Jurnal Teknik Industri SISPROTEK UNIVAL Vol. No. 02,Juni. 5 ISSN: 2961-905X Homepage: https://ejurnal. unival-cilegon. id/index. php/sisprotek Analisa Kerusakan mesin Bubut CNC Dengan Menggunakan Failure Mode dan Effect Analysis (FMEA) Analysis of CNC Lathe Machine Damage Using Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Muhammad Zuhdi Prasetyo Nugroho 1. Nurkholiq 2 Dosen Fakultas Teknik Industri. Universitas Al-Khairiyah Cilegon Mahasiswa Fakultas Teknik Industri. Universitas Al-Khairiyah Cilegon Email: zuhdi@unival. Abstrak CNC (Komputer Mesin yang Dikendalikan Secara Numeri. adalah mesin yang dikendalikan oleh komputer menggunakan kode angka, simbol dan huruf sebagai data perintah. Itu kombinasi sistem mekanik dan komputer akan menghasilkan produk yang lebih presisi. Untuk mengetahui dan melakukan pencegahan kerusakan mesin CNC, dilakukan menggunakan Analisa kerusakan mesin bubut CNC dengan memakai Failure Mode dan Effect Analysisi (FMEA) terhadap Risk Priority Number (RPN) pada komponen komponen mesin CNC, sehingga didapatkan kriteria pemeliharan yang menjadi acuan prioritas untuk melakukan Tindakan pencegahan dan perawatan pada kompnen mesin CNC tersebut. Kata kunci : Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Mesin CNC. Risk Priority number (RPN). Abstract CNC (Computer Numerically Controlled Machin. is a machine controlled by a computer using numeric codes, symbols and letters as data commands. The combination of mechanical and computer systems will produce more precise products. To find out and prevent damage to CNC machines. CNC lathe damage analysis is carried out using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) on the Risk Priority Number (RPN) on CNC machine components, so that maintenance criteria are obtained as a reference for priority for carrying out preventive and maintenance actions on the CNC machine components. Keywords : Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). CNC Machine. Risk Priority number (RPN). PENDAHULUAN Industry manufaktur mengalami perkembangan yang sangat pesat, mulai dari system, mesin dan peralatan penunjang lainnya yang membuat industri manufaktur saat ini menjadi sangat efektif dan efisien seperti mesin yang menggunakan sistem CNC. Mesin CNC (Computer Numerically Controlle. merupakan salah satu mesin yang dikontrol dengan computer menggunakan kode angka, simbol, serta hurup sebagai data perintah. Kombinasi antara sistem mekanik serta komputer akan menghasilkan produk yang lebih teliti, lebih cepat dan bisa digunakan untuk produksi masal. PT. Duta Intan Metalindo merupakan salah workshop yang menggunakan Mesin CNC Bubut . Mesin Bubut CNC mengalami kerusakan maka hal yang harus dilakukan mengidentifikasi kerusakan pada mesin tersebut. Karena permesinan sangatlah penting terutama dalam pemanfaatan mesin bubut yang serba guna demi menunjang kebutuhan teknik yang semakin tinggi. Diperlukanya pengetahuan yang lebih dalam dan mengerti agar perawatan dan perbaikan pada mesin bubut aman dan terkendali, sehingga untuk perkembangan teknologi yang semakin maju dan perkembangan mesin bubut yang semakin modern. Pada saat prala penulis dapat perkembangan permesinan yang ada. Disamping itu kami juga mengerti tentang pembuatan barang dengan menggunakan mesin bubut serta perhitungan yang perlu dipahami. Penulis ingin melakukan perbaikan agar mesin bubut yang penulis kerjakan dapat digunakan dalam permesinan lagi dan menambah atau memperbaiki kekurangan serta kelemahan yang ada pada mesin untuk menunjang kelancaran pelayaran di laut peranan mesin bubut tidak bisa diabaikan begitu saja, peranan mesin bubut mempunyai wawasan yang luas, guna menghasilkan dan memperbaiki spare part. Jurnal Teknik Industri UNIVAL. Vol. No. 02 (Juni , 2. | 2961-905X TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Mesin Bubut Mesin Bubut CNC adalah suatu mesin yang mana pengoperasiannya bergantung pada perintah program Perancangan program tersebut melalui software yang dilakukan secara abstrak. Mesin ini termasuk salah satu jenis mesin CNC yang diandalkan tiap perindustrian. Mesin ini berkembang pada tahun 1952. Pelopor dari perkembangan mesin tersebut adalah Profesor John Pearson. Mulanya, penggunaan mesin CNC Bubut itu hanya untuk memproduksi objek kerja yang cukup Tak heran jika dulu belum banyak perusahaan yang menggunakannya apalagi mesin tersebut membutuhkan volume pengendali serta biaya yang Lalu di tahun 1975, mesin Bubut CNC mulai pesat perkembangannya. Ini karena sebelumnya, mesin tersebut dipacu dengan menggunakan mikroprosesor sehingga volume pengendali mesin menjadi sangat ringkas . Mesin Bubut CNC tentu tak sama dengan mesin Bubut konvensional. Mesin ini mempunyai motor sebagai perangkat tambahan yang berfungsi untuk menggerakkan pengontrol mesin. Dengan bantuan motor tersebut, pengontrol akan mengikuti semua titik dan perekam kertas akan memasukkannya ke dalam sistem. Dalam prosesnya, poros pemutar atau yang disebut dengan spindle mesin memutar atau mencekam benda kerja. Di sisi lain, alat potong . ool cutte. akan bergerak di semua sumbu yang ada pada mesin Bubut CNC. Pemeliharaan Mesin Bubut CNC Perawatan mempunyai peranan yang penting, ada kalanya sangat menentukan kelancaran atau malah kemacetan saat kerja. Jangan sampai terjadi kegiatan maintenance itu baru dilaksanakan setelah peralatanperalatan yang dimiliki rusak. Hendaknya kegiatan pemeliharaan harus dapat menjamin bahwa selama proses kerja berlangsung, tidak akan terjadi kemacetan yang ditimbulkan oleh peralatan mesin tersebut . Adapun tujuan pemeliharaan mesin adalah : - Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan diluarjangkauan. Dapat digunakan setiap saat. - Menjaga - Menghindari kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan para pekerja. - Mengadakan kerjasama yang erat dengan kantor. Baik kendaraan hingga mesin, semuanya sudah pasti membutuhkan perawatan secara berkala. Sejatinya, perawatan mesin bubut secara benar dan teratur menghasilkan performa mesin lebih awet dan bertahan lebih panjang. Hasilnya, produktivitas juga ikut meningkatkan keuntungan bisnis anda. Nah, sehingga biaya kerusakan mesin anda dapat dinimimalisir . Jangan sampai mesin macet hingga ganti spare part hanya karena malas perawatan Secara umum, perawatan mesin bubut terdiri dari. - Mesin bubut tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung - Gunakan oli pelumas mesin, pemberian grease harus memakai produk yang disesuaikan dengan standar pabrik pembuat mesin bubut - Setelah mesin bubut selesai beroperasi, lakukan pembersihan bagian mesin dari cairan pendingin dan beram hasil potongan. Atur semua handel mesin pada posisi netral dan matikan sumber tenaga mesin - Tidak dianjurkan menggunakan benda keras seperti palu atau memukul benda secara keras untuk pemasangan benda kerja pada poros mesin - Ketika mesin beroprasi, perhatikan jangan sampai beram jatuh ke meja mesin dan terbawa eretan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) FMEA adalah salah satu Core Tools Analisis untuk menganalisa kegagalan dan efek daripada produk maupun proses yang berpotensi terjadi di masa Perbedaan FMEA dengan RCA (Root Cause Analysi. yaitu dimana RCA (Root Cause Analysi. dilakukan setelah kejadian atau lebih bersifat reaktif sedangkan FMEA dilakukan sebelum kejadian atau lebih bersifat preventif. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan untuk menganalisis kerusakan tersebut adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara observasi secara langsung ketika melakukan Kerja Praktek dan dilakukan dengan cara wawancara kepada operator mesin CNC Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan menentukan Tingkat severity pada komponenkomponen mesin bubut CNC, dengan Langkahlangkah . - Menentukan tingkat kerusakan . , hal ini dapat ditentukan seberapa serius kerusakan yang dihasilkan dengan terjadinya kegagalan proses dalam hal operasi, perawatan dan kegiatan operasional pabrik. - Menetukan occurrence, hal ini dapat ditentukan seberapa banyak gangguan yang dapat menyebabkan sebuah kegagalan pada operasi perawatan dan operasional perusahaan. - Menetukan tingkat deteksi, hal ini dapat ditentukan bagaimana kegagalan tersebut daapat dikatahui sebelum terjadi, tingkat deteksi juga dipengaruhi dari banyaknya control yang mengatur jalannya proses, semakin banyak control dan prosedur yang mengatur jalannya system operasional perawatan dan kegiatan operasional perusahaan maka tingkat deteksi dari kegagalan dan kerusakan dapat semakin tinggi. Jurnal Teknik Industri UNIVAL. Vol. No. 02 (Juni , 2. | 2961-905X Menentukan Risk Priority Number (RPN). RPN Merupakan hasil dari perkalian tingkat keparahan, tingkat kejadian, dan tingkat deteksi. RPN menentukan prioritas dari kegagalan. RPN tidak memiliki nilai atau arti. Nilai tersebut digunakan untuk meranking kegagalan proses yang potensial. Nilai RPN dapat ditunjukkan dengan persamaan sebagai berikut : air coolent oleh geram Air RPN = Severity x Occurance x Detection Pemilihan Kriteria Pemeliharaan, hal ini dilakukan dengan melakukan pengamatan berdasarkan acuan RPN yang didapatkan Tabung air Baterai servo habis HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai Kerusakan Mesin Menggunakan RPN Risk Priority Mesin (RPN) merupakan hasil dari perkalian tingkat keparahan, tingkat kejadian, dan tingkat deteksi. RPN menentukan prioritas dari RPN tidak memiliki nilai atau arti. Nilai tersebut digunakan untuk meranking kegagalan proses yang potensial. Hasil dari analisi menggunakan metode diatas dan menggunakan RPN akan ditunjukkan oleh tabel dibawah ini : CAM salah Setelah nilai RPN pada setiap komponen kerusakan yang terjadi telah didapat,Sehingga dapat diketahui penyebab, efek dan pencegahan kerusakan akan di jelaskan pada tabel dibawah ini: Tabel 4. 2 Nilai Setiap Komponen Kerusakan Tabel 4. 1 Nilai Kerusakan mesin Menggunakan RPN Penyebab Severity Occurance Detection RPN Bearing aus V-bealt Seal bocor Air Bearing aus Kurang Melewati Tombol error tidak Filter Jurnal Teknik Industri UNIVAL. Vol. No. 02 (Juni , 2. | 2961-905X Berdasarkan Risk yang telah terdaftar dan diketahui nilai RPN nyamasing masing, maka ditentukan nilai risk kritis. Risk kritis tersebut akan dianalisis lebih lanjut sebagai langkah awal dari penanganan kerusakan . Nilai risk kritis RPN ditentukan dari rata-rata nilai RPN dan seluruh Berdasarkan nilai kritis RPN yang menunjukan nilai 25,5 dapat dilihat kerusakan termasuk kerusakan kritis dapat dilihat pada diagram dibawah ini: Air supply turun Eretan macet ATC tidak berfungsi (Error 1. Servo (Error Z270-Z. Pompa coolant macet Program eror Berdasarkan hasil anilisis diagram RPN maka didapatkan komponen inti yang harus dilakukan perawatan dan perbaikan pada kerusakaan diatas V-Belt Bearing Filter Komponen eretan Baterai servo Makadari itu komponen diatas harus dilakukan perawatan secara korektif dan preventive, karena komponen tersebut memiliki nilai RPN Sebesar 40 sampai dengan 18. Komponen tersebut diprioritaskan karena melewati batas kritis RPN DAFTAR PUSTAKA