COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN Indah Husnul Khotimah1*. Emna Laisa2 1,2 Institut Agama Islam Negeri Madura. Indonesia *indah. elnafs@gmail. Keywords Abstract Moderniz Education . Fazlur Rahman Fazlur Rahman is one of neomodernist educational figure who mastered Islamic scholarship in the classical period but He was also literate in modern The education which focus on neo-modernist includes two styles, namely the traditional style and the modern style which have very different Renewal/modernization of Islamic education in Rahman's perspective can be carried out by accepting modern secular education and then trying to deepen it with Islamic-inspired concepts in several ways, as: reviving Muslim ideology regarding the importance of studying and developing it, trying to erode the existence of dualism in Islamic educational system, awareness about the importance of language in the world of education, reforming in the field of Islamic education methods and providing social science material specifically on philosophy in the world of Islamic Fazlur Rahman is one of neo-modernist can be seen from his applying of Islamic educational thought both to educational goals, educational systems, student concepts, educator concepts and also educational facilities. Kata Kunci Abstrak Modernisasi. Pendidikan. Fazlur Rahman Fazlur Rahman merupakan salah satu sosok pemikir pendidikan bercorak neomodernis yang menguasai keilmuan Islam pada masa klasik namun juga ia melek ilmu-ilmu modern. Pendidikan yang menaungi pemikiran neomodernisme ini meliputi dua corak yaitu corak tradisional dan corak modern yang memiliki karakter jauh berbeda. Pembaharuan/modernisasi pendidikan Islam dalam kacamata Rahman bisa dilaksanakan dengan cara pendidikan sekuler modern diterima kemudian berupaya untuk mendalaminya dengan konsep-konsep bernafaskan Islam dengan beberapa cara, diantaranya: menghidupkan kembali ideologi muslim mengenai pentingnya menuntut ilmu serta mengembangkannya, berupaya untuk mengikis adanya dualisme dalam sistem pendidikan Islam, perlunya kesadaran tentang pentingnya bahasa dalam dunia pendidikan, melakukan pembaharuan pada bidang metode pendidikan Islam dan memberikan materi ilmu sosial khususnya filsafat di dunia pendidikan Islam. Fazlur Rahman sebagai sosok pemikir neo-modernis terlihat pada pengaplikasian pemikiran pendidikan Islam baik pada tujuan pendidikan, sistem pendidikan, konsep peserta didik, konsep pendidik dan juga sarana ACognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License. 84 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. PENDAHULUAN Mengingat pendidikan Islam semakin bertambah usianya tentu pendidikan Islam tidak berada dalam zona aman dalam perkembangannya sekaligus dengan bertambahnya usia pendidikan Islam juga bertambah persoalannya. Pendidikan Islam masuk pada era yang penuh dengan peradaban baru, dari peradaban baru ini pendidikan Islam membutuhkan suasana baru untuk menjawab tantangan baru yang lebih progres. Beberapa hal yang perlu dilirik untuk menempuh peradaban baru ini adalah tujuan pendidikan, sistem, metode dan pemahaman atas pendidikan itu sendiri. Modernisme pendidikan Islam dari beberapa poin itu perlu disentuh, disini untuk menjawab hal tersebut ada seorang tokoh yang sumbangsih pemikirannya sangat Sebut saja ia adalah Fazlur Rahman pemikir Islam modernis yang mencitacitakan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkembang dan tumbuh secara fisik saja. Pendidikan Islam harus juga tumbuh sebagai ruh yang mempunyai daya berpikir luas, kreatif, dan inovatif atau kalau dalam bahasa Fazlur Rahman disebut Auintelektual muslimAy. METODE Adapun jenis penelitian yang diguanakan adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. yaitu suatu pendekatan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis (Moleong, 2004:. Pengumpulan data berasal dari kajian kepustakaan dan semua bahan diperoleh dari buku atau jurnal. Data-data yang dikumpulkan berasal dari tulisan Fazlur Rahman sebagai data utama . dan sumber-sumber lainnya yang relevan sebagai data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi dan hermeneutika. HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Fazlur Rahman Di sebuah daerah kolonial Inggris yang pada akhirnya menjadi sebuah negara. Pakistan namanya, pada bulan September tahun 1919 tepatnya pada tanggal 21 Fazlur Rahman dilahirkan. Fazlur Rahman Malik merupakan nama lengkap dari Sosok pemikir kontemporer ini. Ia terlahir dari kalangan keluarga yang menganut paham Hanafi yang notabenenya lebih banyak memanfaatkan akal/rasio daripada madzhab Sunni yang lain. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 85 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Maulana Shihabuddin, ayah Rahman merupakan sosok ulama yang terkenal alumnus Sekolah Tinggi di daerah Deoband dan bekesempatan untuk mengajar di sebuah madrasah tradisional (Zaprulkhan, 2014:. Di balik Rahman, ayahnya menjadi sosok yang menentukan pembentukan karakter juga kemantapan beragamanya. Ia sangat lihai dan pandai mendidik serta disiplin di lingkungan keluarganya sehingga Rahman dapat menghadapi dunia modern dengan segala tantangan yang telah menggerogotinya. Ibunya pun menjadi penyempurna dalam mengajarkannya sifat jujur, kasih sayang dan cinta segenap jiwa raganya (Rachman, 2003:. Fazlur Rahman terlahir dari kalangan keluarga yang tidak punya namun tetap taqwa kepada Allah, taat kepada ajaran agama Islam. Rahman bahkan juga sudah hafal al-QurAoan menjelang umurnya memasuki tahun ke 10. Sekalipun ia tumbuh dan berkembang di dalam sebuah keluarga dengan corak pemikiran tradisional, tapi ia tidak menolak pemikiran modern. Ayahnya pun memiliki pandangan bahwa modernitas akan berlaku sebagai tantangan tapi juga sebagai kesempurnaan Islam (Syaifudin, 2013:. Rahman yang merupakan salah satu pemikir Islam lahir ketika masyarakat Muslim tengah menghadapi tantangan besar modernitas kala itu. Dampak yang sangat besar bagi masyarakat muslim adalah mereka dituntut agar secepatnya menemukan peran, posisi serta mengokohkan landasan ideologis akibat dari lahirnya modernitas yang secara jelas memberikan tantangan masa depan. Rahman juga mengenalkan dirinya untuk belajar bahasa Arab, filsafat, tafsir, teologi dan juga hadits. Pada bidang bahasa Arab, tahun 1940 Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Punjab kemudian dilanjutkan dengan kuliah magisternya pada jurusan dan perguruan tinggi yang sama pada tahun 1942 (Fazlurrahman, 2018:. Ketika ia menempuh pendidikan di Oxford University. Rahman berkesempatan belajar bahasa asing diantaranya bahasa Yunani. Jerman. Inggris. Urdu. Arab dan Turki (Fazlurrahman, 2018:. Dampak yang sangat signifikan dari penguasaan beberapa bahasa tersebut membantunya dalam memperkaya dan mengembangkan keilmuannya lebih-lebih dalam menelaah kepustakaan Islam tulisan kaum orientalis dalam Dengan demikian, dapat dilihat bahwa Rahman menonjolkan penalaran Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 86 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Perkembangan pemikiran-pemikiran Rahman dalam pemikiran Islam dibagi menjadi tiga periode. Periode perkembangan pemikiran tersebut dibagi ke dalam 3 macam yakni periode pembentukan, periode perkembangan serta periode kematangan (Fazlurrahman, 2018:. Pertama, periode pembentukan. Di masa yang pertama. Rahman mula-mula menempatkan pondasi-pondasi pemikirannya kemudian Ia lanjutkan dengan berkarya. Masa ini bermula sejak Ia mencari ilmu hingga sebelum kepulangannya ke Pakistan setelah mengabdikan diri mengajar di Durham University. Pada masa ini, pemikiran serta karya-karyanya masih diungguli oleh pendekatan secara Secara tekstual pula Ia mendalami Islam dalam al-QurAoan. Memahami Islam dengan suatu realita hidup dengan universal, baik individu maupun masyarakat (Khotimah, 2014:. Kedua, periode perkembangan. Pada masa ini. Rahman melewati prosedur AumenjadiAy yang merupakan metode perkembangan dari tumbuh menjadi matang. Masa ini bermula semenjak Rahman pulang ke Pakistan dari Inggris hingga mendekati keberangkatannya ke Amerika. Di masa kedua ini. Ia mulai secara berperan serta dalam upaya-upaya merumuskan Islam kembali untuk memerangi tantangan serta kebutuhan umat Islam kontemporer (Fazlurrahman, 2018:. Sedangkan periode ketiga adalah periode kematangan. Pada masa ini. Rahman dengan kesungguhannya telah menggapai ujung tombak intelektual dan berkarya yang telah benar-benar matang. Masa ini berlangsung ketika Rahman di Amerika hingga tutup usia pada tahun 1988. Ia telah berhasil mengkomparasikan kedua pendekatan, yaitu historis dan juga normatif sehingga menjelma menjadi sebuah metode sistematis dan komprehensif guna memahami kitab suci al-QurAoan . metode ini kemudian diidealkan sebagai metode suatu gerakan ganda (Sutrisno, 2010:. Pola pikir Islam modern Rahman banyak dipengaruhi oleh para pemikir dari Pakistan Muhammad Iqbal Muhammad Ali Jinnah merekomendasikan sebuh pemikiran tentang kenegaraan Islam di dalam kerangka sebuah ideologi modern sebelum terbentuknya Pakistan. Mereka memberikan sebuah tawaran tentang negara yang ideologis tanpa menolak keikutsertaan ulama yang akan menelaah permasalahan-permasalahan hukum sampai modernisasi dari hukum Islam tersebut benar-benar terealisasi dengan baik. Namun mereka berdua meninggal sebelum keinginan kedua tokoh tersebut terlaksana (Mustofa, 2016:. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 87 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Rahman menyepakati pemikiran modernis bahwa al-QurAoan digunakan untuk mendapatkan solusi dalam setiap permasalahan merupakan suatu hal yang benar, tapi masih dalam beberapa konteks tidak menyeluruh. Sedangkan ijtihad para ulamaAo adalah sebuah usaha yang tepat serta berkelanjutan dalam mencari sebuah kebenaran serta solusi terbaik. Menurutnya, tak ada ijtihad yang sempurna dan juga tidak ada kebenaran yang bisa lolos dari kritikan (Maftuhin, 2010:. Hal di atas membuktikan bahwa pemikiran Islam Rahman mengindikasikan pada corak pemikiran neo-modernisme. Rahman menguasai keilmuan Islam pada masa klasik namun juga ia melek ilmu-ilmu modern (Hamid dan Yaya, 2010:. Menurut Rahman, neomodernisme mempunyai 2 paduan yang tak kalah pentingnya yaitu rasional di sisi modern dan di sisi tradisional ada ijtihad dan juga tradisi klasik. Paduan inilah syarat dari dari renaissance Islam. Di satu sisi. Rahman tidak akan mencondongkan diri pada kelompok tradisional ataupun fundamental, namun jika ia berada di kalangan modernis Rahman akan menawarkan ide-ide yang bersifat Pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman Pendidikan Islam tak selalu harus dikaitkan dengan sarana fisik saja semisal buku-buku yang dipelajari maupun struktur eksternal dari pendidikan, namun pendidikan Islam ini sebagai intelektualisme Islam sebagai esensi dari pendidikan tinggi Islam. Dari istilah pendidikan Islam ini telah mengandung 2 pengertian mendasar diantaranya: . dalam pengertian praktis, pendidikan Islam merupakan pendidikan yang dilaksanakan dalam dunia Islam dimulai sejak pendidikan dasar hingga perguruan Sedangkan di negara Indonesia sendiri mencakup pendidikan yang ada di lingkungan Pesantren dan di lingkungan madrasah yakni sejak tingkat ibtidaiyah hingga pada aliyah dan . pendidikan Islam yang lebih diistilahkan dengan intelektualisme Islam seperti yang dilaksanakan di perguruan tinggi (Mustofa, 2016:. Pendidikan Islam menurutnya adalah proses melahirkan manusia sebagai ilmuan yang integratif, kritis kreatif dll yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan manusia di dalam Fazlur Rahman sebagai sosok tokoh pendidikan Islam berusaha untuk memberikan secercah harapan untuk masa depan umat Islam. Ia memberikan tawaran Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 88 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. sebuah metode jitu yang dikenal dengan sebutan Neomodernisme Islam. Rahman berusaha menyampaikan wacana baru dengan jargonnya Aukembali kepada al-QurAoan dan SunnahAy. Menurutnya, penerapan dari jargon baru ini membutuhkan waktu yang lama kemudian proses pemerataan dan pengimplementasiannya dilakukan oleh orang yang benar-benar terdidik melalui pendidikan (Fahmi, 2014:. Pendidikan yang menaungi pemikiran neo-modernisme ini meliputi dua corak yaitu corak tradisional dan corak modern. Dua macam corak pendidikan tersebut juga memiliki karakter yang jauh berbeda (Khotimah, 2014:. Corak tradisional lebih meyakini corak warisan terdahulu sedangkan pada corak modern menginginkan untuk bangkit dengan gaya pendidikan baru. Persamaan dari kedua corak pendidikan tersebut terletak pada tujuan pendidikan, yaitu sama-sama menginginkan untuk pemberdayaan manusia secara utuh. Rahman meyakini bahwa satu-satunya ancangan terdekat untuk menangani masalah-masalah jangka panjang yang tengah dialami umat Islam saat ini adalah dengan pendidikan/modernisasi (Nata, 2001:. Meskipun demikian. Rahman tak dapat memungkiri bahwa modernisasi pendidikan tersebut tidak dapat terlaksana hanya dalam waktu kurang lebih 24 jam saja jadi pendidikan tak dapat dianggap hal yang sepele pelaksanaannya. Pembaharuan pendidikan Islam pemikiran Rahman pada saat itu menganut 3 pendekatan, yaitu: . proses pengislaman pendidikan umum modern. proses penyederhanaan silabus-silabus tradisional. proses penggabungan cabang ilmu pengetahuan baru (Zuraya, 2013:. Pendekatan pertama ini dilaksanakan dengan penerimaan pendidikan umum modern Barat kemudian dilakukan percobaan untuk mengislamkannya yang dilakukan dengan membumbuinya dengan konsep-konsep Islam tertentu. Adapun tujuan pendekatan pertama ini ialah untuk melahirkan peserta didik baik pelajar ataupun mahasiswa dengan karakter Islam dalam keseharian pribadi ataupun dengan masyarakat dan para ahli di bidang pendidikan modern memungkinkan untuk mewarnai kajiannya dengan nilai-nilai Islam bahkan mengganti substansi kajian mereka menggunakan kacamata Islam. Pendekatan kedua dilakukan dengan cara penyederhanaan silabus pendidikan tradisional yang mayoritas ditambah dengan tambahan materi-materi dirasa kurang penting seperti materi teologi pada zaman pertengahan salah satu cabang filsafat Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 89 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. misalnya logika dll. Sedangkan pada pendekatan yang ketiga. Rahman mencoba menggabungkan ilmu pengetahuan baru dengan ilmu tradisional. Ditilik lebih dalam, sebenarnya pembaharuan pendidikan Islam dalam kecamata Rahman bisa dilaksanakan dengan cara pendidikan sekuler modern diterima kemudian berupaya untuk mendalaminya dengan konsep-konsep bernafaskan Islam. Lebih detail lagi. Rahman mendesak pembaharuan pendidika Islam dengan beberapa cara, diantaranya (Sutrisno, 2010:. Menghidupkan kembali ideologi muslim mengenai pentingnya menuntut ilmu serta Rahman melihat bahwa umat Muslim sudah mengalami kegagalan dalam mengaitkan kesadaran akan betapa penting ilmu pengetahuan dan pendidikan dengan ideologi mereka (Nata, 2012:. Secara tegas, agama Islam mewajibkan semua umatnya, kaum laki-laki dan kaum perempuan agar menuntut ilmu sehingga menjadi sosok pribadi muslim yang cerdas juga terdidik. Namun kenyataannya masih banyak umat Islam mengabaikannya (Zaprulkhan, 2014:. Dampak yang sangat signifikan dari perkara ini adalah masih banyak umat Islam yang masih stagnan bahkan berkubang dalam kebodohan hakiki, hilangnya motivasi pribadi dari umat Islam sendiri untuk belajar, bahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Berupaya untuk mengikis adanya dualisme dalam sistem pendidikan Islam. Hal ini mengindikasikan bahwa ditemukannya dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, terdapat sebuah sistem pendidikan tradisional . sedangkan di sisi yang lain, terdapat pendidikan modern . Sistem pendidikan Islam begitu tertinggal, baik tingkatan ibtidaiyah hingga perguruan tinggi berbackground Islam. Hasilnya pun terlihat mengecewakan. Hasil/produk dari penerapan sistem tersebut kebanyakan tidak sanggup hidup bahkan menyelaraskan dengan perkembangan zaman. Sedangkan pada sistem sekuler/umum yang diterapkan pada tingkatan dasar hingga perguruan tinggi umum berkembang sedemikian rupa dan mengenyampingkan nilai Islam. Akibatnya pada ketidakmunculan rasa jujur juga tanggungjawab. Berdasarkan hal tersebut Rahman merasa keberadaan kedua sistem yang terpisah tersebut dirasa kurang tepat. Haruslah ada upaya untuk memadukan keduanya. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 90 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Keberadaan kedua sistem tersebut mengindikasikan bahwa sistem tradisional telah menempatkan otak serta jiwanya dalam sebuah kurungan sedangkan sistem modern telah melupakan nilai-nilai tinggi kemanusiaan bahkan generasi Islam didoktrin dengan budaya kebarat-baratan. Perlunya kesadaran tentang pentingnya bahasa dalam dunia pendidikan Bahasa mengemukakan pemikiran-pemikiran yang orisinil. Lebih lanjut menurut Rahman, umat Muslim miskin bahasa, mereka lemah pada bidang bahasa. Konsep-konsep orisinil tidak akan pernah lahir dalam pikiran manusia tanpa Tanpa didukung bahasa yang cukup memadai, konsep-konsep brilliant umat Islam tidak akan pernah timbul ke permukaan. Jika hal ini terus terjadi, tidak ada perubahan, maka umat Islam akan semakin tertinggal jauh di belakang. Mereka tidak akan mampu mengatasi ketertinggalan mereka karena pendidikan Islam sedang berpacu dengan waktu yang secara terus menerus akan mengalami perubahan (Nata, 2013:. Melakukan pembaharuan pada bidang metode pendidikan Islam. Metode di dalam sebuah pendidikan menjadikannya sebagai salah satu dimensi penting dalam pelaksanaan pendidikan (Engku dan Zubaidah, 2014:209. Sadar ataupun tidak, apabila seseorang tengah melangsungkan kegiatan pendidikan entah di luar maupun di luar kelas, sesungguhnya orang tersebut juga sudah menggunakan berbagai macam cara mendidik yang disebut dengan metode Metode yang dimaksud adalah pengalihan metode menghafal dan mengulang pelajaran menjadi metode memahami serta menganalisis. Yang selama ini terjadi, sistem pendidikan dunia Islam condong mengkonsentrasikan proses pendidikannya terbatas kepada buku-buku. Peserta didik hanya dilatih dan dididik untuk belajar menghafal saja, tidak pada pengolahan pola pikir kreatif dan kritis (Zaprulkhan, 2014:. Akibat dari praktik ini, pertumbuhan konsep pengetahuan perlahan mengalami kerusakan. Pengetahuan tidak menjadikannya menjadi sesuatu yang kreatif, tapi pengetahuan menjadikannya sebagai sesuatu yang didapatkan (Zaprulkhan, 2014:. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 91 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Peristiwa menyedihkan ini juga ditemukan di berbagai lembaga pendidikan modern Islam. Telah terjadi proses pembelajaran dengan cara hafalan dibuktikan dengan pelaksanaan dan pembelajaran pada buku teks dan kegiatan ujian secara terus menerus yang dirasa sangat memprihatinkan. Dengan adanya peristiwa ini, dirasa sangat perlu perubahan dari metode menghafal menjadi motode memahami dan menganalisis. Memberikan materi ilmu sosial, terutama filsafat di dunia pendidikan Islam Dalam pemikiran Rahman, materi filsafat merupakan sebuah kebutuhan intelektual yang sifatnya kekal. Filsafat harus mampu terus menerus berkembang untuk kebutuhan filsafat sendiri ataupun untuk tumbuh kembangnya disiplin keilmuan lain. Hal ini terjadi karena filsafat dapat melatih akal dan juga pikiran untuk kritis serta mampu menciptakan ide-ide bernuansa baru. Filsafat menjadikannya sebagai alat intelektual baik pada ilmu teologi . dan ilmuilmu lain (Zaprulkhan, 2014:. Berdasarkan pemikiran inilah Rahman menginginkan agar filsafat dan macam-macam ilmu sosial lain agar tetap konsisten dan canggih disampaikan pada level-level pendidikan tinggi. Muhaimin menegaskan pentingnya dasar filosofis pendidikan Islam. mengibaratkan pendidikan Islam dengan sebuah bangunan. Filsafat pendidikan Islam menurutnya menaungi 3 dimensi, diantaranya: . sumber-sumber, hasil pemikiran para pemikir Islam sebagai bahan dasar penentu kekuatan pondasi. dasar-dasar, prinsip dan asas yang dijadikan sebagai landasan berpikir penyelesaian permasalahan sebagai fondasi bangunan. ide dasar dan pemikiran hasil pemikir pendidikan Islam di dalam melandasi, mengembangkan, mengarahkan serta memperkokoh pendidikan Islam sebagai tiang penyanggahnya (Solichin, 2013:. Hal tersebut terbukti pada kurikulum cetusan Rahman di tingkat perguruan tinggi Islam. Ia membuat kurikulum yang bersifat terbuka terhadap materi-materi filsafat juga pengetahuan sosial (Najib, 2015:. Rahman menitik beratkan filsafat menjadi sebuah aktivitas kritis dan analitis di dalam memunculkan gagasan yang bersifat bebas. Ia beranggapan bahwasanya fungsi filsafat adalah mempersiapkan segala macam alat-alat keintelektualan bidang teologi agar dapat membentuk sebuah wawasan dunia bersumberkan kitab suci al-QurAoan. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 92 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Menurut pandangan Muhaimin sebagaimana dalam catatan Siswanto, hasil aktivitas kritis analisis pada pendidikan umum/modern ataupun pemikiranpemikiran filsafat pendidikan yang berasal dari fenomena kauniyah tersebut akan dilakukan pengkajian lebih dalam lagi dengan fenomena qauliyah sehingga bisa dijadikan dasar filosofis pengimplementasian pendidikan Islam (Siswanto, 2013:. Dari sekian problem sekaligus upaya pembaharuan berdasarkan pemikiran Rahman di atas, maka dapat dipahami bahwa sangat diperlukan pengembangan manusia yang sedemikian rupa bentuk dan kualitasnya agar setiap pengetahuan yang telah didapat menjadikannya sosok pribadi yang kreatif yang secara tidak langsung akan mendorong manusia agar memanfaatkan segala macam sumber daya alam guna kebaikan seluruh umat manusia sekaligus menciptakan kemajuan, kesejahteraan, keadilan bahkan keteraturan dunia. Rahman menginginkan agar pendidikan yang selama ini telah berjalan tidak hanya diorientasikan kepada perkara materi dan duniawi saja, namun lebih jauh dari itu Ia menginginkan agar pendidikan tersebut harus mampu diorientasikan pada perkara akhirat nanti (Syaifudin, . Mengacu pada pemahaman tersebut. Ia berharap agar segala macam ilmu yang selama ini didapatkan tidak akan pernah bertentangan dengan nilai-nilai Islam bisa menjadikannya lebih baik dari sebelumnya serta dapat menjadikan bangsa Indonesia lebih maju, terbebas dari perkara korupsi, dan tanpa diwarnai oleh perselisihan karena sejatinya segala macam perkara yang telah dilakukan manusia akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Implementasi Modernisasi Pendidikan Islam Pemikiran Fazlur Rahman Pendidikan merupakan kegiatan utama dalam pelaksanaan pembaharuan pendidikan Islam. Dalam hal ini, berarti bahwasanya pendidikan tidak hanya berfungsi untuk meniadakan angka buta huruf ataupun suatu upaya pembentukan karakter Dalam artian lebih luas, pendidikan di sini suatu proses untuk melakukan berbagai macam perubahan di segala macam bidang (Suharto, . Pendidikan bagi masyarakat sedang beranjak menuju arah modern yang berfungsi untuk memberikan hubungan yang erat antara peserta didik dengan lingkungan sosial dan kulturalnya yang seiring berjalannya waktu terus mengalami perubahan (Azra, 2012:. Berdasarkan hal Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 93 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. tersebut menjadikan pendidikan sebagai target utama pembaharuan. Jadi, keberhasilan pendidikan inilah yang akan menjadi penentu ketercapaian modernisasi di bidang lain. Pendidikan menjadikannya sebagai suatu keharusan, sedangkan modernisasi pendidikanlah yang akan menjadikan pendidikan tersebut agar tetap sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat, baik dalam kurikulum, fungsi, proses, tujuan, manajemen lembaga serta SDM pengelola pendidikan (Masruroh dan Umiarso, 2011:. Dalam wacana pembaharuan, pendidikan mempunyai peran ganda, yakni pendidikan yang merupakan suatu objek yang wajib diperbaharui dan juga pendidikan bertugas sebagai subjek/kunci berhasilnya sebuah pembaharuan. Pendidikan adalah kondisi paling mutlak masyarakat di dalam melaksanakan program/kegiatan serta mencapai tujuan dari pembaharuan tersebut . (Zurqoni, 2013:. Sebetulnya, wacana pembaharuan pendidikan Islam dimulai dari sadarnya masyarakat terpelajar muslim pada kondisi pendidikan Islam yang dibarengi dengan keinginan besar untuk menerima pemikiran luar yang tentunya akan membawa perubahan menjadi lebih baik. Akan tetapi, pelaksanaan pembaharuan tersebut tetap bergantung pada adat istiadat juga budaya masing-masing. Tujuan Pendidikan Pendidikan Islam dengan berbagai macam strateginya saat ini bukan ditujukan pada satu tujuan positif akan tetapi bersifat defensif yaitu dalam rangka penyelamatan pemikiran umat Islam dari berbagai gagasan Barat melalui bermacam disiplin ilmu, utamanya gagasan-gagasan yang dimaksudkan untuk mengancam moralitas tradisional Islam. Hal ini telah menunjukkan bahwasanya tujuan pendidikan Islam telah diorientasikan kepada perkara akhirat saja. Menyikapi persoalan yang tidak senada serta dirasa kurang sejalan dengan pemikirannya, maka Fazlur Rahman sebagaimana dalam catatannya Muhaimin berusaha agar tujuan pendidikan yang hanya diorientasikan kepada perkara akhirat itu harus segera dilakukan penyesuaian yakni pengorientasian pada perkara dunia juga akhirat sekaligus berpedoman kepada kitab suci al-QurAoan (Muhaimin, 1999:. Jika hal ini benar-benar terealisasi dengan baik, maka ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang bersifat umum akan saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 94 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Rahman sebagaimana dalam catatannya Sutrisno menyatakan bahwa tujuan pendidikan Islam yang bersandarkan kepada al-QurAoan itu dimaksudkan untuk pengembangan manusia yang sedemikian rupa bentuk dan kualitasnya agar setiap pengetahuan yang telah didapat menjadikannya sosok pribadi yang kreatif yang secara tidak langsung akan mendorong manusia agar memanfaatkan segala macam sumber daya alam guna kebaikan seluruh umat manusia sekaligus menciptakan kemajuan, kesejahteraan, keadilan bahkan keteraturan dunia (Sutrisno, 2010:. Tujuan yang dimaksudkan oleh Rahman tersebut tentunya dilakukan dalam rangka melahirkan sosok pribadi muslim yang berpengetahuan sekaligus agamis. Selain orientasi tujuan pendidikan Islam pada al-QurAoan di atas. Sutrisno menambahkan bahwa tujuan pendidikan dalam pemikiran Rahman juga dimaksudkan sebagai upaya penyelamatan manusia dari diri sendiri, oleh diri sendiri dan untuk diri sendiri ditambah dengan keinginan untuk melahirkan sosok ilmuan yang ahli dalam berbagai macam ilmu-ilmu agama dan ilmu umum modern dilengkapi dengan karakteristik kritis juga kreatif sehingga dapat membuat penemuan-penemuan berguna bagi umat Islam dan generasi-generasi sesudahnya (Sutrisno, 2006:. Hal ini mengindikasikan bahwa terintegrasinya pengetahuan umat Islam ini akan menghasilkan pemahaman yang dapat menembus masa dan tak akan lekang tertelan masa. Tujuan yang diinginkan pendidikan Islam ialah mewujudkan anak didik yang mempunyai akhlak mulia, dalam hubungannya dengan hakikat penciptaan Selanjutnya dengan kurikulum pendidikan Islam ini, dalam artian luas, ialah kurikulumnya berisi materi dalam rangka pendidikan seumur hidup (Subhi, 2016:. Sejatinya tujuan pendidikan Islam diformat agar dapat mewujudkan tatanan muslim yang beradab dan konsisten kepada Allah SWT disertai penanaman nilai dengan pendidikan moral . dan memungkinkan pengetahuan ilmiah dengan pengajaran . aAoli. (Khotimah, 2014:. Berdasarkan hasil analisa penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa Fazlur Rahman mempunyai kriteria mengenai tujuan pendidikan Islam ini. Tujuan pendidikan Islam ditujukan kepada pengoptimalisasian seluruh kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh manusia didukung oleh pemahaman dari pengetahuan agama dan pengetahuan umum sehingga diperoleh temuan-temuan yang bermanfaat Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 95 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. bagi umat lainnya dengan catatan bahwa ilmu pengetahuan tersebut tidak sesat dan mengarah pada kehancuran pribadi. Selain itu. Rahman juga mengarahkan tujuan pendidikan Islam pada upaya menanamkan moral berlandaskan nilai-nilai Islam pada peserta didik. Sistem Pendidikan Dikotomi pendidikan marak dibicarakan dan menjadi perbincangan hangat karena telah melanda dunia pendidikan baik di negara Muslim maupun di negara dengan mayoritas beragama Islam. Dikotomi pendidikan tersebut tak hanya berkaitan dengan perbedaan tampak luar saja tetapi juga menyangkut tujuan-tujuan Telah dinyatakan dalam al-QurAoan bahwasanya sesungguhnya tujuan pendidikan yang sebenarnya ialah mewujudkan manusia yang taat pada Allah SWT serta mengupayakan diri untuk selalu patuh pada setiap perintahNya seperti yang telah dijelaskan dalam kitab suci umat Islam tersebut (Amin, 2017:. Sosok tersebut akan berupaya untuk paham terhadap segala fenomena baik di dalam maupun di luar khazanah kuasa Tuhan. Pada sisi ilmu umum, mereka akan mengenyampingkan kuasa Allah bahkan tidak melibatkanNya dengan asal muasal jagat raya ataupun segala fenomena yang dihadapi manusia dalam kesehariannya. Sesuai dengan al-QurAoan. Rahman menegaskan bahwa sejatinya segala macam ilmu pengetahuan itu bersumber dari Allah SWT. Datangnya ilmu pengetahuan itu juga dari Allah. Kemudian Allah SWT mewahyukan sebagian kepada orang terpilih melalui ayat-ayat QurAoan sedangkan sebagian yang lain berupa ayat kauniyah yang dapat diraih oleh manusia menggunakan indra, akal juga Pengetahuan yang diwahyukan itu kebenarannya bersifat absolut sedangkan pengetahuan yang diperoleh itu mengandung kebenaran yang tidak relatif/nisbi (Amin, 2017:. Tak hanya tujuan pendidikan, dikotomi pendidikan tersebut juga akan berdampak hebat pada anggapan bahwa akhirat lebih penting daripada dunia. Jika hal yang demikian ini tetap terjadi, maka akan menjadikan kesalah pahaman dalam Islam itu sendiri. Seharusnya ajaran Islam yang bersifat universal/menyeluruh ternyata mempunyai ruang gerak yang begitu sempit. Jika hal demikian ini terjadi, dikotomi ilmu/pengetahuan tidak dapat diterima karena berbanding terbalik dengan ajaran Islam itu sendiri. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 96 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Ramainya perbincangan tentang dikotomi pendidikan Islam di atas, terlihat bahwa Fazlur Rahman sebagaimana dikutip oleh Muhaimin, telah berusaha untuk memberikan solusi. Cara paling jitu dalam rangka penghapusan dikotomi tersebut menurut Rahman ialah dengan mengintegrasikan kedua macam ilmu tersebut, yakni ilmu agama dan ilmu umum secara organis dan keseluruhan dengan baik (Muhaimin, . Sistem pendidikan yang terintegrasi dengan baik akan bisa menghapuskan perpecahan antara sistem pendidikan umum dengan sistem pendidikan agama Islam sehingga pendidikan umum/modern dan juga pendidikan Islam akan seimbang porsinya (Zarqoni, 2. Keproporsionalan antara ilmu umum dan ilmu agama yang ada di dalam kurikulum pendidikan Islam akan bagian-bagian perkembangan maupun tingkat pendidikan (Langgulung, 2003:. Menurut Husein dan Ashraf, pemaduan kedua macam ilmu tersebut bukanlah hal yang mudah dan gampang pengaplikasiannya. Mereka memandang bahwa hal ini akan melahirkan kekhawatiran berkepanjangan bahwa sistem ini akan berimplikasi pada peniadaan sistem tradisional. Jika hal ini terjadi, maka pendidikan Islam harus menghela napas karena akan berdampak pada sulitnya mewujudkan mujtahid-mujtahid besar (Najib, 2015:. Lebih lanjut, jika pengintegrasian kedua macam ilmu tersebut tersebut terealisasi dengan baik, maka akan tercipta perpaduan yang sinergis, ilmu agama akan memfilter laju perkembangan kemajuan teknologi sesuai dengan asas-asas kemanusiaan sedangkan ilmu umum akan dihadapkan dengan nilai kebenaran absolut dengan pengetahuan agama yang baik pula. Jika ditilik kembali tawaran yang telah diberikan oleh Rahman, maka pembuatan dan penyusunan kurikulum juga silabus pendidikan Islam di dalam harus mencakup kedua macam ilmu tersebut. Ilmu-ilmu agama misalnya fikih, kalam, hadits dan tafsir. Sedangkan ilmu umum misalnya ilmu alam, ilmu sosial, dan lainlain. Pengintegrasian ilmu-ilmu tersebut akan berdampak pada pencapaian kesejahteraan manusia entah di dunia ataupun di akhirat nanti. Peserta Didik dalam Pendidikan Permasalahan sangat signifikan yang sedang dihadapi dunia pendidikan Islam sangat erat berkaitan dengan penyelesaian yang belum mencapai puncak final Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 97 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. adalah terjadinya dikotomi ilmu antara ilmu agama dengan ilmu umum di dalam setiap lembaga pendidikan Islam (Zuraya, 2013:. Belum finalnya peniadaan dikotomi kedua macam ilmu ini memberikan dampak yang sangat hebat pada kualitas peserta didik yang sangat rendah serta lahirnya pribadi-pribadi yang pecah . plit personalit. Keadaan demikian inilah yang nantinya secara estafet akan memunculkan moralitas ganda . ouble moralit. umat Islam. Kasus demikian sangat mudah ditemukan di dalam kehidupan manusia saat Misalnya keadaan seseorang sebagai pribadi muslim yang shalih dan taat dalam menjalankan segala macam ibadah mulai dari ibadah wajib seperti shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan serta membayar zakat hingga segala macam bentuk ibadah sunnah seperti melaksanakan shalat tahajjud, membaca al-QurAoan dengan terjemahnya, shalat Dhuha dan juga bersedekah. Namun pada waktu yang bersamaan pula ia bisa menjadi koruptor, penjudi, pemeras, perampok dan masih banyak lagi perbuatan tercela yang lain. Akan menjadi lebih miris lagi ketika dikotomi tersebut berdampak pada lahirnya generasi muslim yang tidak mempunyai komitmen intelektual juga spiritual kuat terhadap Islam di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Menurut Fazlur Rahman sebagaimana dalam catatan Muhammad Fahmi, upaya yang harus dilaksanakan dalam mengatasi hal tersebut diantaranya: pertama, peserta didik perlu untuk diberikan materi pelajaran al-QurAoan menggunakan metode-metode yang menempatkan al-QurAoan sebagai sumber rujukan paling tinggi dalam upaya menyelesaikan permasalahan kehidupan yang semakin lama semakin pelik dan menantang (Fahmi, 2014:. Dalam hal ini. Rahman memberi tawaran metode sistematis untuk memahami dan menafsirkan al-QurAoan, yaitu: paham terhadap arti pernyataan melalui pengkajian situasi dan problem historis yang menempatkan pernyataan al-QurAoan sebagai jawabannya dan menggeneralisasikan jawaban spesifik itu serta menetapkannya sebagai pernyataan yang mempunyai tujuan sosial dan moral umum yang mana dapat difilter dari ayat-ayat spesifik dalam latar belakang sosio historis yang sering dinyatakan. Jika kedua metode tersebut tercapai dalam pelaksanaannya, maka segala macam bentuk perintah yang ada dalam kitab suci al-QurAoan akan terealisasi dan efektif kembali. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 98 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Kedua, pemberian materi ilmu-ilmu Islam secara kritis, historis serta holistik pada peserta didik diantaranya, hukum, teologi, etika, filsafat, ilmu alam dan sosial (Fahmi, 2014:. Modernisasi pendidikan bermula dari sebuah tantangan kebutuhan dan juga perubahan masyarakatnya. Jadi, dengan adanya pendidikan ini nantinya dapat melahirkan manusia yang dapat melewati hal tersebut (Solichin, 2013:. Pemikiran Fazlur Rahman tentang peserta didik yang telah diulas di atas ialah pemikiran yang ideal pada terciptanya sosok pribadi muslim unggul yang memiliki jiwa QurAoani dengan disokong oleh berbagai macam ilmu yang komprehensif sekalipun tidak dapat kita pungkiri bahwa hal itu tak mudah untuk kita gapai. Salah satu usaha yang harus segera dilaksanakan adalah sistem dan juga manajemen pengelolaan pendidikan yang harus terlaksana sebaik mungkin pada saat ini sehingga akan bermuara pada tercapainya pemahaman pengetahuan-pengetahuan yang paripurna menghadapi fenomena sosial dewasa ini. Pendidik dalam Pendidikan Dewasa ini, sangat sulit ditemukan sosok pendidik berkualitas di lembaga pendidikan Islam. Hal ini telah terbukti oleh pengamatan perkembangan pendidikan Islam di beberapa negara Islam yang telah dilakukan oleh Fazlur Rahman. Rahman menemukan bahwa pada masa modern ini sangatlah sulit ditemukan sosok pendidik yang berkualitas yang mempunyai pikiran-pikiran selaras serta kreatif sehingga dapat menafsirkan hal-hal yang sifatnya kuno menjadi bahasa baru sejauh berkaitan dengan isi serta menciptakan hal-hal baru. Untuk mengatasi permasalahan langkanya sosok pendidik yang berkualitas seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka Rahman memberikan beberapa tawaran gagasan, diantaranya: . perekrutan calon tenaga pendidik yang mempunyai bakat terbaik serta memiliki komitmen sangat tinggi dalam bidang agama Islam. Hal tersebut patut diberikan penghargaan dengan cara pembinaan dan juga pemberian intelektualnya (Amin, 2017:. merekrut lulusan-lulusan madrasah yang cerdas ataupun sarjana modern yang sudah menyelesaikan studinya serta telah mendapatkan gelar doktor di universitas barat. pendidik perlu diberikan pelatihan di pusat studi keislaman di luar negeri. merekrut lulusan madrasah yang Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 99 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. mempunyai kemampuan berbahasa Inggris, setelah itu diberikan pelatihan teknikteknik riset modern serta merekrut lulusan universitas bidang filsafat maupun ilmu sosial kemudian menyelaraskannya dengan pelajaran bahasa Arab dan disiplin Islam klasik yang mendasar seperti Hadits dan lain-lain (Bashori, . dan memotivasi pendidik untuk menciptakan karya-karya yang kreatif bernafaskan keIslaman. Dari beberapa tawaran yang telah diberikan oleh Rahman di atas, yang dimaksud dengan pendidik yang ideal adalah sosok pendidik yang dapat memberikan respon pada modifikasi yang telah ada serta mengembangkan pengetahuannya, jadi tidak memberikan pengetahuan yang sudah kadaluarsa pada generasi berikutnya. Selain itu, pendidik harus menjadi sosok yang kreatif serta produktif dalam penelitian dengan memadukan kedua jenis ilmu baik agama ataupun umum sehingga tercapailah pemahaman pendidikan yang ideal. Sarana Pendidikan Sarana pendidikan yang dimaksud oleh Rahman seperti dalam catatannya Muhaimin berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan oleh Rahman di beberapa kawasan Islam yang pernah Ia kunjungi menunjukkan bahwa perpustakaan belum cukup memadai, khususnya jumlah exemplar buku-bukunya di berbagai lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, buku yang tersedia di perpustakaan minim jumlahnya khususnya yang berbahasa Inggris dan berbahasa Arab. Hal yang demikian ini memicu Rahman berinisiatif serta mengusulkan supaya buku-buku berbahasa Arab dan Inggris melengkapi perpustakaan di berbagai lembaga pendidikan Islam (Muhaimin, 1999:. Dapat ditarik benang merah bahwa pada bidang sarana pendidikan Islam. Ia lebih mengedepankan pelaksanaan pengembangan perpustakaan. Hal tersebut menjadi penting dikarenakan literatur-literatur berbau ilmiah sangatlah diperlukan dalam pelaksanaan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya literatur-literatur berupa buku teks berbahasa Arab dan Inggris yang berisikan teori-teori juga perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai negara. Melalui cara demikian, kajian masyarakat muslim dari berbagai macam disiplin ilmu dapat melahirkan khazanah intelektual yang up to date ketika literaturnya memadai. Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 100 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. KESIMPULAN Fazlur Rahman merupakan salah satu sosok pemikir pendidikan bercorak neomodernis yang menguasai keilmuan Islam pada masa klasik namun juga ia melek ilmu-ilmu modern. Rahman menguasai beberapa bahasa asing diantaranya bahasa Yunani. Jerman. Inggris. Urdu. Arab dan Turki. Penguasaan bahasa asing tersebut membantunya dalam memperkaya dan mengembangkan keilmuannya lebih-lebih dalam menelaah kepustakaan Islam tulisan kaum orientalis dalam tulisannya. Perkembangan pemikiran-pemikiran Rahman dalam pemikiran Islam dibagi menjadi 3 periode. Periode perkembangan pemikiran tersebut dibagi ke dalam 3 macam yakni periode pembentukan, periode perkembangan serta periode kematangan. Pendidikan yang menaungi pemikiran neo-modernisme ini meliputi dua corak yaitu corak tradisional dan corak modern. Dua macam corak pendidikan tersebut juga memiliki karakter yang jauh berbeda. Rahman meyakini bahwa satu-satunya ancangan terdekat untuk menangani masalah-masalah jangka panjang yang tengah dialami umat Islam saat ini adalah dengan pembaharuan pendidikan/modernisasi pendidikan. Pembaharuan pendidikan Islam dalam kecamata Rahman bisa dilaksanakan dengan cara pendidikan sekuler modern diterima kemudian berupaya untuk mendalaminya dengan konsep-konsep bernafaskan Islam dengan beberapa cara, diantaranya: menghidupkan mengembangkannya, berupaya untuk mengikis adanya dualisme dalam sistem pendidikan Islam, perlunya kesadaran tentang pentingnya bahasa dalam dunia pendidikan, melakukan pembaharuan pada bidang metode pendidikan Islam dan memberikan materi ilmu sosial khususnya filsafat dalam pendidikan Islam. Fazlur Rahman neo-modernis pengaplikasian pemikiran pendidikan Islam pada tujuan pendidikan, sistem pendidikan, konsep peserta didik, konsep pendidik dan juga sarana pendidikannya. Tujuan pendidikan yang dimaksud adalah pengoptimalisasian seluruh potensi yang dimiliki manusia baik dari pengetahuan umum dan pengetahuan agama agar diperoleh temuan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Pada sistem pendidikannya. Ia berusaha untuk mengintegrasikan pengetahuan agama dan umum seoptimal mungkin. Peserta didik yang diharapkan adalah sosok pribadi muslim unggul yang memiliki jiwa QurAoani dengan disokong oleh berbagai macam ilmu yang komprehensif. Pendidik yang ideal Khotimah dan Laisa Ae Modernisasi Pendidikan Islam 101 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. ialah sosok pendidik yang dapat memberikan respon pada perubahan sebelumnya serta mengembangkan pengetahuannya. Sedangkan pada sarana pendidikannya. Ia lebih mengedepankan pelaksanaan pengembangan perpustakaan. DAFTAR RUJUKAN Amin. Alfauzan. AuPemikiran Pembaharuan Fazlur Rahman dalam Mengatasi Problematika Pendidikan IslamAy. Jurnal At-TaAolim. 16 no. Azra. Azyumardi. Pendidikan Islam. Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium i Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Bashori. Fazlur Rahman. Pendidikan Islam dan Relevansinya dengan Dunia Modern. Engku. Iskandar dan Siti Zubaidah. Sejarah Pendidikan Islami. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Fahmi. Muhammad. AuPendidikan Islam Perspekti Fazlur RahmanAy. Jurnal Pendidikan Agama Islam, vol. 2 no. Fazlurrahman. Muhammad. AuModernisasi Pendidikan Islam. Gagasan Alternatif Fazlur RahmanAy. TaAolim. Jurnal Studi Pendidikan Islam. 1 no. Hamid. Abdul dan Yaya. Pemikiran Modern dalam Islam. Bandung: CV. Pustaka