Hal: 91-98 E-ISSN : 2722-3612 Vol. 5 No. 2, 2024 This article is licensed under https://doi. org/10. 46838/jbic. Article Deskripsi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Pada Mata Pelajaran IPAS Mohammad Aminulloh1A. Abidatillah2 1,2MI Tarbiyatus Sibyan. Sumberjo. Kepundungan. Kecamatan. Srono. Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur, 68471 aminulloh82@gmail. com 2abidatillag64@gmail. Coresponding Author: mohammad. aminulloh82@gmail. ABSTRACT The purpose of his research is to describe the use of the cooperative learning model of the Student Team Achievement Division (STAD) type in the IPAS subject for grade VI students at MI Tarbiyatus Sibyan, which has been implemented in the even semester of the 2024-2025 academic year. The research used a qualitative descriptive method. This study was conducted with 15 students from grade 6 at MI Tarbiyatus Sibyan. The results of data collection show that, on average, students felt happy with the teacherAos implementation of the cooperative learning model of the Student Team Achievement Division (STAD) type. The students also agreed with the teacherAos implementation of this model, and the teacher had followed the steps of the cooperative learning model of the Student Team Achievement Division (STAD) type according to expert opinions, which included: . The teacher presenting the material, . Students joining several groups consisting of four to six members, divided heterogeneously in terms of achievement, gender, ethnicity, etc. , . The teacher assigning tasks to groups through student worksheets and having group discussions on a topic, . Tests/quizzes or cross-questioning between groups to determine individual scores for determining group scores, and . Reinforcement from the teacher. Keywords: Learning Model. Student Team Achievement Division (STAD) Artikel Info Masuk Januari 11, 2025 Revisi Januari 20, 2025 Diterima Februari 25, 2025 Terbit Februari 28, 2025 PENDAHULUAN Belajar merupakan suatu proses perubahan seseorang yang berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Wahad . menyatakan bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara segaja maupun tidak sengaja oleh individu. Belajar dapat mengubah seseorang yang belum faham menjadi faham, seseorang yang sebelumya tidak dapat berjalan menjadi dapat berjalan, orang yang belum dapat membaca menjadi dapat membaca, dan lain sebagainya. Menurut Makki . , setiap orang memiliki cara unik untuk belajar. Beberapa cara yang dilakukan sesorang untuk belajar, antara lain dengan cara menemukan, melihat, menirukan. Melalui belajar seseorang bisa berkembang dan berubah baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, yang dipelajari melibatkan dimensi gerak . , sementara secara psikis yang melibatkan dimensi afeksi . stilah psikologis yang menggambarkan tentang perasaan, emosi, dan suasana hat. Salah satu contoh proses pembelajaran didalam kelas yang dilakukan oleh guru kepada para muridnya. Pada proses pembelajaran, guru memiliki kewajiban yang besar dalam hal peningkatan keberhasilan pencapaian prestasi para siswa. A 2024 The Authors Published by MAN Insan Cendekia Jambi Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran merupakan dampak dari mutu pengajaran serta faktor internal dari siswa tersebut. Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, setiap siswa berharap untuk memperoleh hasil belajar yang baik, karena hasil yang baikl dapat mendukung mereka untuk meraih tujuan yang diinginkan. Hasil belajar yang baik hanya dapat diraih melalui proses belajar yang optimal dan efektif. Apabila proses belajar tidak berjalan dengan baik, maka akan sulit untuk mengharapkan hasil belajar yang optimal. Menurut Kasmawati . terjadinya proses pembelajaran dibuktikan dengan terjadinya perbedaan yang terlihat dari hasil pembelajaran siswa sebelum dan setelah pembelajaran dengan berdasar pada hasil penilaian guru. Menurut Nurjannah . ketika proses belajar dan mengajar akan dilakukan, guru harus menyusun dan menata model dan media pembelajaran yang diperlukan ketika kegiatan belajar mengajar dilakukan. Guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara dengan Sekolah dasar (SD) mengajarkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tidak hanya mengajarkan konsep-konsep ilmu alam dan social, akan tetapi juga mengajarkan esensi ilmu alam dan social dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran IPAS merupakan gabungan dari mata pelajara Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang diman pada implementasi Kurikulum Merdeka digabung menjadi IPAS. Menurut Nurvi . menjelaskan bahwa hasil pembelajaran dapat ditentukan dengan melihat proses yang dilakukan ketika pembelajaran berlangsung, sehingga kegiatan belajar mengajara harus disiapkan semaksimal mungkin. Penulis telah melakukan beberapa metode dalam pembelajaran, salah satunya model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang sangat cocok untuk diterapkan disekolah dasar. Hal ini sesuai dengan karakter belajar para sisa di sekolah Berdasarkan pengalaman yang telah dialami penulis dalam mengajarkan mata pelajaran IPAS di kelas 6 MI Tarbiyatus Sibyan semester ganjil tahun akademik 20242025, guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran ini sangatlah mudah diterapkan dan diterima oleh para siswa. Selain itu, model ini juga sangat memberikan dampak positif dalam pembelajaran IPAS di kelas 6. Menurut Setyowati . ada beberapa penyebab yang dapat menentukan kemampuan siswa, yaitu factor yang berasal dari dalam diri siswa dan factor dari luar diri siswa. Berdasarkan hal tersebut, guru harus dapat mempersiapkan pembelajaran dengan sebaik mungkin. Sitio . menjelaskan terkait persiapan sebelum pembelajaran adalah mempersiapkan model pembelajaran yang sesuai dan dapat dipahami oleh para siswa dan siswa dapat berperan secara aktif dan bebas sehingga menjadikan siswa semangat dalam belajar. Pembelajaran kooperatif, diartikan sebagai "belajar bersama", merupakan suatu mekanisme belajar yang dilakukan dengan aktivitas kerja kelompok atau kegiatan Pembelajaran model kooperatif juga didefinisikan sebagai tindakan atau perilaku belajar dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih dan keterlibatan setiap anggota kelompok dalam mencapai keberhasilan kelompok. Menurut Slavin . Pembelajaran kooperatif adalah cara belajar yang berbeda, ini adalah jenis pembelajaran di mana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil secara Kelompok-kelompok ini terdiri dari 5 . orang dengan struktur Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article kelompok yang berbeda dalam hal kemampuan akademik, jenis kelamin, dan latar belakang suku atau budaya yang berbeda untuk membantu satu sama lain mempelajari materi. Selain itu. Afandi . juga menjelaskan bahwa model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran dapat digunakan untuk memberikan motivasi kepada para siswa dalam mengajukan pertanyaan, memberikan pendapat, memberikan tanggapan terhadap pendapat siswa lain, dan bertukar pendapat. Menurut Anita . model pembelajaran kooperatif dapat digunakan manakala terjadi suatu kondisi, antar lain: . Pengajar menekankan signifikansi kolaborasi di samping usaha individu dalam proses pembelajaran, . Apabila pengajar menginginkan semua siswa, bukan hanya yang berprestasi tinggi, untuk mencapai keberhasilan dalam belajar, . Jika pengajar ingin menanamkan pemahaman bahwa siswa dapat belajar dari rekan-rekan mereka dan mendapatkan bantuan dari orang lain, . Jika pengajar berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa sebagai bagian dari kurikulum yang diajarkan, . Jika pengajar berharap untuk meningkatkan motivasi siswa dan memperluas tingkat partisipasi mereka, dan . Jika pengajar ingin mengembangkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dan menemukan berbagai alternatif solusi. Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah tite STAD. Model STAD ini sangat fleksibel dan telah diterapkan dalam berbagai mata pelajaran seperti Matematika. IPA. IPS. Bahasa Inggris, serta pelajaran lainnya di tingkat sekolah dasar, menengah, dan atas. Menurut Wulandari . , model pembelajaran kooperatif STAD merupakan suatu pendekatan di mana siswa belajar dengan menggunakan lembar kerja sebagai panduan kelompok untuk berdiskusi dalam memahami konsep dan hasil yang akurat. Ibrahim . menjelaskan bahwa model pembelajaran STAD adalah metode yang diterapkan oleh guru dengan membentuk kelompok yang terdiri dari empat hingga enam siswa secara heterogen, di mana guru menyampaikan informasi akademik baru kepada siswa melalui presentasi lisan atau teks. Selain itu. Andira . menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran yang pelaksanaannya secara berkelompok dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa dalam memahami pelajaran dan dapat saling bertukar pendapat sesame siswa, sehingga setiap siswa dapat memahami materi pelajaran. Adapun prosedur model pembelajaran tipe STAD menurut Slavin . , antara lain: . langkah yang pertama dilakukan guru adalah dengan menyajikan dan menjelaskan materi IPAS kelas 6, . Langkah yang kedua para siswa di bagi kedalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat sampai enam orang siswa dengan anggota yang heterogen yang terdiri dari beberapa siswa dengan latar belakang yang berbeda baik dari segi kemampuan akademik, jenis kelamin, suku, , . Kemudian langkah yang ketiga guru memberikan dan menjelaskan tugas latihan kepada setiap kelompok yang untuk dibahas dan didiskusikan secara berkelompok, . langkah yang keempat dilakukan tes untuk mengetahui nilai setiap siswa dan juga untuk mengetahui nilai setiap kelompok, dan . Langkah yang terakhir, guru memberikan penguatan dengan membahas materi yang pada kegiatan model pembelajaran kooperatif model STAD untuk menambah pemahaman setiap kelompok dan setiap iswa. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Salah satu penelitian terkait penerapan model kooperatif adalah yang telah dilakukan oleh Mahananni . tentang AuPenerapan Metode Cooperative Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas 3 SDN Tambakrejo Gurah KediriAy menjelaskan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan metode kooperatif learning sangat baik dan meningkatkan motivasi minat belajar siswa. Selain itu. Abbas . juga melakukan penelitian terkait AuImplementasi model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan Tingkat Keaktifan dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mendiskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) yang telah di aplikasikan pada siswa kelas VI MI Tarbiyatus Sibyan yang pada semester ganjil tahun akademik 2024-2025. Sehingga diketahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan kontribusi yang besar dalam pembelajaran IPAS dan apakah aplikasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD sudah sesuai dengan langkah-langkahnya. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Strauss dan Corbin . , penelitian kualitatif adalah salah satu jenis penelitian yang menggunakan proses-proses yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan langkah-langkah statistik atau cara-cara lain dari kuatifikasi atau pengukuran. Secara umum, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi, organisasi, aktifitas social, dll. Adapun penelitian deskriptif menurut Best . merupakan metode penelitian yang melukiskan dan mendefinisikan objek sesuai dengan apa adanya. Penelitian deskriptif juga sering disebut dengan penelitian non eksperimen. Karen apada penelitian ini tidak dilakukan control dan manipulasi pada variable penelitian. Sedangkan menurut Nawawi dan Martini . , penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat atau memiliki karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam keadaan kewajaran atau sebagaimana adanya, dengan tidak diubah dalam bentuk symbol atau bilangan. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 6 MI Tarbiyatus Sibyan yang berada di Dusun Sumberjo. Desa Kepundungan. Kecamatan Srono. Kabupaten Banyuwnagi. Jawa Timur. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah semester ganjil Tahun Akademik 2024-2025. Jumlah responden pada penelitian ini adal 15 siswa yang terdiri dari 5 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini antara lain: dokumentasi, observasi, dan Sedangkan analisis data yang digunakan adalah: data reduction . eduksi dat. dan data display . enyajian dat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa interview yang memuat pertanyaan-pertanyaan terkait penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) pada siswa kelas VI MI Tarbiyatus Sibyan yang telah di laksanakan pada semester ganjil tahun akademik 2024-2025. Pertanyaan dalam interview terbagi menjadi 3 kelompok, antara lain: . Persepsi Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD), . Persepsi siswa terhadap guru dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD), dan . Persepsi siswa terhadap guru dalam penerapan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD). Berikur hasil interview yang diperoleh sebagai berikut. Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Berdasarkan hasil interview terkait persepsi siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) terdapat 6 pertanyaan, antara lain: . Terkait perasaan siswa terhadap mata pelajaran IPAS kelas 6 diperoleh data dengan jawaban senang sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo, . Terkait perasaan siswa terhadap guru dalam mengajar IPAS diperoleh data dengan jawaban senang sejumlah 15 siswa dan yang menjawab tidak 0 siswa, . Terkait perasaan siswa terhadap materi pelajaran IPAS kelas 6 diperoleh data dengan jawaban senang sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo, . Terkait perasaan siswa terhadap model pembelajaran kooperatif . dalam mata pelajaran IPAS diperoleh data dengan jawaban senang sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo, . Terkait perasaan siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD ketika diterapkan dalam pembelajaran IPAS diperoleh data dengan jawaban senang sejumlah 12 siswa dan yang menjawab tidak 3 siswa, dan . Terkait perasaan siswa terhadap suasana belajar dikelas setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran IPAS diperoleh data dengan jawaban senang sejumlah 12 siswa dan yang menjawab tidak 3 siswa. Persepsi Siswa Terhadap Guru Dalam Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Berdasarkan hasil interview terkait persepsi siswa terhadap guru dalam penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) terdapat 9 pertanyaan, antara lain: . Apakah Guru Anda menunjukkan halhal yang dapat meningkatkan minat dan hasil belajar IPAS Anda, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 11 siswa dan yang menjawab AotidakAo 4 siswa. Apakah Anda merasa termotivasi belajar IPAS secara berkelompok (Model Kooperati. , diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Apakah menurut anda model pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu diterapkan dalam pembelajaran IPAS, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Apakah menurut anda model pembelajaran kooperatif tipe STAD itu menyenangkan, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 11 siswa dan yang menjawab AotidakAo 4 . Apakah Anda merasa mudah memahami pelajar IPAS ketika dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 12 siswa dan yang menjawab AotidakAo 3 siswa. Apakah anda mengalami kemajuan dalam menguasai pelajaran IPAS dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 12 siswa dan yang menjawab AotidakAo 3 siswa. Apakah Anda termotivasi untuk belajar dan mengerjakan PR ketika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, diperoleh data Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab Aotidak Ao. Apakah Anda menyukai cara guru mengajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Apakah Anda setuju jika pembelajaran IPAS selanjutnya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Persepsi Siswa Terhadap Guru Dalam Penerapan Prosedur Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Berdasarkan hasil interview terkait persepsi siswa terhadap guru dalam penerapan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) terdapat 5 pertanyaan, antara lain: . Apakah guru menyajikan materi sebelum kegiatan pembelajaran model kooperatif tipe STAD dimulai, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Apakah siswa bergabung dengan kelompok yang terdiri dari 56 siswa, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Apakah Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok melalui LKS . tau yang lainny. dan secara berkelompok para siswa membahas suatu topik, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Apakah ada tes / kuis atau silang tanya antara kelompok dengan maksut untuk menentukan skor individu dalam menentukan skor kelompok, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Setelah kegiatan pembelajaran model kooperatif tipe STAD selesai, guru memberikan penguatan, diperoleh data dengan jawaban AoyaAo sejumlah 15 siswa dan tidak ada siswa yang menjawab AotidakAo. Berdasarkan hasil interview, diperoleh infomasi bahwa rata-rata siswa merasa senang terhadap model pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD), para siswa juga setuju terhadap guru dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD), dan guru sudah menerapkan prosedur atau langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) sesuai dengan pendapat Slavin . , antara lain: . langkah yang pertama dilakukan guru adalah dengan menyajikan dan menjelaskan materi IPAS kelas 6, . Langkah yang kedua para siswa di bagi kedalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat sampai enam orang siswa dengan anggota yang heterogen yang terdiri dari beberapa siswa dengan latar belakang yang berbeda baik dari segi prestasi akademik, jenis kelamin, suku , dll. , . Kemudian langkah yang ketiga guru memberikan dan menjelaskan tugas latihan kepada setiap kelompok yang untuk dibahas dan didiskusikan secara berkelompok, . langkah yang keempat dilakukan tes untuk mengetahui nilai setiap siswa dan juga untuk mengetahui nilai setiap kelompok, dan . Langkah yang terakhir, guru memberikan penguatan dengan membahas materi yang pada kegiatan model pembelajaran kooperatif model STAD untuk menambah pemahaman setiap kelompok dan setiap Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article SIMPULAN Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh dengan instrument pengambilan data qualitative berupa interview, diperoleh infomasi bahwa rata-rata siswa merasa senang terhadap guru dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD), para siswa juga setuju terhadap guru dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD), dan guru sudah menerapkan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) yang sesuai dengan pendapat ahli, antara lain: . langkah yang pertama dilakukan guru adalah dengan menyajikan dan menjelaskan materi IPAS kelas 6, . Langkah yang kedua para siswa di bagi kedalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat sampai enam orang siswa dengan anggota yang berbeda-beda yang terdiri dari beberapa siswa dengan latar belakang yang berbeda baik dari segi kemampuan akademik, jenis kelamin, suku, dll. , . Kemudian langkah yang ketiga guru memberikan dan menjelaskan tugas latihan kepada setiap kelompok yang untuk dibahas dan didiskusikan secara berkelompok, . langkah yang keempat dilakukan tes untuk mengetahui nilai setiap siswa dan juga untuk mengetahui nilai setiap kelompok, dan . Langkah yang terakhir, guru memberikan penguatan dengan membahas materi yang pada kegiatan model pembelajaran kooperatif model STAD untuk menambah pemahaman setiap kelompok dan setiap iswa. REFERENSI