JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Melalui Workshop Konseling Menyusui Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Lokasi Khusus (Loku. Stunting Kabupaten Lampung Selatan Yulia Novika Juherman Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang. Bandar Lampung Email: yulianovika@poltekkes-tjk. Abstrak Pemberian ASI Eksklusif yang belum diperoleh oleh seluruh balita di Indonesia sejalan dengan adanya masalah stunting yang lebih dari 20%. Pemerintah telah menetapkan lokasi khusus . stunting di setiap kabupaten/kota untuk prioritas pencegahan stunting. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi masalah stunting. Salah satu upaya yang sebaiknya dilakukan adalah seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yaitu menyelenggarakan workshop Konseling Menyusui bagi tenaga kesehatan dan kader kesehatan dari seluruh desa lokus stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dan tokoh masyarakat saat mendampingi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi. Peranan tenaga kesehatan dan kader kesehatan yang terampil sangat besar terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilakukan dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual, roleplay, dan studi kasus. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dimana seluruh peserta merasa materi ini penting dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Selain itu, hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan konseling menyusui yang dilihat saat kegiatan roleplay. Selanjutnya, perlu diaktifkan kembali meja empat yaitu meja penyuluhan di Posyandu agar dapat memberikan evaluasi dan edukasi kepada ibu bayi terhadap hasil pemantauan pertumbuhan bayi. agar dapat mencegah dan melakukan deteksi dini stunting. Keywords: Konseling. Menyusui. Stunting. ASI PENDAHULUAN Pemenuhan gizi merupakan hak dasar anak. Air susu ibu merupakan asupan gizi terbaik bagi bayi dan anak. Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 mengatur tentang pemberian ASI Eksklusif yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu (ASI) secara eksklusif sejak dilahirkan sampai dengan berusia 6 . bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya. Namun, pemberian ASI Eksklusif saat ini tampak sulit untuk diterapkan, sesuai dengan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 diperoleh proporsi pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 Ae 23 bulan adalah sebesar Hal ini menunjukkan bahwa hanya 1 dari 2 bayi di Indonesia yang memoeroleh ASI Eksklusif. Pemberian makan yang terlalu dini dan tidak tepat mengakibatkan banyak anak yang menderita kurang gizi. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan sejak lahir secara rutin dan berkesinambungan. Fenomena Augagal tumbuhAy atau growth faltering pada anak Indonesia mulai terjadi pada usia 4-6 bulan ketika bayi diberi makanan selain ASI dan terus JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 memburuk hingga usia 18-24 bulan. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (Kemenkes, 2. menunjukkan terjadinya peningkatan prevalensi balita di Indonesia yang menderita gizi kurang (BB/U <-2 Z-Scor. yaitu dari 16,3% menjadi 17,0%, sedikit penurunan prevalensi balita kurus (BB/TB) dari 7,4% menjadi 7,1% dan penurunan prevalensi balita pendek (TB/U <- 2 ZScor. 7% menjadi 24,4%. Namun, prevalensi balita stunting yang lebih dari 20% masih termasuk masalah kesehatan. Salah satu tanggungjawab Pemerintah daerah kabupaten/kota dalam kesuksesan program pemberian ASI Eksklusif adalah menyediakan tenaga Kesehatan yang terampil dalam melakukan konseling menyusui. Tenaga Kesehatan dan kader kesehatan terampil berperan terhadap keberhasilan, peningkatan pemberdayaan ibu, peningkatan dukungan anggota keluarga serta peningkatan kualitas makanan bayi dan anak yang akan meningkatkan status gizi balita. Oleh karena itu, keberadaan tenaga kesehatan dan kader yang terampil dalam melakukan konseling ASI Eksklusif menjadi agenda penting untuk menyelamatkan generasi yang akan datang. Hal ini yang mendasari diadakannya kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan dalam Konseling Menyusui Tingkat Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Kegiatan ini adalah bentuk kegiatan pengabdian masyarakat hasil kerjasama Dinas Kesehatan Lampung Selatan dengan Politeknik Kesehatan Tanjungkarang dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia daerah Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh Bidan Desa. Kader Posyandu, dan Kader Pembangunan Manusia dari 22 desa lokus stunting di Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. METODE KEGIATAN Persiapan pelaksanaan kegiatan yang diawali dengan koordinasi bersama mitra yaitu Dinas Kesehatan Lampung Selatan. Pelaksanaan kegiatan Workshop dilakukan secara Peserta workshop berjumlah 66 orang yang terdiri dari perwakilan Bidan Desa. Kader Posyandu, dan Kader Pembangunan Manusia dari 22 desa lokus stunting di Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Sebelum pelaksanaan kegiatan, peserta penyuluhan terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta. Penyampaian materi pada kegiatan Workshop Konseling Menyusui menggunakan metode diskusi interaktif menggunakan media presentasi powerpoint, pemutaran video, problem based learning, simulasi, dan roleplay. Praktik simulasi konseling menyusui dilakukan oleh narasumber dan diikuti roleplay konseling menyusui oleh peserta secara berpasangan berdasarkan kartu cerita yang berisi kasus yang sering ditemui di masyarakat. Kegiatan Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi roleplay konseling menyusui ini dilakukan agar peserta menjadi lebih terampil dan percaya diri untuk memberikan edukasi dan konseling di masyarakat. Materi yang diberikan meliputi Pentingnya ASI Eksklusif. Tahapan Perilaku. Teknik Konseling, dan Studi Kasus Bermain Peran dengan Kartu Cerita. Tahap evaluasi yang dilakukan adalah menilai hasil observasi roleplay yang dilakukan setiap peserta dan memberikan post test di akhir kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Workshop Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan dalam Konseling Menyusui Tingkat Kabupaten Lampung Selatan merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat insidental bersama mitra. Pelaksanaan kegiatan didasarkan atas surat Kepala Dinas Kesehatan No. 440/4195/IV 03/2022 tertanggal 21 Juli 2022 perihal Permintaan Narasumber Fasilitator Menyusui Surat Tugas Direktur No. PS. 02/I. 2/3371/2022 tertanggal 25 Juli 2022 tentang penugasan sebagai narasumber. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah Dinas Kesehatan Lampung Selatan dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, sedangkan sasarannya adalah bidan, kader posyandu, dan kader pembangunan Kesehatan dari lokus stunting. WHO . menjelaskan peran penting petugas kesehatan, gizi, dan pelayanan masyarakat mempunyai peran penting dalam mendukung pemberian ASI yaitu dengan berpartisipasi dalam diskusi dan pengambilan keputusan tentang ibu yang memberi makan bayi dan batita dan membantu ibu dalam mengajari teknik dasar menyusui. Gambar 1. Pemaparan Materi dan Diskusi JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2022 bertempat di Hotel Horison. Bandar Lampung. Kegiatan terlaksana sesuai jadwal dan kehadiran peserta mencapai Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan adalah 66 orang yang terdiri dari bidan, kader posyandu, dan kader pembangunan Kesehatan dari 22 desa lokus stunting. Seluruh peserta hadir berkat komitmen yang kuat dari tenaga Kesehatan dan kader terhadap program pencegahan stunting. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif karena peserta menyatakan bahwa materi mengenai teknik pemberian ASI eksklusif dan keterampilan konseling adalah hal yang sangat dibutuhkan peserta. Materi ini merupakan hal yang baru dan belum pernah diproleh sebelumnya sehingga dengan mengikuti kegiatan workshop ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri peserta dalam memberikan Gambar 2. Kegiatan Roleplay Pemberian Konseling Menyusui oleh Peserta Hasil dari analisis skor nilai pretest dan posttest peserta Workshop menunjukkan bahwa adanya peningkatan skor pengetahuan peserta yang dilihat dari hasil rata-rata pretest . dan post test . yang menunjukkan peningkatan nilai dari seluruh peserta. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga memiliki peningkatan keterampilan yang dilihat dari peserta mulai percaya diri dan melakukan konseling dengan teknik konseling yang lebih baik hingga akhir Peningkatan yang signifikan terjadi dimungkinkan karena metode penyampaian materi yang interaktif dan aplikatif dengan menggunakan berbagai media audio visual yang menarik, seperti pemutaran video, lagu, diskusi studi kasus, rolepay, dan simulasi. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 3. Penyampaian Materi melalui Video Teknik Menyusui Hasil penelitian Juherman . mengenai praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA) di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah. Hasil penelitian berupa wawancara mendalam dengan tiga orang tenaga kesehatan di puskesmas yaitu menjelaskan bahwa hambatan tidak maksimalnya pelaksanaan praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) termasuk di dalamnya pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas adalah keterbatasan keterampilan konseling tenaga kesehatan dan kader Kesehatan berkaitan dengan belum adanya tenaga kesehatan dan kader yang wilayah dilatih konseling menyusui dan PMBA. Selain itu, hasil penelitian Rahmadi. Bertalina. Sudarmi. Aprina . di desa lokus stunting di kerja Puskesmas Gedung Tatatan. Lampung yaitu terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada ibu yang diberikan intervensi berupa edukasi gizi dibandingkan dengan ibu yang tidak diberi edukasi . elompok kontro. Hasil penelitian Juherman . pada bayi lahir pendek di lima wilayah kerja puskesmas di Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa bayi lahir pendek yang diberikan ASI Eksklusif memiliki pertambahan panjang badan yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif. Oleh karena itu, melakukan pendampingan pada ibu hamil dan menyusui melalui konseling menyusui sangat penting untuk dilakukan dalam mencegah terjadinya stunting pada bayi dan anak. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan yang berkaitan dengan konseling sangat penting agar dapat memberikan edukasi dan melakukan pendampingan yang lebih efektif kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Tenaga Kesehatan dan para kader kesehatan merupakan tombak pelayanan dalam membantu penanggulangan masalah gizi khususnya stunting di masyarakat sehingga perlu diberikan peningkatan keterampilan konseling menyusui agar mereka mampu mengatasi masalah gizi khususnya stunting dan masalah pemberian ASI JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 secara mandiri di desa. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan tenaga Kesehatan dan kader dapat menjadi aktif, terampil dan percaya diri dalam mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui dengan memberikan konseling menyusui di masyarakat. KESIMPULAN Kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan dalam Konseling Menyusui merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan setiap daerah. Untuk memberdayakan ibu, keluarga, dan masyarakat dalam praktik pemberian ASI Eksklusif diperlukan seorang tenaga Kesehatan dan kader maupun motivator yang berasal dari masyarakat untuk dapat membantu ibu, keluarga, dan masyarakat dalam menerapkan pemberian ASI Eksklusif secara optimal. Selain itu, sebaiknya tenaga kesehatan mendampingi ibu yang baru melahirkan sehingga kesulitan ibu pada awal menyusui bisa dihindari. Edukasi dapat menggunakan media yang menarik . oster dan vide. agar informasi ASI mudah dipahami. Selain itu, melihat banyaknya pertukaran informasi yang terjadi sesama ibu menyusui saat diskusi kelompok, maka sangat baik jika dapat dibentuk Kelompok Pendukung ASI. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Lampung Selatan dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Daerah Lampung yang telah mengundang narasumber untuk kegiatan penyuluhan dan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA