PENGARUH MOTIVASI BELANJA ONLINE SAAT PANDEMI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHAHASISWA KELAS KARYAWAN UNIVERSITAS PARAMADINA Suci Nurani Ananda1, ananda@students. Jurusan Psikologi. Universitas Paramadina. Jakarta Sela Siti Khodijah2. khodijah@students. Jurusan Psikologi. Universitas Paramadina. Jakarta Penulis Korespondensi: suci. ananda@students. Abstrak COVID-19 telah memodifikasi perilaku konsumsi dan mengubah strategi pembelian masyarakat. Hal ini terjadi karena adanya penyesuaian perilaku masyarakat terhadap penerapan peraturan lockdown serta social distancing yang dikeluarkan oleh pemerintah. Penggunaan internet selama masa pandemi COVID19 tidak hanya merubah cara bekerja dan belajar masyarakat, namun membawa dampak khusus bagi perilaku konsumtif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pada motivasi belanja online saat pandemi terhadap perilaku konsumtif mahasiswa kelas karyawan Universitas Paramadina. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 41 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belanja online saat pandemi memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 33,6% terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa kelas karyawan Universitas Paramadina. Kata Kunci : motivasi belanja online saat pandemi. perilaku konsumtif. kelas karyawan universitas skala motivasi situasional. virus korona Abstract COVID-19 has modified consumption behavior and changed people's buying strategies. This happened because of the adjustment of people's behavior to the implementation of the lockdown and social distancing regulations issued by the government. The use of the internet during the COVID-19 pandemic has not only changed the way people work and study but has a special impact on people's consumptive behavior. This study aims to influence the motivation of online shopping during the pandemic on the consumptive behavior of students in the Employee Class of Paramadina University. The research method used is a quantitative research method with a total of 41 respondents. Data were collected using questionnaires and the data analysis used was multiple linear regression analysis. The results showed that online shopping motivation during the pandemic had a significant effect for 33,6% on consumptive behavior among students of the employee class of Paramadina University. Keywords: online shopping motivation during pandemic. consumptive behavior. employee class of paramadina university. situational motivation scale. Coronavirus (COVID-. PENDAHULUAN Pandemi Coronavirus (COVID . mulai dideteksi berada di Indonesia pada bulan Maret 2020. Untuk menekan laju penyebaran virus pemerintah memulai menerapkan kebijakan Work from Home (WFH) dan School from Home (SFH). Kebijakan ini menyebabkan masyarakat INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 83-93 harus menghabiskan waktu 24 jam berada dirumah untuk melakukan aktifitasnya. Untuk melakukan aktifitas sehari-hari pada memanfaatkan media internet untuk pekerjaan, sekolah bahkan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini menyebabkan penggunaan media internet meningkat dengan pesat. Menurut data dari katadata . selama masa pandemi COVID-19 terjadi peningkatan trafik internet hingga Kehadiran internet membawa suatu inovasi yang luas dan secara signifikan menjadi suatu perwujudan new media (Flew & Humphreys, 2. Perkembangan internet yang semakin hari semakin pesat diiringi dengan hadirnya berbagai media seperti media sosial dan media belanja Pada masyarakat digital perilaku belanja ini juga berubah, uang yang berfungsi sebagai alat tukar kini tidak hanya berbentuk fisik namun dapat berbentuk Masyarakat sudah mampu membeli sehari-hari memanfaatkan platform uang digital. Salah satu platform digital yang ikut internet adalah media online shop. Penggunaan online shop diketahui melonjak di Indonesia bahkan di dunia. Menurut laporan dari (Statistik, 2. data penjualan online di masa pandemi COVID-19 berhasil naik tajam hingga 320% dari total penjualan online pada awal tahun 2020. Lonjakan semakin meningkat hingga 420% saat bulan April 2020 ketika kebijakan Work from Home (WFH) dan School from Home (SFH) Lonjakan pembelian online juga diketahui meningkat pada beberapa negara lainnya seperti German. United States. Kanada. Kuwait dan Qatar (Nguyen et , 2. Kemudahan yang ditawarkan dari hadirnya online shop menjadi salah satu pemicu timbulnya perilaku konsumtif pada Menurut (Sumarwan, 2. perilaku konsumtif adalah semua kegiatan, tindakan serta proses psikologis yang terus mendorong seseorang untuk melakukan menghabiskan produk dan jasa yang ada. Perilaku konsumtif sering dikaitkan dengan konsumsi berlebihan untuk mencapai kepuasan maksimal pada diri manusia. Menurut (Cohen, 2. , mengatakan perilaku konsumtif dapat terjadi karena proses perubahan sosial. Penyebaran Virus COVID-19 secara bersamaan merupakan keadaan darurat dan memiliki pengaruh besar dalam mengubah perilaku konsumtif masyarakat yang ada. Dalam menanggapi penyebaran virus, masyarakat telah memberlakukan praktik yang memodifikasi perilaku konsumsi dan mengatur ulang strategi pembelian mereka sesuai dengan kondisi lockdown dan social distancing (Degli Esposti et al. , 2. yang dikenakan menggunakan media online shop. Menurut (Nguyen et al. , 2. perilaku konsumtif pada masa pandemi COVID-19 terjadi karena adanya tiga kelompok faktor utama, yaitu informasi serta latar belakang dari konsumen, sikap terhadap belanja, dan dampak COVID-19 yang ditimbulkan. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari paparan virus COVID-19 menjadikan dorongan bagi para konsumen untuk melakukan pemenuhan kebutuhan dengan mengutamakan prinsip keamanan pada Berdasarkan penelitian ini juga penyebaran penularan virus COVID-19 perlahan mendorong konsumen untuk mengubah konsep berbelanja menuju pembelanjaan berbasis online. Penelitian yang dilakukan (Musanna, konsumtif terhadap belanja online pada Mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis 86 Ananda. Khodijah. S,S. Pengaruh Motivasi Belanja Online Saat Pandemi Terhadap Perilaku Konsumtif Mahahasiswa Kelas Karyawan Universitas Paramadina Universitas Syiah Kuala didapatkan hasil bahwa tren dan pergaulan menjadi faktor Hasil dalam penelitian ini menyatakan bahwa 81,05% mahasiswa melakukan belanja online karena adanya kemudahan yang ditawarkan dalam belanja Penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Mulianingsih, 2. yang dilakukan untuk melihat pengaruh motivasi belanja pembelian impulsif di online shop diketahui bahwa variabel adventure shopping, idea shopping, social shopping, dan relaxation shopping memiliki nilai yang siginifikan dalam pembelian impulsif. Dari beberapa penelitian ini diketahui bahwa terdapat keterkaitan antara motivasi dan perilaku Self Determination Theory (SDT) SDT tidak seperti pendekatan behavioristik yang berusaha membentuk dan mengendalikan motivasi dari luar. SDT kecenderungan motivasi yang melekat pada orang untuk belajar dan tumbuh, dan bagaimana mereka dapat didukung (Ryan & Deci, 2. Berdasarkan teori SDT, terdapat beberapa jenis tipe motivasi yang berada dalam sebuah rangkaian, yaitu: kurang movitasi . , motivasi ekstrinsik . xtrinsic motivatio. yang dapat dibagi lagi menjadi empat jenis yaitu regulasi eksternal . xternal regulatio. , regulasi introjeksi . ntrojected regulatio. , regulasi yang . dentified regulasi yang terintegrasi . ntegrated regulatio. , dan motivasi intrinsik . ntrinsic Kerangka SDT memiliki implikasi luas khususnya dalam memahami perilaku konsumtif yang ditunjukkan oleh Menurut beberapa penelitian tentang hubungan antara pandemi dan dinamika konsumsi (Kirk & Rifkin, 2. , (Cambefort, 2. di dunia Barat, individu telah bereaksi terhadap ketakutan akan COVID-19 dan mengubah perilaku konsumen dengan menimbun pada barang tertentu seperti air minuman kemasan, barang kaleng, atau desinfektan dan produk pembersih. Fase pandemi mengubah perilaku konsumsi masyarakat menjadi sebuah perilaku irasional sehingga banyaknya penimbunan produk serta pengosongan rak toko untuk produk bahan pokok. Konsumen berpikir jika mereka tidak membeli barang pada saat itu mungkin akan kehilangan seluruhnya sehingga memunculkan perilaku pembelian Penelitian lainnya yang dilakukan terkait motivasi belanja dan perilaku konsumtif dilakukan dengan melihat adanya tren dan pergaulan untuk menunjukan gambaran diri dari mahasiswa (Musanna, 2. , (Mulianingsih, 2. Mahasiswa dinilai melakukan pembelian karena terdapat dorongan adanya tren yang harus diikuti agar diterima oleh lingkungan. Perilaku konsumtif ini juga terjadi untuk menunjukan konsep diri yang ada pada Total konsumsi siswa dapat dipengaruhi oleh anggaran bulanan mereka. Anggaran bisa didapat dari orang tua mereka. saku, biaya dan magang, atau bisnis tambahan, serta dari sumber lain (Ekosistem, 2. Pendapatan finansial memungkinkan seperti pembelian dan konsumsi itu sendiri. Kegiatan ekonomi yang terjadi karena adanya pendapatan atau keuangan yang stabil menjadi peluang Pendapatan digunakan untuk membeli produk dan jasa, dan ini bisa disebut pengeluaran konsumen. Pada kelas karyawan yang umumnya berasal dari mahasiswa yang telah bekerja anggaran ataupun pendapatan perbulan didapatkan dari upah kerja yang mereka lakukan. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 83-93 Menurut penelitian yang dilakukan (Horakova, 2. pada mahasiswa di Republik Czech diketahui bahwa banyaknya jumlah jam pekerjaan yang dilakukan bergantung pada jumlah pendapatan yang dapat dibelanjakan. Pada penelitian diketahui bahwa 80% siswa dengan pendapatan yang dapat dibelanjakan 11. CZK atau lebih terlibat dalam pekerjaan berbayar 5 jam dan lebih banyak lagi. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa yang cenderung memiliki pengeluaran yang lebih besar pula. Penelitian mengenai motivasi belanja online terhadap perilaku konsumtif perlu diteliti lagi mengenai pengaruhnya pada masa pandemi COVID-19. Fenomena COVID-19 yang dinilai mengecilkan ekonomi konsumen (Cohen, 2. namun pada saat bersamaan meningkatkan jumlah pembelanjaan secara online (Nguyen et al. , 2. Berdasarkan penelitian sebelumnya dan beberapa informasi yang didapatkan terlihat beberapa gap yang dapat dikaji lebih lanjut untuk dilakukan penelitian terhadap motivasi belanja dan perilaku konsumtif. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa yang juga berstatus sebagai karyawan, sehingga terdapat perbedaan karakteristik dengan mahasiswa kelas reguler pada penelitian sebelumnya (Musanna, 2. , (Mulianingsih, 2. Kelas karyawan yang berada di Universitas Paramadina berasal dari berbagai usia dan latar belakang yang Kelas karyawan dirancang khusus bagi mahasiswa yang sudah bekerja untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini yang menyebabkan rata-rata mahasiswa pada kelas karyawan malam dan sabtu di Universitas Paramadina sudah memiliki pekerjaan serta pengguna aktif Untuk mengetahui pengaruh motivasi belanja online saat pandemi dengan perilaku konsumtif mahasiswa kelas karyawan Universitas Paramadina penelitian lebih lanjut untuk melihat seberapa besar pengaruh yang dimiliki. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa agar lebih bijak dalam mengelola keuangan pada saat Diketahui pada beberapa hasil penelitian status keuangan mahasiswa di perguruan tinggi tergolong cukup rendah dan bermasalah (Mulianingsih, 2. , (Barry et al. , 2. , (Turgut & Turgut, 2. Masa pandemi yang identik dengan pengurangan gaji, pengurangan karyawan. PHK besar, dan masalah ekonomi lainnya justru menyajikan angka yang tinggi pada penjualan online. Mahasiswa kelas karyawan Universitas Paramadina yang memiliki status sebagai pelajar dan pekerja menjadi subjek penelitian yang sangat menarik untuk diteliti. Hipotesis: Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belanja online saat pandemi terhadap perilaku konsumtif mahasiswa kelas karyawan Universitas Paramadina. METODE PENELITIAN Responden penelitian Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa kelas karyawan di Universitas Paramadina. Jumlah total keseluruhan atas responden adalah 41 Responden terdiri dari mahasiswa sarjana yang berasal dari program studi manajemen, psikologi, hubungan internasional, dan ilmu Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan bantuan aplikasi google form . -for. 88 Ananda. Khodijah. S,S. Pengaruh Motivasi Belanja Online Saat Pandemi Terhadap Perilaku Konsumtif Mahahasiswa Kelas Karyawan Universitas Paramadina Alat ukur penelitian 1 Alat ukur motivasi belanja online saat pandemi Pada alat ukur variabel motivasi belanja online saat pandemi diadaptasi dari alat ukur (Guay et al. berupa 16 aitem Situational Motivation Scale (SIMS). Pada alat ukur ini telah dihitung nilai reabilitas berupa alpha cronbach Alat ukur ini terdiri penyusunannya, yaitu motivasi intrinsik . ntrinsic motivatio. , . dentified regulatio. , regulasi eksternal . xternal regulatio. dan kurang motivasi . Alat Alat ukur pada variabel perilaku penelitian (Yulia, 2. Hasil reliabilitas dalam penelitian ini menunjukan hasil alpha cronbach sebesar 0,965 sebelum pengujian pada proses pengujian alat ukur. Pada pengukuran kedua kalinya untuk seluruh aitem kemudian didapatkan nilai reliabilitas yang meningkat menjadi 0,966. Hal ini menunjukan bahwa alat ukur perilaku konsumtif yang digunakan bersifat reliable untuk dijadikan sebagai alat dalam pengukuran perilaku konsumtif. Analisis Statistik Penelitian ini menggunakan Pendekatan penelitian korelasional adalah suatu penelitian untuk pengaruh antara dua variabel atau Menurut (Azwar, 2. penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi pada suatu variabel berkaitan dengan variasi pada variabel lain. Teknik analisis statistik yang dilakukan pada penelitian ini SPSS (Statistict Product And Service Solutio. Teknik Pengambilan Sampel Teknik sampling yang digunakan ialah snowball sampling. Snowball sampling adalah salah satu teknik sampling non random sampling yang menggunakan pendekatan untuk informan-informan kunci yang memiliki banyak Dengan menggunakan pendekatan ini, beberapa responden yang potensial dapat mengetahui orang yang lain dengan karakteristik seperti yang dimaksud untuk keperluan penelitian ((Yulia, 2. Untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang mengumpulkan beberapa ketua kelas pada responden yang tersebar di berbagai fakultas. Penentuan menetapkan kriteria sampel yang Jenis Kriteria sampel mahasiswa aktif yang terdiri dari kelas karyawan malam dan sabtu di Universitas Paramadina. Kriteria lain dalam penelitian ini yaitu seluruh responden harus sudah memiliki penghasilan sendiri atau bekerja. Penetapan pengambilan sampel dilakukan agar hasil penelitian yang dilakukan sesuai dengan kriteria yang diteliti. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil pengolahan data didapati bahwa setiap memenuhi syarat validitas dengan n=41 dengan r table adalah 0. Pada menggunakan metode pearson product moment, didapati variabel motivasi belanja online saat pandemi berjumlah 16 aitem INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 83-93 dengan nilai r hitung berada pada 523 Ae 0. 782 dan variabel perilaku konsumtif berjumlah 9 aitem yang berada pada rentang 503 Ae 0. Hal ini menunjukan bahwa seluruh aitem memiliki nilai yang valid . ilai r tabel > r hitun. Berdasarkan cronbachAos alpha, variabel motivasi belanja online pada masa pandemi dengan perilaku konsumtif bernilai di atas 0. Pada variabel motivasi belanja online, nilai validitas yang didapatkan adalah 0,926 dan untuk Pada variabel perilaku konsumtif nilai validitas didapatkan setelah dilakukan satu kali diskriminasi aitem. Seluruh variabel pada penelitian ini diketahui memiliki nilai variabel yang bagus berdasarkan (Urbina, 2. karena nilai alpha cronbach pada kedua variabel bernilai lebih besar dari 0,80. Uji Asumsi 1 Uji Normalitas Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One sample Kolmogrov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikasi 0,05. Data normal jika signifikasi lebih besar dari 5% atau 0,05. Pada uji normalitas dengan menggunakan Kolmogrov Smirnov dari perilaku konsumtif menghasilkan nilai yaitu 0,200 . >0,. Hal ini menunjukan bahwa variabel perilaku konsumtif berdistribusi normal. Tidak terdapat perbedaan antara kurva data dengan kurva normal pada SPSS. 2 Uji Linearitas Tabel 1 Hasil Uji Linearitas Linearity Deviation from Linearity Sig Dari hasil penilitian ini diketahui bahwa Significant linearity motivasi belanja online pada masa pandemi dengan perilaku konsumtif memiliki nilai sebesar 0,001 . <0,. , kemudian nilai Significant Deviation from Linearity adalah 980 . >0,. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel antara motivasi belanja online dengan perilaku konsumtif memiliki hubungan yang linear secara signifikan antara variabel motivasi dengan variabel perilaku Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Deskriptif Responden Penelitian Tabel 2 Analisis Deskriptif Responden Penelitian Aspek Jumlah Jenis Laki-laki Kelamin Perempuan Total Rentang Usia (Tahu. Total Penda< 3 Juta 3 - 4 Juta 4 - 5 Juta >5 Juta Total Sumber: Peneliti, 2020 90 Ananda. Khodijah. S,S. Pengaruh Motivasi Belanja Online Saat Pandemi Terhadap Perilaku Konsumtif Mahahasiswa Kelas Karyawan Universitas Paramadina Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa responden dalam penelitian ini didominasi Hal tersebut dapat terlihat dari jumlah responden perempuan sebanyak 30 orang . ,2%), sedangkan untuk responden berjenis kelamin laki-laki adalah 11 orang . ,8%). Responden penelitian pada kategori usia 20-25 tahun menempati responden 24 orang . 5%), lalu diikuti dengan usia 26-30 tahun sebanyak 7 orang . %), terakhir responden berusia 41-45 tahun dengan responden sebanyak 2 orang . 9%). Jumlah pendapatan per bulan tertinggi yaitu responden dengan penghasilan lebih dari Rp 5. 000 dengan total sebanyak 18 responden . ,9%). Posisi kedua ditempati dengan rentang pendapatan Rp 4. s/d Rp 5. 000 sebanyak 12 responden . ,3%), dan diposisi terakhir ditempati oleh responden dengan jumlah pendapatan kurang dari Rp 3. 000 sebanyak 4 responden . ,8%) Uji Analisis Persamaan Regresi Uji Persamaan Regresi ini didapati bahwa setiap penambahan 1% motivasi belanja (X), maka perilaku konsumtif (Y) akan meningkat sebesar 0. Berdasarkan uji analisis persamaan regresi linear sederhana didapati bahwa motivasi belanja online saat pandemi berpengaruh positif terhadap Persamaan regresinya adalah Y = 3. Uji Analisis Regresi Sederhana Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Sederhana Uji Hipotesa Sumber: Peneliti, 2020 Sig Berdasarkan pada tabel 2 didapati hasil analisis regresi sebagai berikut: Hasil dari analisis R . oefisien korelas. signifikansi sebesar 0,000. Koefisien korelasi ini menunjukkan terdapat kekuatan atas hubungan linear dan arah hubungan dari dua variabel. Pada koefisien korelasi diatas memiliki korelasi yang positif, yang menunjukan bahwa dua variabel memiliki hubungan yang searah. Semakin besar motivasi belanja online saat pandemi yang diberikan maka akan semakin tinggi Nilai R2 (R Squar. dari hasil penelitian ini sebesar 0. 336 atau 33,6% yang kontribusi IV . otivasi belanja online saat pandem. terhadap DV . erilaku Sedangkan sisanya yaitu sebesar 66,4% lainnya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil Uji Analisis Korelasi Penelitian Tabel 4 Hasil Analisis Korelasi Uji Korelasi Correlation Sig. Sumber: Peneliti, 2020 Pada tabel 3, tergambar korelasi pada penelitian ini memiliki nilai yang positif sebesar 0. 580 dengan signifikansi sebesar . <0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas dalam penelitian ini saling berkorelasi dengan kriteria korelasi kuat. Merujuk pada (Sarwono, 2. , kriteria nilai korelasi yang berada pada rentang >0,5 - 0,75 termasuk dalam kategori korelasi kuat. Untuk mengetahui pengelompokkan norma responden pada INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 83-93 masing-masing variabel penelitian dapat dilihat dalam tabel dibawah ini. Hasil Skala Jenjang Responden Tabel 4 Hasil Skala Jenjang Variabel Rendah Sedang Motivasi Konsumtif Sumber: Peneliti, 2020 Tinggi Berdasarkan hasil dari tabel 4 responden terbanyak berada pada kategorisasi sedang. Jumlah responden yang berada pada motivasi belanja online saat pandemi dengan kategori Responden dengan motivasi yang tergolong dalam kategori tinggi sebanyak 14 responden, sisanya adalah responden dengan kategori rendah. Hal ini menunjukan bahwa responden yang merupakan mahasiswa kelas paralel Universitas Paramadina memiliki nilai motivasi dengan rata-rata rentang sedang hingga tinggi untuk melakukan belanja online saat pandemi. Pada variabel perilaku konsumtif dalam tabel terlihat bahwa responden yang memiliki perilaku konsumtif dengan kategori sedang berjumlah 28 Responden dengan kategori perilaku konsumtif rendah berjumlah 8 responden dan sisanya sebanyak 5 responden berada pada perilaku konsumtif tinggi. Berdasarkan data tersebut dapat terlihat bahwa hanya sedikit mahasiswa yang menampilkan perilaku konsumtif tinggi. Rata-rata responden berada pada taraf perilaku konsumtif yang sedang. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan data dari uji hipotesa yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji hipotesis atas penelitian ini adalah Ha diterima dan Ho ditolak. Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belanja online saat pandemi terhadap perilaku konsumtif mahasiswa kelas Universitas Paramadina. Peningkatan motivasi belanja online saat pandemi akan mempengaruhi peningkatan perilaku konsumtif. Adanya kebutuhan dan keinginan yang harus dipenuhi selama masa pandemi dengan aturan pembatasan sosial membuat mahasiswa kelas karyawan yang memiliki peran ganda menimbulkan perilaku (Dharmmesta & Handoko, 2. menyatakan bahwa dalam mendeskripsikan perilaku konsumtif maka konsumen tidak dapat lagi membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Untuk memenuhi perilaku konsumtif dari kebutuhan tersebut maka belanja online menjadi salah satu sarana dalam memenuhinya. Menurut penelitian yang dilakukan (Musanna, 2. mengenai perilaku konsumtif mahasiswa terhadap belanja melakukan belanja secara online didominasi karena adanya kemudahan yang diberikan. Kemudahan yang ditawarkan dalam media belanja online diantaranya yaitu cukup dengan menggunakan telepon seluler maka barang yang diinginkan akan tiba. Kemudahan ini menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa pandemi. Berdasarkan teori determinasi diri (Ryan & Deci, 2. diketahui bahwa aspek motivasi dibagi menjadi motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan kurang movitasi . Pada beberapa aspek tersebut jika dikaitkan dengan hasil penelitian, maka dapat dianalisa sebagai Tidak ada satu fenomena pun yang mencerminkan potensi positif sifat manusia selain motivasi intrinsik, dengan 92 Ananda. Khodijah. S,S. Pengaruh Motivasi Belanja Online Saat Pandemi Terhadap Perilaku Konsumtif Mahahasiswa Kelas Karyawan Universitas Paramadina kecenderungan yang melekat untuk mencari hal-hal baru (Ryan & Deci, 2. Dalam teori SDT konstruk dalam motivasi kecenderungan alami terhadap asimilasi, penguasaan, minat spontan, eksplorasi yang sangat penting bagi perkembangan kognitif dan sosial sepanjang hidup manusia. Perilaku belanja pada saat pandemi menjadi salah satu perilaku yang muncul karena adanya kecenderungan alami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada aspek motivasi intrinsik belanja online saat pandemi juga dilakukan karena responden merasa harus memenuhi kebutuhan sehari-hari namun tetap memiliki rasa aman. (Cambefort, 2. menyatakan bahwa pandemi mungkin telah memicu transisi Konsumsi berkelanjutan ini diiringi dengan e-commerce pembelajaran online (Kirk & Rifkin. Mahasiswa kelas karyawan pada Universitas Paramadina yang memiliki status sebagai pekerja dan juga mahasiswa yang tidak terlepas dalam jaringan internet memanfaatkan media belanja online sebagai upaya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari pada masa pandemi. Kemudahan yang ditawarkan platform digital dalam berbelanja online menjadi sesuatu yang menyenangkan dilakukan disaat bekerja dan kuliah dilakukan secara online. Ketika termotivasi secara intrinsik seseorang digerakkan untuk bertindak demi kesenangan (Ryan & Deci, 2. Istilah motivasi ekstrinsik mengacu pada suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai beberapa hasil yang berasal dari luar (Ryan & Deci, 2. pada aspek ini juga mengacu pada perilaku yang dipengaruhi oleh sebuah penghargaan atau ancaman dari luar (Ryan & Deci. Ancaman pada masa pandemi terjadi karena adanya penularan virus COVID-19 sebagai salah satu virus yang dapat menular dengan sangat cepat. Penularan COVID-19 dapat terjadi ketika terdapat kontak dengan penderita pada benda ataupun udara yang telah Ancaman ini memaksa mahasiswa kelas karyawan untuk menggunakan aplikasi berbasis online untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbelanja secara online menjadi lebih aman dibandingkan dengan mengantri di supermarket. Salah satu ciri dari perilaku penerapan pembatasan jarak dengan tetap berada dirumah, namun kebutuhan untuk memiliki dan bertahan hidup tetap Konsumen menunjukkan inovasi dan ketahanan yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan selama masa pandemic (Kirk & Rifkin, 2. Munculnya fasilitas belanja online adalah cara lain untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan selama berkembangnya penggunaan teknologi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka pengaruh positif antara motivasi belanja online saat pandemi terhadap perilaku konsumtif mahasiswa kelas karyawan Universitas Paramadina. Semakin tinggi motivasi berbelanja secara online maka akan berbanding lurus dengan perilaku konsumtif yang dimiliki oleh mahasiswa kelas karyawan di Universitas Paramadina. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan dalam penelitian ini menyatakan bahwa motivasi memiliki kontribusi dalam perilaku INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 83-93 REFERENSI