P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Volume 11. Nomor 1. Pebruari 2021 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA REDAKSI Penanggung jawab : Dr. Munawaroh. Kes Dr. Heny Sulistyowati. Hum Dr. Nurwiani. Dr. Nanik Sri Setyani. Redaksi: Ketua Sekretaris Reviewer : Ir. Slamet Boediono. Si. : Abd. Rozak. Pd. Safiil Maarif. : Dr. Wiwin Sri Hidayati. Pd ( Bidang Pendidikan Matematik. Nahlia Rahmawati. Si (Bidang Matematik. Mitra Bestari Dr. Warly. Pd (Universitas Ronggolawe Tuba. Dr. Iis Holisin. Pd (Universitas Muhammadiyah Surabay. Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang Alamat : Program Studi Pendidikan Matematika Kampus STKIP PGRI Jombang Jln. Pattimura i/20 Jombang. Telp : . 861319 stkipjb@gmail. PENGANTAR REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menerbitkan jurnal AueduMATHAy volume 11 Nomor 1 edisi Pebruari 2021. Penerbitan jurnal AueduMATHAy ini untuk memfasilitasi dosen program studi pendidikan mempublikasikan hasil karya yang dihasilkan. Jurnal ini berisikan tentang artikel yang membahas tentang matematika dan pendidikan matematika. Kami menyadari bahwa jurnal AueduMATHAy ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penerbitan jurnal AueduMATHAy ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 DAFTAR ISI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 3 TEBING TINGGI DENGAN MENERAPKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING 1 - 14 yaUyayayayaoyayayau yaAyaoyauyaoyayya , yaUyaoyayayayayaoyaya, yaeyayaoyayayayaoya yasyaya yaeyayayayayaoya yc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Riau PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI ATURAN SINUS DAN COSINUS UNTUK SISWA KELAS X SMK/MAK yaEyayaoyayayayao yaeyayayayaoyayayyaoya, yaeyayayayayaya, yaayayayaya yaoyayaoyayayayaoyc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Riau 15 - 22 PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA MATERI MATRIKS DALAM PEMBELAJARAN ONLINE yaIyayayayao yacyaoyayayaoyaya , yaIyayayayayayaoyayaya, yaAyayayaoyayayaoyayc 1,2,3 Program Studi Tadris Matematika. Fakultas Tarbiyah. Institut Agama Islam Negeri Parepare 23 - 31 UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA MATERI TRANSFORMASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN DARING DI SMAN 7 WAJO 32 - 45 yaeyayauyayayaoyayaoya, yaIyayayayayayaoyayaya , yaAyayayaoyayayaoyayc 1,2,3 Program Studi Tadris Matematika. Fakultas Tarbiyah. Institut Agama Islam Negeri Parepare PENGARUH LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 yaEyayya yaeyayayayaya yaiyayayayaya , yaAyayao yasyayaya yaIyayayayaoyayaya , yaIyaoyayauyayayayaoya yacyaoyayayaoyayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang 46 - 53 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMIK MATEMATIKA TERHADAP MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA MTsN 5 JOMBANG yaoyayaya yasyayayayayaoyayaoyaya yaAyaoyaya yaeyayayaoyaya ya , yaeyauyaoyayaya yaAyayayayyayayayaya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang 54 - 60 ANALISIS KEMAMPUAN MENGENAL OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN BERDASARKAN GENDER PADAPESERTA DIDIK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB TUNAS HARAPAN i yaeyayayayauya yaUyaoyayayaoyayayayayao yaeyayayayayao yaEyayaya ya, yaayayaya yasyayaya yaayayayaoyayayayaoyaya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang 61 - 69 KETENTUAN PENULISAN Artikel yang dimuat dalam jurnal meliputi naskah tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan tinjauan kepustakaan tentang pendidikan Matematika. Naskah belum diterbitkan dalam jurnal dan media cetak lain. Naskah merupakan karya orisinal, bebas dari plagiasi dan mengikuti etika penulisan. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan, penggunaan softwere untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya menjadi tanggung jawab penulis naskah. Semua naskah ditelaah oleh mitra bestari yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang Penulis diberikan kesempatan untk melakukan revisi naskah atas dasar saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan naskah atau penolakan akan diberitahukan secara tertulis. Ketentuan penulisan naskah: Naskah ditulis dengan 1. 5 spasi, kertas A4, panjang 10-20 halaman. Berkas naskah ditulis dalam microsoft word, dan diserahkan melalui email stkipjb@gmail. com dan konfirmasi ke redaksi setelah pengiriman. Sistimatika penulisan : Hasil penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Metode . Hasil penelitian. Pembahasan. Simpulan dan saran. Daftar Hasil non penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Bahasan Utama. Penutup atau Simpulan. Daftar rujukan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 EduMath Volume 11 Nomor 1. Pebruari 2021 Halaman 61-69 ANALISIS KEMAMPUAN MENGENAL OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN BERDASARKAN GENDER PADAPESERTADIDIK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB TUNAS HARAPAN i yaeyayayayauya yaUyaoyayayaoyayayayayao yaeyayayayayao yaEyayaya ya, yaayayaya yasyayaya yaayayayaoyayayayaoyaya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang sherlymashivy@gmail. stkipjb@gmail. Abstrak: Kemampuan adalah kesanggupan dari seseorang atau potensi yang dimiliki seorang individu dalam menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mengenal operasi hitung penjumlahan yang dilakukan oleh peserta didik tunagrahita ringan berdasarkan gender. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 peserta didik dari tunagrahita ringan di SLB Tunas Harapan i. Pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan metode tes dan Instrument utama adalah peneliti sedangkan instrument pendukung adalah lembar tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data penelitian yang digunakan adalah triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada subjek laki-laki dan subjek perempuan dalam menyelesaikan soal tes operasi hitung penjumlahan. Dimana subjek laki-laki mampu mengenal operasi hitung penjumlahan dalam menyelesaikan soal tes yang diberikan peneliti, sedangkan subjek perempuan kurang mampu mengenal operasi hitung penjumlahan karena dalam menyelesaikan soal tes terdapat kesalahan untuk mengoperasikan operasi hitung penjumlahan Kata kunci: : Kemampuan. Gender. Tunagrahita Ringan,Operasi Hitung Penjumlahan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti yang penting dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran karena kelainan fisik, kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, emosional, mental, sosial, memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewaAy. Undang- kebutuhan bagi semua orang. Setiap orang undang tersebut bertujuan untuk memberikan berhak untuk mendapatkan pendidikan, begitu Delphie . Auanak Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 32 pendidikan yang sudah diatur sesuai dengan berkebutuhan khusus dan pembelajaran yang (ABK). Anak berkebutuhan khusus memiliki berkebutuhan khusus merupakan istilah lain untuk menggantikan kata anak luar biasa menyebutkan bahwa. AuPendidikan khusus (ALB) yang menandakan adanya kelainan khususAy. Peseta didik berkebutuhan khusus di sekolah menengah pertama dan seterusnya. Menurut Terutama dalam hal Raharja cara menanganinya tunagrahita ringan tidak memiliki gangguan disesuaikan dengan apa yang ABK butuhkan. Fisiknya seperti anak normal pada Peseta didik yang memiliki kebutuhan khusus adalah salah satu peseta didik tunagrahita. Menurut sehingga mengalami kesulitan dalam tugas peserta didik yang memiliki gangguan mental akademik, komunikasi, dan sosial. Menurut disebut dengan peserta didik tunagrahita secara dari pendapat diatasbahwa signifikan memiliki kecerdasan dibawah rata- tunagrahita ringan susah dalam menangkap rata peserta didik regular atau pada umumnya sesuatu yang dipelajari, mereka mengalami yang disertai kesulitan menyesuaikan diri kesulitan dalam berfikir, mudah sekali bosan dengan lingkungan sekitar. dan beralih ke hal yang lebih menarik Apriyanto Tunagrahita adalah keadaan seseorang dibawah rata-rata peserta didik yang mengalami keterlambatan perkembangan Dunia pendidikan pasti tidak lepas dari Tunagrahita memerlukan bimbingan adanya siswa dan siswi. Pada dasarnya dan arahan secara khusus untuk membantu kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan mempelajari segala sesuatu yang dilakukan, komunikasi karena dalam prosesnya terjadi baik dalam hal pendidikan maupun kegiatan penyampaian pesan, penggunaan media, dan sehari-harinya. penerimaan pesan antara pendidik dan peserta tunagrahita juga dijelaskan oleh Astuti dan didik (Son, 2. Laki-laki dan perempuan Walentiningsih . 1: 30-. antara lain adalah dua jenis individu yang berbeda. tunagrahita ringan, tunagrahita sedang, dan Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perspektif tunagrahita berat. Tiga klasifikasi tersebut gender maupun perspektif jenis kelamin. mempunyai karakterisik yang berbeda-beda. Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan Peneliti Klasifikasi perempuan dalam peran, fungsi, hak, tanggung tunagrahita ringan dengan tingkatan jenjang jawab, dan perilaku yang dibentuk oleh tata sekolah dasar karena tunagrahita ringan masih nilai sosial, budaya, dan adat istiadat dari bisa menulis dan berhitung meskipun secara Pendidikan Sedangkan kelamin adalah perbedaan organ biologis khususnya reproduksi antara laki-laki dan menanamkan konsep pembelajaran yang akan perempuan (Supiandi, 2. menunjang untuk tingkatan selanjutnya yaitu Menurut para ahli di atas dapat media OPTIMA. agar memudahkan peserta disimpulkan setiap manusia memiliki dua jenis didik memahami materi kelamin yang berbeda antara lain laki-laki dan Manfaat penggunaan Jenis kelamin atau dapat dikatakan OPTIMA yaitu untuk menarik minat dalam sex adalah kodrat sejak lahir yang diciptakan proses pembelajaran, lebih banyak melakukan langsung dari Tuhan yang tidak dapat diubah kegiatan belajar dengan beraktivitas seperti dan berpengaruh pada kondisi biologis dan mengamati agar peserta didik tunagrahita tidak fisik perempuan dan laki-laki. Sedangkan yang cepat bosan karena dilakukan dengan cara perbedaan perilaku, cara berfikir, sifat dan Bahan karakteristik sosial budaya. Pembelajaran media pembelajaran disajikan melalui bahan yang sesuai dengan yang diberikan. Pembelajaran matematika menekankan kepada Matematika memiliki peranan penting dalam konteks benda kongkret sebagai awal bagi peserta didik tunagrahita memperoleh konsep Oleh sebab itu, keunggulan peserta didik lebih aktif serta memberikan Bahkan kesempatan agar berfikir secara mandiri. tunagrahita sangat membutuhkan pembelajaran Adapun matematika karena peserta didik tungrahita mendeskripsikan kemampuan operasi hitung penjumlahan pada pembelajaran matematika materi, sehingga membutuhkan sebuah media pembelajaran peserta didik tunagrahita. agar membantu peserta didik dalam memahami Materi penjumlahan perlu diajarkan pada peserta Media pengaruh terhadap kebutuhan pendidikan dan membantu peserta didik dalam mengenal dan memahami lingkungan sekitar. Pembelajaran Tunagrahita sangat lamban daya matematika peserta didik tunagrahita ringan di tangkapnya sehingga media pembelajaran SLB banyak mengalami kesulitan belajar sangat dibutuhkan. Maka dari itu peneliti khususnya pada materi operasi hitung. Materi menciptakan inovasi terbaru dalam bentuk alat operasi hitung yang diperkenalkan adalah bantu media pembelajaran yang dinamakan angka tertentu yaitu satu sampai dengan dua belas angka. Proses pembelajaran sehari-hari ini dilaksanakan di SLB Tunas Harapan i guru menjelaskan dengan lisan, tertulis di Mojoagung tahun ajaran 2019/2020. Subjek papan tulis, memberi contoh soal. Namun tetap penelitian ini adalah 2 peserta didik ringan pada tingkatan sekolah dasar yang terdiri atas 1 Melihat kondisi pembelajaran yang peserta didik laki-laki dan 1 peserta didik dipaparkan maka media pembelajaran hal yang perempuan di SLB Tunas Harapan paling membantu dan penting dalam proses Pemilihan peserta didik tunagrahita ringan yang dijadikan sampel pada penelitian ini i. Pada penelitian ini, yang digunakan merupakan hasil rekomendasi dari guru kelas adalah media pembelajaran OPTIMA (Operasi tunagrahita ringan yang mampu berkomunikasi Hitung Matematik. yang merupakan inovasi dengan baik, peserta didik telah mempelajari dari peneliti untuk mempermudahkan peserta operasi hitung penjumlahan, dan peserta didik didik tunagrahita ringan dalam mengenal dapat mengendalikan emosi sehingga dapat operasi hitung penjumlahan. Media ini cocok menyelesaikan soal tes diterapkan untuk peserta didik yang sulit Teknik mengenal operasi hitung karena media ini penelitian ini menggunakan metode tes dan termasuk media yang kongkret . enda nyat. Instrumen yang digunakan yaitu sehingga dapat membentuk persepsi peserta lembar tes dan pedoman wawancara. Lembar didik secara benar dan apa yang dipelajari tes tersebut terdiri dari empat butir soal yang lebih mudah. Manfaat dari media pembelajaran berbentuk 2 pilihan ganda dan 2 butir soal OPTIMA ini dapat mengasah otak untuk yang berbentuk uraian. Sedangkan pedoman berlatih berfikir, memiliki koordinasi mata dan wawancara ini akan direkam menggunakan tangan, membantu mengenal bentuk bilangan, perekam handphone. Pedoman wawancara tersebut terdiri dari 7 pertanyaan. Setelah Berdasarkan uraian di atas maka peneliti dilakukan pengambilan data pertama dan data tertarik untuk melakukan penelitian dengan kedua pada masing-masing subjek, kemudian Mengenal di triangulasi waktu untuk mendapatkan data Operasi Hitung Penjumlahan Berdasarkan yang valid. Data dikatakan valid apabila Gender terdapat konsistensi pada hasil pengumpulan AuAnalisis Pada Kemampuan Peserta Didik Tunagrahita Ringan di SLBTunas Harapan iAy. data pertama danpengumpulan data kedua. Untuk mendapatkan data mengenal METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian digunakan intrumen utama dan instrumen kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian pendukung. Instrumen utama yaitu peneliti kedua pada setiap subjek. Pada data yang sama sendiri berinteraksi secara langsung dengan sebagai data yang valid dan data yang berbeda subjek penelitian. Instrumen pendukung berupa akan direduksi. Hasil data yang valid tersebut soal tes dan pedoman wawancara pada kedua subjek dibandingkan, sehingga dapat divalidasi terlebih dahulu oleh validator. operasi hitung penjumlahan berdarkan gender pada Validator ahli tersebut adalah guru tunagrahita peserta didik tunagrahita ringan. ringan di SLB Tunas Harapan i. Analisis kemampuan mengenal Adapun teknik analisis data dalam hitung penjumlahan peserta didik tunagrahita penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data ringan pada kedua subjek . eserta didik SL dan dan penarikan peserta didik SP). Reduksi terhadap hasil tes dan hasil wawancara yang Subjek Laki-Laki Hasil analisis data pertama dan data kedua mengelompokkan data yang penting atau yang pada peserta didik tunagrahita ringan SL tidak penting. Penyajian data ini ditampilkan disajikan pada Tabel 1. dalam bentuk soal untuk memberi gambaran tentang kemampuan mengenal operasi hitung Penarikan kesimpulan dengan cara menarik kesimpulan dari semua data yang diperoleh dari hasil tes dan wawancara. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengumpulan didapatkan peserta didik yang memenuhi kriteria pemilihan subjek pada penelitian, dan didapatkan 2 peserta didik tunagrahita ringan yang terdiri atas 1 peserta didik laki-laki . engan SL) peserta didik perempuan . engan inisial SP). Selanjutnya, dilakukan 2 kali tes dengan waktu Data kemampuan mengenal operasi hitung penjumlahan berdarkan gender pada peserta didik tunagrahita Untuk memperoleh data yang valid membandingkan hasil tes data pertama dan data Subjek Perempuan Hasil analisis data pertama dan data kedua pada peserta didik tunagrahita ringan SL disajikan pada Tabel 2 Berdasarkan hasil data pertama dan data kedua pada setiap subjek di atas, akan dibandingkan dengan triangulasi waktu sehingga didapatkan data yang sama sebagai data yang valid dan data yang berbeda akan direduksi. Selanjutnya dibandingkan, sehingga didapatkan kesimpulan penjumlahan berdasarkan gender pada peserta didik tunagrahita ringan. Berikut perbandingan kedua subjek pada peserta didik SL dan peserta didik SP dapat dilihat pada Tabel 3. Sebagai berikut: Peserta sedangkan peserta didik SP kurang mampu mengenal operasi hitung penjumlahan. Pembahasan Berdasarkan diperoleh gambaran mengenai kemampuan mengenal operasi hitung penjumlahan dalam menyelesaikan soal berdasarkan gender . akilaki dan perempua. Subjek perempuan dan subjek laki-laki terdapat perbedan kemampuan mengenal menyelesaikan soal yang telah diberikan oleh Hal ini menunjukkan bahwa subjek laki-lakidapat menyelesaikan soal pada waktu mengoperasikan operasi hitung penjumlahan, menyebutkan simbol angka dengan benar dan subjek laki-laki dapat menggunakan media optima dengan benar sesuai langkah-langkah yang telah di jelaskan oleh peneliti. Namun, laki-laki penulisan simbol angka yaitu tidak dapat membedakan antara angka 6 dan 9. Sedangkan subjek perempuan dalam mengoperasikan, menyebutkan simbol angka dan menuliskan simbol angka serta pada penggunaan langkah dalam media kurang mampu pada angka > 10, tetapi subjek Berdasarkan subjek . eserta didik SL dan peserta didik SP) menyebutkan, dan menulis simbol angka serta di atas, terlihat adanya perbedan pada pada penggunaan media optima melakukan langkah-langkah yang tepat pada angka O 10. PENUTUP kemampuan peserta didik laki-laki dan Simpulan Oleh karena itu, peneliti Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai memperhatikan karakteristik kemampuan matematika dalam mengenal operasi hitung Subek Laki-Laki (SL) penjumlahan yang dimiliki peserta didik Dari hasil tes dan wawancara yang diberikan laki-laki dan perempuan, khususnya dalam laki-laki melatih menyelesaikan soal matematika. laki-laki Hendaknya, pendidik merancang media memiliki kemampuan mengenal operasi pembelajaran agar memudahkan peserta mengoperasikan operasi hitung penjumlahan sering melatih dalam bentuk soal cerita, pada saat mengerjakan semua soal yang sehingga peserta didik terbiasa dan terlatih diberikan oleh peneliti dengan menggunakan apabila menyelesaikan soal tanpa ada media optima sesuai langkah-langkah yang kendala untuk membaca. tepat, akan tetapihasilnya salah. Hal ini Peserta dikarenakan subjek laki-laki tidak bisa kemauan untuk berlatih mengerjakan soal- membedakan komponen bilangan 1 dan soal secara rutin dan mendalami kembali bilangan 2 pada penulisan antara simbol materi pelajaran yang telah dijelaskan oleh angka 6 dengan 9. Subjek Perempuan (SP) Dari dengan benar. DAFTAR PUSTAKA Apriyanto, . Seluk-Beluk Tunagrahita Strategi Pembelajarannya Jurnal Ilmu Pendidikan. Yogjakarta: Javalitera Delphie. Pembelajaran Anak Tunagrahita. Bandung: PT Refika Aditama Putri. Pengaruh Implementasi Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Pada Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Pendidikan Khusus, (Onlin. , . 1-4, ttp://jurnalmahasiswa. diunduh 08 juli 2020. diberikan peneliti kepada subjek perempuan menunjukkan bahwa subjek perempuan kurang mampu dalam mengenal operasi hitung penjumlahan serta kurang dapat mengoperasikan pada angka yang besar (> angka . , akan tetapi subjek perempuan hanya bisa mengoperasikan angka O 10 dalam penggunaan media optima. Saran