (B) atau Salah (S) dapat dilihat pada diagram berikut Kompetensi Universitas Balikpapan siswa pada saat belajar PPKn. Dengan demikian siswa akan berpandangan terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dalam pembelajaran PPKn. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Lauster . alam Al Alufi & Saifullah, 2. bahwa sikap optimis dapat di artikan sebagai sikap seseorang yang selalu berpandang positif terhadap segala hal tentang dirinya sendiri. 80,00% 80,00% 60,00% 60,00% 40,00% 40,00% 20,00% 0,00% Keyakinan Kemampuan diri 71,67% Tidak 28,33% Gambar 2. Persentase indikator keyakinan kemampuan diri Berdasarkan indikator di atas, dapat di lihat bahwa tingginya sikap percaya terhadap keyakinan kesanggupan diri mereka dalam pembelajaran PPKn. Dengan demikian, diharapkan siswa mampu mengatasi permasalahan dalam PPKn. Ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Novita & Sumiarsih . bahwa kepercayaan diri adalah sikap yakin terhadap kemampuan diri sendiri dan melihat diri sendiri sebagai individu yang baik. 20,00% 0,00% Objektif 60,83% Tidak 39,17% Gambar 4. Persentase indikator objektif Berdasarkan kuesioner di atas terlihat bahwa sikap objektif dalam pembelajaran PPKn semakin meningkat. Hasilnya, siswa akan mampu mengamati segala situasi atau objek yang bersifat formal, bukan Sesuai dengan apa yang dikatakan Pratiwi & Yanuarsari . kesadaran diri merupakan kualitas yang dimiliki seseorang ketika mengevaluasi dirinya sendiri atau apa pun di lingkungan terdekatnya. Akibatnya, orang-orang memiliki kesadaran diri dan bersedia mengambil keputusan yang sejalan dengan nilai-nilai mereka. 80,00% 60,00% Optimis Tidak 40,00% 20,00% 0,00% Bertanggung 76,67% Tidak 23,33% Gambar 3. Persentase indikator optimis Berdasarkan indikator di atas, dapat di lihat bahwa tingginya sikap optimis yang di miliki Vol. No. Juni 2024 Gambar 5. Persentase indikator bertanggung jawab Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Berdasarkan indikator di atas, dapat di lihat bahwa tingginya sikap tanggung jawab untuk menanggung segala hal yang telah pembelajaran PPkn. Dengan demikian siswa diharapkan mampu bertanggung jawab terhadap nilai-nilai yang ada dalam pembelajaran PPKn dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehariharinya. Sejalan disampaikan oleh Willis . alam Sari, 2. bahwa seseorang dapat mengatasi suatu masalah dengan baik dan dapat memberikan kebahagiaan kepada orang 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Rasional dan 76,67% Tidak 23,33% Gambar 6. Persentase indikator rasional dan Berdasarkan indikator di atas, dapat di lihat bahwa tingginya sikap rasional dan realistis yang dimiliki siswa sesuai dengan kenyataan dalam pembelajaran PPKn. Hal ini sejalan dengan yang telah disampaikan oleh Lauster . alam Fitri & Yarni, 2. bahwa sikap rasional dan realistis adalah sikap seseorang yang menganalisis setiap permasalahan dengan menggunakan pemikiran yang diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kepercayaan diri siswa sekolah dasar pada muatan PPKn di SDN Setiabudi 01 Pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase kepercayaan diri siswa 73,168%, Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan mengindikasikan tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi. Keyakinan akan kemampuan diri siswa dalam pembelajaran PPKn mencapai 71,67%. Temuan ini sejalan dengan penelitian Darojat . yang menyatakan bahwa individu dengan kepercayaan diri yang baik cenderung yakin dengan kemampuan mereka dan mampu menyelesaikan masalah secara Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SDN Setiabudi 01 Pagi memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan mereka dalam mata pelajaran PPKn. Indikator optimisme mencapai persentase tertinggi, yaitu 80%. Sofiantoa dkk. menegaskan bahwa sikap optimis mencerminkan pemikiran positif terhadap diri sendiri, harapan, dan kemampuan dalam Tingginya optimisme ini menunjukkan bahwa siswa memiliki pandangan positif terhadap kemampuan mereka dalam menguasai materi PPKn. Meskipun demikian, indikator . ,83%). Hal mengindikasikan bahwa siswa masih perlu meningkatkan kemampuan mereka dalam melihat permasalahan secara objektif, sesuai dengan kebenaran yang semestinya, bukan berdasarkan persepsi Temuan ini sejalan dengan pendapat Rahmah dkk. tentang penyelesaian masalah. Indikator tanggung jawab dan rasional-realistis memiliki persentase yang sama . ,67%). Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran yang cukup tinggi akan konsekuensi dari tindakan mereka dalam pembelajaran PPKn (Farcha dkk. , 2. dan mampu menganalisis masalah dengan pemikiran yang masuk akal serta sesuai dengan kenyataan (Soleha dkk. Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran PPKn termanifestasi dalam berbagai aspek, seperti keyakinan akan kemampuan diri, jawab, serta sikap rasional dan realistis. Temuan ini memperkuat pendapat Novita & Sumiarsih . bahwa kepercayaan diri merupakan sikap yakin terhadap kemampuan diri sendiri dan melihat diri sendiri sebagai individu yang baik. Meskipun tingkat kepercayaan diri siswa cukup tinggi, masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam aspek Hal ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melihat permasalahan secara objektif dalam konteks PPKn. Penelitian kontribusi penting dalam memahami dinamika kepercayaan diri siswa sekolah dasar dalam pembelajaran PPKn. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, khususnya dalam mata pelajaran PPKn. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran PPKn di SDN Setiabudi 01 Pagi tergolong cukup tinggi, dengan rata-rata persentase mencapai 73,168%. Penelitian ini menganalisis lima faktor kepercayaan diri, yaitu keyakinan akan kemampuan diri, optimisme, objektivitas, tanggung jawab, serta sikap rasional dan realistis. Optimisme menjadi faktor dengan . %), menunjukkan pandangan positif yang kuat siswa terhadap kemampuan mereka dalam pembelajaran PPKn. Sementara itu, objektivitas merupakan faktor Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan dengan persentase terendah . ,83%), mengindikasikan perlunya peningkatan kemampuan siswa dalam melihat permasalahan secara objektif. Faktor-faktor keyakinan akan kemampuan diri . ,67%), tanggung jawab . ,67%), serta sikap rasional dan realistis . ,67%), menunjukkan tingkat yang cukup baik. Hasil kuesioner matematis kepercayaan diri siswa pada program Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPK. mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa SDN Setiabudi 01 Pagi memiliki persepsi diri yang baik dalam pendidikan PPKn, dengan optimisme sebagai indikator yang paling mempengaruhi. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang profil kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran PPKn, yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Meskipun secara umum tingkat kepercayaan diri siswa cukup tinggi, masih terdapat ruang untuk peningkatan, terutama dalam aspek objektivitas. Penelitian ini menyoroti pentingnya memperhatikan aspek kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran PPKn di tingkat sekolah dasar dan dapat menjadi acuan bagi pendidik serta pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang program dan strategi pembelajaran yang Dengan demikian, siswa dapat mengikuti pembelajaran PPKn dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran PPKn dapat tercapai. Untuk disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut strategi-strategi spesifik yang dapat meningkatkan aspek objektivitas siswa dalam pembelajaran PPKn, serta menginvestigasi faktor-faktor eksternal kepercayaan diri siswa dalam konteks pembelajaran ini. Hildatul Azmaliyah1. Petrus Paulus Mbette Suhendro2. Uswatun Hasanah3. Fahrurrozi4 DAFTAR PUSTAKA